DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data 1. Siklus I
3. Hasil Obervasi Kegiatan Guru
Menyampaikan idea tau gagasan √ √
Memberikan tanggapan √ √
3 Siswa mempresentasikan hasil diskusi √ √
Siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan jelas
√ √
Siswa memberi tanggapan, pertanyaan dan sanggahan kepada
√
Kelompok lain 30 8 18 4
Jumlah Skor 44
Persentase 68.18%
Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa
persentaseaktivitas siswa dalam pembelajaran koopartif tipe STAD pada materi sumber daya alam memperoleh skor 30 atau 68.18%.Berdasarkan kriteria skor yang ditetapkan skor tersebut berada pada kisaran 65%- 74%. Hal ini dapat diintepretasikan bahwa pada siklus I aktivitas siswa dikategorikan Baik.
3. Hasil Obervasi Kegiatan Guru
Tahap ini adalah tahap dimana seorang observer melakukan pengamatan terhadap guru pada saat yang bersangkutan mengajar di kelas. Dan hasil lembar pengamatan dengan indikatornya telah ditetapkan diperoleh hasil berikut:
Tabel 4.3 Data Observasi Kegiatan Guru Pada Siklus 1
No Aspek yang diamati Penilaian
I PENDAHULUAN 1 2 3 4
a. Menghubungkan dengan pelajaran sebelumnya √
b. Meriviu tujuan pembelajaran √
c. Memotivasi siswa √
II KEGIATAN INTI
a. Mempresentasikan materi pelajaran √
c. Membagi kelompok √
d. Mengawasi dan membimbing setiap kelompok secara
bergiliran
√
c. Mendorong siswa agar meminta bantuan kepada teman sebelum meminta bantuan kepada guru
√
III PENUTUP
a. Memimbing dalam menyimpulkan materi pelajaran √
b. Memberikan penghargaan terhadap peningkatan skor
kelompok
√
Jumlah 4 24
Total Skor 28
Sumber data: lampiran 13 Skor Maksimum = 10 x 4 = 40 Pencapaian = 28/40 x 100% = 70%
Berdasarkan tabel tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan pembelajaran IPA di kelas IV melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus I ini secara keseluruhan dikaterigorikan Baik. Hal ini dibuktikan dengan perolehan skor 28 atau 70%.
d. Refleksi Hasil Siklus I
Proses pembelajaran dengan menerapkan metode STAD pada konsep sumber daya alam mampu membuat siswa untuk terlibat langsung dan menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran. Seperti pada kegiatan diskusi kelompok,tidak hanya membuat siswa menjadi aktif tetapi juga menuntut siswa untuk memiliki tanggung jawab dalam kelompoknya. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode STAD ini masih terdapat beberapa kekurangan,yaitu sebagai berikut:
1. Pembelajaran kelompok
Dalam pembelajaran berkelompok ini telihat pembagian kelompok yang kurang merata sehingga kelompok belum maksimal dalam bekerja sama,bertukar pikiran dan saling membantu ketika mengalami kesulitan. Pada saat tanya jawab,siswa masih malu dan tidak percaya diri dalam mengemukakan pendapat.
40
2. Diskusi dalam kelompok
Beberapa kelompok masihterlihat anggota kelompoknya belum focus pada kegiatan diskusi,seperti masih ada yang bercanda,mengobrol,dll. Dengan demikian pembelajaran masih didominasi oleh siswa- siswa yang aktif,sehingga untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru masih mengandalkan teman dalam kelompoknya.
3. Mempresentasikan hasil diskusi
Dalam melaksanakan presentasi hasil diskusi kelompok,masih ada sebagian kelompok yang takut dan malu untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya ke depan kelas.
Pada pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode STAD disiklus I ini diketahui bahwa ada beberapa siswa yang belum mencapai batas minimal penguasaan hasil belajar yang telah ditentukan yaitu 65. Hal ini menunjukkan belum tercapainya ketuntasan belajar yang telah ditentukan yaitu 90 %. Ketuntasan belajar di siklus I hanya sebesar 76%. Oleh sebab itu pembelajaran harus ditingkatkan melalui perbaikan tindakan yang telah dilaksanakan untuk diterapkan pada siklus II. Adapun perbaikan yang harus dilaksanakan yaitu memberi tindakan sebagai berikut:
1. Pembelajaran berkelompok
Dalam pembagian kelompok dilakukan dengan mempertimbangkan tingkatan prestasi belajar dan keaktipan siswa dikelas secara merata, memberi motivasi siswa yang kurang percaya diri dalam mengajukan pendapat dan pertanyaan,dan menambah waktu untuk mengatasi siswa yang kurang aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung 2. Diskusi dalam kelompok
Diadakan tutor sebaya yang muncul dalam kelompok, yang diambil dari siswa yang pandai untuk membantu siswa yang masih mengalami kesulitan dalam pembelajaran serta mengawasi secara merata setiap kelompok agar ikut aktif dalam diskusi.
3. Mempresentasikan hasil diskusi
Memberi motivasi lagi untuk membantu siswa yang masih mengalami kesulitan mempresentasikan hasil kelompoknya kedepan kelas.
e. Keputusan
Berdasarkan hasil refleksi siklus I dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa belum memenuhi kreteria ketuntasan belajar yang diharapkan. Indikator yang ditetapkan dalam penelitian ini sebesar 90 % siswa memiliki nilai diatas KKM yaitu 65. Namun pada siklus I ini ketuntasan belajar hanya mencapai 76% dan sebanyak 6 siswa masih mendapatkan nilai dibawah KKM. Oleh karena itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian tindakan kelas ini ke siklus II.
2.Siklus II
Siklus II ditekankan pada perbaikan dan penyempurnaan terhadap hal - hal yang dianggap kurang pada siklus I. Pada siklus II ini lebih diarahkan pada optimalisasi proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang mengacu kepada siklus I. Siklus II dilaksanakan satu pertemuan pada materi hubungan antara sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan. Adapun tahapan - tahapannya sebagai berikut: a. Perencanaan
Tahap perencanaan pada siklus II merupakan perbaikan dari siklus I. Perbaikan dimulai dengan menyiapkan rencana pembelajaran yang menerapkan metode STAD,Lembar Kerja Siswa( LKS),pedoman observasi kegiatan siswa,pedoman observasi guru,alat dan gambar-gambar,instumen tes soal pilihan ganda untuk pretest dan posttest serta membentuk kelompok belajar siswa. Pembelajaran siklus II dilakukan sekali pertemuan, pertemuan siklus II ini berlangsung selama 2 x 35 menit. Indikator pembelajaran dari konsep sumber daya malam yang ditetapkan pada siklus II ini diantaranya: Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan.
42
b. Tindakan
Pada tahap tindakan,peneliti berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode STAD yang telah disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran( RPP). Adapun langkah - langkah tindakan pada siklus II adalah sebagai berikut:
1) Pertemuan Pertama
Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan metode STAD di siklus I pada pertemuan pertamaini adalah sebagai berikut:
a. Pemberian Pretest kepada siswa untuk melihat kemampuan awal siswa sebelum diberikan tindakan berupa penerapan metode STAD untuk meningkatkan hasil belajar.
b. Pembelajaran dimulai dengan menggali pengetahuan awal siswa dengan mengajukan pertanyaan apersepsi dan motivasi kepada siswa. Kemudian mengaitkannya dengan konsep sumber daya alam yang akan dibahas pada pertemuan ini,
c. Membagikan LKS dan mengintruksikan siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah ditentukan sebelumnya.
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan yang tertera dalam LKS.
e. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan diskusi dalam kelompoknya untuk menyimpulkan hasil diskusinya. Kemudian perwakilan masing - masing kelompok memaparkan hasil diskusinya di depan kelas.
f. Menutup pembelajaran dengan meluruskan kesimpulan yang di paparkan oleh masing - masing kelompok dan menjelaskan konsep ilmiah yang sedang dipelajari.
2) Pertemuan Kedua
Pada pertemuan kedua ini kegiatan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Menyampaikan tujuan pembelajaran materi yang akan dibahas pada pertemuan kedua ini.
b. Menjelaskan materi mengenai hubungan antar sumber daya alam dengan lingkungan.
c. Membagikan LKS dan mengintruksikan siswa untuk duduk dalam kelompoknya.
d. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan diskusi dalam kelompoknya untuk menyimpulkan hasil diskusinya. Kemudian perwakilan masing - masing kelompok memaparkan hasil diskusinya di depan kelas.
e. Pemberian posttest dengan soal yang sama pada saat tes awal pretest. Tes berupa pilihan ganda sebanyak 20 soal. Tes ini dilaksanakan untuk melihat kemampuan siswa setelah diberikan tindakan berupa penerapan metode STAD.
c. Pengamatan
Pelaksanaan observasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian pada setiapkegiatan pembelajaran dilaksanakan. Secara umum aktivitas guru dan siswa padasiklus I dan siklus II tercantum dalam pedoman observasi kegiatan guru dankegiatan siswa.
1) Hasil Belajar
Tes yang digunakan pada siklus II berupa tes objektif pilihan ganda sebanyak20 soal. Setiap soal mengukur satu aspek hasil belajar.Bedasarkan hasil pretestdan posttest pada siklus II,maka dapat ditentukan besarnya rata - rata kemampuanawal siswa dan rata - rata kemampuan akhir siswa setelah diberi perlakuan. Datahasil tes hasil
belajar siswa dianalisis dengan rumus presentasi.Adapun
44
Tabel 4.4Data Hasil Tes Hasil Belajar Siswa Siklus II
No Data Hasil Tes Hasil Belajar Pretest Postest
1 Nilai Rata-rata 60.8 79.2
2 Nilai Tertinggi 80 100
3 Nilai Terendah 30 50
4 Sudah memenuhi KKM 13 (52%) 23 (92%)
5 Belum memenuhi KKM 12 (48%) 2 (2%)
Tabel 4.4 diatas menunjukan peningkatan hasil tes sebelum dan sesudah diberikan tindakan pada siklus II. Sebelum tindakan diberikan, hasil tes siswa hanya mencapai nilai rata - rata sebesar 60,8, sedangkan setelah diberikan tindakan meningkat sebesar 79,2. Peningkatan juga terlihat pada jumlah siswa yang telah memenuhi KKM. Sebanyak 23 siswa sudah memenuhi KKM di siklus II. Hal ini berarti hanya sebanyak 2 siswa yang belum memenuhi KKM.