• Tidak ada hasil yang ditemukan

15. URUSAN WAJIB KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH 1 KONDISI UMUM

15.3 HASIL YANG DICAPAI

Hasil pembangunan di bidang Koperasi dan UMKM tahun 2013 menunjukkan perkembangan yang positif, hal ini ditunjukkan dengan:

1. Pada Tahun 2012 jumlah koperasi di Kota Semarang tercatat sebanyak 1.057 unit, dimana 78,62 % atau 831 Unit adalah koperasi aktif. Setelah dilakukan validasi data, terdapat 6 koperasi berskala besar berpindah ke tingkat Provinsi dan Nasional dan 94 koperasi tidak aktif dibubarkan sehingga jumlah koperasi di Kota Semarang pada Tahun 2013 tercatat sebanyak 987 unit, dimana 78,72 % atau 777 unit adalah koperasi aktif. 2. Sejalan dengan penurunan jumlah koperasi tersebut, maka berdampak

pada asset dan omset koperasi sebagai berikut :

Jumlah omzet Koperasi tahun 2012 sebesar Rp.1.432.265.000.000,- menjadi Rp.1.074.469.839.000,- pada tahun 2013 atau menurun 24,98%

dan jumlah asset Koperasi pada tahun 2012 sebesar Rp.

1.801.128.858.000,- menjadi Rp. 1.270.760.670.000,- pada tahun 2013 atau menurun 29,44 %. Akan tetapi sisa hasil usaha (SHU) pada tahun

2012 diketahui sebesar Rp. 99.977.427.000,- dan pada tahun 2013 justru meningkat menjadi Rp. 106.323.547.000,- atau naik 6,35%.

3. Jumlah UMKM pada tahun 2012 sebesar 11.208 unit menjadi 11.383 unit pada tahun 2013 atau meningkat sebesar 1,56 %, hal ini berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah sebesar 2,91%, dimana jumlah tenaga kerja yang diserap pada tahun 2012 sebanyak 17.428 orang menjadi 17.756 orang pada tahun 2013.

4. Jumlah omzet UMKM tahun 2012 sebesar Rp 314.184.000.000,- menjadi Rp. 330.291.000.000,- Pada tahun 2013 atau meningkat 5,13 %.

5. Fasilitasi permodalan Koperasi dan UMKM dari Pemerintah pada tahun 2012 sebesar Rp. 861.000.000,- diberikan kepada 87 Koperasi dan UMKM, kemudian pada tahun 2013 sebesar Rp. 569.000.000,- yang diberikan kepada 43 Koperasi dan UMKM. Sedangkan dari program KUR yang dikucurkan oleh Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, dan Bank Jateng diberikan kepada 200 Koperasi dan UMKM. Secara lebih lengkap, pelaksanaan Urusan Wajib Koperasi dan UMKM selama tahun 2013 dapat dilihat pada beberapa indikator sebagai berikut:

NO INDIKATOR KINERJA CAPAIAN TAHUN 2012 CAPAIAN TAHUN 2013

1 Jumlah koperasi (koperasi aktif) 1.057 unit (78,62%) 987 unit (78,72%) 2 Omset koperasi Rp. 1.432.265.000.000 Rp. 1.074.469.839.000 3 Aset koperasi Rp. 1.801.128.858.000 Rp. 1.270.760.670.000 4 Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Rp. 99.977.427.000 Rp. 106.323.547.000 5 Jumlah peserta penyuluhan koperasi 1.560 orang 1.400 orang 6 Jumlah koperasi yang mendapat konsultasi /

advokasi

350 koperasi 118 koperasi

7 Jumlah peserta Diklat Perkoperasian 280 orang 320 orang 8 Jumlah pemberian legalitas badan hukum 51 koperasi 40 koperasi 9 Jumlah peserta seminar / lokakarya yang

berkaitan dengan koperasi

4 orang 35 orang

10 Jumlah seluruh UMKM 11.208 unit 11.383 unit 11 Jumlah Tenaga Kerja yg terserap UMKM 17.428 orang 17.936 orang 12 Jumlah peserta Diklat ketrampilan bagi UMKM 930 1.350 13 Jumlah UMKM yang dibina 2.372 2.846 14 Persentase UMKM binaan 21,2% 25% 15 Omset UMKM 314.184.000.000 330.291.000.000 16 Fasilitas permodalan Koperasi dan UMKM 861.000.000 569.000.000 Sumber : Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang (2013)

15.4 SKPD PENYELENGGARA URUSAN

Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah

15.5 JUMLAH PEGAWAI

Jumlah pegawai yang menangani Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah adalah sebanyak 56 orang.

15.6 ALOKASI DAN REALISASI ANGGARAN

Program/kegiatan dalam urusan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah pada tahun 2013 dilaksanakan dengan alokasi dana yang disediakan sebesar Rp. 7.000.294.000,- dengan perincian Rp. 705.234.430,- untuk program penunjang Rp 6.295.059.570,- untuk program yang berkaitan dengan tugas teknis Urusan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah.

Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pada Urusan Koperasii dan Usaha Mikro Kecil Menengah adalah sebagai berikut :

Anggaran Program Penunjang Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%) SKPD : DINAS KOPERASI DAN UMKM

1 Penyediaan jasa komunkasi, sumber data air dan listrik 10.500.000 9.739.844 92,76 2 Pemeiharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas/

Operasional

10.000.000 3.943.650 39,44 3 Penyediaan alat tulis kantor 52.300.000 52.300.000 100 4 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 32.000.000 32.000.000 100 5 Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan Pembersih 1.500.000 1.500.000 100 6 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan

perundang-undangan

9.000.000 9.000.000 100 7 Penyediaan makanan dan minuman 35.000.000 35.000.000 100 8 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah 210.000.000 209.957.455 99,98

JUMLAH PROGRAM 360.300.000 353.440.949 98,10

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%) SKPD : DINAS KOPERASI DAN UMKM

1 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional 56.000.000 54.762.000 97,79 2 Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor 20.000.000 18.000.000 90,00 3 Pengadaan Mebelair 48.000.000 39.200.000 81,67 4 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional 143.660.000 114.019.245 79,37 5 Pemeliharaan rutin/berkala perlengkapan gedung kantor 31.400.000 31.400.000 100,00

3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%) SKPD : DINAS KOPERASI DAN UMKM

1 Penyusunan laporan keuangan semesteran 2.755.500 2.755.500 100,00 2 Penyusunan laporan keuangan akhir ahun 2.857.000 2.857.000 100,00 3 Penyusunan RKA dan DPA 4.426.680 4.425.500 99,97 4 Penunjang Kinerja PA, PPK, Bendahara dan Pembantu 28.695.000 27.900.000 97,23 5 Penyusunan LAKIP (Laporan Kinerja Instansi Pemerintah) 2.148.000 2.148.000 100,00 6 Penyusunan Laporan RENJA (Rencana Kinerja) 2.250.250 2.250.000 99,99 7 Penyusunan LKPJ (Laporan Kinerja Pertanggungjawaban) 2.742.000 2.742.000 100,00

JUMLAH PROGRAM 45.874.430 45.078.000 98,26

Anggaran Program Pelaksanaan Urusan Wajib Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah

1. Program Penciptaan Iklim Usaha, Usaha Kecil dan Menengah yang

Kondusif

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%) SKPD : DINAS KOPERASI DAN UMKM

1 Sosialisasi kebijakan tentang Usaha Kecil Menengah 54.803.000 54.175.400 98,85 2 Fasilitasi kemudahan formalisasi bada usaha kecil

menengah

74.047.000 66.999.500 90,48 3 Perencanaan, koordinasi & pengembangan UKM 118.000.750 115.997.900 98,30 4 Penerapan Penilaian Dampak Regulasi/kebijakan nasional 37.900.000 37.334.200 98,51

JUMLAH PROGRAM 284.750.750 274.507.000 96,40

2. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif

UKM

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%) SKPD : DINAS KOPERASI DAN UMKM

1 Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM 529.230.000 472.619.600 89,30 2 Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan 1.269.030.000 1.218.936.100 96,05 3 Pelatihan manajemen pengelolaan koperasi/KUD 338.233.000 317.575.600 93,89 4 Sosialisasi dan Pelatihan Pola Pengelolaan Limbah Industri

dlm menjaga kelestarian kawasan 56.580.000 49.548.800 87,57 5 Peningkatan dan Pengembangan OVOP 100.000.000 94.961.200 94,96

JUMLAH PROGRAM 2.293.073.000 2.153.641.300 93,92

3. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha Bagi UMKM

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%) SKPD : DINAS KOPERASI DAN UMKM

1 Pemantauan pengelolaan penggunaan dana pemerintah bagi Usaha Mikro Kecil Menengah

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%)

2 Penyelenggaraan pembinaan industri RT, industri kecil dan industri menengah

33.500.000 33.175.000 99,03 3 Penyelenggaraan promosi produk UMKM 1.049.370.000 865.017.005 82,43 4 Fasilitasi Akses Permodalan KUMKM 67.000.000 56.252.500 83,96 5 Peningkatan Pengelolaan Usaha Simpan Pinjam 318.063.000 293.014.400 92,12 6 Fasilitasi Pengembangan Usaha Mikro 1.352.000.000 1.263.384.100 93,45

JUMLAH PROGRAM 2.847.933.000 2.538.503.005 89,13

4. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

Kegiatan yang dilaksanakan dalam Program ini sebagai berikut :

NO KEGIATAN ANGGARAN (Rp.) REALISASI ANGGARAN (Rp.) PERSEN TASE (%) SKPD : DINAS KOPERASI DAN UMKM

1 Sosialisasi prinsip-prinsip pemahaman perkoperasian 47.969.000 47.746.000 99,54 2 Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi

berprestasi

235.250.000 223.492.000 95,00 3 Peningkatan & pengembangan jaringan kerjasama usaha

kop.

250.116.320 234.328.700 93,69 4 Peningkatan kapasitas kelembagaan koperasi 335.967.500 325.387.500 96,85

JUMLAH PROGRAM 869.302.820 830.954.200 95,59

15.7 PROSES PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Perencanaan pembangunan Kota Semarang dilaksanakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 yaitu melalui Musyawarah

Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat Kelurahan,

Kecamatan dan Kota, yang kemudian ditindaklanjuti dalam Forum SKPD. Dari hasil tersebut dijabarkan dalam RKPD dan Renja SKPD untuk selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan RKA dan DPA SKPD. Seluruh dokumen perencanaan tersebut difasilitasi dalam Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMPERDA) dan hasilnya adalah keterpaduan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kota Semarang setiap tahun.

15.8 SARANA DAN PRASARANA

Secara umum, pada tahun 2013, sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mendukung tercapainya target pembangunan tercukupi melalui alokasi anggaran yang ada. Persentase pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pada masing-masing SKPD dan tiap-tiap urusan pemerintahan cukup bervariasi. Akan tetapi, kondisi sarana dan prasarana pada tahun 2013 mampu mendukung kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, tanpa ada kendala yang cukup berarti.

15.9 PERMASALAHAN

1) Belum diterbitkannya Peraturan Pelaksanaan atas Undang-Undang

Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 25 tahun 1992 yang

menyebabkan Koperasi mengalami kesulitan dalam

melaksanakan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi.

2) Belum semua pengelola Koperasi Simpan Pinjam memiliki sertifikat kompetensi sebagaimana diatur melalui UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian.

3) Kurangnya kesadaran pengelola Koperasi dan UMKM terhadap

tertib administrasi dalam hal penyampaian laporan

perkembangan usahanya secara berkala, sehingga menyulitkan dalam updating data.

15.10 TINDAK LANJUT

1) Pelaksanaan Perubahan Anggaran Dasar (PAD) masih

berpedoman pada peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012.

2) Melaksanakan pelatihan KSP berbasis kompetensi.

3) Meningkatkan frekuensi pembinaan, pelatihan kompetensi dan

manajemen perkoperasian secara sistematis dan terarah berbasis pengetahuan, teknologi, serta inovasi.

Dokumen terkait