• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH KEBIDANAN ISSN X Volume 1 Nomor 2 Oktober 2013 Halaman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL ILMIAH KEBIDANAN ISSN X Volume 1 Nomor 2 Oktober 2013 Halaman"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL ILMIAH KEBIDANAN

ISSN 2338-669X

Volume 1 Nomor 2 Oktober 2013 Halaman 100 - 205

DUKUNGAN KELUARGA MENINGKATKAN KEPATUHAN PASIEN KANKER SERVIKS MENJALANI KEMOTERAPI

(Stud dlakukan d Ruang Cempaka Tmur RSUP Sanglah Denpasar)

N Putu Ayu Ctrawat, N Wayan Armn, N Nyoman Sundr 100 - 107 STIMULASI ORANG TUA MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BAYI UMUR

BULAN DI PUSKESMAS PEMBANTU DAUH PURI DENPASAR TAHUN 2012

Luh Putu Tarsh Rukmayant, Gust Ayu Marhaen, N Nyoman Sundr 108 - 114 PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT PERMAINAN EDUKATIF UNTUK ANAK

BALITA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DAN SUMBER INFORMASI Stud Dlakukan d Desa Dauh Pur Kauh Denpasar Tahun 2012

N Putu Hennyka Putr, N Nyoman Budan, N Wayan Armn 115 - 124 HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN

AIR SUSU IBU PADA BAYI UMUR SATU HARI SAMPAI TIGA BULAN

Stud Dlakukan d Pos Praktk Terpadu Poltekkes Denpasar dan Puskesmas Pembantu Dauh Pur Tahun 2012

N Luh Wyn. Ars Kardantn, N Nyoman Sundr, Julana Maulku 125 - 132 PERMASALAHAN REMAJA DAN PENANGGULANGANNYA

N Gust Kompang Srash 133 - 143

HERPES GENETALIS PADA MASA KEHAMILAN

N Ketut Somoyan, Luh Kadek Alt Arsan 144 - 154 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG INFEKSI

MENULAR SEKSUAL (IMS) DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN BEROBAT DI KLINIK TUNJUNG BIRU TAHUN 2012

Kadek Angge Wsandew Mayun, N Nyoman Sundr, N Wayan Armn 155 - 162 PROGRAM ANTENATAL CLASS MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP

IBU HAMIL DALAM MENYUKSESKAN INISIASI MENYUSU DINI

N Nyoman Sumash 163 - 175

PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN HIV DAN AIDS TENTANG PENYAKITNYA SETELAH MENERIMA KONSELING DI KLINIK PREVENTION MOTHER TO CHILD TRANSMISSION

Stud Dlakukan d RSUP Sanglah Denpasar Tahun 2012

N Luh Wwn Wrantar, N Ketut Somoyan, I Gust Ayu Surat 176 - 183 KAJIAN PERILAKU SISWA SMP TERKAIT PENCEGAHAN HIV/AIDS DI KOTA

DENPASAR

Made Wdh Gunapra Darmapatn 184 - 190

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN BIDAN DENGAN PRAKTIK

KEWASPADAAN UMUM DALAM ASUHAN PERSALINAN NORMALDI RUANG BERSALIN BLUD RSU KABUPATEN BADUNG

N Ketut Ra Sarn, N Luh Putu Sr Erawat, N Nyoman Sumash 191 - 198 KAJIAN GAWAT JANIN PADA PROSES PERSALINAN KALA I FASE LATEN

(2)
(3)

Editorial

Permasalahan remaja merupakan masalah sentral yang hangat dbcarakan saat n. Remaja mengalam perkembangan dan pertumbuhan dalam mencar denttas dan jat dr dan memlk kengnan yang besar untuk mencoba hal-hal yang baru. Permasalahan remaja muncul ketka perubahan yang terjad secara alamah tdak dkut kesapan remaja dalam menghadap perubahan dalam drnya dan dperberat dengan adanya perubahan sosal yang cepat. Ternspras dar hal tersebut maka Jurnal Ilmah Bdan eds kal n mengangkat tema n melalu artkel NGK Sriasih dalam Permasalahan remaja dan penanggulangannya, begtu pula Md Widhi Gunapria D pada artkel Kajan Perlaku Sswa SMP terkat Pencegahan HIV/AIDS d Kota Denpasar. Kehdupan remaja menjad begtu pentng karena nantnya mereka akan menjad bu yang melahrkan generas penerus bangsa, sehngga tema-tema kehamlan tetap menjad pembcaraan sepert pada artkel Ni Ketut Somoyani, dkk mengena Herpes Genetals Pada Masa Kehamlan. Dalam masa kehamlan seorang bu harus dbekal pengetahuan terkat kehamlannya sehngga proses n akan berjalan normal begtu pula pada tahap lanjut. Artkel Ni Nyoman Sumiasih, memaparkan hal tersebut dengan cermat pada Program Antenatal Class Menngkatkan Pengetahuan dan Skap Ibu Haml Dalam Menyukseskan Insas Menyusu Dn. Dsampng tu Ni Luh

Wayan Aris Kardiantini, dkk juga menamplkan Hubungan Insas Menyusu Dn

dengan Keberhaslan Pemberan ASI Pada Bay Umur 1 Har sampa 3 Bulan. Artkel

GA Marhaeni, dkk membahas Stmulus Orangtua Menngkatkan Perkembangan

Bay Umur 3-6 Bulan d Puskesmas Pembantu Dauh Pur Denpasar tahun 2012. Selan

tu, Ni Putu Hennyka Putri, dkk pula membahas pertumbuhan dan perkembangan

anak melalu Pengetahuan Ibu Tentang Alat Permanan Edukatf untuk Anak Balta Berdasarkan Karakterstk dan Sumber Informas.

Penngkatan kejadan HIV/AIDS d Bal tentunya menjad permasalahan yang patut dwaspada. Layaknya gunung es, penularannya semakn memperhatnkan.

Kadek Anggie Wisandewi, dkk dengan Hubungan Pengetahuan bu RT Tentang

Infeks Menular Seksual IMS dan Dukungan Suam dengan Kepatuhan Berobat d Klnk Tunjung Bru tahun 2012. Dsampng tu, Ni luh Wiwin Wirantari, dkk

mengangkat hal n melalu Pengetahuan dan Skap Ibu dengan HIV dan AIDS Tentang Penyaktnya Setelah Menerma Konselng d Klnk PMTCT. Terkat dengan hal tersebut Ni Wayan Armini, dkk juga membahas tentang Dukungan Keluarga Menngkatkan Kepatuhan Pasen Kanker Servk Menjalan Kemoterap, yang kta tahu bersama penyebab kanker servk adalah perlaku yang berkatan dengan seksualtas dan PMS. Semoga d eds mendatang akan banyak muncul beragam vs peneltan yang pada akhrnya akan menambah khasanah pengembangan lmu pengetahuan bag segenap keluarga besar Jurusan Kebdanan Poltekkes Kemenkes Denpasar.

(4)

KEPATUHAN PASIEN KANKER SERVIKS

MENJALANI KEMOTERAPI

(Studi dilakukan di Ruang Cempaka Timur RSUP Sanglah Denpasar)

Ni Putu Ayu Citrawati1, Ni Wayan Armini2, Ni Nyoman Suindri3

Abstract.Efficacy of chemotherapy treatment depends on patient adherence to

therapy. Family support affects the patient compliance. The purpose of this study was to identify family support, identifying compliance cervical cancer patients undergoing chemotherapy and analyzing compliance support families with cervical cancer patients undergoing chemotherapy.

This research is correlative with the analytic cross sectional approach on the subject. Data collection method used the interview guide. Data were analyzed by the Spearman rank correlation test.

The results showed that the median value of family support 44.5 (31-46), treatment compliance with the median value of 11 (8-12). Results of analysis of family support with treatment compliance p value < 0.001 with a correlation coefficient r = 0.702.

Conclusions of research results is a strong positive relationship exists between family support treatment compliance in patients with cervical cancer. Midwives are expected to provide education for cervical cancer patients’ families about the benefits of family support, especially before providing therapy to assist in patient care.

Keywords : chemoteraphy, cervical cancer, family support, patients

Abstrak. Keberhaslan pengobatan kemoterap sangat tergantung pada kepatuhan

pasen untuk menjalan terap. Dukungan keluarga mempengaruh kepatuhan pasien tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dukungan keluarga, mengidentifikasi kepatuhan pasien kanker serviks menjalani kemoterap dan menganalss hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasen kanker servks menjalan kemoterap.

Jens peneltan n adalah analtk korelatf dengan pendekatan subjek secara

cross sectional. Metode pengumpulan data yang dgunakan adalah dengan menggunakan pedoman wawancara. Data danalsa dengan menggunakan uj korelas Rank Spearman.

Hasl peneltan menunjukkan nla medan dukungan keluarga yatu 44,5 (31-46), kepatuhan berobat dengan nla medan 11 (8-12). Hasl analss dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat p value < 0,001 dengan koefisien korelasi r = 0,702.

(5)

Smpulan hasl peneltan yatu terdapat hubungan postf kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada pasen kanker servks. Bdan dharapkan memberkan penddkan bag keluarga pasen kanker servks tentang manfaat dukungan keluarga terutama sebelum memberkan terap sehngga membantu dalam perawatan pasen.

Kata Kunci : dukungan keluarga, kanker servks, kemoterap, pasen

Pendahuluan

Salah satu metode pengobatan pada pasen kanker servks stadum lanjut adalah kemoterap. Kemoterap menggunakan obat stostatka yang bersfat adjuvant artnya memperkecl atau menghambat pertumbuhan sel yang aktf membelah dan bekerja pada salah satu atau beberapa fase dar sklus sel sehngga perlu dberkan berulang/ berser.1 Waktu/lama terap tergantung

dar stadum penyakt, semakn besar stadum, semakn lama pula waktu terap. Faktor lan yatu usa, status kesehatan umum dan pertmbangan prbad.2

Mnmal frekuens kemoterap yang harus patuh djalan oleh pasen kanker servks stadum lanjut. Berdasarkan protap RSUP Sanglah, kemoterap dberkan berbass Csplatn dengan atau tanpa radoterap. Terap n terdr dar lma ser, tap ser membutuhkan waktu selama dua har dan nterval antar ser yatu tga mnggu. Prognoss kanker servks tergantung dar stadum penyakt. Five years survival rate atau potens sembuh jka menjalan terap untuk stadum I lebh dar 90%, untuk stadum II 60-80%, stadum III kra-kra 50%, dan untuk stadum IV kurang dar 30%.3

Stud pendahuluan d Ruang Gnekolog Cempaka Tmur RSUP Sanglah Denpasar mendapatkan data

jumlah pasen yang drawat d Ruang Cempaka Tmur pada tahun 2012 adalah 399 orang dmana sebesar 74 % atau 295 orang pasen kembal lag untuk menjalan terap sesua jadwal, sebesar 26 % atau 104 orang tdak kembal lag untuk menjalan terap. Dar 295 orang pasen yang datang untuk menjalan terap sebesar 95 % atau 280 orang pulang dalam keadaan membak dan sebesar 3,05 % atau 9 orang pasen pulang paksa atau dalam konds belum membak dan 1,95 % atau 6 orang mennggal duna, kesmpulan dar data yang ddapatkan yatu hampr sebagan pasen tdak kembal lag atau tdak patuh untuk menjalan terap.

Ketdakpatuhan seseorang dapat dsebabkan oleh beberapa faktor yatu pemahaman terhadap nstruks, kualtas nteraks, solas sosal dan keluarga serta keyaknan, skap dan keprbadan seseorang.4 Keberhaslan atau efektvtas

pengobatan yang besar serta kepatuhan berobat jangka panjang pada pasen yang dterap sebagan besar sangat dtentukan oleh dukungan keluarganya. Dukungan keluarga dapat dberkan dengan berbaga macam jens dukungan sepert dukungan nstrumental, nformatf, penlaan/penghargaan dan emosonal.5

Hasl peneltan dar Nurwasah (2012) memperkuat hasl peneltan n dmana hubungan dukungan sosal dengan

(6)

kepatuhan pasen kanker menjalankan program kemoterap ddapatkan p value

= 0,005 dengan α = 0,05 sehingga p < 0,05. Pasen dengan dukungan sosal yang tngg cenderung mematuh jadwal kemoterap yang notabene terdr lebh dar 1 ser/ lebh dar 1 kal terap.6

Faktor lan yang mempengaruh ketdakpatuhan pasen kanker servks dalam menjalan terap juga dungkapkan oleh Sar (2008) dalam peneltannya mengena faktor yang mempengaruh keterlambatan pasen kanker servks dalam menjalan pengobatan bahwa selan dukungan keluarga ada faktor lan yang mempengaruh ketdakpatuhan pasen yatu pengetahuan yang kurang tentang kanker servks, adanya rasa takut, malu dan rasa nyer yang menmbulkan kecemasan tersendr bag penderta sebaga faktor nternal. Faktor eksternalnya yatu sosal ekonom yang rendah, jangkauan terhadap pelayanan kesehatan, gangguan dalam kehdupan sosal dan pekerjaan, adanya kebutuhan lan dan pengetahuan keluarga sebaga pendukung pengobatan kurang. Faktor-faktor sepert yang terungkap tersebut mempengaruh kepatuhan pasen dengan kekuatan yang berbeda-beda.7 Berdasarkan uraan d atas

maka dapat dbuat rumusan masalah sebaga berkut: Bagamana dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasen kanker servks menjalan kemoterap. Adapun tujuan peneltan n adalah a) Mengidentifikasi dukungan keluarga terhadap pasen kanker servks, b) Mengidentifikasi kepatuhan pasien kanker servks menjalan kemoterap, c) Menganalss hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasen

kanker servks menjalan kemoterap. Manfaat dlakukan peneltan n adalah upaya menngkatkan kualtas pelayanan kesehatan reproduks dengan melbatkan peran serta aktf keluarga dalam mendukung pelaksanaan terap kanker.

Metode

Subjek peneltan n adalah pasen kanker servks d Ruang Cempaka Tmur Rumah Sakt Umum Pusat Sanglah Denpasar pada bulan Januar sampa Pebruar tahun 2013 yang sesua dengan krtera nklus dengan besar sampel 30 orang. Subjek peneltan dambl secara

accidental sampling dengan rancangan peneltan analtk korelatf dan pendekatan cross sectional. Instrumen pengumpulan data pengetahuan berupa pedoman wawancara. Statstk yang dgunakan untuk menguj hpotess korelatf dgunakan analss korelas

Rank Spearman.8

HASIL PENELITIAN

Pada tabel 1 tampak bahwa dukungan keluarga terhadap pasen kanker servks dengan nla medan yang ddapatkan 44,5

Tabel 1. Dukungan Keluarga terhadap Pasien Kanker Serviks

Dukungan keluarga

Medan 44,5

Rentang 31 – 46

Nla Maksmum 46

(7)

Berdasarkan tabel 2 tampak bahwa kepatuhan pasen kanker servks menjalan kemoterap dengan nla medan 11.

Tabel 2 Kepatuhan Pasien Kanker Serviks Menjalani Kemoterapi Kepatuhan Menjalani Kemoterapi

Medan 11

Rentang 8 – 12

Nla Maksmum 12

nla Mnmum 8

Berdasarkan tabel 3, hasl analss hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasen kanker servks menjalan kemoterap mendapatkan p value ≤ 0,001 dengan koefsen korelas r = 0,702.

Tabel 3. Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pasien Kanker

Serviks Menjalani Kemoterapi

Dukungan Keluarga n Kepatuhan Berobat r p value > 11 < 11 f % f % > 44,5 15 13 86,67 2 13,33 0,702 < 0,001 < 44,5 15 0 0 15 100

Keterangan : r =Koefisien KorelasiRank Spearman

Pembahasan

Peneltan terhadap responden d Ruang Cempaka Tmur RSUP Sanglah Denpasar selama rentang waktu Januar sampa Pebruar 2013 menunjukkan hasl bahwa nla medan untuk dukungan keluarga adalah 44,5. Nla maksmum dperoleh 46 dan nla mnmum 31. Responden yang memlk

nla berdasarkan medan tersebut adalah dalam jumlah yang sembang. Hasl wawancara menunjukkan pada responden yang memlk nla lebh kecl atau sama dengan 44,5 adalah responden kurang merasakan adanya dukungan yang dar keluarga mereka. Fredman, dkk (2008) menyatakan jens dukungan yang dterma tergantung pada seberapa besar masalah yang membutuhkan dukungan tersebut serta ketersedaan dukungan sepert adanya rasa kepedulan dar phak lan selan keluarga sepert orang lan d sektarnya.9

Hasl wawancara mendapatkan hasl tdak semua pasen kanker servks yang menjalan pengobatan beberapa kal dan telah memperlhatkan efek sampng terap dtangan keluarganya dengan penanganan secara psks. Selama wawancara hal yang palng drasakan pasen adalah bahwa keluarga mereka menyasat mual tu dengan memberkan hal-hal yang dngnkan pasen msalnya makan banyak buah, dan lan-lan.

Hal lan yang drasakan oleh pasen adalah kurang adanya penghargaan jka pasen telah berhasl melewat masa-masa sult mengatas rasa mnder akbat dampak terap yang tmbul ataupun pujan yang terungkap saat pasen berhasl membujuk dr sendr untuk berobat, karena hampr seluruh pasen mengatakan bahwa pengobatan kanker servks adalah sebuah momok yang menakutkan. Pernyataan n sesua dengan pendapat Anonm (2008) bahwa pujan, ungkapan kata yang memberkan rasa bangga adalah menyatakan sesuatu yang postf tentang

(8)

seseorang, dengan tulus dan sejujurnya. Pujan tu adalah sesuatu ucapan yang membuat orang yang mendengarnya merasa tersanjung, sehngga dapat juga memberkan motvas kepada orang yang dpuj dan membuat orang merasa labh bak. Katherne Fullertone dalam Anonm (2008) menyatakan bahwa orang akan merasa lebh senang bla d bertahu kalau a adalah orang yang menyenangkan.10 Jad, dukungan

keluarga juga sangat pentng dberkan apabla bsa berdampak pada psks pasen.

Hasl peneltan tentang kepatu-han berobat menunjukkan varabel kepatuhan berobat memlk nla medan 11, nla maksmum dperoleh 12 dan nla mnmum delapan dmana terlhat bahwa jumlah responden lebh banyak memlk nla kepatuhan kurang dar nla medan. Berdasarkan hasl wawancara nla n dperoleh dar pengetahuan pasen serta keluarga yang kurang tentang penanganan kanker servks. Adanya pengetahuan bsa membangktkan motvas dalam dr seseorang sementara pengetahuan keluarga dperlukan sebaga fasltator pasen dalam menjalan terap, bak tu sebaga pember nformas, pendampng, dan lan-lan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruh kepatuhan seseorang terutama dalam hal kesehatan yatu faktor endogen (genetk) dan eksogen. Faktor endogen melput umur, ras, jens kelamin, fisik, kepribadian, bakat dan ntelegens, sedangkan faktor eksogen melput lngkungan, penddkan, agama, sosal ekonom (pekerjaan), kebudayaan dan lannya (emos, perseps dan susunan

saraf pusat).11 Faktor-faktor n salng

terkat dan mempengaruh satu sama lan., begtu pula dengan hasl peneltan n dmana ada karakterstk responden yang mempengaruh hasl sehngga sebagan besar responden memlk nla kepatuhan berobat lebh kecl atau sama dengan 11. Karakterstk tu adalah umur, penddkan, pekerjaan dan partas responden.

Hasl peneltan menunjukkan responden yang memlk nla kepatuhan berobat lebh kecl atau sama dengan 11 berada pada golongan umur 46 – 55 tahun. Saat pengamatan dlakukan pasen yang berada pada golongan usa tersebut memlk pengetahuan yang kurang tentang pengobatan yang sedang djalannya. Hal n sesua dengan pernyataan yang dbuat oleh Dzon (2011) bahwa seseorang yang telah dalam tahap lanjut usa atau pengobatan telah sampa dalam tahap manajemen akhr hdup (palatf) akan cenderung pasrah bak pada penyakt maupun hdupnya sehngga pada usa n serng dtemukan ketdakpatuhan berobat.2

Pengamatan berdasarkan ka-rakterstk penddkan menunjukkan bahwa responden dengan penddkan SD memlk nla kepatuhan berobat lebh kecl atau sama dengan 11 Penddkan seseorang mempengaruh pengetahuannya, semakn tngg tngkat penddkan semakn tngg pula pengetahuannya tentang sesuatu.12

Seorang pasen dengan pengetahuan yang kurang tentang apa yang sedang djalannya berpengaruh pada kepatuhan berobat dmana karena ketdaktahuan maka tujuan dan manfaat pengobatan tdak dketahu dengan bak.

(9)

Pengamatan berdasarkan ka-akterstk pekerjaan menunjukkan bahwa responden yang tdak bekerja memlk nla kepatuhan berobat lebh kecl atau sama dengan 11. Hal n menunjukkan bahwa dengan bekerja maka pergaulan akan semakn luas, nformas yang ddapat dar berbaga meda semakn banyak yang sekalgus menambah pengetahuan.12 Semakn

banyak nformas yang ddapat tentang manfaat pengobatan kanker servks, maka akan semakn patuh menjalan pengobatan .

Pengamatan berdasarkan ka-rakterstk partas menunjukkan bahwa responden multpara yang memlk nla kepatuhan berobat lebh kecl atau sama dengan 11. Hasl peneltan Dew (2008) menyebutkan salah satu faktor eksternal yang mempengaruh keterlambatan penderta dalam pengobatan adalah adanya gangguan sosal, dsebutkan bahwa gangguan sosal n bersumber pada adanya kesbukan dalam keluarga sehngga mempengaruh ketdakpatuhan.13 Duvall dalam

Sunaryo (2004) menyebutkan gangguan sosal dalam keluarga salah satunya karena masalah dalam manajemen pengasuhan anak yang dapat berdampak pada ketersedaan waktu luang untuk melakukan perawatan terhadap dr. Status bu dengan banyak anak yang seharnya sbuk merawat anak-anaknya menyebabkan waktu untuk melakukan perawatan tdak sesua jadwal.11

Hasl peneltan menunjukkan p value untuk dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat adalah < 0,001 dmana Ho dtolak jka p value < 0,05 yang artnya ada hubungan bermakna antara

dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada pasen kanker servks. Arah korelas postf yatu semakn besar nla dukungan keluarga semakn besar pula kepatuhan berobat pasen. Nla tersebut juga berart terdapat korelas yang kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada pasen kanker servks.

Keberadaan dukungan keluarga sangat mempengaruh kepatuhan berobat sepert pernyataan dar Nven (2002) dukungan keluarga merupakan faktor pentng dalam kepatuhan terhadap program-program meds. Ada banyak faktor yang menyebabkan ketdakpatuhan sepert faktor eksternal dan nternal pasen. Faktor eksternal adalah termasuk juga dukungan keluarga tu sendr, sementara faktor nternal adalah konds dalam dr pasen tersebut. Faktor dukungan keluarga tdak hanya mutlak sebaga faktor yang berpengaruh tetap sebaga faktor pendukung pasen kanker servks akan patuh berobat.4 Faktor lan yang

berpengaruh adalah motvas dr. Hal n sejalan dengan peneltan Sar (2008) d Pol Onkolog RS Dr.Soetomo yatu faktor nternal sepert pengetahuan yang kurang tentang kanker servks, adanya rasa takut, malu dan rasa nyer yang menmbulkan kecemasan tersendr bag penderta. Faktor eksternalnya yatu sosal ekonom yang rendah, jangkauan terhadap pelayanan kesehatan, gangguan dalam kehdupan sosal dan pekerjaan, adanya kebutuhan lan dan pengetahuan keluarga sebaga pendukung pengobatan kurang.7

Hasl peneltan dar Nurwasah (2012) memperkuat hasl peneltan

(10)

n dmana hubungan dukungan sosal dengan kepatuhan pasen kanker menjalankan program kemoterap ddapatkan p value = 0,005 dengan α = 0,05 sehingga p < 0,05 maka H0 dtolak, jad ada hubungan antara dukungan sosal dengan kepatuhan pasen menjalan kemoterap.6 Teor

Green menyatakan bahwa dukungan keluarga termasuk dalam faktor penguat (reinforcing factors) yatu faktor yang membuat seseorang bersemangat untuk melakukan perubahan perlaku dalam hal n menjad lebh memperhatkan hal-hal yang sedang djalankan.12

Adanya dukungan keluarga dapat memberkan efek postf dan negatf. Efek postfnya yatu membantu ndvdu merasa lebh bak terhadap drnya sendr dan hubungannya dengan orang lan, msalnya dukungan tu dapat berbentuk menolong ndvdu dalam stuas sult dengan menambahkan skap postf. Efek negatf dar dukungan n yatu dukungan yang terseda tdak danggap sebaga suatu yang membantu karena dukungan yang dberkan tdak cukup, dukungan yang dberkan tdak sesua dengan kebutuhan ndvdu, sumber dukungan memberkan contoh yang buruk, tdak mendukung ndvdu dalam melakukan sesuatu yang dngnkan, terlalu menjaga sehngga dperlukan pengetahuan tentang pentngnya dukungan keluarga pada keluarga yang membutuhkan.

Kesimpulan Dan Saran

Setengah dar responden men-dapatkan dukungan keluarga yang lebh besar dar nla medan, hampr setengah responden mendapatkan nla

kepatuhan berobat yang lebh besar dar nla medan, terdapat hubungan postf kuat antara dukungan keluarga dengan kepatuhan berobat pada pasen kanker servks.

Peneltan lebh lanjut perlu dlakukan untuk menelt faktor-faktor lan yang mendorong pasen kanker servks untuk patuh menjalan kemoterap, serta dbuat dengan desan peneltan kualtatf.

Daftar Pustaka

1. Sukaca,E.B. Cara Menghadap Kanker Servks. Yogyakarta : Genus Prntka ; 2009.

2. Dzon, dkk. 100 Tanya Jawab mengena Kanker Servks. Jakarta : Indeks ; 2011.

3. Graca, A., Cervcal Cancer. 2006. (onlne), avalable : www.emedcne. com, (30 Agustus 2012).

4. Nven, Nel. Pskolog Kesehatan: Pengantar untuk Perawat dan Profesonal Kesehatan Lan. Jakarta : EGC ; 2002.

5. Setad. Konsep dan Proses Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Graha Ilmu ; 2008.

6. Nurwasah. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasen Kanker Menjalankan Program Kemoterap d Gedung A, Rumah Sakt Cpto Mangunkusumo. 2012. (onlne) , avalable: http://psk-umj. ac.d/lbrary/ndex.php?p=show_ detal&d=497,(16 Pebruar 2013) 7. Sar,Ratna. Faktor yang

Mempengaruh Keterlambatan Pasen Kanker Servks dalam Memerksakan Dr. 2008. (onlne), avalable: http://sjd.pd.lp.go.d/

(11)

admn/jurnal/1030897105.pdf,(14 Pebruar 2013)

8. Dahlan M.S. Statstk untuk Kedokteran dan Kesehatan. Eds ke-3. Jakarta. Salemba Medka ; 2008.

9. Fredman, M. Keperawatan Keluarga : Teor dan Praktk. Jakarta : EGC ; 2007.

10. Anonm. Pujan. 2008. (onlne), avalable : http://d.wkpeda.org/ wk/Pujan, (19 Pebruar 2013)

11. Sunaryo. Pskolog untuk Keperawatan. Jakarta: EGC ; 2004. 12. Notoatmodjo S. Promos kesehatan

teor dan aplkas. Cetakan pertama. Jakarta: Rneka Cpta ; 2005

13. Dew, Irmala. Hubungan Ferekuens Kemoterap denganKualtas Hdup pada Pasen Kanker Servks d Ruang Cempaka Tmur RSUP Sanglah Denpasar,(skrps). Program Stud Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Unverstas Udayana ; 2012.

(12)

PERKEMBANGAN BAYI UMUR 3-6 BULAN DI

PUSKESMAS PEMBANTU DAUH PURI DENPASAR

TAHUN 2012

Luh Putu Tarsih Rukmayanti1, Gusti Ayu Marhaeni2, Ni Nyoman Suindri3,

Abstract. Optimal child development that would be achieved if the right

stimulation provided by parents for each stage of development. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the stimulation provided by the parents of the baby’s development. Studies using cross-sectional design. Sample was composed of fifty couples parents and babies aged three to six months. Samples were collected with accidental sampling techniques and selected based on the inclusion criteria. Data were collected through questionnaires and KPSP sheet. Correlational analysis used Fisher’s Exact Test. Analysis of the data showed 70% of parents provide good stimulation to their infants, while 30% of parents provide enough stimulation. Evaluation of infant development KPSP sheet shows 88% of infants had stage development according to age, while 12% in dubious development. Correlational analysis showed 97.14% of the infants with both stimulation and the development of appropriate and 2.85% which stimulated his development quite dubious (p = 0.007, 95% CI), while 66.66% of infants with significant progress has development good and 33.33% of them doubts development (p = 0.007, 95% CI). The results showed that the development of the baby would be better if the stimulation was provided. This suggests that shareholders should play a role in the health center program to promote the importance of stimulation for the baby’s development.

Keywords :Stimulation; Parents; Children developments

Abstrak. Perkembangan anak yang optmal akan tercapa bla stmulas yang

tepat dberkan oleh orang tua untuk setap tahap perkembangan . Tujuan dar penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas stimulasi yang diberikan oleh orang tua terhadap perkembangan bay. Peneltan menggunakan rancangan cross sectional. Sampel adalah lma puluh pasangan terdr dar orang tua dan baynya yang berumur tga sampa enam bulan. Sampel dkumpulkan dengan teknk

accidental sampling dan dplh berdasarkan krtera nklus. Data dkumpulkan melalu kuesoner dan lembar KPSP. Analss korelasonal dgunakan Fisher Exact Test . Analss data menunjukkan 70 % orang tua memberkan stmulas yang bak pada bay mereka, sementara 30 % orang tua memberkan stmulas yang cukup. Evaluas perkembangan bay dar lembaran KPSP menunjukkan

(13)

88 % bay memlk tahap pengembangan sesua usa, sedangkan 12 % dalam perkembangan meragukan. Analss korelasonal menunjukkan 97,14 % bay dengan stmulas bak dan perkembangan yang sesua dan 2,85 % yang mendapat stmulas cukup perkembangan nya meragukan ( p = 0,007 , 95 % CI ) , sedangkan 66,66 % bay dengan perkembangan yang cukup memlk perkembangan yang bak dan 33,33 % dar mereka perkembangannya meragukan (p = 0,007 , 95 % CI) . Hasl peneltan menunjukkan bahwa perkembangan bay akan lebh bak jka stmulas yang bak dberkan. Berdasarkan hasl peneltan n dsarankan bahwa pemegang program d Puskesmas harus berperan untuk mensosalsaskan pentngnya stmulas bag perkembangan bay .

Kata kunci: Stmulas; Orang tua; Perkembangan bay

Perkembangan adalah ber-tambahnya struktur dan fungs tubuh yang lebh kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bcara dan bahasa serta sosalsas dan kemandran. Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan n tdak bersfat kuanttatf, melankan kualtatf. Perkembangan tdak dtekankan pada seg materal, melankan seg fungsonal.1

Tumbuh kembang bay perlu drangsang oleh orang tua agar dapat tumbuh dan berkembang secara optmal. Peran aktf orang tua untuk memantau perkembangan bay sangat dperlukan terutama saat anak mash berada dbawah usa lma tahun. Setap anak perlu mendapatkan stmulas rutn sedn mungkn dan terus menerus pada setap kesempatan. Saat n mash banyak orang tua yang kurang memperhatkan pentngnya stmulas pada anak karena mash banyak anggapan bahwa anak akan tumbuh dan berkembang secara alam. Stmulas merupakan hal yang pentng dalam tumbuh kembang anak. Semakn dn stmulas yang dberkan, maka perkembangan anak akan semakn

bak. Semakn banyak stmulas yang dberkan maka perkembangan anak semakn optmal. Stmulas yang dberkan sejak dn akan mempengaruh perkembangan otak. Otak akan semakn berkembang apabla stmulas yang dberkan semakn banyak. Selan tu, penanganan kelanan atau stmulas yang sesua sejak dn dapat memnmalsas dsfungs tumbuh kembang anak sehngga mencegah terjadnya dsfungs permanen. Kurangnya stmulas dapat menyebabkan penympangan tumbuh kembang anak bahkan gangguan yang menetap.1,2,3

Hasl stud pendahuluan yang dlakukan d Puskesmas Pembantu Dauh Pur pada bulan Oktober 2012 dar 10 orang bu hanya empat (40 %) bu yang mengetahu tentang stmulas yang dlakukan pada anak dan 60 % bu belum mengetahu tentang stmulas pada anak, dan 20 % dar bay bu tersebut mengalam keterlambatan perkembangan. Selan tu d Puskesmas Pembantu Dauh Pur belum pernah dadakan penyuluhan secara langsung mengena manfaat stmulas pada perkembangan anak.

(14)

Stmulas orang tua adalah suatu upaya orang tua untuk merangsang perkembangan anak yang dlakukan sejak lahr dengan mengajak anak berman dalam suasana penuh gembra dan kash sayang. Stmulas tumbuh kembang anak dapat dlakukan oleh bu, ayah maupun penggant/pengasuh anak sedn mungkn secara terus menerus pada setap kesempatan. Stmulas atau rangsangan yang dberkan dapat berupa kesempatan berman, fasltas belajar, atau mater (msalnya certa atau bacaan), yang dapat memcu anak untuk belajar atau mengolah pelajaran. Rangsangan juga bsa berbentuk sentuhan yang abstrak, msalnya dukungan dan keterlbatan orang tua dalam belajar anak sangat besar peranannya serta memlk kontrbus yang akan dmakna sebaga motvas oleh anak.4,5,6

Tujuan dar peneltan n adalah untuk menemukan manfaat stmulas orang tua dalam menngkatkan perkembangan bay umur 3-6 bulan d Puskesmas Pembantu Dauh Pur Denpasar Tahun 2012.

Metode

Peneltan n menggunakan rancangan analtk observasonal dengan analtk observasonal dengan pendekatan Cross Sectiona. Peneltan n dlakukan d Puskesmas Pembantu Dauh Pur wlayah kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Pengamblan data dlaksanakan pada tanggal 27 Desember 2012 sampa 24 Januar 2013. Sampel dalam peneltan n adalah pasangan orang tua dan baynya yang berumur 3-6 bulan yang dambl sesua dengan krtera nklus dalam populas. Teknk samplng dalam peneltan n adalah

non probability sampling yatu dengan “accidental sampling”

Data yang dkumpulkan dalam peneltan n adalah data prmer yang berupa data yang dperoleh dengan memberkan kusoner kepada orang tua yang menjad responden dan melakukan pengamatan pada anak dengan lembar KPSP.

Proses peneltan dmula dar penyusunan nstrumen peneltan berupa kusoner, dlanjutkan dengan pengajuan jn, kemudan pelaksanaan peneltan. Kusoner telah dlakukan uj pakar dan uj coba kusoner d Puskesmas II Denpasar Barat.

Analsa data dmula dengan AnalssAnalss univariate untuk menggambarkan dstrbus frekuens dan propors dar masng-masng varabel yang dsajkan dalam bentuk tabel dan naras. Pengujan hpotess dlakukan dengan Uji mutlak fisher digunakan karena hasl peneltan tdak memenuh syarat uj chi square. Nla kemaknaan dalam peneltan n adalah p < 0,05. Penarkan kesmpulan setelah analss data dlhat dar p value, yatu nla p

< 0,05 maka Ho dtolak yang berart Ha dterma, yatu akan menunjukkan bahwa stmulas orang tua efektf untuk efektf untuk menngkatkan perkembangan bay umur 3-6 bulan d Puskesmas Pembantu Dauh Pur tahun 2012.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Responden dalam peneltan n adalah seluruh pasangan orangtua dan baynya yang berumur 3-6 bulan yang akan mendapatkan pelayanan munsas d Puskesmas Pembantu Dauh Pur dan memenuh krtera nklus. Adapun dstrbus frekuens karakterstk res-ponden peneltan dapat dlhat pada tabel berkut n.

(15)

Tabel 1.

Distribusi Responden Penelitian (Orang Tua) Berdasarkan

Karakteristik

Karakterstk Sampel Jumlah

(Orang) Persentase(%) 1. Umur a. 35-39 tahun tahun b. 30-34 tahun tahun c. 25-29 tahun tahun d. 20-24 tahun e. 15-19 tahun 9 18 5 16 2 18 36 10 32 4 Total 50 100 2. Penddkan a. Tngkat penddkan dasar (SD dan SMP)asar (SD dan SMP)SD dan SMP)SMP) b. Tngkat penddkan

menengah (SMA/enengah (SMA/ sederajat) c. Tngkat penddkan tngg (Dploma/ Sarjana) 22 23 5 44 46 10 Total 50 100 3. Pekerjaan a. Kedua orang tua

bekerja b. Salah satunya bekerja 14 36 28 72 Total 50 100

Tabel 2 d atas menggambarkanatas menggambarkan sebagan besar bay yang menjad responden memlk umur empat bulan yatu sebanyak 20 orang (40%) dan menurut karakterstk jens kelamn, lak-lak sebanyak 27 orang (54%). Berdasarkan karakterstk kedudukan bay dalam keluarga sebanyak 21 orang responden (42%) anak pertama dalam keluarga

Hasl pengamatan terhadap responden berdasarkan varabel peneltan dapat dpaparkan sebaga berkut :

1. Stmulas yang dberkan orang tua pada anak umur 3-6 bulan

Tabel 3.

Distribusi Frekuensi Stimulasi Orang Tua pada Bayi

Umur 3-6 Bulan

Stmulas f %

Bak 35 70

Cukup 15 30

Jumlah 50 100

Berdasarkan tabel 3 datas mengena stmulas yang dberkan orang tua kepada anak umur 3-6 bulan dtemukan sebanyak 35 orang responden peneltan (70%) memberkan stmulas yang bak pada baynya dan tdak ada responden yang kurang memberkan stmulas pada anaknya.

2. Perkembangan anak umur 3-6 bulan

Tabel 4.

Distribusi Frekuensi Perkembangan

Anak Umur 3-6 Bulan.

Perkembangan F %

Sesua 44 88

Meragukan 6 12

Jumlah 50 100

Berdasarkan tabel 4 d atas dtemukan sebanyak enam orang responden (12%) memlk per-kembangan yang meragukan dan tdak ada responden yang mengalam penympangan.

1. Hubungan stmulas orang tua dengan perkembangan bay umur 3-6 bulan

(16)

Tabel 5.

Hubungan Stimulasi Orang Tua Dengan Perkembangan Bayi

Umur 3-6 Bulan Bulan

St-mulas Perkembangan anak n Nla P CI 95% Sesua Meragukan F % f % Bak 34 97,14 1 2,85 35 0,007 0,006-0,564 Cukup 10 66,66 5 33,33 15

Berdasarkan tabel 5 datas, responden (bay) yang mendapatkan stmulas bak memlk perkembangan sesua dengan umur sebanyak 34 orang (97%), sedangkan responden yang mendapatkan stmulas cukup memlk perkembangan yang sesua dengan umur sebanyak 10 orang (66,66%).

Hasl peneltan n danalss menggunakan uj alternatf fisher exact. Hasl analss ddapatkan bahwa nla p=0,007. Hasl analss tersebut menunjukkan bahwa p<0,05, yang berart stmulas orang tua efektf untuk menngkatkan perkembangan bay umur 3-6 bulan.

Stimulasi yang diberikan orang tua pada bayi umur 3-6 bulan

Dar peneltan yang telah dlakukan sebagan besar orang tua memberkan stmulas yang bak dan sesua dengan usa bay, konds tersebut dapat terjad karena pemberan stmulas oleh orang tua dpengaruh oleh beberapa faktor. Penddkan orang tua merupakan salah satu faktor yang pentng dalam tumbuh kembang anak karena dengan penddkan yang bak maka orang tua dapat menerma segala nformas dar luar terutama tentang cara pengasuhan anak yang bak. Umur orang tua mempengaruh kesapan orang tua dalam menjalankan perannya, termasuk

kesapan dalam mengasuh anak. Dsampng tngkat penddkan dan umur, pekerjaan orang tua juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruh pemberan stmulas pada anak. Orang tua memegang peranan terbesar dalam menddk anak sebab orang tua memlk peranan yang pentng untuk merangsang potens yang dmlk oleh anak. Orang tua yang keduanya bekerja serngkal hanya memlk waktu yang terbatas untuk anaknya, namun bla mereka mampu memanfaatkan waktu yang dmlk dengan maksmal maka pemberan stmulas akan jauh lebh optmal dbandngkan dengan orang tua yang salah satunya bekerja namun kurang panda dalam mengelola waktu bersama anaknya.7,8

Perkembangan bayi umur 3-6 bulan

Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjad pada anak dlhat dar berbaga aspek. Setap anak akan melalu urutan tahap perkembangan yang sama dan berlangsung secara berurutan. Anak harus mencapa tngkat perkembangan tertentu dalam satu tahap sebelum a bsa beralh ke tahap berkutnya.

Banyak faktor-faktor yang terlbat dalam perkembangan anak. Umur anak memlk pengaruh terhadap perkembangan anak. Semakn bertambahnya umur seorang anak maka organ-organ tubuh anak akan semakn matang dan fungs organ tubuh tersebut juga akan semakn kompleks, hal tersebut dapat menyebabkan perkembangan anak semakn bertambah. Hal n ddukung oleh hasl peneltan yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan postf antara umur anak dengan perkembangan. Dmana semakn menngkat umur anak maka perkembangan anak akan

(17)

semakn bak. Jens kelamn akan mempengaruh aktvtas berman anak. aktvtas berman akan mempengaruh perkembangan anak. Hal n sesua dengan teor yang menyatakan bahwa jens kelamn memlk pengaruh terhadap perkembangan anak. Selan tu jumlah anak yang banyak mengakbatkan kurangnya kash sayang dan perhatan pada anak, juga kurang terpenuhnya kebutuhan anak. Menurut teor dkatakan bahwa pada umumnya semakn dekat jarak usa anak dengan saudara kandungnya maka pengaruh dantara mereka akan semakn besar.2,7,9,10

Stimulasi orang tua efektif me-ningkatkan perkembangan bayi umur 3-6 bulan.

Dalam peneltan n sebagan besar responden (bay) yang mendapatkan stmulas bak memlk perkembangan yang bak pula. Dar peneltan ddapatkan responden yang mendapatkan stmulas bak ada yang memlk perkembangan yang meragukan terutama pada aspek perkembangan motork kasar. Hal n dapat terjad karena selan stmulas terdapat faktor-faktor lan yang dapat mempengaruh perkembangan anak sepert nutrs. Nutrs yang adekuat dapat membantu anak untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan bak sedangkan nutrs yang buruk dapat menghambat pertumbuhan otak dan dapat menurunkan kemampuan otak dalam mencatat, menyerap dan mengolah nformas. berdasarkan peneltan yang dlakukan d Vetnam dperoleh hasl bahwa anak yang mendapatkan kombnas nutrs dan stmulas memlk perkembangan yang lebh bak dbandngkan dengan anak yang hanya menerma stmulas saja atau hanya mendapat nutrs yang

bak saja. Selan nutrs yang adekuat, lngkungan pengasuhan dan juga stabltas keluarga dapat mempengaruh perkembangan anak. Lngkungan yang bak dan orang tua yang harmons akan membantu perkembangan anak menjad lebh bak. Berdasarkan peneltan yang dlakukan d Inda dkatakan bahwa ntervens atau stmulas yang dberkan sejak dn mampu menngkatkan perkembangan anak dan mencegah hlangnya potens perkembangan anak. Stmulas memankan peranan yang pentng dalam perkembangan otak anak. Semakn dn stmulas yang dberkan maka perkembangan otak anak akan semakn kompleks. Hasl peneltan d Jamaka menunjukkan bahwa stmulas yang dberkan kepada anak dapat menngkatkan perkembangan motork anak, kemampuan bcara anak, dan mempengaruh perkembangan emosonal.11,12,13

Simpulan

Berdasarkan hasl analss data dan pembahasan yang telah dlakukan sebelumnya maka dapat dsmpulkan sebaga berkut :

1. Sebagan besar orang tua (70%) yang memlk bay umur 3-6 bulan d Puskesmas Pembantu Dauh Pur memberkan stmulas yang bak terhadap baynya.

2. Perkembangan bay umur 3-6 bulan yang mendapat stmulas d Puskesmas Pembantu Dauh Pur sebagan besar (97,14%) sudah sesua dengan umur.

3. Stmulas yang dberkan oleh orang tua efektf menngkatkan perkembangan bay umur 3-6 bulan. Dmana semakn bak stmulas yang dberkan maka perkembangan anak juga semakn bak.

(18)

Saran

Mengacu pada hasl peneltan yang telah dlakukan ada beberapa saran yang dapat penelt sampakan, dantaranya adalah saran kepada:

1. Kepada pemegang program SDIDTK d Puskesmas II Denpasar Barat dan pemegang program munsas d Puskesmas Pembantu Dauh Pur dharapkan dapat membantu mensosalsaskan pentngnya stmulas yang dberkan orang tua kepada anak guna mengoptmalkan perkembangan anak melalu penyuluhan. Penyuluhan yang dapat dberkan bak tu mengena manfaat tujuan maupun cara memberkan stmulas yang benar.

2. Kepada penelt selanjutnya dharapkan lebh mengembangkan peneltan mengena perkembangan anak dengan mengamat faktor-faktor lan yang dapat mempengaruh perkembangan anak

Daftar Pustaka

1. Depkes RI. Pedoman Pelaksanaan Stmulas Deteks Dan Intervens Dn Tumbuh Kembang Anak Dtngkat Pelayanan Kesehatan Dasar Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2005 2. Herawat T. Stmulas Perkembangan

Motork Dan Kecerdasan Anak. (onlne), avalable from: http:// pustaka.unpad.ac.d (5 September 2012); 2011

3. Chamda A. Pentngnya Stmulas Dn Bag Tumbuh Kembang Otak Anak. (onlne), avalable from: http://staff.uny.ac.d (28 September 2012); 2009

4. Asmawat S. Pengaruh Stmulas Orang Tua Terhadap Perkembangan Motork Anak Usa Dn. (onlne),avalable from: http://

ghanest.blogspot.com (15 Oktober 2012); 2009

5. Suherman. Buku Saku Perkembangan Anak. Jakarta: EGC; 2012

6. Susanto A. Perkembangan Anak Usa Dn Pengantar Dalam Berbaga Aspeknya. Jakarta: Kencana Prenada Meda Grup; 2011

7. Soetjnngsh. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC; 2002

8. Herlna, T., Subagyo & Agustn. Perbedaan Perkembangan Anak Usa 4-5 Tahun Antara Yang Ikut PAUD dan Tdak Ikut PAUD. Jurnal Peneltan Kesehatan Forkes 2010;I (4): 246-258.

9. Hurlock. E. Buku Ajar Perkembangan Anak Eds I. Jakarta: Erlangga; 2000

10. Wong et.al. Buku Ajar Keperawatan Pedatrk volume I. Jakarta: EGC; 2009

11. Watanabe K, Flores, R, Fujwara J, and Huong Tran L.T. Early Chldhood Development Interventons and Cogntve Development of Young Chldren n Rural Vetnam. The Journal of Nutrton. 2005; pp.1918-1925

12. Baker H, and Florenca L. Early Chldhood Stmulaton Interventons In Developng Countres. (onlne), avalable from: http://ftp.za.org (28 September 2012); 2007

13. Gardner J, Powell C, Hennngham B, Walker S, Cole T, McGregor S. 2005, Znc Supplementaton And Physchosocal Stmulaton: Effects On The Development Of Undernourshed Jamacan Chldren. The Amercan Journal of Clncal Nutrton. (onlne), avalable from: http://ajcn.nutrton.org (28 September 2012); 2005

(19)

PENGETAHUAN IBU TENTANG ALAT PERMAINAN

EDUKATIF UNTUK ANAK BALITA BERDASARKAN

KARAKTERISTIK DAN SUMBER INFORMASI

Studi Dilakukan di Desa Dauh Puri Kauh Denpasar Tahun 2012

Ni Putu Hennyka Putri1, Ni Nyoman Budiani2, Ni Wayan Armini3

Abstract. Infancy is referred to as the gold age. At this time, needed stimulation

to stimulate gross and fine motor skills toddlers especially since the first 3 years of life. Mother has an important role in optimizing early childhood development. Purpose of this study was to assess knowledge of mothers about educational toys for toddlers based on the characteristics and sources of information. This study was a descriptive analyzed with cross-sectional approach by taking a sample of mothers in the village Dauh Puri Kauh Denpasar in May 2012 that met inclusion criteria. The result of this study was showed 55.81% of respondents have a good level of knowledge about educational toys. However, there were still 4.65% of the respondents have less knowledge. Based on the characteristics of age, 55.56% were aged 20-35 years have a good level of knowledge. Based on his education, 60.71%of respondent who tiered of secondary education have a sufficient level of knowledge. However, there were still 15.38% of respondents who tiered basic education has lacking level of knowledge. Based it’s parity, 75% of respondents multigravida had a good level of knowledge. Based on sources of information showed that all respondents had to get information about educational toys and entirely had a good level of knowledge. Next researcher are expected to conduct similar research by improving the methods of research used, because of the weakness of this study, that is using consecutive sampling technique and knowledge can not be considered representative of rural respondents.

Keywords :early stimulation, educational toys, knowledge

Abstrak. Bay dsebut juga sebaga usa emas. Pada saat n, dperlukan stmulas

untuk merangsang keteramplan motork kasar dan halus balta terutama sejak 3 tahun pertama kehdupan. Ibu memlk peran pentng dalam mengoptmalkan perkembangan anak usa dn. Tujuan dar peneltan n adalah untuk menla pengetahuan bu tentang manan penddkan untuk balta berdasarkan karakterstk dan sumber nformas. Peneltan n adalah deskrptf danalss dengan pendekatan cross-sectonal dengan mengambl sampel dar bu-bu d desa Dauh Pur Kauh Denpasar pada Me 2012 yang memenuh krtera nklus . Hasl peneltan n menunjukkan 55,81% responden memlk tngkat pengetahuan yang bak tentang manan penddkan. Namun, mash ada 4,65% responden memlk pengetahuan yang kurang. Berdasarkan karakterstk usa, 55,56%

(20)

Masa balta merupakan suatu masa pentng dalam tahapan perkembangan manusa yang akan menjad landasan dalam menghadap kehdupan. Balta akan cepat dan mudah menyerap stmulas maupun pengaruh dar lngkungan tempat a berada karena rasa ngn tahu dan daya khayal balta sangat tngg. Para ahl mengatakan bahwa masa balta dsebut sebaga masa emas (golden age period).Pada masa n, dbutuhkan stmulas yang dapat merangsang kemampuan motork kasar dan halus balta. Namun, pada kenyataannya peran orang tua dalam memberkan stmulas mash kurang. Stmulas yang dlakukan sejak lahr, terus menerus, bervaras, dengan suasana berman dan kash sayang, akan memacu berbaga aspek kecerdasan anak, yatu kecerdasan logko-matematk, emos, komunkas bahasa (lngustk), kecerdasan muskal, gerak (knestetk), vsuo-spasal, senrupa, dan lan-lan.1

Stmulas dapat dlakukan dengan pemberan alat permanan edukatf yang dsesuakan dengan tngkat kemampuan balta pada umurnya. Alat permanan edukatf (APE), yatu suatu alat permanan yang khusus dgunakan

dalam penddkan anak, antara lan untuk merangsang berbaga kemampuan anak balta dalam hal gerakan kasar dan halus. Alat permanan yang dapat Alat permanan yang dapat dgolongkan sebaga alat permanan edukatf memlk persyaratan yang harus terpenuh. Pemberan alat permanan edukatf n dsesuakan dengan usa serta mnat yang ada pada anak dan dapat bermanfaat dalam perkembangan anak selanjutnya.2

Ibu memegang peranan pentng dalam mencptakan lngkungan yang dapat mengoptmalkan perkembangan balta. Penympangan tumbuh kembang harus ddeteks sejak dn, terutama sebelum anak berumur tga tahun supaya dapat segera dntervens. Kurangnya stmulas dapat menyebabkan penympangan tumbuh kembang yang bahkan dapat menyebabkan gangguan yang menetap.3 Karakterstk dar

bu balta juga dapat berpengaruh dalam pemberan stmulas dn pada anak. Beberapa faktor yang dapat memengaruh pengetahuan, skap, dan perlaku bu, antara lan umur bu, tngkat penddkan, jumlah anak serta sumber nformas tentang stmulas tu sendr.4

berusa 20-35 tahun memlk tngkat pengetahuan yang bak. Berdasarkan penddkan, 60,71% responden yang berjenjang penddkan menengah memlk tngkat yang cukup pengetahuan. Namun, mash ada 15,38% responden yang berjenjang penddkan dasar telah kurang tngkat pengetahuan. Berdasarkan tu partas, 75% responden multgravda memlk tngkat pengetahuan yang bak. Berdasarkan sumber-sumber nformas menunjukkan bahwa semua responden harus mendapatkan nformas tentang manan penddkan dan seluruhnya memlk tngkat pengetahuan yang bak. Penelt selanjutnya dharapkan untuk melakukan peneltan serupa dengan menngkatkan metode peneltan yang dgunakan, karena kelemahan dar peneltan n, yatu menggunakan teknk

consecutive sampling dan pengetahuan tdak dapat danggap mewakl responden pedesaan.

(21)

NP Hennyka Putri, NN Budiani, NWayan Armini (Pengetahuan ibu tentang...)(Pengetahuan ibu tentang...)

Balta Indonesa sebanyak 16% mengalam gangguan perkembangan, bak perkembangan motork halus dan kasar, gangguan pendengaran, kecerdasan kurang dan keterlambatan bcara.8 Tngkat pengetahuan orangTngkat pengetahuan orang

tua tentang manfaat menstmulas perkembangan anak dengan permanan edukatf d beberapa lembaga penddkan anak prasekolah d lma kota besar d Indonesa ddapatkan sebanyak 42% kurang, 33% cukup, dan hanya 25% bak.6 Informas yang

berbeda dtunjukkan oleh peneltan yang dlakukan d Dusun Ngerng Desa Sukoanyar Cerme Gresk tahun 2011 tentang pengetahuan bu mengena manfaat alat permanan edukatf, yakn bahwa responden yang mempunya tngkat pengetahuan bak sebanyak 15 orang (46,9%), cukup sebanyak 11 orang (34,4%), dan kurang sebanyak 6 orang (18,7%).7

Menurut data dar BKKBN tahun 2012, terdapat 314 kelompok Bna Keluarga Balta (BKB) dan 269 kelompok BKB yang aktf.8 D wlayah

kerja Puskesmas Denpasar Barat II juga terdapat tujuh kasus gangguan perkembangan anak, yang terdr dar gangguan motork kasar dan gangguan berbcara. D wlayah n, tepatnya dn, tepatnya d Desa Dauh Pur Kauh, terdapat dua kelompok BKB, namun hanya terdapat satu kelompok BKB aktf yang mash berstratifikasi dasar. Di desa ini pula tdak ada keluarga balta yang turut serta dalam kelompok BKB.

Berdasarkan hasl wawancara yang dlakukan d desa Dauh Pur Kauh, terdapat tujuh dar sepuluh bu yang memlk anak balta belum mengetahu dengan bak mengena alat permanan edukatf. Sebanyak 70% dar bu tersebut belum mengetahu tentang manan edukatf yang tepat

untuk dberkan kepada anak-anaknya. Pemberan manan dberkan agar anak-anaknya tdak rewel. Dar uraan d atas, penelt merasa tertark untuk melakukan peneltan tentang pengetahuan bu tentang alat permanan edukatf untuk anak balta berdasarkan karakterstk dan sumber nformas d desa Dauh Pur Kauh Denpasar Tahun 2012.

Metode

Jens peneltan n adalah deskrptf dengan pendekatan

cross-sectonal. Peneltan n dlaksanakan d desa Dauh Pur Kauh yang ada d wlayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Pengumpulan data dlaksanakan pada tanggal 7 sampa dengan 12 Me 2012. Populas peneltan n adalah seluruh bu balta pada tahun 2011 d wlayah desa Dauh Pur Kauh Denpasar, yatu 3.207 orang dengan krtera nklus: bu yang memlk anak berumur 12 sampa 23 bulan, bu yang berdomsl d wlayah desa Dauh Pur Kauh Denpasar, serta bu yang hadr dan berseda menjad responden dengan menandatangan lembar persetujuan responden terlebh dahulu. Besar sampel peneltan yang dgunakan sebanyak 43 orang responden dengan menggunakan teknk

consecutive sampling. Jens data yang dkumpulkan dalam peneltan n adalah data prmer. Instrumen pengumpulan data yang dgunakan adalah pedoman wawancara yang terdr dar 20 butr pertanyaan dengan dua plhan yatu benar dan salah. Valdtas s dlakukan terlebh dahulu dengan konsultas pakar, yatu dosen pengampu Mata Kulah Ilmu Kesehatan Anak. Teknk yang dgunakan dalam pengolahan data, yatu

editing, coding, scoring, entering, dan

tabulating. Teknk analss data yang dgunakan adalah analss deskrptf.

(22)

Hasil dan Pembahasan

Hasl pengamatan terhadap responden berdasarkan varabel peneltan mengena pengetahuan bu tentang alat permanan edukatf untuk anak balta berdasarkan karakterstk dan sumber nformas.

Karakteristik dan sumber informasi ibu mengenai alat permainan edukatif

Karakterstk dan sumber nfor-mas yang dperoleh responden mengena alat permanan edukatf, sebaga berkut.

Tabel 1

Dstrbus Karakterstk Ibu Mengena Alat Permanan Edukatf

No Karakterstk Jumlah responden

f % 1 2 3 4 1 a b c Umur <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun 3 36 4 6,98 83,72 9,30 JUMLAH 43 100 2 a b c Penddkan Dasar Menengah Atas 14 27 2 32,56 62,79 4,65 JUMLAH 43 100 Tabel 2

Dstrbus Sumber Informas Ibu Mengena Alat Permanan Edukatf

Sumber nformas Jumlah responden

f %

Petugas Kesehatan 7 16,28 Teman dan keluarga 35 81,40

Meda massa 1 2,33

JUMLAH 43 100

Berdasarkan hasl analss data, dapat dketahu bahwa, sebagan besar responden (83,72%) berada pada kelompok umur 20-35 tahun. Berdasarkan karakterstk penddkan, sebanyak 62,79% responden ber-penddkan menengah, dan 62,79% responden melahrkan satu kal. Hasl peneltan mengena sumber nformas yang dperoleh bu menunjukkan bahwa seluruh responden mendapatkan nformas tentang alat permanan edukatf, dan dar responden tersebut sebagan besar responden (81,40%) mendapatkan nformas dar teman dan keluarga.

Karakterstk bu, melput umur, penddkan dan partas mempengaruh tngkat pengetahuan bu. Umur berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pkr seseorang.7 Responden

yang ada d Desa Dauh Pur Kauh n mayortas berumur 20 sampa 35 tahun. Pola pkr dan daya tangkap responden pada kelompok umur n memlk dstrbus pengetahuan yang lebh bak darpada responden yang berumur < 20 tahun. Pola pkr dan daya tangkap responden n akan mempengaruh pengetahuan bu mengena pemberan alat permanan edukatf yang tepat untuk anak baltanya. Peneltan yang hampr sama dlakukan oleh Akra pada tahun 2010 d TK Arafah 3 Kecamatan Kutalmbaru, Kabupaten Del Serdang dengan hasl menunjukkan bahwa berdasarkan karakterstk umur, responden palng banyak berumur 21-30 tahun dan memlk tngkat pengetahuan yang bak.

Penddkan berart bmbngan yang dberkan seseorang terhadap perkembangan orang lan menuju ke arah cta-cta tertentu yang menentukan manusa untuk berbuat dan mengs

(23)

kehdupan untuk mencapa keselamatan dan kebahagaan.9 Responden yang

ada d Desa Dauh Pur Kauh berada pada tngkat penddkan menengah. Responden yang berada pada tngkat penddkan menengah n memlk dstrbus pengetahuan yang lebh bak dbandngkan dengan responden yang berpenddkan dasar, karena responden mendapatkan penddkan mengena pertumbuhan dan perkembangan anak dan lmu pengetahuan yang ddapat-kan lebh dperdalam pada tngkat penddkan menengah. Peneltan yang dlakukan oleh Akra pada tahun 2010 d TK Arafah 3 Kecamatan Kutalmbaru, Kabupaten Del Serdang dengan hasl menunjukkan bahwa dtnjau dar karakterstk penddkan, responden yang sudah berpenddkan tngg memlk pengetahuan yang bak.

Dtnjau dar partasnya, responden yang memlk beberapa anak cenderung memlk pengalaman yang lebh dbandngkan dengan yang baru memlk anak.9 Responden yang

memlk anak lebh dar satu orang memlk pengalaman yang lebh bak karena responden memlk dstrbus pengetahuan yang lebh tentang cara mengasuh anak dan pemberan manan edukatf yang tepat sesua dengan umur dan perkembangan anak. Selan tu juga, sumber nformas yang dperoleh responden dapat mempengaruh tngkat pengetahuan. Seseorang yang mendapatkan nformas lebh banyak akan menambah pengetahuan tentang sesuatu yang bersfat nformal.10 Sumber

nformas yang ddapatkan responden dapat lebh menambah pengetahuannya karena faktor nternal, sepert umur, tngkat penddkan, dan partas tdaklah cukup untuk menngkatkan pengetahuan responden.

Pengetahuan ibu tentang alat permainan edukatif

Tabel 3

Dstrbus Pengetahuan Ibu Mengena Alat Permanan Edukatf

Tngkat pengetahuan Jumlah responden f % Bak 24 55,81 Cukup 17 39,53 Kurang 2 4,65 JUMLAH 43 100

Peneltan yang dlakukan menunjukkan hasl bahwa sebanyak 51,16% responden memlk tngkat pengetahuan yang bak mengena alat permanan edukatf. Namun, mash ada 4,65% responden yang memlk tngkat pengetahuan yang kurang mengena alat permanan edukatf. Responden d wlayah Desa Dauh Pur Kauh memlk tngkat pengetahuan yang bak. In berart responden dapat memberkan alat permanan edukatf yang tepat untuk anak baltanya. Pengetahuan responden n juga akan mempengaruh kemampuan responden dalam mengasuh anak sesua dengan umur dan tngkat perkembangannya. Tngkat pengetahuan responden n dapat dpengaruh oleh faktor nternal dan eksternal.9 Faktor

nternal yang dapat mempengaruh, yatu umur, tngkat penddkan, dan partas. Faktor eksternal yang mempengaruh tngkat pengetahuan bu, yatu lngkungan, sosal budaya, dan sumber nformas. Hasl peneltan yang hampr sama dlakukan d Dusun Ngerng Desa Sukoanyar Cerme Gresk tahun 2011 oleh Mu’afiyah menunjukkan bahwa sebanyak 46,9% responden memlk tngkat pengetahuan yang bak, cukup sebanyak 34,4% responden, dan kurang sebanyak 18,7% responden.

(24)

Pengetahuan ibu berdasarkan karakteristik dan sumber informasi mengenai alat permainan edukatif

Pengetahuan responden dkaj berdasarkan umur, tngkat penddkan,

dan partasnya serta sumber nformas yang dperoleh mengena alat permanan edukatf untuk anak balta.

Tabel 4

Dstrbus Pengetahuan Ibu Mengena Alat Permanan Edukatf berdasarkan Karakterstk

No Karak-terstk

Pengetahuan Ibu tentang Alat Permanan Edukatf

Bak Cukup Kurang TOTAL

f % f % f % f % 1 a b c Umur <20 tahun 20-35 tahun >35 tahun 0 20 4 0 55,56 100 1 16 0 33,33 44,44 0 2 0 0 66,67 0 0 3 36 4 100 100 100 JUMLAH 24 55,81 17 39,53 2 4,65 43 100 2 a b c Penddkan Dasar Menengah Atas 11 11 2 84,61 39,28 100 0 17 0 0 60,71 0 2 0 0 15,38 0 0 13 28 2 100 100 100 JUMLAH 24 55,81 17 39,53 2 4,65 43 100 3 a b Partas Prmgravda Multgravda 12 12 44,44 75 13 4 48,15 25 2 0 7,41 0 27 16 100 100 JUMLAH 24 55,81 17 39,53 2 4,65 43 100 Tabel 5

Dstrbus Pengetahuan Ibu Mengena Alat Permanan Edukatf berdasarkan Sumber Informas

No Sumber Informas

Pengetahuan Ibu tentang Alat Permanan Edukatf

Bak Cukup Kurang TOTAL

f % f % f % f %

1 Petugas Kesehatan 4 57,14 3 42,86 0 0 7 100 2 Teman dan Keluarga 19 54,28 14 40 2 5,71 35 100

3 Meda Massa 1 100 0 0 0 0 1 100

(25)

Hasl peneltan yang dlakukan mengena tngkat pengetahuan responden berdasarkan karakterstk umur menunjukkan bahwa sebanyak 66,67% responden yang berumur < 20 tahun memlk tngkat pengetahuan yang kurang, 55,56% resonden yang berumur 20-35 tahun memlk tngkat pengetahuan yang bak, dan seluruh responden (100%) yang berumur > 35 tahun memlk tngkat pengetahuan yang bak.

Umur merupakan salah satu faktor nternal yang dapat mempengaruh tngkat pengetahuan seseorang. Hasl peneltan sesua dengan teor menurut Hurlock, yatu umur berpengaruh terhadap daya tangkap dan pola pkr seseorang.11 Seseorang yang lebh

dewasa lebh dpercaya dar orang yang belum tngg kedewasaannya. Responden yang berumur < 20 tahun termasuk dalam usa reproduks muda. Responden n memlk tngkat pengetahuan yang kurang karena daya tangkap dan pola pkrnya mash belum bsa dkatakan matang dbandngkan dengan responden yang berumur > 20 tahun. Umur responden dapat berpengaruh dalam cara mengasuh dan memberkan manan yang tepat untuk anak baltanya, karena perbedaan umur dan tngkat perkembangan anak dapat mempengaruh jens permanan edukatf yang dapat dberkan. Peneltan yang hampr sama dlakukan d Puskesmas Maesan Bondowoso tahun 2010 oleh Bagus Sasongko menunjukkan bahwa palng banyak responden berumur 20-35 tahun, yatu sebanyak 62 responden (86,11%), dan lebh dar setengah responden (52,78%) yang berumur 20-35 tersebut memlk pengetahuan yang

cukup. Adanya pengetahuan responden yang kurang kemungknan dsebabkan pula oleh faktor lan yang mempengaruh tngkat pengetahuan, sepert tngkat penddkan dan partas.

Berdasarkan jenjang pend-dkannya, sebagan besar responden yang berjenjang penddkan dasar (84,61%) memlk tngkat pengetahuan yang bak, 60,71% responden yang berjenjang penddkan menengah memlk tngkat pengetahuan yang cukup, dan seluruh responden (100%) yang berjenjang penddkan atas memlk tngkat pengetahuan yang bak, namun, mash ada 15,38% responden yang berpenddkan dasar memlk tngkat pengetahuan yang kurang.

Tngkat pengetahuan seseorang dapat dpengaruh pula oleh tngkat penddkan seseorang. Hasl peneltan menunjukkan bahwa berdasarkan berdasarkan tngkat penddkan responden sesua dengan teor yang dkemukakan oleh Wawan, yatu penddkan dperlukan untuk mendapat nformas, msalnya hal-hal yang menunjang kesehatan, sehngga dapat menngkatkan kualtas hdup.9 Penddkan berart bmbngan

yang dberkan seseorang terhadap perkembangan orang lan menuju ke arah cta-cta yang menentukan manusa untuk berbuat dan mengs kehdupan.

Semakn tngg tngkat penddkan seseorang, maka semakn mudah menerma nformas mengena penyedaan alat permanan, pemberan alat permanan yang dsesuakan dengan umur dan tngkat perkembangan anak, serta cara pengasuhan anak yang bak, sehngga tngkat pengetahuan yang dmlk juga akan berpengaruh. Hasl peneltan mengena pengetahuan

(26)

responden tentang alat permanan edukatf berdasarkan karakterstk penddkan yang dlakukan d Puskesmas Maesan Bondowoso tahun 2010 oleh Mu’afiyah juga menunjukkan bahwa kurang dar setengah responden responden (40,28%) berpenddkan menengah memlk tngkat pengetahuan yang cukup dan tdak ada yang memlk tngkat pengetahuan yang kurang. Pengetahuan responden yang kurang kemungknan dsebabkan oleh partas, pengalaman responden yang berbeda-beda dalam mengasuh anak, motvas, rasa ngn tahu, lngkungan, sosal budaya, serta sumber nformas mengena alat permanan edukatf.

Dtnjau dar partasnya, sebagan besar responden yang memlk anak lebh dar satu orang (75%) memlk tngkat pengetahuan yang bak, sedangkan responden yang baru memlk satu orang anak (48,15%) memlk tngkat pengetahuan yang cukup. Selan dar faktor umur dan tngkat penddkan seseorang, tngkat pengetahuan dpengaruh pula oleh partasnya. Sebagan besar responden peneltan menunjukkan bahwa hasl peneltan sesua dengan teor yang dkemukakan oleh Wawan (2011), yatu responden yang memlk beberapa anak cenderung memlk pengalaman yang lebh dbandngkan dengan yang baru memlk anak, sehngga tngkat pengetahuannya juga akan lebh bak dar responden yang baru memlk satu orang anak. Semakn banyak memlk anak, semakn banyak pula memperoleh pengalaman tentang cara mengasuh anak.15 Pengalaman responden n akan

mempengaruh pula jens permanan yang akan dberkan pada anak baltanya

yang dsesuakan dengan umur dan tahap perkembangannya.

Faktor eksternal yang dapat mempengaruh tngkat pengetahuan responden, yakn sumber nformas tentang alat permanan edukatf. Tngkat pengetahuan responden berdasarkan sumber nformas yang dperoleh menunjukkan bahwa sebanyak 57,14% responden yang mendapatkan nformas dar petugas kesehatan memlk tngkat pengetahuan bak, 54,28% responden yang mendapatkan nformas dar teman dan keluarga memlk tngkat pengatahuan yang bak, dan responden mendapatkan nformas dar meda massa seluruhnya memlk tngkat pengetahuan yang bak (100%).

Sumber nformas yang dperoleh oleh responden dapat lebh menambah pengetahuan responden. Petugas kesehatan berperan dalam memberkan sosalsas mengena alat permanan edukatf untuk anak balta. Informas yang dberkan oleh petugas kesehatan dapat berupa penyuluhan melalu program Bna Keluarga Balta (BKB). Informas yang dperoleh dar teman dan keluarga, serta meda massa juga berperan pentng dalam menngkatkan pengetahuan responden. Hasl peneltan menunjukkan bahwa hal n sesua dengan teor yang dkemukakan oleh Notoadmodjo, yatu seseorang yang mendapatkan nformas lebh banyak akan menambah pengetahuan tentang suatu hal.10 Sumber nformas adalah

segala sesuatu yang menjad perantara dalam menyampakan nformas, merangsang pkran dan kemampuan, serta menambah pengetahuan. Informas yang dperoleh n akan membantu responden dalam menentukan alat

(27)

permanan yang tepat sesua dengan perkembangan anak. Peneltan yang dlakukan d Puskesmas Maesan Bondowoso tahun 2010 oleh Mu’afiyah juga menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan pengetahuan berdasarkan sumber nformas yang ddapat memlk tngkat pengetahuan yang cukup.7

Sebagan besar subjek peneltan berumur 20-35 tahun. Responden yang berumur 20-35 tahun memlk daya tangkap dan pola pkr yang lebh bak dbandngkan dengan responden yang berumur < 20 tahun. Sumber nformas yang bak menyebabkan tngkat pengetahuan responden mengena alat permanan edukatf dalam kategor bak pula. Responden yang memlk anak lebh dar satu orang juga cenderung memlk tngkat pengetahuan yang lebh bak karena telah memlk pengalaman yang lebh banyak dalam pemberan alat permanan edukatf. Sumber nformas yang dperoleh pun lebh mudah dan cepat dpaham oleh responden n. Pengetahuan responden yang cukup maupun kurang kemungknan dapat dpengaruh oleh jumlah anak yang dmlk, tngkat penddkan, umur, rasa ngn tahu, lngkungan, sosal budaya, motvas, serta sumber nformas tentang alat permanan edukatf.

Simpulan dan Saran

Hasl peneltan yang dlakukan pada bu-bu yang memlk balta umur 12 sampa dengan 23 bulan yang berjumlah 43 orang dan berada d wlayah Desa Dauh Pur Kauh Denpasar pada bulan Me 2012, ddapatkan sebaga berkut: sebagan besar sampel peneltan berumur 20-35

tahun, berpenddkan menengah dan baru memlk satu orang anak. Sumber nformas yang dperoleh sebagan besar ddapatkan melalu teman dan keluarga. Tngkat pengetahuan sebagan besar sampel berada dalam kategor bak, namun mash ada 4,65% responden memlk pengetahuan yang kurang mengena alat permanan edukatf untuk anak balta.

Berdasarkan karakterstk, tngkat pengetahuan yang bak lebh banyak dmlk oleh sampel dalam kelompok umur 20-35 dan > 35 tahun. Berdasarkan tngkat penddkan, responden yang berpenddkan dasar mash ada yang memlk tngkat pengetahuan yang kurang, sedangkan responden yang berpenddkan menengah memlk tngkat pengetahuan yang cukup dan seluruh responden yang berpenddkan atas memlk tngkat pengetahuan yang bak. Berdasarkan partasnya pula, sampel multgravda memlk tngkat pengetahuan yang lebh bak darpada sampel prmgravda. Selan tu juga, sebagan besar sampel mendapatkan nformas melalu teman dan keluarga, serta memlk tngkat pengetahuan yang bak.

Mengacu dar hasl peneltan, maka dharapkan agar petugas kesehatan, khususnya bdan, tetap menngkatkan frekuens pemberan nformas melalu penyuluhan dan pemlhan tentang alat permanan edukatf yang tepat untuk balta, sehngga dapat membantu program pemerntah dalam menjalankan program Bna Keluarga Balta (BKB), serta bag penelt selanjutnya dharapkan agar melakukan peneltan yang sama dengan memperbak metode peneltan yang dgunakan, karena kelemahan

(28)

peneltan n, yakn mash menggunakan teknk consecutive sampling dan belum bsa danggap mewakl pengetahuan responden desa.

Daftar Pustaka

1. BKKBN. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi VI, Jakarta: Rneka Cpta ; 2006.

2. Adrana, D. Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain pada Anak, Jakarta: Salemba Medka ; 2011.

3. Wjaya. Pentingnya Stimulasi pada Anak Usia Dini, (onlne), avalable: http://www.nfodokterku. com/ndex.php?opton=com_ content&vew=artcle&d=91: pentngbya-stmulas-anak-usa- dn-aud&catd=36:yang-perlu-anda-ketahu&Itemd=28, (12 Maret 2012) ; 2010.

4. Harwen, T. Pengetahuan Sikap dan Perilaku Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja tentang Stimulasi pada Pengasuhan Anak Balita, (onlne), avalable: http://repostory.usu. ac.d/btstream/123456789/6267/1/ anak-tr%20harwen.pdf, (12 Maret 2012) ; 2003.

5. Departemen Kesehatan Republk Indonesa (Depkes RI). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2005, Jakarta: Departemen Kesehatan Republk Indonesa ; 2006.

6. Fajrananda. Efektivitas Alat Permainan Edukatif Produksi BPPLSP Regional I dalam Peningkatan Multiple Intelligence Anak Usia Dini, (onlne), avalable: http://www.bpplsp-reg-1.go.d/ buletn/read.php?d=63&dr=1&d Status=0, (1 Maret 2012) ; 2008. 7. Mu’afiyah, Alik Chusnul. Gambaran

Pengetahuan Ibu tentang Manfaat APE (Ala Permainan Edukatif) pada Anak Usia Pra Sekolah (3-5 Tahun) di Dusun Ngering Desa Sukoanyar Cerme Gresik (onlne), avalable: http://share.stkesyarss.ac.d/elb/ man/dok/, (14 Maret 2012) ; 2011. 8. BKKBN. Databasis Online

Bina Keluarga, (onlne),

avalable: http://databass.bkkbn. go.d/bnakeluarga/ndex.php/ laporanbalta/, (25 Maret 2012) ; 2013.

9. Wawan, A. Teori dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Manusia, Yogyakarta: Nuha Medka ; 2011.

10. Notoatmodjo, S. Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: PT Rneka Cpta ; 2005.

11. Hurlock, E. B. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Surabaya: Erlangga ; 2002.

Gambar

Tabel 2 Kepatuhan Pasien Kanker  Serviks Menjalani Kemoterapi Kepatuhan Menjalani Kemoterapi
Tabel  2  d  atas menggambarkan atas  menggambarkan  sebagan  besar  bay  yang  menjad  responden memlk umur empat bulan  yatu  sebanyak  20  orang  (40%)  dan  menurut  karakterstk  jens  kelamn,  lak-lak  sebanyak  27  orang  (54%)

Referensi

Dokumen terkait

Disisi lain, kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan yang sangat penting bagi setiap orang yang digunakan untuk memecahkan masalah kehidupan dengan

Jadi dengan media tanam pasir + sekam yang dikombinasikan dengan perlakuan fisik disayat segi empat dekat mata selain menghasilkan media yang mudah untuk sirkulasi udara

Logam Pb terdistribusi merata pada ketiga stasiun, diperkirakan karena lokasi penelitian merupakan aliran sungai satu arah sehingga Pb yang terbawa dari sungai di bagian atas

1. Pembuatan dan perawatan benda uji yang teliti dan seksama sehingga diperoleh benda uji sesuai dengan rencana. Alat yang digunakan sangat mempengaruhi data yang

Dari TABEL 1 menunjukkan bahwa subjek penelitian sebanyak 36 orang siswa dan terdapat skor rata-rata (mean) hasil belajar Fisika siswa kelas VII D SMP Negeri 2 Bangkala

Pada penelitian ini yang dikaji adalah program aplikasi yang dirancang untuk menganalisa tes kepribadian manusia dengan menjawab pertanyaan tes kepribadian

Jumlah tanaman setelah pengolahan limbah selama 12 hari menunjukkan bertambah pada beberapa konsentrasi kecuali konsentrasi 0% karena unsur hara yang terkandung dalam konsentrasi

aspek-aspek kecerdasan interpersonal 1 Social sensitivity atau sensitivitas sosial, yaitu kemampuan individu untuk mampu merasakan dan mengamati reaksi-reaksi atau perubahan orang lain