• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Kelompok 1: Muhammad Yusron (2013114192)

Soal: Apa saja kriteria dari pajak kendaraan bermotor dan selain kendaraan bermotor yang ditarik sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, dan 75%?

Jawab: PPnBM kendaraan bermotor berdasarkan PP no. 41 tahun 2005 adalah sebagai berikut:

Tarif 10%:

– Mobil berpenumpang 10 orang atau lebih dgn bahan bakar solar.

– Mobil berpenumpang kurang dari 10 orang (selain sedan atau station wagon), 2WD, kapasitas silinder sampai 1500 CC.

Tarif 20%:

– Mobil berpenumpang kurang dari 10 orang (selain sedan atau station wagon) 2WD, kapasitas silinder diatas 1500 s.d. 2500 CC.

– Mobil double cabin berpenumpang lebih dari 3 orang untuk semua kapasitas silinder yang masanya tidak lebih dari 5 ton.

Tarif 30%:

– Sedan/station wagon berpenumpang kurang dari 10 orang, kapasi-tas silinder sampai 1500 CC.

– Selain sedan/station wagon, 4WD, kapasitas silinder smpai 1500 CC

Tarif 40%:

– Mobil selain sedan/station wagon berpenumpang kurang dari 10 org, bhn bkr bensin, 2WD, kapasitas silinder diatas 2500 s.d. 3000 CC.

– Seluruh jenis mobil 4WD, bahan bakar bensin, dgn kapasitas silinder diatas 1500 s.d. 3000 CC.

– Seluruh jenis mobil 4WD, bahan bakar solar, dgn kapasitas silinder diatas 1500 s.d. 2500 CC

Tarif 50%, semua jenis kendaraan golf.

23 Tarif 60%:

– Motor dengan kapasitas silinder diatas 250 s.d. 500 CC.

– Kendaraan khusus untuk perjalanan diatas salju, pantai, gunung, dll.

Tarif 75%:

– Seluruh jenis mobil bensin dgn kapasitas silinder lebih dari 3000 CC.

– Seluruh jenis mobil solar dgn kapasitas silinder lebih dari 2500 CC.

– Motor dengan kapastitas silinder lebih dari 500 CC

– Trailer, semi trailer, mobil caravan untuk perumahan atau kemah.

PPnBM selain kendaraan bermotor berdasarkan PP No. 55 Tahun 2004 jo. KMK No. 620/PMK.03/2004 adalah sebagai berikut:

Tarif 10%:

– Kel. alat rumah tangga, pesawat pendingin/pemanas, dan pesawat penerima siaran tv.

– Kel. peralatan dan perlengkapan olah raga.

– Kel. mesin pengatur suhu udara.

– Kel. alat perekam/reproduksi gambar, pswt penerima siaran radio.

Tarif 20%:

– Kel. alat rumah tangga, pesawat pendingin/pemanas selain diatas.

– Kel. hunian mewah spt rumah mewah, apartemen, kondominium, dll.

– Kel. pesawat penerima siaran tv dan antena serta reflektor antena selain yang tarif 10%.

– Kel. mesin pengatur suhu udara, pencuci piring, pengering, pesawat elektromagnetik, dan instrumen musik.

– Kel. wangi-wangian.

Tarif 30%:

– Kel. kapal atau kendaraan lain, sampan dan kano, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum.

24

– Kel. peralatan dan perlengkapan olah raga selain yg disebut pada kelompok 10%.

Tarif 40%:

– Kel. minuman tertentu yang mengandung alkohol.

– Kel. barang yg sebagian/seluruhnya terbuat dari kulit atau kulit tiruan

– Kel. permadani tertentu yang terbuat dari sutera atau wool.

– Kel. barang kaca dari kristal timah hitam dan jenis yg digunakan utk meja, dapur, rias, kantor, dekorasi, dalam ruangan, dll.

– Kel. barang yg sebagian/seluruhnya terbuat dari logam mulia atau campuran daripadanya atau logam yang dilapisi logam mulia.

– Kel. kapal atau kendaraan lain, sampan dan kano, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum selain pd kel. 30%.

– Kel. balon udara dan balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara lainnya tanpa penggerak.

– Kel. peluru senjata api dan senjata api, kecuali utk keperluan negara

– Kel. alat makan, alat dapur, barang rumah tangga, dan barang rias.

– Kel. barang perabotan rumah tangga dan kantor.

– Kel. barang dari porselin, tanah liat cina atau keramik.

– Kel. barang yang terbuat dari batu selain batu jalan/batu tepi jalan.

Tarif 50%:

– Kel. permadani tertentu yg terbuat dari wool atau bulu hewan halus.

– Kel. pesawat udara selain yang disebut pd tarif 40%, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan udara niaga.

– Kel. peralatan dan perlengkapan olah raga selain yang disebut pd kelompok 10% dan 30%.

– Kel. senjata api dan senjata api lainnya kecuali utk keperluan negara

25 Tarif 75%:

– Kel. minuman beralkohol selain yang disebut pada kelompok 40%.

– Kel. barang yg sebagian/seluruhnya terbuat dari batu mulia/mutiara atau campuran daripadanya.

– Kel. kapal pesiar mewah kecuali untuk keperluan negara.

2. Kelompok 2: Pipit Fatoya

Soal: tarif PPnBM 200% diambil dari mana? Barang yang termasuk kena pajak 200% itu apa saja? Lalu ditahun 2017 apa masih tetap sama tarifnya 200%?

Jawab: Tarif tersebut diambil dari harga beli barang, barang yang termasuk kena pajak tarif 200% diberlakukan untuk barang-barang yang betul-betul masuk kategori mewah, misalnya saja mobil-mobil built up mewah, namun tidak mustahil juga yang menjadi sasaran adalah minuman keras karena selama ini, minuman memabukkan ini memang sudah kena pajak tinggi. Lalu di tahun 2017 ini masih tetap diberlakukan tarif pajak PPnBM tertinggi adalah 200%.

3. Kelompok 3: Slamet Fahrurozi (2013115071)

Soal: Apakah barang mewah yang diberikan dari negara lain yang berupa hadiah dikenai PPnBM atau tidak?

Jawab: Ya, dikenai PPnBM sekaligus Pajak Hadiah.

4. Kelompok 4: Aminah Mona (2013115098)

Soal: Bagaimana pencatatan atau pengakuan PPN atas impor atau pemberian aktiva bagi PKP?

Jawab:

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang terdapat dalam Impor aktiva tetap dan pembelian aktiva tetap dapat dikreditkan sebagai pajak masukan sepanjang tidak termasuk dalam kriteria Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Yang Tidak Dapat Dikreditkan Sebagai Pajak Masukan.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang terdapat dalam Impor aktiva tetap dan pembelian aktiva tetap dapat dibebankan sebagai biaya atau ditambahkan

26

(dikapitalisasi) kepada harga perolehan Aktiva sepanjang tidak dikreditkan sebagai pajak masukan.

Sehingga Pengusaha Kena Pajak (PKP) hanya dapat memilih salah satu pencatatan atau pengakuan atas PPN tersebut tidak boleh keduanya yaitu sebagai pajak masukan atau dikapitalisasi dalam harga beli/impor aktiva.

5. Kelompok 5: Nurwijayanti (2013115381)

Soal: Menanggapi jawaban atas pertanyaan kelompok 6, mengapa demikian?

Lalu bagaimana dengan PT. Freeport apakah tidak terkena pajak sedangkan PT. Freeport bekerja pada bidang pertambangan.

Jawab: Barang pertambangan tidak dikenai pajak karena barang petambangan di ambil langsung dari sumbernya. PT Freeport tetap dikenai pajak dan perpajakannya dilakukaan berdasarkan prevailing. Menurut UU perubahan menjadi IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) menjadikan ketentuan pajak PT Freeport tak mengikuti ketentuan kontrak sebelumnya. Jadi pajak PT Freeport dihitung berdasarkan kewajiban berbasis pada UU perpajakan saat ini. PT Freeport perlu membayar Pajak Penghasilan sebesar 25%, Pajak Penjualan sebesar 2,3% hingga 3%.

6. Kelompok 6: Yayang (2013115182)

Soal: Barang pertambangan termasuk barang kena pajak apa bukan?

Jawab: Ada beberapa jenis barang tambang yang tidak kena PPN, yaitu barang hasil pengeboran minyak, gas bumi, dan panas bumi, karena barang tersebut diambil langsung dari sumbernya.

7. Kelompok 7: Defa Nahiriyah (2013115221)

Soal: Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean itu pemanfaatan yang bagaimana?

Jawab: Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean adalah setiap kegiatan pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean. Misalnya: BKP tidak berwujud itu dimiliki oleh orang pribadi atau badan yang bertempat tinggal atau berkedudukan di luara daerah pabean, kegiatan pemanfaatan BKP tidak berwujud yang berasal dari luar daerah pabean tersebut dilakukan di dalam daerah

27

pabean, BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean tersebut dimanfaatkan oleh siapapun di dalam daerah pabean.

8. Kelompok 8: Slamet Ardi (2013115266)

Soal: PPnBM yang tarifnya 200% apa tidak membebani dikarenakan besarnya pajak sampai 200%?

Jawab: Menurut kelompok kami hal tersebut tidak membebani, hal tersebut dikarenakan barang yang dikenakan tarif 200% hanya barang-barang yang betul-betul mewah, otomatis yang dapat membeli barang mewah hanya orang-orang yang memiliki harta lebih dan mampu untuk membayar pajak dari barang tersebut.

9. Kelompok 9: Muhammad Mukholada

Soal: Pemakaian sendiri BKP dan/atau JKP adalah harga jual atau penggantian setelah dikurangi laba kotor. Yang dimaksud penggantian dari pernyataan tersebut itu apa?

Jawab: Pemakaian sendiri BKP untuk tujuan produktif tidak terutang PPN.

Sedang penggunaan untuk tujuan konsumtif dikenakan PPN dengan dasar Harga Jual atau Penggantian setelah dikurangi laba kotor. ini dimaksudkan untuk barang dagangan anda atau barang produk anda yang sedianya dijual, tapi digunakan untuk keperluan sendiri.

Misal anda menjual BKP harga 1.500.

Harga pokok 1.200 Laba 300

Bila BKP tersebut tidak dijual, tapi di konsumsi untuk tamu, maka, DPPnya adalah 1.200. Sedang bila di jual, DPP nya adalah 1.500.

10. Kelompok 10: Agus Tri (2013115380)

Soal: Barang kebutuhan pokok termasuk barang mewah atau bukan?

Jawab: Barang kebutuhan pokok tidak termasuk dalam barang mewah, karena jika kita lihat dari salah satu kriteria BKP yang Tergolong Mewah dalam penjelasan Pasal 5 UU PPN 1984 adalah: Bahwa barang tersebut bukan merupakan barang kebutuhan pokok.

28 11. Kelompok 12: Febri Melinda (2013115493)

Soal: Maksud dari mekanisme pemungutan PPnBM dilakukan bersamaan dengan PPN dalam satu form apa?

Jawab: Maksudnya adalah mekanisme pemungutan dari PPnBM sama dengan mekanisme pemungutan PPN dan dapat dilakukan secara bersamaan.

Tata cara pemungutan PPN sendiri yaitu melalui penyetoran, dan pelaporan pajak oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai dan diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan.

12. Kelompok 13: Nasya Irna R (2013115113)

Soal: Di desa saya ada yang jual warung sembako tapi lumayan besar seperti mini market, lalu sayakan beli barang disitu, transaksi masih manual, tapi apaakah si pedagang tidak dikenakan PPN?

Jawab: Direktorat Jenderal Pajak menyebutkan, terdapat beberapa sektor usaha yang tidak terkena aturan pajak Usaha Kecil Menengah. Aturan pajak UKM ini tertuang dalam PP No. 46 Tahun 2013. UKM dengan tempat usaha tetap dan beromzet hingga Rp. 4,8 milyar per tahun akan dikenakan pajak 1%. Jadi, jika warung tersebut masuk dalaam ketentuan di atas, maka warung tersebut dikenakan pajak 1%.

Dokumen terkait