Pengaruh Konsentrasi Tape Singkong terhadap Parameter yang Diamati Secara umum hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh terhadap kadar air (%), kadar lemak (%), kadar abu (%), serta analisa uji organoleptik terhadap warna, aroma dan rasa serta kerenyahan seperti pada Tabel 8.
Tabel 8 . Hasil analisis pengaruh konsentrasi tape singkong terhadap parameter yang diamati Konsentrasi Tape (%) Kadar Air (%) Kadar Lemak (%) Kadar Abu (%) Asam Lemak Bebas (%) Uji Organoleptik Warna Aroma
dan Rasa Kerenyahan K1 = 20 % 2,94 0,260 2,73 0,12 2,89 2,71 3,18 K2 = 30 % 2,82 0,288 3,80 0,12 2,78 2,93 2,99 K3 = 40 % 2,68 0,368 4,04 0,13 2,64 2,94 2,86 K4 = 50 % 2,56 0,383 4,30 0,13 2,50 3,09 2,76
sebesar 2,89 dan terendah pada K4 Dari Tabel 8 dapat dilihat bahwa konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh terhadap parameter yang diuji. Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 2,94 % dan terendah pada K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 2,56%. Kadar lemak tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 0,383% dan terendah pada K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 0,26%. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 4,30% dan terendah pada K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 2,73%. Asam lemak babas tertinggi terdapat pada perlakuan K3 dan K4 (konsentrasi tape singkong 40% dan 50%) yaitu sebesar 0,13% dan terendah pada K1 dan K2 (konsentrasi tape singkong 20% dan 30%) yaitu sebesar 0,12%. Uji organoleptik warna tertinggi
terdapat pada perlakuan K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 2,50. Uji organoleptik aroma dan rasa tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 3,09 dan terendah pada K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 2,71. Uji organoleptik kerenyahan tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 3,18 dan terendah pada K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 2,76.
Pengaruh Konsentrasi Baking Powder terhadap Parameter yang Diamati Secara umum hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pengaruh konsentrasi baking powder memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, serta analisa uji organoleptik terhadap warna, aroma dan rasa serta kerenyahan seperti pada Tabel 9.
Tabel 9 . Hasil analisis pengaruh konsentrasi baking powder terhadap parameter yang diamati Konsentrasi Baking Powder (%) Kadar Air (%) Kadar Lemak (%) Kadar Abu (%) Asam Lemak Bebas (%) Uji Organoleptik Warna Aroma dan Rasa Kerenyahan B1 = 0,1 % 3,23 0,301 3,35 0,12 3,20 3,04 2,60 B2 = 0,2 % 2,85 0,338 3,69 0,12 2,80 2,93 2,94 B3 = 0,3 % 2,51 0,321 3,84 0,12 2,45 2,91 3,00 B4 = 0,4 % 2,41 0,338 3,99 0,13 2,35 2,79 3,25
Dari Tabel 9 dapat dilihat bahwa konsentrasi baking powder memberikan pengaruh terhadap parameter yang diuji. Dari tabel ini dapat dilihat bahwa kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan B1 (konsentrasi baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,23% dan terendah pada B4 (konsentrasi baking powder 0,4%) yaitu sebesar 2,41%. Kadar lemak tertinggi terdapat pada perlakuan B2 dan B4 (konsentrasi baking powder 0,2% dan 0,4%) yaitu sebesar 0,338% dan terendah
pada B1 (konsentrasi baking powder 0,1%) yaitu sebesar 0,301%. Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan B4 (konsentrasi baking powder 0,4%) yaitu sebesar 3,99% dan terendah pada B1 (konsentrasi baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,35%. Kadar asam lemak bebas tertinggi terdapat pada perlakuan B4 (konsentras baking powder 0,4%) yaitu sebesar 0,13% dan terendah pada B1, B2, dan B3 (konsentrasi baking powder 0,1%, 0,2%, dan 0,3%) yaitu sebesar 0,12%. Uji organoleptik warna tertinggi terdapat pada perlakuan B1 (konsentrasi
baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,20 dan terendah pada B4 (konsentrasi
baking powder 0,4%) yaitu sebesar 2,35. Uji organoleptik aroma dan rasa
tertinggi pada B1 (konsentrasi baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,04 dan terendah terdapat pada perlakuan B4 (konsentrasi baking powder 0,4%) yaitu sebesar 2,79. Organoleptik Kerenyahan (Numerik) tertinggi pada B4 (konsentrasi
baking powder 0,4%) yaitu sebesar 3,25 dan terendah terdapat pada perlakuan B1
(konsentrasi baking powder 0,1%) yaitu sebesar 2,60. Kadar Air (%)
Pengaruh Konsentrasi Tape Singkong terhadap Kadar Air (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 1) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi tape singkong terhadap kadar air tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi tape singkong terhadap kadar air (%)
Jarak LSR Konsentrasi Tape
Singkong Rataan Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - K1 = 20 % 2,94 a A 2,00 0,19 0,27 K2 = 30 % 2,82 ab A 3,00 0,20 0,28 K3 = 40 % 2,68 bc AB 4,00 0,21 0,29 K4 = 50 % 2,56 c B
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 10 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda tidak nyata dengan K2, berbeda nyata dengan K3, dan berbeda sangat nyata dengan K4. Perlakuan K2 berbeda tidak nyata dengan K3 dan berbeda sangat nyata dengan K4. Perlakuan K3 berbeda tidak nyata dengan K4.
Kadar air terendah terdapat pada perlakuan K4 (konsentrasi tape singkong 50%) sebesar 2,56% kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 2,94 % .
Hubungan antara konsentrasi tape singkong terhadap kadar air dapat dilihat dari Gambar 2.
Dari Gambar 2 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi tape singkong, maka kadar air kerupuk tape singkong semakin menurun. Hal ini karena tape singkong mengandung kadar gula yang tinggi. Gula memiliki sifat menyerap air (higroskopik), sehingga kadar air dalam kerupuk tape singkong semakin menurun seiring bertambahnya kadar gula akibat dari meningkatnya konsentrasi tape singkong.
Estiasih, (1998) menyatakan, gula yang bersifat hiroskopis akan menarik air dari dalam bahan sehingga kadar air bahan dan Aw bahan menjadi rendah dan tidak tersedia untuk digunakan mikroorganisme.
Gambar 2. Hubungan konsentrasi tape singkong dengan kadar air (%) Pengaruh Konsentrasi Baking Powder terhadap Kadar Air (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 1) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi baking powder memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi baking powder terhadap kadar air tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi baking powder terhadap kadar air (%)
Jarak LSR Konsentrasi
Baking Powder Rataan
Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - B1= 0,1 % 3,23 a A 2,00 0,19 0,27 B2= 0,2 % 2,85 b B 3,00 0,20 0,28 B3= 0,3 % 2,51 c C 4,00 0,21 0,29 B4= 0,4 % 2,41 c C
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (hruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 11 dapat dilihat bahwa perlakuan B1 berbeda sangat nyata dengan B2, B3 dan B4. Perlakuan B2 memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata dengan B3 dan B4. Perlakuan B3 berbeda tidak nyata dengan B4.
Kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan B1 (konsentrasi baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,23% dan terendah pada B4 (konsentrasi baking powder 0,4%) yaitu sebesar 2,41%.
Hubungan antara konsentrasi baking powder terhadap kadar air dapat dilihat dari Gambar 3.
Dari Gambar 3 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi baking powder maka kadar air akan semakin menurun. Hal ini disebabkan karena
baking powder mengandung garam-garam amonium karbonat, kalium karbonat
dan amonium bikarbonat yang bersifat higroskopik, sehingga dengan meningkatnya konsentrasi baking powder maka kadar air dari kerupuk tape singkong juga semakin menurun.
(Estiasih, 1998) kalium bikarbonat biasa digunakan sebagai pengembang. Akan tetapi penggunaan kalium bikarbonat dibatasi oleh sifat higroskopis.
Pengaruh Interaksi Konsentrasi Tape Singkong dengan Konsentrasi Baking Powder terhadap Kadar Air (%)
Hasil analisis sidik ragam pada (Lampiran 1) menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi tape singkong dengan konsentrasi baking powder memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar air sehingga uji LSR (Least Significant Range) tidak dilanjutkan.
Kadar Lemak (%)
Pengaruh Konsentrasi Tape Singkong terhadap Kadar Lemak (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar lemak dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi tape singkong terhadap kadar lemak tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi tape singkong terhadap kadar lemak (%)
Jarak LSR Konsentrasi
Tape Singkong Rataan
Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - K1 = 20 % 0,260 C C 2 0,029 0,039 K2 = 30 % 0,288 C C 3 0,030 0,041 K3 = 40 % 0,368 Ab AB 4 0,031 0,042 K4 = 50 % 0,383 a A
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 12 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda tidak nyata dengan K2, dan berbeda sangat nyata dengan K3 dan K4. Perlakuan K2 berbeda sangat nyata dengan K3 dan K4. Perlakuan K3 berbeda tidak nyata dengan K4.
Kadar lemak tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 0,383% dan terendah pada K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 0,26%.
Hubungan antara konsentrasi tape singkong terhadap kadar lemak dapat dilihat pada Gambar 4.
Dari Gambar 4 dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi tape singkong, maka kadar lemak kerupuk tape singkong semakin meningkat.
Tape singkong memiliki kadar lemak sebesar 0,1 g/100g bahan (Departemen Kesehatan R.I, 1996). Sehingga semakin tinggi konsentrasi tape singkong, maka kadar lemak dari kerupuk tape singkong juga semakin meningkat.
Selain itu peningkatan kadar lemak juga terjadi akibat daya serap tape singkong terhadap lemak pada saat penggorengan. Semakin tinggi konsentrasi tape singkong maka daya serap kerupuk tape singkong terhadap lemak pada saat penggorengan semakin besar.
Ketaren, (2005) selama proses penggorengan berlangsung maka sebagian minyak akan masuk ke dalam bahan yang digoreng, hingga mengisi ruang kosong yang pada mulanya di isi oleh air.
Gambar 4. Hubungan konsentrasi tape singkong dengan kadar lemak (%)
Pengaruh Konsentrasi Baking Powder terhadap Kadar Lemak (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi baking powder memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak dari kerupuk tape singkong sehingga pengujian secara LSR (Least Significant Range) tidak dilanjutkan.
Pengaruh Interaksi Konsentrasi Tape Singkong dengan Konsentrasi Baking Powder terhadap Kadar Lemak (%)
Dari hasil analisis sidik ragam (Lampiran 2) dapat dilihat bahwa interaksi antara konsentrasi tape singkong dan konsentrasi baking powder memberikan pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0.05) terhadap kadar lemak dari kerupuk
tape singkong yang dihasilkan, sehingga pengujian secara LSR (Least Significant Range) tidak dilanjutkan.
Kadar Abu (%)
Pengaruh Konsentrasi Tape Singkong terhadap Kadar Abu (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 3) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar abu dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi tape singkong terhadap kadar abu tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi tape singkong terhadap kadar abu (%)
Jarak LSR Konsentrasi
Tape Singkong Rataan
Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - K1 = 20 % 2,73 d D 2 0,05 0,06 K2 = 30 % 3,80 c C 3 0,05 0,07 K3 = 40 % 4,04 b B 4 0,05 0,07 K4 = 50 % 4,30 a A
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 13 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata dengan K2, K3 dan K4. Perlakuan K2 berbeda sangat nyata dengan K3 dan K4. Perlakuan K3 berbeda sangat nyata dengan K4.
Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 4,30% dan terendah pada K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 2,73%.
Hubungan antara konsentrasi tape singkong terhadap kadar abu dapat dilihat pada Gambar 5.
Dari Gambar 5 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi tape singkong maka kadar abu akan semakin meningkat. Hal ini karena tape singkong mengandung garam-garam mineral seperti kalium dan fosfor. Sehingga semakin
tinggi konsentrasi tape singkong maka kadar abu dari kerupuk tape singkong juga semakin meningkat.
Gambar 5. Hubungan konsentrasi tape singkong dengan kadar abu (%)
Pengaruh Konsentrasi Baking Powder terhadap Kadar Abu (%)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 3) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi baking powder memberikan penaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar abu dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi baking powder terhadap kadar abu tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi baking powder terhadap kadar abu (%)
Jarak
LSR Konsentrasi
Baking Powder Rataan
Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - B1= 0,1 % 3,35 d D 2 0,05 0,06 B2= 0,2 % 3,69 c C 3 0,05 0,07 B3= 0,3 % 3,84 b B 4 0,05 0,07 B4= 0,4 % 3,99 a A
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 14 dapat dilihat bahwa perlakuan B1 berbeda sangat nyata dengan B2, B3 dan B4. Perlakuan B2 berbeda sangat nyata dengan B3 dan B4. Perlakuan B3 berbeda sangat nyata dengan B4.
Kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan B4 (konsentrasi baking
powder 0,4%) yaitu sebesar 3,99% dan terendah pada B1 (konsentrasi Kadar abu
tertinggi terdapat pada perlakuan B4 (konsentrasi baking powder 0,4%) yaitu sebesar 3,99% dan terendah pada B1 (konsentrasi baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,35%.
Hubungan antara konsentrasi baking powder terhadap kadar abu dapat dilihat pada Gambar 6.
Dari Gambar 6 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi baking powder maka kadar abu kerupuk tape singkong akan semakin meningkat.
Hal ini disebabkan baking powder terdiri dari senyawa - senyawa yang banyak mengandung mineral. Jadi semakin tinggi konsentrasi baking poder maka kadar abu juga akan meningkat. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan (Desrosier, 1988) bahan pengembang terdiri dari senyawa yang mengandung mineral, penambahan bahan pengembang akan meningkatkan kadar abu bahan.
Pengaruh Interaksi Konsentrasi Tape Singkong dengan Konsentrasi Baking Powder terhadap Kadar Abu (%)
Hasil analisis sidik ragam pada (Lampiran 3) menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi tape singkong dengan konsentrasi baking powder memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar abu.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa interaksi antara konsentrasi tape singkong dan baking powder terhadap kadar abu tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 15. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi tape singkong dengan konsentrasi baking powder (%) terhadap kadar abu (%)
Jarak LSR Perlakuan Rataan Notasi
0,05 0,01 0,05 0,01 - - - K1B1 2,18 k I 2 0,091 0,125 K1B2 2,66 j H 3 0,095 0,131 K1B3 2,90 hi G 4 0,098 0,135 K1B4 3,19 gh EF 5 0,100 0,137 K2B1 3,40 fg DE 6 0,101 0,139 K2B2 3,81 de BC 7 0,102 0,141 K2B3 3,91 d B 8 0,103 0,143 K2B4 4,07 c B 9 0,103 0,144 K3B1 3,58 ef CD 10 0,104 0,145 K3B2 4,00 cd B 11 0,104 0,146 K3B3 4,23 bc AB 12 0,104 0,146 K3B4 4,35 a A 13 0,104 0,147 K4B1 4,23 b A 14 0,104 0,148 K4B2 4,30 ab A 15 0,104 0,148 K4B3 4,32 ab A 16 0,105 0,149 K4B4 4,37 a A
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 15 diketahui bahwa kadar abu tertinggi terdapat pada perlakuan K4B4 yaitu sebesar 4,37% dan terendah pada K1B1 yaitu sebesar 2,18%.
Hubungan antara konsentrasi tape singkong dan konsentrasi baking powder terhadap kadar abu dapat dilihat pada Gambar 7.
Dari Gambar 7 diketahui bahwa semakin meningkatnya konsentrasi tape singkong dan baking powder, maka kadar abu juga akan semakin meningkat. Hal ini disebabkan baik tape singkong maupun baking powder sama-sama mengandung mineral yang tinggi, sehingga peningkatan konsentrasi keduanya akan meningkatkan jumlah kadar abu.
Gambar 7. Hubungan interaksi konsentrasi tape singkong dan konsentrasi baking powder dengan kadar Abu (%)
Asam Lemak Bebas (%)
Pengaruh Konsentrasi Tape Singkong terhadap Asam Lemak Bebas (%) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap asam lemak bebas dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan sehingga pengujian secara LSR (Least Significant Range) tidak dilanjutkan.
Pengaruh Konsentrasi Baking Powder terhadap Asam Lemak Bebas (%) Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 4) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi baking powder memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap asam lemak bebas dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan sehingga pengujian secara LSR (Least Significant Range) tidak dilanjutkan.
Pengaruh Interaksi Konsentrasi Tape Singkong dengan Konsentrasi Baking Powder terhadap Asam Lemak Bebas (%)
Hasil analisis sidik ragam pada (Lampiran 4) menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi tape singkong dengan konsentrasi baking powder memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) tehadap asam lemak bebas dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan sehingga pengujian secara LSR (Least Significant Range) tidak dilanjutkan.
Nilai Organoleptik Warna (Numerik)
Pengaruh Konsentrasi Tape Singkong terhadap Nilai Organoleptik Warna ( Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 5) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai organoleptik warna dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi tape singkong terhadap nilai organoleptik warna tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi tape singkong terhadap organoleptik warna (numerik)
Jarak LSR Konsentrasi
Tape Sinkong Rataan
Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - K1 = 20 % 2,89 a A 2,00 0,19 0,27 K2 = 30 % 2,78 ab AB 3,00 0,20 0,28 K3 = 40 % 2,64 bc AB 4,00 0,21 0,29 K4 = 50 % 2,50 c B
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 16 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda tidak nyata
dengan K2, berbeda nyata dengan K3, dan berbeda sangat nyata dengan K4. Perlakuan K2 berbeda tidak nyata dengan K3, dan berbeda sangat nyata
dengan K4. Perlakuan K3 berbeda tidak nyata dengan K4.
Uji organoleptik warna tertinggi terdapat pada perlakuan K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 2,89 dan terendah pada K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 2,50.
Hubungan antara konsentrasi tape singkong terhadap nilai organoleptik warna dapat dilihat dari Gambar 8.
Dari Gambar 8 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi tape singkong, maka warna kerupuk tape singkong semakin tidak disukai oleh panelis. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Tape singkong mengandung gula yang tinggi, sehingga pada proses penggorengan terjadi reaksi pencoklatan non enzimatis (karamelisasi). Reaksi pencoklatan non enzimatis ini terjadi dengan adanya gula reduksi dan senyawa- senyawa amino. Dimana warna coklat ini semakin pekat seiring dengan meningkatnya konsentrasi tape singkong.
Karamelisasi merupakan suatu proses pencoklatan non enzimatis yang meliputi degaradasi gula. Bila gula dipanaskan di atas titik leburnya, warnanya akan berubah menjadi coklat (Winarno, 1989).
Gambar 8. Hubungan konsentrasi tape singkong dengan nilai organoleptik warna (numerik)
Pengaruh Konsentrasi Baking Powder terhadap Nilai Organoleptik Warna (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 5) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi baking powder memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai organoleptik warna dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi baking powder terhadap nilai organoleptik warna tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 17.
Dari Tabel 17 dapat dilihat bahwa perlakuan B1 berbeda sangat nyata dengan B2, B3 dan B4. Perlakuan B2 berbeda sangat nyata dengan B3 dan B4. Perlakuan B3 berbeda tidak nyata dengan B4.
Tabel 17. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi baking powder terhadap organoleptik warna (numerik)
Jarak LSR Konsentrasi
Baking Powder Rataan
Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - B1= 0,1 % 3,20 a A 2,00 0,19 0,27 B2= 0,2 % 2,80 b B 3,00 0,20 0,28 B3= 0,3 % 2,45 c C 4,00 0,21 0,29 B4= 0,4 % 2,35 c C
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (heruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Uji organoleptik warna tertinggi terdapat pada perlakuan B1 (konsentrasi
baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,20 dan terendah pada B4 (konsentrasi baking
powder 0,4%) yaitu sebesar 2,3.
Hubungan antara konsentrasi baking powder terhadap nilai organoleptik warna dapat dilihat dari Gambar 9.
Dari Gambar 9 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentrasi baking powder maka warna kerupuk tape singkong semakin tidak disukai oleh
panelis. Hal ini disebabkan fungsi baking powder sebagai pengembang. Semakin besar konsentrasi baking powder maka kerupuk semakin mengembang pada saat penggorengan. Dengan semakin meningkatnya daya kembang kerupuk pada saat penggorengan, maka permukaan kerupuk akan semakin cepat mengalami pencoklatan (gosong) akibat suhu tinggi pada saat penggorengan. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Desrosier, 1988) yang menyatakan; semakin tinggi konsentrasi pengembang maka nilai organoleptik warna semakin menurun, hal ini karena volume kerupuk yang terlalu cepat mengembang sehingga mudah mengalami gosong pada saat penggorengan (warna coklat kehitam- hitaman).
Gambar 9. Hubungan konsentrasi baking powder dengan nilai organoleptik warna (numerik)
Pengaruh Interaksi Konsentrasi Tape Singkong dengan Konsentrasi Baking Powder terhadap Nilai Organoleptik Warna (Numerik)
Hasil analisis sidik ragam pada (Lampiran 5) menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi tape singkong dengan konsentrasi baking powder memberi pengaruh yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai oganoleptik warna dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan sehingga pengujian secara LSR
(Least Significant Range) tidak dilanjutkan. Nilai Organoleptik Aroma dan Rasa (Numerik)
Pengaruh Konsentrasi Tape Singkong terhadap Nilai Organoleptik Aroma dan Rasa (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi tape singkong memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai organoleptik aroma dan rasa dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi tape singkong terhadap nilai organoleptik aroma dan rasa tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi tape singkong terhadap organoleptik aroma dan rasa (Numerik)
Jarak LSR Konsentrasi Tape
Singkong Rataan Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - K1 = 20 % 2,71 c C 2 0,15 0,20 K2 = 30 % 2,93 ab AB 3 0,16 0,22 K3 = 40 % 2,94 a A 4 0,16 0,22 K4 = 50 % 3,09 a A
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (hruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 18 dapat dilihat bahwa perlakuan K1 berbeda sangat nyata dengan K2, K3 dan K4. Perlakuan K2 berbeda tidak nyata dengan K3 dan K4. Perlakuan K3 berbeda tidak nyata dengan K4.
Uji organoleptik aroma dan rasa tertinggi terdapat pada perlakuan K4 (konsentrasi tape singkong 50%) yaitu sebesar 3,09 dan terendah pada K1 (konsentrasi tape singkong 20%) yaitu sebesar 2,71.
Hubungan antara konsentrasi tape singkong terhadap nilai organoleptik aroma dan rasa dapat dilihat dari Gambar 10.
Dari Gambar 10 dapat diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi tape singkong, maka nilai organoleptik aroma dan rasa kerupuk tape singkong semakin meningkat. Hal ini karena tape singkong memiliki rasa dan aroma yang khas, sehingga dapat memberikan kontribusi rasa yang lebih enak.
Gambar 10. Hubungan konsentrasi tape singkong dengan nilai organoleptik aroma dan rasa (numerik)
Pengaruh Konsentrasi Baking Powder terhadap Nilai Organoleptik Aroma dan Rasa (Numerik)
Dari daftar analisis sidik ragam (Lampiran 6) dapat dilihat bahwa penambahan konsentrasi baking powder memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap nilai organoleptik aroma dan rasa dari kerupuk tape singkong yang dihasilkan.
Hasil pengujian dengan LSR (Least Significant Range) menunjukkan bahwa pengaruh penambahan konsentrasi baking powder terhadap nilai organoleptik aroma dan rasa tiap-tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 19.
Tabel 19. Uji LSR efek utama pengaruh konsentrasi baking powder terhadap kadar organoleptik aroma dan rasa (numerik)
Jarak LSR Konsentrasi
Baking Powder Rataan
Notasi 0,05 0,01 0,05 0,01 - - - B1= 0,1 % 3,04 a A 2 0,15 0,20 B2= 0,2 % 2,93 a A 3 0,16 0,22 B3= 0,3 % 2,91 ab AB 4 0,16 0,22 B4= 0,4 % 2,79 b B
Keterangan: Notasi huruf yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata pada taraf 5% (huruf kecil) dan berbeda sangat nyata pada taraf 1% (huruf besar)
Dari Tabel 19 dapat dilihat bahwa perlakuan B1 berbeda tidak nyata dengan B2 dan B3, dan berbeda sangat nyata dengan B4. Perlakuan B2 berbeda tidak nyata dengan B3, dan berbeda sangat nyata dengan B4. Perlakuan B3 berbeda sangat nyata dengan B4.
Uji organoleptik aroma dan rasa tertinggi pada B1 (konsentrasi
baking powder 0,1%) yaitu sebesar 3,04 dan terendah terdapat pada perlakuan B4
(konsentrasi baking powder 0,4%) yaitu sebesar 2,79.
Hubungan antara konsentrasi baking powder terhadap nilai organoleptik aroma dan rasa dapat dilihat dari Gambar 11.
Dari Gambar 11 dapat dilihat bahwa semakin tinggi konsentasi baking powder maka nilai organoleptik aroma dan rasa oleh panelis semakin
menurun. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Desrosier, 1988) yang menyatakan semakin tinggi konsentrasi pengembang maka nilai organoleptik rasa dan aroma semakin menurun, hal ini karena volume kerupuk yang terlalu cepat mengembang sehingga mudah mengalami gosong pada saat penggorengan, akibatnya rasa agak sedikit pahit.
Rasa pahit ini juga disebabkan baking powder yang mengandung kalium bikarbonat yang memiliki cita rasa pahit. Sehingga dengan meningkatnya konsentrasi baking powder, maka organoleptik terhadap aroma dan rasa semakin