• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian

5.2.3 Hasil Observasi

Peneliti melakukan observasi guna meninjau bagaimana kehidupan sosial ekonomi pedagang kaki lima di kawasan Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung. Observasi berjalan dengan cukup baik dan peneliti mendapatkan informasi setelah dilakukannya wawancara. Setelah observasi dapat diketahui bahwa kehidupan sosial ekonomi pedagang kaki lima di masa pandemi cukup memprihatinkan dimana semua pedagang mengalami penurunan pendapatan hingga 50% dari sebelum adanya pandemi. Adapun dampak sosial ekonomi yang sangat terlihat dan berubah signifikan yaitu pendapatan dan pendidikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan pedagang kaki lima di Kawasan Kelurahan Bantan Kecamatan Medan

Universitas Sumatera Utara

Tembung di masa pandemi yaitu social distancing, harga bahan baku meningkat, kesulitan penjualan, bantuan dana, konsumsi.

Berdasarkan observasi ini pendapatan sebelum pandemi dan pada saat pandemi menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan, banyak dari para pedagang di kawasan Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung mengalami penurunan pendapatan pada saat pandemi Covid-19 ini, mereka juga mengalami krisis dimana harga bahan baku yang meningkat menyebabkan pendapatan pun berkurang.

5.3 Keterbatasan Peneltian

Dalam penelitian ini, peneliti menyadari bahwa masih terdapat keterbatasan-keterbatasan yang dialami dalam penelitian. Peneliti mengalami kesulitan melakukan wawancara dengan para pedagang kaki lima yang dikarenakan mereka sedang beraktivitas pada saat diwawancarai, selain itu fasilitas peneliti juga dalam melakukan dokumentasi serta wawancara hanya dengan menggunakan perlengkapan seadanya.

Untuk itu bagi para akademisi yang menggunakan hasil penelitian ini sebagai kajian ilmiah maupun bagi praktisi yang menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar pengambilan keputusan diharapkan lebih memperhatikan dan memahami kendala yang dialami peneliti sebelumnya, agar jika terjadi kondisi serupa peneliti di masa mendatang yang ingin melakukan penelitian tersebut sudah memiliki cara untuk mengatasinya.

Selain itu peneliti juga mengalami keterbatasan penelitian lainnya dalam penelitian ini yaitu:

1. Tenaga dalam mengumpulkan informasi yang terbatas, peneliti mengalami

Universitas Sumatera Utara

kesulitan dalam mewawancarai informan kerena peneliti juga melakukan penelitian di masa pandemi yang mengurangi aktivitas diluar rumah dan tempat ramai.

2. Waktu dalam penelitian juga terbatas, dikarenakan penelitian ini dilakukan saat adanya masa pandemic covid-19 sehingga diharapkan penelitian ini sebaiknya dilakukan dalam waktu yang relatif lama agar data-data lapangan dapat terkumpul lebih dalam lagi.

3. Cakupan lokus dan fokus dalam penelitian ini, sehingga penelitian ini hanya dilakukan di sepanjang Jalan Letda Sujono di Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung.

Universitas Sumatera Utara

82 BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan data yang diperoleh melalui observasi dan wawancara secara langsung kepada 5 informan mengenai kehidupan sosial ekonomi pedagang kaki lima selama pandemi covid-19 di kawasan Kel. Bantan Kec. Medan Tembung, maka peneliti memperoleh kesimpulan bahwa:

1. Kondisi sosial ekonomi pedagang kaki lima di kawasan Kel. Bantan Kec. Medan Tembung memiliki tingkat pendapatan perbulan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tingkat pendidikan yang tidak mampu memasuki sektor formal. Kondisi perumahan yang di miliki dilihat dari kondisi fisik bangunan dan status kepemilikan rumah. Kondisi kesehatan dilihat dari penyakit apa yang dikeluhkan dan tempat berobat.

2. Faktor-faktor yang menyebabkan pedagang kaki lima mempertahankan usahanya selama pandemi covid-19 ini meliputi kebutuhan hidup, pendidikan yang rendah, keterampilan yang tidak memenuhi, kemudahan dalam memasuki sektor informal dan memiliki modal yang kecil. Dampak sosial ekonomi lainnya bagi pedagang kaki lima selama pandemic Covid-19 yaitu beberapa pedagang kaki lima yang menambah profesi lagi dan beberapa pedagang kaki lima juga mengalami keretakan hubungan rumah tangga serta terganggunya pendidikan anak dari beberapa pedagang

Universitas Sumatera Utara

kaki lima. Kehidupan ekonomi pedagang kaki lima selama pandemi covid-19 yaitu beberapa pedagang kaki lima memilih menambah penghasilan untuk tetap meningkatkan perekonomian pedagang kaki lima. Serta pendapatan pedagang kaki lima selama pandemic covid-19 menurun sangat drastis. Hal itu dikarenakan pembeli yang sepi terutama yang memiliki pelanggan tetap dari anak sekolah.

6.2 Saran

Dari hasil penelitian yang sudah disimpulkan di atas, maka peneliti berkeinginan memberikan saran yaitu:

1. Disarankan agar pedagang kaki lima di kawasan Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung dapat beradaptasi dengan kondisi sekarang ditengah pandemic covid-19 ini, tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

2. Disarankan kepada keluarga pedagang kaki lima agar dapat membantu meringankan pedagang kaki lima dalam hal ini mencari nafkah di masa pandemi covid-19 ini dengan sama-sama bekerja dan tidak bertumpu seluruhnya kepada pedagang kaki lima.

3. Untuk tempat pedagang kaki lima diharapkan memilih tempat berjualan yang memang diperbolehkan oleh pemerintah. Ini berguna untuk menjaga ketentraman pedagang ketika berjualan karena tidak harus memikirkan ketika akan dilakukan penertiban oleh petugas Satpol PP.

4. Pedagang kaki lima juga harus melakukan evaluasi penjualan setiap bulannya. Evaluasi berguna untuk melihat sejauh mana penjualan yang dilakukan dan dapat melakukan perubahan-perubahan dalam strategi

Universitas Sumatera Utara

penjualan guna naikkan tingkat penjualan terlebih di masa pandemic Covid-19 ini.

Universitas Sumatera Utara

85

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku :

Bernard, R. S. 2007 Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Buchari, A. 2016. Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.

Chris, M., Tadjuddin N. E., Penyunting 1991, Urbanisasi, Pengangguran dan Sektor Informal di Kota, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Damsar. 2012. Pengantar Sosiologi Ekonomi,. Jakarta: Kencana.

Djojodipuro. 1992. Peranan Industri Dalam Pembangunan. Jakarta : Yayasan Obor

George, R., Douglas, J. Goodman, 2010. Teori Sosiologi Modern. Jakarta:

Kencana.

Gilbert, A., dan Gugler J. 2007. Urbanisasi dan Kemiskinan di Dunia Ketiga.

PT Tiara WacanaYogya. Yogyakarta.

Isnaini, Nur. 2009. Sosial Ekonomi Masyarakat Pedagang Waduk Gajah Mungkur (Studi Kasus tentang Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Sektor Informal di Kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Hasmah.1996. Pedagang Kaki Lima di Pasar Senggol Kota Madya Pare- Pare.Ujung Pandang: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional

Kartono, Kartini. 1991. Psikologi Sosial untuk Manajemen Perusahaan dan Industri. Jakarta ; Rajawali

Kuncoro, M. 2004, Otonomi & Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang. Erlangga: Jakarta.

Manning, Chris dan Tadjuddin Noer Effendi. 1991. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal di Kota. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Moleong, L. J. 2017. Metode Penelitian Kualitatif, cetakan ke-36, Bandung : PT.

Remaja Rosdakarya Offset

Nanang, M. 2012. Sosiologi Perubahan Sosial:Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial, (Jakarta: PT.Grafindo Persada

Raho, B. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pusaka.

Universitas Sumatera Utara

Richard, G. 2000. Kesesuaian antara Alfred Schutzdan Talcott Parsons:Teori Aksi Sosial, Jakarta: kencana

Ritzer, G., dan Douglas J. G. 2010. Teori Sosiologi Modern, Jakarta: Prenada Media

Sarjono, Y. 2005. Pergulatan Pedagang Kaki Lima di Perkotaan. Surakarta : Muhammadiyah Press.

Siagian, M. 2011. Metode Penelitian Sosial. Pedoman Praktis Penelitian Bidang Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan. Medan : Pt. Grasindo Monoratama.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta, CV.

Sumaatmadja, N. 1998. Manusia Dalam Konteks Sosial, Budaya dan Lingkungan Hidup. Bandung :CV. Alfabeta.

Sumardi, M. 1999. Kemiskinan Dan Kebutuhan Pokok. Jakarta: Rajawali

Susanto, A. S. 1983. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Binacipta.

Sumber Jurnal :

Asnidar dan Rahmah, Riski. Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Pendapatan pedagang sayur di Kota Langsa. Jurnal Penelitian Ekonomi. Vol.

3., No.2.

Bukhari. 2017. Pedagang Kaki Limadan Jaringan Sosial Suatu Analisis Sosiologi.

Jurnal Sosiologi USK. Universitas Syiah Kuala. Vol. 11., No. 7.

Dong Y, Mo X, Hu Y, et al. 2020. Epidemiology of Covid-19 Among Children in China. American Academy of Pediatrics, DOI: 10.1542/peds.2020-0702

Hanoatubun, S. 2020, Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Indonesia.

Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1): 146-153.

Heriyanto, A. W. 2012. Dampak Sosial Ekonomi Relokasi Pedagang Kaki Lima di Kaasan Simpang Lima dan Jalan Pahalan Kota Semarang. Economics Devpeloment Analysis Journal.Universitas Negeri Semarang.

Hasan, M. 2014. Produktivitas dan Elastisitas Kesempatan Kerja Sektor Industri.

Jurnal Economix Volume 2 Nomor 2 Desember 2014. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Makassar.

Universitas Sumatera Utara

Noiyuanda, R., Ibrahim, H., dan Yoesoef, A. 2018. Pedagang Kaki Lima di Pasar Peunayong Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa.Universitas Syiah Kuala.

Prasetya, Mochammad Aringga dan Fuziah, Luluk. Dampak Sosial Ekonomi Relokasi Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo.

Jurnal Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Ren L-L, Wang Y-M, Wu Z-Q, Xiang Z-C, Guo L, Xu T, et al, 2020, Identification of a novel coronavirus causing severe pneumonia in human: a descriptive study. Chin Med J. 2020; published online February 11. DOI:

10.1097CM9.0000000000000722.

Syaiful Haq, Mustari, Muhammad Hasan, Thamrin Tahir, Rahmatullah. Analisis Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima di Pasar Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Journal of Social Sciences and Humanities Vol. (1)1.

Universitas Negeri Semarang

Sumber Skripsi :

Fatta, H. 2006. Strategi Kelangsungan Hidup. Makassar .Skripsi. Unhas UUD :

Peraturan Daerah No 3 Tahun 2014 Tentang Penataan Dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Undang-Undang Dasar 1945 No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Internet :

Suharto, Edi. “Coping Strategi dan Keberfungsian Sosial : Mengembangkan Pendekatan Pekerjaan Sosial dalam Mengkaji dan Menangani Kemiskinan”.

www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_07.htm, diakses pada tanggal 12 Februari.

(www.wwikipedia.org/definisi-pendapatan) diakses pada tanggal 12 Februari 2021.

WHO. 26 March, 2020,. Critical Preparedness. Readliness and Response Actions for Covid-19

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN – LAMPIRAN

foto dengan informan 1

Universitas Sumatera Utara

foto dengan informan 2

Foto dengan informan 3

Universitas Sumatera Utara

Foto dengan informan 4

Universitas Sumatera Utara

Foto dengan informan 5

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN PEDOMAN WAWANCARA 1. Pedoman Wawancara Pedagang Kaki Lima

A. Identitas Informan

1. Berapa lama jadi pedang kaki lima?

2. Apa pekerjaan bapak/ibu sebelumnya?

3. Alasan menjadi pedagang kaki lima?

4. Berapa jumlah pendapatan sehari?

5. Seperti apa kehidupan bapak/ibu pada saat pandemic?

6. Apakah pendapatan dari bapak/ibu berdagang merupakan penghasilan utama keluarga?

7. Menurut bapak/ibu apa yang bapak/ibu rasakan selama menjadi pedagang kaki lima?

8. Apakah setelah bapak/ibu menjadi pedagang kaki lima, kehidupan bapak lebih membaik/memburuk?

9. Apa kendala bapak/ibu selama covid-19?

10. Apa kendala bapak dengan adanya kebijakan pemerintah tentang social distancing?

11. Apakah bapak/ibu mempunyai pelanggan yang tetap?

Universitas Sumatera Utara

12. Apakah tempat, barang-barang dll yang bapak/ibu gunakan untuk berdagang milik sendiri/sewaan? Kalau iya, Berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk memiliki tempat dan barang-barang tsb?

13. Berapa biaya tambahan untuk hal-hal lainnya yang tidak terduga?

14. Apakah bapak/ibu tidak tertarik untuk beralih profesi?

15. Apa yang membuat bapak/ibu bertahan dengan berdagang kaki lima?

16. Apakah penghasilan yang didapat cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan keluarga?

17. Bagaimana cara bapak/ibu mencukupi kebutuhan keluarga dengan penghasilan bapak/ibu yang sekarang?

18. Apakah bapak/ibu mempunyai pekerjaan lain disamping berdagang ? 19. Apakah dagangan bapak/ibu laku setiap harinya?

20. Apa yang bapak/ibu lakukan jika dagangan tidak laku?

21. Bagaimana cara mencukupi kebutuhan keluarga bapak/ibu jika tidak ada penghasilan dalam beberapa hari?

22. Berapa kali bapak/ibu makan dalam sehari?

23. Apa yang bapak/ibu beli di waktu ini (dalam jumlah besar)?

24. Bagaimana status tempat tinggal bapak/ibu ?

25. Kalau menyewa, berapa biaya yang bapak/ibu keluarkan untuk sewa rumah?

26. Kira-kira biaya yang bapak/ibu keluarkan untuk keluarga bapak dalam sebulannya?

27. Mengapa bapak memilih kawasan Kel. Medan Tembung untuk mendapatkan berdagang?

Universitas Sumatera Utara

28. Apakah ada pajak retribusi yang dipungut pemerintah dan berapa pajak yang harus dibayar?

29. Jika pemerintah merelokasi tempat anda apakah anda tetap bertahan atau pindah ketempat lain?

30. Dari jam berapa anda membuka sampai menutup aktivitas dagangan anda?

31. Bagaimana keadaan pengunjung/ pembeli dagangan anda?

Universitas Sumatera Utara

Dokumen terkait