• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

HASIL SIKLUS H

B. Hasil Observasi Terhadap Siswa

Observasi terhadap siswa dalam proses pembelajaran siklus II adalah:

1) Hasil Observasi Terhadap Minat Siswa

Tabel 4.9

Hasil Observasi Terhadap Minat Siswa Dalam Siklus H

No Nama

Hasil Pengamatan Minat

Pertemuan I Pertemuan II Jumlah Skor B C K Jumlah Skor B C K 1 Jihan Hasna 10 ✓ 10 ✓ 2 Elga Bagas 10 10 ✓ 3 Abde Nigara 7,5 V 7,5 ✓ 4 Zulfa Adila 10 ✓ 10 ✓ 5 Amis Kristian . H ✓ M M s ✓

55

12 Noval Raymadon 10 v' 10

13 Rama Mufti Tabah 10 ✓ 10

V

14 Anisa Salsa 10 10

V

15 Dwi Restu 10 ■/ 10

y

16 Viona Intan 7,5 7,5

s

17 Vina Lutfiana 10

S

10

v

18 Ana Iryani 10 V 10

v

19 Devi Kumia 7,5 s 10 s 20 Zidane M. 7,5 V 7,5 v

Sumber: D ata Penulis (2010)

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil analisis pengamatan terhadap minat siswa dalam pembelajaran membaca dengan metode bercerita dengan wayang fantasi adalah sebagai berikut:

1. Minat siswa pada pertemuan I siklus II diperoleh skor sebesar 14, dan pertemuan kedua diperoleh skor 15.

2. Dengan demikian tingkat minat anak dalam pembelajaran siklus II rata-ratanya adalah 72,5%.

3. Berdasarkan prosentase di atas dapat dijelaskan bahwa tingkat minat anak dalam pembelajaran adalah 72,5% atau dapat dikategorikan baik.

2) Hasil Observasi Keaktifan Siswa

Tabel 4.10

Hasil Observasi Keaktifan Siswa Dalam Siklus H

Observasi Keaktifan

No Nama Pertemuan I Pertemuan II

56 4 Zulfa Adila 10 S 7,5 V 5 Agus Kristian 7,5 V 10 V 6 Ramaditian 10 V 10 V 7 M. Maulana 10 V 10 S 8 Najwa Aisyiya 7,5 Y 7,5 V 9 Iswan Wibowo 10 S 10 ✓ 10 Faizal Aditia 10 V 10 11 Amelia Sahad 5 S 10 ✓ 12 Noval Raymadon 7,5 V 10

13 Rama Mufti Tabah 10 V 10

14 Anisa Salsa 10 S 10 V 15 Dwi Restu 10 v' 7,5 V 16 Viona Intan 5 S 10 V 17 Vina Lutfiana 10 V 10 V 18 Ana Iryani 10 S 10 S 19 Devi Kumia 10 V 10 V 20 Zidane M. 7,5 V 7,5 V

Sumber: D ata Penulis (2010)

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil analisis pengamatan terhaap keaktifan siswa dalam pembelajaran membaca dengan metode bercerita dengan wayang fantasi adalah sebagai berikut:

1. Keaktifan siswa pada pertemuan pertama diperoleh skor 14 dan pertemuan kedua adalah 16.

2. Dari skor di atas tingkat keaktifan siswa adalah 70% dan 80%. 3. Dari dua pertemuan, dapat dilihat bahwa keaktifan siswa di siklus II

rata-ratanya adalah 75%.

57

3 ) H asil Test Kemam puan Siswa

Berdasarkan test lesan yang dilakukan oleh guru dalam pertemuan pertama dan pertemuan kedua diperoleh data sebagaimana terdapat dalam tabel.

Tabel 4.11 Hasil Test Siswa

No Nama

Hasil Test Siswa

Pertemuan I Pertemuan II Jumlah Skor B C K Jumlah Skor B C K 1 Jihan Hasna 10 Y 10 V 2 Elga Bagas 10 Y 10 S 3 Abde Nigara 10 Y 10 V 4 Zulfa Adila 10 Y 10 V 5 Agus Kristian 7,5 Y 7,5 Y 6 Ramaditian 10 Y 10 V 7 M. Maulana 10 Y 10 V 8 Najwa Aisyiya 10 Y 10 V 9 Iswan Wibowo 10 Y 10 Y 10 Faizal Aditia 10 Y 10 Y 11 Amelia Sahad 5 ✓ 7,5 Y 12 Noval Raymadon 10 Y 10 Y

13 Rama Mufti Tabah 10 Y 10 Y

14 Anisa Salsa 10 Y 10 Y 15 Dwi Restu 10 Y 10 Y 16 Viona Intan 10 Y 10 Y 17 Vina Lutfiana 10 Y 10 Y 18 Ana Iryani 10 Y 10 Y 19 Devi Kumia 10 Y 10 Y

58

Berdasarkan nilai test yang terdapat dalam tabel di atas, dapat dianalisis bahwa kemampuan membaca siswa dengan menggunakan metode bercerita dengan wayang fantasi yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut:

1. Skor kemampuan siswa pada pertemuan pertama adalah 18 dan skor pada pertemuan kedua adalah 18.

2. Dari skor di atas diperoleh prosentase kemampuan siswa sebesar 90%. 3. Berdasarkan analisa di atas diketahui bahwa kemampuan siswa pada

siklus II dikategorikan amat baik.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Pembelajaran membaca dengan menggunakan metode bercerita dengan wayang fantasi dapat menumbuhkan minat atau antusiasme anak, juga dapat meningkatkan keaktifan siswa. Sehingga di dalam proses pembelajaran membaca tercipta suasana menyenangkan, anak-anak termotivasi, anak-anak tertarik selama proses pembelajaran. Hal ini menyababkan meningkatnya hasil belajar.

Penggunaan metode bercerita dengan wayang fantasi, yang dilaksanakan melalui bentuk pembelajaran tindakan kelas tersebut ternyata

59

Berdasarkan hasil yang didapat dari siklus I, terjadi peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan kondisi sebelum dilakukan tindakan. Yang meliputi minat siswa, keaktifan siswa, juga kemampuan membaca siswa.

Peningkatan kondisi tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.12

Perbandingan Hasil Penelitian

No Aspek Penilaian Nilai Presentasi Pada Siklus

Sebelum Siklus I Siklus II

1 Minat Siswa 20% 70% 72%

2 Keaktifan Siswa 20% 57% 70%

3 Kemampuan Siswa 25% 70% 90%

4 Sikap/Cara Guru Mengajar -08% 78% 91,5%

Sumber: D ata Penulis (2010)

Berdasarkan tabel di atas dapat kita ketahui bahwa pada siklus I

1) Minat siswa terhadap membaca ^sebelum dilakukan tindakan hanya 20%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I teijadi kenaikan hingga menjadi 70%. Hal ini membuktikan bahwa dengan metode bercerita dengan wayang fantasi mampu meningkatkan minat siswa.

2) Keaktifan siswa sebelum dilakukan tindakan hanya 25%, setelah dilakukan tindakan siklus I menjadi 57%. Hal ini juga membuktikan bahwa metode yang digunakan mampu meningkatkan keaktifan siswa.

3) Kemampuan siswa sebelum dilakukan tindakan hanya 25%, setelah dilakukan

6 0

1. Guru, antara lain guru lebih matang dalam mempersiapkan materi terutama dalam intonasi bercerita dan penguasaan kelas.

2. Siswa, agar siswa bisa berinteraksi dengan guru lebih dekat terutama yang di belakang, maka pada siklus II dirancang kegiatan di luar ruangan, dengan posisi anak dan guru berdekatan.

Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II terjadi beberapa peningkatan: 1. Minat siswa pada siklus 1 70%, pada siklus II menjadi 72%.

2. Keaktifan siswa pada siklus 1 57%, pada siklus II menjadi 70%. 3. Kemampuan siswa pada siklus 1 70%, pada siklus II menjadi 90%

Hal di atas menunjukkan bahwa perbaikan yang dilakukan, semakin meningkatkan hasil yang diharapkan yaitu minat, keaktifan dan kemampuan siswa dalam pembelajaran membaca.

Data-data di atas merupakan bukti dari pernyataan hipotesis yang menyatakan bahwa melalui metode bercerita dengan wayang fantasi dapat meningkatkan kemampuan membaca bagi siswa kelas A RA Al-Ikhlas Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Sehingga bisa dikatakan metode yang dipakai dalam penelitian ini sesuai untuk penerapan pembelajaran membaca di kelas A RA Al-Ikhlas Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga.

61

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kesimpulan diperoleh dari enelitian beijudul upaya peningkatan kemampuan membaca melalui metode bercerita dengan wayang fantasi di kelas A RA Al-Ikhlas Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga adalah:

1. Melalui metode bercerita dengan wayang fantasi mampu meningkatkan minat belajar siswa kelas A RA Al-Ikhlas Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca. Kesimpulan ini didukung dengan bukti bahwa selama proses pembelajaran siswa menyimak dengan seksama, tidak bermain sendiri, tidak berbincang- bincang dengan teman, serta menunjukkan antusias dan senang selama pembelajaran, hal ini didukung dengan data pada siklus I tingkat minat siswa 70% dan pada siklus II menjadi 72%, dikategorikan baik.

2. Melalui metode bercerita dengan wayang fantasi mampu meningkatkan keaktifan siswa kelas A RA Al-Ikhlas Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga dalam proses pembelajaran membaca. Kesimpulan ini didukung dengan bukti bahwa selama proses pembelajaran siswa berantisipasi aktif, menjawab pertanyaan guru dengan lancar, berinteraksi dengan guru, serta melaksanakan perintah guru dengan antusias, hal ini didukung dengan data selama siklus I berlangsung tingkat keaktifan siswa

62

3. Melalui metode bercerita dengan wayang fantasi mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas A RA Al-Ikhlas Kecandran Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga, hal ini dibuktikan siswa mempu menjawab test lesan yang diberikan guru. Dengan data pada siklus I tingkat kemampuan membaca siswa 70% dan pada siklus II kemampuan siswa 90%. Teijadi peningkatan secara signifikan dari sebelum dilaksanakan pembelajaran membaca menggunakan metode bercerita dengan wayang fantasi.

B. SARAN

1. Untuk guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran hendaknya: a. Langkah utama yang harus dilakukan dalam proses pembelajaran

adalah mempersiapkan rencana pembelajaran yang matang baik menyangkut materi meupun alat bantu yang hendak digunakan dalam pembelajaran.

63

2. Untuk Siswa

a. Siswa RA/TK hendaknya diberikan pembelajaran membaca, dengan model pembelajaran yang menyenangkan, tidak membosankan, menarik minat anak, meningkatkan antusiasme/keaktifan anak, agar di kemudian hari anak tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca. b. Siswa RA/TK hendaknya senantiasa dimotivasi dan diberi

penghargaan dalam setiap aktifitasnya, hal ini akan mendorong siswa untuk berprestasi.

3. Untuk Sekolah/Madrasah

Pihak madrasah hendaknya memberikan dorongan dan dukungan terhadap guru sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai antara lain: a. Penciptaan suasana sekolah yang kondusif untuk memperlancar proses

belajar mengajar.

b. Penyediaan sarana dan prasarana mengajar atau fasilitas dalam pembelajaran.

c. Pemberian bimbingan bimbingan dan pelatihan terhadap guru.

C. PENUTUP

Alham dulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kekuatan, kelancaran, dan kemudahan dalam penulisan skripsi ini. Tidak lupa ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu

64

Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis, rekan-rekan guru dan pembaca pada umumnya walaupun penuis telah berusaha keras untuk menyelesaikan skripsi ini dengan menyita banyak waktu, pikiran dan materi penulis menyadari bahwa disini masih banyak kekurangan, untuk itu saran dan kritik yang membangun senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.

Dokumen terkait