PROSES PERSALINAN KALA I FASE LATEN
HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Kondisi ibu dan
Janin Selama Kehamilan
Konds bu dan jann selama kehamlan damat mula usa kehamlan 38 mnggu. Ibu “MK” saaat n berusa 24 tahun, HPHT tanggal 18 Jun 2012 (tafsran persalnan yatu 25 Maret 2013). Kehamlan pertama bu mengalam abortus bulan Desember 2011 pada umur kehamlan 15 mnggu dan bu langsung dkuret oleh dokter d Klnk. Ibu tdak pernah mengalam keluhan mengganggu aktifitasnya. Makan tga kal sehar dengan menu bervaras dengan pors makan terdr dar satu prng nas, satu potong dagng/ kan/telur, satu potong tempe/tahu, dan satu mangkok sayur. Ibu kadang-kadang makan buah dan tdak ada pantangan makanan. Pola mnum bu dalam satu har ± 9 gelas ar mneral. Pola elmnas
bu terdr dar buang ar kecl (BAK) 7-8 kal/har dengan warna kunng jernh, buang ar besar (BAB) satu kal sehar dengan konsstens lembek. Ibu tdur malam 7-8 jam/har dan tdur sang selama 1-2 jam.
Tabel 1
Hasl Pemerksaan Tanda Vtal, Berat Badan, Tngg Fundus Uter (TFU), dan
Denyut Jantung Jann (DJJ) Selama Kehamlan Tanggal Usa Keha-mlan (Mnggu) BB (Kg) TD (mmHg) Nad (kal/ mnt) Res-pras (kal/ mnt) Suhu (o Celcus) T.Fu ( Cm) DJJ (kal/ mnt) 15/01/13 30 58 110/70 80 20 36,5 28 135 15/02/13 34 60 110/70 70 20 36,6 32 142 2/03/13 36 61 120/80 70 20 36 33 144 14/03/13 38 62 130/70 70 20 36,4 32 144
Dapat dlhat pada tabel 1 bahwa selama kehamlan berat badan bu menngkat dengan bak, Tanda vtal melput tekanandarah, nad, respras serta suhu tubuh tampak mash dalam batas normal. Perkembangan kehamlan salah satunya dapat dlhat dar penngkatan berat badan. Hasl pemerksaan berat badan bu pada umur kehamlan 38 mnggu yatu 62 kg. Sampa akhr kehamlan bu mengalam penngkatan berat badan hngga 12 kg. Berat badan bu sebelum haml adalah 50 kg dan berat badan terakhr bu saat haml yatu 62 kg dengan ndeks masa tubuh (IMT) yatu 22,2 kg/m2. Ibu haml dengan IMT normal (19,8 sampa 26 kg/m2) drekomendaskan mengalam penngkatan berat badan selama kehamlan yatu 11,5 – 16 kg atau menngkat 0,4 kg per mnggu. Berart hal n sesua dengan teor bahwa kenakan
berat badan bu mash dalam batas normal dmana selama haml kenakan berat badan bu sudah sesua dengan berat badan yang drekomendaskan.9
Hasl pemerksaan pengukuran tngg fundus uter dengan menggunakan pta ukur dperoleh hasl yatu 32 cm dan pada pemerksaan sebelumnya 33 cm. Hasl pengukuran tngg fundus uter dengan menggunakan pta ukur yang normal seharusnya mempunya perbedaan ± 1-2 cm dengan umur kehamlan. Pada mnggu ke-38 sampa ke-40, tngg fundus turun karena jann mula masuk ke pntu atas panggul (lightening). Pengukuran tngg fundus uter dengan menggunakan pta ukur mengalam penurunan 1 cm dar pemerksaan sebelumnya. Berdasarkan teor yang ada, penurunan tngg fundus uter tersebut normal pada umur kehamlan datas 38 mnggu karena jann mula masuk ke pntu atas panggul(lightening).Hasl pengukuran tersebut menunjukkan perkembangan jann selama kehamlan mash dalam batas normal. 9
Konds jann selama kehamlan dalam keadaan normal dmana dapat dlhat dar pemerksaan denyut jantung jann. Nla normal denyut jantung jann antara 120-160kal/ment (Safuddn, dkk., 2009). Hasl penghtungan denyut jantung jann yatu 144 kal/ment teratur menunjukkan denyut jantung jann normal dan menunjukkan adanya perkembangan jann. 9
Kejadian Gawat Janin Selama Proses Persalinan Kala Satu Fase Laten
Ibu “MK” datang ke bdan praktk mandr (BPM) tanggal 17 Maret 2013 pukul 13.30 WITA bersama suam
untuk bersaln karena bu mengalam tanda-tanda persalnan yatu sakt perut hlang tmbul. Kontraks sebanyak 2 kal dalam 10 ment duras 30 detk, DJJ 146 kal/ment teratur. Pukul 13.40 WITA dlakukan pemerksaan dalam dengan hasl vulva dan vagna normal, porso lunak, pembukaan 2 cm, penpsan 25 %, selaput ketuban utuh, teraba kepala, denomnator belum jelas, moulage 0, penurunan hodge II, tdak teraba bagan kecl dan tal pusat (ttbk/tp). Pemerksaan anus tdak ada haemorhoid. Pada pemerksaan ekstremtas tdak ada oedema, tdak ada varises, warna kuku jari merah muda, dan refleks patella postf. Analsa yang dapat dtegakkan berdasarkan data datas yatu G2P0010 umur kehamlan 38 mnggu 6 har presentas kepala U punggung kr tunggal hdup ntrauterne + partus kala I fase laten. Pemantauan kesejahteraan bu melput pemantauan tekanan darah setap 4 jam, nad setap satu jam, suhu setap dua jam, elmnas, dan hdras. Pemantauan kesejahteraan jann melput pemerksaan DJJ setap satu jam, pemerksaan penyusupan kepala jann, dan pemerksaan selaput ketuban dlakukan setap empat jam atau saat melakukan pemerksaan dalam. Pemantauan kemajuan persalnan yang dlakukan adalah pembukaan dan penurunan yang dlakukan setap empat jam atau pada saat melakukan pemerksaan dalam serta pemantauan kontraks setap empat jam.
Berkut dsajkan berturut-turut gambar perkembangan konds jann dan kontraks uterus selama kala I fase laten dar pukul 14.40 wta sampa dengan 20.40 wta
Table 2
Perkembangan konds denyut jantung jann
Pada tabel 2, Tampak per-kembangan denyut jantung jann menurun (d bawah batas normal) secara tba tba
Tabel 3
Perkembangan Kontraks uterus selama Persalnan Kala I Fase Laten
Pada tabel 3 tampak perkembangan konraks uterus mash dalam batas normal.
Pada tabel 2 tampak bahwa selama pemantauan kesejahteraan jann ddapatkan hasl pemerksaan DJJ pada pukul 14.40 WITA sampa pukul 19.40 WITA dalam konds normal. Setelah dpantau lebh lanjut sempat terjad penngkatan DJJ dan pukul 20.40 WITA tba-tba DJJ menurun yatu 95 kal/ment tdak teratur dan tu menandakan bay mengalam gawat jann. Konds denyut jantung jann yang mencapa 95 kal per ment dan
Berikut disajikan berturut - turut gambar perkembangan kondisi janin dan kontraksi uterus selama kala I fase laten dari pukul 14.40 wita sampai dengan 20.40 wita
Table 2
Perkembangan kondisi denyut jantung janin
Pada tabel 2, Tampak perkembangan denyut jantung janin menurun ( di bawah batas normal ) secara tiba tiba
Tabel 3
Perkembangan Kontraksi uterus selama Persalinan Kala I Fase Laten
Pada tabel 3 tampak perkembangan konraksi uterus masih dalam batas normal. Pada tabel 2 tampak bahwa selama pemantauan kesejahteraan janin didapatkan hasil pemeriksaan DJJ pada pukul 14.40 WITA sampai pukul 19.40 WITA dalam kondisi normal. Setelah dipantau lebih lanjut sempat terjadi peningkatan DJJ dan pukul 20.40 WITA tiba-tiba DJJ menurun yaitu 95 kali/menit tidak teratur dan itu menandakan bayi mengalami gawat janin. Kondisi denyut jantung janin yang mencapai 95 kali per menit dan tidak teratur membuat bidan segera mengambil tindakan. Asuhan pertama yang diberikan dengan melakukan resusitasi intrauterin yaitu memposisikan ibu miring kiri, kemudian memberikan ibu oksigen melalui nasal kanul sebanyak 6 liter/menit, dan dilakukan pemasangan infus dextrose 5% dengan tetesan 24 kali/menit. Setelah dilakukan evaluasi resusitasi intrauterin selama 5 menit, ternyata DJJ tidak membaik dan hasilnya tetap seperti pemeriksaan sebelumnya. Pada tabel 3, tampak perkembangan kontraksi uterus selama kasus dipantai di BPM. Perkembangan kontraksi tampak masih dalam batas normal. Walaupun kontraksi uterus dalam batas normal, namun karena DJJ tidak membaik setelah dilakukan resusitasi, selanjutnya ibu di rujuk ke RS. Ibu dirujuk dengan diagnosa G2P0010 umur kehamilan 38 minggu 6 hari presentasi
tdak teratur membuat bdan segera mengambl tndakan. Asuhan pertama yang dberkan dengan melakukan resustas ntrautern yatu memposskan bu mrng kr, kemudan memberkan bu oksgen melalu nasal kanul sebanyak 6 lter/ment, dan dlakukan pemasangan nfus dextrose 5% dengan tetesan 24 kal/ment. Setelah dlakukan evaluas resustas ntrautern selama 5 ment, ternyata DJJ tdak membak dan haslnya tetap sepert pemerksaan sebelumnya. Pada tabel 3, tampak perkembangan kontraks uterus selama kasus dpanta d BPM. Perkembangan kontraks tampak mash dalam batas normal. Walaupun kontraks uterus dalam batas normal, namun karena DJJ tdak membak setelah dlakukan resustas, selanjutnya bu d rujuk ke RS. Ibu drujuk dengan dagnosa G2P0010 umur kehamlan 38 mnggu 6 har presentas kepala U punggung kr tunggal hdup + partus kala I fase laten dengan gawat jann. D RS rujukan bu dlakukan sectio caesarea .
Gawat pada bu MK terjad akbat adanya beltan tal pusat. Struktur tal pusat normal terdr dar dua arter umblkals, dan satu vena umblkals yang dkellng oleh wharton jelly lapsan luar, dan lapsan tunggal selaput amnon. Arter tal pusat tmbul dar aorta embro setelah berdferensas dan mengalam pertumbuhan, mereka menjad cabang-cabang arter laka nterna pada jann. Tal pusat dan jarngan penyusunnya terdr dar : lapsan luar amnon, wharton’s jelly, dua arter umblkals dan satu vena umblkals, yang drancang untuk melndung alran darah ke jann selama masa kehamlan sampa aterm. Lapsan
luar amnon dapat mengatur tekanan fluida di dalam tali pusat. Wharton’s jelly ds caran jelly untuk mencegah kompres pembuluh darah. Alran darah datur oleh otot polos d sektar arter yang bercampur dengan kolagen berdasarkan matrks ekstraseluler. Tal pusat berfungs untuk mengalrkan darah ke jann untuk pertumbuhan dan perkembangan jann.6,7 Beltan tal pusat menyebabkan terganggunya alran darah dar bu ke jann. Jann tdak menerma Oksgen cukup, sehngga mengalam hpoksa. Bla tdak d lakukan penyelamatan akan berakbat buruk. Hpoksa alah keadaan jarngan yang kurang oksgen. Tanpa oksgen yangTanpa oksgen yang adekuat, denyut jantung jann kehlangan varabltas dasarnya dan menunjukkan deseleras (perlambatan) lanjut pada kontraks uterus. Bla hpoksa menetap, glkolss (pemecahan glukosa) anaerob menghaslkan asam laktat dengan pH jann yang menurun. Menmbulkan bradkarda jann perssten ( denyut jantung jann < 100 x/ ment) yang bla tdak dperbak akan menmbulkan dekompresi respon fisiologis dan menyebabkan kerusakan permanen SSP dan organ lan serta kematan. 3,4
Perkembangan kondisi Bayi Baru Lahir
Bay lahr pukul 22.10 WITA segera menangs, gerakan aktf, APGAR score8-9, jens kelamn perempuan, terdapat beltan tal pusat, dan warna ar ketuban hjau keruh. Meskpun pada saat persalnan dtemu ketuban bu berwarna hjau keruh, bay tdak dlakukan resustas karena bay dapat menangs spontan. Setelah bay mendapatkan penanganan bay
baru lahr maka dlanjutkan dengan perawatan bay 1 jam pertama yang dlakukan oleh dokter anak. Hasl pemerksaan yang ddapat yatu keadaan umum bay bak, tangsan kuat, gerakan aktf, warna kult kemerahan, turgor kult normal, heart rate (HR) 142 kal/ ment, respiration rate (RR) 48 kal/ ment, suhu 37,2 0C, berat badan bay 2900 gram, dan kebershan daerah mata bersh. Dapat dtegakkan analsa berdasarkan pemerksaan yang telah dlakukan yatu Bay “Ny. MK” umur 1 jam lahr perabdomnal + neonatus aterm vgorous baby dalam masa adaptas. Bay dberkan perawatan tal pusat, dsuntkkan vtamn K 1 mg, dberkan salep mata, dan kehangatan bay djaga dengan menggunakan pakaan lengkap bay dserta dengan selmut bay dan juga top. Ketka terdeteks mengalam gawat jann, bu MK telah mendapatkan resustas ntra utern. Suatu prosedur tndakan untuk menngkatkan alran darah dan O2 dar bu ke jann. Setelah tu dlanjutkan dengan rujukan, serta penatalaksanaan dtempat rujukan yang sesua dengan protap/standar. Gawat jann selama proses persalnan, jka memperoleh penanganan yang tepat, mencegah kejadan kematan jann maupun bay.8,9,10