• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Kendaraan

DENGAN PENDEKATAN KONSEP ERGONOMI

HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan Kendaraan

Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah Perancangan Kendaraan yang mampu menjawab masalah kenyamanan mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan faktor keselamatan serta keamanan berkendara para penggunanya. Kendaraan ini juga harus mampu memenuhi poin-poin berikut1, 2) :

1) Lebih aman dan stabil, dengan konsep kendaraan roda tiga atau lebih. Hal ini dikarenakan motor dua roda terbukti labil dalam berkendara.

2) Handal dalam kondisi cuaca dan jalan apapun

3) Nyaman bagi penumpang perempuan maupun laki-laki. Hal ini mengingat bahwa harus ada pemisah antara pengemudi laki-laki dengan penumpang perempuan yang bukan muhrimnya.

Berdasarkan uraian diatas, penulis mencoba merancang kabin pengemudi kendaraan angkut mini yang ergonomis dengan menggunakan data antropometri sebagai acuan ukuran untuk mendesain dimensi kendaraan8). Kendaraan ini akan kemudian dinamakan A.R.j.U.N.A (Angkutan Ramping juga Unik Nyaman dan Aman).

3) Data yang dikumpulkan dengan menggunakan cara pengukuran statis; Adapun tujuan dan manfaat dari penelitian ini

adalah sebagai berikut :

4) Data difokuskan pada para calon pengemudi kendaraan sehingga kuesioner ditargetkan unuk disebar kepada 30 sampel/responden yang terdiri atas pengemudi ojek7);

1) Mengembangkan inovasi baru dalam teknologi otomotif Indonesia yang mampu menjadi tranportasi alternatif dalam mendukung mobilitas masyarakat, yaitu berupa kendaraan angkut mini yang tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat pengguna ojek konvensional, khususnya di wilayah perumahan.

5) Pengambilan sampel dilakukan di 5 wilayah, yakni Serpong, Depok, BSD, Cibubur, dan Tangerang dengan fokus pangkalan ojek di dekat area perumahan kelas menengah ke atas.

2) Menghasilkan rancangan kendaraan angkut mini yang mengacu pada kaedah-kaedah ergonomi, yaitu rancangan kendaraan yang disesuaikan dengan data dimensi tubuh atau antropometri manusia sehingga pengguna dapat terhindar dari rasa pegal atau lelah serta dan dari kemungkinan terjadi injury (luka dan celaka) selama berkendara.

6) Penelitian tidak membahas usulan bahan dan material kerangka serta material kursi pengemudi;

7) Uji Validitas dan Reliabilitas kuesioner berserta perhitungan statistik penelitian akan diperbantukan dengan program SPSS ver 15.0(11).

Demi mencapai tujuan penelitian ini, maka penulis memberikan pembatasan masalah lanjutan sebagai berikut:

8) Pembuatan gambar rancangan kabin dan kendaraan ARjUNA diperbantukan dengan program desain CATIA V5.

1) Perancangan kendaraan angkut mini didasarkan pada konsep kendaraan bermotor 3 (tiga) roda dan dapat menampung 1 (satu) orang pengemudi dan 2 (dua) orang pengguna yang terdiri dari satu orang dewasa dan satu anak kecil;

Perancangan Dimensi Kabin Pengemudi

Sesuai dengan hasil literatur “A Guide to Human Factors and Ergonomics” (Panduan Faktor Manusia dan Ergonomi)5), terdapat 10 macam ukuran yang menentukan dimensi kabin sebuah kendaraan, khususnya kabin pengemudinya (lihat Gambar 1. Keterangan gambar dapat dilihat di Tabel 1). Setiap pokok ukuran ditentukan berdasarkan salah satu dimensi tubuh manusia penggunanya. 2) Penelitian difokuskan pada perhitungan

dan perancangan dimensi kabin pengemudi kendaraaan berdasarkan aspek dimensi tubuh (antropometri) pengemudi ojek;

Gambar 1.

Berdasarkan literatur diatas, hanya 10 macam dimensi yang menjadi prioritas perancangan kabin penegemudi. Peneliti dalam hal ini menambahkan 1 macam atau jenis dimensi yaitu Jarak Tinggi Sandaran Kursi.

Karena calon pengguna kendaraan tersebut beragam dalam dimensi dan ukuran tubuh, seperti memiliki tinggi bahu maupun panjang kaki yang berbeda-beda, maka digunakan tingkat-tingkat persentil tertentu dari hasil perhitungan statistik guna memperoleh angka ukuran yang mendekati tingkat kenyamanan terbaik para penggunanya yang beragam.

Kenyamanan dalam konteks antropometri adalah kemampuan manusia (pengguna) dengan dimensi tubuh kecil

menggapai komponen benda atau sistem kerja, sementara yang berdimensi tubuh besar tetap muat di dalam benda atau sistem kerja tersebut. Pengertian ini merupakan motto dari penggunaan desain antropometri, yakni:

¾ Izinkan orang yang kecil untuk dapat menggapai (Let the small person reach), dan

¾ Izinkan orang yang besar untuk dapat muat kedalamnya (Let the big person fit).

Berikut adalah daftar dimensi kabin dengan perbandingan dimensi tubuh yang menentukan ukuran-ukurannya beserta tingkat ukuran desain (persentil) yang digunakan (lihat Tabel 1).

Tabel 1.

Rekapitulasi Ukuran Dimensi Kabin Pengemudi

Dimensi Kabin Dimensi Tubuh

Tingkat Ukuran Desain (Persentil) Reach/Fi Ukuran Dimensi (mm) 1. Jarak dari dudukan kursi

ke atap kendaraan Tinggi Duduk Tegak (TDT) P95 (Fit) 1000

2. Jarak dari titik atas pedal kaki ke ujung bawah kemudi

Tinggi Lutut Duduk (TLD) P5 (Reach) 460

3. Jarak horizontal dari ujung bawah kemudi ke

sandaran kursi

Jangkauan Tangan ke

Depan (JTD) P5 (Reach) 770

4. Jarak vertikal dari ujung bawah kemudi ke lantai kendaraan

TLD P95 (Fit) 530

5. Jarak antara dashboard ke sandaran kursi

Pantat ke Lutut (PKL) &

TLD P5 (Reach) 860

6. Jarak dari kemudi ke tuas operasional lainnya

Panjang Telapak Tangan

(PTT) P5 (Reach) 145

7. Lebar dudukan kursi Lebar Pinggul (LP) P95 (Fit) 420

8. Kedalaman horizontal

kursi Pantat Popliteal (PPO) P50 (Fit) 430

9. Lebar sandaran kursi Siku ke Siku (SKS) & Lebar

Bahu (LB) P5 & P50 (Fit) 420

10. Jarak tinggi dudukan kursi

ke lantai Tinggi Popliteal (TPO) P5 (Reach) 430

11. Jarak tinggi vertical

sandaran kursi Tinggi Bahu Duduk (TBD) P50 (Fit) 560

Selanjutnya, setelah pemilihan persentil, dibuatlah sketsa tampak samping (Gambar 2), yang telah mempertimbangkan beberapa faktor berikut:

1) Ukuran diameter ban depan dan belakang,

2) Ukuran dan diameter gear

3) Area atau ruang lokasi gear dan rantai 4) Box mesin kendaraan

5) Jarak antara tanah dengan chassis bawah kendaraan (1/2 diameter ban) Hasil sketsa kendaraan divisualisasikan pada Gambar 3 dengan bantuan software Catia yaitu rendering rancangan kendaraan.

ISSN 1410-3680 149 Gambar 2.

Sketsa Tampak Samping A.R.j.U.N.A

Gambar 3.

Sketsa Rendering A.R.j.U.N.A

SIMPULAN

• Berdasarkan hasil kuesioner, kendaraan motor roda dua yang kini umum dipakai oleh para tukang ojek, belum dapat secara optimal memenuhi faktor kenyamanan, keselamatan, dan kehandalan dalam berkendara, khususnya dalam mengangkut penumpang umum. Oleh sebab itu, para pengemudi ojek, masih sangat terbuka dengan kehadiran inovasi baru dalam berkendara. Perancangan kendaraan A.R.j.U.N.A. mengikuti hasil dari kuesioner para pengemudi ojek sebagai salah satu calon konsumen kendaraan. • Nilai dimensi akhir dari kendaraan

A.R.j.U.N.A yang diharapkan mampu menjawab tantangan dan permasalahan dalam kendaraan angkut yang mini dan ramping adalah sebagai berikut:

o Panjang Keseluruhan = 2366 mm, o Lebar = 800 mm,

o Tinggi = 1690 mm,

o Panjang antar Sumbu Roda = 1816 mm

o Jarak dari Tanah ke Bodi = 260 mm

DAFTAR PUSTAKA

1. Bosch, 2004, Automotive Handbook, 6th Ed. Warrendale, Pennsylvania: SAE-International.

2. Braess, Hans-Hermann and Ulrich Seiffert, Handbook of Automotive Engineering, Warrendale, Pennsylvania: SAE-International, 2005.

3. Bridger, R.S, Introduction to Ergonomics. New York: Talyor & Francis Inc., 2003. 4. Foale, Tony, Motorcycle Handling and

Chassis Design. Spain: Tony Foale Designs, 2003,.

5. Helander, Martin, A Guide to Human Factors And Ergonomics. Boca Raton, Florida: CRC Press Taylor & Francis Group, 1996.

6. Karmiadji, Djoko, Laporan Akhir Pengembangan Teknologi Frame Sepeda Motor. Serpong: Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur, BPPT, 2005.

7. Neuman, W. Lawrence, Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Wisconsin: Pearson Education, 2003.

8. Nurmianto, Eko, Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasinya (edisi pertama). Surabaya : Guna Widya, 1996.

9. Panero, Julius and Martin Zelnik, Human Dimension & Interior Design. New York: Whitney Library Of Design, 1979,.

10. Spiegel, Murray R, Statistika (edisi kedua). Jakarta : Erlangga,1994.

11. Sutalaksana, Iftikar Z, Teknik Tata Cara

Kerja dan Ergonomi. Bandung:DepartemenTeknik

Industri-ITB, 1979,.

12. Wignjosoebroto, Sritomo, Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Jakarta: PT. Candi Mas Metropole, 1995.

13. ..., Ojek Angkutan Umum Ilegal, Kata Dephub¸berita tertanggal 24 Juli 2009, Dephub, www.antaranews.co.id, diakses tanggal 21 Pebruari 2010.

RIWAYAT PENULIS

Ziarini Zaki Karmiadji, lahir di Ngawi, Jawa

Timur pada tanggal 14 Juli 1986. Penulis memegang dua gelar sarjana, pertama yakni Sarjana Teknik di bidang Teknik Industri dari Universitas Pancasila, dan kedua, yakni Sarjana Sosial di bidang Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia. Saat ini menjadi Direktur Kegiatan Kemahasiswaan di Ikatan Teknik ahli Teknik Otomotif Indonesia.

ISSN 1410-3680 150

Penulis juga menjadi pencetus Kompetisi Rekayasa Otomotif Nasional.

Djoko W. Karmiadji lahir di Banyuwangi tanggal 10 Februari 1957. Menamatkan pendidikan S1 di Jurusan Teknik Mesin, Universitas Gadjah Mada pada tahun 1983. Sebagai peneliti tamu di DFVLR, Cologne, Jerman dari April 1986 - April 1987 dibidang pengujian fatigue material pesawat. Menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 pada

tahun 1992 dan 1997 di Mechanical Engineering Department, the University of Alabama, USA. Bekerja sejak tahun 1984 di UPT Laboratorium Uji Konstruksi / B2TKS - BPP Teknologi di bidang Pengujian Komponen dan Konstruksi sebagai Ahli Peneliti Utama. Menjadi guru besar di Fakultas Teknik Universitas Pancasila. Penulis juga menjadi anggota organisasi profesional SAE International dan IATO/SAE Indonesia.

ISSN 1410-3680 151

ANALISIS FATIK TERHADAP PERUBAHAN KONSTANTA PEGAS