• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Sifat Kimia Tanah pH Tanah

Data pengamatan pH tanah pada 4 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 1. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 1. pH Tanah pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan pH Kriteria*

Kontrol 6,93 Netral

Biochar sekam padi 10 ton/ha 6,73 Netral

Biochar sekam padi 20 ton/ha 6,67 Netral

Biochar sekam padi 30 ton/ha 7,03 Netral

Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 6,77 Netral Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 7,00 Netral Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 7,13 Netral Keterangan * : Kriteria berdasarkan LPT. 1983

Berdasarkan hasil yang diperoleh (Tabel 1.) diketahui bahwa rataan pH tanah berkisar antara 6,67 – 7,1. Semua pH pada setiap perlakuan berada pada kriteria netral.

P - Tersedia Tanah

Data pengamatan P Tersedia tanah dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 2. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 2. P – Tersedia Tanah pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan P Tersedia

(ppm) Kriteria*

Kontrol 111,22 Sangat Tinggi

Biochar sekam padi 10 ton/ha 224,87 Sangat Tinggi Biochar sekam padi 20 ton/ha 182,19 Sangat Tinggi Biochar sekam padi 30 ton/ha 268,38 Sangat Tinggi Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 251,72 Sangat Tinggi Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 186,73 Sangat Tinggi Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 119,43 Sangat Tinggi Keterangan * : Kriteria berdasarkan LPT. 1983

Dari hasil yang diperoleh (Tabel 2.) diketahui bahwa kandungan P Tersedia tanah pada semua perlakuan berada pada kriteria sangat tinggi. Berdasarkan hasil sidik ragam, tidak terdapat perlakuan yang berbeda nyata antara perlakuan. Namun dapat dilihat dari angka nya bahwa perlakuan yang terbaik adalah dengan biochar sekam padi dengan dosis 30 ton/ha.

Zn HCl 25%

Data pengamatan Zn Total (HCl 25%) dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 3. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 3. Zn HCl 25% Tanah pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan Zn - HCl 25% (ppm) Kriteria*

Kontrol 60,31 Tinggi

Biochar sekam padi 10 ton/ha 69,46 Tinggi

Biochar sekam padi 20 ton/ha 59,54 Tinggi

Biochar sekam padi 30 ton/ha 57,52 Tinggi

Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 60,25 Tinggi Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 62,06 Tinggi Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 59,10 Tinggi Keterangan * : Kriteria berdasarkan Dobermann dan Fairhust, 2000.

Dari hasil yang diperoleh (Tabel 3.) diketahui bahwa kandungan Zn tanah (HCl 25%) semua perlakuan berada pada kriteria tinggi. Berdasarkan hasil sidik ragam, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan.

Pertumbuhan Tanaman Tinggi Tanaman

Data pengamatan tinggi tanaman dari 5 MST hingga 9 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 4. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 4. Tinggi Tanaman pada Berbagai Perlakuan Biochar Perlakuan Tinggi Tanaman (cm) 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST 9 MST Kontrol 74,76 83,26 91,20 92,66 94,22

Biochar sekam padi 10 ton/ha 76,70 83,92 92,04 94,26 96,22 Biochar sekam padi 20 ton/ha 74,78 82,74 90,68 93,14 95,28 Biochar sekam padi 30 ton/ha 78,26 87,80 94,20 96,24 97,58 Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 75,54 86,98 93,48 94,84 96,30 Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 74,36 84,84 93,56 96,06 98,72 Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 76,22 83,58 91,20 92,16 93,60

Dari data yang diperoleh (Tabel 4.) diketahui bahwa rataan tinggi tanaman pada 5 MST antara 74,36 – 78,26 cm, pada 6 MST antara 82,74 – 87,7 cm, pada 7 MST antara 90,68 – 94,20 cm, pada 8 MST antara 92,16 – 96,24 cm dan pada 9 MST antara 93,60 – 98,72 cm.

Jumlah Anakan

Data pengamatan jumlah anakan dari 5 MST hingga 9 MST dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 5. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 5. Jumlah Anakan pada Berbagai Perlakuan Biochar Perlakuan Jumlah Anakan 5 MST 6 MST 7 MST 8 MST 9 MST Kontrol 17,60 25,80 27,40 27,60 31,00

Biochar sekam padi 10 ton/ha 19,80 27,20 28,40 29,00 31,20 Biochar sekam padi 20 ton/ha 21,40 26,00 26,80 28,00 30,20 Biochar sekam padi 30 ton/ha 19,20 26,00 27,60 28,80 29,40 Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 20,00 29,20 30,20 29,40 32,00 Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 18,20 29,00 28,80 29,40 31,40 Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 22,60 30,20 30,20 32,40 34,00

Dari data yang diperoleh (Tabel 5.) diketahui bahwa rataan jumlah anakan pada 5 MST antara 17,60 – 22,60 anakan, pada 6 MST antara 25,80 – 30,20 anakan, pada 7 MST antara 26,80 – 30,20 anakan, pada 8 MST antara 27,60 – 32,40 anakan dan pada 9 MST antara 29,40 – 34,00 anakan.

Berat Kering Tajuk

Data pengamatan berat kering tajuk (g) dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 6. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 6. Berat Kering Tajuk pada Berbagai Perlakuan Biochar Perlakuan Berat Kering Tajuk (g)

Kontrol 32,94

Biochar sekam padi 10 ton/ha 49,58 Biochar sekam padi 20 ton/ha 37,10 Biochar sekam padi 30 ton/ha 42,26 Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 54,07 Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 31,86 Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 51,55

Dari data yang diperoleh (Tabel 6.) diketahui bahwa rataan berat kering tajuk berkisar antara 31,86 – 54,07g. Berdasarkan hasil sidik ragam, tidak terdapat perbedaan yang nyata dari setiap perlakuan.

Berat Kering Akar

Data pengamatan berat kering akar dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 7. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 7. Berat Kering Akar pada Berbagai Perlakuan Biochar Perlakuan Berat Kering Akar (g)

Kontrol 39,60

Biochar sekam padi 10 ton/ha 50,14 Biochar sekam padi 20 ton/ha 50,79 Biochar sekam padi 30 ton/ha 35,67 Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 45,14 Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 41,56 Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 66,32

Dari data yang diperoleh (Tabel 7.) diketahui bahwa rataan berat kering akar berkisar antara 35,67 – 66,31g . Berdasarkan hasil sidik ragam, tidak terdapat perbedaan yang nyata dari setiap perlakuan.

Jumlah Anakan Produktif

Data jumlah anakan produktif dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 8. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 8. Jumlah Anakan Produktif pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan Jumlah Anakan

Produktif

Kontrol 15,00

Biochar sekam padi 10 ton/ha 19,00 Biochar sekam padi 20 ton/ha 19,50 Biochar sekam padi 30 ton/ha 19,00 Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 23,50 Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 23,50 Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 22,00

Dari data yang diperoleh (Tabel 8.) diketahui bahwa rataan berat anakan produktif berkisar antara 15,00 – 23,50.

Kadar P Tanaman

Data pengamatan kadar P tanaman dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 9. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 9. Kadar P Tanaman pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan Kadar P Tanaman (%) Kriteria*

Kontrol 0,39 Tinggi

Biochar sekam padi 10 ton/ha 0,38 Tinggi

Biochar sekam padi 20 ton/ha 0,35 Tinggi

Biochar sekam padi 30 ton/ha 0,30 Tinggi

Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 0,34 Tinggi Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 0,35 Tinggi Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 0,36 Tinggi Keterangan * : Kriteria berdasarkan Jones, Wolf and Mills. 1991

Dari data yang diperoleh (Tabel 9.) diketahui bahwa rataan kadar P tanaman berada pada kriteria tinggi pada semua perlakuan.

Kadar Zn Tanaman

Data pengamatan kadar Zn tanaman dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 10. Hasil dari analisis sidik ragam adalah nyata.

Tabel 10. Kadar Zn Tanaman pada Berbagai Perlakuan

Perlakuan Kadar Zn Tanaman (ppm) Kriteria*

Kontrol 27,00 Optimum

Biochar sekam padi 10 ton/ha 29,33 Optimum

Biochar sekam padi 20 ton/ha 28,67 Optimum

Biochar sekam padi 30 ton/ha 25,67 Optimum

Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 28,00 Optimum Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 30,33 Optimum Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 35,00 Optimum Keterangan * : Kriteria berdasarkan Jones, Wolf and Mills. 1991

sidik ragam, diketahui nyata pada taraf 5%. Hasil dari uji lanjut Kontras Ortogonal disajikan pada Tabel 11.

Tabel 11. Uji Kontras Kadar Zn Tanaman pada Berbagai Perlakuan Biochar

SK db JK KT Fhit F 0,05 Ket F 0,01 Perlakuan 6 161,90 26,98 3,13 2,85 * 4,46 B0 vs B1,B2,B3,B4,B5,B6 1 16,07 16,07 1,86 4,6 tn 8,86 B1,B2,B3 vs B4,B5,B6 1 46,72 46,72 5,42 4,6 * 8,86 B1 vs B2 vs B3 2 9,39 4,69 0,54 3,74 tn 6,51 B4 vs B5 vs B6 2 43,56 21,78 2,53 3,74 tn 6,51 Galat 14 120,67 8,62 Total 20 282,57

Keterangan : * = Nyata ; tn = Tidak Nyata

Berdasarkan hasil uji lanjut Kontras Ortogonal, diketahui bahwa pemberian biochar sekam padi berbeda nyata dengan pemberian biochar kulit biji kopi terhadap kadar Zn Tanaman. Kadar Zn Tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan kulit biji kopi, dengan rataan B4, B5 dan B6 sebesar 31,11 ppm.

Serapan P Tanaman

Data hasil analisis serapan P tanaman dari masing-masing perlakuan dan analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 11. Dari hasil analisis sidik ragam diketahui bahwa pemberian biochar sekam padi dan kulit biji kopi dengan berbagai dosis terhadap serapan P Tanaman tidak nyata.

Tabel 12. Serapan P Tanaman pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan Serapan P (g/tanaman)

Kontrol 12,90

Biochar sekam padi 10 ton/ha 18,49

Biochar sekam padi 20 ton/ha 13,07

Biochar sekam padi 30 ton/ha 12,80

Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 18,39 Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 11,20 Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 18,48

Dari data tersebut (Tabel 12.) diketahui bahwa rataan serapan P Tanaman berkisar antara 11,20 – 18,49 g/tanaman. Berdasarkan hasil analisi sidik ragam, tidak terdapata perbedaan yang nyata antara setiap perlakuan. Namun serapan P tertinggi terdapat pada pemberian biochar sekam padi 10 ton/ha yaitu 18,49 g/tanaman.

Serapan Zn Tanaman

Data hasil analisis serapan Zn tanaman dari masing-masing perlakuan dan analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 12. Dari hasil analisis sidik ragam diketahui bahwa pemberian biochar sekam padi dan kulit biji kopi dengan berbagai dosis terhadap searapan Zn Tanaman tidak nyata.

Tabel 13. Serapan Zn Tanaman pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan Serapan Zn Tanaman (g/tanaman)

Kontrol 0,09

Biochar sekam padi 10 ton/ha 0,15

Biochar sekam padi 20 ton/ha 0,11

Biochar sekam padi 30 ton/ha 0,11

Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 0,15

Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 0,10

Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 0,18

Dari data tersebut (Tabel 13.) diketahui bahwa rataan serapan Zn Tanaman berkisar antara 0,09 – 0,18 g/tanaman. Berdasarkan hasil analisi sidik ragam, tidak terdapat perbedaan yang nyata antara setiap perlakuan. Namun serapan Zn tertinggi terdapat pada pemberian biochar kulit biji kopi 30 ton/ha yaitu 0,18 g/tanaman.

Bobot Gabah Kering

Data pengamatan Bobot Gabah Kering (g/pot) dari masing-masing perlakuan dan hasil analisis sidik ragam disajikan pada Lampiran 13. Hasil dari analisis sidik ragam adalah tidak nyata.

Tabel 14. Bobot Gabah Kering (g/pot) pada Berbagai Perlakuan Biochar

Perlakuan Bobot Gabah Kering

(g/pot)

Kontrol 17,96

Biochar sekam padi 10 ton/ha 27,76

Biochar sekam padi 20 ton/ha 24,68

Biochar sekam padi 30 ton/ha 23,02

Biochar kulit biji kopi 10 ton/ha 27,72 Biochar kulit biji kopi 20 ton/ha 29,00 Biochar kulit biji kopi 30 ton/ha 25,66

Dari data yang diperoleh (Tabel 14.) diketahui bahwa produksi tanaman berkisar antara 17,96 – 29 g/pot. Dan berdasarkan hasil sidik ragam, tidak terdapat perbedaan yang nyata dari setiap perlakuan.

Pembahasan Sifat Kimia Tanah

Pemberian biochar sekam padi dan kulit biji kopi tidak berpengaruh nyata terhadap pH tanah sawah. Hal ini dapat dilihat dari kriteria pH dari semua perlakuan yang sama yaitu netral. Pada tanah sawah, pH akan cenderung netral akibat penggenangan. Secara umum nilai pH yang netral ini pada tanah masam disebabkan oleh adanya penambahan ion OH- dari reduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Sedangkan pada tanah bereaksi basa, penurunan pH tanah oleh penggenangan terjadi oleh adanya ion OH- yang dihasilkan oleh reaksi reduksi gas CO2 dengan H2O. Setyorini dan Abdulrachman (2009) menyatakan bahwa pH pada tanah sawah (tanah tergenang) disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan besiferi menjadi fero, sulfat menjadi sulfida, karbondioksida menjadi metan dan penumpukan ammonium. Karena hal tersebut, pH tanah sawah sudah diperbaiki dengan cara penggenangan. Sehingga pemberian biochar tidak terlalu berpengaruh pada pH tanah sawah.

Pemberian biochar sekam padi dan kulit biji kopi berpengaruh tidak nyata terhadap P Tersedia tanah sawah. Dari Tabel 2. dapat dilihat bahwa semua perlakuan menunjukkan P Tersedia tanah berada pada kriteria sangat tinggi, baik tanpa perlakuan (kontrol) maupun dengan perlakuan pemberian sekam padi dan kulit biji kopi. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah pH, reduksi ferri menjadi fosfat, dan hidrolisis beberapa Fe dan Al yang mengikat P

menyebabkan P tersedia meningkat. Hal ini sesuai dengan literatur Mukhlis, dkk (2011) yang menyatakan bahwa pada tanah sawah, fosfor tersedia lebih tinggi dibandingkan bila tanah dikeringkan. Hal ini disebabkan oleh reduksi ferri-ferro, tersedianya P-reductance soluble, hidrolisis Fe dan Al, meningkatnya mineralisasi P organik karena pH menjadi netral, diffusi H2PO4- semakin besar. Namun meskipun tidak berbeda nyata, dapat dilihat dengan pemberian biochar, P Tersedia tanah meningkat. Dan hasil yang terbaik adalah dengan biochar sekam padi dengan dosis 30 ton/ha.

Pemberian biochar sekam padi dan kulit biji kopi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap Zn dalam tanah sawah. Dari data hasil penelitian (Tabel 3.) dapat dilihat bahwa Zn dalam tanah sawah baik kontrol, pemberian biochar sekam padi maupun biochar kulit biji kopi semua berada pada kriteria tinggi. Hal ini dapat diakibatkan kadar C – Organik yang tinggi dan akumulasi Zn akibat pemberian pupuk P dengan dosis tinggi pada pemupukan sebelumnya. dari hasil yang diperoleh (Tabel 2 dan 3), dapat disimpulkan bahwa dengan pemberian biochar sekam padi dengan dosis 30 ton/ha memberikan pengaruh yang terbaik terhadap unsur hara P dan Zn pada tanah. Hal tersebut dapat dilihat dari kandungan P yang paling tinggi dan Zn tidak terlalu tinggi. Setyorini dan Abdulrachman (2000) menyatakan bahwa batas kritis Zn tersedia dalam, tanah adalah <0,8 mg Zn kg-1.

Pertumbuhan Tanaman

Untuk tinggi tanaman dan jumlah anakan, pemberian biochar sekam padi dan biochar kulit biji kopi tidak memberikan pengaruh yang nyata. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor gen benih, dimana benih yang digunakan merupakan bibit

unggul sehingga pertumbuhan vegetatif tanaman relatif sama. Selain itu, sifat dari biochar ini sendiri tidak berbeda jauh dengan sifat bahan organik yaitu melepas unsur hara secara lambat, sehingga efeknya kurang terlihat pada pertumbuhan tanaman musim tanam pertama. Namun dapat dilihat pada Tabel 5. dan Tabel 6. dengan pemberian biochar, nilai nya lebih tinggi dari pada kontrol meskipun tidak berbeda nyata.

Sama hal nya dengan berat kering tajuk, bobot kering akar, jumlah anakan produktif serta produksi tanaman tidak memberikan perbedaan yang nyata. Namun meskipun demikian pemberian bahan biochar mampu meningkatkan produksi tanaman meskipun tidak berbeda nyata. Hal ini dikarenakan biochar tidak sama dengan pupuk buatan yang langsung dapat diserap tanaman dalam waktu singkat. Siringoringo dan Siregar (2011) menyatakan bahwa, percobaan yang menggunakan arang sekam sebagai faktor perlakuan sudah banyak dilakukan orang dengan hasil yang bervariasi. Hal ini dapat dimengerti bahwa bahan ini berfungsi sebagai pupuk alam yang memberikan efek secara lambat terhadap pertumbuhan tanaman.

Dari data yang diperoleh (Tabel 7.) dapat dilihat bahwa rataan berat kering akar tertinggi pada perlakuan biochar kulit biji kopi 30 ton/ha dengan berat akar sebesar 66.32 g. Berat kering akar ini berhubungan dengan serapan unsur hara P oleh tanaman. Semakin besar berat kering akar, semakin besar pula luas serapan akar terhadap unsur hara terutama unsur hara P maka serapan unsur hara akan meningkat.

Untuk P Tanaman, pemberian biochar sekam padi dan kulit biji kopi juga memberikan efek yang tidak berbeda nyata. Semua tanaman menujukkan

kandungan P Tanaman sangat tinggi baik pada perlakuan kontrol maupun dengan aplikasi biochar sekam padi dan kulit biji kopi dengan berbagai dosis yang diberikan. Namun untuk Zn Tanaman, menunjukkan pengaruh yang nyata antara kontrol dengan pemberian biochar. Pemberian biochar kulit biji kopi nyata lebih tinggi dibandingkan pemberian biochar sekam padi. Namun semua perlakuan menujukkan kadar Zn tanaman dalam keadaan optimum. Jika dilihat dari keseluruhan kadar P dan Zn tanaman, maka perlakuan yang terbaik adalah dengan perlakuan biochar sekam padi 30 ton/ha. Karena pada perlakuan tersebut, P tanaman lebih mendekati kadar optimum sedangkan Zn tanaman berada pada kadar optimum.

Dokumen terkait