• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Evaluasi Penyuluhan

BAB IV HASIL KAJIAN

3. Prosedur Pembuatan

6.2 Hasil Evaluasi Penyuluhan

Evaluasi merupakan hal terakhir yang dilakukan setelah melakukan kegiatan penyuluhan. Evaluasi penyuluhan ini nantinya akan dijadikan sebagai acuan atau tolak ukur dalam melakukan kegiatan penyuluhan selanjutnya.

Evaluasi penyuluhan ini meliputi evaluasi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap.

6.2.1 Evaluasi aspek pengetahuan

Evaluasi aspek pengetahuan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah penyuluhan. Evaluasi yang dilakukan sebelum penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan kelompok ternak sebelum menerima materi yang akan disampaikan. Data hasil evaluasi awal (pre-test) dapat dilihat pada Lampiran 15 dan Tabel 6.2.

Tabel 6.2. Hasil evaluasi awal aspek pengetahuan

No Interval Kriteria Jumlah Presentase (%)

1 15-26 SR 2 13,3

2 27-38 R 12 80

3 39-50 S 1 6,7

4 51-62 T 0 0

5 63-75 ST 0 0

Sumber: Data yang diolah, 2022

Pada tabel 6.2 dapat dilihat bahwa sasaran sebelum dilakukannya kegiatan penyuluhan mayoritas berada pada kategori rendah dengan presentase sebesar 80% dengan responden berjumlah 12 orang. Artinya bahwa para peternak ini belum mengetahui dan paham mengenai pemanfaatan kotoran kelinci sebagai pupuk organik. Jumlah nilai evaluasi awal aspek pengetahuan untuk 15 responden yaitu sebesar 507. Total nilai tersebut kemudian digambarkan menggunakan garis kontinum, seperti pada Gambar 6.3.

SR R S T ST

225 450 675 900 1125

507

Gambar 6.3. Garis kontinum evaluasi awal aspek pengetahuan

Pada gambar 6.3 dapat dilihat bahwa rata-rata aspek pengetahuan para peternak sebelum dilakukannya penyuluhan berada pada skor 507 dengan presentase sebesar 45,1%. Artinya bahwa sasaran kegiatan penyuluhan sebelum dilakukannya penyuluhan berada pada kriteria “rendah”.

Setelah kegiatan penyuluhan dilakukan evaluasi akhir. Tujuan dilakukannya evaluasi akhir yaitu untuk mengetahui bagaimana pengetahuan dari para peternak setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan. Data hasil evaluasi akhir penyuluhan dapat dilihat pada Lampiran 16 dan Tabel 6.3.

45

Tabel 6.3. Hasil evaluasi akhir aspek pengetahuan

No Interval Kriteria Jumlah Presentase (%)

1 15-26 SR 0 0

2 27-38 R 0 0

3 39-50 S 0 0

4 51-62 T 6 40

5 63-75 ST 9 60

Sumber: Data yang diolah, 2022

Pada Tabel 6.3 dapat dilihat bahwa para peternak setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan mayoritas berada pada kategori sangat tinggi dengan presentase sebesar 65% dengan jumlah responden sebanyak 9 orang. Artinya bahwa para peternak sudah mulai mengetahui dan paham pemanfaatan kotoran kelinci sebagai pupuk organik. Jumlah nilai evaluasi akhir aspek pengetahuan untuk 15 responden yaitu sebesar 948. Total nilai tersebut kemudian digambarkan menggunakan garis kontinum, seperti pada Gambar 6.4.

SR R S T ST

225 450 675 900

948

1125

Gambar 6.4. Garis kontinum evaluasi akhir aspek pengetahuan

Pada Gambar 6.4 dapat dilihat bahwa rata-rata aspek pengetahuan para peternak setelah dilakukannya penyuluhan berada pada skor 984 dengan presentase sebesar 87,5%. Artinya bahwa sasaran kegiatan penyuluhan setelah dilakukannya penyuluhan berada pada kriteria “tinggi”.

6.1.2 Evaluasi aspek keterampilan

Evaluasi aspek keterampilan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah penyuluhan. Evaluasi sebelum penyuluhan bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterampilan para peternak sebelum menerima materi yang akan disampaikan. Data hasil evaluasi awal (pre-test) dapat dilihat pada Lampiran 17 dan Tabel 6.4.

Tabel 6.4. Hasil evaluasi awal aspek keterampilan

No Interval Kriteria Jumlah Presentase (%)

1 13-22 TT 2 13,4

2 23-32 KT 8 53,3

3 33-42 CT 5 33,3

4 43-52 T 0 0

5 53-65 ST 0 0

Sumber: Data yang diolah, 2022

Pada Tabel 6.4 dapat dilihat bahwa sasaran sebelum dilakukannya kegiatan penyuluhan mayoritas berada pada kategori kurang trampil dengan presentase sebesar 53,3% dan jumlah responden sebanyak 8 peternak. Artinya bahwa para peternak masih kurang mahir mengenai pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan kotoran kelinci sebagai bahan utama. Jumlah nilai evaluasi awal aspek keterampilan untuk 15 responden yaitu sebesar 422. Total nilai tersebut kemudian digambarkan menggunakan garis kontinum, seperti pada Gambar 6.5

TT KT CT T ST

195 390

422

585 780 975

Gambar 6.5. Garis kontinum evaluasi awal aspek keterampilan

Pada Gambar 6.5 dapat dilihat bahwa rata-rata aspek keterampilan kelompok ternak ini sebelum dilakukannya penyuluhan berada pada skor 422 dengan presentase sebesar 43,3%. Artinya bahwa sasaran kegiatan penyuluhan sebelum dilakukannya penyuluhan berada pada kriteia “kurang trampil”.

Kegiatan evaluasi selanjutnya yaitu evaluasi akhir. Tujuan dilakukannya evaluasi akhir yaitu untuk mengetahui bagaimana keterampilan para peternak setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan. Data hasil evaluasi akhir penyuluhan dapat dilihat pada Lampiran 18 dan Tabel 6.5

47

Tabel 6.5. Hasil evaluasi akhir aspek keterampilan

No Interval Kriteria Jumlah Presentase (%)

1 13-22 TT 0 0

2 23-32 KT 0 0

3 33-42 CT 0 0

4 43-52 T 5 33,3

5 53-65 ST 10 66,7

Sumber: Data yang diolah, 2022

Pada Tabel 6.5 dapat dilihat bahwa sasaran setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan mayoritas berada pada kategori sangat trampil dengan presentase sebesar 66,7% dan jumlah responden sebanyak 10 peternak. Artinya bahwa para peterna sudah sangat trampil dalam membuat pupuk organik dari kotoran kelinci. Jumlah nilai evaluasi akhir aspek keterampilan untuk 15 responden yaitu sebesar 801. Total nilai tersebut kemudian digambarkan menggunakan garis kontinum, seperti pada Gambar 6.7.

801

Gambar 6.7. Garis kontinum evaluasi akhir aspek keterampilan Pada gambar 6.7 dapat dilihat bahwa rata-rata aspek keterampilan wanita tani setelah dilakukannya penyuluhan berada pada skor 801 dengan presentase sebesar 82,2%. Artinya bahwa sasaran kegiatan penyuluhan setelah dilakukannya penyuluhan berada pada kriteia “trampil”.

6.1.3 Evaluasi aspek sikap

Evaluasi aspek sikap dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum dan sesudah penyuluhan. Evaluasi sebelum penyuluhan bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap peternak sebelum menerima materi yang akan disampaikan.

Data hasil evaluasi awal (pre-test) dapat dilihat pada Lampiran 19 dan Tabel 6.6.

TT KT CT T ST

195 390 585 780 975

Tabel 6.6. Hasil evaluasi awal aspek sikap

No Interval Kriteria Jumlah Presentase (%)

1 12-21 SR 0 0

2 22-31 R 8 53,3

3 32-41 S 6 40

4 42-51 T 1 6,7

5 52-60 ST 0 0

Sumber: Data yang diolah, 2022

Pada Tabel 6.6 dapat dilihat bahwa sasaran sebelum dilakukannya kegiatan penyuluhan mayoritas berada pada kategori rendah dengan presentase sebesar 53,3%. Artinya bahwa para peternak mayoritas masih belum bisa menerima mengenai pemanfaatan kotoran kelinci sebagai pupuk organik. Jumlah nilai evaluasi awal aspek sikap untuk 15 responden yaitu sebesar 473. Total nilai tersebut kemudian digambarkan menggunakan garis kontinum, seperti pada Gambar 6.8

SR R S T ST

180 360

473

540 720 900

Gambar 6.8. Garis kontinum evaluasi awal aspek sikap

Pada Gambar 6.8 dapat dilihat bahwa rata-rata aspek sikap kelompok ternak sebelum dilakukannya penyuluhan berada pada skor 473 dengan presentase sebesar 52,6%. Artinya bahwa sasaran kegiatan penyuluhan sebelum dilakukannya penyuluhan berada pada kriteria “sedang”.

Kegiatan evaluasi selanjutnya yaitu evaluasi akhir. Tujuan dilakukannya evaluasi akhir yaitu untuk mengetahui bagaimana sikap wanita tani setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan. Data hasil evaluasi akhir penyuluhan dapat dilihat pada Lampiran 20 dan Tabel 6.7.

49

Tabel 6.7. Hasil evaluasi akhir aspek sikap

No Interval Kriteria Jumlah Presentase (%)

1 12-21 SR 0 0

2 22-31 R 0 0

3 32-41 S 0 0

4 42-51 T 3 20

5 52-60 ST 12 80

Sumber: Data yang diolah, 2022

Pada Tabel 6.7 dapat dilihat bahwa sasaran setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan mayoritas berada pada kategori sangat tinggi dengan presentase sebesar 80%. Artinya bahwa para peternak ini sudah bisa menerima inovasi mengenai pemanfaatan kotoran kelinci sebagai pupuk organik. Jumlah nilai evaluasi akhir aspek sikap untuk 15 responden yaitu sebesar 787. Total nilai tersebut kemudian digambarkan menggunakan garis kontinum, seperti pada Gambar 6.9.

SR R S T ST

180 360 540 720

787

900

Gambar 6.9. Garis kontinum evaluasi akhir aspek sikap

Pada Gambar 6.9 dapat dilihat bahwa rata-rata aspek sikap wanita tani setelah dilakukannya penyuluhan berada pada skor 787 dengan presentase sebesar 87,4%. Artinya bahwa sasaran kegiatan penyuluhan setelah dilakukannya penyuluhan berada pada kriteria “tinggi”.

6.1.4 Analisis Perubahan Perilaku

Analsis perubahan perilaku ini dilihat dari evaluasi awal dan evaluasi akhir.

Dari kedua evaluasi tersebut ditabulasikan dengan tujuan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap responden berdasarkan kategori nilai yang telah dicapai. Hasil rekapitulasi digunakan untuk mengetahui perubahan perolehan nilai yang dicapai. Hasil rekapitulasi dapat dilihat pada Tabel 6.8.

Tabel 6.8 Rata-rata Perubahan Perilaku Deskripsi N

Max

Nilai Yang Diperoleh Perubahan E.awal % E.akhir % Nilai % Pengetahuan 1125 507 45,1 984 87.5 477 42,4 Keterampilan 975 422 43.3 801 82.2 379 38,9

Sikap 900 473 52.6 787 87.4 314 34,8

Sumber: Data Primer yang Diolah, 2022

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah kegiatan penyuluhan lalu dievaluasi kembali, ternyata untuk aspek pengetahuan responden meningkat sebesar 42,4%. Sedangkan untuk aspek keterampilan ini juga menunjukkan perubahan yang meningkat yaitu dengan dengan presentase sebesar 38,9%, dan untuk aspek sikap mengalami peningkatan dengan presentase sebesar 34,8%. Dengan demikian untuk perubahan perilaku dari aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap dapat dinyatakan adanya perubahan setelah dilakukannya kegiatan penyuluhan. Sehingga kegiatan penyuluhan ini dapat dikatakan berhasil.

Dokumen terkait