BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5. Analisis Regresi Linier Berganda
4.5.3 Hasil Pengujian Hipotesis
4.5.3.2. Hasil Uji t
Uji t digunakan untuk menguji hipotesis pengaruh secara parsial variabel- variabel indepenen (X) terhadap variabel dependen (Y). jika nilai signifikansi Uji t kurang dari tingkat signifikansi 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima
dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikansi variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.
Tabel 4.13 Hasil Uji Par sial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
T Sig. Correlations Collinearity Statistics B Std. Error Beta Zero-order Partial Part Tolerance VIF
1 (Constant) 43,570 7,646 5,699 ,000 Likuiiditas -,111 ,039 -,465 -2,812 ,008 -,300 -,434 -,345 ,550 1,818 Solvabilitas -,057 ,050 -,179 -1,126 ,268 ,041 -,190 -,138 ,596 1,679 Profitabilitas ,315 ,185 ,272 1,705 ,097 ,030 ,281 ,209 ,591 1,693 Size 2,154 ,464 ,581 4,646 ,000 ,600 ,623 ,570 ,963 1,038 a. Dependent Variable: DISCLOUSURE
Sumber : Lampiran 13
Berdasarkan tabel 4.13 dapat dijelaskan hasil Uji t atau uji signifikansi parameter individual sebagai berikut:
1. Uji t antara variabel likuiditas (X1) terhadap kelengkapan pengungkapan
laporan keuangan (Y) menghasilkan t hitung sebesar -2,812 dengan nilai signifikansi sebesar 0,008. Karena nilai signifikansi Uji t kurang dari tingkat signifikan 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan.
2. Uji t antara variabel solvabilitas (X2) terhadap kelengkapan
pengungkapan laporan keuangan (Y) menghasilkan t hitung sebesar - 1,126 dengan nilai signifikansi sebesar 0,268. Karena nilai signifikansi Uji t kurang dari tingkat signifikan 0,05, maka Ho diterima dan Hi ditolak
dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh negative dan tidak signifikan.
3. Uji t antara variabel profitabilitas (X3) terhadap kelengkapan
pengungkapan laporan keuangan (Y) menghasilkan t hitung sebesar 1,705 dengan nilai signifikansi sebesar 0,097. Karena nilai signifikansi Uji t kurang dari tingkat signifikan 0,05, maka Ho diterima dan Hi ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh negative dan tidak signifikan.
4. Uji t antara variabel ukuran perusahaan (X4) terhadap kelengkapan
pengungkapan laporan keuangan (Y) menghasilkan t hitung sebesar - 4,646 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi Uji t kurang dari tingkat signifikan 0,05, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan.
4.6. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian regresi linier berganda yaitu uji F, dapat diketahui bahwa nilai Fhitung yang dihasilkan sebesar 8,120 dengan tingkat
signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti bahwa model regresi linier berganda yang digunakan adalah cocok untuk menerangkan pengaruh rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.
Untuk pengujian secara parsial variabel likuiditas terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan menunjukkan nilai thitung sebesar -2,812 dengan
signifikan sebesar 0,008 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas secara individual mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. secara teori perusahaan dengan tingkat likuiditas yang tinggi cenderung untuk melakukan pengungkapan informasi yang luas kepada pihak luar karena ingin menunjukkan bahwa perusahaan tersebut kredibel, tetapi disisi lain, likuiditas juga dipandang sebagai ukuran kinerja manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan. Sebaliknya perusahan dengan likuiditas rendah justru cenderung mengungkapkan lebih banyak informasi kepada pihak eksternal sebagai upaya untuk menjelaskan lemahnya kinerja manajemen (Wallace dalam Fitriani,2001). Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Bambang Irawan (2006) bahwa pengungkapan laporan keuangan dengan penjelasannya tidak menekankan pada informasi hutang perusahaan. Perusahaan tidak perlu melakukan pengungkapan informasi yang lebih luas kepada pihak luar perusahaan. Hal tersebut menjadikan penyajian informasi penjelas dari hutang disajikan secara normal dengan tidak mempertimbangkan besarnya perubahan hutang yang terjadi.
Variabel solvabilitas menunjukkan thitung sebesar -1,126 dengan signifikan
solvabilitas secara individual tidak berpengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Kondisi ini dapat dijelaskan bahwa pada dasarnya kewajiban-kewajiban yang terdapat pada perusahaan merupakan kesepakatan antara pihak kreditor dan pihak perusahaan. Apabila ditinjau lebih
lanjut, kreditor dalam memberikan kredit atau pinjamannya akan
mempertimbangkan beberapa faktor seperti karakter, kemampuan untuk meminjam, kemampuan untuk menghasilkan pendapatan, modal, adanya jaminan dan kondisi ekonomi. Dengan demikian pengungkapan laporan keuangan yang dilakukan oleh perusahaan tidak terkait dengan besar kecilnya tingkat solvabilitas perusahaan.
Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian Simanjuntak dan Widiatuti (2004) bahwa tambaha informasi diperlukan untuk menghilangkan keraguan pemegang obligasi terhaddap dipenuhinya hak-hak mereka sebagai kreditur. Oleh karena itu perusahaan dengan rasio solvabilitas yang tinggi memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan informasi kreditur jangka panjang, sehingga perusahaan akan menyediakan informasi secara lebih komprehensif.
Variabel profitabilitas menunjukkan thitung sebesar 1,705 dengan signifikan
sebesar 0,097 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas secara individual tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Berdasarkan tabel 4.4, rata-rata net profit margin pada tahun 2009-2011 mengalami fluktuasi. Secara teori hal ini
berarti bahwa perusahaan tetap melakukan pengungkapan baik pada saat
mengalami keuntungan maupun kerugian. Perusahaan yang ingin
mensejahterakan investor cenderung akan mengungkapkan informasi net profit margin secara lengkap dalam laporan keuangan perusahaannya (Irawan,2006). Net profit margin yang tinggi akan mendorong para manajer untuk memberikan informasi yang lebih rinci, sebab mereka ingin menyakinkan investor terhadap profitabilitas perusahaan dan kompensasi terhadap manajemen (Simanjuntak dan Widiastuti,2004). Hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang sebelumnya yang dilakukan oleh Fitriani (2001) dan Simanjuntak dan Widiastuti (2004), dan Laraswita & Indrayani (2011).
Ukuran perusahaan menunjukkan thitung sebesar 4,646 dengan signifikan
sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan secara individual mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Hasil penelitian ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Fitriani (2001) bahwa perusahaan besar mempunyai kemampuan untuk merekrut karyawan yang ahli, aserta adanya tuntutan dari pemegang saham dan analis, sehingga perusahaan besar memiliki insentif untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas dari perusahaan kecil. Perusahaan besar merupakan entitas yang banyak disorot oleh pasar maupun publik secara umum. Mengungkapkan lebih banyak informasi merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mewujudkan akuntabilitas publik.
4.7.Per bedaan Hasil Penelitian Seka rang dengan Penelitian Ter da hulu
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hanya rasio likuiditas dan ukuran perusahaan yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di bursa efek Indonesia, sedangkan rasio solvabilitas, dan profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan. Berikut ini perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian-penelitian terdahulu:
No Peneliti Judul Variabel Hasil Analisis
1. Fitriani (2001) Signifikan Perbedaan Tingkat Kelengkapan dan Kualitas Ungkapan Sukarela Dalam Laporan Tahunan Perusahaan Publik di Indonesia Tingkat kelengkapan pengungkapan, ukuran perusahaan, status perusahaan, jenis perusahaan, NPM, dan KAP, leverage, likuiditas.
Faktor yang mempengaruhi indeks pengungkapan wajib adalah ukuran perusahaan, status perusahaan, jenis perusahaan, NPM, dan KAP. Sedangkan pengungkapan sukarela
dipengaruhi oleh variabel diatas kecuali jenis perusahaan.
2. Binsar H Simanjuntak dan Lusy Widiastuti (2004) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan PerusahaanManufakt ur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta
Kelengkapan pengungkapan, rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas, porsi saham public, dan umur perusahaan.
Rasio leverage, rasio likuiditas, rasio profitabilitas, porsi saham public dan umur perusahaan mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.
3. Bambang Irawan (2006) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Kelengkapan pengungkapan, leverage (DER), Likuiditas (CR), profitabilitas, PUB, size firm,
Secar simultan DER, CR, profitabilitas, PUB, size, umur perusahaan, OPM, NPM, ROE, dan status perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelengkapan
Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta umur perusahaan, OPM, NPM, ROE, dan status perushaan.
pengungkapan. Secara parsial ukuran perusahaan, umur perusahaan, PUB, & status perusahaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. 4. Deri Alambudiarti S (2010) Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kelengkapan pengungkapan, ukuran perusahaan, likuditas, porsi saham public, dan rasio leverage.
Secara parsial hanya ukuran perusahaan, likuiditas, dan porsi saham public yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. sedangkan rasio leverage tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. 5. Novalita Laraswita dan Emmy Indrayani (2011) Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Dalam Laporan Tahunan Sektor Properti dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa efek Indonesia. Tingkat kelengkpan pengungkapan rasio profitabilitas (NPM), solvabilitas (DER), dan ukuran perusahaan (total aktiva). Tingkat profitabilitas (NPM) memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kelengkapan pengungkapan laporan tahunan perusahaan. Sedangkan tingkat solvabilitas (DER) dan ukuran perusahaan (total aktiva) tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kelengkapan
pengungkapan laporan tahunan perusahaan. 6. Vina Fitriawati (2012) Pengaruh Kinerja perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Perusahaan Otomotif Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tingkat kelengkapan pengungkapan rasio likuiditas (cash ratio), Solvabilitas (DR), profitabilitas (NPM), dan ukuran perusahaan.
Rasio likuiditas dan ukuran perusahaan yang berpengaruh secara signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. sedangkan rasio solvabilitas dan
profitabilitas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan.
4.8.Keter batasan Penelitian
Beberapa keterbatasan yang ada dalam penelitian ini :
1. Penelitian ini hanya dibatasi pada perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sehingga hasil penenlitian ini tidak dapat digeneralisasi bagi perusahaan lainnya.
2. Periode penelitian ini hanya 3 tahun sehingga kurang memberikan informasi atau gambaran tentang pengaruh kinerja perusahaan terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
3. Penenlitian ini hanya menggunakan 4 rasio keuangan yaitu, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan ukuran perusahaan sebagai variabel bebas yang mempengaruhi kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan, berdasarkan analisis data terlihat bahwa ada variabel bebas lain yang mempengaruhi tingkat kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan.
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Kinerja perusahaan yang terdiri dari Rasio likuiditas dan ukuran perusahaan memberikan kontribusi terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan otomotif yang terdaftar di bursa efek indoensia.
2. Kinerja perusahaan yang terdiri dari Rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak memberikan kontribusi terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan perusahaan otomotif yang terdaftar di bursa efek Indonesia.
5.2. Sara n
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang diperoleh di atas, maka beberapa saran yang dapat diberikan untuk dijadikan sebagai pertimbangan dalam melakukan penelitian selanjutnya yaitu :
1. Sebaiknya perusahaan otomotif yang terdaftar di bursa efek Indonesia lebih meningkatkan lagi rasio likuiditas dan ukuran perusahaan dimasa
yang datang agar lebih luas dalam mengungkapkan laporan keuangan. perusahaan dapat meningkatkan rasio likuiditas dengan cara membayar hutang yang segera jatuh tempo, mengurangi hutang lancar dan menambah aset lancar. Sedangkan ukuran perusahaan sebaiknya tidak dijadikan patokan dalam menetukan kelengkapan pengungkapan laopran keuangan. Karena perusahaan yang besar belum tentu memberikan pengngungkapan laporan kuangan yang lebih luas.
2. Sebaiknya perusahaan otomotif yang terdaftar di bursa efek indonesia menurunkan rasio solvabiltas dan menaikkan rasio profitabilitas dimasa yang akan datang agar dapat memberikan kontribusi terhadap kelengkapan pengungkapan laporan keuangan. Perusahaan dapat menurunkan rasio solvabilitas dengan cara mengurangi pinjaman jangka pendek dengan memperkuat modal dan segera melunasi pinjaman yang segera harus dibayar serta melakukan restrukturisasi hutang dengan cara meminta keringanan pembayaran serta adanya keringanan pembayaran bunga. Sedangkan cara meningkatkan rasio profitabilitas dengan cara perusahaan harus lebih meningkatkan laba perseroan dan melakukan efesiensi dalam pengeluaran biaya.
3. Penelitian berikutnya juga disarankan agar menggunakan obyek
penelitian selain perusahaan otomotif yang memiliki sampel lebih banyak.
Belkaoui, Ahmed Riahi, 2006, Teori Akuntansi. Edisi 4. Buku 1, Terjemahan Marwata, Penerbit Salemba Empat, Jakarta
Ghozali, Imam, 2001, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Penerbit Badan Universitas Diponegoro, Semarang.
Harahap, Sofyan Syafri, 2008, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Cetakan Ketiga. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Hendriksen, Eldon S, 2002, Teori Akuntansi. edisi 4. Jilid 2, Terjemahan Nugroho Widjajanto, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Hermawan, Asep, 2005, Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif. Penerbit PT Grasindo, Anggota IKAPI, Jakarta.
Ikatan Akuntansi Indonesia, 2007, Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Kasmir, S.E, M.M, 2008, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Kesatu, Penerbit PT Raya Grafindo Persada, Jakarta.
Santoso, Singgih, 2001, SPSS (Statistical Product and Service Solutions) Versi 7.5, Penerbit Elex Media Kompetindo, Jakarta.
Sumarsono, 2004, Metode Penelitian Akuntansi. Edisi Revisi, Penerbit Fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.
Sulaiman, Wahid, 2004, Analisis Regresi Menggunakan SPSS, Edisi Kesatu, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Sumodiningrat, Gunawan, 2003, Ekonometrika, Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Weston, J, Fred dan Thomas E, Copeland, 1995, Manajemen Keuangan, Edisi 9, Jilid 1, Penerbit Erlangga, Jakarta.
J ur nal :
Fitriani, 2001, “Signifikansi Perbedaan Tingkat Kelengkapan Pengungkapan Wajib Dan Sukarela Pada Laporan Keuangan Perusahaan Publik Yang
Nugraheni, dkk, 2002, “Analisis Faktor-Faktor Fundamental Perusahaan Terhadap Kelengkapan Laporan Keuangan”. jurnal Ekonomi dan Bisnis,Vol. 8 No.1, 87-103.
Simanjuntak, Binsar dan Widiastuti, Lusy, 2004, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol 7, No.3, Hal 351-366
Skr ipsi dan Tesis:
Deri, Alambudiarti, 2010. “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.
Irawan, Bambang, 2006, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta”. Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.
Ni, Made, 2009. “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Kelengkapan Pengungkapan Laporan Keuangan Pada Perusahaan Real Estate Dan Property Yang Terdaftar Di BEI ”. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Subiyantoro, Edi, 1996, “Hubungan Antara Kelengkapan Laporan Keuangan Dengan Karakteristik Perusahaan Publik”. Tesis Master Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Website :
Peraturan Bapepam, Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Untuk Industri Otomotif. Artikel diakses dari www.bapepam.go.id
www.idx.co.id www.datacon.co.id