Hasil
Jenis-jenis alat tangkap PPS Belawan
Terdapat 5 jenis alat tangkap yang digunakan di pelabuhan perikanan samudera belawan. Jenis-jenis alat tangkap yang terdapat di PPS Belawan dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Alat tangkap Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
Jenis alat tangkap
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Lampara dasar 97 103 103 127 154 139 Pukat ikan 117 114 114 133 117 111 Pukat cincin 237 239 239 230 225 231 Jaring insang 48 41 41 63 54 57 Pancing 7 4 4 3 4 3 Total 506 501 501 556 554 541 Sumber data : Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
Jenis alat tangkap yang terdapat di PPS belawan adalah Lampara Dasar (Demersal danish seine), Pukat ikan (Fish Net), Pukat cincin (Purse Seine), Jaring
insang (Insang Gillnets), Pancing (Hook and Lines). Alat tangkap yang dominan
digunakan adalah Purse Seine sebanyak 231 unit pada tahun 2012, lampara dasar
139 unit, pukat ikan 111 unit, jaring insang 57 unit, dan pancing 3 unit.
Nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
Dari ke 5 jenis alat tangkap yang terdapat di PPS Belawan, maka jumlah nelayan yang berada di PPS Belawan dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Jumlah Nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
Alat tangkap Tahun
2007 2008 2009 2010 2011 2012 Lempara dasar 1.080 950 950 1.344 1.708 1.492 Pukat ikan 1.996 1.684 1.684 1.961 1.802 1.711 Pukat cincin 4.975 5.393 5.393 5.569 5.513 5.717 Jaring insang 288 335 335 378 324 331 Pancing 28 24 24 15 24 17 Total 8.367 8.386 8.386 9.211 9.371 9.268 Sumber data : Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan
Jumlah nelayan yang berada di PPS Belawan berdasarkan alat tangkap setiap tahun mengalami peningkatan. Dan jenis alat tangkap yang paling dominan yang digunakan oleh nelayan di PPS Belawan adalah alat tangkap pukat cincin (purse seine). Jumlah nelayan berdasarkan alat tangkap di PPS Belawan dapat
dilihat pada Gambar 6.
100 5.100 10.100 15.100 20.100 25.100 Lempara dasar Pukat ikan Pukat cincin Jaring insang Pancing Ju m lah n e layan ( or an g) 2010 2011 2012
Komposisi Hasil Tangkapan Purse Seine
Komposisi hasil tangkapan ikan yang didaratkan di Belawan yang menggunakan alat tangkap purse seine dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7. Produksi per jenis ikan tahun 2007-2012
Jenis-jenis ikan yang menjadi tangkapan utama dari alat tangkap purse
seine adalah jenis ikan pelagis. Ikan yang menjadi tangkapan purse seine adalah
ikan layang, selar, tembang, kembung, tenggiri, layur, tongkol, teri dan tetenggek. Grafik perkembangan harga ikan hasil tangkapan purse seine dapat dilihat pada
Gambar 8.
Gambar 8. Perkembangan harga tiap jenis ikan/kg 100 1100 2100 3100 4100 5100 6100 7100 8100 9100 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Pr o duks i( T o n) Layang Selar Tembang Kembung Tenggiri Layur Tongkol Teri Tetenggek 1.000 11.000 21.000 31.000 41.000 2007 2008 2009 2010 2011 2012 H ar ga I k an ( R p /K g) Layang Selar Tembang Kembung Tenggiri Layur
Harga ikan yang menjadi tangkapan purse seine mengalami fluktuasi
setiap tahunnya. Harga ikan yang mengalami peningkatan kenaikan harga yang tinggi yaitu pada ikan tenggiri.
Hasil tangkapan ikan berdasarkan musimnya pada tahun 2007-2012 berdasarkan alat tangkap yang terdapat di belawan, yaitu purse seine, pukat ikan,
pancing, jaring insang dan lempara dasar. Hasil tangkapan purse seine selama 6
tahun dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9. Tangkapan purse seine
Pada alat tangkap purse seine hasil tangkapan yang paling banyak terjadi
pada musim timur yaitu sebesar 39.010 ton. Hasil tangkapan pukat ikan selama 5 tahun dapat dilihat pada Gambar 10.
32.167 36.663 39.010 35.597
Purse Seine
Musim Barat Peralihan I Musim Timur Peralihan II 24.259 27.793 27.938 25.113Pukat Ikan
Musim Barat Peralihan I Musim Timur Peralihan IIPada alat tangkap pukat ikan hasil tangkapan yang paling banyak terjadi pada musim timur sebesar 27.938 ton. Hasil tangkapan pancing selama 5 tahun dapat dilihat pada Gambar 11.
Gambar 11. Tangkapan Pancing
Pada alat tangkap pancing hasil tangkapan yang paling banyak terjadi pada musim peralihan I sebesar 391 ton. Hasil tangkapan Jaring Insang selama 5 tahun dapat dilihat pada gambar 12.
Gambar 12. Tangkapan Jaring Insang
250 391 344 333
Pancing
Musim Barat Peralihan I Musim Timur Peralihan II 937 1289 1327 545Jaring Insang
Musim Barat Peralihan I Musim Timur Peralihan IIPada alat tangkap jaring insang hasil tangkapan yang paling banyak terjadi pada musim timur sebesar 1327 ton. Hasil tangkapan Lempara dasar dapat dilihat pada Gambar 13.
Gambar 13. Tangkapan Lempara Dasar
Pada alat tangkap lempara dasar hasil tangkapan yang paling banyak terjadi pada musim timur sebesar 17.920 ton.
Aspek Biologi
Tujuan dari penangkapan dari purse seine adalah ikan pelagis. Pada
pengoperasian purse seine di PPSB sebagian kapal purse seine menggunakan alat
bantu rumpon dan lampu dan dilakukan pada malam hari, yang menyebabkan ikan-ikan yang tertangkap adalah ikan yang bersifat phototaxis positive dan ikan
pemangsa ikan phototaxis positive. Jenis-jenis ikan yang tertangkap oleh purse
seine didominasi oleh ikan pelagis kecil dan ikan pelagis besar.
Secara umum produksi terus mengalami peningkatan selama 6 tahun terakhir (2007-2012) sehingga ketersediaan produksi ikan pelagi sakan terus
15.752 16.497 17.920 17.531
Lempara Dasar
Musim Barat Peralihan I Musim Timur Peralihan IIpada potensi sumberdaya ikan berkurang dan terjadinya overfishing. Penanganan
yang diperlukan antara lain berupa pengurangan upaya penangkapan, pengawasan terhadap hasil tangkapan dan melindungi ikan selama musim pemijahan serta mencegah penangkapan selama periode pembesaran anak-anak ikan.
Aspek Teknis
Purse seine merupakan alat tangkap yang bersifat aktif, yaitu mencari
gerombolan ikan. Pengoperasian purse seine membutuhkan 30-40 orang pada saat
menaikkan dan menurunkan jaring. Alat bantu yang digunakan dalam pengoperasian purse seine mempermudah para ABK dalam melakukan
pengoperasian alat. Alat bantu tersebut cukup efektif dan efisien dalam penggunaannya karena dengan adanya alat bantu tersebut pengoperasian purse
seine menjadi lebih cepat dan meringankan beban ABK. Sebagai contoh dalam
penarikan tali kolor (purse line) dibantu dengan menggunakan gardan (winch)
sehingga penarikannya lebih cepat dan mudah serta para ABK tidak membutuhkan tenaga yang besar untuk menarik jaring tersebut.
Aspek Sosial dan Ekonomi
Purse seine merupakan alat tangkap yang menyerap tenaga kerja yang
banyak yaitu sekitar 30-40 orang per kapal dan ukuran kapalnya cukup besar. Banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan tersebut dapa mengurangi tingkat pengangguran di daerah tersebut. Usaha perikanan purse seine merupakan usaha
yang menjanjikan keuntungan cukup besar karena produktivitasnya yang tinggi dan memiliki jangkauan operasi penangkapan yang cukup jauh, sehingga
memiliki kemungkinan yang besar untuk mendapatkan hasil tangkapan yang banyak.
Orang-orang yang ingin bekerja menjadi ABK purse seine tidak perlu
memiliki ijazah pendidikan yang tinggi sehingga usaha ini dapat dijadikan alternatif bagi orang yang ingin bekerja tetapi tidak memiliki tingkat pendidikan yang tinggi.
Analisis Data
Hasil tangkapan per upaya penangkapan (CPUE)
Kurva produktivitas hasil tangkapan purse seine dapat dilihat pada
Gambar 14.
Gambar 14. Kurva produktivitas unit penangkapan purse seine
Produktivitas tertinggi terjadi pada tahun 2009 dan terendah terjadi pada tahun 2007. Namun terjadi penurunan lagi pada tahun 2010, dan meningkat di tahun 2011. 0 500 1.000 1.500 2.000 2.500 3.000 3.500 4.000 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Pr o dukt iv it a s ( T o n/T r ip/T a hun)
Kurva Produktivitas
Kurva ProduktivitasAnalisis Usaha
Investasi yang dibutuhkan untuk usaha unit penangkapan purse seine
adalah sebesar Rp 2.230.000.000 yang digunakan untuk pembelian kapal, mesin, alat tangkap, lampu pemikat dan perlengkapan lain seperti keranjang ikan, tangki bahan bakar solar,dll.
Berdasarkan perhitungan didapat nilai R/C sebesar 1,152. Hal ini menunjukkan bahwa nilai R/C > 1 yang berarti bahwa usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini adalah sebesar Rp 373.105.610 dan nilai payback period sebesar 5,977
Pembahasan
Jenis-jenis alat tangkap PPS Belawan
Jenis alat tangkap yang terdapat di PPS Belawan adalah lampara dasar (Demersal danish seine), pukat ikan (Fish net), pukat cincin (Purse seine), jaring
insang (Insang gillnets) dan pancing (Hook and lines). Alat tangkap yang paling
dominan digunakan adalah purse seine sebanyak 231 unit pada tahun 2012,
lampara dasar 139 unit, pukat ikan 111 unit, jaring insang 57 unit dan pancing 3 unit. Namun, pukat cincin mengalami penurunan jika dipersentasekan pada tahun 2007-2012 sebesar 0,5% dan mengalami kenaikan lagi pada tahun 2011-2012 menjadi 2,7%. Jaring insang 6,1% pada tahun 2007-2012 dan mengalami penurunan pada tahun 2011-2012 menjadi 5,6%. Lampara dasar 8,2% pada tahun 2007-2012 dan mengalami penurunan sebesar -9,7% pada tahun 2011-2012. Pukat ikan dan pancing sama-sama mengalami penurunan drastis pada tahun 2007-2012 sebesar -5,1% dan -2,5%.
Pukat cincin merupakan alat tangkap yang ramah lingkungan, karena pengoperasiannya yang berada di tengah perairan dan tidak merusak karang hal ini sesuai dengan Nanlohy (2013) yang menyatakan bahwa pukat cincin termasuk alat tangkap yang harus diperhitungkan terhadap penilaian kriteria ramah lingkungan. Oleh karena alat ini, hasil tangkapannya berkualitas tinggi, tidak membahayakan nelayan, produknya tidak membahayakan konsumen.
Nelayan PPS Belawan
cincin, pukat ikan, lempara dasar, jaring insang dan pancing. Dari keseluruhan alat tangkap, nelayan yang paling banyak yaitu nelayan yang menggunakan alat tangkap pukat cincin, pukat ikan, lempara dasar, jaring insang dan yang paling terkecil dengan alat tangkap pancing.
Pemanfaatan sumberdaya perikanan di PPS Belawan sebagian besar dilakukan oleh nelayan. Alat tangkap pukat cincin adalah alat tangkap yang paling dominan di PPS Belawan dan jumlah nelayan purse seine merupakan
jumlah nelayan yang terbesar di PPS Belawan. Perkembangan rata-rata keseluruhan nelayan di PPS Belawan pada periode 2007-2012 sebesar 2,9%.
Total keseluruhan nelayan di PPS Belawan terjadi penurunan pada tahun 2012 dari 9.371 menjadi 9.268 hal ini dikarenakan wilayah penangkapan ikan yang semakin jauh dan hasil tangkapan yang mengalami penurunan setiap tahunnya.
Nelayan purse seine merupakan nelayan terbanyak yang berada di PPS
Belawan dan beberapa kota besar yang berada di Indonesia hal ini sesuai dengan Iriana (2012) yang menyatakan bahwa alat tangkap purse seine atau jaring lingkar
sebagai alat tangkap yang paling banyak digunakan oleh nelayan untuk menangkap ikan pelagis seperti lemuru.
Komposisi Hasil Tangkapan Purse Seine
Produksi ikan di PPS Belawan bersumber dari hasil tangkapan kapal-kapal ikan milik pengusaha. Hasil tangkapan utama alat tangkap purse seine adalah
ikan-ikan pelagis seperti layang, kembung, selar, tembang, tongkol dan tenggiri. Hasil tangkapan lainnya merupakan hasil tangkapan sampingan. Jenis ikan yang
tertangkap tersebut kemungkinan merupakan ikan-ikan yang bersifat phototaxis
positif hal ini sesuai dengan Rosyidah (2011) yang menyatakan bahwa ikan-ikan
yang bersifat phototaxis positif secara berkelompok akan beraksi terhadap
datangnya cahaya dengan mendatangi arah datangnya cahaya dan berkumpul di sekitar cahaya pada jarak dan rentang waktu yang tertentu.
Produksi perikanan laut menurut jenis ikan dengan menggunakan alat tangkap purse seine selama periode 2007-2012 mengalami fluktuasi, hal ini dapat
terlihat pada Gambar 9. Hasil tangkapan yang paling dominan pada tahun 2007 yaitu ikan layang sebesar 3.724 ton, selar sebesar 3.270 ton, kembung sebesar 3.147 ton, tetenggek sebesar 1.827 ton, layur sebesar 1.660 ton, teri sebesar 1.477 ton, tenggiri sebesar 1.260 ton, tongkol sebesar 1.062 ton dan tembang sebesar 872 ton dengan total produksi 18.299 ton.
Pada tahun 2008 ikan yang paling dominan tertangkap yaitu ikan selar 3.801 ton, dan ikan yang paling sedikit tertangkap yaitu ikan tongkol sebesar 373 ton. Pada tahun 2009 ikan yang paling dominan tertangkap yaitu ikan kembung sebesar 6.200 ton dan ikan yang paling sedikit tertangkap yaitu ikan tongkol sebesar 843 ton dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan hasil tangkapan tahun 2008. Pada tahun 2010 ikan yang paling dominan tertangkap yaitu ikan layang sebesar 5.199 ton dan ikan yang paling sedikit tertangkap yaitu ikan layur sebesar 938 ton. Pada tahun 2011 dan 2012 ikan yang paling dominan tertangkap yaitu ikan teri sebesar 7.230 ton dan 7.544 ton, sedangkan yang paling sedikit tertangkap yaitu ikan tongkol sebesar 668 ton dan 965 ton. Total produksi yang paling tinggi terjadi pada tahun 2011 dengan total produksi 26.417 ton, lalu pada
24.318 ton, tahun 2010 dengan total produksi 24.175 ton, tahun 2008 dengan total produksi 19.503 ton dan yang terkecil pada tahun 2007 dengan total produksi 18.299 ton.
Jenis ikan yang tertangkap oleh alat tangkap pukat cincin yaitu ikan pelagis yang hidupnya bergerombol sesuai dengan Genisa (1998) menyatakan bahwa ikan oelagis kecil (layang, lemuru, tembang, kembung, selar dan ekor kuning) pada umumnya hidup bergerombol. Cara hidup yang demikian ini dimanfaatkan oleh nelayan untuk memudahkan menangkapnya dengan bantuan alat tangkap pukat cincin (purse seine).
Perkembangan harga ikan yang menjadi hasil tangkapan purse seine juga
mengalami fluktuasi setiap tahunnya. Jenis ikan yang paling tinggi harga jualnya adalah ikan tenggiri, kembung, teri, layang, tongkol, selar, tetenggek dan layur dan tembang.
Produksi Dapat disimpulkan bahwa hasil tangkapan alat tangkap purse
seine berupa ikan-ikan pelagis, seperti ikan layang, selar, tembang, kembung,
tenggiri, layur, tongkol, teri dan tetenggek. Sesuai dengan Ayodhyoa (1981), ikan yang menjadi tujuan penangkapan purse seine adalah ikan-ikan pelagis yang
berkelompok (pelagic schoaling species).
Terdapat 4 musim penangkapan di perairan Belawan, yaitu musim barat (desember-februari), musim peralihan I (maret-mei), musim timur (juni- agustus) dan musim peralihan II (september-november). Hasil tangkapan yang paling menunjukkan banyaknya ikan yang tertangkap yaitu pada musim timur (juni- agustus).
Hasil Tangkapan Per Upaya Penangkapan (CPUE)
Tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan tangkap dengan alat tangkap purse seine di PPSB pada tahun 2007 memproduksi 18.299 ton., dengan upaya
penangkapan 7.542 dan CPUE 2,426. Pada tahun 2008 produksinya meningkat menjadi 19.503 ton dengan upaya penangkapan 7.425 dan CPUE 2,626. Pada tahun 2009 produksi semakin meningkat 24.318 ton dengan upaya penangkapan 7.725 dan CPUE 3,147. Pada tahun 2010 produksi menurun dari tahun 2009 24.175 ton dan upaya penangkapan 9.175 dan CPUE 2,634. Pada tahun 2011 produksi meningkat lagi 26.417 ton dengan upaya penangkapan 9.022 dan CPUE 2,928. Pada tahun 2012 produksi menurun dari tahun 2011 25.908 ton dengan upaya penangkapan 8.808 dan CPUE 2,94.
Analisis Usaha
Usaha perikanan alat tangkap purse seine di PPSB ini menguntungkan.
jumlah investasi yaitu sebesar Rp 2.230.000.000 dan jumlah keuntungan sebesar Rp 373.105.610. TotalR/C didapat dari total penerimaan dibagi total biaya. Nilai R/C yaitu1,152. Jika R/C >1 berarti usaha tersebut layak. Sesuai dengan Hidayat (2004), nilai R/C >1 yang berarti bahwa usaha tersebut menguntungkan dan layak untuk dikembangkan.