• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil identifikasi bahan uji di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Pusat Penelitian Biologi, Bogor, menunjukkan identitas sampel tumbuhan adalah (Murraya paniculata (L.) Jack) suku Rutaceae. Hasil pemeriksaan dapat dilihat pada lampiran I dan gambar tumbuhan kemuning pada lampiran 2.

Hasil pemeriksaan makroskopik simplisia daun kemuning menunjukkan bahwa helai daun berbentuk corong, ujung dan pangkal daun runcing, tepi daun rata, pertulangan daun menyirip, berwarna kuning kehijauan, bau khas aromatik bila diremas, dan rasa agak pahit. Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia daun kemuning menunjukkan adanya: rambut penutup, jaringan epidermis, jaringan palisade, jaringan bunga karang, celah stomata (tipe anomositik), berkas pembuluh, kristal kalsium oksalat bentuk prisma, dan adanya kelenjar minyak atsiri.

Hasil pemeriksaan karakterisasi simplisia daun kemuning diperoleh kadar air 5,65 %, kadar abu total 5,92%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 1,39%, kadar sari larut dalam air 27,07%, kadar sari larut dalam etanol 17,78%. Persyaratan umum pada Materia Medika Indonesia (MMI) adalah kadar air tidak lebih dari 10%, kadar abu total tidak lebih dari 15%, kadar abu tidak larut dalam asam tidak lebih dari 1,6%, kadar sari larut dalam air tidak kurang dari 25,5%, dan kadar sari larut dalam etanol tidak kurang dari 12%, yang dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1. Hasil Karakteristik Serbuk Simplisia No Parameter Hasil (%) Persyaratan MMI 1. Kadar air 5,65% ≤10

2. Kadar abu total 5,92% ≤15

3. Kadar abu tidak larut dalam asam 1,39% ≤1,6 4. Kadar sari larut dalam air 27,07% ≥25,5 5. Kadar sari larut dalam etanol 17,78% ≥12

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil karakteristik serbuk simplisia yang diteliti sesuai dengan persyaratan Materia Medika Indonesia (MMI).

Hasil penyarian 892 g serbuk simplisia daun kemuning dengan pelarut etanol 96% diperoleh ekstrak kental yang kemudian diuapkan dengan menggunakan rotary evaporator dan kemudian dikeringkan dengan menggunakan

freeze dryer diperoleh 90,4 g ekstrak (rendemen 10,13%).

Penelitian ini menggunakan marmot jantan sebagai hewan percobaan yang dibuat hiperkolesterolemia dengan harapan tercapai kenaikan kadar kolesterol dalam darah dengan penginduksi kuning telur ayam yang diberikan oral dan pemberian pakan yang dicampur dengan lemak kambing 15g/100g jumlah pakan selama dua minggu.

Pengambilan darah dari vena di tepi telinga dengan cara vena ditusuk dengan jarum spuit, kemudian telinga dipijat sehingga darah yang keluar ditampung dalam tabung serum dan diukur melalui alat Spektrofotometer Microlab 300. Metode ini dipilih karma pelaksanaannya sederhana, cepat dan tepat. Spektrofotometer diperlukan untuk membaca serapan larutan serum dan blanko pada panjang gelombang 546 nm. Pengukuran kadar kolesterol darah marmot dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah, Medan.

Pembanding positif pada penelitian ini dipakai obat simvastatin 10 mg, pemilihan obat ini karena harganya murah. Efek simvastatin sudah nyata selama dua minggu dan maksimal sesudah satu bulan (Tjay, 2002).

Pengujian efek penurun kadar kolesterol darah dari daun kemuning diawali dengan melakukan orientasi dosis ekstrak. Dosis orientasi adalah 100 mg/kgbb, 200 mg/kgbb, 400 mg/kgbb, 800 mg/kgbb. Dosis yang dipilih adalah dosis yang memberikan penurunan kadar kolesterol dalam darah. Dari ketiga dosis yang diuji maka dipilih suspensi ekstrak dengan dosis 100 mg/kgbb, 200 mg/kgbb, dan 400 mg/kgbb sebagai larutan uji pada percobaan.

Hasil pengkondisian marmot yang dibuat hiperkolesterolemia selama 14 hari dapat dilihat pada gambar 4.1. yang menunjukkan adanya peningkatan kadar kolesterol darah normal menjadi hiperkolesterolemia.

0 20 40 60 80 100 120 0 5 10 15 20 25 Waktu (hari) K a da r k ol e s te rol (mg/ d l) Na-CM C Simvastatin EDK 100 mg/ kgBB EDK 200 mg/ kgBB EDK 400 mg/ kgBB

Gambar 4.1. Grafik kadar kolesterol darah marmot (mg/dl) vs Waktu (hari) pada berbagai perlakuan

Berdasarkan grafik diatas dapat dilihat bahwa rata – rata kadar kolesterol darah marmot hiperkolesterolemia menunjukkan kadar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kadar kolesterol normal. Hasil ini menunjukkan bahwa pada

pemberian makanan induksi berupa kuning telur (dosis 1% bb) dan lemak kambing 15 g/100g jumlah pakan diberikan selama 14 hari berturut – turut dapat meningkatkan kadar kolesterol darah marmot.

Dari grafik dapat dilihat bahwa suspensi simvastatin dan EDK memberikan efek penurunan kadar kolesterol bila dibandingkan dengan kontrol. Dari grafik terlihat bahwa suspensi simvastatin memberikan efek penurunan kadar kolesterol yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan EDK dosis 100 mg/kgbb. Sebaliknya memberikan efek penurunan kadar kolesterol yang lebih rendah jika dibandingkan dengan EDK dosis 200 mg/kgbb dan EDK dosis 400 mg/kgbb. Peningkatan dosis yang terjadi pada EDK dosis 400 mg/kgbb memberikan efek yang tidak begitu berbeda dengan EDK dosis 200 mg/kgbb. Hanya sedikit perbedaan efek yang diberikan oleh EDK dosis 400 mg/kgbb. Oleh karena itu EDK dosis 200 mg/kgbbmerupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah.

Kadar kolesterolemia dapat dilihat dari adanya kadar lemak yang terukur yaitu kadar kolesterol. Hasil ini dinyatakan sebagai kondisi hiperkolesterolemia. Bila dibandingkan dengan kadar sebelum perlakuan hiperkolesterolemia, kadar kolesterol setelah perlakuan dengan pemberian kuning telur ayam memperlihatkan kadar kolesterol yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa marmot tersebut telah hiperkolesterolemia (Sitepoe, 1992).

Hiperkolesterolemia menyebabkan peningkatan kadar LDL (Low Density Lipoprotein) dan metabolisme lemak atau kolesterol menjadi tidak seimbang akibat pasokan kolesterol atau lemak yang tinggi melalui makanan (Moehyi, 1995). Kuning telur mengandung 220-250 mg kolesterol sehingga pemberian

pakan yang mengandung kuning telur sebanyak 2,02 gram sudah dapat menaikkan kadar kolesterol (Lidya, 1998). Asam lemak jenuh yang banyak terdapat pada lemak hewani (seperti lemak kambing) yang dikonsumsi dapat diubah di dalam hati menjadi kolesterol sehingga menyebabkan kenaikan kadar kolesterol. Peningkatan kadar kolesterol dalam darah dapat bersifat sinergis apabila bahan pangan yang mengandung kolesterol dikonsumsi bersama dengan lemak jenuh (Sitepoe, 1992).

Hasil pengujian efek ekstrak daun kemuning sebagai penurun kadar kolesterol darah marmot yang dibuat hiperkolesterolemia dengan penginduksi kuning telur dan pakan yang dicampur dengan lemak kambing diperoleh penurunan kadar kolesterol yang diukur pada hari ke – 19 dan hari ke – 23 dapat dilihat pada tabel 4.2.

Tabel 4.2. Rata – rata kolesterol darah marmot setelah pemberian obat pada hari ke – 19 dan ke – 23.

Kadar kolesterol (mg/dl) + SD Setelah pemberian obat pada

hari ke – 19

Setelah pemberian obat pada hari ke – 23 A 102,33 + 38,124 99,50 + 35,753 B 71,83 + 12,766 45,83 + 12,432 C 64,17 + 15,842 46,67 + 11,165 D 69,33 + 17,580 50,83 + 20,469 E 50,67 + 11,501 53,73 + 31,220 Keterangan : SD : Standar Deviasi

A : untuk perlakuan pemberian suspensi Na-CMC 0,5% (dosis 1% bb) selama 7 hari

B : untuk perlakuan pemberian suspensi simvastatin (dosis 0,80 mg/kgbb/hari) selama 7 hari.

C : untuk perlakuan pemberian Ekstrak Daun Kemuning (dosis 100 mg/kgbb/hari) selama 7 hari.

D : untuk perlakuan pemberian Ekstrak Daun Kemuning (dosis 200 mg/kgbb/hari) selama 7 hari.

E : untuk perlakuan pemberian Ekstrak Daun Kemuning (dosis 400 mg/kgbb/hari) selama 7 hari.

Gambar 4.2. Grafik penurunan kadar kolesterol darah marmot

Berdasarkan gambar 4.2 diatas dapat dilihat bahwa suspensi simvastatin dan EDK memberikan efek penurunan kadar kolesterol bila dibandingkan dengan kontrol. Dari grafik terlihat bahwa suspensi simvastatin memberikan efek penurunan kadar kolesterol yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan EDK dosis 100 mg/kgbb. Sebaliknya memberikan efek penurunan kadar kolesterol yang lebih rendah jika dibandingkan dengan EDK dosis 200 mg/kgbb dan EDK dosis 400 mg/kgbb. EDK dosis 200 mg/kgbb memberikan efek yang lebih efektif dalam menurunkan kolesterol darah dibandingkan dengan EDK dosis 400 mg/kgbb. Peningkatan dosis tidak sesuai dengan peningkatan efek yang terjadi dimana pada EDK dosis 400 mg/kgbb memberikan efek yang tidak begitu berbeda dengan EDK dosis 200 mg/kgbb. Hanya sedikit perbedaan efek yang diberikan oleh EDK dosis 400 mg/kgbb. Oleh karena itu EDK dosis 200 mg/kgbb merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah.

A= CMC-Na B= Simvastatin C= EDK 100 mg/kgbb D= EDK 200 mg/kgbb E= EDK 400 mg/kgbb

Dari hasil uji ANAVA (lampiran 15, halaman 59) pada t-15 menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok uji (p > 0,05), Sedangkan pada t-0, t-19 dan t-23 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok uji (p < 0,05). Untuk mengetahui perbedaan yang bermakna antar perlakuan, dilakukan uji beda rata-rata Duncan.

Dari hasil uji beda rata-rata Duncan pada t-19 (lampiran 16, halaman 60) diperoleh kelompok simvastatin pada subset 1. Ini menunjukkan bahwa pada pemberian suspensi simvastatin dengan dosis 0,80 mg/kgbb/hari tidak menurunkan kadar kolesterol yang signifikan dibandingkan terhadap kelompok EDK dosis 100 mg/kgbb, dosis 200 mg/kgbb dan dosis 400 mg/kgbb serta pemberian Na-CMC (kontrol) selama 4 hari. Sedangkan pemberian EDK dosis 100 mg/kgbb, dosis 200 mg/kgbb dan dosis 400 mg/kgbb dibandingkan dengan pemberian Na-CMC selama 4 hari menunjukkan perbedaan, berarti EDK tersebut menurunkan kadar kolesterol secara nyata secara statistik.

Dari hasil beda rata-rata Duncan pada t-23 (lampiran 16, halaman 60) diperoleh bahwa pada pemberian EDK dosis 100 mg/kgbb, dosis 200 mg/kgbb, dosis 400 mg/kg bb dan pemberian simvastatin dibandingkan dengan pemberian Na-CMC selama 7 hari menunjukkan perbedaan, berarti EDK dan simvastatin tersebut mempunyai aktivitas menurunkan kadar kolesterol secara nyata. Sedangkan pemberian ekstrak daun kemuning dosis 100 mg/kgbb, dosis 200 mg/kgbb dan dosis 400 mg/kgbb selama 7 hari menunjukkan penurunan kadar kolesterol tidak berbeda nyata secara stastistik dengan pemberian suspensi simvastatin.

BAB V

Dokumen terkait