• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Family Therapy (Terapi Keluarga) Pola asuh orantua dalam menangani temper tantrum pada anak autis

DAN DAMPAK DARI POLA ASUH ORANG TUA UNTUK ANAK TEMPER TANTRUM DI PAUD MELATI TRISULA SIDOARJO

E. Hasil Family Therapy (Terapi Keluarga) Pola asuh orantua dalam menangani temper tantrum pada anak autis

90

Dalam menindak lanjuti masalah ini konselor melakukan home visit atau melakukan obrolan melalui media sosial, Sebagai upaya dalam melakukan peninjauan lebih lanjut tentang perkembangan atau perubahan yang dialami oleh konseli setelah konseling dilakukan. Disini konselor mewawancara anak kedua untuk mengetahui perubahan dan hasil yang didapatkan dapat diketahui bahwa terdapat perkembangan atau perubahan pada diri konseli.

Setelah dilakukan terapi dan pengertian sekarang keluarga klien terutama ayahnya sudah mulai menyadari dan mau merubah pola asuh yang diterapkan pada anaknya, saat ini ayahnya mulai menerapkan pola asuh yang sama seperti yang diterapkan ibunya. Yakni pola asuh yang demokratis dimana anaknya dibebaskan berkreasi dan berinteraksi dengan siapapun akan tetapi masih dalam pengawasan orangtua agar anak tersebut bisa mengembangkan bakat dan minat yang ia miliki, dan saat ini pun orang tua klien mulai belajar untuk bisa mengalihkan perhatian anaknya ketika dia menginginkan sesuatu akan tetapi tidak harus sekarang untuk mewujudkannya, meskipun masih bertahap akan tetapi demi sedikit anaknya pun mulai mengurangi perilaku tantrumnya.

E. Hasil Family Therapy (Terapi Keluarga) Pola asuh orantua dalam menangani temper tantrum pada anak autis.

Setelah melakukan beberapa kali pertemuan dan memberikan

treatmen/terapi pada orangtua klien, dapat disimpulkan hasil dari terapi tersebut yakni, ayahnya pun sudah mulai belajar merubah pola asuh yang

91

sama seperti ibunya, agar anak tersebut tidak terus melakukan perilaku tantrumnya, ayahnya pun sudah menyadari bahwa pola asuh yang ia berikan berdampak negatif pada anaknya.

Begitupun dengan perubahan sikap klien yakni mulai saat ini jarang mengalami tantrum, karena ayah dan ibunya sudah mulai belajar untuk mengalihkan perhatian dengan yang lain agar klien tidak mengalami tantrum ketika keinginannya tidak bisa diwujudkan pada saat itu juga meskipun dalam waktu yang bertahap.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan dibahas dalam bab yang sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Model pola asuh ibu dalam menagani tantrum pada anaknya yaitu bersikap tegas akan tetapi tidak memberikan kekerasan pada anak hanya memberikan perkataan dengan nada yang tegas sehingga anak akan berhenti menangis dan mengamuk. Tegas itu hanya berlaku ketika azam mengalami tantrum, untuk pola asuh sehari-hari ibunya menerapkan pola asuh yang demokratis disini ibunya memberikan azam beraktivitas, berkreasi dan bermain dengan teman-temannya meskipun azam ini adalah salah satu anak yang mengalami retradasi mental dan susah untuk mengeluarkan vokal suara, akan tetapi ibunya merasa bahwa dia juga berhak mendapatkan yang seperti itu. Agar bisa mengembangkan potensi yang dia miliki.

2. Keterkaitan dengan teori bahwa jika orang tua memberikan pola asuh yang demokratis, bisa menghasilkan anak yang mandiri, mempunyai minat terhadap ahl-hal baru dan kooperatif dengan orang lain. Dan itu seperti yang dialami azam saat ini sudah mulai bisa melakukan dengan mandiri meskipun itu hal yang mudah tapi bagi ibu itu adalah perkembangan yang sangat bagus. Untuk model pola asuh ayah yakni memberikan pola asuh permisif terlalu memanjakan azam, selalu menuruti keinginannya sehingga

✂ ✄

diberikan pola asuh ini akan menghasilkan sikap yang kurang percaya diri, tidak bisa mandiri.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan urgensi penelitian, maka dapat dijelaskan beberapa implikasi untuk pihak yang terkait sebagai berikut:

1. Bagi orang tua

Dengan adanya hasil penelitian ini, dapat memberikan wawasan yang lebih kepada orang tua agar bisa mngetahui model pola asuh yang

diterapkan kepada anak yang mengalami tantrum dan cara

menanganinya.

2. Bagi peneliti yang lain

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan penelitian bagi peneliti selanjutnya, dan peneliti selanjutnya dapat menghubungan teori-teori yang telah ada untuk dapat memunculkan lagi hal-hal baru yang berkaitan dengan model pola asuh orang tua untuk menangani tantrum pada anak autis.

3. Bagi peneliti

Bagi peneliti hendaknya lebih mendalami teori tentang pola asuh agar dapat memilih yang baik untuk menangani seorang anak yang mengalami temper tantrum.

DAFTAR PUSTAKA

Asrori M, Ali M. 2004.Perkembangan peserta didik. Jakarta: PT Bumi Aksara. Bungin Burhan. 2012. Metodologi Penelitian Sosial Format-Format Kualitatif. Surabaya:Unair

Bungin Burhan. 2013. Metodologi Penelitian Sosial & Ekonomi (Format-Format kuantitaif dan Kualitatif untuk studi sosiologi, kebijakan publik komunikai manajemen dan pemasaran). Jakarta: Prenada Media Group.

Bungin Burhan. 2001.Meodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT.Grafindo Persada. Dariyo, Agoes. 2004.Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia. Delphie Bandi. 2009.Pendidikan Anak Autistik. Yogyakarta: Kompetensi Trapan Sinergi Pustaka

Gunarsa D Singgih. 2000. Pengantar Psikologi Edisi Kesebelas. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Gunarsa D, Singgih. 2013.Psikologi Untuk Keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hani’ah Munnal. 2015.Kisah Anak Autis Berprestasi. Yogyakarta: DIVA Press. Hurlock B Elizabeth. 2006.Psikologi PerkembanganEdisi Kelima. Jakarta: Erlangga.

Hurlock B, Elizabeth. 1990.Perkembangan Aanak/Child Development cetakan kedua. Jakarta:Erlangga.

Hurlock B, Elizabeth. 1997.Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Masa. Jakarta:Erlangga.

Hurlock B, Elizabeth. 2011.Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Kartono, Kartini. 1991.Bimbingan Bagi Anak & Remaja yang Bermasalah. Jakarta: CV Rajawali.

Margono. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Marzuki. 2002.Metode Riset. Yogyakarta:BPFE.

Maunur, “pola asuh”, artikel bertopik sosial,

https://maunur1201110010.wordpress.com/artikel/pengertian-pola-asuh-menurut-para-ahli

diakses pada tanggal 30 Januari 2017 pukul 20:31.

Moleong J Lexy. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif cetakan 20. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nuraini Yuliani, Sujiono. 2009. Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT Indeks.

Oetomo, Dr, M.L. 1985. Bimbingan Bagi Anak dan Remaja yang Bermasalah. Jakarta: Rajawali Press.

Penney, James. 2005.Menghadapi dan Mengatasi Anak yang Suka mengamuk. Jakarta: PT gramedia.

Rifa’i Muhammad. 1993.Pembina pribadi Muslim. Semarang: CV. Wicaksana. Rosmala Dewi. 2005.Berbagai Masalah Anak Taman Kanak-Kanak. Jakarta: CV. Rajawali.

Shochib. 2007.Pola asuh Orang tua untuk Menembangkan Disiplin diri. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Sugiyono, Dr. 2012.Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta. Sugiyono, Dr. 2010.Memahami Penelitian Kualitatif.Bandung:Alfabeta.

Suharsimi Ari Kunto. 1996. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Setiawani. 2000.Menerobos Dunia Anak. Bandung: Yayasan Kalam Hidup.

Yusuf, Syamsu. 2000.Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yulia, Gunarsa D Singgih. 2000.Azaz Keluarga Idaman. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Zaviese Ferdinand. 2008.Mengenali dan Memahami Tumbuh Kembang Anak. Yogyakarta: Katahati.