• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Berdasarkan hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar tanaman kenaf dan berpengaruh tidak nyata pada parameter lainnya.

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang serta berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya.

Interaksi kedua perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata terhadap jumlah daun kenaf pada umur 4, 5, 6, 11, 12 dan 13 MST, dan diameter batang pada umur 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 MST serta berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya.

Tinggi Tanaman (cm)

Berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 7 sampai 16), diketahui bahwa pemberian beberapa varietas kenaf berpengaruh tidak nyata, sedangkan pemberian tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 4-13 MST.

Rataan tinggi tanaman umur 4-13 MST pada perlakuan beberapa varietas dan kompos tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada table 1.

Tabel 1. Rataan tinggi tanaman kenaf pada umur 9-13 MST pada perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit

Umur Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman)

9 MST

V1 (KR 11) 72.56 74.43 80.93 79.91 76.96

V2 (KR 12) 79.49 68.85 96.00 64.36 77.17

V3 (KR 14) 79.13 62.21 83.95 76.86 75.54

Rataan 77.06ab 68.50b 86.96a 73.71b 76.56

10 MST

V1 (KR 11) 88.58 89.97 95.81 94.85 92.30

V2 (KR 12) 94.27 80.76 116.07 74.39 91.38

V3 (KR 14) 95.55 74.05 100.65 91.19 90.36

Rataan 92.80ab 81.59b 104.18a 86.81b 91.35

11 MST

V1 (KR 11) 103.05 105.41 112.48 110.88 107.96 V2 (KR 12) 108.34 94.40 136.09 85.85 106.17 V3 (KR 14) 111.94 86.80 119.37 105.84 105.99 Rataan 107.78ab 95.54b 122.65a 100.86b 106.71

12 MST

V1 (KR 11) 112.83 116.25 121.80 121.23 118.03 V2 (KR 12) 118.68 103.90 151.55 95.28 117.35 V3 (KR 14) 125.07 95.25 131.23 116.77 117.08 Rataan 118.86ab 105.13b 134.86a 111.09b 117.49

13 MST

V1 (KR 11) 121.60 125.97 129.87 130.27 126.93 V2 (KR 12) 127.97 112.60 165.57 102.50 127.16 V3 (KR 14) 134.27 104.08 142.68 125.63 126.67 Rataan 127.94ab 114.22b 146.04a 119.47b 126.92 Keterangan: Angka yang dihitung oleh huruf yang berbeda nyata pada kolom

yang sama adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 1 menunjukkan tinggi tanaman pada umur 9-13 MST tertinggi diperoleh pada perlakuan pemberian tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 100 g/tanaman (T2) dengan tinggi 146.04 cm dan terendah pada perlakuan T1 dengan tinggi 114.22 cm.

Jumlah Daun (helai)

Berdasarkan hasil sidik ragam (Lampiran 17 sampai 26), diketahui bahwa beberapa varietas kenaf berpengaruh tidak nyata terhadap parameter

jumlah daun pada umur 4-13MST, sedangkan pemberian tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Interaksi antara pemberian tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 4-6 MST dan 11-13 MST.

Rataan jumlah daun umur 9-13 MST pada perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada table 2.

Tabel 2. Rataan jumlah daun (helai) tanaman kenaf umur 4-13 MST pada perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit

Umur Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman)

9 MST

V1 (KR 11) 19.87 18.57 19.43 19.70 19.39

V2 (KR 12) 18.50 17.50 22.67 16.50 18.79

V3 (KR 14) 19.43 16.17 20.07 18.90 18.64

Rataan 19.27ab 17.41b 20.72a 18.37ab 18.94

10 MST

V1 (KR 11) 23.03 21.77 22.47 23.47 22.68

V2 (KR 12) 21.60 20.40 26.43 18.90 21.83

V3 (KR 14) 23.30 18.63 23.63 22.13 21.93

Rataan 22.64ab 20.27b 24.18a 21.50b 22.15

11 MST V1 (KR 11) 26.47b 25.40b 25.53b 26.70b 26.03 V2 (KR 12) 24.77b 24.60b 31.20a 21.70ab 25.57 V3 (KR 14) 25.87b 22.00b 26.60b 25.53b 25.00 Rataan 25.70 24.00 27.78 24.64 25.53 12 MST V1 (KR 11) 29.20b 28.07b 28.50b 30.23ab 29.00 V2 (KR 12) 27.70b 25.70b 35.70a 23.93c 28.26 V3 (KR 14) 29.17b 23.73c 30.27b 27.97b 27.78 Rataan 28.69 25.83 31.49 27.38 28.35 13 MST V1 (KR 11) 31.90b 31.23b 30.33b 33.33ab 31.70 V2 (KR 12) 30.60b 28.73b 39.23a 27.20b 31.44 V3 (KR 14) 31.80b 27.07b 34.23ab 30.77b 30.97 Rataan 31.43 29.01 34.60 30.43 31.37

Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 2 menunjukkan rataan jumlah daun tertinggi pada perlakuan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 100 g/tanaman (T2) pada varietas KR 12 dengan jumlah daun yang terbanyak 39.23 helai dan yang terendah 27.07 helai daun.

Diameter Batang (mm)

Data pengamatan dan sidik ragam bobot basah tajuk kenaf dapat dilihat pada Lampiran 27 sampai 36.

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang dan pemberian tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap diameter batang kenaf pada 10, 11, 12 dan 13 MST serta interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap diameter batang kenaf pada 4,5,6,7,8 dan 9 MST.

Rataan diameter batang umur 4-13 MST pada perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada tabel 3.

Tabel 3. Rataan diameter batang (mm) tanaman kenaf umur 9-13 MST pada perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit

Umur Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman)

9 MST V1 (KR 11) 6.57b 5.93b 6.15b 6.25b 6.22 V2 (KR 12) 5.66b 5.08b 9.23a 4.35b 6.08 V3 (KR 14) 6.19b 4.63b 6.50b 5.77b 5.77 Rataan 6.14 5.21 7.29 5.46 6.03 10 MST V1 (KR 11) 7.40 6.57 7.05 7.12 7.03 V2 (KR 12) 6.53 5.91 10.01 4.95 6.85 V3 (KR 14) 7.02 5.29 7.41 6.52 6.56 Rataan 6.98b 5.92b 8.15a 6.19b 6.81 11 MST V1 (KR 11) 8.35 7.41 7.78 8.06 7.90 V2 (KR 12) 7.35 6.56 10.92 5.71 7.64 V3 (KR 14) 8.03 6.08 8.50 7.46 7.52

Rataan 7.91ab 6.68b 9.06a 7.08b 7.68

12 MST V1 (KR 11) 9.37 8.32 8.99 9.29 8.99 V2 (KR 12) 8.19 7.57 12.88 6.52 8.79 V3 (KR 14) 8.83 6.88 9.61 8.40 8.43 Rataan 8.80b 7.59b 10.50a 8.07b 8.74 13 MST V1 (KR 11) 8.66 9.27 9.50 9.63 9.26 V2 (KR 12) 8.76 8.30 12.16 7.17 9.10 V3 (KR 14) 9.18 7.57 10.48 9.36 9.15 Rataan 8.86b 8.38b 10.71a 8.72b 9.17

Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 3 menunjukkan bahwa diameter batang kenaf pada 13 MST perlakuan beberapa varietas KR 11 (V1) yaitu 9.26 mm lebih tinggi dibandingkan dengan KR 12 (V2) yaitu 9.10 mm. Sedangkan pada perlakuan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 100 g (T2) dengan nilai 10.71 mm yang berbeda nyata dengan dosis 50 g (T1) dengan nilai 8.38 mm.

Grafik diameter batang kenaf pada perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit umur 13 MST dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 1. Hubungan diameter batang tanaman kenaf pada umur 13 MST pada berbagai dosis pemberian tandan kosong kelapa sawit.

Pada gambar 1 memperlihatkan bahwa grafik kubik pada pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 0 g menurun pada dosisi 50 g sedangkan pada dosis 100 g meningkat kembali dengan ketinggian 10.71 mm dan dosis 150 g menurun kembali, dimana pada grafik ini menunjukkan bahwa diameter batang terbesar pada dosis 100 g/tanaman.

Bobot Basah Tajuk (g)

Data pengamatan dan sidik ragam bobot basah tajuk kenaf dapat dilihat pada Lampiran 37.

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap bobot basah tajuk kenaf.

y = -1E-05x3+ 0,002x2- 0,0855x + 8,8649 R² = 1 0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 0 50 100 150 200 D iam et er b at an g ( m m )

Rataan bobot basah tajuk pada perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada table 4.

Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman) --- g ---

V1 (KR 11) 102.76 86.86 80.01 104.67 93.57 V2 (KR 12) 78.82 72.49 98.99 50.48 75.19 V3 (KR 14) 98.63 57.71 101.82 85.82 85.99 Rataan 93.40 72.35 93.60 80.32 84.92 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama

adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 4 menunjukkan bahwa bobot basah tajuk kenaf pada perlakuan varietas KR 11 (V1) yaitu 93.57 g lebih tinggi dibandingkan KR 12 (V2) yaitu 75.19 g. Sedangkan perlakuan pemberian tandan kosong kelapa sawit yang tertinggi dengan dosis 100 g (T2) yaitu 93.60 g dan yang terendah dengan dosis 50 g (T1) yaitu 72.35 g.

Bobot Basah Akar (g)

Data pengamatan dan sidik ragam bobot basah akar kenaf dapat dilihat pada Lampiran 38.

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap bobot basah akar.

Rataan bobot basah tajuk pada perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada table 5.

Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman) --- g ---

V1 (KR 11) 11.19 13.12 10.71 12.70 11.93 V2 (KR 12) 8.90 8.34 11.73 5.32 8.57 V3 (KR 14) 11.57 7.91 12.57 10.61 10.66 Rataan 10.55 9.79 11.67 9.54 10.39 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama

adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 5 menunjukkan bahwa bobot basah akar kenaf pada perlakuan varietas varietas KR 11 (V1) yaitu 11.93 g lebih tinggi dibandingkan KR 12 (V2) yaitu 8.57 g. Sedangkan perlakuan pemberian tandan kosong kelapa sawit yang tertinggi dengan dosis 100 g (T2) yaitu 11.67 dan yang terendah dengan dosis 50 g (T3) yaitu 9.54 g.

Panjang Akar (cm)

Data pengamatan dan sidik ragam panjang akar kenaf dapat dilihat pada Lampiran 39

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap panjang akar kenaf.

Rataan panjang akar pada perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada table 6.

Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman)

--- cm ---

V1 (KR 11) 20.59 18.98 21.37 21.73 20.67 V2 (KR 12) 20.78 17.12 20.73 16.79 18.85 V3 (KR 14) 18.33 16.47 21.09 19.69 18.90 Rataan 19.90 17.52 21.06 19.40 19.47 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama

adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 6 menunjukkan bahwa panjang akar kenaf pada perlakuan varietas varietas KR 11 (V1) yaitu 20.67 cm lebih tinggi dibandingkan KR 12 (V2) yaitu 18.85 cm. Sedangkan perlakuan pemberian tandan kosong kelapa sawit yang tertinggi dengan dosis 100 g (T2) yaitu 21.06 cm dan yang terendah dengan dosis 50 g (T1) yaitu 17.52 cm.

Bobot Kering Tajuk (g)

Data pengamatan dan sidik ragam bobot kering tajuk kenaf dapat dilihat pada Lampiran 40

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap bobot kering tajuk kenaf.

Rataan panjang akar umur 14 MST pada perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada table 7.

Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman) --- g ---

V1 (KR 11) 52.47 36.80 35.50 44.87 42.41 V2 (KR 12) 31.68 31.65 45.29 21.90 32.63 V3 (KR 14) 42.06 21.68 44.49 37.33 36.39 Rataan 42.07 30.04 41.76 34.70 37.14 Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama

adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 7 menunjukkan bahwa bobot basah tajuk kenaf pada perlakuan varietas varietas KR 11 (V1) yaitu 42.41 g lebih tinggi dibandingkan KR 12 (V2) yaitu 32.63 g. Sedangkan perlakuan pemberian tandan kosong kelapa sawit yang tertinggi dengan dosis 0 g (T0) yaitu 42.07 g dan yang terendah dengan dosis 50 g (T1) yaitu 30.04 g.

Bobot Kering Akar ( g)

Data pengamatan dan sidik ragam bobot kering tajuk kenaf dapat dilihat pada Lampiran 3

Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan beberapa varietas berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar dan pemberian tandan kosong kelapa sawit berpengaruh tidak nyata serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata terhadap bobot kering akar kenaf.

Rataan bobot kering akar umur 14 MST pada perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada table 8.

Varietas

Kompos TKKS

Rataan

T0 T1 T2 T3

(0 g/ (50 g/ (100 g/ (150 g/ tanaman) tanaman) tanaman) tanaman) --- g ---

V1 (KR 11) 7.83 8.38 8.17 6.69 7.77a V2 (KR 12) 6.31 4.10 6.26 3.08 4.94b V3 (KR 14) 8.70 5.34 6.38 5.41 6.46b

Rataan 7.61 5.94 6.94 5.06 6.39

Keterangan: Angka yang diikuti oleh huruf yang berbeda pada kolom yang sama adalah berbeda nyata berdasarkan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%

Tabel 8 menunjukkan bobot kering akar terbesar diperoleh pada perlakuan varietas KR 11 (V1) dengan bobot 7.77 g dan terendah pada perlakuan KR 12 (V2) dengan bobot 4.94 g.Bobot kering akar kenaf pada perlakuan V1 berbeda nyata dengan perlakuan V2 dan V3

Hubungan bobot kering akar tanaman kenaf dengan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Grafik bobot kering akar kenaf pada beberapa varietas.

0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 V1 V2 V3 B obot K er ing A ka r (g) Varietas

Pada gambar 2 memperlihatkan bahwa bobot kering akar pada perlakuan beberapa varietas dan pemberian tandan kosong kelapa sawit diperoleh tinggi pada grafik KR 11 (V1) dengan nilai 7.77 cm dibandingkan dengan KR 12 (V2) yaitu 4.94 cm, dimana perlakuan varietas yang terbaik yaitu KR 11.

Pembahasan

Dari hasil sidik ragam dapat diketahui bahwa perlakuan beberapa varietas berpengaruh nyata terhadap parameter bobot kering akar (Tabel 8) dan berpengaruh tidah nyata terhadap parameter lainnya, sedangkan perlakuan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman (Tabel 1), jumlah daun (Tabel 2), diameter batang (Tabel 3), dan berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya. Dimana interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun (Tabel 2), diameter batang (Tabel 3) pada umur 4, 5, 6, 7, 8, dan 9 MST serta berpengaruh tidak nyata terhadap parameter lainnya.

Perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit pada parameter tinggi tanaman (Tabel 2), diameter batang (Tabel 3) pada tegakan kelapa sawit menghasilkan pertambahan tinggi kenaf yang berbeda dengan parameter lainnya yang menunjukkan bahwa tinggi tanaman, diameter batang yang paling baik dengan dosis 100 g/tanaman. Hal yang sama juga terjadi pada parameter jumlah daun, dimana salah satu potensi TKKS yang cukup besar sebagai bahan pembenah tanah dan sumber hara yang cukup tinggi, bersifat homogen dan mengurangi risiko sebagai pembawa hama tanaman. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Soetopo dan Surahman . 2010) yang menyatakan bahwa dapat memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi ringan, membantu

kelarutan unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman, bersifat homogen dan mengurangi risiko sebagai pembawa hama tanaman, merupakan pupuk yang tidak mudah tercuci oleh air yang meresap dalam tanah.

Parameter bobot basah tajuk, bobot basah akar, panjang akar, dan bobot kering tajuk yang menghasilkan data tertinggi pada verietas KR 11 dan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit pada dosis 100 g/tanaman lebih baik dibandingkan dengan dosis lainnya. Pemberian kompos dengan dosis yang sesuai dapat merangsang pertumbuhan tanaman yang baik, dimana pemberian kompos dengan dosis yang lebih tinggi belum tentu meningkatkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kusuma (2003) yang menyatakan dalam pengaplikasian perlu diperhatikan ketepatan dosis, karena dosis yang terlalu tinggi malah menghambat pertumbuhan tanaman dan menyebabkan keracunan pada jaringan tanaman.

Pada Tabel 8 parameter bobot kering akar pada varietas KR 11 yaitu 7.77 g yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Hal ini diduga pada varietas kr 11 dengan dosis 100 g mampu melakukan fotosistesis lebih baik dan mengandung air lebih sedikit serta menghasilkan fotosintat yang lebih banyak dari pada tanaman lainnya. Hal ini sesuai dengan literatur Huik (2004) yang menyatakan bahwa hormon mengatur proses fisiologis tanaman, sehingga lebih mudah dan leluasa menyerap hara dan air serta proses fotosistesis dapat berlangsung lancar.

Berdasarkan hasil sidik ragam dapat diketahui bahwa perlakuan varietas kenaf dan pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit berpengaruh tidak nyata terhadap parameter bobot basah tajuk, bobot basah akar, panjang akar, dan

bobot kering tajuk. Pertumbuhan kenaf yang mendapatkan cahaya matahari yang cukup dapat menghambat proses fotosintesis sehingga dapat mengakibatkan bobot tajuk pada tanaman jadi berkurang. Hal ini dijelaskan juga oleh Salisbury and ross (1985) yang menyatakan bahwa cahaya merupakan energi yang mampu mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik pada proses fotosintesis. Cahaya yang cukup menjadikan klorofil berflourosensi yang akhirnya meningkatkan laju fotosintesis pada kenaf. Kenaf yang ditanam pada kondisi ternaungi memiliki laju tranportasi dan absorbsi yang rendah sehingga tanaman terhambat tranportasi haranya sehingga menghambat fotosintesis.

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa interaksi antara perlakuan beberapa varietas kenaf dan pemeberian kompos tandan kosong kelapa sawit berpegaruh nyata pada parameter jumlah daun pada 4-6 MST dan 11-13 MST, diameter batang pada 4, 5, 6, 7, dan 8 MST. Namun berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah akar, panjang akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Hal ini disebabkan karena salah satu faktor yang lebih dominan dari faktor lainnya atau kedua faktor tidak saling mendukung untuk pertumbuhan tanaman kenaf. Sesuai dengan pernyataan Sutedjo dan Kartasapoetra (2002) yang menyatakan bahwa bila masing- masing faktor perlakuan mempunyai sifat berbeda pengaruh dan sifat kerjanya maka akan menghasilkan hubungan yang berbeda dalam mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman.

Dokumen terkait