Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah pengunjung atau wisatawan lokal yang berkunjung ke Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso. Karakteristik responden merupakan bagian terpenting dari suatu penelitian karena dengan mengetahui karakteristik responden maka dapat diketahui obyek penelitian dengan lebih baik.
Jumlah keseluruhan responden yang menjadi objek penelitian ini adalah 100 orang. Karakteristik responden yang datang berkunjung ke lokasi penelitian ini dapat digolongkan ke dalam beberapa aspek diantaranya adalah : daerah asal responden, jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, tingkat pendapatan, banyaknya kunjungan, lama perjalanan, kendaraan yang digunakan, tujuan utama kunjungan, motivasi kunjungan dan pendapat mengenai Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipisopiso.
Komposisi Responden Berdasarkan Daerah Asal
Berdasarkan hasil rekapitulasi kuesioner yang dapat dilihat pada Tabel 1, responden yang berkunjung ke Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso didominasi dari daerah Kotamadya Medan (42%) dan selebihnya berasal dari Kotamadya Pematang Siantar (22%), Kabupaten Karo (8%), Kabupaten Simalungun (7%), Kabupaten Deli Serdang (5%), Kotamadya Tebingtinggi (4%), Kabupaten Langkat (3%), Kabupaten Tapanuli Utara (3%), Kabupaten Serdang Bedagai (2%), Kabupaten Asahan (2%), Kabupaten Labuhan Batu (1%) dan Kotamadya Padang Sidempuan (1%).
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Tabel 1. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Daerah Asal
NO. Daerah Asal Jumlah (Orang) Pesentase (%)
1. Kotamadya Medan 42 42
2. Kotamadya Pematang Siantar 22 22
3. Kabupaten Karo 8 8
4. Kabupaten Simalungun 7 7
5. Kabupaten Deli Serdang 5 5
6. Kotamadya Tebingtingggi 4 4
7. Kabupaten Langkat 3 3
8. Kabupaten Tapanuli Utara 3 3
9. Kabupaten Serdang Bedagai 2 2
10 Kabupaten Asahan 2 2
11. Kabupaten Labuhan Batu 1 1
12. Kotamadya Padang Sidempuan 1 1
Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Data ini menunjukkan bahwa responden terbanyak berasal dari Kotamadya Medan. Kondisi ini disebabkan letak Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-psio masih tergolong dekat dari Kotamadya Medan yang hanya memerlukan waktu tempuh sekitar ± 3 jam bila dibandingkan dengan sebagian besar daerah lain, sehingga biaya perjalanan yang dikeluarkan oleh pengunjung relatif lebih kecil dibandingkan dari daerah yang lebih jauh dari obyek wisata ini, dengan demikian permintaan terhadap rekreasi akan semakin tinggi.
Letak yang lebih dekat dengan obyek wisata ini adalah Kabupaten Karo, Simalungun dan Siantar bila dibandingkan dengan Kotamadya Medan tetapi tidak menyebabkan banyaknya tingkat kunjungan dari daerah ini. Hal ini disebabkan adanya rasa bosan dan hal yang biasa dari mereka yang tinggal disekitar obyek wisata ini akan keberadaan Air Terjun Sipiso-piso. Berbeda halnya dengan pengunjung yang berasal dari daerah lain, khususnya Kotamadya Medan dimana mereka cenderung mencari lokasi wsiata yang baru dalam upaya mencari hiburan dan mengurangi kepenatan dan kejenuhan dari kegaitan sehari-hari.
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Pada Tabel 2, dapat dilihat bahwa jenis kelamin responden sebagian besar adalah laki-laki (74%) dan selebihnya adalah wanita sebesar (26%). Banyaknya jumlah responden laki-laki cenderung disebabkan perjalanan panjang yang dilakukan responden dalam melintasi beberapa daerah obyek wisata yang biasanya sekaligus mereka lakukan yang berada disekitar Kabuapten Karo, Simalungun dan Dairi yang membutuhkan waktu tidak sedikit dalam berekreasi. Kondisi ini juga sesuai dengan pendapat Ross (1998) yang mengatakan bahwa wisatawan laki-laki lebih banyak memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mewujudkan jati diri yaitu kebutuhan akan kepuasan diri dan usaha perwujudan kemampuan dengan cara keinginan untuk berpetualang, serta lebih suka menghadapi tantangan dibandingkan dengan wisatawan perempuan.
Tabel 2. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
NO. Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Laki-laki 74 74
2 Perempuan 26 26
Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Komposisi Responden Berdasarkan Umur
Umur berkaitan dengan kemampuan fisik responden untuk melakukan kunjungan dan produktifitas responden. Umur juga menjadi faktor yang menentukan pola pikir seseorang dalam menentukan jenis barang dan jasa yang akan dikonsumsi, termasuk keputusan untuk mengalokasikan sebagian dari pendapatannya digunakan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Jadi secara tidak langsung umur akan turut mempengaruhi besarnya permintaan terhadap Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso ini.
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Berdasarkan rekapitulasi data kuesioner responden menurut karakteristik umur seperti yang ditampilkan pada Tabel 3, kelompok umur yang datang berkunjung ke obyek wisata ini tersebar ke berbagai tingkat umur. Walaupun demikian, kelompok umur responden antara 21-30 tahun memiliki komposisi yang paling tinggi diantara kelompok umur lainnya yaitu sebanyak 52 orang atau (52%). Kelompok umur tersebut merupakan kelompok umur produktif yang sangat menyukai kegiatan wisata. Menurut Soekadijo (1996), golongan umur yang produktiflah yang paling banyak mengadakan perjalanan wisata. Golongan produktif ini memerlukan rekreasi terutama untuk penyegaran dari kesibukannya sehari-hari.
Tabel 3. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Umur
NO. Umur (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 ≤ 20 9 9 2 21 – 30 52 52 3 31 – 40 23 23 4 41 – 50 10 10 5 >50 6 6 Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan yang lebih tinggi berpengaruh terhadap pemahaman seseorang terhadap kebutuhan psikologis dan rasa ingin tahu tentang obyek wisata dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pendidikannya lebih rendah. Selain itu tingkat pendidikan juga berpengaruh terhadap jenis pekerjaan yang dimiliki, jenis pekerjaan mempengaruhi jumlah pendapatan, jumlah pendapatan berpengaruh dalam menentukan konsumsi barang dan jasa seperti jasa untuk berwisata.
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Tingkat pendidikan responden yang terpilih ketika melakukan kunjungan ke obyek wisata ini seperti yang ditampilkan pada Tabel 4 terdiri dari 4 kelompok pendidikan. Tingkat pendidikan Perguruan Tinggi (S1/Diploma) memiliki komposisi yang paling tinggi yaitu (55%) dan diikuti oleh pendidikan menengah (SMU/SMK) sebesar (38%), pendidikan tingkat menengah pertama (SMP) sebesar (6%) dan pendidikan dasar (SD) sebesar (1%). Kondisi ini berhubungan dengan paradigma masyarakat kota modern dan berpendidikan memiliki ketertarikan yang cukup tinggi terhadap daya tarik alam sebagai media untuk menurunkan kadar kepenatan dari aktivitas mereka sehari-hari.
Tabel 4. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
NO Tingkat Pendidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Tidak Sekolah 0 0 2 SD 1 1 3 SMP 6 6 4 SMU/SMK 38 38 5 Perguran Tinggi 55 55 Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Komposisi Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Pada Tabel 5, dapat dilihat bahwa tingkat pendapatan responden yang paling dominan adalah Rp.1.500.000 – Rp.2.000.000 yaitu sebesar (42%), kemudian dikuti dari tingkat pendapatan lebih dari Rp.2.000.000 sebesar (29%), Rp.1.000.000 – 1.500.000 sebesar (12%), kurang dari 500.000 sebesar (9%) dan pendapatan diantara Rp.500.000 – Rp.1.000.000 sebesar (8%).
Berdasarkan data pada Tabel 5, dapat dilihat bahwa keberadaan Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso dapat dinikmati dari semua lapisan ekonomi masyarakat, baik tingkat bawah, menengah maupun lapisan atas.
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Tabel 5. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkanm Tingkat Pendapatan
NO Tingkat Pendapatan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 < 500.000 9 9 2 500.000 - 1.000.000 8 8 3 1.000.000 - 1.500.000 12 12 4 1.500.000 - 2.000.000 42 42 5 > 2.000.000 29 29 Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Komposisi jenis pekerjaan paling besar dari antara 100 orang responden yang melakukan kunjungan ke Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso adalah responden dengan jenis pekerjaan pegawai swasta yaitu sebesar (43%), kemudian berikutnya adalah kelompok pekerjaan wiraswasta dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) masing-masing sebesar (15%), kelompok pelajar/mahasiswa sebesar (14%), kelompok pekerjaan petani (7%) dan terakhir adalah responden dengan kelompok pekerjaan lainnya seperti ibu rumah tangga dan pegawai honorer adalah sebesar (6%).
Tabel 6. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
NO Jenis Pekerjaan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Pelajar/Mahasiswa 14 14 2 PNS 15 15 3 TNI/POLRI 0 0 4 Pegawai Swasta 43 43 5 Petani 7 7 6 Pengusaha/Wiraswasta 15 15
7 Lain-Lain (IRT, Honorer) 6 6
Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Manusia dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari memerlukan energi dan pikiran yang ekstra. Oleh karena itu, kebutuhan akan pemulihan kondisi fisik dan mental seseorang dapat dilakukan dengan kegiatan wisata seperti yang
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
dilakukan responden di obyek wisata ini. Pemikiran ini sesuai dengan pendapat Fandeli dan Mukhlison (2000), yang mengatakan bahwa wisatawan berdasarkan tujuan kunjungannya dapat dikategorikan dalam beberapa hal diantaranya berwisata dengan motivasi fisik, yaitu dalam rangka memulihkan fisik dan jiwa dari ketegangan dan kebosanan hidup sehari-hari dengan menemukan kembali atau mempertahankan kesejahteraan fisik dan mental, memperluas wawasan, memuaskan rasa ingin tahu, mewujudkan jati diri, bahkan menambah rasa harga diri terlebih lagi adalah hati mereka terpuaskan.
Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kendaraan yang Digunakan
Pada umumnya responden yang melakukan kunjungan ke Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso menggunakan kendaraan pribadi yaitu sebesar (59%) dari jumlah total responden. Jenis kendaraan pribadi yang digunakan pada umumnya berupa mobil pribadi walaupun sebagian kecil ada yang menggunakan sepeda motor, sedangkan responden yang melakukan kunjungan dengan menggunakan kendaraan sewa/carteran adalah sebesar (41%).
Tabel 7. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Jenis Kendaraan yang Digunakan
NO Jenis Kendaraan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Kendaraan Pribadi 59 59
2 Kendaraan Sewa/Carteran 41 41
3 Kendaraan Umum 0 0
4 Kendaraan Milik Instansi 0 0
Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Komposisi Responden Berdasarkan Cara Melakukan Kunjungan
Pada umumnya responden yang melakukan kunjungan ke obyek wisata ini adalah berkelompok. Komposisi ini dapat dilihat dari tabel rekapitualasi data
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
responden berdasarkan cara melakukan kunjungan yang disajikan pada Tabel 8, bahwa sebagian besar responden dalam melakukan kunjungannya adalah berkelompok yaitu sebesar (55%) dan selebihnya adalah melakukan kunjungan bersama rombongan keluarga sebesar (45%).
Responden yang melakukan kunjungan secara berkelompok pada umumnya berasal dari satu bidang pekerjaan yang sama, para pelajar/mahasiswa satu perguruan tinggi, satu perkumpulan atau bidang lain yang masih dalam satu komunitas sebagai media untuk mempererat ikatan emosional diantara mereka. Responden yang melakukan kunjungan bersama anggota keluarga ke obyek wisata ini dapat digolongkan kedalam kegiatan perjalanan wisata keluarga yaitu suatu perjalanan wisata yang dilakukan oleh serombongan keluarga yang masih mempunyai hubungan kekerabatan satu sama lain (Suwantoro, 2002).
Tabel 8. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Cara Melakukan Kunjungan
NO. Cara Melakukan Kunjungan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Sendiri 0 0
2 Berkelompok 55 55
3 Rombongan Keluarga 45 45
Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Komposisi Responden Berdasarkan Status Pernikahan
Sebanyak (58%) atau 58 orang responden yang datang berkunjung ke obyek wisata ini masih belum menikah atau belum berkeluarga, sedangkan (42%) atau 42 orang responden diantaranya sudah menikah atau berkeluarga.
Tabel 9. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Status Pernikahan
NO. Status Pernikahan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Menikah 42 42
2 Belum Menikah 58 58
Total 100 100
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Komposisi Responden Berdasarkan Alasan Kedatangan
Berdasarkan hasil rekapitulasi data responden, tujuan sebagian besar pengunjung datang ke obyek wisata ini adalah untuk menikmati keindahan alam dalam rangka mengisi waktu hari libur mereka. Walaupun demikian, dikarenakan lokasi obyek wisata ini yang sangat strategis berdekatan dengan beberapa obyek wisata lainnya yang memiliki daya tarik yang lebih tinggi sehingga responden umumnya menjadikan tempat ini sebagai tempat persinggahan saja yaitu sebesar (77%) dan sisanya menjadikan tempat ini sebagai tujuan utama kunjungan sebesar (23%).
Tabel 10. Rekapitulasi Data Responden Berdasarkan Alasan Kedatangan
NO. Alasan Kedatangan Jumlah (Orang) Persentase (%)
1 Tujuan Utama 23 23
2 Tempat Persinggahan 77 77
Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Komposisi Responden Berdasarkan Sumber Informasi
Sebagian besar responden atau sebanyak (85%) responden memperoleh informasi keberadaan obyek wisata ini berasal dari teman/keluarga dengan cara penyebaran informasi melalui mulut ke mulut. Berdasarkan kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolan obyek wisata ini belum dilakukan secara optimal, hal ini diperlihatkan dengan belum tertatanya dengan baik strategi pengelolaan obyek wisata ini dalam bidang promosi. Walaupun demikian, sebagian kecil dari responden ada yang mengetahui keberadaan obyek wisata ini dari media cetak berupa surat kabar/majalah sebesar (3%) dan media elektronik berupa tv/radio/internet sebesar (12%).
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Oleh karena itu, pengelolaan yang intensif dan terintegrasi secara bertahap harus dilakukan oleh pihak pengelola dalam hal ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo. Pembenahan sistem informasi keberadaan obyek wisata ini beserta potensinya merupakan langkah awal yang dapat dilakukan sehingga diharapkan keberadaan obyek wisata ini dapat diketahui oleh masyarakat luas. Meningkatnya kunjungan ke obyek wisata ini dapat tercapai ketika tahapan tersebut telah dilakukan, yang pada akhirnya dapat memberikan sumbangsih bagi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Karo sendiri.
Tabel 11. Rekapitulasi Data Responden Menurut Sumber Informasi Keberadaan Obyek Wisata
NO. Sumber Informasi
Jumlah (Orang)
Persentase (%)
1 Teman/Keluarga 85 85
2 Media Cetak (Surat Kabar/Majalah) 3 3
3 Media Elektronik (Radio, TV, Internet) 12 12
4 Brosur 0 0
5 Sekolah/Perguruan Tinggi 0 0
Total 100 100
Sumber : Data kuesioner diolah
Pendapat Responden Mengenai Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso
Kondisi Jalan Menuju Obyek Wisata
Penilaian responden berdasarkan skala likert terhadap kondisi jalan menuju Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso menilai kurang baik, dimana pendapat mereka (khususnya pendapat responden yang berasal dari Kotamadya Medan) yang mengatakan bahwa masih banyak kondisi jalan yang berlubang-lubang menuju obyek wisata ini seperti yang terletak di daerah Kecamatan Tiga Panah, tidak jauh dari Kabanjahe ibu kota Kabupaten Karo. Kerusakan tersebut diperparah dengan adanya kegiatan perbaikan jembatan pada saat dilakukannya
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
penelitian sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi ketertarikan pengunjung untuk berkunjung ke lokasi wisata ini, hal tersebut sesuai dengan pendapat Pendit (2002), yang mengatakan bahwa faktor transportasi dalam dunia pariwisata membutuhkan syarat-syarat tertentu, antara lain jalan-jalan yang baik, lalu lintas yang lancar dan angkutan yang tercepat. Tabel 12. Rekapitulasi Pendapat Responden Mengenai Kondisi Jalan
NO. Kondisi Jalan Skala Penilaian Jumlah (Orang) Jumlah Skor Penilaian 1 Sangat Baik 3 0 0 2 Baik 2 36 72 3 Kurang Baik 1 64 64 Total 100 136
Sumber : Data kuesioner diolah Pengklasifikasian Berdasarkan Skor : 1. Skor 100 – 167 : Kurang Baik 2. Skor 167 – 234 : Baik
3. Skor 234 – 300 : Sangat Baik
Aksesibilitas Menuju Obyek Wisata
Berdasarkan rekapitulasi data kuesioner menggunakan skala likert, penilaian responden terhadap kemudahan menjangkau (aksesibilitas) obyek wisata ini, sebagian besar berpendapat tergolong mudah. Kondisi tersebut sesuai dengan pendapat responden yang tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam menjangkau tempat ini. Kemudahan tersebut didukung oleh penunjuk arah jalan yang dapat digunakan oleh responden menuju tempat ini. Aksesibilitas yang mudah menuju obyek wisata ini dapat meningkatkan permintaan pengunjung terhadap kunjungan ke obyek wisata ini. Rekapitulasi pendapat responden mengenai aksesibilitas ini dapat dilihat pada Tabel 13.
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Tabel 13. Rekapitulasi Pendapat Responden Mengenai Aksesibilitas
NO. Tingkat Aksesibilitas Skala Penilaian Jumlah (Orang) Jumlah Skor Penilaian 1 Sangat Mudah 3 4 12 2 Mudah 2 82 164 3 Sulit 1 14 14 Total - 100 190
Sumber : Data kuesioner diolah Pengklasifikasian Berdasarkan Skor : 1. Skor 100 – 167 : Sulit
2. Skor 167 – 234 : Mudah
3. Skor 234 – 300 : Sangat Mudah
Kondisi diatas sesuai dengan pendapat Suwantoro (2002), yang mengatakan bahwa pembangunan prasarana wisata yang mempertimbangkan kondisi dan lokasi akan meningkatkan aksesibilitas suatu obyek wisata yang pada gilirannya akan meningkatkan daya tarik obyek wisata itu sendiri.
Keindahan Alam
Berdasarkan rekapitulasi data kuesioner berdasarkan skala likert, penilaian responden mengenai obyek wisata ini mengatakan bahwa obyek wisata ini memiki keindahan alam yang sangat indah. Pendapat tersebut sesuai dengan data yang diperoleh bahwa obyek wisata ini memiliki nilai yang sangat indah dimata responden. Keindahan alam ini sesuai dengan keberadaan obyek wisata ini yang memiliki keindahan luar biasa dengan tampilan air terjunnya mulai dari penampang atas sampai ke dasar permukaan sungai tumpahan air tersebut dengan ketinggian 120 m (merupakan air terjun yang tertinggi di Indonesia) beserta karakteristik bentangan tebingnya serta udara yang segar dan sejuk. Disamping itu, pemandangan Danau Toba yang dapat disaksikan dari tempat ini lengkap
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
dengan perbukitan yang menjulang tinggi serta hamparan persawahan menambah daya tarik kawasan ini.
Tabel 14. Rekapitulasi Pendapat Responden Mengenai Keindahan Alam
NO. Keindahan Alam
Skala Penilaian Jumlah (Orang) Jumlah Skor Penilaian 1 Sangat Indah 3 79 237 2 Indah 2 18 36 3 Kurang Indah 1 3 3 Total - 100 276
Sumber : Data kuesioner diolah Pengklasifikasian Berdasarkan Skor : 1. Skor 100 – 167 : Kurang Indah 2. Skor 167 – 234 : Indah
3. Skor 234 – 300 : Sangat Indah
Sistem Tata Ruang dan Fasilitas Obyek Wisata
Berdasarkan data rekapitulasi pendapat responden mengenai sistem tata ruang dan fasilitas obyek wisata pada Tabel 15, dapat dilihat bahwa sistem tata ruang di kawasan obyek wisata ini berpendapat kurang baik. Berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa kondisi sistem tata ruang memerlukan pembenahan yang lebih optimal, dimana perlu dilakukan penataan yang lebih baik terhadap tata letak fasilitas yang ada seperti rumah makan, penjualan souvenir dan lokasi parkir di lokasi obyek wisata ini, sehingga intensitas kunjunganpun dapat semakin meningkat.
Walaupun demikian, pembenahan secara bertahap telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karo dalam hal ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah dilakukan yaitu dengan memulai pembangunan anak tangga sepanjang 1 km menuju dasar tumpahan air terjun. Namun, pekerjaan tersebut
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
belum cukup karena masih diperlukan pembenahan dari berbagai aspek. Pengaturan pengusahaan kepariwisataan alam berprinsip kepada pembangunan dan pengembangan yang berwawasan lingkungan atau ramah terhadap lingkungan (Suwantoro, 1997).
Tabel 15. Rekapitulasi Pendapat Responden Mengenai Sistem Tata Ruang
NO. Sistem Tata Ruang Skala Penilaian Jumlah (Orang) Jumlah Skor Penilasian 1 Sangat Baik 3 0 0 2 Baik 2 29 58 3 Kurang Baik 1 71 71 Total 100 100 129
Sumber : Data kuesioner diolah Pengklasifikasian Berdasarkan Skor : 1. Skor 100 – 167 : Kurang Baik 2. Skor 167 – 234 : Baik
3. Skor 234 – 300 : Sangat Baik
Disamping berbagai hal diatas, secara spesifik responden juga berpendapat adanya beberapa hal yang perlu dibenahi dalam hal fasilitas di obyek wisata ini. Pembenahan tersebut dapat dilakukan dengan merawat seluruh fasilitas yang ada maupun dengan cara menambah beberapa fasilitas sebagai alat untuk memberikan kenyamanan bagi setiap pengunjung dalam paerjalanan wisata. Berdasarkan pendapat responden beberapa hal yang perlu dibenahi diantaranya adalah pembenahan fasilitas yang sudah ada khususnya rumah makan agar lebih higienis dan bersifat nasional, pengadaan cinderamata yang lebih variatif khususnya khas daerah setempat, pengadaan tempat ibadah, pengadaan tempat sampah dan kegiatan pembersihan kawasan yang lebih intensif, dan perlunya digelar acara hiburan dalam waktu tertentu.
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Tabel 16. Rekapitulasi Pendapat Responden Mengenai Fasilitas Wisata
NO. Fasilitas Wisata Skala Penilaian Jumlah (Orang) Jumlah Skor Penilaian 1 Sangat Lengkap 3 0 0 2 Lengkap 2 4 8 3 Kurang Lengkap 1 96 96 Total - 100 104
Sumber : Data kuesioner diolah Pengklasifikasian Berdasarkan Skor : 1. Skor 100 – 167 : Kurang Lengkap 2. Skor 167 – 234 : Lengkap
3. Skor 234 – 300 : Sangat Lengkap
Tingkat Keamanan
Berdasarkan skala likert pendapat responden mengenai tingkat keamanan di obyek wisata ini seperti yang tertera pada Tabel 17, responden berpendapat bahwa lokasi obyek wisata ini masih tergolong sangat aman. Sesuai dengan pendapat responden yang mengatakan bahwa belum pernah ada gangguan tindakan kriminalitas seperti pencurian baik yang dilakukan oleh sesama pengunjung maupun penduduk setempat. Sejalan dengan kondisi tersebut Suwantoro (2002), mengatakan bahwa permintaan akan pariwisata tergantung pada fasilitas, pelayanan dan secara tidak langsung adalah keamanan seperti sikap penduduk setempat kepada wisatawan.
Tabel 17. Rekapitulasi Pendapat Responden Mengenai Tingkat Keamanan
NO. Tingkat Keamanan Skala Penilaian Jumlah (Orang) Jumlah Skor Penilaian 1 Sangat Aman 3 19 57 2 Aman 2 81 162 3 Kurang Aman 1 0 0 Total - 100 219
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso Kabupaten Karo, 2010.
Pengklasifikasian Berdasarkan Skor : 1. Skor 100 – 167 : Kurang Aman 2. Skor 167 – 234 : Aman
3. Skor 234 – 300 : Sangat Aman
Pendapat diatas diperkuat oleh Spillane (1994), yang mengatakan bahwa adanya situasi kurang aman mengenai makanan, air atau perlindungan memungkinkan orang untuk menghindari berkunjung ke suatu lokasi obyek wisata. Oleh karena itu, kondisi aman yang masih tetap terjaga di obyek wisata ini ditambah lagi pembenahan akan fasilitas obyek wisata ini memungkinkan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini.
Menduga Jumlah Pengunjung Dari Masing-Masing Daerah Asal Responden Selama Setahun
Jumlah pengunjung dari masing-masing daerah asal pengunjung selama setahun dapat diperoleh dari hasil perkalian nilai persentase pengunjung dari masing-masing daerah dengan rata-rata kunjungan selama 1 tahun. Berdasarkan tabel rata-rata kunjungan/daerah/tahun pada Tabel 18, dapat dilihat bahwa persentase pengunjung berdasarkan daerah asal berbanding lurus dengan banyaknya jumlah pengunjung yang akan berkunjung ke obyek wisata ini selama 1 tahun. Jumlah pengunjung terbesar selama satu tahun adalah pengunjung yang berasal dari daerah Kotamadya Medan yaitu sebesar 32.720 orang/tahun dan jumlah pengunjung terkecil berasal dari daerah Kabupaten Labuhan Batu dan Kotamadya Padang Sidempuan yaitu sebesar 779 orang/tahun.
Hotman Siregar : Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-Piso