BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
3. Hasil uji hipotesis
Data dianalisis dengan menggunakan teknik Product Moment Pearson dalam program SPSS 12 for windows.
Taraf signifikasi dites menggunakan uji 1 ekor (one tailed). Uji hipotesis 1 ekor dilakukan pada penelitian ini karena hipotesis penelitian sudah mengarah, yaitu berarah negatif.
Hasilnya menyatakan bahwa koefisien korelasi antara variabel body image
dengan variabel kesungguhan latihan fisik adalah r = -0,434 dengan p = 0,000 (p < 0,01), yang berarti bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang bersifat negatif. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa hipotesis terbukti.
Hasil uji hipotesis tersebut menyatakan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara body image dengan kesungguhan latihan fisik. Dengan demikian, semakin tinggi body image yang dimiliki subyek maka akan semakin rendah kesungguhan dalam melakukan latihan fisik. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah body image subyek maka akan semakin tinggi kesungguhan latihan fisik yang dilakukan subyek.
Sumbangan body image terhadap kesungguhan latihan fisik dapat dilihat melalui koefisien determinasinya (r2), yaitu sebesar r2= 0,188. Koefisien determinasi 0,188 berarti body image menyumbang sebesar 18,8% terhadap kesungguhan latihan
fisik. Sumbangan 81,2% terhadap kesungguhan latihan fisik diperoleh dari faktor- faktor yang lain.
4. Analisis Tambahan
Pada penelitian ini, peneliti juga mendapatkan data tambahan mengenai tujuan dari subyek melakukan latihan fisik. Dari jawaban yang diberikan subyek, terdapat 6 (enam) kategori dari tujuan latihan fisik yang dilakukan oleh 70 subyek penelitian, deskripsinya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 7
Deskripsi Tujuan Latihan
No Tujuan Latihan n %
1. Menjaga kebugaran tubuh 21 30
2. Menurunkan berat badan 7 10
3. Menaikkan berat badan 9 12,9
4. Memulihkan kondisi tubuh 2 2,9
5. Pembentukan tubuh (atlet profesional)
5 7,1
6. Pembentukan tubuh ideal 26 37,1
Total 70 100%
Berdasarkan tabel diatas, sebanyak 37,1% subyek memiliki tujuan latihan ingin memperoleh bentuk tubuh yang ideal. Tujuan ini lebih banyak dipilih oleh subyek daripada 5 (lima) jenis tujuan yang lain.
C. PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara body image yang dimiliki pria dewasa dini dengan kesungguhan dalam melakukan latihan fisik di
fitness center. Pada penelitian ini mengunakan metode analisis teknik korelasi
product moment dari Karl Pearson. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah body image, sedangkan variabel tergantungnya adalah kesungguhan dalam melakukan latihan fisik. Koefisien korelasi yang didapat dalam penelitian ini sebesar r = -0,434 dengan probabilitas sebesar p = 0,000 (p<0,01).
Dengan demikian maka, hipotesis penelitian yang berbunyi ada hubungan negatif antara body image pada pria dewasa dini dengan kesungguhan latihan fisik dapat diterima. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi body image yang dimiliki pria dewasa dini, maka akan semakin rendah kesungguhan dalam melakukan latihan fisik. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah body image pada pria dewasa dini maka akan semakin tinggi kesungguhan dalam melakukan latihan fisik. Jadi, body image
dan kesungguhan latihan fisik terbukti memiliki hubungan yang bersifat negatif. Dari hasil penelitian, didapat bahwa rata-rata subyek memiliki body image
yang cenderung rendah. Dapat dilihat dari mean empirik yang lebih rendah dari pada mean teoritiknya, yaitu 86,40 < 95. Body image yang cenderung rendah pada subyek penelitian ini akan terlihat pada kepuasan tubuh yang dimiliki. Rendahnya body image pada subyek menunjukkan adanya ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki para subyek.
Subyek yang memiliki body image rendah ini akan melihat tubuhnya kurang atau tidak menarik bagi diri sendiri atau orang lain. Perasaan tidak menarik dan adanya ketidakpuasan dengan kondisi tubuh ini nantinya juga akan menyebabkan subyek bisa jadi memiliki harga diri yang rendah. Jika hal tersebut terjadi pada diri subyek maka bukan tidak mungkin akan menghambat tugas perkembangan pada masa dewasa dini ini yaitu penyesuaian diri dalam pekerjaan, mencari pasangan hidup atau penyesuaian dalam lingkungan sosial tempat subyek bergaul. Hal tersebut dapat terlihat dari kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki subyek karena penilaian
body image yang rendah.
Adanya penilaian terhadap tubuh yang kurang menarik dan kecenderungan
body image yang rendah, menunjukkan subyek merasa tidak puas dengan kondisi tubuh yang dimilikinya sehingga membuat subyek melakukan suatu usaha untuk memperbaikinya. Salah satu usaha untuk memperoleh penampilan yang lebih menarik dan tubuh ideal serta proposional adalah dengan melatih fisik di tempat kebugaran (fitness center).
Fitness center merupakan pilihan bagi para subyek untuk melakukan latihan karena sarana dan prasarana yang ada di tempat ini sangat mendukung subyek untuk memperoleh bentuk tubuh yang diinginkan. Umumnya latihan yang dilakukan di
fitness center merupakan latihan beban (weight training) dan jenis latihan ini sangat disukai subyek karena dapat memperbesar otot tubuh dengan lebih baik.
Dari hasil penelitian terlihat bahwa umumnya subyek memiliki kesungguhan latihan yang tinggi dengan kecenderungan body image yang dimilikinya rendah.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin rendah body image yang dimiliki subyek, maka akan semakin tinggi kesungguhan latihan fisik yang dilakukan subyek.
Tingginya kesungguhan dalam latihan yang dimiliki subyek dapat dijelaskan dari skor mean hasil penelitian, yaitu mean empiris yang lebih besar dari mean teoritiknya, yaitu 60,30 > 47,5. Kecenderungan tingginya kesungguhan dalam melatih tubuhnya disebabkan karena adanya ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki oleh subyek. Ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki muncul karena para subyek dalam usia ini (dewasa dini) mulai menaruh minat pada penampilan fisiknya dan mengevaluasi tubuh yang dimiliki. Hasil dari evaluasi terhadap tubuh yang dimiliki inilah yang akhirnya membuat subyek puas atau tidak puas terhadap tubuhnya sendiri.
Semakin rendah body image yang dimiliki subyek dalam penelitian ini maka akan semakin rendah pula kesungguhan terhadap latihan yang dilakukan. Tingginya kesungguhan yang dimiliki subyek akan terlihat dari keseriusan, konsentrasi yang baik serta keinginan untuk teratur dalam melakukan latihan fisik. Latihan yang dilakukan dengan serius dan sepenuh hati inilah yang ingin ditunjukkan pada subyek penelitian untuk memperoleh bentuk tubuh yang diinginkan. Keseriusan dalam melatih tubuh tersebut tidaklah dilihat dari seberapa sering subyek melakukan latihan atau berapa lama subyek mampu melatih tubuhnya, tetapi dari konsentrasi yang baik dan keinginan untuk terus teratur dalam berlatih yang tentu saja harus dilakukan dengan sepenuh hati atau tidak pura-pura.
Berdasarkan tabel 7 (halaman 53), sebanyak 37,1% subyek memiliki tujuan latihan untuk membentuk tubuh lebih ideal dan proporsional. Keinginan untuk membentuk tubuh ideal ini tidak terlepas dari adanya minat subyek terhadap penampilan fisiknya. Minat untuk membentuk tubuh ini mengindikasikan adanya ketidakpuasan terhadap tubuh yang dimiliki oleh subyek penelitian, hal ini terlihat dari cukup tingginya presentase subyek dengan tujuan latihan untuk membentuk tubuh. Selanjutnya tujuan latihan ini juga menjadi motivasi subyek untuk melakukan latihan fisik dengan lebih serius, selain adanya body image yang cenderung rendah yang dimiliki subyek penelitian.
Dari hasil penelitian ini dapat terlihat bahwa pria dewasa dini yang menjadi subyek dalam penelitian ini juga cukup memperhatikan body image yang dimilikinya. Jadi, penelitian tentang body image pada pria dewasa dini penting untuk dilakukan, terlebih dalam masa perkembangan ini, pria dewasa dini memiliki minat khusus dalam penampilan fisik yang dimilikinya.
Hasil dalam penelitian ini memberikan hasil yang berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Lowery & Kurpius (2005), bahwa pada penelitiannya terdapat hubungan yang positif antara keinginan untuk memperoleh tubuh ideal dengan body image yang dimiliki. Sebaliknya, hasil dalam penelitian ini memiliki kesamaan hubungan pada hasil penelitian McDonald & Thompson (dalam Lowery & Kurpius, 2005) yang hasilnya ada hubungan negatif antara tujuan pria dewasa untuk memiliki tubuh yang ideal dengan kepuasan terhadap tubuh yang dimiliki. Prichard & Tiggeman (2005) juga memiliki hasil penelitian yang sama bahwa latihan aerobik
yang dilakukan secara teratur dilatarbelakangi oleh adanya ketidakpuasan pada tubuh yang dimiliki dan harga diri yang rendah, walaupun pada penelitian ini subyek yang diteliti adalah subyek wanita dewasa.
Dengan koefisien korelasi (r = -0,434), maka sumbangan efektif (r2 = 0,188). Hal tersebut berarti bahwa body image memiliki sumbangan yang cukup signifikan yaitu sebesar 18,8% terhadap kesungguhan latihan fisik yang dilakukan pria dewasa dini. Sedangkan, sumbangan sebesar 81,2% terhadap kesungguhan latihan fisik diperoleh dari faktor-faktor yang lain.
Faktor lain yang juga dapat berpengaruh terhadap kesungguhan dalam latihan fisik adalah adanya kontrol diri yang subyek miliki. Tidak semua subyek dalam penelitian ini memiliki body image yang rendah, dapat disebutkan bahwa ada beberapa subyek yang memiliki body image yang tinggi tetapi tetap sungguh-sungguh dalam melakukan latihan fisik di fitness center. Kegiatan melakukan latihan fisik dilakukan karena beberapa subyek sedang mengikuti trend yang saat ini sedang sangat digemari kaum muda, khususnya pria yaitu melakukan latihan fisik di fitness center. Saat ini, memang berolah raga di fitness center atau disebut juga gym
merupakan pilihan bagi banyak kaum muda, baik itu perempuan atau pria (Mardana, 2003). Selain untuk berolah raga, fitness center juga merupakan sarana untuk dapat bersosialisasi sehingga mungkin saja beberapa subyek penelitian sangat serius untuk melakukan latihan karena keinginan untuk bersosialisasi khususnya mencari pasangan (pacar).
Keinginan dan kemauan untuk sungguh-sungguh melakukan latihan fisik di
fitness center ini disebabkan karena para subyek tersebut memiliki kontrol diri yang baik. Mereka dapat mengorganisir waktu dan jadwal kegiatan latihan secara serius karena kontrol diri yang tinggi. Jadi, dapat dikatakan bahwa subyek yang memiliki kontrol diri yang tinggi juga akan semakin sungguh-sungguh dan optimal dalam melakukan latihan fisik, seperti diungkapkan oleh Grogan (1999).
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian ini, hipotesis yang diajukan telah terbukti yaitu bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara body image
pada pria dewasa dini dengan kesungguhan dalam latihan fisik yang dilakukan di
fitness center. Artinya, bahwa semakin rendah body image yang dimiliki pria dewasa dini maka akan semakin tinggi keinginan untuk sungguh-sungguh dalam latihan fisik yang dilakukan.
Koefisien korelasi yang diperoleh adalah r = -0,434 pada taraf signifikasi 0,05 dan probabilitas 0,000 (p<0,01). Penelitian ini memiliki koefisien korelasi determinan sebesar = 0,188. Hal ini menunjukkan bahwa body image memberikan sumbangan efektif sebesar 18,8% terhadap kesungguhan dalam latihan fisik. Sumbangan tersebut memang tidak terlalu besar, namun cukup berarti dalam sebuah penelitian. Artinya, bahwa masih ada 81,2 % faktor lain yang turut mempengaruhi kesungguhan dalam latihan fisik. Faktor lain tersebut adalah kontrol diri yang dimiliki subyek.
B. SARAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan serta hasil yang telah didapatkan, maka saran yang dapat peneliti sampaikan kepada :
1. Pria Dewasa Dini
Mengingat bahwa hipotesis penelitian ini telah terbukti, yaitu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara body image pada pria dewasa dini dengan kesungguhan melakukan latihan fisik, maka diharapkan subyek dapat lebih positif dalam memandang kondisi tubuh yang dimilikinya. Subyek yang secara positif memandang penampilan fisik yang dimiliki akan tercermin dari penerimaan dan kepuasan terhadap tubuhnya. Sehingga hal tersebut akan membuat subyek memiliki rasa percaya diri yang tinggi dengan apapun bentuk dan kondisi tubuh yang dimilikinya. Penerimaan dan kepuasan serta rasa percaya diri yang tinggi tersebut nantinya akan membantu subyek dalam proses penyesuaian diri, baik dalam lingkungan kerja; pendidikan; sosial maupun dalam proses mencari pasangan hidup. Sehingga subyek tidak akan mengalami hambatan dan masalah dengan penampilan fisik yang dimilikinya, serta selanjutnya dalam melatih fisik juga subyek diharapkan tidak “ngoyo” atau terbeban dengan tujuan harus memperoleh bentuk tubuh yang mesomorfik.
2. Peneliti Selanjutnya
Bagi peneliti yang tertarik ingin meneliti dan memperdalam penelitian yang berkaitan dengan topik ini, sebaiknya mencoba melakukan metode pengambilan data yang lebih mendalam, seperti wawancara. Hal tersebut dikarenakan sifat dari
subyek yang berbeda atau variabel yang berbeda juga menarik untuk diteliti, seperti body image pada remaja; hubungan harga diri atau konsep diri dengan
body image; atau jenis olah raga yang lain seperti body language dan lain sebagainya. Hasil-hasil tersebut dapat menunjang pengetahuan di bidang psikologi, khusunya psikologi remaja, kepribadian, sosial serta psikologi olah raga. Selain itu, peneliti yang tertarik memperdalam topik ini, sebaiknya lebih menguasai bahan dan mencari teori-teori lain yang menunjang dan juga diharapkan memperhatikan faktor-faktor lain yang berperan dalam hasil penelitian body image dan intensitas latihan fisik, karena faktor-faktor tersebut memiliki peran sebesar 78,4 % seperti faktor teman pergaulan dan kontrol diri.
C. KETERBATASAN PENELITIAN
Hasil dari penelitian ini tidak terlepas dari adanya keterbatasan. Peneliti memiliki keterbatasan dalam teori yang digunakan, terlebih pada variabel kesungguhan yang sangat minim teori. Dalam penelitian ini, peneliti hanya melihat dari konstrak psikologis saja pada variabel kesungguhan. Sementara kesungguhan itu sendiri memiliki konstrak perilaku yang dapat dilihat dan dapat diukur, misalnya menggunakan intensitas untuk mengukur suatu perilaku.
DAFTAR PUSTAKA
Azwar, S. (1988). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya Edisi Pertama. Yogyakarta : Penerbit Liberty
---. (2007). Penyusunan Skala Psikologi Edisi 1. Yogyakarta : Pustaka Pelajar ---. (2003). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Banfield, S.S., & McCabe, M. P. (2002). An Evaluation of The Construct of Body
Image. Retrieved from :
http://findarticles.com/p/articles/mi_m2248/is_146_37/ai_89942838 (Juli 2007)
Caplin, J. P. (2001). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Grogan, S. (1999). Body Image : Understanding Body Dissatisfaction in Men, Women and Children. London : Routledge
Hadi, S. (1991). Analisis Butir untuk Instrumen. Yogyakarta : Andi Offset ---.(1995). Metodologi Research Jilid 2. Yogyakarta : Andi Offset ---.(2004). Statistik 2. Yogyakarta : Andi Offset
Hardy, M. & Heyes, S. (1988). Pengantar Psikologi. Jakarta : Erlangga
Hariningsih, E.K. (2005). Studi Deskriptif Perilaku Remaja Putri untuk Memenuhi Kriteria Ideal Body Image. Skripsi Sarjana. (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
Hornby, A.S. (1989) Oxford Advance Learn’s Dictionary of Current English 4th edition. Oxford University Press
Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan. Suatu Perkembangan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta : Penerbit Erlangga
Jersild, A.T. (1965). The Psychology of Adolescence second edition. New York : The Macmillan Company
L-Men. (2006). Latihan Beban : Penting Juga Bagi Anda yang Ingin Membakar Lemak! Retrieved from : www//:l-men.com/L-exercise.html ( Juni 2007)
Legis. (2007). Retrieved from : http://www.legis.state.wi.us/lc ( Juli 2007) Lightstone, J. (2007). Body Image. Retrieved from : www.edreferral.com/body-
image.htm. (Mei 2007)
Lorenzen, L., Grieve, F., & Thomas, A. (2004). Brief Report : Exposure to Muscular Male Models Decreases Men’s Body Satisfaction. Retrieved from: http://www.ingentaconnect.com/content/klu/sers/2004/00000051/f0020011/ ny00000723 (Juli 2007)
Lowery, Kurpius, dkk. (2005). Body Image, Self-Esteem, and Health-Related Behaviors Among Male and Female First Year College Students. Retrieved from : www.findarticles.com (Juli 2007)
Mardana, B. D. (2003). Pusat Kebugaran : Pilihan Asyik Manjaga Kebugaran. Retrieved from : http://www.sinarharapan.com/news/2003.html (Juni 2007) Mappiare, A. (1983). Psikologi Orang Dewasa. Surabaya : Usaha Offset Printing Pembaruan. (2006). Pria pun Perlu Menjaga Bentuk Tubuh. Retrieved from :
http://www.kikil.com/html (Juni 2007)
Prichard, I. & Tiggemann, M. (2005). Objectification in Fitness Centers : Self- objectification, body dissatisfaction and disordered eating in aerobic instructors and aerobic participants. Retrieved from : http:// www.findarticles.com (Juli 2007)
Rai, A. (2001). Bugar. Retrieved from : www//korantempo.com/news/2001/10/13/Bugar/11.html (Juni 2007)
Salim, P. & Salim, Y. (1991). Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta : Modern English Press
Santrock, J.W. (1995). Life-Span Development : Perkembangan Masa Hidup, edisi 5, jilid II. Jakarta : Erlangga
Sears, D.O. (1985). Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta : Erlangga
Setiawan, A. (2006). Trend Menjaga Kebugaran. Retrieved from : http://www.beritakan.com/html (Mei 2007)
Soekirno, S. (2006). Pusat Kebugaran : Ramai-ramai Berkeringat Sembari Bergaul. Retrieved from : http://www.kompas.com/news/html (Juni 2007) Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1989). Kamus Besar Bahasa
Tresnawati, F.S. (2004). Studi Deskriptif tentang Citra Raga pada Mahasiswi Unika Atma Jaya Jakarta. Skripsi Sarjana (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
VandenBos, G.R. (2006). APA Dictionary of Psychology. Washington : American Psychological Association
Wikipedia. (2007). Body Image. Retrieved from : http://wikipedia.org/wiky/body- image. (Mei 2007)
Wulandani, R. (2000). Hubungan antara Citra Raga dengan Intensitas Melakukan Body Language pada Wanita. Skripsi Sarjana. (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada
Yonita, M. (2004). Studi Deskriptif Body Image Pria Dewasa Awal di Kota Magelang. Skripsi Sarjana. (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
Yudha, M. (2006). Beri Tenaga Hidup Anda Fitnes : Fit Sepanjang Hari. Jakarta : Penerbit Swadaya
SKALA
TRY OUT
Umur : ... Tujuan latihan : ...
SKALA PENELITIAN
Dalam rangka menyelesaikan Tugas Akhir (Skripsi), kami memohon bantuan Anda untuk berpartisipasi dengan mengisi angket yang telah disediakan.
Angket ini menyoroti pandangan mengenai diri dan kebiasaan dalam melakukan latihan fisik di Fitness Center. Kami sangat mengharapkan kejujuran Anda dalam menjawab angket tersebut.
Jawaban yang Anda berikan sangat kami harapkan sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya, bukan yang seharusnya terjadi atau diinginkan orang lain. Tidak ada jawaban benar atau salah.
Atas perhatian, partisipasi dan waktu yang diberikan dalam penelitian ini kami ucapkan banyak terima kasih.
Fika Yunny Wulandari 029114083
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Berikut ini akan disajikan beberapa pernyataan. Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta memberikan jawaban Anda terhadap pernyataan- pernyataan tersebut dengan cara memilih :
SS : bila pernyataan SANGAT SESUAI dengan keadaan Anda
S : bila pernyataan SESUAI dengan keadaan Anda
TS : bila pernyataan tersebut TIDAK SESUAI dengan keadaan
Anda
STS : bila pernyataan tersebut SANGAT TIDAK SESUAI dengan
keadaan Anda
Berilah tanda silang ( X ) hanya pada satu kotak yang telah disediakan untuk pilihan yang sesuai dengan keadaan Anda pada masing-masing pernyataan.
Contoh :
Pernyataan Pilihan jawaban
STS TS S SS
Saya sangat senang melatih tubuh saya
Anda bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya, maka tidak ada jawaban yang dianggap benar atau salah.
Terima kasih
Pilihan jawaban
No Pernyataan STS TS S SS
1. Saya berusaha untuk fokus dalam setiap
latihan yang saya lakukan.
2. Saya tidak konsentrasi dalam latihan yang
saya lakukan.
3. Saya meluangkan waktu untuk latihan, dan ini sudah saya lakukan semenjak saya
bergabung di fitness center.
4. Saya jenuh melakukan latihan karena tidakada perubahan pada tubuh yang saya latih.
5. Saya malas melakukan latihan fisik.lakukan tergantung dari mood yang sedang
saya rasakan saat latihan.
7. Latihan fisik yang teratur sangat penting
untuk pembentukan tubuh saya.
8. Melatih tubuh secara kontinyu tidak perlubagi saya, karena hanya membuang-buang
waktu.
9. Karena saya menyukai jenis latihan fisik ini
maka saya melakukannya dengan optimal.
10. Selama melakukan latihan saya tidak serius.
11. Saya tidak pernah bosan melakukan latihan,walaupun metode yang saya lakukan selalu
sama setiap hari.
12. Selama saya menjadi anggota di fitness center, saya hanya beberapa kali saja
melakukan latihan.
13. Saya mengangkat beban dengan konsentrasi yang tinggi supaya hasilnya sesuai dengan
keinginan saya.
14. Latihan beban yang saya lakukan membosankan sehingga saya tidak
maksimal dalam melakukannya.
15. Saya melakukan latihan fisik di fitnesscenter secara kontinyu.
16. Akhir-akhir ini saya mulai tidak teraturmelatih tubuh, karena kesibukan yang saya
lakukan.
17. Walaupun teman mengajak bercanda, saya
tetap fokus pada latihan yang saya lakukan
18. Jika sedang malas, saya akan mengurangi19. Saya meluangkan waktu untuk melatih
tubuh saya.
20. Saya semakin rajin melatih tubuh pada saat
bentuk tubuh saya mulai tidak kencang.
21. Dalam melatih tubuh saya melakukannyadengan sepenuh hati.
22. Jika tidak ada teman yeng menemani, saya
malas berlama-lama melatih tubuh.
Masih ada 1 angket lagi.... TETAP SEMANGAT YAH !!! CAI YO !!!! ^_^
Berikut ini akan disajikan beberapa pernyataan. Baca dan pahami baik-baik setiap pernyataan. Anda diminta memberikan jawaban Anda terhadap pernyataan-pernyataan tersebut dengan cara memilih :
SS : bila pernyataan SANGAT SESUAI dengan keadaan Anda
S : bila pernyataan SESUAI dengan keadaan Anda
TS : bila pernyataan tersebut TIDAK SESUAI dengan keadaan Anda
STS : bila pernyataan tersebut SANGAT TIDAK SESUAI dengan keadaan Anda
Berilah tanda silang ( X ) hanya pada satu kotak yang telah disediakan untuk pilihan yang sesuai dengan keadaan Anda pada masing-masing pernyataan. Contoh :
Pernyataan Pilihan jawaban
STS TS S SS Saya puas dengan tubuh yang saya miliki
Anda bebas menentukan pilihan yang sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya, maka tidak ada jawaban yang dianggap benar atau salah.
Terima kasih
Pilihan jawaban
No Pernyataan STS TS S SS
1. Saya merasa penampilan fisik saya secara
keseluruhan sangat menarik.
2. Kepercayaan diri saya meningkat karenatubuh saya yang berotot dan kekar.
3. Saya tidak memiliki keinginan untukmembentuk tubuh saya supaya lebih
berotot.
4. Saya malas melatih tubuh yang saya miliki.
mencerminkan lelaki itu “jantan”.
6. Saya tidak memperdulikan saat berat tubuhsaya naik.
7. Saya benci tubuh saya yang kurus dan tidak
berotot.
8. Saya puas dengan kondisi tubuh yang saya miliki oleh karena itu saya tidak tertarik