• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.1 Karakteristik Responden

Responden berjumlah 10 orang, terdiri dari 3 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Karakteristik responden dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1. Karakteristik Responden Penelitian

No. Kode Jenis kelamin (L/P) Umur (tahun) Berat badan (kg) Tinggi badan (m) IMT (kg/m) Glukosa darah Puasa (mg/dL) 1 PTR L 21 63 1,70 21,7 93 2 IRV L 18 54 1,67 19,3 91 3 NBL L 18 55 1,72 18,5 103 4 RM P 20 43 1,50 19,1 75 5 MTA P 20 45 1,55 18,7 92 6 DNY P 20 50 1,50 22,2 85 7 USW P 20 49 1,55 20,3 82 8 QR P 18 51 1,55 21,5 93 9 PTI P 18 53 1,54 21,9 89 10 RZ P 17 49 1,55 20,3 88

Rerata umur responden dalam penelitian ini adalah 19 tahun (SD±0,42). Rerata IMT responden adalah 20,3 (SD±0,44) yang termasuk dalam kategori normal dengan menggunakan klasifikasi status gizi berdasarkan IMT dari Asia Pasifik (lampiran 4). Responden tidak memiliki gangguan metabolisme glukosa ditunjukkan dengan hasil pemeriksaan GDP dalam batas normal. Rerata GDP responden adalah 89,10 (SD±2,36).

4.2 Makanan Uji

Makanan yang digunakan dalam penelitian ini adalah roti tawar putih sebagai makanan standar. Makanan uji menggunakan donat dari gerai donat terdekat dengan 3 topping berbeda, yaitu donat topping coklat, sereal dan tepung. Pemilihan topping tersebut dipilih berdasarkan komposisinya yang dapat mempengaruhi nilai IG.

18

Donat yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dalam bentuk jadi, dalam hal ini peneliti tidak melakukan proses pengolahan tambahan terhadap donat yang diuji.

Sebelum dikonsumsi sebagai makanan uji, donat dan topping ditimbang terlebih dahulu untuk menentukan porsi yang setara dengan 50 gram karbohidrat. Karena peneliti tidak mendapatkan analisis gizi donat dari produsen secara langsung, maka penyajian analisis zat gizi berdasarkan donat secara umum diambil dari Nutrisurvey 2007 (lampiran 5).

Tabel 4.2. Makanan Uji dengan Kandungan Karbohidrat 50 Gram

Makanan uji Sajian

(gram) Karbohidrat (gram) Lemak (gram) Protein (gram) Serat (gram)

Roti tawar putih 118 50 4,13 8,26 3,54

Donat

topping Gula tepung

100 3,7 50 21,8 5,2 1,0 Donat topping coklat 100 12 50 25,36 6,02 1,0 Donat topping sereal 100 6 50 22,22 5,95 1,32

4.3 Kadar Glukosa Darah

Hasil rerata kadar glukosa darah setiap 30 menit selama dua jam setelah pemberian makanan uji dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1. Grafik Kenaikan dan Penurunan Kadar Glukosa Darah

93 101,8 119,1 132 122,6 112,4 117,4 85,72 117,6 142,6 114,5 114,5 107,3 102,8 84,5 105,2 111,7 104,5 101,5 106,5 117,2 85 104 126,5 126 116,6 117,2 110,4 50 60 70 80 90 100 110 120 130 140 150 0 15 30 45 60 75 90 105 120

Makanan Standar Donat Toping Gula Tepung

Berdasarkan kurva diatas, kenaikan kadar glukosa darah setelah pemberian roti tawar putih mencapai puncaknya pada menit ke-45. Selanjutnya mengalami penurunan pada menit ke-90 hingga 120. Berbeda dengan donat dengan tiga

topping yang diuji, kenaikan kadar glukosa darah mengalami puncak pada menit ke-30 dan menurun pada menit ke-60 hingga 120. Perbedaan ini disebabkan roti tawar putih mengandung lebih banyak serat sehingga membuat pencernaan dan absorpsi karbohidrat menjadi lebih lambat.

Respon kenaikan glukosa darah terhadap karbohidrat umumnya signifikan dalam kisaran waktu 30 menit sampai 1 jam setelah konsumsi makanan. Berdasarkan hal tersebut, persentase kenaikan dan penurunan kadar glukosa darah dihitung tiap 30 menit.

Tabel 4.3. Persentase kenaikan/penurunan kadar glukosa darah (%)

No Makanan uji Perrsentase kenaikan kadar glukosa darah pada menit ke-

30’ 60’ 90’ 120’

1 Roti tawar putih 28,06 31,82 -8,31 -4,24

2 Donat topping gula

tepung 66,39 -19,70 -24,75 -27,92

3 Donat topping coklat 32,18 -9,13 -4,65 -7,96

4 Donat topping sereal 48 -7,85 -7,43 -12,72

Makanan uji yang meningkatkan kadar glukosa darah puasa dengan cepat setelah dikonsumsi dari menit ke-0 hingga menit ke-30 berturut-turut adalah donat

topping gula tepung 66,39%, topping sereal 48%, topping coklat 32,18%, dan roti tawar putih 28,06%.

Topping gula tepung dapat dicerna dan diserap lebih mudah oleh sistem gastrointestinal. Selain karena ukuran partikel makanan yang kecil, karbohidrat dalam gula tepung berjenis disakarida, sehingga proses pencernaan menjadi lebih cepat. Semakin cepat penyerapan, maka akan didapatkan peningkatan yang lebih tinggi dari kadar glukosa darah. Berbeda dengan donat topping sereal dan coklat, yang masing-masing memiliki kandungan dengan absorpsi relatif lebih lambat.

Secara komposisi coklat mengandung lemak yang cukup banyak, dan sereal mempunyai kandungan serat serta protein. Akibat komposisi ini, sehingga dapat memperlambat absorpsi glukosa ke dalam darah.

20

Serat larut dapat meningkatkan viskositas isi intestinal (karena dapat mengikat air) dan memperlambat interaksi antara pati dan enzim pencernanya, sehingga proses pencernaan menjadi lebih lambat. Sedangkan makanan berlemak dapat memperlambat pengosongan lambung dengan mekanisme penghambatan sekresi HCL. Dengan demikian kandungan lemak dan serat menyebabkan respon glukosa darah menjadi lebih lambat.21

4.4 Indeks Glikemik

Penghitungan luas area di bawah kurva dihitung menggunakan perhitungan trapezoid (lampiran 7 dan 8). Setelah dirata-ratakan dari tiap responden, hasil akhir IG setiap makanan uji dapat dilihat pada tabel 4.5.

Tabel 4.4. Rerata Indeks Glikemik Makanan Uji dan Makanan Standar

Makanan Indeks glikemik (100%)

Roti tawar putih 100

Donat topping gula tepung 98,12

Donat topping coklat 97,22

Donat topping sereal 89,28%

Secara keseluruhan dari tabel diatas, IG tertinggi adalah donat topping gula tepung 98,12%, sedangkan donat topping coklat menjadi yang paling rendah 89,28%, dan di antara keduanya adalah donat topping sereal 97,22%.

Hasil perhitungan IG donat yang didapat sama dengan hasil penelitian Kaye Foster-Powell, yang menyebutkan hasil IG donat adalah 108±10%27 dan tidak jauh berbeda dengan hasil yang didapat Indira Saputra dalam penelitiannya, yang menyebutkan IG donat adalah 72±6%.7

Donat dengan ketiga topping yang telah diteliti termasuk dalam makanan berindeks glikemik tinggi (>70%) berdasarkan kategori pangan menurut Jenny Miller. 21

Donat topping gula tepung menjadi makanan dengan IG paling tinggi, disebabkan kandungan makanan mempengaruhi absorpsi saluran pencernaan yang secara otomatis mempengaruhi kadar glukosa darah. Semakin lambat sebuah makanan diabsorpsi, maka IG semakin rendah. Selain itu bahan gula memiliki IG

yang juga lebih tinggi jika dibandingkan bahan coklat maupun sereal. Indeks glikemik gula tepung adalah 97± 7%, coklat 61± 4% dan sereal 61± 8%.2

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menganjurkan untuk pasien DM atau yang memiliki resiko tinggi penyakit ini, untuk mengkonsumsi donat dengan toping coklat. Makanan dengan IG rendah relatif lebih baik menjadi pilihan makanan selingan. Akan tetapi, karena ditemukan hasil penelitian menunjukkan semua donat beserta topping ini termasuk dalam kategori IG tinggi, tidak disarankan untuk konsumsi yang berlebihan.

Uji statistik Repeated anova menunjukkan p value 0,005. Dengan demikian terdapat sedikitnya 2 perbedaan bermakna antar IG makanan uji. Setelah dibandingan dalam pairwise comparison, perbedaan didapatkan antara IG makanan standar dengan donat toping coklat dan antara donat toping gula tepung dengan toping coklat (lampiran 9).

4.5 Keterbatasan Penelitian

Dalam melakukan penelitian, didapatkan beberapa hal yang menjadi keterbatasan bagi peneliti sehingga mempengaruhi proses dan hasil dari penelitian. Tidak dilakukannya analisis zat gizi terhadap makanan uji, memungkinkan perbedaan komposisi bahan yang digunakan antara produsen yang satu dengan yang lain.

Selain itu pemeriksaan respon glukosa darah makanan standar hanya dilakukan satu kali, menyulitkan perhitungan IG yang lebih akurat. Disebutkan dalam penelitian Thomas MS Wolever et al, pemeriksaan makanan standar perlu dilakukan 2-3 kali.

Pengawasan dan pemantaun terhadap responden sulit dilakukan, terutama untuk membatasi aktivitas fisik selama penelitian, serta tidak dapat dipastikannya responden berpuasa 10-14 jam dan makan dalam porsi makan biasa 48 jam sebelum pemeriksaan kadar glukosa darah.

23

BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait