• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai

Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai sudah berdiri pada tahun 2013 dan sudah beroperasi sekitar kurang lebih 6 tahun. Pasar Hewan ini adalah pasar hewan tradisional yang dibangun oleh masyarakat, agen dan para peternak. Pasar hewan ini terbentuk dikarenakan sudah tidak berfungsi nya pasar hewan yang dibangun oleh pemerintah. Pasar hewan resmi dari pemerintah tutup dikrenakan para penjual lebih suka datang ke pasar hewa tradisional karna memiliki lokasi yang strategis dan tempat yang bersih dan memiliki jam operasional pagi mulai dari pukul 10.00-12.00 WIB. Pasar Hewan Tradisional belum di resmikan oleh pemerintah di karenakan lahan yang digunakan adalah lahan yang dimiliki oleh masyarakat. Pasar Hewan Tradisional sendang rejo ini buka setiap hari mulai pada pukul 09.00-12.00 WIB. Dimana pihak penjual dan konsumen yang ada di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo melakukan kegiatan transaksi jual beli ternak domba secara langsung. Permintaan ternak domba meningkat pada bulan-bulan tertentu seperti pada bulan menjelang idhul fitri dan idhul adha. Adapun penjual dan pembeli ternak domba yang ada di Pasar Hewan dari dalam dan luar Kota Binjai.

Ternak domba yang di jual di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai yang sudah dilakukan minggu pertama jumlahnya sebanyak160 ekor, pada minggu kedua ternak domba yang terjual sebanyak 190 ekor, pada minggu ketiga ternak domba yang terjual sebanyak 170 ekor dan minggu keempat ternak domba yang terjual sebanyak 150 ekor.

Karakteristik Lembaga-Lembaga Pemasaran a. Karakteristik Pedagang Pengumpul

Dalam proses penyaluran komoditi ternak domba dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen akan melalui beberapa lembaga pemasaran.Dalam penelitian ini terdapat 21 orang pedagang ternak domba. Masing-masing pedagang ternak domba dari Pasar Hewan Tradisional Sambirejo Kota Binjai yang terlibat memiliki sifat yang berpengaruh pada aktivitas pemasaran yang dilakukan. Karakteristik penjual ternak domba yang meliputi jenis kelamin, umur , tingkat pendidikan dan lama usaha.

1. Jenis Kelamin Pedagang Pengumpul di Pasar Hewan Tradisional Sendang rejo Kota Binjai

Pedagang yang berada di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai 100% berjenis kelamin laki-laki hal ini di karenakan aktivitas fisik yang berat seperti pengangkutan yang memerlukan tenaga yang besar dan memerlukan waktu yang besar juga sehingga semua berjenis kelamin laki-laki.

2. Umur Pedagang Pengumpul di Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai Tabel 3. Umur Pedagang Pengumpul Ternak Domba

No Kelompok (Tahun) Jumlah Pedagang Pengumpul (orang)

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Pedagang pengumpul yang berada di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai pada umur produktif yaitu pada umur 35-50 tahun adalah sebanyak 8 orang (38,09%) dan pedagang dengan umur dibawah 35 tahun sebanyak 10 orang (47,61%) sementara itu pada tingkat umur lebih besa dari 51

29

tahun adalah sebanyak 3 orang (14,28%). Hal ini megindikasikan bahwa pedagang pengumpul sebagian besar termasuk dalam umur yang produktif dan sudah cukup berpengalaman.

3.Tingkat Pendidikan Pedagang Pengumpul di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai

Tabel 4. Tingkat Pendidikan Pedagang Pengumpul Ternak Domba No Tingkat Pendidikan Jumlah Pedagang

Pengumpul (orang)

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Berdasarkan tingkat pendidikan pedagang pengumpul dalam bentuk jumlah dan persentase sebanyak 7 orang (33,34%) responden tamat SMP, sebanyak 13 orang (61,90%) responden tamat SMA/SLTA, dan 1 orang (4,76%) responden tamat dari S1 perguruan tinggi. Hal ini menujukkan sebagian besar pedagang pengumpul memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi ( di atas SMA).

4. Lama Usaha Peternak Domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Tabel 5. Lama Usaha Peternak Domba

No Lama Usaha (tahun) Jumlah Pedagang Pengumpul (orang)

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Berdasarkan tabel di atas, bahwa masing-masing pedagang pengumpul dengan pengalaman usaha antara 10 tahun (61,90%) dan 10-20 tahun sebesar (38,09%). Hal ini menunjukan bahwa pedagang relatif sudah berpengalaman

Pengalaman berusaha sangat dibutuhkan oleh pelaku pemasaraan ternak domba karna membutuhkan pengetahuan dan informasi mengenai pemasaran ternak domba dan juga membutuhkan relasi.

Karakteristik Peternak

Peternak merupakan produsen ternak domba yang juga berperan sebagai lembaga pemasaran. Peternak berperan dalam menjualkan domba secara langsung kepada konsumen di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai. Peternak responden dalam penelitian ini berasal dari luar dan dalam kota binja.

Peternak yang berasal dari dalam kota dan luar binjai berjumlah 6 orang.

a. Jumlah Kelamin Peternak

Berdasarkan data hasil survei, bahwa sebanyak (100%) peternak berjenis kelamin laki-laki. Hal ini menunjuk bahwa peternak seluruh nya berjenis kelamin laki-laki. Peternak merupakan produsen ternak domba yang juga berperan sebagai lembaga pemasaran. Peternak berperan dalam menjualkan ternak domba secara langsung kepada konsumen di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai. Dalam hal tenaga fisik yang berhubungan dengan proses pengangkutan ternak untuk di pasarkan.

b. Umur Peternak di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai Tabel. 6 Umur Peternak

No Kelompok Umur Jumlah Peternak (orang) Persentase Umur

1 Umur 41-50 2 33,33

2 Umur 51-60 3 50

3 Umur >60 1 16,66

Total 6 100

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Berdasarkan tabel di atas persentase kelompok umur 41-50 (33,33%)

31

tersebut dikatakan produktif (15-64) yang artinya tidak ada batasan umur dalam beternak domba.

c. Tingkat Pendidikan Peternak Domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai

Tabel 7. Tingkat Pendidikan Peternak

No Tingkat Pendidikan Jumlah Peternak (orang) Persentase Pendidikan

1 SD 1 16,66

2 SMP 2 33,33

3 SMA 3 50

Total 6 100

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Berdasarkan hasil tingkat pendidikan adalah tamatan SD 1 orang (16,66%), SMP 2 orang (33,33%), dan diikuti dengan pendidikan SMA 3 orang (50%). Hal ini menujukkan sebagian besar peternak memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi.

d.Lama Beternak Tabel 8. Lama Beternak

No Lama Usaha (tahun) Jumlah Peternak (orang) Persentse Lama Usaha

1 Usaha 10-20 3 50

2 Usaha < 20 3 50

Total 6 100

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa karakteristik peternak responden bedasarkan lama beternak usaha beternak menunjukkan bahwa 10-20 tahun (50%), < 20 tahun ( 50%). Hal ini menunjukkan bahwa peternak ternak domba sudah memiliki banyak pengalaman beternak, sehingga dapat menjalankan usaha dengan manjemen yang baik untuk hasil yang maksimal.

Lembaga Pemasaran

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan utama yang dilakukan oleh peternak maupun lembaga-lembaga pemasaran guna mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dalam memasarkan suatu komoditas maupun produk tertentu. Berdasarkan hasil penelitian pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Tradisonal Sendang Rejo Kota Binjai ada dua lembaga pemasaran yang berperan dalam pemasaran ternak domba yaitu peternak dan pedagang pengumpul.

Peternak merupakan produsen ternak domba yang juga berperan sebagai lembaga pemasaran. Peternak berperan dalam menjualkan domba secara langsung kepada konsumen di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai.

Peternak yang datang ke pasar hewan untuk menjualkan domba nya berasal dari dalam dan luar Kota Binjai.Bukan hanya peternak domba dari Binjai saja yang datang ke pasar hewan tetapi ada juga dari Langkat dan Medan, Karna pasar hewan Payaroba Kota Binjai ini buka setiap hari nya. Adapun peternak yang terlibat dalam pemasaran ini berjumlah 6 orang.

Pedagang pengumpul adalah lembaga pemasaran yang bertindak membeli ternak domba dari peternak dan menjual ke konsumen yang berada di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai. Dari responden yang ditemukan di pasar hewan terdapat 21 orang yangterlibat sebagai pedagang pengumpul pedagang.

Konsumen merupakan pihak terakhir di dalam saluran pemasaran ternak domba yang terdiri dari tiga jenis konsumen yaitu konsumen yang membeli ternak domba untuk di ternakkan kembali, konsumen yang membeli ternak domba untuk dijual kembali serta konsumen yang membeli untuk dijual kembali dalam bentuk

33

daging setelah dipotong. Konsumen banyak yang berasal dari daerah Binjai, Medan dan Langkat.

Saluran Pemasaran

Dalam kegiatan pemasaran terdapat lembaga pemasaran yang merupakan lembaga perantara yang menghubungkan produsen ke konsumen dalam menyampaikan hasil produksi:

Saluran Pemasaran I

Gambar 1. Skema Saluran Pemasaran I

Berdasarkan gambar di atas adalah jenis pemasaran yang termasuk saluran pemasaran I tingkat karena melibatkan satu lembaga pemasaran yaitu peternak.

Pada saluran ini peternak domba langsung membawa ternak domba ke pasar hewan untuk dijual. Alasan peternak secara langsung menjualnya ke pasar hewan karena tempat tinggal yang berdekatan dengan pasar hewan, semua keuntungan dari penjualan untuk peternak dan ingin melihat dan membeli ternak domba secara langsung milik peternak lainnya. Dari responden yang ditemukan di pasar hewan terdapat 6 orang yang berperan dalam saluran pemasaran I mereka berasal dari Kota Binjai dan Stabat.

Saluran Pemasaran II

Gambar 2. Skema Saluran Pemasaran II

Saluran pemasaran II disebut juga dengan pemasaran 2 tingkat karena melibatkan dua lembaga pemasaran yaitu peternak dan pedagang pengumpul.

Peternak

Pedagang pengumpul membeli ternak domba dari para peternak yang berada di sekitar tempat tinggal nya yang kemudian akan menjual nya kembali di pasar hewan. Dari responden yang ditemukan di pasar hewan terdapat 21 orang yang terlibat sebagai pedagang pengumpul. Mereka berasal dari Medan, Binjai, Stabat dan Langkat

Fungsi Pemasaran

Fungsi pemasaran adalah fungsi yang dilakukan oleh setiap komponen yang saling berinteraksi dalam sistem pemasaran. Fungsi pemasaran diperlukan untuk memperlancar pendistribusian Ternak Domba. Fungsi lembaga pemasaran ternak domba di pasar hewan Payaroba Kota Binjai dilihat pada tabel berikut:

Tabel 9. Fungsi Lembaga Pemasaran Domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai.

Lembaga Pemasaran Fungsi Pemasaran Perlakuan

Peternak Pertukaran Penjualan

Fisik Pengankutan

Fasilitas Pembiyaan

Pedagang Pengumpul Pertukaran Penjualan, Pembelian

Fisik Pengankutan

Fasilitas Informasi

Pasar,Pembiayaan, Pengumpulan,

Penanggungan resiko

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui fungsi pemasaran masing-masing lembaga pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai.

Aktivitas yang dilakukan lembaga pemasaran adalah melakukan sejumlah fungsi-fungsi pemasaran. Fungsi pemasaran tersebut seperti fungsi-fungsi pertukaran, fungsi-fungsi fisik dan fungsi penyediaan sarana. Berdasarkan hasil pengamatan, lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran ternak domba di Pasar Hewan

35

Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai tidak melakukan semua fungsi pemasaran yang ada.

Peternak melakukan fungsi pertukaran yaitu fungsi penjualan berupa ternak domba dengan harga jual rata-rata yaitu Rp. 1.433.333per ekor. Fungsi fisik yang dilakukan adalah fungsi pengangkutan dan penyimpanan. Fungsi pengangkutan yang dilakukan oleh peternak yaitu pengangkutan ternak domba dari tempat tinggal peternak ke pasar hewan dengan menggunakan keadaan bermotor Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk biaya transportasi adalah Rp. 10.000 per ekor.

Fungsi fasilitas yang dilakukan oleh peternak yaitu fungsi pembiayaan. Dalam hal ini peternak melakukan semua pembiayaan pemasaran seperti biaya transportasi.

Pedagang pengumpul melakukan fungsi pertukaran yaitu fungsi pembelian dan fungsi penjualan. Harga rata-rata ternak domba yang dibeli pedagang pengumpul dari peternak yaitu Rp. 1.140.476per ekor dan rata-rata harga jual ternak domba yang dijual pedagang pengumpul di pasar hewan yaitu Rp.1.647.619 per ekor. Fungsi fisik yang dilakukan oleh pedagang pengumpul adalah fungsi pengangkutan. Pengangkutan yang dilakukan adalah pengangkutan ternak domba dari tempat tinggal pedagang pengumpul ke pasar hewan dengan menggunakan kendaraan bermotor yang memiliki rata-rata biaya transportasi sebesar Rp.11.904 per ekor. Fungsi fasilitas yang dilakukan oleh pedagang pengumpul adalah informasi pasar, pembiayaan, pengumpulan, penanggungan resiko. Pedagang pengumpul memberitahukan informasi pasar kepada peternak disekitar tempat tinggal nya baik dari segi harga ternak domba dan permintaan ternak domba di pasar hewan. Pedagang pengumpul juga melakukan

penanggungan resiko atas ternak yang dijual nya ke pasar hewan baik dari segi harga maupun tingkat stres ternak domba tersebut.

Struktur Pasar

Struktur pasar adalah karakteristik lembaga dari suatu pasar yang menentukan hubungan antara penjual yang satu dengan penjual yang lain, antara pembeli dengan penjual, serta hubungan antara penjual di pasar dengan penjual potensial yang akan keluar masuk pasar. Berdasarkan lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai terdapat dua lembaga pemasaran yang terlibat. Dua lembaga pemasaran tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 10. Jumlah Lembaga Pemasaran Ternak Domba Yang Terlibat di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai

No. Lembaga Pemasaran Jumlah (n) Persentase

1 Peternak 6 22,22

2 Pedagang Pengumpul 21 77,77

Total 27 100 Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Dari tabel diatas diketahui bahwa pedagang pengumpul lebih banyak terlibat dalam pemasaran ternak domba yang memiliki persentase 77,77 % dibanding dengan peternak yang memiliki persentase 22,22 %. Hal ini diakibatkan karena kurangnya informasi tentang pasar hewan kepada peternak dan pedagang pengumpul lebih banyak menguasai pasar hewan dan pasar ditingkat masyarakat.

1. Ukuran jumlah penjualan dan pembeli ternak domba

Berdasarkan hasil pengamatan di Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai diketahui bahwa ukuran penjual dan pembeli sangat banyak. Di pasar hewan tersebut tidak hanya memiliki satu penjual ataupun satu pembeli sehingga mengakibatkan persaingan harga maupun produk. Dilihat dari segi penjual maka

37

pasar hewan tersebut adalah pasar oligopoli dan dilihat dari segi pembeli maka pasar hewan tersebut adalah pasar oligopsoni. Dengan banyak nya penjual dan pembeli pada Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai maka diambil keputusan bahwa pemasaran ternak domba di pasar hewan tersebut telah memenuhi kriteria efisiensi pemasaran

2. Adanya kebebasan keluar masuk pasar

Berdasarkan hasil pengamatan di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai diketahui bahwa penjual dan pembeli bebas untuk keluar masuk pasar. Mereka yang melakukan aktivitas di pasar hewan tidak perlu untuk mendapatkan izin dari pihak manapun, baik dari pemerintah maupun lembaga lainnya. Dengan adanya kebebasan keluar masuk pasar maka pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai sudah memenuhi kriteria efisiensi pemasaran

3.Jumlah pembeli harus memadai

Berdasarkan hasil pengamatan di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai diketahui bahwa pembeli ternak domba selalu berdatangan tiap harinya ke pasar hewan untuk membeli ternak domba. Hal ini didukung dengan keberlangsungan kegiatan pasar yang setiap harinya buka dan terjual nya semua jumlah ternak domba yang ditawarkan oleh para pedagang. Dalam hal ini permintaan ternak domba terus berlangsung dan tetap ada. Dengan adanya jumlah pembeli yang memadai maka pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai telah memenuhi kriteria efisiensi pemasaran.

Perilaku Pasar

Perilaku pasar menunjukkan tingkah laku lembaga pemasaran dalam struktur pasar tertentu terutama bentuk-bentuk keputusan apa yang harus diambil dalam menghadapi berbagai struktur pasar. Perilaku pasar meliputi kegiatan penjualan, pembelian, penentuan harga, dan strategi tataniaga. Kriteria yang digunakan untuk menentukan perilaku pasar adalah praktek-praktek penentuan harga harus memungkinkan adanya grading dan standarisasi, biaya pemasaran harus seragam, penentuan harga harus bebas dari praktek-praktek persekongkolan, tidak jujur ataupun perdagangan gelap, dan intervensi pemerintah dalam bentuk kebijakanharga harus dapat memperbaiki mutu produk dan peningkatan keputusan konsumen.

1. Praktek penentuan harga

Praktek-praktek penentuan harga ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai dilihat berdasarkan penerima harga (price taker) dan penentu harga (price maker). Harga ternak domba di pasar hewan disesuaikan dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli dalam penentuan harga dengan mempertimbangkan faktor perkiraan berat badan ternak domba. Tidak ada faktor lain selain dari perkiraan berat badan ternak domba dalam penentuan harga di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai.

2.Biaya pemasaran

Kriteria yang digunakan untuk menentukan perilaku pasar adalah biaya pemasaran harus seragam. Biaya pemasaran merupakan keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusika tenak domba dari tangan peternak sampai ke tangan konsumen di Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai. Biaya pemasaran

39

yang dikeluarkan oleh pelaku pasar umumnya meliputi biaya transportasi, biaya pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai sudah seragam, hal ini dikarenakan jarak antara pelaku pasaryang satu dengan pasar hewan berdekatan sehingga biaya transportasi dirata-ratakan sama. Biaya pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai sudah seragam dan hal ini telah memenuhi kriteria efisiensi pemasaran.

3.Penentuan harga

Kriteria yang digunakan untuk menentukan perilaku pasar yaitu penentuan harga harus bebas dari praktek-praktek persekongkolan, tidak jujur ataupun perdagangan gelap. Penentuan harga ternak domba yang dijual di pasar hewan Payaroba Kota Binjai berdasarkan perkiraan berat badan ternak domba. Sistem penentuan harga ternak domba di pasar hewan dilakukan oleh penjual dan pembeli dengan mencari kesepakatan. Hal ini telah memenuhi kriteria efisiensi pemasaran.

4. Intervensi pemerintah

Kriteria yang digunakan untuk menentukan perilaku pasar yaitu intervensi pemerintah dalam bentuk kebijakan harga harus dapat memperbaiki mutu produk dan peningkatan keputusan konsumen. Harga ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai mulai dari peternak sampai ke konsumen tidak ada intervensi atau campur tangan dari pemerintah. Harga ternak domba sesuai dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli dengan memakai standar harga yang berlaku di pasar. Pemerintah tidak memiliki kewenangan atau ikut campur dalam penentuan harga terendah maupun harga tertinggi dari ternak

domba yang dipasarkan di pasar hewan. Hal ini tidak memenuhi kriteria efisiensi pemasaran.

Keragaan Pasar

Keragaan pasar adalah hasil keputusan akhir yang diambil dalam hubungannya dengan proses tawar menawar dan persaingan pasar. Kriteria yang digunakan untuk menentukan keragaan pasar adalah terdapat kemajuan teknologi, adanya orientasi untuk perkembangan lembaga-lembaga pemasaran, adanya peningkatan efisiensi penggunakan sumber daya, perbaikan kualitas dan maksimasi jasa pemasaran dengan biaya serendah mungkin.

1.Orientasi perkembangan lembaga pemasaran

Kriteria yang digunakan untuk menilai keragaan pasar adalah adanya orientasi untuk perkembangan lembaga-lembaga pemasaran. Dalam pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai tidak terdapat adanya orientasi dalam perkembangan lembaga-lembaga pemasaran ternak domba. Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran ternak domba di pasar hewan hanya berdiri sendiri tanpa adanya bantuan atau campur tangan dari pihak lain. Misalnya dalam hal permodalan, lembaga pemasaran tidak mendapatkan bantuan dari pihak bank, badan usaha maupun koperasi. Dalam bidang peningkatan kualitas produk, lembaga pemasaran juga tidak dibantu oleh pihak manapun. Jadi orientasi perkembangan lembaga pemasaran dalam pemasaran di Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai sama sekali tidak ada, maka hal ini tidak memenuhi kriteria efisiensi pemasaran.

41

2.Peningkatan efisiensi sumber daya

Kriteria yang digunakan untuk melihat keragaan pasar adalah adanya peningkatan efisiensi sumber daya. Pada pemasaran ternak domba di Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai telah terdapat peningkatan efisiensi sumber daya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran. Peningkatan efisiensi sumber daya didukung dengan adanya lembaga pemasaran yang bertindak sebagai peternak dan pedagang pengumpul sekaligus. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keuntungan dan memanfaatkan efisiensi sumber daya.

Margin Pemasaran

Margin pemasaran merupakan selisih harga yang diterima oleh peternak domba dengan harga yang dikeluarkan oleh konsumen yang membeli domba.

Margin pemasaran suatu komoditas terdiridari biaya pemasaran yang dikeluarkan olehmasing-masing lembaga pemasaran sertakeuntungan yang diterima oleh peternak dan lembaga-lembagapemasaran.Untuk dapat mengetahui besarnya keuntungan yang didapatkan pelaku pemasaran serta biaya-biaya pemasaran yang dikeluarkan oleh lembaga pemasaran maka perlu dilakukan analisis margin pemasaran pada setiap saluran pemasaran.

Tabel 11. Analisis Margin Pemasaran Ternak Domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa margin pemasaran pada saluran pemasaran I adalah Rp.10.000. Hal ini disebabkan karena peternak yang langsung

menjual ternak domba nya kepada konsumen di Pasar Hewan Sendang Rejo Kota Binjai sehingga memberikan keuntungan yang lebih tinggi kepada peternak. Pada saluran II memiliki margin pemasaran sebesar Rp.121.428. Hal ini disebabkan karena rata-rata harga beli ternak domba adalah Rp.1.140.476per ekor dan harga jual nya adalah Rp. 1.261.904 per ekor, sehingga saluran pemasaran II lebih sedikit memberikan keuntungan terhadap peternak.

Farmer’s Share

Farmer’s share yaitu persentase harga yang diterima peternak

dibandingkan dengan harga jual pada pedagang pengecer. Farmer’s share dalam suatu kegiatan pemasaran dapat dijadikan dasar atau tolak ukur efisiensi pemasaran. Semakin tinggi tingkat persentase farmer’s share yang diterima peternak maka dikatakan semakin efisien kegiatan pemasaran yang dilakukan dan sebaliknya semakin rendah tingkat pesentase farmer’s share yang diterima peternak, maka akan semakin rendah pula tingkat efisiensi dari suatu pemasaran.

Tabel. 12 Analisis Farmer’s Share pada Pemasaran Ternak Domba di Pasar Hewan Tradisional Sendang Rejo Kota Binjai

Saluran

Sumber: Hasil survei data diolah (2019)

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase harga yang diterima oleh peternak (farmer’s share) pada saluran I adalah 99,30% karena

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa persentase harga yang diterima oleh peternak (farmer’s share) pada saluran I adalah 99,30% karena

Dokumen terkait