Jenis-Jenis Lalat Buah yang Terperangkap
Hasil identifikasi terhadap jenis lalat buah yang terperangkap pada pertanaman ditemukan 2 (dua) spesies lalat buah (Tabel 2) :
Tabel 2. Jenis lalat buah yang terperangkap
No Jenis (Spesies) Genus Sub Genus
1 2
Bactrocera. dorsalis Hendel Bactrocera tau Walker
Bactrocera Bactrocera
Bactrocera Zeugodacus
Tabel 2 menunjukan bahwa ditemukan 2 jenis lalat buah yang tertangkap, yakni B. dorsalis dan B. tau, hal ini disebabkan B. dorsalis merupakan hama utama pada tanaman jeruk, sedangkan B. tau kehadirannya disebabkan di sekitar lahan tempat penelitian terdapat tanaman labu siam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Achrom dkk.,(1995) bahwa B. dorsalis menyerang tanaman jeruk manis, sedangkan B. tau dikatakan meyerang tanaman labu siam dan terdapat di KabupatenKaro.
Berdasarkan hasil yang diperoleh diketahui bahwa pada semua perlakuan yang menggunakan perangkap kuning dapat memerangkap dua jenis lalat buah yaitu B. dorsalis dan B. tau. Sedangkan pada perlakuan yang menggunakan perangkap steiner menggunakan umpan Metil Eugenol hanya dapat memerangkap satu jenis lalat buah yaitu B. dorsalis. Hal ini dikarenakan lalat buah jenis B.tau merupakan lalat buah dari genus Zeugodacus, karena untuk lalat buah dari sub- genus ini tidak tertarik pada atraktan Metil Eugenol. Hal ini sesuai dengan
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
pernyataan Siwi dkk. (2006) yang mengatakan bahwa Metil Eugenol dapat menarik lalat buah dari sub-genus Bactrocera, tetapi tidak untuk anggota sub- genus Zeugodacus, sehingga pada perangkap Metil Eugenol hanya terdapat satu jenis lalat buah yaitu B. dorsalis. Berikut dijelaskan hasil identifikasi untuk masing-masing lalat buah yang terperangkap.
a. Bactrocera dorsalis Hendel
Abdomen berwarna merah bata, berbentuk oval, pada bagian dorsal terdapat gambar berupa huruf T berwarna hitam dan pada ruas ketiga terdapat rambut pekten untuk yang jantan. Sepasang bercak berbentuk bulat pada tergit kelima.
Gambar 9. Imago B.dorsalis (betina) Gambar 10 Imago B.dorsalis (jantan) Sumber: Foto Langsung Sumber: Foto Langsung
Keterangan : 1. Caput 2. Torak 3. Sayap 4. Abdomen 5. Ovipositor
Sel-sel kosta; sayap transparan, mempunyai kostal band pada bagian stigma sehingga ujung sayap memiliki pola yang meliputi seluruh bagian R2+3 dan meluas
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
ke bawah pada ujung venasi R4+5, sayap tidak memiliki cross band, juga menutupi
sel anal dan perpanjangan sel anal.
b. Bactrocera tau Walker
Scutum berwarna jingga tua-kecoklatan dan ditandai dengan pola warna hitam, thoraks memiliki 2 pita lateral kuning dan sebuah garis tengah kuning. Anterior supra alar derbulu dengan 4 buah scutellar, scutellum normal berwarna kuning.
Gambar 11 Imago B. tau betina Gambar 12 Imago B.tau jantan Sumber: Foto Langsung Sumber: Foto Langsung Keterangan : 1. Caput
2. Torak 3. Sayap 4. Abdomen 5. Ovipositor
Abdomen berbentuk oval, dari sisi lateral tampak melengkung. Serangga jantan tidak memiliki bulu pecten pada tergit ke-3, pada tergit abdomen dengan garis tengah gelap pada ruas T3-T5 dan sebuah garis lurus pada T3.
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
Populasi Imago Lalat Buah yang Terperangkap
Hasil pengamatan yang dilakukan selama 8 minggu berturut-turut terhadap lalat buah yang tertangkap disajikan pada Tabel 3.
Tabel 3. Populasi lalat buah yang terperangkap pada pengamatan I-VIII (ekor)
Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa dari dua jenis lalat buah yang terperangkap populasi tertinggi ditemukan pada jenis B.dorsalis sebanyak 1317 ekor dan terendah B. tau sebanyak 17 ekor. Tingginya populasi B. dorsalis disebabkan serangga ini merupakan hama utama pada pertanaman jeruk manis, selain itu pada saat penelitian tingkat ketersediaan sumber makanan bagi hama ini berlimpah karena buah jeruk sebagian besar dalam kondisi siap panen. Turut mendukung sifat dari lalat buah jenis ini yang memiliki banyak inang, di sekitar kebun tempat penelitian terdapat tanaman cabai, markisa asam, dan labu siam.
Pengaruh jenis perangkap dan ketinggian terhadap populasi lalat buah yang terperangkap dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Rataan Jumlah lalat buah yang terperangkap pada setiap perlakuan dari pengamatan I-VIII (ekor).
Perlakuan 1 2 3 4 5 6 7 8
T0 0,00 b 0,00 c 0,00 c 0,00 c 0,00 d 0,00 c 0,00 b 0,00 c
T1 1,25 ab 0,50 b 1,25 b 0,75 c 0,25 cd 5,00 bc 5,50 b 6,25 ab
T2 0,75 b 0,00 bc 1,00 bc 0,75 c 0,00 d 17,75 b 1,50 b 4,25 b
T3 9,25 a 8,75 a 3,75 a 6,50 a 5,00 a 36,50 a 53,0 a 15,0 a
No Spesies Minggu Pengamatan jlh
I II III IV V VI VII VIII
1 B.dorsalis 106 113 71 58 39 364 395 171 1317
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
T4 5,50 a 10,25 a 7,50 a 3,75 ab 2,25 ab 27,75ab 25,50 a 13,0 a
T5 3,00 a 5,50 ab 1,75 b 3,00 b 1,50 bc 3,50 c 6,75 ab 2,75 bc
T6 7,00 a 3,25 b 2,75 ab 0,75 bc 1,00 c 2,25 c 7,50 b 2,75 c
Keterangan: Nilai yang ditandai dengan huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukan pengaruh berbeda tidak nyata pada tingkat kepercayaan 5% pada Uji Jarak Duncan.
Tabel 4 menunjukan bahwa semua perlakuan pada parameter populasi lalat buah yang tertangkap berbeda nyata terhadap kontrol (T0), namun pada perlakuan T3 (perangkap kuning dengan lem Leila 100 cm) berbeda tidak nyata terhadap T4 (perangkap kuning dengan lem Leila 150 cm) tetapi berbeda sangat nyata terhadap perlakuan T1 (perangkap kuning dengan lem IAT 100 cm) T2 (perangkap kuning dengan lem IAT 150 cm), T5 (Perangkap steiner 100 cm), dan T6 (perangkap steiner 150 cm). Dari hasil ini diketahui bahwa perlakuan T3 dan T4 lebih efektif dari pada perlakuan lainnya, berdasarkan hasil diatas juga diketahui bahwa ketinggian perangkap yang paling efektif dalam memerangkap lalat buah ialah 100 cm, seperti dapat dilihat pada hasil perlakuan T3 dengan ketinggian 100 cm berbeda tidak nyata dengan perlakuan T4 yang memilki ketinggian 150 cm dengan jenis perangkap dan jenis lem yang sama, begitu pula pada perlakuan T1 ketinggian 100 cm berbeda tidak nyata dengan T2 ketinggian 150 cm yang menggunakan jenis perekat dan jenis perangkap yang sama. Hal ini disebabkan tanaman jeruk manis memiliki batang yang tidak terlalu tinggi (Pracaya, 2003), dengan ranting yang cenderung merunduk ke bawah pada saat buah matang, menyebabkan aktivitas lalat buah akan tetap berada di sekitar bawah tanaman, dipengaruhi pula dari biologi hama lalat buah yang mengalami masa pupa di
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
dalam tanah dan cenderung menyukai tempat yang terlindung untuk menghindar dari sinar matahari langsung (Kalshoven, 1981).
Jumlah populasi tertinggi terdapat pada perlakuan T3 dan yang terendah
pada pengamatan T0 dapat dilihat pada Gambar 13.
Gambar 13. Grafik hasil tangkapan pada pengamatan I-VIII
Gambar 16 menunjukan bahwa hasil tertinggi terdapat pada pengamatan minggu ke-VII yaitu sebesar 399 ekor, dan yang terendah pada minggu ke-V sebesar 40 ekor. Hal ini dikarenakan pada pengamatan minggu ke-VII buah jeruk
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
pada pertanaman dalam keadaan matang dan dalam jumlah yang banyak, sehingga populasi lalat buah di lapangan akan meningkat karena lalat buah yang berada di luar kebun akan masuk karena tertarik kepada buah jeruk.
Bila dihubungkan antara populasi lalat buah dengan curah hujan, suhu, kelembaban maka diperoleh hubungan seperti pada Gambar 14.
0 50 100 150 200 250 300 350 400 450
I II III IV V VI VII VIII
T( 0 C ); C H (m m ); R H (% )
Grafik hubungan populasi lalat buah dengan faktor iklim
lalat buah Temp C.Hujan Kelemba pan
Gambar 14. Grafik hubungan populasi lalat buah dengan faktor iklim
Grafik di atas menunjukan bahwa tinggi rendahnya populasi lalat buah yang tertangkap dipengaruhi oleh keadaan iklim, populasi lalat buah mengalami penurunan seperti pada pengamatan ke-I (107 ekor) sampai pengamatan ke-V (40 ekor), sedangkan pada pengamatan yang sama suhu mengalami peningkatan pada pengamatan ke-II (21.4oC) sampai pengamatan ke-V (24.5oC), hal diatas menunjukan bahwa lalat buah tidak menyukai suhu terlalau rendah tetapi menyukai suhu yang juga tidak terlalu tinggi, intensitas serangan dan populasi
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
lalat buah akan meningkat pada keadaan iklim sesuai, pada saat suhu rendah bekisar 260 C (Rukmana & Sugandi, 1997).
Namun keadaan curah dan kelembaban tidak terlalu berpengaruh, seperti keadaan kelembapan yang cendrung stabil di setiap pengamatan (Lampiran 20).
Nisbah Kelamin
Data pengamatan mengenai jumlah imago jantan dan betina lalat buah B. dorsali dan B. tau yang terperangkap disajikan pada Tabel 5.
Tabel 5. Jumlah imago jantan dan betina lalat buah yang terperangkap minggu I- VIII (ekor).
T U
IMAGO JANTAN DAN BETINA LALAT BUAH YANG TERTANGKAP
P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 T0 I II III IV T1 I 3 1 1 1 7 4 1 10 1 II 5 2 5 III 1 1 2 6 5 1 2 1 IV 2 3 1 2 9 2 T2 I 1 1 1 1 29 1 1 3 II 1 13 1 1 1 III 2 11 3 4 IV 3 1 15 1 1 9 T3 I 11 7 9 2 1 12 37 148 1 8 II 10 3 2 6 2 15 16 17 III 7 17 3 9 4 49 1 27 12 IV 9 8 1 8 2 43 1 20 23 T4 I 7 8 3 6 3 47 14 15 1 II 16 13 3 2 23 20 1 4 III 4 7 4 1 1 2 1 15 37 18 IV 11 10 9 5 24 30 14
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009 T5 I 2 1 1 2 1 2 II 1 1 3 III 5 3 3 8 18 2 IV 4 21 6 9 1 4 4 9 T6 I 2 2 4 1 7 7 II 2 1 1 2 16 III 1 1 5 4 1 IV 23 9 6 2 2 7 3
Tabel diatas menunjukan bahwa jumlah tangkapan berbeda untuk lalat buah jantan dan betina. Populasi tertinggi adalah lalat buah jantan sebesar 1318 (ekor) dan terendah lalat buah betina (16 ekor). Berdasarkan hasil di atas lalat buah betina hanya terdapat pada perlakuan T1, T2, T3, dan T4 yang menggunakan perangkap kuning, tetapi tidak terdapat pada perlakuan T5, dan T6 yang menggunakan Metil Eugenol, hal ini dikarenakan perangkap kuning dapat menarik lalat buah jantan dan betina, namun tidak untuk perangkap Metil Eugenol yang hanya memerangkap lalat buah jantan saja. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Iwahashi dkk, 1669), bahwa Metil Eugenol merupakan food lure atau dibutuhkan oleh lalat buah jantan untuk dikonsumsi
Keanekaragaman Jenis Serangga.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada perlakuan T1, T2, T3, dan T4 disamping dapat memerangkap lalat buah, dapat pula memerangkap serangga bukan lalat buah. Selama pengamatan delapan minggu berturut-turut diperoleh jenis serangga masing-masing dengan nilai fungsi, KM, KR, FM, FR, H' (Indeks keanekaragaman), dan D' (dominansi) pada masing-masing pengamatan. Berikut ini merupakan tabel dan grafik untuk nilai , KM, KR, FM, FR, H' (Indeks
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
keanekaragaman), dan D' (dominansi) untuk masing-masing family serangga yang terperangkap pada pengamatan I-VIII.
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Tabel 6. Nilai KM (Kerapatan Mutlak) untuk setiap jenis serangga pada pengamatan I-VIII
FAMILY STATUS Kerapatan Mutlak
No I II III IV V VI VII VIII
1 Tephritidae Hama
B. dorsalis Hendel 106,00 113,00 71,00 58,00 39,00 364,00 395,00 171,00
B. tau Walker 1,00 0,00 1,00 4,00 1,00 5,00 4,00 1,00
2 Asilidae Predator 4,00 1,00 8,00 5,00 4,00 14,00 3,00 2,00
3 Muscidae Tidak diketahui 37,00 72,00 28,00 34,00 34,00 50,00 18,00 33,00
4 Agromyzidae Hama 10,00 19,00 28,00 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00
5 Tachinidae Parasitoid 1,00 5,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6 Delphacidae Hama 3,00 0,00 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
7 Stratiomyidae Tidak diketahui 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
8 Leucospidae Parasitoid 1,00 4,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
9 Culicidae Tidak diketahui 4,00 1,00 4,00 4,00 1,00 1,00 0,00 0,00
10 Forficulidae Predator 1,00 2,00 0,00 3,00 0,00 0,00 2,00 0,00
11 Curculionidae Hama 2,00 3,00 0,00 0,00 1,00 0,00 1,00 0,00
12 Braconidae Parasitoid 2,00 73,00 1,00 0,00 12,00 8,00 5,00 0,00
13 Simulidae Tidak diketahui 2,00 0,00 89,00 56,00 20,00 56,00 0,00 100,00
14 Coccinellidae Predator 2,00 0,00 1,00 1,00 0,00 0,00 3,00 1,00
15 Pompilidae Predator 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Cucujidae Tidak diketahui 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
17 Dascilidae Tidak diketahui 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
18 Byrrhidae Hama 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 19 Sphecidae Parasitoid 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 20 Nymphalidae Hama 0,00 4,00 2,00 0,00 6,00 1,00 0,00 1,00 21 Tenebrionidae Hama 0,00 3,00 0,00 7,00 0,00 0,00 0,00 0,00 22 Termitidae Hama 0,00 1,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 23 Apidae Penyerbuk 0,00 1,00 1,00 0,00 1,00 0,00 0,00 2,00 24 Noctuidae Hama 0,00 0,00 3,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25 Mydidae Hama 0,00 0,00 3,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
26 Otitidae Tidak diketahui 0,00 0,00 0,00 35,00 7,00 23,00 5,00 6,00
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Tabel 7. Nilai KR (Kerapatan Relatif) untuk setiap jenis serangga pada pengamatan I-VIII
FAMILY STATUS KERAPATAN RELATIF
No I II III IV V VI VII VIII
1 Tephritidae Hama
B. dorsalis Hendel Hama 58,24 37,42 29,46 27,88 29,55 69,60 90,39 53,61
B. tau Walker Hama 0,55 0,00 0,41 1,92 0,76 0,96 0,92 0,31
2 Asilidae Predator 2,20 0,33 3,32 2,40 3,03 2,68 0,69 0,63
3 Muscidae Tidak diketahui 20,33 23,84 11,62 16,35 25,76 9,56 4,12 10,34
4 Agromyzidae Hama 5,49 6,29 11,62 0,48 0,00 0,00 0,00 0,00
5 Tachinidae Parasitoid 0,55 1,66 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6 Delphacidae Hama 1,65 0,00 0,41 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
7 Stratiomyidae Tidak diketahui 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
8 Leucospidae Parasitoid 0,55 1,32 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
9 Culicidae Tidak diketahui 2,20 0,33 1,66 1,92 0,76 0,19 0,00 0,00
10 Forficulidae Predator 0,55 0,66 0,00 1,44 0,00 0,00 0,46 0,00
11 Curculionidae Hama 1,10 0,99 0,00 0,00 0,76 0,00 0,23 0,00
12 Braconidae Parasitoid 1,10 24,17 0,41 0,00 9,09 1,53 1,14 0,00
13 Simulidae Tidak diketahui 1,10 0,00 36,93 26,92 15,15 10,71 0,00 31,35
14 Coccinellidae Predator 1,10 0,00 0,41 0,48 0,00 0,00 0,69 0,31
15 Pompilidae Predator 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Cucujidae Tidak diketahui 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
17 Dascilidae Tidak diketahui 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
18 Byrrhidae Hama 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 19 Sphecidae Parasitoid 0,55 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 20 Nymphalidae Hama 0,00 1,32 0,83 0,00 4,55 0,19 0,00 0,31 21 Tenebrionidae Hama 0,00 0,99 0,00 3,37 0,00 0,00 0,00 0,00 22 Termitidae Hama 0,00 0,33 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 23 Apidae Penyerbuk 0,00 0,33 0,41 0,00 0,76 0,00 0,00 0,63 24 Noctuidae Hama 0,00 0,00 1,24 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25 Mydidae Hama 0,00 0,00 1,24 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
26 Otitidae Tidak diketahui 0,00 0,00 0,00 16,83 5,30 4,40 1,14 1,88
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Tabel 8. Nilai FM (Frekwensi Mutlak) untuk setiap jenis serangga pada pengamatan I-VIII.
FAMILY STATUS KERAPATAN MUTLAK (KM)
No I II III IV V VI VII VIII
1 Tephritidae Hama
B. dorsalis Hendel 0,68 0,57 0,57 0,54 0,43 0,86 0,82 0,75
B. tau Walker 0,04 0,00 0,04 0,11 0,04 0,14 0,11 0,04
2 Asilidae Predator 0,14 0,04 0,25 0,11 0,11 0,29 0,11 0,04
3 Muscidae Tidak diketahui 0,39 0,50 0,43 0,39 0,43 0,43 0,29 0,46
4 Agromyzidae Hama 0,18 0,32 0,39 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00
5 Tachinidae Parasitoid 0,04 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6 Delphacidae Hama 0,04 0,00 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
7 Stratiomyidae Tidak diketahui 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
8 Leucospidae Parasitoid 0,04 0,11 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
9 Culicidae Tidak diketahui 0,14 0,04 0,11 0,07 0,04 0,04 0,00 0,00
10 Forficulidae Predator 0,04 0,07 0,00 0,11 0,00 0,00 0,07 0,00
11 Curculionidae Hama 0,07 0,07 0,00 0,00 0,04 0,00 0,04 0,00
12 Braconidae Parasitoid 0,07 0,50 0,04 0,00 0,29 0,14 0,11 0,00
13 Simulidae Tidak diketahui 0,04 0,00 0,46 0,32 0,25 0,29 0,00 0,36
14 Coccinellidae Predator 0,07 0,00 0,04 0,04 0,00 0,00 0,04 0,04
15 Pompilidae Predator 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Cucujidae Tidak diketahui 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
17 Dascilidae Tidak diketahui 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
18 Byrrhidae Hama 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 19 Sphecidae Parasitoid 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 20 Nymphalidae Hama 0,00 0,11 0,07 0,00 0,00 0,04 0,00 0,04 21 Tenebrionidae Hama 0,00 0,07 0,00 0,21 0,00 0,00 0,00 0,00 22 Termitidae Hama 0,00 0,04 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 23 Apidae Penyerbuk 0,00 0,04 0,04 0,00 0,04 0,00 0,00 0,07 24 Noctuidae Hama 0,00 0,00 0,11 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25 Mydidae Hama 0,00 0,00 0,07 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
27 Formicidae Predator 0,00 0,00 0,00 0,00 0,07 0,04 0,04 0,04
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Tabel 9. Nilai FR (Frekwensi Relatif) untuk setiap jenis serangga pada pengamatan I-VIII.
FAMILY STATUS FREKWENSI RELATIF (FR)
No I II III IV V VI VII VIII
1 Tephritidae Hama
B. dorsalis Hendel 31,15 22,86 21,62 23,44 23,53 33,80 46,94 38,89
B. tau Walker 1,64 0,00 1,35 4,69 1,96 5,63 6,12 1,85
2 Asilidae Predator 6,56 1,43 9,46 4,69 5,88 11,27 6,12 1,85
3 Muscidae Tidak diketahui 18,03 20,00 16,22 17,19 23,53 16,90 16,33 24,07
4 Agromyzidae Hama 8,20 12,86 14,86 1,56 0,00 0,00 0,00 0,00
5 Tachinidae Parasitoid 1,64 1,43 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6 Delphacidae Hama 1,64 0,00 1,35 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
7 Stratiomyidae Tidak diketahui 1,64 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
8 Leucospidae Parasitoid 1,64 4,29 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
9 Culicidae Tidak diketahui 6,56 1,43 4,05 3,13 1,96 1,41 0,00 0,00
10 Forficulidae Predator 1,64 2,86 0,00 4,69 0,00 0,00 4,08 0,00
11 Curculionidae Hama 3,28 2,86 0,00 0,00 1,96 0,00 2,04 0,00
12 Braconidae Parasitoid 3,28 20,00 1,35 0,00 15,69 5,63 6,12 0,00
13 Simulidae Tidak diketahui 1,64 0,00 17,57 14,06 13,73 11,27 0,00 18,52
14 Coccinellidae Predator 3,28 0,00 1,35 1,56 0,00 0,00 2,04 1,85
15 Pompilidae Predator 1,64 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Cucujidae Tidak diketahui 1,64 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
17 Dascilidae Tidak diketahui 1,64 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
18 Byrrhidae Hama 1,64 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 19 Sphecidae Parasitoid 1,64 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 20 Nymphalidae Hama 0,00 4,29 2,70 0,00 0,00 1,41 0,00 1,85 21 Tenebrionidae Hama 0,00 2,86 0,00 9,38 0,00 0,00 0,00 0,00 22 Termitidae Hama 0,00 1,43 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 23 Apidae Penyerbuk 0,00 1,43 1,35 0,00 1,96 0,00 0,00 3,70 24 Noctuidae Hama 0,00 0,00 4,05 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25 Mydidae Hama 0,00 0,00 2,70 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
26 Otitidae Tidak diketahui 0,00 0,00 0,00 15,63 5,88 11,27 8,16 5,56
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Tabel 10. Nilai H’ (Keragaman) untuk setiap jenis serangga pada pengamatan I-VIII.
FAMILY STATUS INDEKS KERAGAMAN (H')
No I II III IV V VI VII VII
1 Tephritidae Hama
B. dorsalis Hendel 0,31 0,37 0,36 0,36 0,36 0,25 0,09 0,33
B. tau Walker 0,03 0,00 0,02 0,08 0,04 0,04 0,04 0,02
2 Asilidae Predator 0,08 0,02 0,11 0,09 0,11 0,10 0,03 0,03
3 Muscidae Tidak diketahui 0,32 0,34 0,25 0,30 0,35 0,22 0,13 0,23
4 Agromyzidae Hama 0,16 0,17 0,25 0,03 0,00 0,00 0,00 0,00
5 Tachinidae Parasitoid 0,03 0,07 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6 Delphacidae Hama 0,07 0,00 0,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
7 Stratiomyidae Tidak diketahui 0,03 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
8 Leucospidae Parasitoid 0,03 0,06 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
9 Culicidae Tidak diketahui 0,08 0,02 0,07 0,08 0,04 0,01 0,00 0,00
10 Forficulidae Predator 0,03 0,03 0,00 0,06 0,00 0,00 0,02 0,00
11 Curculionidae Hama 0,05 0,05 0,00 0,00 0,04 0,00 0,01 0,00
12 Braconidae Parasitoid 0,05 0,34 0,02 0,00 0,22 0,06 0,05 0,00
13 Simulidae Tidak diketahui 0,05 0,00 0,37 0,35 0,29 0,24 0,00 0,36
14 Coccinellidae Predator 0,05 0,00 0,02 0,03 0,00 0,00 0,03 0,02
15 Pompilidae Predator 0,03 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Cucujidae Tidak diketahui 0,03 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
17 Dascilidae Tidak diketahui 0,03 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
18 Byrrhidae Hama 0,03 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 19 Sphecidae Parasitoid 0,03 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 20 Nymphalidae Hama 0,00 0,06 0,04 0,00 0,14 0,01 0,00 0,02 21 Tenebrionidae Hama 0,00 0,05 0,00 0,11 0,00 0,00 0,00 0,00 22 Termitidae Hama 0,00 0,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 23 Apidae Penyerbuk 0,00 0,02 0,02 0,00 0,04 0,00 0,00 0,03 24 Noctuidae Hama 0,00 0,00 0,05 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25 Mydidae Hama 0,00 0,00 0,05 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
26 Otitidae Tidak diketahui 0,00 0,00 0,00 0,30 0,16 0,14 0,05 0,07
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Tabel 11. Nilai D’ (Dominansi) untuk setiap jenis serangga pada pengamatan I-VIII.
FAMILY STATUS DOMINANSI (D')
No I II III IV V VI VII VIII
1 Tephritidae Hama
B. dorsalis Hendel Hama 33921,02 14000,48 8679,26 7775,52 8729,34 48439,47 81701,74 28734,98
B. tau Walker Hama 3,02 0,00 1,72 36,98 5,74 9,14 8,38 0,98
2 Asilidae Predator 48,30 1,10 110,19 57,78 91,83 71,66 4,71 3,93
3 Muscidae Tidak diketahui 4132,95 5683,96 1349,84 2671,97 6634,53 913,98 169,66 1070,15
4 Agromyzidae Hama 301,90 395,82 1349,84 2,31 0,00 0,00 0,00 0,00
5 Tachinidae Parasitoid 3,02 27,41 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
6 Delphacidae Hama 27,17 0,00 1,72 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
7 Stratiomyidae Tidak diketahui 3,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
8 Leucospidae Parasitoid 3,02 17,54 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
9 Culicidae Tidak diketahui 48,30 1,10 27,55 36,98 5,74 0,37 0,00 0,00
10 Forficulidae Predator 3,02 4,39 0,00 20,80 0,00 0,00 2,09 0,00
11 Curculionidae Hama 12,08 9,87 0,00 0,00 5,74 0,00 0,52 0,00
12 Braconidae Parasitoid 12,08 5842,95 1,72 0,00 826,45 23,40 13,09 0,00
13 Simulidae Tidak diketahui 12,08 0,00 13637,85 7248,52 2295,68 1146,50 0,00 9826,95
14 Coccinellidae Predator 12,08 0,00 1,72 2,31 0,00 0,00 4,71 0,98
15 Pompilidae Predator 3,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
16 Cucujidae Tidak diketahui 3,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
17 Dascilidae Tidak diketahui 3,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
18 Byrrhidae Hama 3,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 19 Sphecidae Parasitoid 3,02 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 20 Nymphalidae Hama 0,00 17,54 6,89 0,00 206,61 0,37 0,00 0,98 21 Tenebrionidae Hama 0,00 9,87 0,00 113,26 0,00 0,00 0,00 0,00 22 Termitidae Hama 0,00 1,10 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 23 Apidae Penyerbuk 0,00 1,10 1,72 0,00 5,74 0,00 0,00 3,93 24 Noctuidae Hama 0,00 0,00 15,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 25 Mydidae Hama 0,00 0,00 15,50 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
26 Otitidae Tidak diketahui 0,00 0,00 0,00 2831,45 281,22 193,40 13,09 35,38
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009. USU Repository © 2009
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
Tabel 12. Nilai Total Keragaman dan dominansi
Pengamatan Dominansi (D’) Keragaman (H’) Tingkat keragaman
I 38558,15 1,52 Sedang II 26014,21 1,61 Sedang III 25201,01 1,67 Sedang IV 20797,89 1,77 Sedang V 19295,22 1,09 Sedang VI 50798,64 1,09 Sedang VII 81918,53 0,49 Rendah VIII 39682,2 1,16 Sedang
Tabel 12 menunjukan bahwa indeks keanekaragaman serangga pada pertanaman jeruk manis pada pengamatan I-VIII adalah sedang, hanya pada pengamatan ke-VII saja yang masuk pada indeks keragaman rendah. Data mengenai indeks keanekaragaman serangga pada pertanaman jeruk dapat dilihat pada Lampiran 17-19 yang menunjukan perbedaan populasi serangga yang berbeda setiap minggunya, populasi yang tertinggi pada pengamatan minggu ke- VI sebesar 523 ekor dan terendah ditemukan pada minggu ke-V sebesar 132 ekor, jumlah jenis tertinggi ditemukan pada minggu ke-I sebanyak 19 famili, dan terendah ditemukan pada minggu VI,VII dan VIII sebanyak 9 famili, sehingga nilai indeks keanekaragaman berubah setiap minggunya, dengan yang tertinggi pada pengamatan minggu ke-V sebesar 2,16 dan terendah pada minggu ke-VI sebesar 1,09, apabila dikaitkan dengan kriteria nilai indeks keanekaragaman jens oleh Wilham (Washington, 1982), dapat disimpulkan bahwa indeks keanekaragaman pada pertanaman jeruk ini yaitu sedang. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa terjadi perubahan tingkat keragaman serangga di setiap minggunya. Tinggi rendahnya indeks keragaman ini dipengaruhi oleh faktor
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009
iklim. Keragaman tertinggi pada pengamatan ke-IV sebesar 1,77 dengan suhu sebesar 20,8 oC, dan kelembaban setinggi 92,6 %, dan yang terendah pada pengamatan ke-VII sebesar 0,49 dengan suhu sebesar 24,2 oC dan kelembaban 87,7 % (Lampiran 22). Indeks keragaman terendah terjadi pada keadaan suhu tertinggi dan kelembaban terendah, namun indeks keragaman tertinggi terjadi pada keadaan temperatur terendah dan kelembaban tertinggi. Hal ini menunjukan aktifitas serangga dipengaruhi oleh keadaan iklim lingkungan, sesaui dengan pernyataan (Rukmana & Sugandi, 1997) yaitu keadaan lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan serangga, tinggi dan rendahnya populasi serangga tergantung keadaan iklim.
Grafik pada gambar 20 di ketahui bahwa jenis serangga yang mendominasi di pertanaman jeruk manis adalah lalat buah spesis Bactrocera dorsalis,hal ini disebabkan vegetasi disekitar pertanaman jeruk manis ini didominasi oleh pertanaman jeruk manis yang tersebar hampir di sekeliling lokasi penelitian, sehingga lalat buah yang ada di sekitar lokasi lalat buah akan masuk ke dalam lokasi penelitian, sehingga juga mempengaruhi jumlah tangkapan yang pada akhirnya akan di dominasi oileh lalat buah jenis B. dorsalis yang juga merupakan hama utama di tanaman jeruk manis..
Denise Alchin Bangun : Kajian Beberapa Metode Perangkap Lalat Buah (Diptera;Tephritidae) Pada Pertanaman Jeruk Manis (Citrus spp.) Di Desa Sukanalu Kabupaten Karo, 2009.
USU Repository © 2009