3.2.3.1 Hasil observasi pada ruang kerja sebuah biro konsultan interior (PT. Citra Duta Artistry, Jakarta).
Gambar 3.8 Ruang studio desainer interior di PT. Citra Duta Artistry
Ruang kerja di PT.CDA luasnya sekitar 100m2 dan berisi 16 orang karyawan sehingga area sirkulasi menjadi cukup luas. Pada gambar di atas tampak meja-meja kerja yang berpenyekat. Selain itu kursinya juga nyaman untuk digunakan duduk dalam waktu yang lama. Lantainya menggunakan karpet berwarna coklat. Pencahayaan menggunakan pencahayaan alami (dari bukaan jendela) tetapi dibantu oleh pencahayaan buatan yang menyebar rata di ceiling ruangan. Selain itu ruangan juga menggunakan pendingin udara (AC).
Salah satu bagian ruangan terdapat meja bulat lonjong yang cukup besar dengan kursi-kursi. Area ini digunakan khusus untuk desainer-desainer bertukar pendapat. Area ini bukan ruang rapat. Tetapi area ini serbaguna. Bisa untuk brainstorming, maupun mengobrol sejenak. Pada saat makan siang, area ini juga digunakan untuk meja makan bersama jika mereka makan di kantor sehingga ini mempererat hubungan antara pekerja-pekerjanya dan membuat mereka semakin kompak pada saat bekerja dalam tim.
Gambar 3.9 Ruang studio desainer interior di PT. Citra Duta Artistry
Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa pada masing-masing meja kerja begitu banyak kebutuhan pribadi yang disimpan baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun barang yang personal.
Di suatu bagian ruangan tampak rak besar yang merupakan perpustakaan buku dan material. Untuk keperluan minum, membuat kopi atau teh, disediakan di bagian ujung ruangan (lemari hijau dengan rak di bawahnya). Hal ini membuat karyawan tidak perlu membeli minum dan dengan minuman mereka lebih relaks dalam mengerjakan pekerjaannya.
3.2.3.2 Hasil Wawancara dengan Desainer Interior
Desainer interior yang diwawancara adalah Signe Skjaerlund dan Reza. Signe dan Reza adalah dua dari empat orang desainer interior yang bekerja di PT. CDA. Signe adalah lulusan Rhode Island School of Design di Amerika, sedangkan Reza adalah lulusan Universitas Trisakti di Jakarta.
Menurut Signe, ruang studio di kampus sama pentingnya seperti ruang kerja (jika telah menjadi seorang desainer interior). Yang membuat perbedaan antara ruang studio di kampus dengan ruang kerja setelah menjadi seorang desainer interior hanyalah pada namanya saja. Menurut Signe, hal itu karena pada saat kuliah dan proses mengerjakan tugas perancangan di studio di kampus tidak ada bedanya dengan proses pengerjaan proyek pada saat telah bekerja. Keduanya membutuhkan kreativitas dan tahap-tahap yang terjadi dalam proses kreatif di pikiran kita pun sama. Hanya perbedaannya adalah pada pembagian pekerjaan. Jika pada saat kuliah kita mengerjakan semuanya sendirian dari mulai tahap konsep sampai hasil desain, tetapi pada saat setelah menjadi desainer interior kita mengerjakan proyek secara tim dan pekerjaan dibagi-bagi berdasarkan spesialisasinya masing-masing. Tetapi semua pemikiran kreatif yang terjadi pada saat bekerja sebagai desainer interior di biro konsultan sama dengan ketika masih kuliah dan bekerja di studio di kampus.
Karena semua pekerjaan dikerjakan di ruang kerja, maka tidak ada pekerjaan yang dibawa pulang ke rumah. Hal itu menyebabkan peranan ruang kerja menjadi sangat penting untuk menunjang kelancaran pengerjaan. Beban stres menjadi hal lain yang juga harus diperhatikan. Kebosanan, kejenuhan, penat, juga merupakan hal seringkali terjadi pada saat seseorang bekerja dalam waktu yang lama. Hal ini harus menjadi perhatian karena amat mempengaruhi kelancaran dan hasil pekerjaan.
Dalam satu hari kerja, desainer interior di PT. CDA menghabiskan sekitar delapan jam di dalam ruang kerja. Hari kerja adalah dari Senin sampai Jumat, tetapi jika proyek sedang banyak maka seringkali memerlukan lembur sehingga jam kerja di dalam ruang kerja lebih banyak lagi.
Tuntutan pekerjaan sebagai desainer interior adalah untuk menghasilkan rancangan yang kreatif. Hal ini adalah mutlak bagi seorang desainer interior, baik ketika membuka perusahaan sendiri ataupun ketika bekerja pada perusahaan lain. Tanpa kreativitas, semua proyek akan berantakan. Apalagi saat ini persaingan yang terjadi begitu ketat. Harga bersaing sudah bukan barang baru, tetapi saat ini hasil rancangan pun menjadi bersaing. Perusahaan tidak cukup hanya memiliki nama atau
terkenal di masyarakat. Perusahaan (biro konsultan interior, arsitek) harus mampu bersaing dalam rancangan (desain) yang mereka hasilkan agar lebih unggul dan inovatif daripada rancangan perusahaan (biro konsultan interior, arsitek) yang lain. Maka dari itu, kreativitas adalah modal utama yang harus dimiliki seorang desainer interior.
Untuk menggali kreativitas, diperlukan waktu yang tidak sebentar (tidak instan) dan cara yang tepat. Maka itulah pentingnya masa kuliah. Masa kuliah dan berlatih di studio adalah masa yang penting untuk menggali kreativitas sambil mendapat ilmu untuk dasar-dasar perancangan menjadi seorang deainer interior nantinya. Maka sebaiknya ruang studio di kampus dapat mengakomodasi kebutuhan itu.
Dalam kaitannya dengan ruang kerja yang sekarang digunakan di PT. CDA, Signe merasa cukup puas dan nyaman. Menurut Signe, suasana seperti di ruang kerja seharusnya dapat menjadi masukan bagi perancangan studio di kampus. Hal-hal yang menurut Signe adalah kelebihan dari ruang kerja dibandingkan ruang studio di kampusnya di Amerika di antaranya yaitu: ruang kerja memiliki suasana yang tenang. Tidak gaduh seperti di studio di kampus. Ketenangan adalah hal penting bagi Signe untuk bisa berkonsentrasi terhaap pekerjaannya. Lalu kelebihan ruang kerja lainnya yaitu ruang kerja didesain dengan setiap orang memiliki mejanya masing-masing. Meja kerja masing-masing merupakan hal yang penting. Meja di ruang kerja jelas tidak mungkin digunakan bergantian dengan orang lain, dan hal ini membuat meja kerja seakan rumah kedua bagi pekerjanya. Mereka menyimpan barang-barang pribadi, seperti menyimpan dokumen, komputer, alat tulis, jam meja, lampu meja, dan lain-lain, juga terdapat barang-barang yang begitu pribadi dan personal seperti foto-foto keluarga. Desain meja kerja yang berpenyekat juga memungkinkan setiap orang memiliki privasinya sendiri. Bagi Signe, privasi adalah hak asasi. Signe terbiasa akan adanya privasi di mana pun dia berada (hal ini merupakan kebiasaan yang ditanamkan di Barat). Karena itu dia juga membutuhkan privasi pada saat bekerja. Privasi membuatnya lebih bebas, lebih nyaman dalam bekerja, lebih mudah untuk berimajinasi dan bereksperimen tanpa takut melakukan kesalahan karena tidak ada orang lain yang melihatnya. Tentu saja privasi juga harus dapat dipertanggungjawabkan dalam arti privasi tersebut jangan disalahgunakan. Penyekat meja kerja juga membatasinya dalam mengobrol dengan sesama rekan kerja lainnya.
Sedangkan menurut Reza, kelebihan ruang kerja lainnya selain yang telah disebutkan oleh Signe yaitu kenyamanan furniture yang terdapat di ruang kerja seperti kursi dan meja kerja (karena di Universitas Trisakti, meja dan kursinya estándar terbuat dari kayu seperti di Untar). Menurut Reza, kenyamanan seperti ini amat mempengaruhi konsentrasinya dan ini berpengaruh juga terhadap kelancaran berpikir (apa pun, baik saat berimajinasi, mengerjakan pekerjaan, dan lain-lain). Selain itu, ruang berkarpet juga salah satu kelebihan ruang kerja. Karena karpet membuat suara orang berjalan menjadi teredam sehingga tidak menganggu dan mengalihkan konsentrasi orang yang sedang bekerja. Apalagi lalu lintas orang di ruang kerja cukup sibuk. Ada yang pergi ke toilet, ada yang bolak-balik berdiskusi dengan partner timnya, ada yang bolak-balik mencocokkan material, dan lain-lain. Selain itu, pemandangan kota Jakarta yang dilihat dari atas (terlihat dari jendela karena PT. CDA terletak di lantai 23) juga cukup bagus sehingga meredam kebosanan dan kejenuhan.
Suhu juga merupakan hal yang penting dalam kenyamanan dan ini jelas sangat mempengaruhi kelancaran berpikir. Pernah suatu kali pendingin udaranya kurang berfungsi, sehingga suhu udara menjadi agak panas. Hal ini membuat semua orang kerja komplain dan mereka akhirnya malah sibuk mengipas diri sendiri dan tidak bisa bekerja karena mereka tidak bisa berkonsentrasi.
Menurut pengalaman Reza, yang penting untuk kelancaran berpikir sehingga mampu untuk menjadi kreatif adalah ketika seseorang berada dalam keadaan yang dirasanya aman dan nyaman. Keadaan yang aman dan nyaman membuat seseorang tidak perlu merasa khawatir terhadap lingkungan sekelilingnya sehingga dia dapat berkonsentrasi dan mengeluarkan ide-ide kreatifnya.
Selain soal ruangan, komputer juga merupakan hal yang sangat penting untuk proses merancang karena saat ini hampir semua pengerjaan dilakukan dengan komputer. Hanya sketsa paling awal saja berupa coretan-coretan tangan. Sedangkan selebihnya dikerjakan dengan menggunakan bantuan komputer. Internet juga cukup penting untuk mencari referensi yang tidak ada di buku, menambah informasi juga mengirim hasil rancangan kepada kontraktor.
3.2.4 Universitas-universitas di Luar Negeri