• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Nitrogen Total Tanah

Hasil uji statistik pada Tabel Lampiran 11 diperoleh bahwa perlakuan jenis tanah dan masa inkubasi berpengaruh nyata pada kadar N-total tanah. Interaksi jenis tanah dan jenis pupuk, interaksi jenis tanah dan masa inkubasi dan interaksi jenis tanah dan masa inkubasi juga berpengaruh nyata terhadap kadar N-total tanah.

Interaksi jenis tanah, jenis pupuk dan masa inkubasi berpengaruh nyata terhadap N-total tanah.

Pada Tabel 1. menunjukkan bahwa penambahan pupuk N ke tanah maksimum tersedia pada masa Inkubasi hari ke-3 baik pada tanah Andisol maupun Ultisol. Kadar N-Total pada tanah Andisol lebih besar dibanding tanah Ultisol. Pada tanah Andisol rataan kadar N-total sebesar 0,414% sedangkan pada tanah Ultisol hanya mencapai 0,122% dari ke-6 masa Inkubasi. Pemberian pupuk Urea maupun pupuk ZA tidak berbeda nyata dalam meningkatkan N-total pada tanah baik pada tanah Andisol maupun tanah Ultisol. Permberian pupuk ZA lebih cepat menyediakan N dalam tanah dibandingkan pupuk Urea. Pada tanah Andisol dan Ultisol dengan pemberian pupuk N setelah mencapai angka maksimum, terjadi penurunan kadar N seiring dengan masa inkubasi. Pada hari ke-18 tanah Andisol kadar N-total tanah sebesar 0,452%

oleh Urea dan 0,431% oleh ZA dengan kriteria Sedang, namun pada tanah Ultisol kadar N-total tanah sebesar 0,134% oleh Urea dan 0,110% oleh ZA dengan kriteria Rendah.

Tabel 1. Kadar N-Total Tanah Akibat Pemberian Pupuk Urea dan ZA dalam 6 Masa Inkubasi

Keterangan : Angka yang diikuti oleh notasi yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan tidak nyata berbeda pada taraf 5% menurut uji DMRT

Jenis Tanah

Jenis Pupuk

Inkubasi (Hari)

Rataan Pupuk

Rataan Tanah

0 3 6 9 12 15 18

--- % ---

Andisol

Urea 0,293 ihg 0,721 a 0,233 i 0,353 defg 0,308 fghi 0,470 cd 0,452 cde 0,404

0,417 p ZA 0,336 fghi 0,609 b 0,424 ef 0,480 c 0,373 cdefgh 0,390 cdefgh 0,403 cdefgh 0,431

Ultisol

Urea 0,047 j 0,287 hi 0,321 fghi 0,106 j 0,058 j 0,067 j 0,054j 0,134

0,122 q

ZA 0,063 j 0,413 cdefg 0,047 j 0,067 j 0,056 j 0,078 j 0,049 j 0,110

20

Nitrogen Tercuci

Hasil uji statistik pada Tabel Lampiran 14 diperoleh bahwa perlakuan jenis tanah dan masa inkubasi berpengaruh nyata pada N-tercuci. Interaksi jenis tanah dan jenis pupuk, interaksi jenis tanah dan masa inkubasi dan interaksi jenis tanah dan masa inkubasi juga berpengaruh nyata terhadap N-tercuci. Interaksi jenis tanah, jenis pupuk dan masa inkubasi berpengaruh nyata terhadap N-tercuci.

Pada Tabel 2. menunjukkan bahwa kadar N-tercuci pada tanah Ultisol lebih besar dibanding tanah Andisol. Pada tanah Ultisol rataan kadar N-tercuci sebesar 0,663% sedangkan pada tanah Andisol hanya mencapai 0,447% dari ke-6 masa Inkubasi. Kadar N-tercuci pada tanah Andisol, mengalami kehilangan N maksimal pada hari ke-12 oleh Urea sebesar 0,861% dan oleh pupuk ZA hari ke-6 sebesar 0,811%. Kadar N-Tercuci pada tanah Ultisol maksimal pada hari ke-15 oleh pemupukan Urea sebesar 1,556% dan ZA sebesar 1,262%. Pemberian pupuk Urea maupun pupuk ZA tidak berbeda nyata dalam meningkatkan N-total pada tanah baik pada tanah Andisol maupun tanah Ultisol. Permberian pupuk ZA lebih cepat mengalami kehilangan N melalui proses pencucian dibandingkan pupuk Urea. Pada tanah Andisol dan Ultisol dengan pemberian pupuk N mengalami peningkatan kadar N-tercuci seiring masa inkubasi, setelah mencapai angka maksimum terjadi penurunan kembali.

Tabel 2. Kadar N-Tercuci Akibat Pemberian Pupuk Urea dan ZA dalam 6 Masa Inkubasi

Keterangan : Angka yang diikuti oleh notasi yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan tidak nyata berbeda pada taraf 5% menurut uji DMRT

Jenis Tanah

Jenis Pupuk

Inkubasi (Hari)

Rataan Pupuk

Rataan Tanah

0 3 6 9 12 15 18

%

---Andisol

Urea 0,051 m 0,026 m 0,624 fg 0,683 ef 0,861 d 0,417 hij 0,467 hi 0,447

0,447 q ZA 0,056 m 0,034 m 0,811 de 0,319 ijk 0,575 fgh 0,694 ef 0,648 f 0,448

Ultisol

Urea 0,240 kl 0,084 lm 0,110 lm 0,456 hi 0,903 cd 1,556 a 0,931 cd 0,612

0,663 p ZA 0,294 jk 0,054 m 0,480 gh 0,833 de 1,033 c 1,262 b 1,038 c 0,714

22

Nitrogen Menguap

Hasil uji statistik pada Tabel Lampiran 17 diperoleh bahwa perlakuan jenis tanah dan masa inkubasi berpengaruh nyata pada kadar N-menguap. Interaksi jenis tanah dan jenis pupuk, interaksi jenis tanah dan masa inkubasi dan interaksi jenis tanah dan masa inkubasi juga berpengaruh nyata terhadap kadar N-menguap.

Interaksi jenis tanah, jenis pupuk dan masa inkubasi berpengaruh nyata terhadap kadar N-menguap.

Pada Tabel 3. menunjukkan bahwa kadar N-menguap pada tanah Ultisol lebih besar dibanding tanah Andisol. Pada tanah Ultisol rataan kadar N-menguap sebesar 0,223% sedangkan pada tanah Andisol hanya mencapai 0,049% dari ke-6 masa Inkubasi. Pencucian hara N oleh tanah Andisol maksimal terjadi pada hari ke-12 baik oleh Urea sebesar 0,097% dan hari ke-9 oleh ZA sebesar 0,086%. Penguapan N pada tanah Ultisol maksimal terjadi pada hari ke-12 oleh pupuk Urea sebesar 0,645% dan hari ke-9 oleh ZA sebesar 0,639%. Pemberian pupuk Urea maupun pupuk ZA tidak berbeda nyata dalam mempengaruhi kehilangan N melalui proses penguapan baik pada tanah Andisol maupun tanah Ultisol. Permberian pupuk Urea lebih cepat mengalami kehilangan N melalui proses penguapan dibandingkan pupuk ZA. Pada tanah Andisol dan Ultisol dengan pemberian pupuk N mengalami peningkatan kadar N-menguap seiring masa inkubasi, setelah mencapai angka maksimum terjadi penurunan kembali.

Tabel 3. Kadar N-Menguap Akibat Pemberian Pupuk Urea dan ZA dalam 6 Masa Inkubasi

Keterangan : Angka yang diikuti oleh notasi yang sama pada baris dan kolom yang sama menunjukkan tidak nyata berbeda pada taraf 5% menurut uji DMRT

Jenis Tanah

Jenis Pupuk

Inkubasi (Hari)

Rataan Pupuk

Rataan Tanah

0 3 6 9 12 15 18

%

---Andisol

Urea 0,000 k 0,016 jk 0,064 fghi 0,069 fghi 0,097 ij 0,040 ij 0,050 ghij 0,048

0,049 q ZA 0,000 k 0,012 jk 0,048 ghij 0,086 fg 0,080 fgh 0,072 fghi 0,060 ghi 0,051

Ultisol

Urea 0,000 k 0,045 hij 0,047 ghij 0,281 d 0,645 a 0,278 d 0,310 cd 0,229

0,225 p ZA 0,000 k 0,032 ijk 0,320 c 0,639 a 0,433 b 0,238 e 0,308 cd 0,281

24

Pembahasan

Kadar total pada tanah Andisol lebih tinggi dari tanah Ultisol. Kadar N-total tanah Andisol 0,295% lebih tinggi dari pada tanah Ultisol. Hal ini didukung dengan data analisis awal tanah kadar N-total pada tanah Andisol lebih tinggi dibandingkan tanah Ultisol. Sedangkan pencucian hara N di tanah Andisol relatif lebih rendah dari tanah Ultisol. Pencucian di tanah Andisol 0,216% lebih rendah dari pada pencucian ditanah Ultisol. Hal yang sama juga terjadi pada penguapan N.

Penguapan di tanah Andisol 0,176% lebih rendah dibandingkan tanah Ultisol. Ketiga kejadian ini disebabkan akibat dari perbedaan sifat fisik dan kimia di tanah Andisol dan Ultisol. Ketiga kejadian ini disebabkan karena perbedaan sifat fisik dan kimia di tanah Andisol dan Ultisol. Tanah Andisol didukung oleh kadar bahan organik yang lebih tinggi dan tekstur yang lebih halus (Lempung berpasir) sehingga N tertahan lebih lama di tanah. Hal ini sesuai dengan literatur Tan (2011) yang menyatakan bahwa tanah Andisol memiliki sifat kandungan bahan organik yang tinggi, berat jenis rendah, total porositas tinggi, bersifat gembur konsistensinya, kurang plastis dan tidak lengket. Sehingga mengakibatkan N terhambat kehilangannya, ini bisa di buktikan dari proses pencucian dan penguapan N yang lebih rendah. Pada tanah Andisol N tercuci sebesar 0,447% (Sedang) dan teruapkan sebesar 0,049% (Sangat rendah), sebagai mana ditunjukkan pada data N yang tercuci dan N yang teruapkan. Kondisi ini tidak sama dengan tanah Ultisol yang memang dari awal kadar N total lebih rendah, bahan organik yang lebih rendah dan tekstur tanah yang lebih kasar (Pasir berlempung). Hal ini sesuai dengan literatur Munir (1996) yang menyatakan bahwa Ultisol perlu mendapatkan perhatian, mengingat memiliki banyak permasalahan yaitu

kandungan bahan organik yang rendah, kemasaman tanah, kejenuhan basa yang rendah, KTK yang rendah, kandungan N, P, dan K rendah serta sangat peka terhadap erosi. Hal ini juga sesuai dengan literatur Sarief (1989) yang menyatakan bahwa permasalahan utama pada Ultisol disamping kondisi perharaannya yang tergolong miskin juga sifat fisiknya yang kurang menguntungkan. Salah satu sifat fisiknya yang menonjol yaitu tekstur tanah yang dicirikan oleh kandungan pasir yang tinggi, liat dan debu rendah. Kondisi tekstur ini mendasari banyaknya masalah lain pada Ultisol, diantaranya masalah retensi dan transmissi air, pemadatan tanah, dan penetrasi akar.

Selanjutnya, kemantapan aggregat dan permeabilitas tanah juga rendah. Sehingga N pada tanah Ultisol banyak mengalami kehilangan melalui proses pencucian dan penguapan. N tanah Ultisol tercuci sebesar 0,663% dan menguap sebesar 0,225%, sebagaimana ditunjukkan pada data N tercuci dan teruapkan.

N-total pada tanah Andisol dan Ultisol dengan pemberian Urea atau ZA, ternyata kadar N-total maksimum tersedia pada inkubasi 3 hari setelah aplikasi pupuk. Setelah itu kadar N-total mengalami penurunan. Penurunan kadar N-total disebabkan oleh proses pencucian dan penguapan. Hal ini sesuai dengan literatur Patti (2013) yang menyatakan bahwa ada tiga hal yang dapat menyebabkan hilangnya N dari dalam tanah yaitu N dapat hilang karena tercuci bersama air draenase, penguapan dan diserap oleh tanaman. Pencucian N di tanah Andisol oleh pemupukan Urea maksimum pada hari ke-12, sementara ZA pada hari ke-6. Sedangkan pada Ultisol, pencucian N maksimum pada hari ke-15 baik oleh Urea maupun ZA.

Pencucian hara pada tanah Andisol lebih cepat dibandingkan tanah Ultisol. Hal ini disebabkan karena tanah Andisol memiliki sifat yang porous, yang dapat

mengakibatkan pemberian air yang melebihi kapasitas lapang ke tanah akan langsung turun mengikuti gravitasi dan membawa sebagian besar N tercuci. Sebagaimana ditunjukkan pada data N-tercuci pada tanah Andisol. Proses kehilangan N pada larutan tanah disebut dengan leaching. Senyawa N yang tercuci dalam bentuk NO3

-dan NH4+ yang ada pada larutan tanah.

Selain tercuci ternyata N juga mengalami proses penguapan. Pada tanah Andisol penguapan maksimum terjadi pada hari ke-12 oleh Urea dan hari ke-9 oleh ZA, sementara pada Ultisol penguapan terbesar terjadi pada hari ke-12 oleh Urea dan hari ke-9 oleh ZA. Proses penguapan N pada tanah Andisol lebih kecil dibandingkan tanah Ultisol. Hal ini disebabkan karena permukaan tanah Ultisol yang memiliki penampang pori yang lebih luas akibat dari tekstur yang lebih kasar (Pasir berlempung) sehingga tingkat penguapan semakin tinggi. Proses kehilangan nitrogen berupa NH3 dan NO3- yang berada pada permukaan tanah disebut dengan proses volatilisasi dan denitrifikasi, kehilangan NH3 dan NO3- dapat ditekan dengan cara mengaplikasikan pupuk N dengan cara dibenamkan atau penyiraman irigasi.

KESIMPULAN Kesimpulan

Pemupukan Urea dan ZA pada tanah Andisol dan Ultisol menyediakan N-total maksimum pada hari ke-3 setelah aplikasi, setelah itu kadar N-total menurun karena tercuci dan menguap. Pencucian N di tanah Andisol maksimum terjadi di hari ke-12 dan ditanah Ultisol pada hari ke-15 setelah aplikasi pupuk Urea dan ZA. Penguapan N ditanah Andisol maksimum terjadi pada hari ke-12 setelah pemupukan Urea dan pada hari ke-9 setelah pemupukan ZA.

Pada tanah Andisol kadar N-total (0,437%) relative lebih tinggi dibandingkan pada tanah Ultisol (0,122%). Pencucian dan penguapan N dari tanah Ultisol rata-rata 0,663% dan 0,225%, relative lebih besar dibandingkan tanah Andisol 0,447% dan 0.663%.

Pupuk Urea dan ZA tidak menunjukkan perbedaan terhadap penyediaan N (N-total) dan pencucian serta penguapan N dari tanah Andisol ataupun Ultisol

Saran

Sebaiknya pemberian pemupukan diperhatikan ketersediaan unsur hara agar pemupukan menjadi efektif dan efisien.

Dokumen terkait