• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Keseluruhan Analisa Balanced Scorecard

Secara umum pada perspektif keuangan menunjukkan hasil yang

sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator ROI yang mengalami

peningkatan pada tahun 2007 sebesar 9,74% dan indikator rasio efesiensi

tahun 2007 yang juga mengalami peningkatan sebesar 0,3%. Peningkatan

kedua indikator tersebut merupakan sinyal positif pada laporan keuangan

yang dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan.

Kinerja yang diperlihatkan pada perspektif konsumen (pasien) secara

umum sudah sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu memberikan kepuasan

kepada konsumen. Hal ini dapat dilihat dari jawaban atau tanggapan rata-rata

pasien yang masuk pada ketegori tinggi. Pada dimensi pelayanan masuk RS

kategori pernyataan puas sebesar 64,41% (18,11 + 49,30% = 64,41%)

sedangkan kategori pernyataan tidak puas sebesar 5,43% (5,33% + 0,1% =

5,43%. Pada dimensi pelayanan dokter kategori pernyataan puas sebesar

78,19% (60,57% + 17,62% = 78,19) sedangkan kategori pernyataan tidak

puas sebesar 21,0% (21,0% + 0% = 21%). Pada dimensi pelayanan perawat

kategori peryataan puas sebesar 65% (17,12% + 47,88% = 65%) sedangkan

kategori pernyataan tidak puas sebesar 6,20% (6,17% + 0,03% = 6,20%).

Pada dimensi pelayanan makanan kategori pernyataan puas sebesar 80,06%

(21,58% + 58,56% = 80,06%) sedangkan kategori pernyataan tidak puas

sebesar 1,27% (1,22% + 0,05% = 1,27%). Pada dimensi pelayanan medis dan

obat-obatan kategori pernyataan puas sebesar 66,43% (18,72% + 47,71% =

No Nilai Total Pencapaian Interpretasi

1. 85 s/d 100 SANGAT BAIK

2. 70 s/d <85 BAIK

3. 55 s/d < 70 SEDANG

4. < 55 KURANG BAIK

66,43%) sedangkan kategori pernyataan tidak puas sebesar 6,79% (6,70% + 0,09% = 6,79%). Pada kategori kondisi fisik rumah sakit secara umum

kategori pernyataan puas sebesar 85,02% (22,90% + 62,12% = 85,02%)

sedangkan kategori pernyataan tidak puas sebesar 0,69% (0,55% + 0,14% =

0,69%). Pada dimensi kondisi fisik ruang perawatan kategori pernyataan puas

sebesar 80,49% (19,43% + 61,06% = 80,49%) sedangkan kategori pernyataan

tidak puas sebesar 1,69% (1,55% + 0,14% = 1,69%). Pada dimensi pelayanan

administrasi kategori pernyataan puas sebesar 52,95% (17,31% + 45,64% =

52,95%) sedangkan kategori pernyataan tidak puas sebesar 12,82% (12,56%

+ 0,26% =12,82%).

Berdasarkan indikator-indikator kinerja sebagaimana tertuang dalam

SKEP Dirkesad No SKEP/448/VII/2004 tanggal 26 Juli 2004 tentang

Pedoman Pengukuran Kinerja Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit.

Interpretasi dari nilai pencapaian kinerja berdasarkan perhitungan seluruh

aspek dengan bobot masing-masing, dikategorikan sebagai berikut:

Tabel 4.29

Indikator Nilai Pencapaian Kinerja

Sumber: SKEP Dirkesad No SKEP/448/VII/2004 tanggal 26 Juli 2004

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada dimensi pelayanan masuk RS kategori pernyataan puas sebesar 64,41%, hal ini berarti masuk dalam

kategori sedang, sehingga RSUP Fatmawati harus melakukan perbaikan

seperti pelayanan lama waktu proses masuk RS, perbaikan kualitas pelayanan

petugas Unit Gawat Darurat (UGD), serta kelengkapan sarana dan prasarana.

Pada dimensi pelayanan dokter kategori pernyataan puas sebesar 78,19%, hal

ini berarti masuk dalam kategori baik, kedepannya diharapakan agar

pelayanan dokter RSUP Fatmawati lebih baik lagi. Pada dimensi pelayanan

perawat kategori peryataan puas sebesar 65%, hal ini berarti masuk dalam

kategori sedang, sehingga perlu dilakukan perbaikan dalam pelayanan

perawat seperti tanggapan terhadap keluhan pasien, membekali perawat

dengan ketrampilan medis, serta pelayanan lainnya. Pada dimensi pelayanan

makanan kategori pernyataan puas sebesar 80,06%, hal ini berarti masuk

dalam kategori baik, diharapkan pelayanan makanan lebih baik lagi dengan

menambah menu makanan, meningkatkan kualitas pelayanan dan kebersihan.

Pada dimensi pelayanan medis dan obat-obatan kategori pernyataan puas

sebesar 66,43%, hal ini berarti masuk dalam kategori sedang, berarti pihak

RSUP Fatmawati sebaiknya segera melakukan perbaikan kualitas seperti

menjamin ketersediaan obat, memperbaiki kualitas pelayanan, menambah

perlengkapan medis, dan lainya. Pada dimensi kondisi fisik rumah sakit

secara umum kategori pernyataan puas sebesar 85,02%, hal ini berarti masuk

dalam kategori sangat baik, hal itu tercermin dengan halamam parkir RSUP

Fatmawati yang luas, keterjangkauan letak rumah sakit yang sangat strategis, bangunan luas, tempat menunggu yang nyaman, serta penerangan lampu yang

cukup baik dimalam hari. Pada dimensi kondisi fisik ruang perawatan

kategori pernyataan puas sebesar 80,49%, hal ini berarti masuk dalam

kategori baik, diharapkan pihak RSUP Fatmawati terus melakukan perawatan

dan pemeliharaan ruang perawatan, sehingga kedepannya akan lebih baik

lagi. Pada pelayanan administrasi kategori pernyataan puas sebesar 52,95%

hal ini masuk dalam kategori kurang baik, oleh karena itu RSUP Fatmawati

harus segera melakukan perbaikan kualitas pelayanan administrasi dengan

membekali para karyawannya dengan pelatihan-pelatihan terus menerus dan

berkelanjutan, serta memperbaiki sarana dan peralatan administrasi.

Hasil kinerja pada perspektif proses bisnis internal yang diukur

dengan tiga indikator yaitu BTO, NDR, dan GDR secara umum

memperlihatkan bahwa kinerja pelayanan terhadap meningkatnya

kepercayaan konsumen (pasien) untuk berobat di rumah sakit sudah baik. Hal

ini dapat dilihat bahwa dari nilai BTO tahun 2006-2007 mengalami

peningkatan sebesar 6,53 kali, yang berarti bahwa jumlah pasien rawat inap

yang telah dirawat lebih dari 48 jam sudah memuaskan. Terlihat pula dari

penurunan NDR sebesar 8,04 per mil dan GDR sebesar 15,27 per mil.

Penurunan GDR dan NDR menunjukkan bahwa kinerja RSUP Fatmawati

dalam hal perawatan, pencegahan, kecepatan serta keamanan terhadap pasien

memuaskan karena jumlah pasien yang meninggal dapat diminimalisir

Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur dengan menggunakan 3 indikator yaitu produktifitas karyawan, retensi karyawan dan

kepuasan karyawan secara umum telah menunjukkan hasil yang baik, hal ini

juga dapat berdampak pada peningkatan kualitas karyawan yang pada

akhirnya bermuara pada kepuasan pelanggan dalam melayani pelanggan. Hal

ini dapat dilihat dari tingkat produktifitas karyawan yang mengalami

peningkatan sebesar Rp 14.849.268.34. Hasil survei terhadap kepuasan

karyawan kategori pernyataan rasa puas mereka terhadap kebijaksanaan

rumah sakit adalah 60,06% (13,69% + 46,57%) sedangkan kategori

pernyataan tidak puas sebesar 6,08% (5,95% + 0,13%). Hal ini berarti

karyawan merasa puas terhadap kebijakan, prosedur, dan pembagian tugas

yang ditetapkan perusahaan. Pada indikator retensi karyawan mengalami

penurunan sebesar 0,2 % berarti bahwa kemampuan rumah sakit untuk

mempertahankan hubungan yang baik dengan karyawan dapat di kategorikan

berhasil hal ini akan berdampak pada tingkat loyalitas dan tingkat

produktifitas karyawan.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana kinerja

manajemen Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati jika diukur dengan

menggunakan Balanced Scorecard. Dari hasil yang telah dilakukan, dapat

disimpulkan sebagai berikut:

1. Kinerja Perspektif Keuangan dalam penelitian ini diukur dengan

menggunakan dua indikator rasio keuangan yaitu: Return On Invesment

(ROI) dan Rasio Efesiensi. Secara umum pada perspektif keuangan

menunjukkan hasil yang sudah maksimal. Hal ini dapat dilihat dari

indikator ROI yang mengalami peningkatan pada tahun 2007 sebesar

9,74% % dan indikator Rasio Efesiensi yang juga mengalami peningkatan

sebesar 0,3 %. Kesimpulannya peningkatan kedua indikator tersebut

merupakan sinyal positif pada laporan keuangan yang dapat mempercepat

pertumbuhan.

2. Kinerja Perspektif konsumen (pasien) diukur dengan menggunakan

indikator kepuasan pasien RSUP Fatmawati. Berdasarkan hasil survey

pada 92 pasien rumah sakit dapat diketahui bahwa secara umum sudah

sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari

jawaban/tanggapan pasien yang menunjukkan nilai yang tinggi. Hasil ini

menunjukkan bahwa secara umum RSUP Fatmawati talah memperhatikan

3. Kinerja pada perspektif proses bisnis internal yang diukur dengan tiga indikator yaitu BTO, NDR, dan GDR secara umum memperlihatkan

bahwa kinerja pelayanan terhadap meningkatnya kepercayaan konsumen

(pasien) untuk berobat di rumah sakit sudah baik. Hal ini dapat dilihat

bahwa dari nilai BTO tahun 2006- 2007 mengalami peningkatan sebesar

6,53 kali, yang berarti bahwa jumlah pasien rawat inap yang telah dirawat

lebihd dari 48 jam sudah memuaskan. Terlihat pula dari penurunan NDR

sebesar 8,04 per mil dan GDR sebesar 15,27 per mil. Penurunan GDR dan

NDR menunjukkan bahwa kinerja RSUP Fatmawati dalam hal perawatan,

pencegahan, kecepatan serta keamanan terhadap pasien memuaskan

karena jumlah pasien yang meninggal dapat diminimalisir

4. Kinerja perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur dengan

menggunakan 3 indikator yaitu produktifitas karyawan, retensi karyawan

dan kepuasan karyawan secara umum telah menunjukkan hasil yang baik,

hal ini juga dapat berdampak pada peningkatan kualitas karyawan yang

pada akhirnya bermuara pada kepuasan pelanggan dalam melayani

pelanggan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat produktifitas karyawan yang

mengalami peningkatan sebesar Rp 14.849.268.34. Hasil survei terhadap

kepuasan karyawan rasa puas mereka terhadap kebijaksanaan rumah sakit

dirasakan puas. Retensi karyawan mengalami penurunan sebesar 0,2 %

yang berarti bahwa kemampuan rumah sakit untuk mempertahankan

hubungan yang baik dengan karyawan dapat dikategorikan berhasil.

menurun sehingga keharmonisan hubungan dengan karyawan semakin meningkat. Hal ini akan berdampak pada tingkat loyalitas dan tingkat

produktivitas karyawan yang tinggi.

B. Implikasi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada

pengembangan ilmu akuntansi khususnya akuntansi manajemen yang

membahas tentang kinerja perusahaan. Serta diharapkan dapat

memberikan informasi tambahan mengenai pengukuran kinerja suatu

perusahaan baik bagi pihak manajemen dan pihak pihak lain yang terkait.

Informasi tersebut diantaranya:

1. Memberikan pemahaman yang lebih lengkap seputar pengukuran

kinerja perusahaan dan metode pengukurannya sehingga dapat

bermanfaat dalam pengambilan keputusan perusahaan.

2. Konsumen biasanya memilih Rumah Sakit Rujukan yang benar-benar

tanggap terhadap kebutuhan pasiennya. Pelayanan yang maksimal

akan memberikan kepuasan yang tinggi kepada konsumen sehingga

memberikan kepercayaan yang tinggi kepada RSUP Fatmawati. Hal

C. Keterbatasan

1. Jangka waktu pengamatan penelitian ini hanya dua tahun, sehingga

kurang menggambarkan kondisi jangka panjang perusahaan.

2. Pengukuran kinerja pada penelitian ini hanya berdasarkan pada indikator-

indikator yang terbatas pada tersedianya data yang digunakan.

3. Pengukuran kinerja keuangan hanya meliputi dua hal, yaitu ROI dan

rasio efisiensi, hal ini kurang mencerminkan kondisi keuangan

perusahaan secara keseluruhan.

4. Responden yang mengisi kuesioner pada kepuasan karyawan belum

dapat mencangkup karyawan secara keseluruhan baik dari sisi jabatan,

bagian, dan golongan.

5. Kesulitan untuk mendapatkan responden untuk mengukur kepuasan

konsumen, karena responden merupakan pasien dengan keadaan sakit,

sehingga untuk mengisinya membutuhkan pendamping dan memerlukan

waktu yang cukup lama.

6. Keterbatasan dalam perolehan data, karena terdapat data-data yang

diperlukan yang merupakan rahasia internal perusahaan yang tidak dapat

D. Saran

Dari kesimpulan dan keterbatasan yang telah diuraikan di atas, ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan pihak rumah RSUP

Fatmawati, yaitu:

1. Pihak manajemen harus lebih meningkatkan kinerja keuangan, dengan

lebih menekan biaya-biaya operasi dan meningkatkan sistem pengendalian

internal. Meskipun RSUP Fatmawati bukan merupakan lembaga yang

berorientasi pada profit, tetapi kinerja keuangan harus tetap diperhatikan

dan ditingkatkan demi kelangsungan hidup rumah sakit

2. Perusahaan yang dijadikan objek penelitian selanjutnya sebaiknya lebih

dari satu, sehingga dapat membandingkan kinerja beberapa rumah sakit

baik pemerintah maupun swasta.

3. Perusahaan yang dijadikan objek penelitian selanjutnya dapat mencangkup

rumah sakit lain yang berada di wilayah yang berbeda.

4. Menambah indikator pengukuran kinerja pada masing masing perspektif

Dokumen terkait