BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Hasil pembahasan
Pembahasan ini difokuskan pada keputusan yang dihasilkan dari pengujian hipotesis, sebagai upaya untuk menjawab perumusan masalah penelitian. Hasil analisis dari pengujian hipotesis dijabarkan sebagai berikut :
1. Pengeluaran Pemerintah
Untuk menjawab rumusan dan hipotesis pertama dapat diamati dan dijelaskan bahwa pengaruh pengeluaran pemerintah yang dijalankan oleh pemerintah di Kabupaten Enrekang mampu mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Enrekang, hal tebukti dari hasil bahwa variabel pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan. Adapun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Muhammad
49
Nur Afiat (2015), yaitu analisis pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap perubahan struktur ekonomi di Propinsi Sulawesi Tenggara.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap perubahan struktur ekonomi. Hasil analisis memperlihatkan koefisien estimasi sebesar 0,518 yang menunjukkan bahwa peningkatan pengeluaran pemerintah akan mendorong pertumbuhan sektor industri di Propinsi Sulawesi Tenggara.
yang berarti pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Enrekang.
Senada dengan pendapat yang dijelaskan pada bab sebelumnya yang mengatakan bahwa Peran pemerintah dalam mempengaruhi kemiskinan termasuk dalam mengantisipasi kegagalan pasar dalam perekonomian sangat penting. Peranya melalui kebijakan fiskal ditargetkan dapat menyelesaikan masalah pembangunan (kemiskinan, pengangguran dan distribusi pendapatan). peran yang besar bagii pemerintah untuk memberikan stabilisasi, redistribusi pendapatan dan alokasi dalam perekonomian suatu kabupaten. Keynes mengatakan pada tingkat makro, pemerintah harus secara aktif dan sadar mengendalikan perekonomian ke arah posisi “Full Employment”, sebab mekanisme otomatis kearah posisi tersebut tidak bisa diandalkan secara otomatis atau diserahkan pada mekanisme pasar. Untuk itu peran pemerintah melalui kebijaksanaan fiskal untuk melakukan distribusi pendapatan termasuk melalui mekanisme pajak, sangat penting karena ketidakmampuan mekanisme pasar dalam meyelesaikan masalah kesejahteraan.
2. Pertumbuhan Ekonomi
Untuk menjawab rumusan dan hipotesis kedua hasil pengujian peneliti didapat bahwa pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Kabupaten Enrekang berpengaruh positif dan signifikan. Adapun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Syahrur Romi (2018), yaitu pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum terhadap kemiskinan di kota Jambi menghasilkan bahwa adanya hubungan langsung yang signifikan positif antara pertumbuhan ekonomi dengan kemiskinan.Yang berarti pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Enrekang.
Senada dengan pendapat yang dijelaskan pada bab sebelumnya yang mengatakan bahwa Pertumbuhan ekonomi akan memberikan manfaat kepada warga miskin jika pertumbuhan ekonomi tersebut disertai dengan berbagai kebijakan seperti penegakan hukum, disipin fiskal, keterbukaan dalam perdagangan internasional dan strategi penanggulangan kemiskinan. Kabupaten yang berhasil dalam pertumbuhan ekonomi kemungkinan besar juga akan berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan, apalagi jika terdapat dukungan kebjakan dan lingkungan kelembagaan yang tepat (Smith Sthepen C, 2010:152).
3. Distribusi Pendapatan
Untuk menjawab rumusan dan hipotesis ketiga hasil pengujian
peneliti didapat bahwa distribusi pendapatan terhadap kemiskinan di kabupaten Enrekang berpengaruh positif variabel tidak signifikan. Adapun hasil Penelitian ini sejalan dengan peneliitian yang dilakukan oleh Lia Ratnasari (2016), yaitu pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap
51
ketimpangan distribusi pendapatan di indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan, dengan nilai sebesar 0,976 menandai bahwa 97,6
% ketimpangan distribusi di Indonesia.
Senada dengan pendapat yang dijelaskan pada bab sebelumnya yang menggatakan bahwa yang menjadi landasan penting dalam melihat hubungan antara distribusi pendapatan dan kemiskinan.Menurutnya Gross domestic Produk/Product Domestic Bruto (pertumbuhan ekonomi) yang cepat menjadi salah syarat tercapainya pembangunan ekonomi Todaro (2009).
52 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah di uraikan pada bab sebelumnya, maka peneliti memperoleh hasil dan kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Enrekang, hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 6,282 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,024 (sig <
0,05).
2. Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Enrekang, hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 15,292 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,004 (sig <
0,05).
3. Distribusi pendapatan tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kabupaten Enrekang, hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 0,184 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,161 (sig >
0,05).
B. Saran
Adapun saran dari penelitian ini adalah : 1. Bagi Pemerintah Kabupaten Enrekang
Disarankan kepada pemerintah Kabupaten Enrekang harus secara aktif dalam mengendalikan perekonomian melalui kebijakan fiskal melalui analisis kebutuhan yang jelas agar anggaran yang digunakan efektif dalam menurunkan angka kemiskinan.
53
2. Bagi penulis
Semoga penelitian ini menambah pengalaman dan wawasan pengetahuan terkait dengan kemiskinan di Kabupaten Enrekang serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam melakukan penelitian selanjutnya lebih sempurna. Karena dalam penelitian ini, peneliti masih merasa banyak kekurangan yang masih harus diperbaiki.
.
Anitasari, M. 2014. Pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.
Arifianto, W. 2016. Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap distribusi pendapatan di Indonesia.
Alawi, Nadhif. 2010. Pengaruh Anggaran Belanja Pembangunan Daerah Terhadap Kemiskinan Studi Kasus:
Badan Pusat Statistik. 2010. Data Strategis
Sugiono, 2012. Kemajuan Tingkat Penduduk Indonesia, masalah-masalah dan struktual baru
Basri, Faisal dan Munandar, Haris. 2010. Lanskap ekonomi Indonesia; kajian dan renungan terhadap masalah-masalah struktural, transformasi baru, dan prospek perekonomian Indonesia. Kharisma Putra Utama
Chenery, Hollis and Ahluwalia, 2011. Redistibutionwith Growth, Published for the World Bank and the Instituteof Development studies, Sussex, Oxford U.P.
Darmawan, Dhani Agung 2015.Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas.
Darwin, Muhadjir. 2014. Pembangunan Pro Pertumbuhan VS Pro Rakyat
Eko, Sutoro. 2008. PRO POOR BUDGETING: Politik Baru Reformasi Anggaran Daerah untuk Pengurangan Kemiskinan
Hadi,Agus Purbathin.2008. Tinjauan Terhadap Berbagai Program Pemberdayaan Masyarakat.
Hamid, Edy Suandi. Pengangguran di berbagai provinsi
Institut Pertanian Enrekang. Strategi Pembangunan Untuk Pengantasan Kemiskinan di kabupaten Enrekang
Magdalena, Ester. 2012. Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Pengangguran di Indonesia.
Mahalli, Kasyful. 2010. Kesempatan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Kota Mulyaningsih, Yani. Pengaruh pengeluaran pemerintah di sektor publik terhadap
peningkatan pembangunan manusia dan pengurangan kemiskinan. Tesis
Prastyo, Adit Agus. 2010. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan Studi Kasus: 35 Kabupaten/Kota di sulawesi selatan Tahun
2010-2015
Putra, Linggar Dewangga.2011. Analisis Pengaruh Ketimpangan Distribusi Pendapatan Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Di Provinsi sulawesiselatanPeriode 2010 – 2014
Romi, S. 2018. Pengaruh pertumbuhan ekonomi dan upah minimum terhadap kemiskinan di kota Jambi.
Ratnasari, L. 2016. pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia
Regression
N of Rows in Working Data File 6
Missing Value Handling
Definition of Missing User-defined missing values are treated as missing.
Cases Used
Statistics are based on cases with no missing values for any variable used.
Syntax
REGRESSION
/DESCRIPTIVES MEAN STDDEV CORR SIG N /SCATTERPLOT=(Y ,*ZPRED) (Y ,*ZRESID) (Y ,*DRESID)
Additional Memory Required for
Residual Plots 728 bytes
Pertumbuhan Ekonomi 7.1967 .33231 6
Distribusi Pendapatan 6.4030 .06344 6
Correlations
Kemiskinan 1.000 .910 .997 .971
Pengeluaran Pemerintah .910 1.000 .879 .846
Pertumbuhan Ekonomi .997 .879 1.000 .968
Distribusi Pendapatan .971 .846 .968 1.000
Sig. (1-tailed)
Kemiskinan . .006 .000 .001
Pengeluaran Pemerintah .006 . .011 .017
Pertumbuhan Ekonomi .000 .011 . .001
Distribusi Pendapatan .001 .017 .001 .
N
Kemiskinan 6 6 6 6
Pengeluaran Pemerintah 6 6 6 6
Pertumbuhan Ekonomi 6 6 6 6
Distribusi Pendapatan 6 6 6 6
Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed b. All requested variables entered.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
1 1.000a 1.000 .999 .00366 1.000 2624.817 3 2 .000
a. Predictors: (Constant), Distribusi Pendapatan, Pengeluaran Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi b. Dependent Variable: Kemiskinan
ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1
Regression .105 3 .035 2624.817 .000b
Residual .000 2 .000
Total .105 5
a. Dependent Variable: Kemiskinan
b. Predictors: (Constant), Distribusi Pendapatan, Pengeluaran Pemerintah, Pertumbuhan Ekonomi
Coefficientsa
B Std. Error Beta Toleranc
e
VIF
1
(Constant) -1.204 1.019 -1.181 .359
Pengeluaran Pemerintah .493 .078 .148 6.282 .024 14,398 0,227
Pertumbuhan Ekonomi .337 .022 .771 15.292 .004 20,031 0,050
Distribusi Pendapatan .226 .103 .099 2.184 .161 16,063 0,062
a. Dependent Variable: Kemiskinan
Collinearity Diagnosticsa
Model Dimension Eigenvalue Condition Index Variance Proportions (Constant) Pengeluaran
3 4.321E-006 961.986 .02 .16 .37 .81
4 1.220E-006 1810.664 .98 .84 .57 .19
a. Dependent Variable: Kemiskinan
Std. Predicted Value -1.135 1.428 .000 1.000 6 Standard Error of Predicted
Value .002 .004 .003 .001 6
Adjusted Predicted Value 8.2547 8.6425 8.4373 .14409 6
Residual -.00299 .00374 .00000 .00231 6
Std. Residual -.817 1.022 .000 .632 6
Stud. Residual -1.093 1.338 -.052 1.086 6
Deleted Residual -.03509 .01526 -.00395 .01702 6
Stud. Deleted Residual -1.218 2.914 .375 1.707 6
Mahal. Distance .285 4.102 2.500 1.464 6
Cook's Distance .062 22.717 4.556 9.025 6
Centered Leverage Value .057 .820 .500 .293 6
a. Dependent Variable: Kemiskinan