ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.4. Hasil Estimasi Model Penelitian
Untuk mengetahui pegaruh variabel bebas (Modal kerja, Luas tempat, Jumlah Pekerja dan Jumlah Jam operasional) terhadap variabel terikat (Pendapatan Rumah Makan di sekitar Universitas Sumatera Utara) dilakukan dengan menggunakan model regresi linear berganda. Hasil estimasi tersebut ditunjukkan pada tabel 4.10 sebagai berikut ;
Tabel 4.10 Hasil Estimasi Model Penelitian
Variabel Koefisien Std.Error t-statistics Prob
Konstanta 5.524452 0.956759 5.774133 0.0000
Log MK 0.273268 0.071186 3.838762 0.0003
Log LT 0.083144 0.114532 0.725940 0.4706
Log JP 0.490695 0.115600 4.244760 0.0001
Log JO 0.542707 0.311480 1.742347 0.0863
Sumber : Hasil Analisis Data Penelitian, Tahun 2009
Berdasarkan hasil estimasi yang ditunjukkan pada tabel di atas, maka hasilnya dapat diperoleh sebagai berikut ;
Log Yrm = 5,524 + 0,273 log MK + 0,083 Log LT + 0,490 Log JP
t- Statistics = (3,838)*** (0,725) (4,244)*** + 0,542 Log JO
t- Statistics = (1,742)*
Keterangan : ***) Signifikan pada α = 1% *) Signifikan pada α = 10%
Berdasarkan hasil estimasi di atas diketahui bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0.703 yang bermakna bahwa variabel independen Modal Kerja, Luas Tempat, Jumlah Pekerja dan Jumlah Jam operasional mampu menjelaskan variasi pada pendapatan rumah makan sebesar 70,3 % dan sisanya sebesar 29,7 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam modal estimasi penelitian ini.
Dilihat dari nilai F-statistik yaitu sebesar 37.278 yang signifikan pada tingkat keyakinan 99 % atau α = 1 %, berarti bahwa secara secara bersama-sama (simultan) variabel Modal Kerja, Luas Tempat, Jumlah Pekerja dan Jumlah Jam operasional mempengaruhi variabel Pendapatan Usaha rumah makan di sekitar Universitas Sumatera Utara.
Berdasarkan uji partial Uji t-statistik (uji secara partial) dapat diketahui variabel-variabel mana yang berpengaruh secara signifikan terhadap Pendapatan Usaha rumah makan di sekitar Universitas Sumatera Utara. Pada jumlah sampel (n)= 68, variabel bebas (k)=5. Dengan demikian k = 5 dijumpai Degree of Freedom (DF) = 68 - 5 = 63. Pada DF = 63 dijumpai t-tabel pada pengujian dua ekor; α = 0.05 : 2 sebesar α = 0.025 sebesar 1,980 dan α = 0.05 adalah 1,658. Berikut hasil uji-t pada masing-masing variabel independen.
4.4.1. Variabel Modal Kerja
Berdasarkan hasil estimasi dihasilkan bahwa variabel modal kerja (MK) berpengaruh positif terhadap variabel pendapatan usaha rumah makan disekitar lingkungan USU. Hal ini berarti bahwa semakin besar modal kerja yang digunakan maka akan meningkatkan pendapatan usaha rumah makan. Nilai koefisien regresi Modal kerja yang didapat yakni sebesar 0,273 yang berarti
rumah makan sebesar 27,3 persen, ceteris paribus. Selanjutnya diperoleh nilai t-hitung variabel Modal Kerja sebesar 3.838 lebih besar dibandingkan 1.980 yang bermakna bahwa variabel
Modal kerja berpengaruh signifikan (pada ; α = 1 %) terhadap pendapatan rumah makan di
sekitar Univ. Sumatera Utara.
4.4.2. Variabel Luas Tempat
Berdasarkan hasil estimasi dihasilkan bahwa variabel Luas Tempat (LT) berpengaruh positif terhadap variabel pendapatan usaha rumah makan disekitar lingkungan USU. Hal ini berarti bahwa semakin besar Luas Tempat yang digunakan maka akan meningkatkan pendapatan usaha rumah makan. Nilai koefisien regresi Luas Tempat yang didapat yakni sebesar 0,083 yang berarti bahwa setiap peningkatan Luas Tempat sebesar 1 persen maka akan meningkatkan pendapatan rumah makan sebesar 8,3 persen, ceteris paribus. Selanjutnya diperoleh nilai t-hitung variabel Luas Tempat sebesar 0.725 lebih kecil dibandingkan 1.980 yang bermakna bahwa variabel Luas Tempat tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan rumah makan di sekitar Univ. Sumatera Utara. Hal ini menambah keyakinan penulis bahwa variabel luas tempat juga senantiasa membutuhkan adanya dukungan kelengkapan fasilitas serta kenyamanan yang ditawarkan oleh rumah makan yang diteliti. Di samping itu secara sederhana dapat pula dijelaskan bahwa variabel luas tempat belum terlalu beimplikasi pada pendapatan usaha rumah makan di sekitar Universitas Sumatera Utara, hal ini sangat dimungkinkan karena masih banyaknya pengunjung rumah makan yang menggunakan kendaraan yang belum memerlukan areal parkir yang sangat luas.
4.4.3. Variabel jumlah Pekerja
Berdasarkan hasil estimasi dihasilkan bahwa variabel Jumlah Pekerja (JP) berpengaruh positif terhadap variabel pendapatan usaha rumah makan disekitar lingkungan USU. Hal ini berarti bahwa semakin banyak Jumlah Pekerja yang digunakan maka akan meningkatkan pendapatan usaha rumah makan. Nilai koefisien regresi Jumlah Pekerja yang didapat yakni sebesar 0,490 yang berarti bahwa setiap peningkatan Jumlah Pekerja sebesar 1 persen maka akan meningkatkan pendapatan rumah makan sebesar 49 persen, ceteris paribus. Selanjutnya diperoleh nilai t-hitung variabel Luas Tempat sebesar 4.245 lebih besar dibandingkan 1.980 yang
bermakna bahwa variabel Jumlah Pekerja berpengaruh signifikan (pada ; α = 1 %) terhadap
pendapatan rumah makan di sekitar Univ. Sumatera Utara.
4.4.4. Variabel jumlah Jam Operasional
Berdasarkan hasil estimasi dihasilkan bahwa variabel Jumlah jam operasional (JO) berpengaruh positif terhadap variabel pendapatan usaha rumah makan disekitar lingkungan USU. Hal ini berarti bahwa semakin banyak Jumlah jam operasional yang digunakan maka akan meningkatkan pendapatan usaha rumah makan. Nilai koefisien regresi Jumlah jam operasional yang didapat yakni sebesar 0,542 yang berarti bahwa setiap peningkatan Jumlah jam operasional sebesar 1 persen maka akan meningkatkan pendapatan rumah makan sebesar 54,2 %, ceteris paribus. Selanjutnya diperoleh nilai t-hitung variabel Luas Tempat sebesar 1.742 lebih besar dibandingkan 1.658 yang bermakna bahwa variabel Jumlah Pekerja berpengaruh signifikan (pada ; α = 10 %) terhadap pendapatan rumah makan di sekitar Univ. Sumatera Utara.
Salah satu kemudahan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yakni koefisien regresi yang dihasilkan pada tiap-tiap variable juga menggambarkan elastisitas variable tersebut.
yang diteliti tidak ada yang memiliki koefisien > 1, oleh karena itu hal ini menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas yang dimasukkan pada model analisis adalah inelastic.
Kemudahan menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas lainnya juga dapat dijelaskan selanjutnya mengenai analisis skala usaha. Berdasarkan hasil estimasi juga dapat diketahui tahap/ skala usaha yang berhubungan dengan pendapatan rumah makan di sekitar Kampus Univ.
Sumatera Utara. Kegiatan usaha yang dilakukan dapat dikategorikan kepada tahap increase
return to scale (IRS) atau konstan ditambahkan Koefisien regresinya adalah lebih besar dari 1
(6,209 > 1). Hal ini sekaligus juga menggambarkan suatu fenomena yang menarik yakni
mengasumsikan bahwa pasar yang terjadi merupakan suatu pasar persaingan sempurna dimana output yang dihasilkan cenderung homogen dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp. 15.832.500,- Setiap bulannya.