• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Pemilihan Distribusi Induk

Perangkat Keras

HASIL DAN PEMBAHASAN Pemilihan Distribusi Induk

ILOSmedia menggunakan distribusi Ubuntu 10.10 sebagai distribusi induk yang diperoleh dari repository IPB di www.pandawa.ipb.ac.id. Pemilihan ini didasarkan atas beberapa hal, yaitu:

 Ubuntu merupakan distribusi Linux terpopular di dunia menurut www.distrowatch.com. Ubuntu menduduki peringkat pertama dalam Page Hit Ranking dengan banyaknya hits per day 2294 tertanggal 15 Juni 2011. Ubuntu Studio menduduki peringkat 45 dengan banyaknya hits per day 225. Page Hit Ranking keseluruhan distribusi Linux merurut www.distrowatch.com dapat dilihat pada Lampiran 1,

 Ubuntu menyediakan kernel khusus untuk sistem operasi multimedia yang disebut kernel Realtime,

 Ubuntu memiliki paket multimedia yang lengkap dan mudah didapatkan serta memiliki lisensi untuk didistribusikan ulang,  Ubuntu 10.10 merupakan varian terbaru dari Ubuntu pada saat pengembangan ILOSmedia tertanggal 10 November 2010. Langkah awal pembuatan ILOSmedia yaitu melakukan instalasi Ubuntu 10.10 pada notebook dengan spesifikasi perangkat keras sebagai berikut:

 Prosesor : Pentium® Dual-Core CPU T4400 @ 2.2GHz,  Memori : 2 GB,

Harddisk : 320 GB,

 VGA : Mobile Intel(R) 4 Series Express Chipset Family,  Sound card : IDT HD Audio.

Ubuntu 10.10 yang digunakan merupakan sistem operasi 32-bit, sehingga ILOSmedia juga merupakan sistem operasi 32-bit.

Pemilihan Paket

Pada penelitian ini pemilihan paket didapatkan dari kuesioner. Secara umum, pemilihan paket didasarkan pada tiap-tiap kegiatan multimedia dan pilihan paket diperoleh dari situs web tertentu yang meliputi:

audio player (anewmorning.com), audio editor (mediakey.dk), video player (linux.com), video editor (cybercity.biz), vector model (linfo.org), drawing (linuxlinks.com), burning tool (linuxsoft.cz),  animation 2D (junauza.com), animation 3D (juanuza.com).

Paket-paket yang akan dipilih harus memenuhi dua syarat utama, yaitu open source dan dapat didistribusikan ulang. Adapun paket- paket yang langsung dipilih oleh peneliti untuk

dimasukkan ke dalam sistem dengan alasan paket-paket tersebut merupakan paket yang paling popular pada fungsinya masing-masing. Paket-paket tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Paket terpilih langsung

Nama Paket Fungsi

Avidemux video converter Cheese penunjang webcam Entagged tag editor

FontForge font editor Gimp editor grafis Gwenview image viewer Pulse audio control Shotwell photo manager Simple Scan penunjang perangkat

scanner Sound

Converter audio converter Subtitle Editor membuat subtitle Synfig authoring software

Thoggen DVD ripper

Tuxguitar multitrack tablature editor

Xvid perekam kegiatan desktop

Terdapat tiga tahap pengambilan kuesioner, yaitu forum Linux.com, KPLI Bogor, dan forum Kaskus.us.

1. Forum Linux.com

Kuesioner pertama ditujukan kepada pengguna Linux multimedia di seluruh dunia pada forum Linux.com. Kuesioner dilakukan dengan memublikasikan pertanyaan pada forum multimedia dengan alamat http://www.linux.com/community/forums?func =view&catid=36&id=7787 (Lampiran 2). Pertanyaan yang diajukan masih bersifat umum, dan belum ada batasan mengenai pemilihan paket.

Hasil dari kuesioner tersebut meliputi beberapa masukan tentang Linux multimedia dari para responden. Namun, hanya terdapat satu respon mengenai pemilihan paket oleh moderator forum bernama Matthew Fillpot. 2. KPLI Bogor

Kuesioner kedua ditujukan pada anggota KPLI Bogor. Format kuesioner dapat dilihat pada Lampiran 3. Hasil dari kuesioner tersebut

didapatkan 10 responden pemilih dari target 20 responden.

3. Forum Kaskus.us

Kuesioner tahap akhir ditujukan kepada pengguna Linux Indonesia melalui Kaskus yang merupakan forum terbesar di Indonesia. Kuesioner dapat dilihat pada alamat http://www.kaskus.us/showthread.php?t=58934 03 (Lampiran 4).

Hasil dari kuesioner tersebut didapatkan 19 responden pemilih dan beberapa masukan tentang Linux multimedia. Dengan demikian, total responden pada penelitian ini berjumlah 30 responden.

Hasil pemilihan paket oleh responden tidak sesuai dengan pemikiran awal yaitu memilih satu dari enam paket yang disediakan tiap pertanyaan. Selain itu ada pula responden yang tidak menjawab satu atau lebih pertanyaan yang diberikan. Hal ini karena responden tidak mengetahui atau tidak pernah berkecimpung di dalam kegiatan multimedia yang ditanyakan. Oleh karena itu, peneliti melakukan pembobotan pada tiap paket yang dipilih. Pembobotan dirumuskan oleh fungsi

, x > 0

0, x = 0

dengan x adalah jumlah paket yang dipilih pada tiap pertanyaan. Berikut hasil fungsi pembobotan pada Tabel 2.

Tabel 2 Pembobotan paket

Jumlah paket

yang dipilih

(x)

Bobot

f(x)

0

0

1

1

2

0,5

3

0,33

4

0,25

Sebagai contoh, dalam pemilihan audio editor ada satu responden yang memilih dua paket, yaitu Audacity dan LMMS. Pembobotan dilakukan untuk kedua paket ini. Masing- masing paket mendapatkan bobot dengan x=2, sehingga didapatkan bobot untuk Audacity sebesar 0,5 dan LMMS sebesar 0,5.

Deskripsi Data Pemilihan Paket

Hasil tiga tahapan kuesioner diperoleh total 30 responden. Perhitungan pemilihan paket berdasarkan bobot dapat dilihat pada Lampiran 5. Secara ringkas, berikut hasil pemilihan paket berdasarkan kegiatan multimedia:

Audio player

Rhythmbox merupakan aplikasi audio player pada Ubuntu 10.10 yang sering dipakai oleh pengguna sehingga lebih banyak dipilih oleh responden. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 4.

Tabel 3 Pemilihan audio player

Audio player Bobot pemilih Peringkat

Amarok 6,4 2 Audacious 4,4 3 Exaile 3,6 4 Jajuk 0 5 Muine 0 6 Rhythmbox 13,6 1 jumlah 28  Video player

Seperti halnya Audacity, VLC merupakan aplikasi multiplatform dan memiliki codec format audio dan video yang lengkap, sehingga hampir semua responden memilihnya. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 5.

Tabel 4 Pemilihan video player

Video player Bobot pemilih Peringkat

Banshee 0 4 Boxee 0 6 Kaffeine 0 5 Miro 1 3 Movie player 6 2 VLC 23 1 jumlah 30  Audio editor

Audacity terpilih sebagai aplikasi audio editor. Hal ini karena Audacity merupakan aplikasi multiplatform, memliki fungsi editor yang lengkap dan gratis. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 3.

Tabel 5 Pemilihan audio editor

Audio editor Bobot pemilih Peringkat

Audacity 23,5 1 Beast 0 4 LMMS 1,5 2 Rezound 0 5 Sweep 0 6 TerminatorX 1 3 jumlah 26 Video editor

OpenShot mendukung berbagai macam format data video, audio dan gambar, memiliki fitur editor video yang lengkap, dan memiliki integrasi dengan GNOME. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 6.

Tabel 6 Pemilihan video editor

Video editor Bobot pemilih Peringkat

Cinelerra 1 5 Kdenlive 4,5 3 Kino 3,5 4 Lives 0 6 Openshot 6 1 Pitivi 5 2 jumlah 20  Vector model

Inkscape merupakan aplikasi multiplatform vector model yang sudah sangat popular di kalangan pengguna Linux. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 7.

Tabel 7 Pemilihan vector model

Vector model Bobot pemilih Peringkat

Dia 2,7 3 Inkscape 21,7 1 Ktoon 0 6 Scribus 4,7 2 Skencil 0 4 Synfig 0 5 jumlah 29  Drawing

Pencil merupakan aplikasi drawing dengan fitur yang lengkap dan dapat juga digunakan sebagai aplikasi untuk membuat animasi 2D. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 8.

Tabel 8 Pemilihan drawing

Drawing Bobot pemilih Peringkat

GNU paint 1 4 MtPaint 1 5 My paint 2 3 Pencil 6 1 RGB paint 0 6 Tux paint 3 2 jumlah 13  Animation 2D

Pencil merupakan aplikasi animasi 2D yang memiliki empat macam layer, yaitu gambar bitmap, gambar vektor, bunyi dan kamera. Pencil juga dapat mengubah format animasi ke format QuickTime dan Flash. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 10.

Tabel 9 Pemilihan animation 2D

Animation 2D Bobot pemilih Peringkat

Ktoon 3 3

Pencil 7 1

Synfig 3 2

jumlah 13

Animation 3D

Blender merupakan aplikasi untuk membuat Animasi 3D yang sudah sangat popular di kalangan pengguna multimedia Linux. Blender juga merupakan aplikasi multiplatform dan gratis. Fitur yang lengkap mulai dari modeling sampai untuk pembuatan game. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 11.

Tabel 10 Pemilihan animation 3D

Animation 3D Bobot pemilih Peringkat

Blender 23 1

K-3D 1 2

Wings3D 0 3

jumlah 24

Burning tool

Brasero merupakan burning tool dengan fitur dan tampilan sederhana serta merupakan aplikasi bawaan Ubuntu 10. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 9.

Tabel 11 Pemilihan burning tool

Burning tool Bobot pemilih Peringkat

Brasero 18,5 1 Devede 0 4 GnomeBaker 3 3 K3b 5,5 2 X-cd-roast 0 5 Xfburn 0 6 jumlah 27

Dengan demikian, diperoleh paket-paket terpilih yang akan diinstal pada sistem. Keseluruhan paket dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12 Keseluruhan paket terpilih No. Paket

terpilih Fungsi

1 Audacity audio editor 2 Avidemux video converter 3 Blender membuat animasi 3D 4 Brasero burning tool

5 Cheese penunjang webcam 6 Entagged tag editor

7 FontForge font editor 8 Gimp editor grafis 9 Gwenview image viewer 10 Inkscape editor grafis vektor 11 Openshot video editor

12 Pencil membuat animasi 2D 13 Pulse audio control 14 Rhytmbox audio player 15 Shotwell photo manager 16 Simple Scan penunjang perangkat

scanner 17 Sound

Converter audio converter 18 Subtitle

Editor membuat subtitle 19 Thoggen DVD ripper

20 Tuxguitar multitrack tablature editor

21 VLC video player

22 Xvid perekam kegiatan desktop

Penambahan dan Penghapusan Paket Paket-paket yang sudah terpilih kemudian diinstal ke dalam sistem. Adapaun urutan penambahan paket sebagai berikut:

1. Konfigurasi repository

ILOSmedia menggunakan repository IPB di www.pandawa.ipb.ac.id. Untuk itu, sumber repository harus diubah. Pengubahan dilakukan dengan cara mengubah isi berkas pada berkas /etc/apt/sources.list. Pengubahan isi berkas menggunakan fasilitas terminal dengan perintah sudo gedit /etc/apt/sources.list Pengubahan isi berkas /etc/apt/sources.list dapat dilihat pada Lampiran 6.

2. Penambahan paket

Paket-paket diinstal dari repository IPB melalui fasilitas terminal dengan perintah

sudo apt-get -y install

[nama_paket1] [nama_paket2]

Kode instalasi secara lengkap terdapat pada Lampiran 7. Penambahan codec dan plugin extra juga dilakukan ke dalam sistem melalui fasilitas terminal dengan perintah

sudo apt-get -y install ubuntu- restricted-extras

3. Penghapusan paket

Paket-paket yang dihapus merupakan paket- paket bawaan Ubuntu 10.10 yang tidak ada hubungannya dengan multimedia seperti games dan indentitas distro Ubuntu. Selain itu, ada juga paket-paket multimedia yang dihapus dengan alasan paket tersebut merupakan paket bawaan Ubuntu 10.10 yang tidak terpilih untuk dimasukkan ke dalam ILOSmedia menurut hasil kuesioner, seperti Pitivi yang digantikan oleh OpenShot dan Totem yang digantikn oleh VLC. Penghapusan paket ini bertujuan untuk mengurangi besar ukuran berkas paket distribusi. Berikut daftar paket beserta fungsinya yang dihapus pada Tabel 13.

Penghapusan paket dilakukan melalui fasilitas terminal dangan perintah

sudo apt-get remove -–purge

[nama_paket1] [nama_paket2]

Kode penghapusan secara lengkap terdapat pada Lampiran 8.

Tabel 13 Daftar paket yang dihapus

No. Nama paket Fungsi

1 Aisleriot Game

2 Audacious audio player

3 Gbrainy Game

4 Gnome-mahjongg Game 5 Gnome-sudoku Game

6 Gnomine game

7 Konqueror web browser

8 Pitivi video editor

9 Quadrapassel game

10 Totem video player

11 Transmission-gtk torrent 12 Ubufox

add-ons Ubuntu firefox 13 Ubuntu-docs about Ubuntu Penyesuain dan Penggantian Atribut Distribusi Induk

Perubahan atribut induk bertujuan untuk membedakan distribusi awal dengan distribusi baru. Perubahan atribut tersebut meliputi: 1. Nama distribusi

Terdapat tiga berkas penting dalam memberikan nama distribusi yaitu berkas lsb- release, issue, dan issue.net.

a) lsb-release

Isi berkas ini diubah menggunakan fasilitas terminal dengan perintah

sudo gedit /etc/lsb-release Isi berkas sebelum diubah :

DISTRIB_ID=Ubuntu DISTRIB_RELEASE=10.10 DISTRIB_CODENAME=maverick

DISTRIB_DESCRIPTION="Ubuntu 10.10" Isi berkas setelah diubah :

DISTRIB_ID=Ilosmedia DISTRIB_RELEASE=1.0

DISTRIB_CODENAME=maverick DISTRIB_DESCRIPTION="Ilosmedia 1.0" Pada atribut DISTRIB_CODENAME tidak dilakukan pengubahan dengan alasan sebagai identitas pengambilan paket pada repository Ubuntu Maverick.

b) issue

Isi berkas ini diubah menggunakan fasilitas terminal dengan perintah

sudo gedit /etc/issue

Isi berkas sebelum diubah : Ubuntu 10.10 \n \l Isi berkas setelah diubah : Ilosmedia 1.0 \n \l c) issue.net

Isi berkas ini diubah menggunakan fasilitas terminal dengan perintah

sudo gedit /etc/issue.net Isi berkas sebelum diubah : Ubuntu 10.10 Isi berkas setelah diubah : Ilosmedia 1.0

Untuk mengakses repository, diperlukan berkas python tambahan dengan identitas Ilosmedia.py. Pembuatan berkas ini dengan cara mengubah nama berkas sebelumnya Ubuntu.py menjadi Ilosmedia.py dan mengubah nama class di dalam berkas ini dari “class Ubuntu (Distro)” menjadi “class Ilosmedia (Distro)”. Pengubahan dilakukan menggunakan fasilitas terminal dengan perintah

sudo gedit /usr/share/software-

center/softwarecenter/distribusi/Il osmedia.py

Tahap akhir yaitu membuat berkas Ilosmedia.info dan Ilosmedia.mirrors pada direktori /usr/share/python-apt/templates/. Pembuatan dilakukan dengan mengubah nama berkas sebelumnya, yaitu Ubuntu.info dan Ubuntu.mirrors.

2. Tema

ILOSmedia menggunakan tema dari aplikasi Audacious. Tema memiliki warna dominan hitam berkilau. Tema dapat dilihat pada Lampiran 9. Agar menjadi Tema utama, direktori tema pada direktori /home/ilosmedia/.themes/Ilos2 disalinkan ke direktori /usr/share/themes melalui fasilitas terminal dengan perintah

cp /home/ilosmedia/.themes/Ilos2/

usr/share/themes

3. Wallpaper

ILOSmedia memiliki satu wallpaper utama yang dapat dilihat pada Lampiran 10. Default wallpaper dibuat dengan menghapus semua wallpaper yang ada sebelumnya pada direktori /usr/share/backgrounds/ dan menambahkan satu wallpaper baru dengan nama Ilosmedia.jpg. Kemudian dilakukan pengubahan isi berkas pada berkas berikut

 /usr/share/gnome-background- properties/ubuntu-wallpapers.xml  /var/lib/gconf/debian.defaults/%gconf- tree.xml  /usr/share/gconf/defaults/16_ubuntu- wallpapers

4. Logo dan login screen

ILOSmedia memiliki logo seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.

Gambar 4 Logo ILOSmedia. Filosofi logo ILOSmedia yaitu:

 lingkaran berwana biru melambangkan logo dasar Institut Pertanian Bogor,

 segitiga berwarna putih berarti tombol “play” pada aplikasi multimedia yang melambangkan sistem operasi multimedia,  gambar pinguin Linux yang bernama Tux,

diciptakan oleh penggagas Linux yang bernama Linus menandakan bahwa ILOSmedia merupakan sistem operasi berbasis Linux,

 kata ILOSmedia menandakan identitas dari sistem operasi ini.

Login screen menggunakan wallpaper kedua ILOSmedia yang terdapat pada direktori /usr/share/backgrounds/ dengan nama Ilosmedia2.jpg. Tahapan pengubahan wallpaper dan tema login screen adalah:

 melalui terminal dengan perintah

sudo cp /usr/share/applications/ gnome-appearance-

propertiesdesktop /usr/share/gdm/ autostart/LoginWindow

log out,

 memiilih tema dan wallpaper,  log in,

 melalui terminal dengan perintah

sudo unlink /usr/share/gdm/

autostart/LoginWindow/gnome- appearance-properties.desktop 5. Boot spalsh

Penambahan boot spash baru dari plymouth dengan tahapan:

 melalui terminal dengan perintah

sudo apt-get -y install plymouth- theme-sola,

 mengubah gambar ubuntu-logo.png pada direktori /lib/plymouth/ dengan logo ILOSmedia,

 memilih themes solar plymouth melalui terminal dengan perintah

sudo update-alternatives --config default.plymouth

 mengupdate initramfs melalui terminal dengan perintah

sudo update-initramfs –u Remastering

Tahap akhir dari pengembangan ILOSmedia adalah melakukan proses remastering dengan menggunakan tool Remastersys. Sebelum melakukan remastering, terdapat beberapa direktori pada direktori /home/ilosmedia/ yang harus disalin ke direktori /etc/skel/. Direktori- direktori tersebut adalah /home/ilos/.config, /home/ilos/.gconf, /home/ilos/.gconfd, dan /home/ilos/.gnome2.

Paket-paket dan repository diperbaharui melalui fasilitas terminal dengan perintah sudo apt-get update && apt-get -y upgrade

kemudian menghapus direktori temporary melalui fasilitas terminal dengan perintah sudo rm -rf /tmp/*

ILOSmedia sudah siap di-remastering menggunakan tool Remastersys melalui terminal dengan perintah

sudo remastersys dist

Berkas hasil remastering terdapat pada direktori /home/remastersys beserta berkas md5-nya. Hasil remastering berupa berkas *.iso berukuran 1.34GB, mengalami pertambahan ukuran sebesar 646MB dari distribusi induk yang berukuran 694MB. ILOSmedia hasil remastering dapat langsung digunakan melalui live-cd dengan username ilosmedia tanpa menggunakan password.

Penambahan Kernel Realtime

ILOSmedia menggunakan kernel 2.6.33.29- realtime sebagai kernel multimedia. Kernel ini didapatkan dari repository milik Alessio Igor Bogani yang merupakan seorang pengembang

Ubuntu Studio dengan alamat

https://launchpad.net/~abogani/. Kernel awal Ubuntu 10.10 (2.6.35.22-generic) masih digunakan pada sistem ini untuk proses penginstalasian. Hal ini karena Remastersys sebagai alat remastering tidak mendukung kernel lain selain kernel Generic Ubuntu. Kernel Realtime tersedia pada CD instalasi ILOSmedia. Kernel ini diinstal setelah proses

instalasi ILOSmedia selesai. Adapun berkas instalasi kernel Realtime meliputi:

1. linux-image-2.6.33-29-realtime, 2. linux-headers-2.6.33-29,

3. linux-headers-2.6.33-29-realtime.

Ketiga berkas tersebut diinstal secara berurutan melalui fasilitas terminal dengan perintah sudo dpkg –i [lokasi_berkas]/[nama_ berkas]

Pengujian

Pengujian ILOSmedia dilakukan oleh 11 mahasiswa Ilmu Komputer yang tergabung dalam komunitas FOKERZ. Pengujian dilakukan dengan menjalankan ILOSmedia melalui live-cd oleh para responden dan mengisi kuesioner pengujian seperti pada Lampiran 11.

Dari 10 notebook yang digunakan dalam pengujian, keseluruhan berhasil menjalankan ILOSmedia dengan baik. Perangkat keras seperti prosesor, memori, VGA, dan sound card berjalan dengan baik. Satu responden menggunakan netbook dalam pengujian dan didapatkan performa ILOSmedia yang kurang baik. Hal ini karena distribusi induk yang digunakan dikhususkan untuk notebook atau PC bukan untuk netbook.

Dalam segi perbandingan ukuran installer ILOSmedia (1,34GB) dengan Ubuntu 10.10 (694MB) dan Ubuntu Studio 10.10 (1,8GB) , dan perbandingan kebutuhan minimum hard drive yang dipakai ILOSmedia (10GB) dengan Ubuntu 10.10 (5GB) dan Ubuntu Studio 10.10 (20GB), hampir keseluruhan responden menganggap bahwa keduanya masih normal. Penambahan paket-paket multimedia menyebabkan ukuran installer dan juga kebutuhan minimum hard drive meningkat. Grafik keduanya pada Gambar 5 dan Gambar 6.

Gambar 5 Perbandingan ukuran installer. 0 2 4 6 8 10

Besar Normal Kecil

ju m lah r e sp o n d e n ukuran installer

Gambar 6 Perbandingan minimum hard drive. ILOSmedia juga memiliki paket-paket multimedia yang lengkap, bahkan 5 dari 11 responden menjawab sangat lengkap. Seperti ditunjukkan pada Gambar 7.

Gambar 7 Kelengkapan ILOSmedia.

ILOSmedia memiliki navigasi lingkungan desktop yang mudah digunakan, memiliki user experience yang memuaskan. Ada dua hal yang diuji dari segi kecepatan, yaitu kecepatan booting awal dan kecepatan membuka tiap-tiap paket multimedia yang ditambahkan. Seluruh responden menganggap bahwa booting ILOSmedia cepat dengan rata-tara 28,87 detik. Kisaran lama waktu booting sebesar 17,9 – 46 detik dan untuk masing-masing responden terlihat pada Gambar 8.

Gambar 8 Kecepatan booting.

Seluruh paket yang ditambahkan ke dalam ILOSmedia diuji kecepatannya. Secara keseluruhan paket dapat dibuka dengan baik dan membutuhkan waktu yang singkat. Paket yang memiliki waktu terlama adalah GIMP dengan waktu tercepat 5,40 detik (responden 6) dan terlama 21,2 detik (responden 3). Secara keseluruhan hasil kuesioner dapat dilihat pada Lampiran 12.

Dokumen terkait