• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2 Hasil Manajemen Diri

.

Nilai Manajemen Diri

.

% Popu-lation

.

Hasil Manajemen Diri

.

Kami memperkirakan Manajemen Diri anda ialah 112.

Anda bukanlah budak bagi emosi Anda. Bahkan ketika Anda mengalami emosi negatif, Anda mampu mengendalikannya.

Anda juga sering kali dapat mengubah emosi Anda secara aktif. Ini meru-pakan keterampilan penting, karenanya Anda harus terus mengembang-kannya. Anda dapat mengubah emosi Anda dengan mengubah fokus men-tal serta mengubah psikologi Anda.

Ketika dihadapkan pada kesulitan dan tantangan, Anda menunjukkan tingkat optimisme dan kepercayaan diri yang cukup tinggi.

. ..

5 Auto Motivasi

. .

.

.

Tes EQ

.

Tes EQ

.

Auto Motivasi

.

Auto Motivasi

.

.

30

.

30

.

© IQ Elite .

© IQ Elite

5.1 Apakah Auto Motivasi itu?

Auto Motivasi ialah kekuatan untuk melakukan sesuatu meskipun akan le-bih nyaman untuk tidak melakukannya atau sebaliknya, tidak melakukan sesuatu meskipun akan lebih nyaman untuk melakukannya. Auto Motivasi ini berkaitan dengan Manajemen Diri, bahkan ini merupakan bagian dari Pengendalian Diri. Ini adalah bagian penting dari kecerdasan emosional yang diklasifikasikan sebagai komponen EQ terpisah.

Auto Motivasi disusun atas tiga komponen:

1. Penangguhan Kepuasan Diri 2. Proaktif

3. Berhati-hati

Bagian ini mendeskripsikan masing-masing komponen serta menggam-barkan ciri-ciri dari seseorang yang mempunyai kemampuan yang tinggi pada tiap komponen tersebut.

..

.

.

Tes EQ

.

Tes EQ

.

Auto Motivasi

.

Auto Motivasi

.

.

31

.

31

.

© IQ Elite .

© IQ Elite 5.1.1 Penangguhan Kepuasan

Pengendalian Diri ialah kekuatan untuk menghindari tindakan meskipun terdapat dorongan emosional untuk melakukannya, atau kekuatan untuk melakukan suatu tindakan meskipun terdapat dorongan emosional yang menahannya.

Anda melakukan pengendalian diri ketika Anda menahan diri melakukan kekerasan meskipun Anda marah. Dan, Anda melakukan pengendalian diri ketika Anda naik pesawat meskipun Anda takut terbang.

Pengertian Penangguhan Kepuasan sama dengan Pengendalian Diri, ha-nya saja Penangguhan Kepuasan diterapkan saat emosi jangka pendek.

. Anda mungkin memiliki keinginan yang kuat untuk merokok. Anda tahu bahwa merokok itu buruk bagi kesehatan Anda. Jika Anda memiliki Auto Motivasi tinggi, Anda tidak akan merokok. Namun, jika kemampuan Pe-nangguhan Kepuasan Anda rendah, Anda akan menyerah pada keinginan jangka pendek Anda untuk merokok. Jika Anda menganalisis situasi se-cara rasional, Anda mungkin akan memutuskan bahwa Anda tidak boleh merokok karena akibat dari kesehatan yang buruk di masa depan tidak layak dibanding kesenangan jangka pendek Anda. Namun, tingkat kesa-daran Anda berorientasi pada saat ini dan Anda menginginkan kepuasan instan. Karena itu, Anda (dan banyak orang lain) menyerah untuk me-rokok, makan permen, atau menonton TV meskipun mereka tahu efek jangka panjangnya negatif.

Penelitian yang paling menonjol akan pentingnya Penangguhan Kepuasan dilakukan oleh Walter Mitschel dalam “eksperimen marshmallow”. Seke-lompok anak-anak usia empat tahun diberi marshmallow dan menjanjikan sekelompok anak lainnya hanya setelah mereka menunggu selama 20 me-nit mereka mendapatkan marshmallow. Beberapa anak dapat menunggu, beberapa tidak. Para peneliti kemudian mengikuti perkembangan setiap anak menjadi remaja. Mereka menunjukkan bertahun kemudian (berda-sarkan survei orang tua dan guru) bahwa anak-anak dengan kemampuan menunggu marshmallow, dapat lebih baik menyesuaikan diri, dapat lebih diandalkan dan rata-rata mencetak 210 poin lebih tinggi pada Scholastic Aptitude Test.

David Funder, Jeanne Block dan Jack Block dari Harvard dan University of California di Berkeley melakukan percobaan, dimana sekumpulan anak berusia empat tahun diberi hadiah terbungkus dan mereka baru boleh membuka hadiah tersebut setelah berhasil menyelesaikan teka-teki. Para peneliti membantu anak-anak dengan tugas mereka kemudian mengha-biskan 90 detik merapikan kertas sebelum mengijinkan anak-anak untuk membuka hadiah. Setelah beberapa putaran, para peneliti menghitung

“nilai penundaan” - yang merupakan gabungan dari berapa kali anak ter-sebut menyebutkan hadiah ketika mengerjakan tugas, berapa lama waktu anak untuk mengambil hadiah setelah menyelesaikan tugas, dan apakah anak tersebut langsung membuka bungkusan hadiah atau tidak.

Ketika pemeriksa independen mewawancarai anak-anak tersebut tujuh tahun kemudian, mereka menemukan perbedaan kepribadian yang sig-nifikan antara subjek tes yang sabar dan tidak sabar. Para pemeriksa melaporkan bahwa anak laki-laki yang telah menunda kepuasannya “per-hatian, dan mampu berkonsentrasi.“ Sebaliknya, anak laki-laki yang ti-dak menunda “mudah marah, gelisah, agresif, dan umumnya titi-dak dapat mengendalikan diri.“

Begitu pula, gadis yang menahan diri dalam kondisi pengujian tampak

.

.

.

Tes EQ

.

Tes EQ

.

Auto Motivasi

.

Auto Motivasi

.

.

33

.

33

.

© IQ Elite .

© IQ Elite

“cerdas, banyak akal, dan kompeten” sementara mereka yang tidak da-pat menahan diri “cenderung tertekan, menjadi korban anak-anak lain, mudah tersinggung, pemarah dan cengeng.“

..

Kita berpikir Penangguhan Kepuasan seperti menahan diri dari bertindak berdasarkan suatu dorongan yang menyenangkan kita (yaitu tidak makan sepotong kue atau membeli sepasang sepatu modis). Namun, Penangguh-an KepuasPenangguh-an juga dapat merujuk untuk melakukPenangguh-an tindakPenangguh-an seperti kerja lembur ketika kita lelah atau bangun pagi padahal kita masih ingin tidur.

Sementara kemampuan untuk menunda kepuasan menghalangi kita un-tuk menyerahkan diri pada kepuasan instan, itu tidak memberi kita do-rongan untuk berubah ketika berhadapan dengan situasi yang baru. Da-lam masyarakat saat ini yang bertransformasi dengan cepat, kemampuan untuk mengatasi perubahan dengan cepat juga diperlukan.

Keterampilan untuk mengendalikan hal-hal dan membuat sesuatu terja-di daripada hanya menyesuaikan situasi atau menunggu sesuatu terjaterja-di disebut proaktif.

Seorang proaktif umumnya tidak perlu diminta untuk bertindak: mereka mengambil inisiatif untuk menghadapi perubahan dan bahkan melakukan perubahan.

5.1.3 Kesungguhan

Orang yang bersungguh-sungguh memenuhi komitmen dan menepati jan-ji, bertanggung jawab untuk memenuhi tujuan mereka dan rajin dalam pekerjaan mereka. Kesungguhan sangat mirip dengan Penangguhan Ke-puasan. Penangguhan Kepuasan ialah menahan kepuasan instan untuk keuntungan pribadi jangka panjang. Kesungguhan ialah menahan kepu-asan instan untuk memenuhi tanggung jawab terhadap orang lain atau terhadap masyarakat pada umumnya.

Seseorang dengan tingkat Kesungguhan tinggi mampu melupakan ba-nyak kepuasan instan dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya.

.

Dokumen terkait