• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Kerja

Dalam dokumen Proposal Teknis Nikel Esdm (Rev) (Halaman 27-39)

Hasil yang diperoleh dari pekerjaan kajian ini adalah hasil Kajian Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang meliputi :

1. Laporan Pendahuluan, diserahkan sebanyak 12 (duabelas) buku.

2. Laporan Antara, diserahkan sebanyak 12 (duabelas) buku.

3.3.1. Analisis

3.3.1.1. Proses Analisis Pekerjaan

Proses analisis terhadap pekerjaan dilakukan setelah data dan informasi (baik primer maupun sekunder) telah diperoleh. Pendekatan yang dilakukan untuk kegiatan analisis pekerjaan dapat didasarkan pada output yang dihasilkan dari lingkup pekerjaan ini, yaitu Kajian Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Dl Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penyusunan Kajian Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara tidak terlepas dari uraian tahapan pekerjaan diatas. Dengan demikian kegiatan proses analisis yang digunakan dalam lingkup pekerjaan ini diilustrasikan pada gambar 3.2.3. di bawah ini.

Gambar 3.2.3. Kegiatan Proses Analisis Penyusunan Kajian Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Dl Provinsi Sulawesi Tenggara.

3.3.1.2. Proses Analisis Kasus

Kerangka analisis kasus meliputi 4 (empat) tahap, yaitu :

Tahap 1 : pemahaman terhadap informasi secara detail yang berkaitan dengan program Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Dl Provinsi Sulawesi Tenggara, kebijakan dan peraturan/regulasi pemerintah yang mendasari kondisi usaha nasional dan

28 Proses Analisis Kasus Metode SWOT Usulan Rekomendasi

investasi, sasaran dan program strategi utama pemerintah pada tingkat pusat maupun daerah.

Tahap 2 : pemahaman terhadap permasalahan yang terjadi, baik masalah yang bersifat umum maupun spesifik yang timbul melalui kebijakan, peraturan/regulasi, sasaran, dan strategi utama pemerintah terhadap program kegiatan yang diimplementasikan oleh berbagai instansi pemerintah, khususnya di provinsi penelitian.

Tahap 3 : menguraikan berbagai alternatif dan solusi setiap alternatif untuk menyempurnakan dan mengembangkan sasaran dan strategi utama pemerintah dengan berdasarkan pada program kegiatan yang akan diimplementasikan oleh instansi pemerintah.

 Tahap 4 : evaluasi setiap alternatif dengan memberikan bobot/nilai dan kemungkinan yang timbul.

3.3.1.3. Metode Analisis SWOT

Untuk melakukan analisis dengan metode SWOT mempertimbangkan :

- Faktor lingkungan internal : kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).

- Faktor eksternal : peluang (opportunity) dan ancaman (threat).

Analisis SWOT ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan internal dan peluang eksternal untuk Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan internal dan ancaman yang timbul pada eksternal.

Proses rangkaian penggunaan metode SWOT untuk pekerjaan ini adalah :

1. Proses pengumpulan dan klasifikasi data dan informasi yang terdiri dari :

- Identifikasi dan pemetaan parameter kekuatan dan kelemahan internal.

- Identifikasi dan pemetaan parameter peluang dan ancaman eksternal.

2. Proses analisis, dimana pada proses ini data atau informasi yang ada dianalisis dengan menggunakan salah satu bentuk model dari beberapa model ataupun menggunakannya sekaligus model yang ada. Model yang dapat dipergunakan adalah sebagai berikut :

- Matrik TOWS atau SWOT. - Matrik BCG.

- Matrik General Electric. - Matrik Internal Eksternal. - Matrik Space.

- McKinsey Framework : struktur, sistem, tata nilai atau budaya kerja, keahlian, gaya kepimpinan, dan manajemen.

3.3.1.4. Proses Pengumpulan Dan Klasifikasi Data Dan Informasi

Identifikasi dan pemetaan parameter kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman di lokasi provinsi yang menjadi kajian dalam pekerjaan ini memiliki karakteristik yang berbeda. Kemampuan potensi internal wilayah untuk merebut peluang pasar ataupun untuk meminimalkan ancaman yang ada dapat dilakukan dengan perilaku yang berlainan, bergantung pada sosial, ekonomi, pendidikan, iklim wilayah/lokasi/provinsi.

Dengan demikian perlu dilakukan analisis terhadap berbagai parameter tersebut di atas, baik yang merupakan faktor internal, yang mungkin menjadi parameter kekuatan (Strenght) dan kelemahan (Weakness), maupun analisa faktor eksternal, yang mungkin menjadi parameter peluang (Opportunities) dan ancaman (Threat). Hasil dari analisis ke-4 parameter strategis tersebut menjadi dasar pertimbangan untuk menyusun strategi dan langkah ke tahap implementasi, khususnya dalam Kajian Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Dl Provinsi Sulawesi Tenggara.

3.3.1.5. Proses Analisis SWOT

Setelah identifikasi dan pemetaan parameter kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk lokasi provinsi survey dilakukan langkah selanjutnya adalah memasukkan parameter-parameter ini ke dalam matrik SWOT. Hasil dari analisa matrik tabulasi silang antara faktor internal dan ekternal tersebut, dapat menggambarkan bagaimana peluang dan ancaman eksternal, yang mungkin terjadi/dihadapi dalam pemberdayaan masyarakat tersebut, sehingga dapat diantisipasi atau disiasati kelemahan dengan kekuatan internal yang ada.

Dengan memadukan 2 faktor internal (Strenght: kekuatan dan Weakness: kelemahan) serta 2 faktor eksternal (Opportunities: peluang dan Threats: Ancaman), akan muncul 4 macam kombinasi/alternatif kemungkinan atau alternatif strategi.

Gambar 3.2.4. Matrik SWOT

Faktor INTERNAL Faktor EKSTERNAL KEKUATAN (STRENGHTS) 5 – 10 parameter kekuatan internal KELEMAHAN (WEAKNESSES) 5 – 10 parameter kelemahan internal PELUANG (OPPORTUNITIES) 5 – 10 parameter peluang

eksternal Strategi SO Strategi WO

ANCAMAN (THREATS)

5 – 10 parameter ancaman

eksternal Strategi ST Strategi WT

Gambar 3.2.5. Matrik Grand Strategy PELUANG EKSTERNAL Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara KEKUATAN INTERNAL ANCAMAN EKSTERNAL KELEMAHAN INTERNAL

a. KUADRAN I :

Merupakan situasi yang sangat menguntungkan, pemberdayaan masyarakat memiliki peluang dan kekuatan, sehingga dapat memanfaatkan berbagai peluang dengan kekuatan yang ada. Strategi yang harus diciptakan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijaksanaan pertumbuhan agresif (Growth Oriented Strategy).

b. KUADRAN II :

Meskipun menghadapi berbagai ancaman, pemberdayaan masyarakat masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diciptakan adalah penggunaan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang.

c. KUADRAN III :

Disamping peluang eksternal yang ada, pemberdayaan masyarakat menghadapi beberapa kendala/kelemahan internal. Fokus strategi ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal sehingga dapat melihat peluang secara lebih cermat. d. KUADRAN IV :

Kondisi ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, pemberdayaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal, sehingga strategi yang diciptakan merupakan dukungan terhadap strategi defensif.

3.3.1.6. Proses Diskusi Panel

Hasil kegiatan analisis yang dilakukan oleh Konsultan Pelaksana memberikan beberapa hal yang mencakup :

1. Potensi kekuatan dan kelemahan internal yang saat ini terkandung dalam Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara.

2. Berbagai macam peluang dan ancaman baik yang dapat meningkatkan usaha maupun menghambat Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara.

3. Langkah stratejik yang dilakukan untuk mengoptimalkan Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan pada kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dengan peluang dan ancaman yang ada.

4. Draft konsep Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dokumen Draft Konsep Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara yang sebelumnya disusun oleh Tim Teknis Konsultan Pelaksana merupakan bahan mentah untuk kegiatan diskusi panel yang pelaksanaannya dilakukan sebanyak 1 (satu) kali di Jakarta. Dengan demikian tujuan pelaksanaan diskusi panel tersebut adalah untuk mensosialisasikan dan memperoleh masukan dari para stakeholder dan

narasumber atas dokumen draft konsep tersebut, sehingga diperoleh suatu kesepakatan bersama yang dibentuk melalui dokumen Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara yang komprehensif dan efektif.

Tahapan proses diskusi panel yang akan dilakukan meliputi serangkaian kegiatan yang diuraikan sebagai berikut.

1. Identifikasi komponen atau stakeholder terkait yang terdiri dari unsur-unsur instansi pemerintah, dunia usaha/industri, dan komponen masyarakat : para pakar, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

2. Identifikasi narasumber perwakilan pihak praktisi dan akademisi sebagai pembicara dalam diskusi panel dan kegiatan pengkajian.

3. Pembentukan kelompok kerja atau kelompok Focus Group Discussion (terdiri dari perwakilan stakeholder).

4. Proses penyelenggaraan diskusi panel yang mengacu pada dokumen draft Konsep Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara.

5. Proses pengkajian dan konsultatif untuk mengembangkan dokumen draft Konsep Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara hasil penyelenggaraan diskusi panel.

6. Verifikasi dokumen draft Konsep Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara dari hasil proses pengkajian dan konsultatif dan dipresentasikan kepada Pemberi Kerja cq. Unit Kerja Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral RI Direktorat Jenderal Mineral, Batubara Dan Panas Bumi.

7. Proses penyelenggaraan diskusi panel yang mengacu pada dokumen draft Konsep Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi hasil verifikasi dan masukan/arahan dari Pemberi Kerja.

8. Penetapan Konsep Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi sebagai laporan akhir pekerjaan.

3.3.2. Gambaran Kerja

3.3.2.1. Proses Persiapan Pekerjaan

Pada proses persiapan pekerjaan dilakukan dalam beberapa kegiatan, yaitu : - Penyusunan rencana kerja dan kegiatan pelaksanaan. - Identifikasi kebutuhan data dan informasi.

- Identifikasi stakeholders dan narasumber terkait. A. Penyusunan Rencana Kerja Dan Kegiatan Pelaksanaan

Tujuan yang mendasar di dalam penyusunan rencana kerja dan kegiatan pelaksana adalah menentukan beberapa kegiatan stratejik yang akan dilakukan oleh Konsultan Pelaksana di dalam melaksanakan kegiatan dengan memahami berbagai kebutuhan dan persyaratan pekerjaan. Rencana kerja dan kegiatan pelaksanaan ini disusun berbasis pada pemahaman awal Konsultan Pelaksana, dengan demikian untuk kedepannya masih memerlukan masukan dan arahan dari pihak Pemberi Kerja. Rencana kerja dan kegiatan pelaksana tidak terlepas dari unsur-unsur :

a. Keterlibatan personil tenaga ahli.

b. Jadual pelaksanaan pekerjaan.

c. Instrumen kegiatan pengumpulan data dan informasi.

d. Instrumen dan metodologi analisis.

e. Pelaksanaan diskusi panel

f. Produk pekerjaan

B. Identifikasi Kebutuhan Data Dan Informasi

Kegiatan identifikasi terhadap data dan informasi yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini berkaitan dengan jenis data dan informasi tersebut. Untuk data dan informasi sekunder mencakup peraturan dan kebijakan/regulasi mengenai pemberdayaan, publikasi/penelitian/karya, opini/pemikiran para pakar/Ahli, dan lain-lain.

Selain itu data dan informasi primer ditentukan dari beberapa permasalahan yang muncul dalam program Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel Di Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilakukan oleh berbagai instansi pemerintah pada provinsi yang disurvey.

C. Identifikasi Stakeholder Dan Narasumber Terkait

Identifikasi stakeholders dan narasumber dilakukan terhadap pihak-pihak yang di dalam pekerjaan ini akan dilibatkan pada saat pelaksanaan diskusi panel. Stakeholders ini terdiri dari :

1. Pejabat birokrat dari berbagai instansi pemerintah yang memiliki kompetensi pada pemberdayaan masyarakat.

2. Komponen masyarakat : cendekiawan ekonomi dan sosial, serta media massa.

3. Pelaku usaha/ industri.

Pelaksanaan pekerjaan Kajian Rencana Pembangunan Fasilitas Pengolahan Dan Pemurnian Nikel di Provinsi Sulawesi Tenggara memerlukan dukungan dan kerjasama dari para stakeholder serta masukan dan arahan dari narasumber yang terkait dengan bidang keahlian. Dukungan dan kerjasama dari stakeholder sangat membantu tercapainya penyusunan kajian ini.

3.3.2.2. Proses Pengumpulan Data Dan Informasi

Pelaksanaan pengumpulan data dan informasi sekunder berdasarkan pada hasil identifikasi terhadap lokasi, kondisi, dan tingkat kerumitan kolektifitas data dan

informasi yang dilakukan sebelumnya. Pengumpulan data dan informasi ini dapat melibatkan inisiatif Tim Teknis Konsultan Pelaksana, serta atas kerjasama dengan internal pihak Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral RI Direktorat Jenderal Mineral, Batubara Dan Panas Bumi, ataupun dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan pekerjaan ini.

Pengumpulan data dan informasi primer dilakukan di Bahudopi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden dan stake holder lainnya.

Data dan informasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini tidak terlepas dari pada :

- Kebijakan dan peraturan/regulasi pemerintah dalam lingkup pemberdayaan masyarakat.

- Sasaran dan strategi utama pemerintah dalam lingkup masyarakat.

- Program kegiatan yang dimiliki oleh setiap instansi pemerintah pusat dan daerah dalam lingkup pemberdayaan masyarakat. Pengumpulan data dan informasi primer membutuhkan suatu perangkat/instrumen survey yang tidak terlepas dari perangkat yang mendukung perancangan instrumen kuesioner.

Survey dilakukan untuk kompilasi data dan informasi primer dengan kegiatan yang meliputi :

 Penyebaran kuesioner dalam rangka pengumpulan data dan informasi secara langsung dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Wawancara (in-depth interview) terhadap personil yang memiliki otoritas terhadap pemberdayaan masyarakat.

Sebelum pelaksanaan survey dilakukan, Tim Konsultan Pelaksana melakukan mobilisasi kegiatan survey seperti metode survey, alokasi tim survey, instrumen survey, durasi pelaksanaan survey, dan wilayah yang akan disurvey.

Data sekunder yang didapat dari dokumen-dokumen umum dan dampak yang diakibatkan.

3.3.3. Spesifikasi/Penjelasan Teknis

(Mohon dilengkapi perusahaan)

3.3.4. Perhitungan Teknis

(Mohon dilengkapi perusahaan)

3.3.5. Laporan-laporan

Rencana kerja jasa konsultan secara menyeluruh Mobilisasi tenaga ahli

Jadwal kegiatan jasa konsutan Pengumpulan data awal

Laporan akan diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) minggu sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 12 (dubelas) buku laporan.

b. Laporan antara, berisi:

Kegiatan tim sampai dengan pertengahan jadwal akhir.

Hasil kunjungan ke lapangan (lokasi maupun daerah pembanding) Hasil wawancara dan diskusi dengan pihak-pihak terkait, Pemda,

stakeholder pertambangan dll

Pengajuan hasil kemajuan pengkajian

Laporan akan diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah akhir pertengahan dari total waktu kerja, sebanyak 12 (duabelas) laporan.

c. Laporan akhir, berisi:

Kegiatan pelaksanaan tim Hasil kegiatan pengkajian

Permasalahan yang muncul dan paling dominan Alternatif pemecahan yang ditawarkan

Kesimpulan dan saran

Laporan akan diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah waktu terakhir jadwal kerja dalam kontrak sejak SPMK diterbitkan, sebanyak 12 (duabelas) buku laporan.

BAGIAN-4 KUALIFIKASI TENAGA AHLI KONSULTAN

SERTA STRUKTUR ORGANISASI

KONSULTAN

Tenaga Ahli

Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan kajian rencana pembangunan fasilltas pengolahan dan pemurnian nikel di Bahudopi, Kabupaten Konawe. Provinsi Sulawesi Tenggara adalah:

1) Ahli Rekayasa Industri (team leader)

1 orang Sarjana minimal Strata dua (S2)/Masler di bidang rekayasa industri lulusan universitas negeri atau yang disamakan, berpengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan dibidang perencanaan dan analisa kebutuhan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral, dengan pengalaman kerja sekurang-kurangnya 8 (delapan) tahun.

2) Ahli Teknik Metalurgi (Ekstraktif)

1 orang tenaga ahli teknik metalurgi ekstraktif yang disyaratkan dalam pekerjaan ini adalah minimal Sarjana Strata 2 (dua) jurusan teknik Metalurgi, lulusan universitas negeri atau yang disamakan dengan pengalaman bekerja dibidang pertambangan dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

3) Ahli Ekonomi Mineral

1 orang tenaga ahli Ekonomi Mineral yang disyaralkan dalam pekerjaan ini adalah minimal strata 2 (dua) jurusan Ekonomi Mineral, lulusan universrtas negeri atau disamakan dengan pengalaman kerja minimum 5 (lima) tahun dan telah melakukan penyusunan berbagai kajian yang menyangkut pengolahan pemurnian khususnya mineral dalam kaitannya dengan investasi.

4) Ahli Keuangan

1 orang tenaga ahli Keuangan. yang disyaratkan dalam pekerjaan ini adalah minimal Sarjana Strata 1 (satu) dari Fakultas Ekonomi jurusan akuntansi rnaupun jurusan yang berkaitan dengan akunting, lulusan universitas negeri atau yang disamakan dengan pengalaman bekerja dibidang keuangan dan akunting dengan pengalaman sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun.

5) Ahli Teknik Pertambangan

1 orang tenaga ahli Teknik Pertambangan. yang disyaratkan dalam pekerjaan ini adalah minimal Sarjana Strata 2 (dua) dengan spesifikasi keahlian bidang pertambangan lulusan universitas negeri atau yang disamakan dengan pengalaman bekerja minimal 5 (lima) tahun dan pernah mengkaji aspek-aspek yang berkaitan dengan teknis di Iingkungan pertambangan.

6) Ahli Lingkungan

1 orang tenaga ahli Lingkungan, yang disyaratkan dalam pekerjaan ini adalah minimal Sarjana Strata 2 (dua) dengan spesifikasi keahlian bidang Iingkungan lulusan universitas negeri atau yang disamakan dengan pengalaman bekerja minimal

dengan teknis, sosial, ekonomi dan budaya di lingkungan pertambangan.

7) Asisten Ahli Teknik Pertambangan

1 orang tenaga ahli Teknik Pertambangan yang disyaratkan dalam pekerjaan ini adalah minimal Sarjana Strata 1 (satu) dengan spesifikasi keahlian bidang teknik pertambangan maupun jurusan yang berkaitan dengan teknik pertambangan, lulusan universitas negeri atau yang disamakan dengan pengalaman bekerja dibidang pertambangan dan pengolahan/pemurnian minimal 3 (tiga) tahun.

Tenaga Pendukung:

(mohon disesuai dari perusahaan)

Jadwal Alokasi/Penempatan Tenaga Ahli

Rencana penugasan dan alokasi personil disusun berdasarkan kualifikasi dan pengalaman untuk setiap bidang pekerjaan. Alokasi menurut waktu dalam jadual dan bobot kerja bagian personil menjadi bahan masukan dalam penyusunan perincian biaya langsung personil (remuneration) maupun biaya langsung non personil (direct reimbursable cost) dalam pelaksanaan pekerjaan serta penyusunan organisasi Konsultan Pelaksana.

Alokasi waktu yang direncanakan bagi penyelesaian pekerjaan penyusunan kajian ini adalah 5(lima) bulan kalender terhitung sejak ditandatanganinya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Adapun jadual penugasan personil Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung untuk pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

Jadwal Alokasi Tenaga Ahli & Tenaga Pendukung

NO. TENAGA AHLI I II BULANIII IV V KET

A TENAGA AHLI UTAMA

1 Ahli Rekayasa Industri (TL) 1orgx5bln 2 Ahli Teknik Metalurgi 1orgx5bln 3 Ahli Ekonomi Mineral 1orgx5bln

4 Ahli Keuangan 1orgx5bln

5 Ahli Teknik Pertambangan 1orgx5bln

6 Ahli Lingkungan 1orgx5bln

B ASISTEN TENAGA AHLI

1 As. Ahli Teknik Pertambangan 1orgx5bln

C TENAGA PENDUKUNG

1 Sekretaris Proyek 1orgx5bln

2 Operator Komputer 1orgx5bln

3 ? dilengkapi

4 ? dilengkapi

Dalam dokumen Proposal Teknis Nikel Esdm (Rev) (Halaman 27-39)

Dokumen terkait