• Tidak ada hasil yang ditemukan

Using Analytical Spectral Devices

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil perekaman pola pantulan spektral berbagai tipe mudvolcano diperoleh bahwa secara umum mempunyai pola pantulan spektral yang rendah untuk semua jenis mudvolcano, kecuali untuk mudvolcano kering mempunyai pola pantulan spektral yang tinggi. Mudvolcano cair, mudvolcano sangat pekat dan mudvolcano dengan dengan minyak ringan mempunyai pola spektral yang relatif sama bentuknya.

Demikian juga untuk mudvolcano yang sudah kering. Perbedaan dari masing-masing mudvolcano tersebut pada tingkat pantulan spektralnya. Mudvolcano kering mempunya pantulan spektral yang paling tinggi, kemudian mudvolcano cair, mudvolcano sangat pekat dan mudvolcano yang mengandung minyak ringan (Gambar 4). Pada panjang gelombang 1318 nm keempat tipe mudvolcano tersebut meningkat dan pada panjang gelombang 1389 nm cenderung menurun.

Scholte (2005) menerangkan informasi pola spektral merupakan pemahaman tentang interaksi antara energi elektromagnetik dan permukaan yang diamati. Mineral lempung dan tanah lempung mempunyai sifat fisik dan kimia yang unik dan secara spektral dapat didiagnosa dari panjang gelombang pendek inframerah (SWIR). Penyerapan SWIR tergantung dari komposisi dan karakteristik ikatan atom yang terjadi pada

Seminar Nasional Penginderaan Jauh -2016

-223-

mineral lempung atau tanah lempung. Dimana secara umum komposisinya terdiri dari alumunium, magnesium dan atau oksida besi.

Gambar 4. Pola Pantulan Spektral Mudvolcano Kering, Mudvolcano Cair, Mudvolcano Sangat Pekat dan Mudvolcano dengan Minyak Ringan.

Pola spektral pada mudvolcano kering berdasarkan data perpustakaan spektral (Clark, dkk., 2003) merupakan mineral lempung jenis montmorillonite. Kusumadinata (1980) menjelaskan mudvolcano yang keluar ke permukaan bumi dibentuk dari lempung atau lumpur. Istadi dkk. (2012) menjelaskan secara umum mudvolcano berukuran fragmen lempung, cair dan terdapat gas. Hal ini ditegaskan penelitian Scholte (2005) dimana mudvolcano secara umum kaya akan mineral lempung.

Adapun pada minyak ringan dan minyak berat pola pantulan kedua obyek tersebut sangat berbeda.

Minyak ringan mempunyai pola pantulan spektral cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan minyak berat.

Pada panjang gelombang 1318 nm minyak ringan mempunyai kecenderungan tinggi dan kemudian turun pada panjang gelombang 1389 nm. Demikian juga untuk minyak berat, walaupun tidak sesignifikan pada minyak ringan tetapi masih mempunyai pola pantulan yang sama (Gambar 5).

Pola Spektral Berbagai Tipe Mudvolcano Menggunakan Analytical Spectral Devices (Susantoro, T.M., dkk.)

-224-

Gambar 5. Pola pantulan spektral minyak berat dan minyak ringan

Secara umum pola spektral pada berbagai tipe mudvolcano mulai menunjukkan perbedaan pola pada panjang gelombang 1100 nm. Dimana pada panjang gelombang tersebut spektral meningkat dan kemudian turun pada panjang gelombang 1200 nm. Pada panjang gelombang 1318 nm berbagai tipe mudvolcano cenderung naik, tetapi untuk minyak ringan turun seperti pola air jernih. Untuk minyak berat terdapat pola relatif datar dan ada anomali pada panjang gelombang 1318 nm. Pada panjang gelombang 1389 nm spektral berkurang, mana pada panjang gelombang tersebut cenderung diserap oleh berbagai tipe mudvolcano.

Kemudian pola spektral mengalami peningkatan kembali dengan tertinggi pada panjang gelombang 1576 nm untuk minyak ringan, 1677 nm untuk mudvolcano cair dan sangat pekat, 1616 nm pada mudvolcano dengan minyak ringan, 1597 nm pada minyak berat dan 1644 nm pada mudvolcano dengan minyak berat (Gambar 6).

Gambar 6. Anomali Perubahan Pola Spektral Berbagai Tipe Mudvolcano

Hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung eksplorasi migas terutama di daerah frontier. Sebaran mudvolcano di Indonesia dijelaskan oleh Etiope (2009) meliputi kepulauan Sumatera, Jawa, Timor dan Kepulauan Tanimbar dan Irian Jaya. Menurut Dimitrov (2002) ketinggian mudvolcano

Seminar Nasional Penginderaan Jauh -2016

-225-

bervariasi antara 300-400 meter, bahkan ada yang lebih dari 500 meter. Bahkan di Utara Irian Jaya tutupan mudvolcano mencapai lebih dari 100 m2

4. KESIMPULAN

Pola pantulan spektral Mudvolcano kering pada hasil analisis mempunyai spektral paling tinggi. Dimana pola pantulan tersebut berdasarkan spectral libraries USGS mempunyai jenis mineral lempung montmorillonite. adapun pola pantulan spektral untuk seluruh mudvolcano cair baik yang mengandung minyak maupun murni mudvolcano mempunyai spektral yang rendah. Mudvolcano cair, mudvolcano sangat pekat dan mudvolcano dengan dengan minyak ringan mempunyai pola spektral yang relatif sama bentuknya.

Perbedaan dari masing-masing mudvolcano tersebut pada tingkat pantulan spektralnya. Adapun pada minyak ringan dan minyak berat pola pantulan kedua obyek tersebut sangat berbeda. Minyak ringan mempunyai pola pantulan spektral cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan minyak berat. Secara umum pola spektral pada berbagai tipe mudvolcano mulai menunjukkan perbedaan pola pada panjang gelombang 1100 nm.

Dimana pada panjang gelombang tersebut spektral meningkat dan kemudian turun pada panjang gelombang 1200 nm. Pada panjang gelombang 1318 nm berbagai tipe mudvolcano cenderung naik, tetapi untuk minyak ringan turun seperti pola air jernih. Minyak berat terdapat pola relatif datar dan ada anomali pada panjang gelombang 1318 nm. Pada panjang gelombang 1389 nm spektral berkurang, mana pada panjang gelombang tersebut cenderung diserap oleh berbagai tipe mudvolcano. Kemudian pola spektral mengalami peningkatan kembali dengan tertinggi pada panjang gelombang 1576 nm untuk minyak ringan, 1677 nm untuk mudvolcano cair dan sangat pekat, 1616 nm pada mudvolcano dengan minyak ringan, 1597 nm pada minyak berat dan 1644 nm pada mudvolcano dengan minyak berat. Berdasarkan hal tersebut potensi kajian detil mudvolcano dapat dikaji dengan membandingkan panjang gelombang 1318 nm dengan 1389 nm.

5. UCAPAN TERIMAKASIH

Terima kasih kami ucapkan kepada TIM Eksplorasi Kawasan Timur Indonesia dan TIM Pemetaan Rembesan Pulau Timur, Koordinator Program Penelitian dan Pengembangan Teknologi Eksplorasi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bum “LEMIGAS” untuk kesempatannya bergabung dan ikut survei di wilayah Attambua dan Sekitarnya. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Lab XRD, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, yaitu Bapak Isnu, Bapak Purwo dan Ibu Fitriani Agustin yang telah memfasilitasi untuk mempergunakan spektrometer.

DAFTAR PUSTAKA

Albarello, D., Palo, M., dan Martinell, G., (2012). Monitoring methane emission of mud volcanoes by seismic tremor measurements: a pilot study. Natural Hazards and Earth System Sciences

Baumeister, C., dan Kilian, L., (2015). Understanding the Decline in the Price of Oil Since June 2014. Diunduh tanggal 2 April 2016 dari http://ssrn.com.abstract=2557316.

Bowler, T., (2015). Falling Oil Prices: Who are the Winners and Losers?. World Geography 3202/00.

http://www.bbc.com/news/business-29643612. Diunduh tanggal 2 April 2016.

Clark, R.N., Swayze, G.A., Wise, R., Livo, K.E., Hoefen, T.M., Kokaly, R.F., dan Sutley, S.J., (2003). USGS Digital Spectral Library. splib05a.

Dimitrov, L., (2002). Mud Volcanoes- The Most Important Pathway for Degassing Deeply Buried Sediment. Earth-Science Review. 59: 49-76.

Etiope, G., (2009). A Global Dataset of Onshore and Oil Seeps: A New Tool for hydrocarbon Exploration. Oil and Gas Business. http://www.Ogbus.ru/eng/. Diunduh Tanggal 17 Juni 2016.

Istadi, B.P., Handoko, T., Wibowo, Sunardi, E., Hadi, S., dan Sawolo, N., (2012). Mudvolcano and Its Evolution. Earth Sciences. ISBN 978-953-307.861-8. Publisher In Tech Europe and China. Diunduh Tanggal 17 Juni 2016 dari http://www.intechopen.com/books/earth-sciences/mud-volcano-and-its-evolution.

Muin, A., (2014). Ketahanan Energi Nasional. Tantangan bagi Pemerintahan Joko Widodo. Dialog Kebangsaan Arah Kebijakan Ekonomi, Politik Pemerintahan, Jokowi. Jakarta.

Parry, C., (2015). Oil Seeps- The only Real Direct Hydrocabon Indicator.FORCE”Underexplored Plays. Stavanger.

PPPTMGB LEMIGAS. (2015). Studi Pemetaan Rembesan Minyak dan gas Bumi di Daerah Timor, Indonesia Timur.

Kelompok Sistem Hidrokrabon. KP3 Teknologi Eksplorasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi. BadanLitbang ESDM. Kementerian ESDM. Jakarta.

Satellite Imaging Corporation, (2016). Satellite Images for Oil and Gas exploration. Manor Spring Court. Tomball.

USA. Diunduh tanggal 2 April 2016 dari http://www.satimagingcorp.com/applications/energy/exploration/oil-exploration/.

Scholte, K., (2005). Hyperspectral Remote Sensing and Mud Volcanism in Azerbaijan. Dissertation. Departmen of Geotechnology. Deflt University of Technology. Nederland.

Pola Spektral Berbagai Tipe Mudvolcano Menggunakan Analytical Spectral Devices (Susantoro, T.M., dkk.)

-226-

Susantoro, T.M., dan Herru, L.S. (2013). Metode Screening dan Ranking dalam Penentuan Lokasi Eksplorasi Migas Kawasan Timur Indonesia. Majalah Mineral dan Energi. ISSN: 1693-4121. Badan Litbang Energi dan Sumberdaya Mineral. Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.

Tredgett, P. (2012). New Approach to Deepwater Frontier Exploration. Geo Expro. TGS-NOPEC. Geophyisical Company (TGS).

Van der Meer., van Dijk, P., Werff, H.V.D., dan Yang Hong., (2002). Remote Sensing and Petroleum Seepage: a Review and Case Study. Terra Nova, 14. Blackwell cience Ltd.

Data keteranganalat ASD jenisFieldSpec Pro FR spectroradiometer. Diunduh pada tanggal 17 Juni 2016 dari http://www.laboratorynetwork.com/doc/fieldspec-pro-fr-portable-spectroradiometer-0001

Data Perkembangan harga minyak dunia Tahun 1999-2015. Diunduh tanggal 2 April 2016 dari http://www.eia.gov/

finance/markets/).

*) Makalah ini telah diperbaiki sesuai dengan saran dan masukan pada saat diskusi presentasi ilmiah BERITA ACARA

PRESENTASI ILMIAH SINAS INDERAJA 2016