• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANTAI, PESISIR SELATAN

HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Diskusi

Dalam diskusi ini, mitra diajak untuk berusaha memahami permasalahannya sendiri, mengenali berbagai kebutuhan nyata yang berkaitan dengan usahanya, dan ikut aktif mencari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Selama melakukan diskusi, kedua mitra dengan terbuka memberikan berbagai keterangan yang diinginkan oleh tim pengabdi. Berbagai masalah yang dihadapi oleh mitra, misalnya masalah permodalan, perilaku dan keterampilan anak jahit, pemasaran produk, dan lain sebagainya, terungkap dalam diskusi ini.

Dalam diskusi ini juga dibahas langkah-langkah dan metode selanjutnya yang akan ditempuh. Untuk melaksanakan metode pembinaan, penyuluhan dan pelatihan, mitra bersedia mencarikan waktu dan tempat untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Mitra juga ikut aktif mensosialisasikan program ini kepada anak jahit dan bersedia mengumpulkan anak jahit saat dibutuhkan untuk melaksanakan program ini. Selama ini kedua mitra merasa masih kurang pemahaman dalam masalah manajemen dan pembukuan usahanya. Sebab itu, kedua mitra bersedia mengikuti saran dan bantuan tim pengabdi untuk membenahi masalah tersebut. Mitra bersedia menerima semua masukan dari tim pelaksana karena penting bagi perkembangan usaha mitra dan bersedia akan tetap melaksanakannya walaupun pelaksanaan kegiatan pengabdian sudah berakhir.

Tahap Pembinaan

Pembinaan Masalah Permodalan

Tim pengabdian memberi pengarahan kepada kedua mitra tentang beberapa cara mendapatkan modal usaha seperti dari instansi terkait berupa pinjaman KUR dan dana CSR. Selanjutnya tim pengabdian juga memberikan pengarahan cara membuat proposal usaha untuk mendapatkan bantuan permodalan. Dengan demikian, mitra

Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 105 sudah mengetahui instansi/dinas mana saja yang bisa dihubungi untuk mendapatkan modal usaha, dan cara membuat proposal untuk mendapatkan modal usaha tersebut. Pembenahan dan Pembinaan Administrasi dan Pembukuan

Salah satu kelemahan mitra adalah dalam hal pembukuan dan administrasi keuangan. Selama ini pencatatan dan pembukuan yang dilakukan oleh mitra masih seadanya tanpa disiplin ilmu administrasi dan keuangan. Padahal laporan keuangan merupakan bagian dari pertanggungjawaban dalam penggunaan dana kalau seandainya mitra mendapat bantuan permodalan. Bila laporan tidak jelas maka citra profesionalitas dan keamanahan mitra menjadi taruhannya. Cara membuat pembukuan keuangan sederhana penting untuk dipelajari oleh mitra supaya dana yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan dengan semestinya.

Pelatihan diselenggarakan di Kantor KAN (Kerapatan Adat Nagari) pada 12 Juli 2017 untuk Mitra 2 dan 16 Juli 2017 untuk Mitra 1. Materi disampaikan sendiri oleh tim pengabdian dengan peserta adalah kedua mitra bersama dengan para anak jahit.

Gambar 1. Pembinaan Administrasi dan Pembukuan Mitra

Pembinaan Pengembangan Usaha

Tim pengabdi membina mitra untuk menggiatkan pemasaran mitra dengan usaha-usaha pemasaran yang belum dilakukan, seperti membuat kantong plastik dengan nama sendiri sebagai media promosi dan membuat kotak kemasan produk yang diberi merek usaha mitra sendiri. Kedua hal ini penting untuk memberi nilai tambah pada produk mitra menjadi lebih bergengsi, yang berbeda dengan membeli produk yang sama di tempat lain. Gambar kantong plastik dan kotak kemasan kedua mitra ditampilkan pada gambar berikut ini:

Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 106 Tim pengabdi juga membuatkan iklan produk mitra di media cetak lokal. Dari iklan tersebut akan terbuka peluang untuk menjaring konsumen lebih banyak. Selain itu memberi kemungkinan untuk terbukanya peluang kerja sama dengan pihak lain, baik sebagai mitra pemasaran ataupun sebagai agen penjualan. Iklan tersebut diterbitkan di Harian Padang Ekspres selama 15 kali terbit, mulai dari tanggal 17 Juli 2017 sampai dengan tanggal 15 Agustus 2017.

Kemudian tim pengabdi mengajak mitra untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pengembangan usaha, yaitu melakukan penjualan secara online. Pemasaran

online memudahkan dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat secara langsung. Pemasaran online kedua mitra ini memakai situs kulekminang.com, yang dapat dipakai oleh kedua mitra untuk selama-lamanya. Beberapa contoh produk mitra yang dipasarkan secara online ditampilkan pada gambar-gambar di bawah ini:

Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 107 Gambar 6. Beberapa Produk Kedua Mitra yang Dipajang Online

Mengenai jangkauan daerah pemasaran yang masih sempit, tim pengabdi berusaha mengatasinya dengan mengadakan kerjasama dengan toko-toko sulaman dan toko souvenir yang ada di kota Padang dan Painan serta tempat-tempat potensial bagi peminat produk, misalnya pada tempat-tempat wisata di Pesisir Selatan dan di kota Padang, sebagai relasi dalam memasarkan produk, sehingga jangkauan daerah pemasaran mitra menjadi lebih luas dan mudah didapat oleh masyarakat. Tim pengabdi sudah mendapatkan mitra pemasaran di kota Padang, yaitu Toko Nelvi, sebuah toko yang menjual segala macam jenis sulaman.

Tahap Penyuluhan dan Pelatihan

Metode penyuluhan dan pelatihandiberikan kepada para anak jahit dan mitra agar dapat bekerja sesuai dengan tujuan atau target yang diharapkan tercapai. Dengan

Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 108 penyuluhan dan pelatihan ini diharapkan masalah SDM mitra dapat diatasi. Disini tim pelaksana kegiatan mengundang motivator dan pelatih menyulam untuk dapat memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada pemilik usaha dan anak jahit agar selalu bersemangat dalam bekerja, meningkatkan kreativitas dan mampu berinovasi agar dapat menghasilkan produk yang lbih berkualitas dan disukai oleh konsumen.

Penyuluhan Motivasi dan Inovasi

Tim pengabdian mendatangkan motivator untuk memotivasi anak jahit, agar bersedia melakukan pekerjaan dengan desain yang rumit dan menerapkan banyak warna untuk menciptakan suatu produk sulaman yang bernilai seni lebih tinggi yang semuanya akan bermuara kepada meningkatnya daya saing sulaman bayangan dan meningkatkan pemintaan konsumen. Kepada anak jahit diingatkan bahwa dengan meningkatnya penjualan maka pasti akan berimbas kepada meningkatnya pendapatan mereka sebagai pengrajin. Penyuluhan motivasi dan inovasi dilakukan di PAUD Al-Mirza pada tanggal 23 Juli 2017 untuk Mitra 1 dan pada tanggal 26 Juli 2017 untuk Mitra 2.

Dengan pelatihan motivasi dan inovasi ini diharapkan mitra mampu menghasilkan karya sulaman yang lebih inovatif, kreatif, dan mempunyai nilai seni lebih tinggi lagi untuk meningkatkan daya jual produk. Bagi anak jahit diharapkan agar dapat menjadikan pekerjaan menyulam ini sebagai pekerjaan utama sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka. Tentu dengan pertimbangan, penghasilan anak jahit dapat meningkat seiring dengan meningkatnya penjualan produk.

Gambar 7. Motivator Sedang Memberi Penyuluhan

Pelatihan Menyulam dan Desain

Dengan kegiatan ini, diharapkan semua anak jahit pada akhirnya akan memiliki kemampuan yang relatif sama. Mitra juga diajak untuk mengenali

desain-Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 109 desain/motif baru yang sedang tren, ikut memilih dan menentukan kreasi desain yang baru dan inovasi produk baru yang akan diproduksi. Hal ini penting dilakukan agar mitra dan anak jahit dapat terus menghasilkan produk yang sesuai dengan selera pasar dan mampu menciptakan motif-motif baru. Dalam penyuluhan dan pelatihan ini, mitra menyediakan waktu dan tempat untuk kegiatan pelatihan, ikut mensosialisasikan program ini kepada anak jahit dan bersedia mengumpulkan anak jahit saat pelaksanaan program ini.

Gambar 8. Pelatihan Menyulam Diberikan kepada Anak Jahit

Evaluasi dan Keberlanjutan Program

Evaluasi dilakukan untuk memaksimalkan hasil kegiatan agar sesuai dengan target yang diharapkan. Evaluasi tersebut dilakukan terhadap semua bentuk kegiatan yang dilaksanakan selama pengabdian. Evaluasi diikuti dengan umpan balik sehingga apabila terdapat kegiatan yang hasilnya belum maksimal, maka akan dilakukan upaya penyempurnaan terhadap kegiatan tersebut. Evaluasi dilakukan selama kegiatan berlangsung, pada akhir pelaksanaan program dan pasca program pengabdian. Monitoring akan dilakukan oleh tim pengabdi untuk melihat keberlanjutan program dan evaluasi hasil program yang telah berjalan.

SIMPULAN

Kegiatan pengabdian dalam format Iptek bagi Masyarakat (IbM) ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama bagi pemilik UMKM maupun pekerja/pengrajin. Mereka sangat berharap bahwa pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, mampu membawa perubahan dan perbaikan yang signifikan terhadap

Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 110 kelangsungan usaha maupun kehidupan mereka.

Mitra sudah mengetahui instansi/dinas mana saja yang bisa dihubungi untuk mendapatkan modal usaha, dan cara membuat proposal untuk mendapatkan modal usaha tersebut. Mitra sudah mendapat pengetahuan tentang pembukuan keuangan sederhana dan manajemen usaha serta cara melihat peluang pengembangan usaha. Pengetahuan mitra tentang cara membuat pembukuan keuangan sederhana, administrasi dan manajemen usaha sangat membantu mitra dalam mengelola usaha mereka masing-masing. Mitra sudah mengetahui cara melayani pelanggan dengan sopan dan ramah sambil memberikan berbagai informasi tentang produk kepada pelanggan. Mitra sudah mengetahui cara pembenahan layout showroom (ruang pamer produk) mereka menjadi lebih menarik, bersih dan rapi sehingga menjadi penambah daya tarik dan meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung yang akan berbelanja.

Mitra sudah menempuh cara pemasaran seperti yang diajarkan tim pengabdi, sehingga jumlah pemesanan produk mitra menjadi lebih meningkat dari pada sebelumnya.

Mitra sudah melakukan pemasaran secara online pada

kulekminang.com. Sudah terjadinya kerjasama pemasaran antara kedua mitra

dengan relasi di kota Padang, yaitu toko Nelvi. Dengan demikian saat ini

omzet penjualan sudah meningkat 50%. Sebelumnya mitra menghasilkan sekitar

40 kodi per bulan, sekarang mitra sudah mampu memproduksi sekitar 60 kodi per bulan. Dengan bertambahnya penjualan terjadi pula peningkatan penyerapan

tenaga kerja. Kalau sebelumnya mitra mempunyai sekitar 15 anak jahit, sekarang

sudah bertambah menjadi 25 hingga 30 orang anak jahit per bulannya.

Dengan pelatihan menyulam dan desain diharapkan semua anak jahit pada akhirnya akan memiliki kemampuan yang relatif sama. Mitra juga diajak untuk mengenali desain-desain/motif baru yang sedang tren, ikut memilih dan menentukan kreasi desain yang baru dan inovasi produk baru yang akan diproduksi. Hal ini penting dilakukan agar mitra dan anak jahit dapat terus menghasilkan produk yang sesuai dengan selera pasar dan mampu menciptakan motif-motif baru. Anak jahit menjadi lebih terampil. Bahkan beberapa bulan ke depan, salah satu mitra kami, yaitu ibu Netti, terpilih mengikuti pelatihan menyulam tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta, bersama beberapa orang utusan dari Sumatera Barat. Selanjutnya, metodependampingan yang dilakukan, sangat berarti bagi kedua mitra. Dengan adanya pendampingan, mitra tetap didampingi sampai benar-benar bisa melakukannya sendiri. Berbagai kesulitan yang dihadapi dapat dikonsultasikan lagi

Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 111 dengan tim pengabdian. Evaluasi juga dilakukan untuk memaksimalkan hasil kegiatan agar sesuai dengan target yang diharapkan. Evaluasi tersebut dilakukan terhadap semua bentuk kegiatan yang dilaksanakan selama pengabdian. Evaluasi tersebut diikuti dengan umpan balik sehingga apabila terdapat kegiatan yang hasilnya belum maksimal, maka akan dilakukan upaya penyempurnaan terhadap kegiatan tersebut. Evaluasi dilakukan selama kegiatan berlangsung, pada akhir pelaksanaan program dan pasca program pengabdian. Monitoring akan dilakukan oleh tim pengabdi untuk melihat keberlanjutan program dan evaluasi hasil program yang telah berjalan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Dalam penulisan laporan kemajuan program IbM ini banyak pihak yang ikut membantu kami, baik secara langsung maupun tidak langsung. Ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada :

1. Ibu Dr. Rahmi Fahmy, SE, MBA, selaku Rektor Universitas Dharma Andalas Padang.

2. Ibu Dr. Asniati, SE, MBA, Ak, CA, CSRA,selakuDekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharma Andalas Padang.

3. Bapak Dr. Heru Aulia Azman, S.Sos, MM,Ph.D selaku Ketua LPPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharma Andalas Padang.

4. Rekan-rekan Staf Pengajar pada Universitas Dharma Andalas.

5. Kedua mitra pengabdian kami, yaitu Ibu Ernawati A, SPd selaku pemilik usaha

sulaman bayangan “Bougenville” dan ibu Netti Herawati selaku pemilik usaha sulaman bayangan “Riza”, atas kerjasamanya selama pengabdian ini

berlangsung.

6. Seluruh anggota masyarakat Kenagarian Barung-barung Berlantai yang telah ikut membantu terlaksananya kegiatan ini.

DAFTAR REFERENSI

http://pasisia.id-hsb.com

Ekonomi, Sosial Budaya, dan Kesehatan | 112

PENINGKATAN KEMANDIRIAN PEREKONOMIAN