Dalam merencanakan sebuah proyek diperlukan beberapa asumsi dalam membuat perhitungan biaya. Dalam merencanakan usaha penyulingan minyak eukaliptus di PT. Toba Pulp Lestari Tbk, beberapa asumsi yang digunakan antara lain : asumsi dasar, analisa fisik, analisa biaya, depresiasi (penyusutan), proyeksi produksi, proyeksi biaya dan proyeksi laba rugi. Beberapa asumsi tersebut digunakan agar lebih memudahkan dalam menghitung kelayakan finansial yang digunakan, antara lain : Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan Benefit Cost Ratio (BCR).
Potensi Bahan Baku Daun Eukaliptus
Menurut Sugiarti (2006) bahan baku adalah bahan atau unsur-unsur yang belum diolah dan akan dijadikan suatu produk dan akan digunakan dalam proses pabrikasi untuk di proses menjadi barang jadi. Dalam penelitian yang dimaksudkan dengan bahan baku adalah daun eukaliptus. Potensi bahan baku daun eukaliptus pada areal konsesi PT. Toba Pulp Lestari Tbk, cukup potensial jika dimanfaatkan dalam pembuatan minyak atsiri mengingat areal konsesi perusahaan yang cukup luas yaitu 188.564 Ha (2016, PT. Toba Pulp Lestari).
Berdasarkan hasil observasi Sembiring (2017) di lapangan diperoleh data rata-rata berat daun 7,14 kg/btg. Data potensi bahan baku yang dapat diolah menjadi minyak eukaliptus mengacu pada data rencana pemanenan berdasarkan RRKUPHHK-HTI PT. Toba Pulp Lestari Tbk, untuk jangka waktu sepuluh tahun dilihat pada Tabel 1 dibawah ini.
Tabel 1. Potensi Bahan Baku Daun Eukaliptus PT. Toba Pulp Lestari Tbk
Jumlah 140.883 234.851.961 1.676.843.002
Berdasarkan Tabel 1 diatas dapat dilihat data potensi bahan baku selama 10 tahun di PT. Toba Pulp Lestari Tbk, dimana potensi bahan baku tertinggi diperoleh pada tahun 2013 yaitu sebesar 286.621.213 kilogram, hal ini disebabkan karena pada tahun tersebut luas lahan yang dipanen mencapai 24.081 hektar.
Sedangkan untuk potensi bahan baku terendah terdapat pada tahun 2010 yaitu sebesar 101.075.011 kilogram, hal ini juga disebabkan karena pada tahun tersebut luas lahan yang dipanen hanya mencapai 8.492 hektar.
Rendemen Minyak Eukaliptus
Rendemen minyak eukaliptus yang didapat dari hasil penelitian ini ditentukan dari nilai perbandingan antara antara berat minyak yang didapat dari hasil penyulingan dengan berat sampel yang disuling. Berdasarkan hasil penyulingan Sianturi (2017) pada berbagai macam varietas/klon eukaliptus yang berasal dari PT. Toba Pulp Lestari Tbk diperoleh rata-rata rendemen sebesar 0,16 persen dengan berat jenis minyak 0,98035, hal ini sesuai dengan pernyataan Damanik (2006) yang menyatakan rendemen pada daunEucalyptus sp bernilai
0,16 %.Data rendemen minyak eukaliptus yang dapat diproduksi oleh PT. Toba Pulp Lestari Tbk dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Rendemen Minyak Eukaliptus PT. Toba Pulp Lestari Tbk Tahun Bahan Baku Berdasarkan Tabel 2 diatas dapat dilihat bahwa potensi rendemen minyak eukaliptus tertinggi diperoleh pada tahun 2013 yaitu sebesar 458.594 kilogram atau 501.196 liter, hal ini disebabkan karena pada tahun tersebut potensi bahan baku yang diolah mencapai 286.621.213 kilogram. Sedangkan potensi rendemen minyak eukaliptus terendah terdapat pada tahun 2010 yaitu sebesar 161.720 kilogram atau 176.743 liter, hal ini juga disebabkan karena pada tahun tersebut potensi bahan baku yang diolah hanya mencapai 101.075.011 kilogram.
Rincian Biaya Pengolahan Minyak Eukaliptus
Rincian biaya yang harus dikeluarkan jika PT. Toba Pulp Lestari Tbk, memanfaatkan daun eukaliptus menjadi minyak atsiri, secara garis besar dibedakan atas biaya investasi dan biaya operasional.
a. Biaya Investasi
Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan pada awal proyek. Atau biaya dasar yang digunakan dalam memulai usaha yang dikeluarkan pada awal
investasi dan hanya dikeluarkan satu kali dalam sebuah proyek.Adapun rincian biaya investasi dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Biaya Investasi
No. Uraian Satuan Jlh Harga Satuan
Biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan agar proses produksi penyulingan minyak ekaliptus tetap berlangsung. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Adapun biaya operasional yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabeldapat dilihat pada Tabel 4 dan Tabel 5 berikut.
Tabel 4. Biaya Tetap Per Tahun
No Uraian Nilai (Rp)
1 Gaji Karyawan Tetap 2.639.712.000
2 Perlengkapan Administrasi Kantor 120.000.000
3 Biaya Listrik, Telepon dan Internet 180.000.000
4 Biaya Transportasi 412.500.000
5 Perawatan Mesin dan Bangunan 300.000.000
6 Depresiasi 3.142.500.000
7 Promosi 1.800.000.000
8 Kehumasan 600.000.000
Jumlah 9.194.712.000
Biaya tetap pada usaha penyulingan ini adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi minyak ekaliptus dan dalam analisis ini
diasumsikan tetap setiap tahunnya. Artinya volume bahan baku yang akan diproduksi tidak akan mempengaruhi besarnya nilai dari biaya tetap.Sedangkan uraian dari biaya variabel dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Biaya Variabel Rata-rata Per Tahun
No Uraian Nilai (Rp)
1 Bahan Baku 110.783.427.800
2 Upah Operator Penyulingan 731.528.400
3 Bahan Bakar 20.414.744.000
4 Air 191.388.300
5 Pengemasan 890.995.400
Jumlah 266.024.167.800
biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh perubahan volume produksi minyak eukaliptus. Artinya semakin banyak volume bahan baku yang akan diproduksi akan semakin besar pula biaya yang akan dikeluarkan, dan sebaliknya semakin sedikit volume bahan bahan baku yang akan diproduksi akan semakin kecil pula biaya yang akan dikeluarkan
Asumsi Harga Penjualan Minyak Eukaliptus
Minyak eukaliptus merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang masih berkembang di Indonesia, tidak seperti minyak nilam, minyak kayu putih, minyak gaharu dan sebagainya yang sudah memiliki industri yang cukup maju di Indonesia. Berdasarkan penelurusuran referensi skunder yang dilakukan diperoleh data harga jual dari minyak eukaliptus sebagai berikut
Tabel 6. Harga Jual Minyak Eukaliptus Ditingkat Distributor (Lansida,2016)
No Satuan (Liter) Harga (Rupiah)
1 0,025 50.000
2 0,1 180.000
3 1 750.000
Harga diatas merupakan harga penjualan dari tingkat distributor terhadap konsumen. Dalam penelitian ini digunakan dua skenario harga yaitu skenario I (potongan harga 10 persen dari harga awal distributor) dan skenario II (potongan
harga 15 persen dari harga awal distributor). Berdasarkan pemotongan harga yang dilakukan diperoleh data harga jual minyak eukaliptus sebagai berikut.
Tabel 7. Harga Jual Minyak Eukaliptus Ditingkat Produsen No Satuan (Liter) Harga Awal
Harga diatas merupakan harga penjualan langsung ditingkat produsen yang dianggap lebih terjangkau untuk dipasarkan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hermann, et. al.(2007) yang menyatakan keterjangkauan harga adalah harga sesungguhnya dari suatu produk yang dibayarkan oleh pelanggan.
Maksudnya adalah pelanggan cenderung melihat harga akhir dan memutuskan apakah akan menerima nilai yang baik seperti yang diharapkan.
Analisis Kelayakan Finansial Penyulingan Minyak Eukaliptus
Suatu usaha yang dilaksanakan untuk memperoleh keuntungan (benefit) yang maksimal. Besar kecilnya nilai keuntungan dari hasil produksi. Maka dalam suatu perencanaan untuk melakukan usaha harus memperhitungkan apakah usaha tersebut dapat mendatangkan keuntungan atau tidak.
Selain itu, setiap usaha yang dilakukan oleh setiap orang perlu diketahui seberapa besar manfaat yang diperoleh, biaya yang dikeluarkan, jumlah keuntungan dan jangka waktu berapa lama investasi dapat kembali. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah suatu usaha memiliki kelayakan sebagaisuatu usaha yang bermanfaat. Untuk mengetahui itu maka perlu dilakukan analisis finansial.
Analisis finansial skenario I (dengan potongan harga 10 persen dariharga jual distributor)
Analisis kelayakan finansial dilihat dari kriteria nilai NPV, IRR dan BCR.
Berdasarkan hasil perhitungan dari ketiga kriteria tersebut dengan potongan harga 10 persen diperoleh hasil analisis finansial sebagai berikut.
Tabel 8. Hasil Analisis FinansialSkenario I
Kriteria Hasil
Net Present Value (Rp) 134.903.510.450,-
Internal Rate of Return (%) 33,01%
Benefit Cost Ratio 3,76
Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa jika usaha penyulingan minyakeukaliptus diusahakan oleh PT. Toba Pulp Lestari Tbk, ini memperoleh Net Present Value (NPV>0) yaitu sebesar Rp. 134.903.510.450,- Hal ini menunjukkan bahwa manfaat bersih yang diterima dari usaha penyulingan minyak eukaliptus oleh PT. Toba Pulp Lestari Tbk, selama umur proyek (10 tahun) terhadap tingkat diskon (discount rate) yang berlaku yaitu 10,5 persen adalah sebesar Rp. 134.903.510.450,- dan berarti bahwa usaha penyulingan minyak eukaliptus ini layak untuk diusahakan.
Kriteria lain yang dianalisis adalah Internal Rate of return. IRR yang diperoleh dari analisis yang dilakukan adalah 33,01persen dimana IRR tersebut lebih besar dari diskon (discount rate) yang berlaku yaitu 10,5 persen.
Nilai IRR tersebut menunjukkan tingkat pengembalian internal proyek sebesar 33,01persen dank karena IRR>33,01persen maka usaha ini layak dan menguntungkan. Selain NPV dan IRR kriteria lain yang dianalisis adalah Benefit Cost Ratio. Nilai BCR yang diperoleh lebih besar dari 1 (BCR>1) yaitu sebesar 3,76yang menyatakan bahwa usaha penyulingan minyak eukaliptus di PT. Toba Pulp Lestari Tbk, ini layak di usahakan. Nilai BCR sama dengan 3,76artinya
setiap Rp 1,- yang dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp. 3,76,- satuan manfaat bersih.
Analisis finansial skenario II (dengan potongan harga 15 persen dariharga jual distributor)
Analisis kelayakan finansial dilihat dari kriteria nilai NPV, IRR dan BCR.
Berdasarkan hasil perhitungan dari ketiga kriteria tersebut dengan potongan harga 15 persen diperoleh hasil analisis finansial sebagai berikut.
Tabel 8. Hasil Analisis Finansial Skenario II
Kriteria Hasil
Net Present Value (Rp) 84.029.947.498,-
Internal Rate of Return (%) 21,90 %
Benefit Cost Ratio 2,72
Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa jika usaha penyulingan minyakeukaliptus diusahakan oleh PT. Toba Pulp Lestari Tbk, ini memperoleh Net Present Value (NPV>0) yaitu sebesar Rp. 84.029.947.498,- Hal ini menunjukkan bahwa manfaat bersih yang diterima dari usaha penyulingan minyak eukaliptus oleh PT. Toba Pulp Lestari Tbk, selama umur proyek (10 tahun) terhadap tingkat diskon (discount rate) yang berlaku yaitu 10,5 persen adalah sebesar Rp. 84.029.947.498,- dan berarti bahwa usaha penyulingan minyak eukaliptus ini layak untuk diusahakan.
Kriteria lain yang dianalisis adalah Internal Rate of return. IRR yang diperoleh dari analisis yang dilakukan adalah 21,90 persen dimana IRR tersebut lebih besar dari diskon (discount rate) yang berlaku yaitu 10,5 persen. Nilai IRR tersebut menunjukkan tingkat pengembalian internal proyek sebesar 21,90 persen dank karena IRR>21,90 persen maka usaha ini layak dan menguntungkan. Selain NPV dan IRR kriteria lain yang dianalisis adalah Benefit Cost Ratio. Nilai BCR
yang diperoleh lebih besar dari 1 (BCR>1) yaitu sebesar 2,72 yang menyatakan bahwa usaha penyulingan minyak eukaliptus di PT. Toba Pulp Lestari Tbk, ini layak di usahakan. Nilai BCR sama dengan 2,72 artinya setiap Rp 1,- yang dikeluarkan selama umur proyek menghasilkan Rp. 2,72,- satuan manfaat bersih.