HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2) Hasil Data Nontes Siklus I
Hasil di atas didukung data nontes pada siklus I yang meliputi pengamatan/observasi,.
Observasi dilakukan selama proses pembelajaran menulis cerpen melalui model pembelajaran glasser VII SMP Negeri Taka Bonerate Observasi dilakukan oleh peneliti dengan bantuan seorang teman. Aspek yang dinilai dalam observasi adalah (1) antusias siswa dalam mendengarkan penjelasan guru, (2) keaktifan siswa dalam bertanya dan menanggapi hasil kerja kelompok lain, (3) semangat siswa dalam pembelajaran menulis cerpen, (4) ketertarikan siswa terhadap media yang disajikan, (5) keaktifan siswa dalam berdiskusi.
c) Deskripsi Proses Siklus Kedua 1) Perencanaan
Pada siklus pertama masih ada proses pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang masih dianggap kurang, maka aktivitas tindakan dilanjutkan pada siklus kedua. Perencanaan pembelajaran pada siklus kedua dirancang untuk memperbaiki proses dan hasil pembelajaran pada siklus pertama. Pada siklus kedua, penggunaan model glasser dalam pembelajaran menulis dirancang dan diimplementasikan kembali, khususnya terhadap materi pembelajaran menulis cerpenyang masih kategori cukup. Kriteria menulis cerpen didasarkan pada sembilan aspek penilaian, meliputi:
Tema,Tokoh dan penokohan,Alur,Latar,Amanant,Sudut pandang,Organisasi dan penyajian isi,Bahasa dan ejaan.bahasa Perencanaan dalam penelitian tindakan kelas pada siklus kedua ini adalah membuat persiapan proses belajar mengajar dalam bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran dan rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh peneliti, guru, dan siswa.
Pengamatan dilakukan terhadap kegiatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran menulis, yakni penggunaan model glasser dalam pembelajaran menulis cerpen.
2) Pelaksanaan
a) Pertemuan Kelima (Pertemuan pertama siklus II)
Kegiatan pada pertemuan kelima, guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan diajarkan yaitu menulis cerpen dengan tema yang sama pada siklus I (pertama) Penekanan pembelajaran pada pertemuan kelima ini adalah kemampuan awal siswa mengenai menulis cerpen dengan menggunakan model pembelajaran glasser.Guru kemudian membuat skenario pembelajaran mengenai materi yang akan diajarkan. Materi tersebut diharapkan mampu membangkitkan intelegensi siswa mengenai suatu hal yang sifatnya berada di depan mata. Penyampaian materi yang dilakukan oleh guru tidak hanya terbatas pada materi mengenai cerpen saja seperti pada pembelajaran siklus pertama tetapi lebih mengembangkan sesuai kriteria penilaian agar pencapaiannya lebih maksimal.
Hal ini dilakukan untuk menambah motivasi kepada siswa sebagai hasil refleksi terhadap pencapaian yang belum maksimal pada siklus pertama. Dengan menggunakan model pembelajaran glasser tujuan dari strategi pembelajaran yang memfokuskan pada terbangunnya pemikiran dan gagasan baru melalui objek yang langsung mereka amati yang diungkapkan secara tertulis melalui tulisan dalam bentuk deskripsi. Materi pembelajaran
pembelajaran.
Pada tahap menulis deskripsi di luar lingkungan sekolah guru secara langsung mengamati siswa dengan menghampiri siswa dan memberikan motivasi secara langsung serta memberikan penjelasan dalam mengembangkan ide dalam bentuk tulisan secara bebas.
Tabel 4.5. Data Hasil Obsevasi Siswa Selama Mengikuti Pembelajaran Siklus II.
No Aspek yang diamati Pertemuan Ke-
Rata-Rata
3 Siswa yang aktif pada saat latihan diberikan dalam
terampil menulis cerepn 10 9 7 5 7,75 21,52
dengan baik dan benar.
6 Siswa yang mampu menulis cerpen dan mengerjakan latihan dengan baik dan benar
25 27 29 30 27,75 77,08
7.
Siswa yang melakukan aktifitas negatif pada saat pembelajaran (main-main, ribut, keluar masuk kelas, menganggu, dan lain-lain)
5 3 3 2 3,25 9,02
Hasil observasi di atas menunjukkan bahwa siswa umumnya aktif mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir .berupa: aktif menyimak penjelasan guru tentang menulis cerpen, berlatih menulis sebuah cerpen berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru, bertanya jawab materi pelajaran, dan menyimpulkan materi pelajaran. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi tingginya pemahaman terhadap materi dan pada gilirannya mempengaruhi keterampilan menulis cerpen dalam pembelajaran menulis cerpen kelas VI1 SMP Negeri 1Taka Bonerate.
3) Evaluasi
Evaluasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah ketika siswa menulis cerpen dengan penggunaan model glasser dapat memudahkan siswa
Pada dasarnya cerpen yang ditulis merupakan penilaian berbasis kelas mengacu pada penilaian yang dilakukan secara objektif dalam aspek kognitif. Namun di satu sisi, penilaian secara afektif tetap diprioritaskan oleh guru. Setiap tindakan yang dilakukan siswa setelah dianalisis oleh guru akan diberikan tindak lanjut.
Siklus II, materi pembelajaran difokuskan pada (1)Tema, (2) Alur, (3)tokoh dan penokohan, (4) Latar(5)Amanat, (6) nilai organisasi dan penyajian isi (7) sudut pandang (8) bahasa (9)Ejaan.Penilaian yang dilakukan disesuaikan dengan indikator penilaian menulis yang telah ada.
Guru dan peneliti secara kolaboratif memberikan penilaian terhadap cerpen yang dibuat siswa. Hal ini dilakukan guna mengetahui keberhasilan siswa dalam pembelajaran menulis cerpen dan dilakukan refleksi sesuai dengan keinginan siswa. Hasilnya diperoleh perubahan yang signifikan berupa peningkatan aspek afektif pada diri siswa, yaitu siswa termotivasi menuangkan gagasannya dalam menulis, khususnya pembelajaran menulis cerpen. Selain itu, dengan penggunaan model glasser melalui pendekaatn kontekstual dapat menumbuhkan minat siswa dalam menulis karena adanya pembiasaan menuangkan ide yang ada dalam pikiran siswa sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.
4) Refleksi
Berdasarkan hasil observasi pada siklus kedua, dinyatakan bahwa penggunaan model glasser dalam pembelajaran menulis cerpen tidak perlu
dilanjutkan pada siklus berikutnya. Hal ini dilakukan karena selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran, siswa aktif pada semua aktivitas pembelajaran. Kendala-kendala yang diperoleh pada siklus I telah dimaksimalkan pada siklus II baik dalam proses pembelajaran maupun hasil menulis cerpen telah mencapai hasil yang maksimal.
d. Penyajian Data Siklus II 1. Hasi Tes Siklus II
Tabel 19. Klasifikasi Nilai Aspek Tema No Hasil yang Dicapai
Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 9 25%/ Sangat Baik
2. 76-89 13 36,11% Baik
3. 65-75 10 27,77% Cukup
4. 41-64 3 8,33?% Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa ada 9 siswa (25%) yang memperoleh nilai pada kategori kemampuan sangat baik dan 13 siswa (36,11%) pada kategori baik. Kemampuan cukup sebanyak 10 siswa (27,77%). Selanjutnya, siswa yang memperoleh nilai pada kategori kurang sebanyak 3 orang (8,33 %), dan tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada kategori sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis ringkasan siswa pada aspek keutuhan gagasan utama pada siklus II dapat dikatakan meningkat, dari kategori kurang menjadi kategori baik.
No Hasil yang Dicapai Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 13 36,11% Sangat Baik
2. 76-89 21 58,33% Baik
3. 65-75 2 5,55% Cukup
4. 41-64 0 0 Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa 13 siswa (36,11%) memperoleh nilai pada kategori kemampuan sangat baik. 21 siswa (58,33%) pada kategori baik. Kemampuan scukup sebanyak 2 siswa (5,55%).
Selanjutnya, tidak ada siswa yang memperoleh nilai pada kategori kurang dan kategori sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis cerpen siswa pada aspek tokoh dan penokohan dapat dikatakan meningkat, dari kategori baik pada siklus I, menjadi kategori baik pada siklus II dan pada siklus II sudah terdapat siswa yang memperoleh tingkat kemampuan sangat baik sebanyak 13 siswa dari sebelumnya pada siklus I tidak ada siswa yang memperoleh tingkat kemampuan sangat baik
Tabel 21. Klasifikasi Nilai Aspek Alur No Hasil yang Dicapai
Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 17 47,22% Sangat Baik
2. 76-89 17 47,22% Baik
3. 65-75 2 5,55% Cukup
4. 41-64 0 0 Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa ada 17 siswa (47,22%) yang memperoleh nilai pada kategori kemampuan sangat baik dan 17 siswa (47,22%) pada kategori baik. Kemampuan cukup sebanyak 2 siswa (5,55%). Selanjutnya, tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada kategori kurang dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis cerpen siswa pada aspek Alur pada siklus II dapat dikatakan meningkat, dari kategori baik menjadi sangat baik.
Tabel 22. Klasifikasi Nilai Aspek Latar No Hasil yang Dicapai
Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 12 31,42 Sangat Baik
2. 76-89 24 68,57 Baik
3. 65-75 0 0 Cukup
4. 41-64 0 0 Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa 11 orang siswa (31,42) memperoleh nilai pada kategori sangat baik. Kemampuan baik sebanyak 24 siswa (68,57%). Selanjutnya, tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada kategori cukup, kurang, dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis ringkasan pada aspek ejaan dan tanda baca pada siklus II meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik.
No Hasil yang Dicapai Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 21 58,33 Sangat Baik
2. 76-89 13 36,11 Baik
3. 65-75 2 5,55 Cukup
4. 41-64 0 0 Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa ada 21 siswa (58,33%) yang memperoleh nilai pada kategori kemampuan sangat baik.
Kemampuan baik sebanyak 13 siswa (36,11%). Selanjutnya, sebanyak 2 orang (5,55%) memperoleh nilai pada kategori cukup. Tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada tingkat kemampuan kurang dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis cerpen siswa pada aspek amanat pilihan kata pada siklus II dapat dikatakan meningkat, dari kategori sangat rendah menjadi kategori baik menjadi sangat baik.
Tabel 24. Klasifikasi Nilai Aspek Sudut pandang No Hasil yang Dicapai
Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 21 58,33 Sangat Baik
2. 76-89 15 41,66 Baik
3. 65-75 0 0 Cukup
4. 41-64 0 0 Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa ada 21 siswa (58,33%) yang memperoleh nilai pada kategori kemampuan sangat baik dan 14 siswa (41,66%) pada kategori baik. Tidak ada siswa yang memperoleh nilai pada kategori cukup, kurang, dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis cerpen siswa pada aspek sudut pandangpada siklus II dapat dikatakan meningkat, dari kategori cukup menjadi kategori sangat baik.
Tabel 25. Klasifikasi Nilai Aspek nilai organisasi dan penyajian isi No Hasil yang Dicapai
Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 9 25 Sangat Baik
2. 76-89 27 75 Baik
3. 65-75 0 0 Cukup
4. 41-64 0 0 Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 35 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa 9 siswa (25%) memperoleh nilai pada kategori sangat baik. Sebanyak 27 siswa (75%) pada kategori baik. Tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada kategori cukup, kurang, dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis cerpen siswa aspek nilai organisasi dan penyajian isi pada siklus II meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik
Tabel 26. Klasifikasi Nilai Aspek Bahasa No Hasil yang Dicapai
Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 22 61,11 Sangat Baik
2. 76-89 14 38,88 Baik
3. 65-75 0 0 Cukup
4. 41-64 0 0 Kurang
5. 0-4 0 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
(61,11%) memperoleh nilai pada kategori sangat baik. Sebanyak 14 siswa (38,88%) pada kategori baik. Tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada kategori cukup, kurang, dan sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis ringkasan siswa aspek Bahasa pada siklus II meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik
Tabel 18. Klasifikasi Nilai Aspek Ejaan No Hasil yang Dicapai
Siswa
Frekuensi Persentase (%) Tingkat Penguasaan
1. 91-100 8 22,22 Sangat Baik
2. 76-89 13 38,11 Baik
3. 65-75 12 33,33 Cukup
4. 41-64 3 8,33 Kurang
5. 0-4 0 Sangat kurang
Jumlah 36 100
Berdasarkan kategori kemampuan tersebut dapat dinyatakan bahwa 8 siswa (22,22%) memperoleh nilai pada kategori sangat baik. Sebanyak 13 siswa (38,11%) pada kategori baik. Sebanyak 12 (33,33%) pada kategori cukup dan 3 siswa (8,33%) pada kategori kurang Tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada kategori sangat kurang. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan menulis cerpen siswa aspek Ejaan pada siklus II meningkat dari kategori baik menjadi sangat baik.