Hasil pengujian sifat fisik dan mekanik rotan semambu (Calamus scipionum Loureiro) yang meliputi kadar air segar, berat jenis, keteguhan tekan
sejajar serat dan keteguhan patah (Modulus of Repture) dapat dilihat pada tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Nilai rata–rata sifat fisik dan mekanik rotan semambu
No. Parameter Pengujian Nilai rata - rata
1. Kadar air segar 315.68 %
2. Berat jenis 0.26
3. Keteguhan tekan sejajar serat 61.16 kg/cm2
4. Keteguhan patah (MoR) 180.26 kg/cm2
Pada tabel 1 menunjukan bahwa hasil pengujian kadar air rotan semambu pada kondisi segar mempunyai niali rata–rata sebesar 315.68 %, sedangkan nilai rata–rata berat jenis menunjukan 0.26, selanjutnya nilai rata– rata pada keteguhan tekan sejajar serat sebesar 61.16 kg/cm2, dan nilai rata– rata keteguhan patah (Modulus of Repture) sebesar 180.26 kg/cm2.
B. Pembahasan 1. Kadar Air
Dari hasil penelitian didapat bahwa kadar air segar pada rotan semam bu (Calamus scipionum Loureiro) nilai rata–ratanya adalah 315.68 %, sedangkan untuk nilai tertinggi dari kadar air rotan segar sebesar 388.37 %, dan nilai paling rendah sebesar 207.48 %. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan air yang terkandung pada rotan ini cukup tinggi, ini menunjukan bahwa rotan ini mempunyai pori–pori yang sangat besar dan kerapatan yang rendah, dibandingkan dengan rotan manau Calamus manan Miq yang rata–rata kadar air segarnya sebesar 238.20 %, dan pada Daemonorops sp rata–rata kadar air segarnya 128.00 %, dan nilai rata-rata kadar air segar ketiga rotan tersebut dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Nilai kadar air segar Calamus manan Miq,Calamus scipionum L dan Daemonorops sp.
No Jenis Rata-rata
Kadar air segar (%) 1. Calamus manan Miq 238,20 2. Calamus scipionum Loureiro 315,68
3. Daemonorops Sp 128,00
Sumber : Azhar, 2011, Salusu,2011
Data hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa rata–rata kadar air segar pada kebanyakan rotan masih diatas 100 %, ini menunjukan bahwa rotan dalam pertumbuhannya cenderung selalu pada daerah yang banyak airnya seperti lembah banjir dan sungai–sungai. Atau pada daerah yang memiliki curah hujan cukup tinggi, dan itu terdapat pada daerah tropis dan sub tropis seperti kawasan Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Latin seperti Brasil, Argentina dan negara tropis lainnya.
2. Berat Jenis
Dari hasil penelitian didapat bahwa berat jenis pada rotan semambu (Calamus scipionum Loureiro) mempunyai nilai rata–rata sebesar 0.26, adapun nilai berat jenis tertinggi sebesar 0.33, dan nilai berat jenis terendah sebesar 0.22, dari data yang di peroleh menunjukan bahwa berat jenis rotan semambu lebih kecil dari rotan manau (Calamus manan) 0.36, dan penelitian yang dilakukan oleh Subekti (1995) pada tiga jenis rotan yaitu Calamus tumidus, Calamus zollingeri, dan Daemonorops robustus diperoleh berat jenis yang berkisar antara 0.3 – 0.4, dan hasil penelitian Salusu (2011) pada dua jenis rotan yaitu Daemonorops fissa Blume Becc yang memiliki berat jenis 0,5 dan Korthalsia echinometra Becc yang meiliki berat jenis 0,3. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Triantoro dkk. (2001) di hutan dataran rendah Pami Manokwari terhadap empat jenis rotan yaitu Korthalsia zippeli, Calamus sp, Calamus heterochantus, dan Calamus hollrugii dimana berat jenis yang diperoleh rata–rata 0.3 dengan
kisaran antara 0.3 sampai dengan 0.4. Dari data yang ada memperlihatkan bahwa rotan semambu mempunyai berat jenis yang cukup rendah, seperti Plectocomiopsis geminiflora (Griff) Becc yang memiliki berat jenis 0.2.
Tabel 3. Nilai berat jenis rotan Calamus manan Miq, Calamus scipionum L dan Daemonrops Sp
No Jenis Rata-rata
Berat Jenis
1. Calamus manan Miq 0,36
2. Calamus scipionum Loureiro 0,26
3. Daemonorops Sp 0,50
3. Keteguhan Tekan Sejajar Serat
Dari hasil penelitian didapat bahwa keteguhan tekan sejajar serat pada rotan semambu (Calamus scipionum Loureiro) mempunyai nilai rata–rata sebesar 61.16 kg/cm2, adapun nilai keteguhan tekan sejajar serat tertinggi sebesar 80.20 kg/cm2 , dan nilai keteguhan tekan sejajar serat terendah sebesar 45.29 kg/cm2 , dari data yang di peroleh menunjukan bahwa keteguhan tekan sejajar serat rotan semambu lebih kecil dari rotan manau (Calamus manan) hasil penelitian sebelumnya (Azhar, 2011) yang mempunyai nilai rata–rata 92.87 kg/cm2.
Dari data yang didapat menunjukan bahwa semakin tinggi berat jenis pada rotan semakin tinggi juga keteguhan tekan sejajar seratnya, dan rotan semambu nilai keteguhan tekan sejajar seratnya tidak terlalu rendah, namun tidak terlalu tinggi juga, sehingga keteguhan tekannya masuk dalam kategori sedang. Hal ini sangat penting jika dihubungkan dengan penggunaan dan peruntukan rotan nantinya, karena dengan mengetahui nilai keteguhan tekan rotan, akan lebih tepat dalam memanfaatkan dalam penggunaannya, khususnya jika dihubungkan dengan kontruksi perabot rumah tangga seperti meja, kursi dan lain sebagainya, karena makin tinggi keteguhan tekan sebuah rotan maka makin baik kualitasnya dalam penggunaan pembuatan kontruksi perabot rumah tangga tersebut.
4. Keteguhan Patah (Modulus of Repture)
Dari hasil penelitian didapat bahwa keteguhan patah pada rotan semambu (Calamus scipionum Loureiro) mempunyai nilai rata–rata sebesar 180.26 kg/cm2, adapun nilai keteguhan patah tertinggi sebesar
220.95 kg/cm2, dan nilai keteguhan patah terendah sebesar 141.46 kg/cm2, jika dilakukan perbandingan dengan penelitian Surbakti (1995), terhadap Calamus tumidus Furtado dan Daemonorops
robustus yang nilai keteguhan patahnya sebesar 602 kg/cm2 dan 524.2 kg/cm2 serta hasil penelitian sebelumnya dari Sucipto dan Yoedodibroto (1986) terhadap rotan semambu, rotan
manau, rotan selutup dan rotan air yang masing–masing mempunyai keteguhan tekan sebesar 611 kg/cm2, 672.9 kg/cm2, 650 kg/cm2 dan 638 kg/cm2 maka hasil rotan semambu ini keteguhan patahnya lebih kecil dan sangat jauh berbeda.
Tabel 4. Nilai keteguhan tekan sejajar serat dan keteguhan patah beberapa jenis rotan
No Jenis Rata-rata Keteguhan Tekan Sejajar Serat (kg/cm2) Rata-rata Keteguhan Patah (MoR) (kg/cm2) 1. Calamus manan Miq 92.87 672,90 2. Calamus scipionum L 61.16 611,00
3. Daemonorops Sp - 524,20
4. Calamus tumidus Furtado - 602,00
5. Rotan selutup - 650,00
6. Rotan air - 638,00
Dari data yang diperoleh hasil keteguhan patah penelitian ini, dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, khususnya rotan semambu, menunjukan bahwa nilai yang didapat sangat jauh berbeda yaitu 180.26 kg/cm2 dan 611 kg/cm2 hasil penelitian yang dilakukan Sucipto dan Yoedodibroto (1986). Perbedaan yang nyata dari nilai keteguhan patah ini dipengaruhi oleh perlakuan yang berbeda yaitu penelitian ini pengujiannya dalam kondisi segar sedangkan yang dilakukan oleh Sucipto dan Yoedodibroto rotan sudah mengalami penggorengan.