Modul Akuntansi Dasar untuk CV Amadeus Jaya Makmur ini terdiri dari 2 modul yaitu : 1. Modul 1, modul ini berisi Perkenalan kepada Akuntansi yang meliputi :pengertian
mengenai akuntansi, pihak yang membutuhkan informasi akuntansi, persamaan dasar akuntansi.
2. Modul 2, modul ini membahas Akuntansi pada perusahaan jasa, cara menjurnal, siklus akuntansi, laporan keuangan perusahaan jasa, disertai soal Latihan
3. Modul 3, berisi Akuntansi pada perusahaan dagang, termasuk jurnal khusus yang sering digunakan di perusahaan dagang
Pelatihan berlangsung selama 3 (tiga) kali secara daring dengan menggunakan platform Google meet.
4.1 Pelatihan I
Pelatihan dilakukan pada hari Sabtu, 6 Maret 2021 pukul 13.00 sampai dengan 16.00. Dalam pelatihan ini , Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara menjelaskan materi yang terdapat pada modul 1.
Pertama-tama yang dibahas adalah pengertian akuntansi, pihak-pihak yang membutuhkan akuntansi dan tujuan dilakukannya akuntansi. Adapun pengertian akuntansi adalah sebuah proses untuk mencatat, mengklasifikasikan, melaporkan transaksi bisnis yang dilakukan oleh pelaku bisnis dengan tujuan menyediakan informasi sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Pelaku bisnis yang dimaksud dapat berupa perusahaan pribadi yang dimiliki oleh pribadi , perusahaan yang sudah berstatus badan hukum seperti Firma, PT (perseroan terbatas), dan CV (perusahaan comanditer). Informasi yang disediakan meliputi informasi keuangan yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Yang membutuhkan informasi yang disediakan oleh akuntansi adalah pihak eksternal dan pihak internal perusahaan. Pihak internal terdiri dari pihak manajemen meliputi semua bagian yang ada di dalam perusahan, misalnya bagian pemasaran, keuangan, sumber daya manusia.
Selain itu pihak internal perusahaan juga meliputi pemilik perusahaan dan karyawan, Semua pihak internal ini berkepentingan atas laporan keuangan yang sudah disusun sebagai informasi keuangan yang dilakukan oleh akuntan di perusahaan. Pihak eksternal perusahaan meliputi pihak pemerintah yang berkepentingan terhadap pajak yang disetorkan oleh perusahaan, pihak kreditor yang meminjamkan uang/dana kepada perusahaan, pihak
pelanggan, pihak investor yang berkepentingan mengenai kelangsungan hidup perusahaan untuk melakukan investasi terutama di perusahaan yang bersifat publik (yang sudah menawarkan sahamnya kepada public di Bursa Efek Indonesia.
Informasi keuangan yang disusun mengikuti standar akuntansi yang dilakukan secara umum yaitu Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, atau Standar Akuntansi Keuangan ETAP untuk skala perusahaan yang UMKM. Hasil keluaran dari informasi yang disusun sesuai dengan SAK atau SAK ETAP ini adalah laporan keuangan. Laporan keuangan ada lima : laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan (IAI, 2009). Di mana masing-masing laporan keuangan disusun berdasarkan transaksi bisnis dari pelaku bisnis.
Dari segi barang/jasa yang ditawarkan maka perusahaan dapat dibagi menjadi perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual jasa kepada pelanggannya seperti konsultan pajak, aktuaria, notaris, dan lainnya. Sedangkan perusahaan dagang adalah perusahaan yang menjual barang untuk kelangsungan hidup perusahaannya. Perusahaan dagang tidak memproduksi sendiri barangnya melainkan memperolehnya dengan cara membelinya dan menjualnya Kembali dengan mendapatkan keuntungan. Perusahaan dagang sangat banyak di Indonesia. Satu jenis perusahaan lagi adalah perusahaan manufaktur, namun Tim Pengabdian Kepada masyarakat Untar tidak memasukkannya di dalam modul ini mengingat perusahaan manufaktur memiliki beberapa hal yang cukup berbeda dengan perusahaan jasa dan perusahaan dagang. Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi sendiri barang dan menjualnya dalam bentuk barang jadi, sehingga proses akuntansi dari perusahaan manufaktur sedikit lebih komplek apabila dibandingkan dengan perusahaan jasa dan perusahaan dagang.
Terakhir Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Untar memberikan materi persamaan dasar akuntansi yang disertai contoh soal sebagai pengantar untuk memasuki modul berikutnya. Persamaan dasar akuntansi sering disebut sebagai Accounting Equation ini adalah dasar untuk belajar lebih jauh mengenai akuntansi. Sebelum memulai proses penjurnalan maka mempelajari persamaan dasar akuntansi ini akan sangat membantu pemahaman para peserta pelatihan.
4.2 Pelatihan II
Pelatihan ke-2 dilakukan pada Senin, 8 Maret 2021 pk 14.00-17.00 secara daring melalui platform google meet. Pelatihan ke-2 menggunakan modul 2 yang berisi mengenai Akuntansi pada Perusahaan Jasa.
Pertama-tama dijelaskan mengenai siklus akuntansi. Akuntansi adalah sebuah siklus, dimulai dari transaksi binis, lalu transaksi bisnis dicatat dalam jurnal transaksi atau yang lebih dikenal dengan jurnal umum, kemudian dari jurnal umum diposting ke dalam buku besar dan buku pembantu. Buku pembantu sendiri sebenarnya sangat dipakai delam praktek, hanya saja jarang diajarkan secara teori. Karena itu tim Pengabdian kepada masyarakat Untar kali ini juga menjelaskan mengenai buku pembantu. Buku pembantu yang biasanya dipakai dalam praktek adalah buku pembantu piutang, buku pembantu hutang, buku pembantu aktiva tetap. Selanjutnya saldo-saldo dalam buku besar dikumpulkan dalam sebuah catatan yang disebut neraca saldo . Apabila pada akhir periode akuntansi ada temuan-temuan baru maka dilakukan jurnal penyesuaian. Selain itu jurnal penyesuaian memang diperlukan supaya penyajian laporan keuangan itu akurat pada tanggalnya. Dari jurnal penyesuaian , disusunlah neraca saldo setelah penyesuaian dan dimasukkan ke dalam alat bantu yang disebut kertas kerja atau neraca lajur. Neraca lajur ini akan membantu penyusunan laporan keuangan.
Laporan keuangan adalah tujuan akhir dari siklus akuntansi, namun karena ini siklus maka untuk memulai periode berikutnya perlu dibuat jurnal penutup. Semua perkiraan yang ada di laporan laba rugi perlu ditutup untuk memulai periode berikutnya. Adapun siklus akuntansi disajikan di bawah ini :
Transaksi Bisnis
Jurnal umum
Buku besar dan buku pembantu
Jurnal penyesuaian
Neraca Saldo setelah penyesuaian
Neraca Lajur
Laporan keuangan
Jurnal Penutup Gambar 2 Siklus Akuntansi
Setelah menjelaskan tentang siklus akuntansi, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Untar menjelaskan konsep debet dan kredit dari suatu akun. Debit dan kredit merupakan konsep yang paling mendasar dalam akuntansi karena mewakili dua sisi dari setiap transaksi yang tercatat dalam sistem akuntansi. Debet menunjukkan saldo harta atau beban , bila harta atau beban bertambah maka akan menambah saldo debet, bila harta atau beban berkurang maka akan menambah saldo kredit. Kredit menunjukkan saldo hutang, modal dan pendapatan, bila hutang, modal dan pendapatan bertambah maka akan menambah saldo kredit dan bila hutang, modal dan pendapatan berkurang maka akan menambah saldo debet. Setiap transaksi yang kita lakukan akan berpengaruh pada lebih dari satu transaksi , dengan kata lain jika ada yang ditambah pasti ada yang dikurangi supaya seimbang. Misalnya : Harta bertambah debit, berkurang kredit, Hutang bertambah kredit, berkurang debit, Modal bertambah kredit, berkurang debit, Pendapatan bertambah kredit, berkurang debit,
Harta atau asset adalah sesuatu yang mempunyai manfaat di masa yang akan datang.
Contoh harta : kas, bank, persediaan, barang dagang, peralatan, perlengkapan, mesin, kendaraan, dan sebagainya. Hutang adalah kewajiban atau klaim atas perusahaan oleh pihak di luar perusahaan, contohnya : hutang dagang, hutang gaji, hutang bank, dan lainnya. Ekuitas adalah klaim terhadap perusahaan oleh pemilik. Ekuitas dipengaruhi oleh beberapa hal seperti : pendapatan, beban, dividen (untuk perusahaan yang berbentuk PT) dan prive untuk perusahaan non PT. Pendapatan akan menambah ekuitas. Beban akan mengurangi ekuitas. Dividen akan mengurangi ekuitas, demikian juga dengan prive (penarikan pribadi oleh pemilik perusahaan).
Setelah menjelaskan konsep debet dan kredit ini maka selanjutnya tim pengadian masyarakat Untar menjelaskan mengenai proses penjurnalan. Berikut ini contoh penjurnalan yang dilakukan di perusahan jasa :
Tabel 1. Jurnal Umum
Tanggal Keterangan Debet Kredit
xx-xx-xxxx Kas/Bank xxx
Modal xxx
xx-xx-xxxx Perlengkapan xxx
Kas/bank xxx
xx-xx-xxxx Asset tetap xxx
Kas/bank xxx
xx-xx-xxxx Beban gaji xxx
Kas/Bank xxx
xx-xx-xxx Piutang Dagang xxx
Pendapatan sewa xxx
xx-xx-xxx Kas/Bank xxx
Piutang dagang xxx
Dan lainnya
Dari jurnal umum akan diposting ke buku besar dan dilanjutkan ke neraca saldo, kemudian membuat jurnal penyesuaian dan neraca saldo setelah penyesuaian, setelah itu akan dilanjutkan ke pembuatan neraca lajur dan laporan keuangan. Berikut ini adalah contoh laporan keuangan perusahaan jasa :
PT XXX Laporan Laba Rugi
Untuk tahun yang berakhir 31 Des 20XX
Pendapatan jasa xxx
-/- Beban-beban (xxx)
Laba Bersih xxx
Gambar 3 Laporan Laba Rugi
4.3 Pelatihan III
Pelatihan ke-3 dilakukan pada Selasa, 9 Maret 2021 pk 14.00-17.00 secara daring dengan menggunakan platform google meet. Pelatihan ke-3 membahas modul 3 yang berisi Akuntansi perusahaan dagang. Dimulai dengan menjelaskan mengenai jurnal umum perusahaan dagang dengan menggunakan transaksi yang mirip dengan dunia kerja. Perusahaan dagang akan melakukan pembelian terlebih dulu baru kemudian melakukan penjualan. Pembelian barang dagang dapat dilakukan dengan tunai ataupun secara kredit. Apabila pembelian dilakukan secara kredit maka akan ada syarat kredit yang ditetapkan. Misalnya 2/10, n/30 yang berarti bahwa apabila pembayaran dilakukan dapat 10 hari maka pembeli akan mendapatkan diskon pembelian sebesar 2 persen dan pembayaran paling lambat dilakukan 30 hari setelah tanggal transaksi.
Pembeli dapat melakukan retur pembelian yaitu pengembalian barang yang dibeli apabila barang yang dibeli tidak sesuai dengan spesifikasi yang diharapkan atau rusak.
Penjualan dapat dilakukan secara tunai maupun kredit. Apabila penjualan dilakukan secara kredit maka akan ada syarat kredit seperti 2/10, n/30 yang artinya bila pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari setelah tanggal transaksi maka penjual akan memberikan potongan penjualan sebesar 2 persen dan pembayaran paling lambat dilakukan dalam 30 hari setelah tanggal transaksi.
Persediaan barang dagang dapat dicatat dengan dua metode yaitu metode periodik dan perpetual, perbedaan kedua metode dalam pernjurnalan dapat dilihat di bawah ini :
Tabel 2. Jurnal perusahaan dagang dengan metode periodik
Tanggal Keterangan Debet Kredit
xx-xx-xxxx Pembelian xxx
Hutang Dagang xxx
xx-xx-xxxx Piutang Dagang xxx
Penjualan xxx
Tabel 3. Jurnal perusahaan dagang dengan metode perpetual
Tanggal Keterangan Debet Kredit
xx-xx-xxxx Persediaan barang dagang xxx
Hutang Dagang xxx
xx-xx-xxxx Piutang Dagang xxx
Penjualan xxx
Harga Pokok Penjualan xxx
Persediaan barang dagang xxx
Selain menjelaskan mengenai jurnal umum perusahaan dagang, tim pengabdian kepada masyarakat Untar juga menjelaskan tentang jurnal khusus yang sering dipakai di perusahaan dagang. Ada beberapa jurnal khusus dalam akuntansi perusahaan dagang yaitu : jurnal penerimaan kas, jurnal penjualan, jurnal pengeluaran kas, jurnal pembelian dan jurnal umum.
Jurnal penerimaan kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas. Contoh bentuk jurnal penerimaan kas adalah :
Tabel 4. Jurnal Khusus Penerimaan Kas Tgl No
BKM
Ket REf Perkiraan yang dikredit Perkiraan yang didebet
Penjualan Piutang Serba serbi Potongan Kas dagang Akun Jumlah Penjualan
Jurnal penjualan adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang yang dilakukan secara kredit. Contoh jurnal khusus penjualan dapat dilihat di tabel berikut ini :
Tabel 5. Jurnal Khusus Penjualan
Tgl No Faktur Debitur Tgl Faktur Termin Ref Jumlah debit piutang dagang
Kredit Penjualan
Jurnal berikutnya yang dibahas adalah jurnal khusus pengeluaran kas. Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas. Contoh bentuk jurnal pengeluaran kas adalah sebagai berikut :
Tabel 6. Jurnal Khusus Pengeluaran Kas Tgl No
BKK
Ket Ref Perkiraan yang didebit Perkiraan yang dikredit Pembelian Hutang
Dagang
Serba serbi Potongan Pembelian
Kas Akun Jumlah
Jurnal pembelian adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian barang dagang yang dilakukan secara kredit. Adapun bentuk jurnal pembelian adalah sebagai berikut :
Tabel 7. Jurnal Khusus Pembelian Tgl No Faktur Kreditur Tgl
Faktur
Termin Ref Jumlah Debit Pembelian Kredit Hutang Dagang
Apabila ditemukan transaksi yang tidak dapat dimasukkan ke dalam jurnal khusus yang di atas maka akan dimasukkan ke dalam jurnal umum.
Hasil akhir dari siklus akuntansi adalah menyediakan informasi keuangan yang berbentuk laporan keuangan. Pada dasarnya ada sedikit perbedaan antara laporan keuangan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa, terutama di laporan laba rugi yang dapat dilihat di gambar di bawah ini :
PT XXX