ABSTRACT
MUSTHOFA. The Development of ILOS Multimedia Distribution (ILOSmedia). Supervised by ENDANG PURNAMA GIRI.
The development of open source softwares is still going rapidly nowadays, including open source operating systems for desktop computer, netbook, tablet PC, and smartphone. The open source operating systems have considerable contribution to open source software. Linux is an open source operating system that continues to grow since 1991. The characteristics in general Linux are free, can be distributed freely, and free to make changes in it. Linux in its development is divided into several distributions. Each distribution is made as a specific goal so that the operating system can focus on running the desired functions, such as multimedia, networking, education, etc.
The objective of of this research is to develop and evaluate the ILOS distribution for multimedia by providing multimedia of open source packages. ILOSmedia uses Ubuntu10.10 and Remastersys as a tool to remaster. ILOSmedia is developed by installing multimedia packages that have been obtained based on the results of questionnaires from 30 respondents from three communities, which are KPLI Bogor, Linux.com forums, and Kaskus.us forums. ILOSmedia also uses the Realtime kernel as kernal Mutimedia.
ILOSmedia testing is performed by 11 students of Computer Science who are members of FOKERZ community. The testing process is performed by executing ILOSmedia via live-cd and filled in a questionnaire. The test result shows that ILOSmedia has hardware compatibility on notebook and PC with good performance. As much as 72.727% of respondents believe that the size of the installer ILOSmedia of 1.34 GB and a minimum 10GB hard drive is normal. ILOSmedia has multimedia packages complete with the percentage completeness according to respondents is 45.455% are very complete and 54.545% are complete. Boot speed ILOSmedia have an average of 28.87 seconds and 90.91% of respondents consider that ILOSmedia have a desktop environment that is easy navigation.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan perangkat lunak open source berjalan sangat pesat beberapa tahun belakangan ini. Mulai dari perangkat lunak untuk komputer desktop, netbook, tablet PC dan telepon selular. Sistem operasi open source memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perangkat lunak open source di dalamnya. Linux merupakan sistem operasi open source yang terus berkembang sejak tahun 1991. Sifat Linux secara umum adalah gratis, dapat didistribusikan bebas, dan bebas untuk melakukan pengubahan di dalamnya. Linux dalam perkembangannya terbagi menjadi beberapa distribusi sesuai dengan tujuannya masing-masing. Distribusi yang terkenal antara lain Red Hat, Ubuntu, Fedora, PCLinuxOS, dan di Indonesia terdapat distribusi BlankOn. Masing-masing distribusi dibuat dengan tujuan tertentu agar sistem operasinya dapat fokus menjalankan fungsi-fungsi yang diinginkan.
Distribusi untuk multimedia seperti Ubuntu Studio memiliki kernel dan paket-paket khusus untuk mendukung kegiatan multimedia di dalamnya. Kekurangan distribusi ini adalah proses penginstalannya dilakukan secara online, dalam artian paket-paket yang dibutuhkan harus diunduh pada waktu penginstalan distribusi. Hal ini menyebabkan proses penginstalan memerlukan waktu relatif lama. Selain itu, tidak semua pengguna memiliki koneksi internet untuk melakukan penginstalan.
IPB Linux Operating System (ILOS) merupakan penelitian tentang sistem operasi open source yang berbasis Linux. Konsep Dasar Pembuatan Distribusi ILOS Hasil Turunan Distribusi PCLinuxOS (Lubis 2008) adalah penelitian pertama pembuatan tentang ILOS dengan metode remastering. Manunggal (2009) dengan topik Pengambangan Distribusi ILOS for Education (ILOSedu) mengembangkan ILOS menjadi distribusi untuk pendidikan bagi mahasiswa dan dosen FMIPA IPB. Dua penelitian di atas menjadi dasar penelitian ini untuk mengembangkan ILOS menjadi sebuah distribusi multimedia.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan mengevaluasi distribusi ILOS untuk multimedia dengan menyediakan paket-paket multimedia open source.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah: pembuatan ILOSmedia menggunakan sistem
operasi Ubuntu 10.10,
kompatibilitas perangkat keras dikhususkan untuk prosesor, VGA onboard, sound card, dan memori,
pemilihan paket yang diinstal berdasarkan hasil kuesioner,
evaluasi dilakukan oleh end user meliputi kecepatan, kelengkapan dan kemudahan sistem.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
menyediakan sistem operasi multimedia gratis bagi masyarakat,
memudahkan para pengguna Linux dalam menggunakan paket-paket multimedia.
TINJAUANPUSTAKA
Sistem Operasi
Sistem operasi didefinisikan sebagai sebuah program yang mengatur perangkat keras komputer dengan menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada di atasnya, serta bertindak sebagai penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras (Samik-Ibrahim 2004). Sistem operasi bertugas untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan penggunaan perangkat keras untuk berbagai aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. Dengan demikian, sebuah sistem operasi bukan merupakan bagian dari perangkat keras komputer dan juga bukan merupakan bagian dari perangkat lunak aplikasi komputer.
Adapun fungsi sistem operasi secara umum adalah:
manajemen proses, manajemen memori utama, manajemen berkas,
manajemen penympanan sekunder, manajemen sistem I/O
sistem proteksi jaringan, dan
command-interpreter system (Samik-Ibrahim 2004).
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan perangkat lunak open source berjalan sangat pesat beberapa tahun belakangan ini. Mulai dari perangkat lunak untuk komputer desktop, netbook, tablet PC dan telepon selular. Sistem operasi open source memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perangkat lunak open source di dalamnya. Linux merupakan sistem operasi open source yang terus berkembang sejak tahun 1991. Sifat Linux secara umum adalah gratis, dapat didistribusikan bebas, dan bebas untuk melakukan pengubahan di dalamnya. Linux dalam perkembangannya terbagi menjadi beberapa distribusi sesuai dengan tujuannya masing-masing. Distribusi yang terkenal antara lain Red Hat, Ubuntu, Fedora, PCLinuxOS, dan di Indonesia terdapat distribusi BlankOn. Masing-masing distribusi dibuat dengan tujuan tertentu agar sistem operasinya dapat fokus menjalankan fungsi-fungsi yang diinginkan.
Distribusi untuk multimedia seperti Ubuntu Studio memiliki kernel dan paket-paket khusus untuk mendukung kegiatan multimedia di dalamnya. Kekurangan distribusi ini adalah proses penginstalannya dilakukan secara online, dalam artian paket-paket yang dibutuhkan harus diunduh pada waktu penginstalan distribusi. Hal ini menyebabkan proses penginstalan memerlukan waktu relatif lama. Selain itu, tidak semua pengguna memiliki koneksi internet untuk melakukan penginstalan.
IPB Linux Operating System (ILOS) merupakan penelitian tentang sistem operasi open source yang berbasis Linux. Konsep Dasar Pembuatan Distribusi ILOS Hasil Turunan Distribusi PCLinuxOS (Lubis 2008) adalah penelitian pertama pembuatan tentang ILOS dengan metode remastering. Manunggal (2009) dengan topik Pengambangan Distribusi ILOS for Education (ILOSedu) mengembangkan ILOS menjadi distribusi untuk pendidikan bagi mahasiswa dan dosen FMIPA IPB. Dua penelitian di atas menjadi dasar penelitian ini untuk mengembangkan ILOS menjadi sebuah distribusi multimedia.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan mengevaluasi distribusi ILOS untuk multimedia dengan menyediakan paket-paket multimedia open source.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah: pembuatan ILOSmedia menggunakan sistem
operasi Ubuntu 10.10,
kompatibilitas perangkat keras dikhususkan untuk prosesor, VGA onboard, sound card, dan memori,
pemilihan paket yang diinstal berdasarkan hasil kuesioner,
evaluasi dilakukan oleh end user meliputi kecepatan, kelengkapan dan kemudahan sistem.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
menyediakan sistem operasi multimedia gratis bagi masyarakat,
memudahkan para pengguna Linux dalam menggunakan paket-paket multimedia.
TINJAUANPUSTAKA
Sistem Operasi
Sistem operasi didefinisikan sebagai sebuah program yang mengatur perangkat keras komputer dengan menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada di atasnya, serta bertindak sebagai penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras (Samik-Ibrahim 2004). Sistem operasi bertugas untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan penggunaan perangkat keras untuk berbagai aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. Dengan demikian, sebuah sistem operasi bukan merupakan bagian dari perangkat keras komputer dan juga bukan merupakan bagian dari perangkat lunak aplikasi komputer.
Adapun fungsi sistem operasi secara umum adalah:
manajemen proses, manajemen memori utama, manajemen berkas,
manajemen penympanan sekunder, manajemen sistem I/O
sistem proteksi jaringan, dan
command-interpreter system (Samik-Ibrahim 2004).
Pengguna Pengguna Pengguna Pengguna
Program Aplikasi
Perangkat Keras
© 2004 MDGR- Gnu FDL
Sistem Operasi
Gambar 1 Abstraksi komponen sistem komputer (Samik-Ibrahim 2004).
Kernel
Kernel adalah suatu inti dari sistem operasi. Tugas kernel adalah memerintahkan head dari harddisk agar bergerak ke posisi tertentu dan menuliskan datanya di posisi tersebut. Kernel juga bertugas untuk menangani agar data di suatu area memori tidak tertimpa oleh data lain. Tugas kernel hampir tidak terlihat oleh pengguna, tetapi memiliki peranan utama dalam sebuah sistem operasi (S'to 2005).
Kernel pada Ubuntu ada 5 tingkatan, yaitu: kernel Generic yang merupakan kernel
standar default Ubuntu,
kernel Preempt, mirip denga kernel Generic tetapi dikembangkan dengan konfigurasi yang berbeda untuk mengurangi latency, kernel RT, kernel realtime yang memiliki
dasar Ubuntu kernel yang dikelola oleh Ingo Molnar,
kernel Lowlatency, mirip dengan kernel Preempt yang berbasis kernel Generic tetapi menggunakan konfigurasi yang lebih baik lagi untuk lebih mengurangi latency, kernel Realtime, kernel realtime yang
memiliki dasar Vanilla kernel (kernel orisinil Linux yang dikeluarkan oleh Linus Torvalds di kernel.org).
Versi kernel Ubuntu terdiri atas version, patchlevel. Sublevel, dan extreverion. Sebagai contoh kernel awal ubuntu adalah 2.6.35.22-generic dapat dijabarkan menjadi:
Version = 2 Patchlevel = 6 Sublevel = 35
Extraversion = .22-generic
Distribusi Linux dan Ubuntu
Distribusi Linux secara sederhana dapat diartikan sebagai kumpulan paket-paket, manajemen, dan fitur-fitur yang berjalan di atas Linux kernel. Masing-masing distribusi Linux dapat dibedakan berdasarkan tiga ciri penting, yaitu tujuan, konfigurasi dan pemaketan, dan support model (Turnbull et al 2009).
Sebagian distribusi meletakkan pengaturan konfigurasi dan berkas-berkas di lokasi yang sama, sebagian lagi mengubahnya. Proses instalasi dan pemutakhiran (pada umumnya diinstal oleh paket-paket) tidak sama pada setiap distribusi. Masing-masing distribusi menggunakan aplikasi instalasi dan perangkat manajemen yang berbeda .
Distribusi seperti Debian, CentOS, dan Fedora dibiayai oleh komunitas relawan. Distribusi lainnya seperti Red Hat Enterprise Linux dan Ubuntu dibiayai dan didukung oleh komersial vendor. Meskipun demikian, perangkat lunaknya masih open source, tetapi para pengguna yang ingin mendapatkan dukungan dan pemeliharaan tambahan diharuskan membayar.
Distribusi Ubuntu diprakarsai oleh Mark Shuttleworth, seorang teknolog dan pengusaha asal Afrika Selatan. Ubuntu memiliki dasar program Linux Debian, didistribusikan bebas, dikembangkan oleh komunitas khusus, dan pemutakhirannya dilakukan setiap enam bulan (Turnbull et al 2009).
Multimedia
Multimedia adalah sebuah informasi yang dapat disajikan dalam bentuk sinyal audio atau gambar yang bergerak (Steinmetz & Nahrstedt 2004). Multimedia mencakup audio, video, grafis, dan animasi. Penyampaian informasi melalui multimedia lebih banyak dipilih dari pada menggunakan teks saja.
Menurut Bhatnagar et al (2001) multimedia adalah kombinasi dari teks, grafis (diam dan bergerak), bunyi, dan video yang dikirimkan melalui komputer. Komputer merupakan bagian dari multimedia. Semua elemen multimedia -teks, grafis, audio, dan video- dihasilkan dan disalurkan melalui komputer.
Remastering
dalamnya. Ubuntu merupakan distribusi yang paling banyak di-remasrtering. Linux Mint dan Backtract 4 merupakan distribusi hasil remastering Linux yang sudah sangat popular. Remastering bisa juga diartikan mengambil sebagian teknologi yang ada pada distro induk (bisa diartikan sifat), seperti Ubuntu yang mengimplementasikan manajemen paket *.deb apt dan Mandriva yang menggunakan managemen paket *.rpm Redhat.
Proses Realtime
The German Nation of Standardization memberikan gagasan tentang proses realtime sabagai suatu proses yang mengirimkan hasil pemrosesan dalam rentang waktu tertentu (Steinmetz & Nahrstedt 2004). Karakteristik utama dari proses realtime adalah ketepatan dalam komputasi. Hal ini dapat diartikan pemrosesan terhadap sebuah tugas harus sesuai dengan selang waktunya dan tidak terlalu cepat ataupun terlalu lama (delay).
METODEPENELITIAN
Metode penelitian ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu studi pustaka, perumusan masalah, perancangan sistem, pengembangan sistem, dan pengujian. Alur metode penelitian terlihat pada Gambar 2.
Studi Pustaka Perumusan Masalah Perancangan Sistem Implementasi Pengujian
Gambar 2 Tahapan metode penelitian. Studi Pustaka
Tahapan awal dari penelitian ini adalah studi pustaka. Pada tahap ini peneliti mendalami tentang konsep dasar pembuatan distribusi baru dari distribusi Linux yang sudah ada yang disebut remastering, konsep multimedia, dan memahami langkah-langkah dalam metode penelitian. Studi pustaka dilakukan dengan
memahami konsep Linux dan multimedia, browsing di internet, dan referensi ilmu lainnya yang mendukung dalam proses penyelesaian masalah.
Perumusan Masalah
Pada tahap ini dilakukan analisis mengenai kebutuhan dan permasalahan dalam pengembangan ILOSmedia. Analisis meliputi batasan sistem, cara membuat distribusi Linux dengan teknik remastering, dan konsep sistem operasi multimedia.
Perancangan Sistem
Pada tahap ini dilakukan perancangan ILOSmedia yang meliputi pemilihan distribusi yang akan didistribusi ulang, pemilihan paket– paket yang akan ditambahkan, penambahan kernel Realtime, dan modifikasi sistem.
Implementasi
Hasil perancangan kemudian
diimplementasikan ke dalam sistem. Tahapan implementasi dapat dilihat pada Gambar 3.
Pemilihan Distro Linux
Pemilihan Paket Penambahan dan Penghapusan Paket Penyesuaian dan Penggantian Atribut Distribusi Induk Remastering Penambahan Kernel Realtime
Gambar 3 Tahapan implementasi. 1. Pemilihan distribusi Linux
dalamnya. Ubuntu merupakan distribusi yang paling banyak di-remasrtering. Linux Mint dan Backtract 4 merupakan distribusi hasil remastering Linux yang sudah sangat popular. Remastering bisa juga diartikan mengambil sebagian teknologi yang ada pada distro induk (bisa diartikan sifat), seperti Ubuntu yang mengimplementasikan manajemen paket *.deb apt dan Mandriva yang menggunakan managemen paket *.rpm Redhat.
Proses Realtime
The German Nation of Standardization memberikan gagasan tentang proses realtime sabagai suatu proses yang mengirimkan hasil pemrosesan dalam rentang waktu tertentu (Steinmetz & Nahrstedt 2004). Karakteristik utama dari proses realtime adalah ketepatan dalam komputasi. Hal ini dapat diartikan pemrosesan terhadap sebuah tugas harus sesuai dengan selang waktunya dan tidak terlalu cepat ataupun terlalu lama (delay).
METODEPENELITIAN
Metode penelitian ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu studi pustaka, perumusan masalah, perancangan sistem, pengembangan sistem, dan pengujian. Alur metode penelitian terlihat pada Gambar 2.
Studi Pustaka Perumusan Masalah Perancangan Sistem Implementasi Pengujian
Gambar 2 Tahapan metode penelitian. Studi Pustaka
Tahapan awal dari penelitian ini adalah studi pustaka. Pada tahap ini peneliti mendalami tentang konsep dasar pembuatan distribusi baru dari distribusi Linux yang sudah ada yang disebut remastering, konsep multimedia, dan memahami langkah-langkah dalam metode penelitian. Studi pustaka dilakukan dengan
memahami konsep Linux dan multimedia, browsing di internet, dan referensi ilmu lainnya yang mendukung dalam proses penyelesaian masalah.
Perumusan Masalah
Pada tahap ini dilakukan analisis mengenai kebutuhan dan permasalahan dalam pengembangan ILOSmedia. Analisis meliputi batasan sistem, cara membuat distribusi Linux dengan teknik remastering, dan konsep sistem operasi multimedia.
Perancangan Sistem
Pada tahap ini dilakukan perancangan ILOSmedia yang meliputi pemilihan distribusi yang akan didistribusi ulang, pemilihan paket– paket yang akan ditambahkan, penambahan kernel Realtime, dan modifikasi sistem.
Implementasi
Hasil perancangan kemudian
diimplementasikan ke dalam sistem. Tahapan implementasi dapat dilihat pada Gambar 3.
Pemilihan Distro Linux
Pemilihan Paket Penambahan dan Penghapusan Paket Penyesuaian dan Penggantian Atribut Distribusi Induk Remastering Penambahan Kernel Realtime
Gambar 3 Tahapan implementasi. 1. Pemilihan distribusi Linux
2. Pemilihan paket
Proses pemilihan paket dilakukan dengan menggunakan kuesioner ke tiga komunitas, yaitu Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Bogor, forum linux.com dan forum Linux di kaskus.us
3. Penambahan dan penghapusan paket Paket-paket yang telah dipilih kemudian diinstal ke dalam sistem melalui repository pandawa.ipb.ac.id dengan identitas distribusi Ubuntu Maverick. Paket-paket awal yang tidak ada hubungannya dengan multimedia akan dihapus.
4. Penyesuaian dan penggantian atribut distribusi induk
Tahapan ini dilakukan untuk membedakan distribusi turunan dengan distribusi induk yang meliputi membuat logo ILOSmedia, mengganti tema, mengganti identitas distribusi induk, membuat boot splash, dan mengubah repository default.
5. Remastering
Tahap akhir implementasi sistem adalah pembuatan berkas installer ILOSmedia *.iso dengan md5-nya. Hasil installer dapat juga digunakan sebagai live-cd.
6. Penambahan kernel Realtime
Kernel Realtime dibutuhkan dalam sistem operasi multimedia. Adapun kernel Generic tetap diikutsertakan untuk proses instalasi. Pengujian
Pengujian dilakukan oleh mahasiswa ilmu komputer IPB yang tergabung dalam Film Community of Ilkomerz (FOKERZ). Pengujian dilakukan untuk menganalisis
kecepatan dan kelengkapan paket, kecocokan perangkat keras, kecepatan booting sistem, besar ukuran installer, syarat minimum hard drive,
kemudahan navigasi lingkungan desktop, komentar mengenai ILOSmedia.
HASILDANPEMBAHASAN
Pemilihan Distribusi Induk
ILOSmedia menggunakan distribusi Ubuntu 10.10 sebagai distribusi induk yang diperoleh dari repository IPB di www.pandawa.ipb.ac.id. Pemilihan ini didasarkan atas beberapa hal, yaitu:
Ubuntu merupakan distribusi Linux terpopular di dunia menurut www.distrowatch.com. Ubuntu menduduki peringkat pertama dalam Page Hit Ranking dengan banyaknya hits per day 2294 tertanggal 15 Juni 2011. Ubuntu Studio menduduki peringkat 45 dengan banyaknya hits per day 225. Page Hit Ranking keseluruhan distribusi Linux merurut www.distrowatch.com dapat dilihat pada Lampiran 1,
Ubuntu menyediakan kernel khusus untuk sistem operasi multimedia yang disebut kernel Realtime,
Ubuntu memiliki paket multimedia yang lengkap dan mudah didapatkan serta memiliki lisensi untuk didistribusikan ulang, Ubuntu 10.10 merupakan varian terbaru dari Ubuntu pada saat pengembangan ILOSmedia tertanggal 10 November 2010. Langkah awal pembuatan ILOSmedia yaitu melakukan instalasi Ubuntu 10.10 pada notebook dengan spesifikasi perangkat keras sebagai berikut:
Prosesor : Pentium® Dual-Core CPU T4400 @ 2.2GHz, Memori : 2 GB,
Harddisk : 320 GB,
VGA : Mobile Intel(R) 4 Series Express Chipset Family, Sound card : IDT HD Audio.
Ubuntu 10.10 yang digunakan merupakan sistem operasi 32-bit, sehingga ILOSmedia juga merupakan sistem operasi 32-bit.
Pemilihan Paket
Pada penelitian ini pemilihan paket didapatkan dari kuesioner. Secara umum, pemilihan paket didasarkan pada tiap-tiap kegiatan multimedia dan pilihan paket diperoleh dari situs web tertentu yang meliputi:
audio player (anewmorning.com), audio editor (mediakey.dk), video player (linux.com), video editor (cybercity.biz), vector model (linfo.org), drawing (linuxlinks.com), burning tool (linuxsoft.cz), animation 2D (junauza.com), animation 3D (juanuza.com).
2. Pemilihan paket
Proses pemilihan paket dilakukan dengan menggunakan kuesioner ke tiga komunitas, yaitu Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Bogor, forum linux.com dan forum Linux di kaskus.us
3. Penambahan dan penghapusan paket Paket-paket yang telah dipilih kemudian diinstal ke dalam sistem melalui repository pandawa.ipb.ac.id dengan identitas distribusi Ubuntu Maverick. Paket-paket awal yang tidak ada hubungannya dengan multimedia akan dihapus.
4. Penyesuaian dan penggantian atribut distribusi induk
Tahapan ini dilakukan untuk membedakan distribusi turunan dengan distribusi induk yang meliputi membuat logo ILOSmedia, mengganti tema, mengganti identitas distribusi induk, membuat boot splash, dan mengubah repository default.
5. Remastering
Tahap akhir implementasi sistem adalah pembuatan berkas installer ILOSmedia *.iso dengan md5-nya. Hasil installer dapat juga digunakan sebagai live-cd.
6. Penambahan kernel Realtime
Kernel Realtime dibutuhkan dalam sistem operasi multimedia. Adapun kernel Generic tetap diikutsertakan untuk proses instalasi. Pengujian
Pengujian dilakukan oleh mahasiswa ilmu komputer IPB yang tergabung dalam Film Community of Ilkomerz (FOKERZ). Pengujian dilakukan untuk menganalisis
kecepatan dan kelengkapan paket, kecocokan perangkat keras, kecepatan booting sistem, besar ukuran installer, syarat minimum hard drive,
kemudahan navigasi lingkungan desktop, komentar mengenai ILOSmedia.
HASILDANPEMBAHASAN
Pemilihan Distribusi Induk
ILOSmedia menggunakan distribusi Ubuntu 10.10 sebagai distribusi induk yang diperoleh dari repository IPB di www.pandawa.ipb.ac.id. Pemilihan ini didasarkan atas beberapa hal, yaitu:
Ubuntu merupakan distribusi Linux terpopular di dunia menurut www.distrowatch.com. Ubuntu menduduki peringkat pertama dalam Page Hit Ranking dengan banyaknya hits per day 2294 tertanggal 15 Juni 2011. Ubuntu Studio menduduki peringkat 45 dengan banyaknya hits per day 225. Page Hit Ranking keseluruhan distribusi Linux merurut www.distrowatch.com dapat dilihat pada Lampiran 1,
Ubuntu menyediakan kernel khusus untuk sistem operasi multimedia yang disebut kernel Realtime,
Ubuntu memiliki paket multimedia yang lengkap dan mudah didapatkan serta memiliki lisensi untuk didistribusikan ulang, Ubuntu 10.10 merupakan varian terbaru dari Ubuntu pada saat pengembangan ILOSmedia tertanggal 10 November 2010. Langkah awal pembuatan ILOSmedia yaitu melakukan instalasi Ubuntu 10.10 pada notebook dengan spesifikasi perangkat keras sebagai berikut:
Prosesor : Pentium® Dual-Core CPU T4400 @ 2.2GHz, Memori : 2 GB,
Harddisk : 320 GB,
VGA : Mobile Intel(R) 4 Series Express Chipset Family, Sound card : IDT HD Audio.
Ubuntu 10.10 yang digunakan merupakan sistem operasi 32-bit, sehingga ILOSmedia juga merupakan sistem operasi 32-bit.
Pemilihan Paket
Pada penelitian ini pemilihan paket didapatkan dari kuesioner. Secara umum, pemilihan paket didasarkan pada tiap-tiap kegiatan multimedia dan pilihan paket diperoleh dari situs web tertentu yang meliputi:
audio player (anewmorning.com), audio editor (mediakey.dk), video player (linux.com), video editor (cybercity.biz), vector model (linfo.org), drawing (linuxlinks.com), burning tool (linuxsoft.cz), animation 2D (junauza.com), animation 3D (juanuza.com).
dimasukkan ke dalam sistem dengan alasan paket-paket tersebut merupakan paket yang paling popular pada fungsinya masing-masing. Paket-paket tersebut dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Paket terpilih langsung
Nama Paket Fungsi
Avidemux video converter Cheese penunjang webcam Entagged tag editor
FontForge font editor Gimp editor grafis Gwenview image viewer Pulse audio control Shotwell photo manager Simple Scan penunjang perangkat
scanner Sound
Converter audio converter Subtitle Editor membuat subtitle Synfig authoring software
Thoggen DVD ripper
Tuxguitar multitrack tablature editor
Xvid perekam kegiatan desktop
Terdapat tiga tahap pengambilan kuesioner, yaitu forum Linux.com, KPLI Bogor, dan forum Kaskus.us.
1. Forum Linux.com
Kuesioner pertama ditujukan kepada pengguna Linux multimedia di seluruh dunia pada forum Linux.com. Kuesioner dilakukan dengan memublikasikan pertanyaan pada forum multimedia dengan alamat http://www.linux.com/community/forums?func =view&catid=36&id=7787 (Lampiran 2). Pertanyaan yang diajukan masih bersifat umum, dan belum ada batasan mengenai pemilihan paket.
Hasil dari kuesioner tersebut meliputi beberapa masukan tentang Linux multimedia dari para responden. Namun, hanya terdapat satu respon mengenai pemilihan paket oleh moderator forum bernama Matthew Fillpot. 2. KPLI Bogor
Kuesioner kedua ditujukan pada anggota KPLI Bogor. Format kuesioner dapat dilihat pada Lampiran 3. Hasil dari kuesioner tersebut
didapatkan 10 responden pemilih dari target 20 responden.
3. Forum Kaskus.us
Kuesioner tahap akhir ditujukan kepada pengguna Linux Indonesia melalui Kaskus yang merupakan forum terbesar di Indonesia. Kuesioner dapat dilihat pada alamat http://www.kaskus.us/showthread.php?t=58934 03 (Lampiran 4).
Hasil dari kuesioner tersebut didapatkan 19 responden pemilih dan beberapa masukan tentang Linux multimedia. Dengan demikian, total responden pada penelitian ini berjumlah 30 responden.
Hasil pemilihan paket oleh responden tidak sesuai dengan pemikiran awal yaitu memilih satu dari enam paket yang disediakan tiap pertanyaan. Selain itu ada pula responden yang tidak menjawab satu atau lebih pertanyaan yang diberikan. Hal ini karena responden tidak mengetahui atau tidak pernah berkecimpung di dalam kegiatan multimedia yang ditanyakan. Oleh karena itu, peneliti melakukan pembobotan pada tiap paket yang dipilih. Pembobotan dirumuskan oleh fungsi
, x > 0
0, x = 0
dengan x adalah jumlah paket yang dipilih pada tiap pertanyaan. Berikut hasil fungsi pembobotan pada Tabel 2.
Tabel 2 Pembobotan paket
Jumlah paket
yang dipilih
(x)
Bobot
f(x)
0
0
1
1
2
0,5
3
0,33
4
0,25
Sebagai contoh, dalam pemilihan audio editor ada satu responden yang memilih dua paket, yaitu Audacity dan LMMS. Pembobotan dilakukan untuk kedua paket ini. Masing-masing paket mendapatkan bobot dengan x=2, sehingga didapatkan bobot untuk Audacity sebesar 0,5 dan LMMS sebesar 0,5.
Deskripsi Data Pemilihan Paket
Hasil tiga tahapan kuesioner diperoleh total 30 responden. Perhitungan pemilihan paket berdasarkan bobot dapat dilihat pada Lampiran 5. Secara ringkas, berikut hasil pemilihan paket berdasarkan kegiatan multimedia:
Audio player
Rhythmbox merupakan aplikasi audio player pada Ubuntu 10.10 yang sering dipakai oleh pengguna sehingga lebih banyak dipilih oleh responden. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 4.
Tabel 3 Pemilihan audio player
Audio player Bobot pemilih Peringkat
Amarok 6,4 2
Audacious 4,4 3
Exaile 3,6 4
Jajuk 0 5
Muine 0 6
Rhythmbox 13,6 1
jumlah 28
Video player
Seperti halnya Audacity, VLC merupakan aplikasi multiplatform dan memiliki codec format audio dan video yang lengkap, sehingga hampir semua responden memilihnya. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 5.
Tabel 4 Pemilihan video player
Video player Bobot pemilih Peringkat
Banshee 0 4
Boxee 0 6
Kaffeine 0 5
Miro 1 3
Movie player 6 2
VLC 23 1
jumlah 30
Audio editor
Audacity terpilih sebagai aplikasi audio editor. Hal ini karena Audacity merupakan aplikasi multiplatform, memliki fungsi editor yang lengkap dan gratis. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 5 Pemilihan audio editor
Audio editor Bobot pemilih Peringkat
Audacity 23,5 1
Beast 0 4
LMMS 1,5 2
Rezound 0 5
Sweep 0 6
TerminatorX 1 3
jumlah 26
Video editor
OpenShot mendukung berbagai macam format data video, audio dan gambar, memiliki fitur editor video yang lengkap, dan memiliki integrasi dengan GNOME. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 6.
Tabel 6 Pemilihan video editor
Video editor Bobot pemilih Peringkat
Cinelerra 1 5
Kdenlive 4,5 3
Kino 3,5 4
Lives 0 6
Openshot 6 1
Pitivi 5 2
jumlah 20
Vector model
Inkscape merupakan aplikasi multiplatform vector model yang sudah sangat popular di kalangan pengguna Linux. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 7.
Tabel 7 Pemilihan vector model
Vector model Bobot pemilih Peringkat
Dia 2,7 3
Inkscape 21,7 1
Ktoon 0 6
Scribus 4,7 2
Skencil 0 4
Synfig 0 5
jumlah 29
Drawing
Tabel 8 Pemilihan drawing
Drawing Bobot pemilih Peringkat
GNU paint 1 4
MtPaint 1 5
My paint 2 3
Pencil 6 1
RGB paint 0 6
Tux paint 3 2
jumlah 13
Animation 2D
Pencil merupakan aplikasi animasi 2D yang memiliki empat macam layer, yaitu gambar bitmap, gambar vektor, bunyi dan kamera. Pencil juga dapat mengubah format animasi ke format QuickTime dan Flash. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 10.
Tabel 9 Pemilihan animation 2D
Animation 2D Bobot pemilih Peringkat
Ktoon 3 3
Pencil 7 1
Synfig 3 2
jumlah 13
Animation 3D
Blender merupakan aplikasi untuk membuat Animasi 3D yang sudah sangat popular di kalangan pengguna multimedia Linux. Blender juga merupakan aplikasi multiplatform dan gratis. Fitur yang lengkap mulai dari modeling sampai untuk pembuatan game. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 11.
Tabel 10 Pemilihan animation 3D
Animation 3D Bobot pemilih Peringkat
Blender 23 1
K-3D 1 2
Wings3D 0 3
jumlah 24
Burning tool
Brasero merupakan burning tool dengan fitur dan tampilan sederhana serta merupakan aplikasi bawaan Ubuntu 10. Total pemilihan ditunjukkan pada Tabel 9.
Tabel 11 Pemilihan burning tool
Burning tool Bobot pemilih Peringkat
Brasero 18,5 1
Devede 0 4
GnomeBaker 3 3
K3b 5,5 2
X-cd-roast 0 5
Xfburn 0 6
jumlah 27
Dengan demikian, diperoleh paket-paket terpilih yang akan diinstal pada sistem. Keseluruhan paket dan fungsinya dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12 Keseluruhan paket terpilih
No. Paket
terpilih Fungsi
1 Audacity audio editor 2 Avidemux video converter 3 Blender membuat animasi 3D 4 Brasero burning tool
5 Cheese penunjang webcam 6 Entagged tag editor
7 FontForge font editor 8 Gimp editor grafis 9 Gwenview image viewer 10 Inkscape editor grafis vektor 11 Openshot video editor
12 Pencil membuat animasi 2D 13 Pulse audio control 14 Rhytmbox audio player 15 Shotwell photo manager 16 Simple Scan penunjang perangkat
scanner 17 Sound
Converter audio converter 18 Subtitle
Editor membuat subtitle 19 Thoggen DVD ripper
20 Tuxguitar multitrack tablature editor
21 VLC video player
Penambahan dan Penghapusan Paket
Paket-paket yang sudah terpilih kemudian diinstal ke dalam sistem. Adapaun urutan penambahan paket sebagai berikut:
1. Konfigurasi repository
ILOSmedia menggunakan repository IPB di www.pandawa.ipb.ac.id. Untuk itu, sumber repository harus diubah. Pengubahan dilakukan dengan cara mengubah isi berkas pada berkas /etc/apt/sources.list. Pengubahan isi berkas menggunakan fasilitas terminal dengan perintah sudo gedit /etc/apt/sources.list Pengubahan isi berkas /etc/apt/sources.list dapat dilihat pada Lampiran 6.
2. Penambahan paket
Paket-paket diinstal dari repository IPB melalui fasilitas terminal dengan perintah
sudo apt-get -y install
[nama_paket1] [nama_paket2]
Kode instalasi secara lengkap terdapat pada Lampiran 7. Penambahan codec dan plugin extra juga dilakukan ke dalam sistem melalui fasilitas terminal dengan perintah
sudo apt-get -y install ubuntu-restricted-extras
3. Penghapusan paket
Paket-paket yang dihapus merupakan paket-paket bawaan Ubuntu 10.10 yang tidak ada hubungannya dengan multimedia seperti games dan indentitas distro Ubuntu. Selain itu, ada juga paket-paket multimedia yang dihapus dengan alasan paket tersebut merupakan paket bawaan Ubuntu 10.10 yang tidak terpilih untuk dimasukkan ke dalam ILOSmedia menurut hasil kuesioner, seperti Pitivi yang digantikan oleh OpenShot dan Totem yang digantikn oleh VLC. Penghapusan paket ini bertujuan untuk mengurangi besar ukuran berkas paket distribusi. Berikut daftar paket beserta fungsinya yang dihapus pada Tabel 13.
Penghapusan paket dilakukan melalui fasilitas terminal dangan perintah
sudo apt-get remove -–purge
[nama_paket1] [nama_paket2]
Kode penghapusan secara lengkap terdapat pada Lampiran 8.
Tabel 13 Daftar paket yang dihapus
No. Nama paket Fungsi
1 Aisleriot Game
2 Audacious audio player
3 Gbrainy Game
4 Gnome-mahjongg Game 5 Gnome-sudoku Game
6 Gnomine game
7 Konqueror web browser
8 Pitivi video editor
9 Quadrapassel game
10 Totem video player
11 Transmission-gtk torrent 12 Ubufox
add-ons Ubuntu firefox 13 Ubuntu-docs about Ubuntu
Penyesuain dan Penggantian Atribut Distribusi Induk
Perubahan atribut induk bertujuan untuk membedakan distribusi awal dengan distribusi baru. Perubahan atribut tersebut meliputi: 1. Nama distribusi
Terdapat tiga berkas penting dalam memberikan nama distribusi yaitu berkas lsb-release, issue, dan issue.net.
a) lsb-release
Isi berkas ini diubah menggunakan fasilitas terminal dengan perintah
sudo gedit /etc/lsb-release Isi berkas sebelum diubah :
DISTRIB_ID=Ubuntu DISTRIB_RELEASE=10.10 DISTRIB_CODENAME=maverick
DISTRIB_DESCRIPTION="Ubuntu 10.10" Isi berkas setelah diubah :
DISTRIB_ID=Ilosmedia DISTRIB_RELEASE=1.0
DISTRIB_CODENAME=maverick DISTRIB_DESCRIPTION="Ilosmedia 1.0" Pada atribut DISTRIB_CODENAME tidak dilakukan pengubahan dengan alasan sebagai identitas pengambilan paket pada repository Ubuntu Maverick.
b) issue
sudo gedit /etc/issue
Isi berkas sebelum diubah : Ubuntu 10.10 \n \l Isi berkas setelah diubah : Ilosmedia 1.0 \n \l c) issue.net
Isi berkas ini diubah menggunakan fasilitas terminal dengan perintah
sudo gedit /etc/issue.net Isi berkas sebelum diubah : Ubuntu 10.10 Isi berkas setelah diubah : Ilosmedia 1.0
Untuk mengakses repository, diperlukan berkas python tambahan dengan identitas Ilosmedia.py. Pembuatan berkas ini dengan cara mengubah nama berkas sebelumnya Ubuntu.py menjadi Ilosmedia.py dan mengubah nama class di dalam berkas ini dari “class Ubuntu (Distro)” menjadi “class Ilosmedia (Distro)”. Pengubahan dilakukan menggunakan fasilitas terminal dengan perintah
sudo gedit
/usr/share/software-center/softwarecenter/distribusi/Il osmedia.py
Tahap akhir yaitu membuat berkas Ilosmedia.info dan Ilosmedia.mirrors pada direktori /usr/share/python-apt/templates/. Pembuatan dilakukan dengan mengubah nama berkas sebelumnya, yaitu Ubuntu.info dan Ubuntu.mirrors.
2. Tema
ILOSmedia menggunakan tema dari aplikasi Audacious. Tema memiliki warna dominan hitam berkilau. Tema dapat dilihat pada Lampiran 9. Agar menjadi Tema utama, direktori tema pada direktori /home/ilosmedia/.themes/Ilos2 disalinkan ke direktori /usr/share/themes melalui fasilitas terminal dengan perintah
cp /home/ilosmedia/.themes/Ilos2/
usr/share/themes
3. Wallpaper
ILOSmedia memiliki satu wallpaper utama yang dapat dilihat pada Lampiran 10. Default wallpaper dibuat dengan menghapus semua wallpaper yang ada sebelumnya pada direktori /usr/share/backgrounds/ dan menambahkan satu wallpaper baru dengan nama Ilosmedia.jpg. Kemudian dilakukan pengubahan isi berkas pada berkas berikut
/usr/share/gnome-background-properties/ubuntu-wallpapers.xml /var/lib/gconf/debian.defaults/%gconf-tree.xml /usr/share/gconf/defaults/16_ubuntu-wallpapers
4. Logo dan login screen
ILOSmedia memiliki logo seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.
Gambar 4 Logo ILOSmedia. Filosofi logo ILOSmedia yaitu:
lingkaran berwana biru melambangkan logo dasar Institut Pertanian Bogor,
segitiga berwarna putih berarti tombol “play” pada aplikasi multimedia yang melambangkan sistem operasi multimedia, gambar pinguin Linux yang bernama Tux,
diciptakan oleh penggagas Linux yang bernama Linus menandakan bahwa ILOSmedia merupakan sistem operasi berbasis Linux,
kata ILOSmedia menandakan identitas dari sistem operasi ini.
Login screen menggunakan wallpaper kedua ILOSmedia yang terdapat pada direktori /usr/share/backgrounds/ dengan nama Ilosmedia2.jpg. Tahapan pengubahan wallpaper dan tema login screen adalah:
melalui terminal dengan perintah
sudo cp /usr/share/applications/
gnome-appearance-propertiesdesktop /usr/share/gdm/ autostart/LoginWindow
log out,
memiilih tema dan wallpaper, log in,
melalui terminal dengan perintah
sudo unlink /usr/share/gdm/
autostart/LoginWindow/gnome-appearance-properties.desktop 5. Boot spalsh
Penambahan boot spash baru dari plymouth dengan tahapan:
melalui terminal dengan perintah
sudo apt-get -y install plymouth-theme-sola,
memilih themes solar plymouth melalui terminal dengan perintah
sudo update-alternatives --config default.plymouth
mengupdate initramfs melalui terminal dengan perintah
sudo update-initramfs –u
Remastering
Tahap akhir dari pengembangan ILOSmedia adalah melakukan proses remastering dengan menggunakan tool Remastersys. Sebelum melakukan remastering, terdapat beberapa direktori pada direktori /home/ilosmedia/ yang harus disalin ke direktori /etc/skel/. Direktori-direktori tersebut adalah /home/ilos/.config, /home/ilos/.gconf, /home/ilos/.gconfd, dan /home/ilos/.gnome2.
Paket-paket dan repository diperbaharui melalui fasilitas terminal dengan perintah sudo apt-get update && apt-get -y upgrade
kemudian menghapus direktori temporary melalui fasilitas terminal dengan perintah sudo rm -rf /tmp/*
ILOSmedia sudah siap di-remastering menggunakan tool Remastersys melalui terminal dengan perintah
sudo remastersys dist
Berkas hasil remastering terdapat pada direktori /home/remastersys beserta berkas md5-nya. Hasil remastering berupa berkas *.iso berukuran 1.34GB, mengalami pertambahan ukuran sebesar 646MB dari distribusi induk yang berukuran 694MB. ILOSmedia hasil remastering dapat langsung digunakan melalui live-cd dengan username ilosmedia tanpa menggunakan password.
Penambahan Kernel Realtime
ILOSmedia menggunakan kernel 2.6.33.29-realtime sebagai kernel multimedia. Kernel ini didapatkan dari repository milik Alessio Igor Bogani yang merupakan seorang pengembang
Ubuntu Studio dengan alamat
https://launchpad.net/~abogani/. Kernel awal Ubuntu 10.10 (2.6.35.22-generic) masih digunakan pada sistem ini untuk proses penginstalasian. Hal ini karena Remastersys sebagai alat remastering tidak mendukung kernel lain selain kernel Generic Ubuntu. Kernel Realtime tersedia pada CD instalasi ILOSmedia. Kernel ini diinstal setelah proses
instalasi ILOSmedia selesai. Adapun berkas instalasi kernel Realtime meliputi:
1. linux-image-2.6.33-29-realtime, 2. linux-headers-2.6.33-29,
3. linux-headers-2.6.33-29-realtime.
Ketiga berkas tersebut diinstal secara berurutan melalui fasilitas terminal dengan perintah sudo dpkg –i [lokasi_berkas]/[nama_ berkas]
Pengujian
Pengujian ILOSmedia dilakukan oleh 11 mahasiswa Ilmu Komputer yang tergabung dalam komunitas FOKERZ. Pengujian dilakukan dengan menjalankan ILOSmedia melalui live-cd oleh para responden dan mengisi kuesioner pengujian seperti pada Lampiran 11.
Dari 10 notebook yang digunakan dalam pengujian, keseluruhan berhasil menjalankan ILOSmedia dengan baik. Perangkat keras seperti prosesor, memori, VGA, dan sound card berjalan dengan baik. Satu responden menggunakan netbook dalam pengujian dan didapatkan performa ILOSmedia yang kurang baik. Hal ini karena distribusi induk yang digunakan dikhususkan untuk notebook atau PC bukan untuk netbook.
Dalam segi perbandingan ukuran installer ILOSmedia (1,34GB) dengan Ubuntu 10.10 (694MB) dan Ubuntu Studio 10.10 (1,8GB) , dan perbandingan kebutuhan minimum hard drive yang dipakai ILOSmedia (10GB) dengan Ubuntu 10.10 (5GB) dan Ubuntu Studio 10.10 (20GB), hampir keseluruhan responden menganggap bahwa keduanya masih normal. Penambahan paket-paket multimedia menyebabkan ukuran installer dan juga kebutuhan minimum hard drive meningkat. Grafik keduanya pada Gambar 5 dan Gambar 6.
Gambar 5 Perbandingan ukuran installer. 0 2 4 6 8 10
Besar Normal Kecil
ju m lah r e sp o n d e n
Gambar 6 Perbandingan minimum hard drive. ILOSmedia juga memiliki paket-paket multimedia yang lengkap, bahkan 5 dari 11 responden menjawab sangat lengkap. Seperti ditunjukkan pada Gambar 7.
Gambar 7 Kelengkapan ILOSmedia.
ILOSmedia memiliki navigasi lingkungan desktop yang mudah digunakan, memiliki user experience yang memuaskan. Ada dua hal yang diuji dari segi kecepatan, yaitu kecepatan booting awal dan kecepatan membuka tiap-tiap paket multimedia yang ditambahkan. Seluruh responden menganggap bahwa booting ILOSmedia cepat dengan rata-tara 28,87 detik. Kisaran lama waktu booting sebesar 17,9 – 46 detik dan untuk masing-masing responden terlihat pada Gambar 8.
Gambar 8 Kecepatan booting.
Seluruh paket yang ditambahkan ke dalam ILOSmedia diuji kecepatannya. Secara keseluruhan paket dapat dibuka dengan baik dan membutuhkan waktu yang singkat. Paket yang memiliki waktu terlama adalah GIMP dengan waktu tercepat 5,40 detik (responden 6) dan terlama 21,2 detik (responden 3). Secara keseluruhan hasil kuesioner dapat dilihat pada Lampiran 12.
KESIMPULANDANSARAN
Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
penelitian ini berhasil membangun sebuah distribusi sistem operasi multimedia hasil remastering dari Ubutu 10.10 yang bernama ILOSmedia,
ILOSmedia memiliki kompatibilitas perangkat keras pada notebook dan PC dengan performa yang baik,
72,727% responden berpendapat bahwa ukuran installer ILOSmedia sebesar 1,34GB dan minimum hard drive sebesar 10GB adalah normal,
ILOSmedia memiliki paket-paket multimedia yang lengkap dengan persentase kelengkapan menurut responden 45,455% sangat lengkap dan 54,545% lengkap, ILOSmedia memiliki kecepatan booting
rata-rata sebesar 28,87 detik,
90,91% responden menganggap bahwa ILOSmedia memiliki navigasi lingkungan desktop yang mudah.
0 2 4 6 8 10
Besar Normal Kecil
ju m lah r e sp o n d e n
ukuran minimum hard drive
0 2 4 6 8 Sangat Lengkap Lengkap Kurang lengkap ju m lah r e sp o n d e n kelengkapan
0 20 40 60
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
waktu booting (detik)
Gambar 6 Perbandingan minimum hard drive. ILOSmedia juga memiliki paket-paket multimedia yang lengkap, bahkan 5 dari 11 responden menjawab sangat lengkap. Seperti ditunjukkan pada Gambar 7.
Gambar 7 Kelengkapan ILOSmedia.
ILOSmedia memiliki navigasi lingkungan desktop yang mudah digunakan, memiliki user experience yang memuaskan. Ada dua hal yang diuji dari segi kecepatan, yaitu kecepatan booting awal dan kecepatan membuka tiap-tiap paket multimedia yang ditambahkan. Seluruh responden menganggap bahwa booting ILOSmedia cepat dengan rata-tara 28,87 detik. Kisaran lama waktu booting sebesar 17,9 – 46 detik dan untuk masing-masing responden terlihat pada Gambar 8.
Gambar 8 Kecepatan booting.
Seluruh paket yang ditambahkan ke dalam ILOSmedia diuji kecepatannya. Secara keseluruhan paket dapat dibuka dengan baik dan membutuhkan waktu yang singkat. Paket yang memiliki waktu terlama adalah GIMP dengan waktu tercepat 5,40 detik (responden 6) dan terlama 21,2 detik (responden 3). Secara keseluruhan hasil kuesioner dapat dilihat pada Lampiran 12.
KESIMPULANDANSARAN
Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan:
penelitian ini berhasil membangun sebuah distribusi sistem operasi multimedia hasil remastering dari Ubutu 10.10 yang bernama ILOSmedia,
ILOSmedia memiliki kompatibilitas perangkat keras pada notebook dan PC dengan performa yang baik,
72,727% responden berpendapat bahwa ukuran installer ILOSmedia sebesar 1,34GB dan minimum hard drive sebesar 10GB adalah normal,
ILOSmedia memiliki paket-paket multimedia yang lengkap dengan persentase kelengkapan menurut responden 45,455% sangat lengkap dan 54,545% lengkap, ILOSmedia memiliki kecepatan booting
rata-rata sebesar 28,87 detik,
90,91% responden menganggap bahwa ILOSmedia memiliki navigasi lingkungan desktop yang mudah.
0 2 4 6 8 10
Besar Normal Kecil
ju m lah r e sp o n d e n
ukuran minimum hard drive
0 2 4 6 8 Sangat Lengkap Lengkap Kurang lengkap ju m lah r e sp o n d e n kelengkapan
0 20 40 60
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
waktu booting (detik)
Saran
Pengambangan ke depan ILOSmedia disarankan lebih spesifik ke masing-masing kegiatan multimedia, seperti industri musik, film, animasi dan desain grafis.
DAFTARPUSTAKA
Bhatnagar G, Metha S, Mitra S, editor. 2001. Introduction to Multimedia Systems. California: Academic Press.
Lubis IA. 2008. Konsep Dasar Pembuatan Distribusi ILOS Hasil Turunan Distribusi PCLinuxOS [skripsi]. Bogor: Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor.
Manunggal Agung. 2009. Pengembangan distribusi ILOS for Education (ILOSEDU) [skripsi]. Bogor: Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor.
Samik-Ibrahim RM. 2004. Pengantar Sistem Operasi Komputer. Yogyakarta: Ardi Publishing.
Steinmetz R, Nahrstedt K. 2004. Multimedia Application. Berlin: Springer-Verlag. Steinmetz R, Nahrstedt K. 2004. Multimedia
Systems. Berlin: Springer-Verlag. S’to. 2005. Fedora Core 4: Red Hat Linux.
Jakarta: Jasakom.
Tanenbaum AS. 2001. Modern Operating Systems. Ed. ke-2. New Jersey: Prentice-Hall,Inc.
Turnbull J, Lieverdink P, Matotek D. 2009. Pro Linux System Administrator. New York: Springer-Verlag.
PENGEMBANGAN DISTRIBUSI ILOS MULTIMEDIA
(ILOSMEDIA)
MUSTHOFA
DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Saran
Pengambangan ke depan ILOSmedia disarankan lebih spesifik ke masing-masing kegiatan multimedia, seperti industri musik, film, animasi dan desain grafis.
DAFTARPUSTAKA
Bhatnagar G, Metha S, Mitra S, editor. 2001. Introduction to Multimedia Systems. California: Academic Press.
Lubis IA. 2008. Konsep Dasar Pembuatan Distribusi ILOS Hasil Turunan Distribusi PCLinuxOS [skripsi]. Bogor: Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor.
Manunggal Agung. 2009. Pengembangan distribusi ILOS for Education (ILOSEDU) [skripsi]. Bogor: Departemen Ilmu Komputer, Institut Pertanian Bogor.
Samik-Ibrahim RM. 2004. Pengantar Sistem Operasi Komputer. Yogyakarta: Ardi Publishing.
Steinmetz R, Nahrstedt K. 2004. Multimedia Application. Berlin: Springer-Verlag. Steinmetz R, Nahrstedt K. 2004. Multimedia
Systems. Berlin: Springer-Verlag. S’to. 2005. Fedora Core 4: Red Hat Linux.
Jakarta: Jasakom.
Tanenbaum AS. 2001. Modern Operating Systems. Ed. ke-2. New Jersey: Prentice-Hall,Inc.
Turnbull J, Lieverdink P, Matotek D. 2009. Pro Linux System Administrator. New York: Springer-Verlag.
PENGEMBANGAN DISTRIBUSI ILOS MULTIMEDIA
(ILOSMEDIA)
MUSTHOFA
DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PENGEMBANGAN DISTRIBUSI ILOS MULTIMEDIA
(ILOSMEDIA)
MUSTHOFA
Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Komputer pada
Departemen Ilmu Komputer
DEPARTEMEN ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
ABSTRACT
MUSTHOFA. The Development of ILOS Multimedia Distribution (ILOSmedia). Supervised by ENDANG PURNAMA GIRI.
The development of open source softwares is still going rapidly nowadays, including open source operating systems for desktop computer, netbook, tablet PC, and smartphone. The open source operating systems have considerable contribution to open source software. Linux is an open source operating system that continues to grow since 1991. The characteristics in general Linux are free, can be distributed freely, and free to make changes in it. Linux in its development is divided into several distributions. Each distribution is made as a specific goal so that the operating system can focus on running the desired functions, such as multimedia, networking, education, etc.
The objective of of this research is to develop and evaluate the ILOS distribution for multimedia by providing multimedia of open source packages. ILOSmedia uses Ubuntu10.10 and Remastersys as a tool to remaster. ILOSmedia is developed by installing multimedia packages that have been obtained based on the results of questionnaires from 30 respondents from three communities, which are KPLI Bogor, Linux.com forums, and Kaskus.us forums. ILOSmedia also uses the Realtime kernel as kernal Mutimedia.
ILOSmedia testing is performed by 11 students of Computer Science who are members of FOKERZ community. The testing process is performed by executing ILOSmedia via live-cd and filled in a questionnaire. The test result shows that ILOSmedia has hardware compatibility on notebook and PC with good performance. As much as 72.727% of respondents believe that the size of the installer ILOSmedia of 1.34 GB and a minimum 10GB hard drive is normal. ILOSmedia has multimedia packages complete with the percentage completeness according to respondents is 45.455% are very complete and 54.545% are complete. Boot speed ILOSmedia have an average of 28.87 seconds and 90.91% of respondents consider that ILOSmedia have a desktop environment that is easy navigation.
Judul : Pengembangan Distribusi ILOS Multimedia (ILOSmedia)
Nama : Musthofa
NIM : G64062527
Menyetujui:
Pembimbing,
Endang Purnama Giri, S.Kom, M.Kom NIP. 19821010 200604 1 027
Mengetahui:
Ketua Departemen Ilmu Komputer,
Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc. NIP. 19601126 198601 2 001
PRAKATA
Puji syukur penulis panjatkan kehadiarat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Distribusi ILOS Multimedia (ILOSmedia). Shalawat dan salam tak lupa penulis haturkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas akhir ini, antara lain:
1. Ayahanda Hamid Assaggaf dan Ibunda Rugayah Assaggaf serta Kakanda Ahmad Assaggaf dan Abdullah Assaggaf yang selalu memberikan doa dan semangatnya setiap saat.
2. Endang Purnama Giri, S.Kom, M.Kom selaku pembimbing yang telah memberikan banyak masukan dalam penyelesaian tugas akhir ini,
3. Kaka Prakasa, Fitra Aditya, dan seluruh angkota KPLI Bogor atas beberapa ilmu dan masukan yang telah diberikan,
4. Satya Prana Adhie, Ahmad Sodikin, Muhamad Irawan, dan Bayu Seftian yang telah memberikan motifasinya selama satu bimbingan,
5. Komunitas FOKERZ Ilmu Komputer IPB yang telah memberikan masukan dalam proses pengujian,
6. Teman-teman Departemen Ilmu Komputer IPB angkatan 43, 44, 45, dan 46. Semoga tulisan ini bermanfaat, amin.
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR
ISI
Halaman
DAFTAR
TABEL
Halaman
1 Paket terpilih langsung ... 5 2 Pembobotan paket ... 5 3 Pemilihan audio player ... 6 4 Pemilihan video player ... 6 5 Pemilihan audio editor ... 6 6 Pemilihan video editor ... 6 7 Pemilihan vector model ... 6 8 Pemilihan drawing ... 7 9 Pemilihan animation 2D... 7 10 Pemilihan animation 3D ... 7 11 Pemilihan burning tool ... 7 12 Keseluruhan paket terpilih ... 7 13 Daftar paket yang dihapus ... 8
DAFTAR
GAMBAR
Halaman
1 Abstraksi komponen sistem ... 2 2 Tahapan metode penelitian. ... 3 3 Tahapan implementasi... 3 4 Logo ILOSmedia. ... 9 5 Perbandingan ukuran installer... 10 6 Perbandingan minimum hard drive. ... 11 7 Kelengkapan ILOSmedia. ... 11 8 Kecepatan booting. ... 11
DAFTAR
LAMPIRAN
Halaman
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan perangkat lunak open source berjalan sangat pesat beberapa tahun belakangan ini. Mulai dari perangkat lunak untuk komputer desktop, netbook, tablet PC dan telepon selular. Sistem operasi open source memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap perangkat lunak open source di dalamnya. Linux merupakan sistem operasi open source yang terus berkembang sejak tahun 1991. Sifat Linux secara umum adalah gratis, dapat didistribusikan bebas, dan bebas untuk melakukan pengubahan di dalamnya. Linux dalam perkembangannya terbagi menjadi beberapa distribusi sesuai dengan tujuannya masing-masing. Distribusi yang terkenal antara lain Red Hat, Ubuntu, Fedora, PCLinuxOS, dan di Indonesia terdapat distribusi BlankOn. Masing-masing distribusi dibuat dengan tujuan tertentu agar sistem operasinya dapat fokus menjalankan fungsi-fungsi yang diinginkan.
Distribusi untuk multimedia seperti Ubuntu Studio memiliki kernel dan paket-paket khusus untuk mendukung kegiatan multimedia di dalamnya. Kekurangan distribusi ini adalah proses penginstalannya dilakukan secara online, dalam artian paket-paket yang dibutuhkan harus diunduh pada waktu penginstalan distribusi. Hal ini menyebabkan proses penginstalan memerlukan waktu relatif lama. Selain itu, tidak semua pengguna memiliki koneksi internet untuk melakukan penginstalan.
IPB Linux Operating System (ILOS) merupakan penelitian tentang sistem operasi open source yang berbasis Linux. Konsep Dasar Pembuatan Distribusi ILOS Hasil Turunan Distribusi PCLinuxOS (Lubis 2008) adalah penelitian pertama pembuatan tentang ILOS dengan metode remastering. Manunggal (2009) dengan topik Pengambangan Distribusi ILOS for Education (ILOSedu) mengembangkan ILOS menjadi distribusi untuk pendidikan bagi mahasiswa dan dosen FMIPA IPB. Dua penelitian di atas menjadi dasar penelitian ini untuk mengembangkan ILOS menjadi sebuah distribusi multimedia.
Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan mengevaluasi distribusi ILOS untuk multimedia dengan menyediakan paket-paket multimedia open source.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah: pembuatan ILOSmedia menggunakan sistem
operasi Ubuntu 10.10,
kompatibilitas perangkat keras dikhususkan untuk prosesor, VGA onboard, sound card, dan memori,
pemilihan paket yang diinstal berdasarkan hasil kuesioner,
evaluasi dilakukan oleh end user meliputi kecepatan, kelengkapan dan kemudahan sistem.
Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
menyediakan sistem operasi multimedia gratis bagi masyarakat,
memudahkan para pengguna Linux dalam menggunakan paket-paket multimedia.
TINJAUANPUSTAKA
Sistem Operasi
Sistem operasi didefinisikan sebagai sebuah program yang mengatur perangkat keras komputer dengan menyediakan landasan untuk aplikasi yang berada di atasnya, serta bertindak sebagai penghubung antara para pengguna dengan perangkat keras (Samik-Ibrahim 2004). Sistem operasi bertugas untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan penggunaan perangkat keras untuk berbagai aplikasi untuk bermacam-macam pengguna. Dengan demikian, sebuah sistem operasi bukan merupakan bagian dari perangkat keras komputer dan juga bukan merupakan bagian dari perangkat lunak aplikasi komputer.
Adapun fungsi sistem operasi secara umum adalah:
manajemen proses, manajemen memori utama, manajemen berkas,
manajemen penympanan sekunder, manajemen sistem I/O
sistem proteksi jaringan, dan
command-interpreter system (Samik-Ibrahim 2004).
Pengguna Pengguna Pengguna Pengguna
Program Aplikasi
Perangkat Keras
© 2004 MDGR- Gnu FDL
Sistem Operasi
Gambar 1 Abstraksi komponen sistem komputer (Samik-Ibrahim 2004).
Kernel
Kernel adalah suatu inti dari sistem operasi. Tugas kernel adalah memerintahkan head dari harddisk agar bergerak ke posisi tertentu dan menuliskan datanya di posisi tersebut. Kernel juga bertugas untuk menangani agar data di suatu area memori tidak tertimpa oleh data lain. Tugas kernel hampir tidak terlihat oleh pengguna, tetapi memiliki peranan utama dalam sebuah sistem operasi (S'to 2005).
Kernel pada Ubuntu ada 5 tingkatan, yaitu: kernel Generic yang merupakan kernel
standar default Ubuntu,
kernel Preempt, mirip denga kernel Generic tetapi dikembangkan dengan konfigurasi yang berbeda untuk mengurangi latency, kernel RT, kernel realtime yang memiliki
dasar Ubuntu kernel yang dikelola oleh Ingo Molnar,
kernel Lowlatency, mirip dengan kernel Preempt yang berbasis kernel Generic tetapi menggunakan konfigurasi yang lebih baik lagi untuk lebih mengurangi latency, kernel Realtime, kernel realtime yang
memiliki dasar Vanilla kernel (kernel orisinil Linux yang dikeluarkan oleh Linus Torvalds di kernel.org).
Versi kernel Ubuntu terdiri atas version, patchlevel. Sublevel, dan extreverion. Sebagai contoh kernel awal ubuntu adalah 2.6.35.22-generic dapat dijabarkan menjadi:
Version = 2 Patchlevel = 6 Sublevel = 35
Extraversion = .22-generic
Distribusi Linux dan Ubuntu
Distribusi Linux secara sederhana dapat diartikan sebagai kumpulan paket-paket, manajemen, dan fitur-fitur yang berjalan di atas Linux kernel. Masing-masing distribusi Linux dapat dibedakan berdasarkan tiga ciri penting, yaitu tujuan, konfigurasi dan pemaketan, dan support model (Turnbull et al 2009).
Sebagian distribusi meletakkan pengaturan konfigurasi dan berkas-berkas di lokasi yang sama, sebagian lagi mengubahnya. Proses instalasi dan pemutakhiran (pada umumnya diinstal oleh paket-paket) tidak sama pada setiap distribusi. Masing-masing distribusi menggunakan aplikasi instalasi dan perangkat manajemen yang berbeda .
Distribusi seperti Debian, CentOS, dan Fedora dibiayai oleh komunitas relawan. Distribusi lainnya seperti Red Hat Enterprise Linux dan Ubuntu dibiayai dan didukung oleh komersial vendor. Meskipun demikian, perangkat lunaknya masih open source, tetapi para pengguna yang ingin mendapatkan dukungan dan pemeliharaan tambahan diharuskan membayar.
Distribusi Ubuntu diprakarsai oleh Mark Shuttleworth, seorang teknolog dan pengusaha asal Afrika Selatan. Ubuntu memiliki dasar program Linux Debian, didistribusikan bebas, dikembangkan oleh komunitas khusus, dan pemutakhirannya dilakukan setiap enam bulan (Turnbull et al 2009).
Multimedia
Multimedia adalah sebuah informasi yang dapat disajikan dalam bentuk sinyal audio atau gambar yang bergerak (Steinmetz & Nahrstedt 2004). Multimedia mencakup audio, video, grafis, dan animasi. Penyampaian informasi melalui multimedia lebih banyak dipilih dari pada menggunakan teks saja.
Menurut Bhatnagar et al (2001) multimedia adalah kombinasi dari teks, grafis (diam dan bergerak), bunyi, dan video yang dikirimkan melalui komputer. Komputer merupakan bagian dari multimedia. Semua elemen multimedia -teks, grafis, audio, dan video- dihasilkan dan disalurkan melalui komputer.
Remastering
dalamnya. Ubuntu merupakan distribusi yang paling banyak di-remasrtering. Linux Mint dan Backtract 4 merupakan distribusi hasil remastering Linux yang sudah sangat popular. Remastering bisa juga diartikan mengambil sebagian teknologi yang ada pada distro induk (bisa diartikan sifat), seperti Ubuntu yang mengimplementasikan manajemen paket *.deb apt dan Mandriva yang menggunakan managemen paket *.rpm Redhat.
Proses Realtime
The German Nation of Standardization memberikan gagasan tentang proses realtime sabagai suatu proses yang mengirimkan hasil pemrosesan dalam rentang waktu tertentu (Steinmetz & Nahrstedt 2004). Karakteristik utama dari proses realtime adalah ketepatan dalam komputasi. Hal ini dapat diartikan pemrosesan terhadap sebuah tugas harus sesuai dengan selang waktunya dan tidak terlalu cepat ataupun terlalu lama (delay).
METODEPENELITIAN
Metode penelitian ini dilakukan beberapa tahapan, yaitu studi pustaka, perumusan masalah, perancangan sistem, pengembangan sistem, dan pengujian. Alur metode penelitian terlihat pada Gambar 2.
[image:30.595.371.467.367.645.2]Studi Pustaka Perumusan Masalah Perancangan Sistem Implementasi Pengujian
Gambar 2 Tahapan metode penelitian. Studi Pustaka
Tahapan awal dari penelitian ini adalah studi pustaka. Pada tahap ini peneliti mendalami tentang konsep dasar pembuatan distribusi baru dari distribusi Linux yang sudah ada yang disebut remastering, konsep multimedia, dan memahami langkah-langkah dalam metode penelitian. Studi pustaka dilakukan dengan
memahami konsep Linux dan multimedia, browsing di internet, dan referensi ilmu lainnya yang mendukung dalam proses penyelesaian masalah.
Perumusan Masalah
Pada tahap ini dilakukan analisis mengenai kebutuhan dan permasalahan dalam pengembangan ILOSmedia. Analisis meliputi batasan sistem, cara membuat distribusi Linux dengan teknik remastering, dan konsep sistem operasi multimedia.
Perancangan Sistem
Pada tahap ini dilakukan perancangan ILOSmedia yang meliputi pemilihan distribusi yang akan didistribusi ulang, pemilihan paket– paket yang akan ditambahkan, penambahan kernel Realtime, dan modifikasi sistem.
Implementasi
Hasil perancangan kemudian
diimplementasikan ke dalam sistem. Tahapan implementasi dapat dilihat pada Gambar 3.
Pemilihan Distro Linux
[image:30.595.141.245.440.614.2]Pemilihan Paket Penambahan dan Penghapusan Paket Penyesuaian dan Penggantian Atribut Distribusi Induk Remastering Penambahan Kernel Realtime
Gambar 3 Tahapan implementasi. 1. Pemilihan distribusi Linux
2. Pemilihan paket
Proses pemilihan paket dilakukan dengan menggunakan kuesioner ke tiga komunitas, yaitu Komunitas Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Bogor, forum linux.com dan forum Linux di kaskus.us
3. Penambahan dan penghapusan paket Paket-paket yang telah dipilih kemudian diinstal ke dalam sistem melalui repository pandawa.ipb.ac.id dengan identitas distribusi Ubuntu Maverick. Paket-paket awal yang tidak ada hubungannya dengan multimedia akan dihapus.
4. Penyesuaian dan penggantian atribut distribusi induk
Tahapan ini dilakukan untuk membedakan distribusi turunan dengan distribusi induk yang meliputi membuat logo ILOSmedia, mengganti tema, mengganti identitas distribusi induk, membuat boot splash, dan mengubah repository default.
5. Remastering
Tahap akhir implementasi sistem adalah pembuatan berkas installer ILOSmedia *.iso dengan md5-nya. Hasil installer dapat juga digunakan sebagai live-cd.
6. Penambahan kernel Realtime
Kernel Realtime dibutuhkan dalam sistem operasi multimedia. Adapun kernel Generic tetap diikutsertakan untuk proses instalasi. Pengujian
Pengujian dilakukan oleh mahasiswa ilmu komputer IPB yang tergabung dalam Film Community of Ilkomerz (FOKERZ). Pengujian dilakukan untuk menganalisis
kecepatan dan kelengkapan paket, kecocokan perangkat keras, kecepatan booting sistem, besar ukuran installer, syarat minimum hard drive,
kemudahan navigasi lingkungan desktop, komentar mengenai ILOSmedia.
HASILDANPEMBAHASAN
Pemilihan Distribusi Induk
ILOSmedia menggunakan distribusi Ubuntu 10.10 sebagai distribusi induk yang diperoleh dari repository IPB di www.pandawa.ipb.ac.id. Pemilihan ini didasarkan atas beberapa hal, yaitu:
Ubuntu merupakan distribusi Linux terpopular di dunia menurut www.distrowatch.com. Ubuntu menduduki peringkat pertama dalam Page Hit Ranking dengan banyaknya hits per day 2294 tertanggal 15 Juni 2011. Ubuntu Studio menduduki peringkat 45 dengan banyaknya hits per day 225. Page Hit Ranking keseluruhan distribusi Linux merurut www.distrowatch.com da