• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil

Pemberian EM4

Dari hasil penelitian yang dilakukan, secara umum diperoleh bahwa pemberian EM4 berpengaruh terhadap perbandingan C/N, pH, kadar air, rendemen kompos. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 . Pengaruh pemberian EM4 terhadap perbandingan C/N, pH, kadar air dan rendemen kompos.

Perlakuan C/N pH Kadar Air (%) Rendemen (%)

S1 = 15 gr 10,54 6,43 39,99 47,78

S2 = 20 gr 10,16 6,38 39,97 55,00

S3 = 25 gr 9,11 6,74 39,62 62,11

Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa pada perbandingan C/N tertinggi terdapat pada perlakuan S1 yaitu sebesar 10,54 dan terendah pada S3 yaitu sebesar 9,11. Pada parameter nilai pH kompos, pH tertinggi terdapat pada S3 sebesar 6,74 dan terendah pada perlakuan S2 sebesar 6,38. Dan pada kadar air, kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan S1 sebesar 39,99 % dan terendah pada perlakuan S3 sebesar 39,62 %. Sedangkan pada parameter rendemen, rendemen terbesar terdapat pada perlakuan S3 sebesar 62,11 % dan terendah terdapat pada perlakuan S1 sebesar 47,78 %.

Dari tabel diatas secara umum dapat dilihat bahwa dengan semakin besarnya dosis starter yang diberikan maka rasio C/N dari kompos akan semakin rendah, kadar air akan semakin rendah dan rendemen akan semakin tinggi.

Pembalikan

Pengaruh intensitas pembalikan terhadap parameter yang diamati dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 . Pengaruh Intensitas pembaliakan terhadap perbandinagn C/N, pH, kadar air dan rendemen kompos.

Perlakuan C/N pH Kadar Air (%) Rendemen (%)

P1 = 2 hari 10,18 6,44 39,67 53,11

P2 = 3 hari 10,12 6,58 39,74 54,56

P3 = 4 hari 9,50 6,53 40,18 57,22

Dari Tabel 5 dapat diketahui bahwa pada perbandingan C/N tertinggi terdapat pada perlakuan P1 sebesar 10,18 dan terendah pada P3 sebesar 9,50. Pada parameter nilai pH kompos, pH tertinggi terdapat pada P2 sebesar 6,58 dan terendah pada perlakuan P1 sebesar 6,44. Dan pada kadar air, kadar air tertinggi terdapat pada perlakuan P3 sebesar 40,18 % dan terendah pada perlakuan P1 sebesar 39,67 %. Sedangkan pada parameter rendemen, rendemen terbesar terdapat pada perlakuan P3 sebesar 57,22 % dan terendah terdapat pada perlakuan P1 sebesar 53,11 %.

Untuk menganalisis tingkat perbedaan berbagai dosis pemberian EM4 dan Intensitas pembalikan terhadap parameter yang diamati, maka dilakukan uji statistik lebih lanjut dengan hasil sebagai berikut.

Perbandingan C/N

Pengaruh pemberian EM4

Dari daftar sidik ragam pada Lampiran 3. Dapat diketahui bahwa pemberian EM4 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap perbandingan C/N. Hasil pengujian dengan least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa

pengaruh pemberian EM4 terhadap perbandingan C/N untuk tiap tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7. Uji LSR efek utama pengaruh pemberian EM4 terhadap perbandingan C/N kompos

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - S1 10,54 a A

2 0,8739 1,1976 S2 10,16 a A

3 0,9181 1,2564 S3 9,11 b AB

Keterangan: Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%.

Dari Tabel 7 dapat di ketahui bahwa perlakuan S1 berbeda berbeda tidak nyata dengan dengan S2 dan berbeda nyata dengan S3, sedangkan S2 berbeda nyata dengan S3.

Hubungan pemberian EM4 dengan perbandingan C/N kompos dapat dilhat pada Gambar 1 berikut.

z  

Gambar 1. Hubungan Dosis EM4 terhadap C/N kompos

Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa semakin banyak dosis EM4 yang diberikan pada proses pengomposan maka C/N kompos akan semakin rendah. Hal ini dapat dilihat dengan dosis EM4 sebanyak 15 gr diperoleh C/N kompos sebesar 10,54 dan pada dosis EM4 sebanyak 20 gr dieroleh C/N sebesar 10,16. Sedangkan pada dosis EM4 sebanyak 25 gr diperoleh C/N sebanyak 9,11.

Hal ini diduga dengan semakin banyaknya dosis EM4 yang diberikan maka proses pengomposan akan lebih cepat sehingga rasio C/N kompos lebih rendah. Hal ini sesuai dengan literatur Yuwono (2005) yang menyebutkan umumnya masalah utama pengomposan adalah kadar rasio C/N yang tinggi. Untuk menurunkan rasio C/N diperlukan perlakuan khusus, misalnya menambahkan mikroorganisme selulotik atau dengan menambahkan kotoran hewan, karena kotoran hewan mengandung banyak senyawa nitrogen.

Hal ini diperkuat juga oleh pernyataan Djuarnani, dkk., (2005) yang menyebutkan bahwa dengan semakin banyaknya jumlah mikroorganisme maka proses pengomposan diharapkan akan semakin cepat. Jumlah mikroorganisme fermentasi di dalam EM4 sangat banyak, sekitar 80 genus. Mikroorganisme tersebut dipilih yang dapat bekerja efektif dalam memfermentasikan bahan organik. Dengan semakin banyaknya EM4 yang diberikan maka proses perombakan bahan organik akan lebih cepat dilakukan.

Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa kompos yang baik itu mempunyai rasio C/N antara 10-20 misalnya pada literatur Damanhuri dan Padmi (2007) yang menyebut harga C/N tanah adalah 10-20, sehingga bahan – bahan yang mempunyai nilai C/N mendekati C/N tanah dapat langsung digunakan. Dari literatur itu dapat disimpulkan bahwa pada perlakuan S1 dan S2 dapat merupakan kompos yang baik karena masuk pada kriteria dari yang disebutkan itu, sedangkan pada perlakuan S3 mempunyai hasil dibawah dari yang disebutkan.

Pengaruh Intensitas Pembalikan

Dari analisis sidik ragam (Lampiran 3) dapat diketahui bahwa intensitas pembalikan berbeda tidak nyata terhadap perbandingan C/N kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

Pengaruh interaksi pemberian EM4 dan intensitas pembalikan

Dari Daftar Sidik ragam (lampiran 3) dapat diketahui bahwa interaksi perlakuan pemberian EM4 dam pembalikan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap perbandingan C/N kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

pH

Pengaruh pemberian EM4

Dari daftar sidik ragam pada lampiran 5. Dapat diketahui bahwa pemberian EM4 memberikan pengaruh nyata terhadap nilai pH. Hasil pengujian dengan least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa pengaruh pemberian EM4 terhadap pH untuk tiap tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Uji LSR efek utama pengaruh pemberian EM4 terhadap pH kompos

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - S2 6,38 a A

2 0,2891 0,3962 S1 6,43 a A

3 0,3037 0,4157 S3 6,74 b AB

Keterangan: Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%.

Dari Tabel 8 diatas dapat dilihat bahwa perlakuan S1 berbeda tidak nyata dengan perlakuan S2 dan berbeda nyata dengan perlakuan S3. Sedangkan perlakuan S2 berbeda nyata dengan perlakuan S3.

Hubungan pemberian EM4 dengan pH kompos dapat dilhat pada Gambar 2 berikut.

  Gambar 2. Hubungan dosis EM4 dengan pH kompos

Dari gambar diatas dapak kita lihat bahwa terjadi penurunan pH pada perlakuan S2 dari S1 dan peningkatan pH pada perlakuan S3. Diduga ada pengaruh pemberian dosis EM4 terhadap keasaman (pH) pada proses pengomposan. Djuarnani dkk (2005) mengatakan derajat keasaman pada awal proses pengomposan akan mengalami penurunan karena sejumlah mikroorganisme yang terlibat dalam pengomposan mengubah bahan organik menjadi asam organik. Pada proses selanjutnya, mikroorganisme dari jenis yang lain akan mengkonversi asam organik yang telah terbentuk sehingga derajat keasaman yang tinggi dan mendekati netral.

Intensitas Pembalikan

Dari analisis sidik ragam (Lampiran 5) dapat diketahui bahwa intensitas pembalikan berbeda tidak nyata terhadap pH kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

Pengaruh interaksi pemberian EM4 dan intensitas pembalikan

Dari Daftar Sidik ragam (lampiran 5) dapat diketahui bahwa interaksi perlakuan pemberian EM4 dan pembalikan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap pH kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

Kadar Air

Pengaruh pemberian EM4

Dari analisis sidik ragam (Lampiran 7) dapat diketahui bahwa pemberian EM4 berbeda tidak nyata terhadap kadar air kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

Intensitas Pembalikan

Dari analisis sidik ragam (Lampiran 7) dapat diketahui bahwa intensitas pembalikan berbeda tidak nyata terhadap kadar air kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

Pengaruh interaksi pemberian EM4 dan intensitas pembalikan

Dari Daftar Sidik ragam (Lampiran 7) dapat diketahui bahwa interaksi perlakuan pemberian EM4 dam pembalikan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap kadar air kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

 

Rendemen

Pengaruh pemberian EM4

Dari daftar sidik ragam pada Lampiran 9. Dapat diketahui bahwa pemberian EM4 memberikan pengaruh sangat nyata terhadap rendemen kompos. Hasil pengujian dengan least signifikan range (LSR) menunjukkan bahwa

pengaruh pemberian EM4 terhadap rendemen kompos untuk tiap tiap perlakuan dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Uji LSR efek utama pengaruh pemberian EM4 terhadap rendemen kompos

Jarak LSR

Perlakuan Rataan Notasi

P 0,05 0,01 0,05 0,01

- - - S1 47,78 a A

2 5,7726 7,9107 S2 55,00 b AB

3 6,0642 8,2994 S3 62,11 c B

Keterangan: Notasi yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan berbeda nyata pada taraf 5% dan sangat nyata pada taraf 1%.

Dari Tabel 9 diatas dapat dilihat bahwa perlakuan S1 berbeda nyata dengan perlakuan S2 dan berbeda sangat nyata dengan perlakuan S3, sedangkan S2 berbeda nyata dengan perlakuan S3.

Hubungan pemberian EM4 dengan Rendemen kompos dapat dilhat pada Gambar 3 berikut.

Gambar 3. Hubungan Dosis EM4 dengan rendemen kompos

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa semakin banyak dosis EM4 pada proses pengomposan maka rendemen kompos yang dihasilkan semakin besar. Hal ini dapat dilihat dengan dosis EM4 sebanyak 15 gr diperoleh rendemen sebanyak 47,78 %, dosis EM4 sebanyak 20 gr diperoleh rendemen 55 %, sedangkan pada dosis EM4 sebanyak 25 gr diperoleh rendemen sebanyak 62,11 %.

Diduga dengan semakin bertambahnya dosis EM4 yang digunakan semakin banyak rendemen yang dihasilkan. Dengan semakin banyaknya dosis EM4 yang diberikan maka proses perombakan akan lebih mudah dan pada tahap penyaringan maka akan lebih banyak hasil yang telah terdekomposisi oleh aktivator tersebut.

Intensitas Pembalikan

Dari analisis sidik ragam (Lampiran 9) dapat diketahui bahwa intensitas pembalikan berbeda tidak nyata terhadap rendemen kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

Pengaruh interaksi pemberian EM4 dan intensitas pembalikan

Dari Daftar Sidik ragam (Lampiran 9) dapat diketahui bahwa interaksi perlakuan pemberian EM4 dam pembalikan memberikan pengaruh berbeda tidak nyata terhadap rendemen kompos sehingga pengujian tidak dilanjutkan.

.

Pebandingan Analisis Kompos dari Serasah Daun dengan SNI Tabel 10. Perbandingan analisis kompos dari serasah daun dengan SNI

Parameter Perlakuan SNI

S1P1 S1P2 S1P3 S2P1 S2P2 S2P3 S3P1 S3P2 S3P3 Min Maks

C/N 10.78 10.56 10.29 10.23 10.88 9.35* 9.53* 8.92* 8.81* 10 20

Kadar Air (%) 39.21 40.46 40.29 40.24 39.21 40.47 39.55 39.54 39.77 - 50

pH 6.36* 6.47* 6.47* 6.24* 6.28* 6.62* 6.71* 6.98 6.51* 6.8 7.49

Keterangan: * Tidak memenuhi standar mutu SNI              

Dari hasil analisis laboratorium, nilai C/N Kompos yang dihasilkan berkisar dari 8.81 sampai 10.88. Ada beberapa perlakuan yang masuk pasa kriteria SNI yaitu pada perlakuan S1P1, S1P2, S1P3, S2P1 dan S2P2. Pada pengujian

kadar air nilai kadar air berkisar dari 39,21 % sampai 40,47 %, semua perlakuan masuk pada standar SNI.

Sedangkan pada pengujian pH, nilai pH pengujian berkisar dari 6.24 sampai 6.98. hanya satu perlakuan yang masuk pada kriteria SNI yaitu S3P2. Memang dari hasil analisis tidak ada satupun yang memenuhi tiga kriteria itu secara keseluruhan, tapi rata-rata perlakuan sudah mendekati SNI. Dari Hasil diatas dapat dilihat bahwa serasah daun dimanfaatkan menjadi kompos dengan kombinasi perlakuan S1P1, S1P2, S1P3, S2P1, S2P2 secara umum memenuhi standar Nasional Indonesia nomor 19-7030-2004, kecuali pada parameter pH.

Dokumen terkait