• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari data hasil penelitian ini dapat dianalisis beberapa hal antara lain sebagai berikut:

Data

Tabel 1 Deskripsi peubah

Peubah Kategori Frekuensi Persen

Respon (y) y=0 (tidak) 62 65%

y=1 (ya) 33 35%

Jenis Kelamin (x1) Laki-laki 38 40%

Perempuan 57 60%

Pendidikan Ibu (x2) SMA 33 35%

D3 13 14%

S1 32 34%

S2 10 10%

S3 7 7%

Pendidikan Ayah (x3) SMA 21 22%

D3 6 6%

S1 31 33%

S2 29 31%

S3 8 8%

Akses internet dengan laptop (x4

Milik sendiri )

83 87%

Keluarga/Teman 12 13%

Tidak pernah menggunakan “laptop”

0 0%

Akses internet dengan

smartphone (x5

Milik sendiri )

79 83%

Keluarga/Teman 4 4%

Tidak pernah menggunakan

smartphone

12 13%

Cara koneksi ke internet Modem 19 20%

(x6) Wifi sekolah 76 80%

Waktu tidur malam (x7) Di atas jam 23:00 55 58%

Sebelum jam 23:00 40 42%

Pengawasan orang Sangat ketat 16 17%

dewasa (x8) Ketat 53 56%

Longgar 26 27%

Sangat longgar 0 0%

Berdasarkan Tabel 1 proporsi responden yang menjawab ya adalah 35 %, responden perempuan 60% sementara responden laki-laki 40%. Pendidikan ibu didominasi lulusan SMA yaitu 35%, lulusan S1 34%, sisanya lulusan D3, S2 dan

12

Contoh yang digunakan dalam penelitian ini diambil dengan metode contoh acak sederhana dengan ukuran populasi 125. Penelitian ini juga untuk menduga proporsi populasi yang mengakses situs porno, maka ukuran contoh yang akan diambil adalah (Scheaffer et al., 1990):

(13) dengan adalah ukuran contoh yang akan diambil, adalah ukuran populasi,

*

π

adalah proporsi populasi yang mempunyai karakter sensitif yang diketahui dari penelitian sebelumnya (jika tidak diketahui maka π* =0,5), adalah batas kesalahan penarikan contoh (dalam hal ini 0,05). Sehingga ukuran contoh yang diambil adalah 95.

Metode Penelitian

Dengan pertimbangan Stem & Steinhorst, penelitian ini menggunakan model forced response. Untuk peubah respon besarnya peluang responden menjawab pertanyaan sensitif yang digunakan mengacu pada B ckenholt & van der Heijden (2007) yaitu adalah .

Di dalam sebuah ruangan disediakan sebuah kotak yang berisi 9 bola biru, 1 bola kuning dan 2 bola merah. Responden secara acak mengambil satu bola di dalam kotak tersebut dan tidak memberitahukan hasil warna bola yang terambil kepada siapapun termasuk pewawancara. Jika bola yang terambil berwarna merah maka responden (tanpa pertanyaan) langsung menjawab ya. Jika bola yang terambil berwarna kuning maka responden (tanpa pertanyaan) langsung memberikan jawaban tidak. Jika bola yang terambil warna biru, maka responden harus menjawab pertanyaan pernah atau tidaknya mengakses situs porno dalam tiga bulan terakhir, dengan jawaban ya/tidak.

Proposi bola biru merupakan proporsi yang terbesar dengan tujuan untuk mengarahkan responden mendapatkan pertanyaan yang sensitif. Proporsi bola merah yang mengarahkan responden langsung menjawab ya lebih besar dari pada proporsi bola kuning dengan maksud peluang responden langsung menjawab ya tanpa pertanyaan lebih besar dari pada peluang responden langsung menjawab

13

menjadi lebih nyaman untuk mengikuti survei. Ilustrasi dari teknik ini seperti pada Gambar 5. Peubah respon y ya tidak ya tidak p=9/12 π* r=1/12 q=2/12

Dalam tiga bulan terakhir ini saya pernah dengan sengaja

mengakses situs porno

π

Gambar 5 Teknik respon teracak model Forced Response yang digunakan dalam penelitian

Atribut sensitif diperlakukan sebagai peubah respon yang berskala biner, Y = 1 jika responden menjawab ya dan Y = 0 jika responden menjawab tidak. Dengan (peluang responden menjawab pertanyaan sensitif dalam hal ini pernah/tidaknya responden mengakses situs porno dalam tiga bulan terakhir)

(peluang responden langsung menjawab ya, tanpa pertanyaan), (peluang responden langsung menjawab tidak, tanpa pertanyaan),

Peluang responden yang memberikan respon ya adalah (Maddala, 1983): adalah proporsi responden yang memberikan respon ya, adalah proporsi responden

yang memberikan respon ya pada pertanyaan sensitif.

(14) Peluang responden yang memberikan respon ya pada pertanyaan sensitif , dapat

diperoleh dari

(15) , dan yang telah diketahui (Maddala, 1983):

Substitusi persamaan (15) ke persamaan (6) diperoleh:

14

Pendugaan parameter dapat dilakukan dengan metode kemungkinan maksimum. Fungsi log kemungkinan dari parameter dengan syarat y adalah (Maddala, 1983):

(19) Turunan fungsi log kemungkinan terhadap parameter adalah (Maddala, 1983):

(20)

Turunan kedua dari adalah:

(21)

Iterasi diperoleh dengan menentukan nilai awal , misalnya , dan penduga adalah (Maddala, 1983):

(22)

Dengan (23)

Prosedur logit tersembunyi menduga parameter sehingga dari hasil tersebut dapat dikembalikan ke model pendugaan logit biasa yaitu (Maddala, 1983)

(24) Untuk menghindari respon bias, sebelum pengambilan data peneliti memberi gambaran/penjelasan kepada responden tentang prosedur dari survei yang akan dilaksanakan, sehingga responden benar-benar memahami dan yakin bahwa teknik respon teracak dapat menjamin keterangan yang diberikan. (Fox & Tracy, 1986)

16

S3. Pendidikan ayah didominasi lulusan S1 yaitu 33%, lulusan S2 31%, sisanya lulusan SMA, S3 dan D3. Sebanyak 87% responden mengakses internet menggunakan laptop milik sendiri, 13% dari responden mengakses internet menggunakan laptop anggota keluarga/teman. Sebanyak 83% dari responden mengakses internet menggunakan smartphone milik sendiri, 13% tidak pernah menggunakan smartphone dalam mengakses internet dan 4% menggunakan

smartphone milik anggota keluarga/teman. Cara koneksi ke internet 80 % melalui

wifi sekolah dan 20% responden menggunakan modem sendiri. Dari seluruh responden, 58% tidur malam diatas jam 23:00 WIB, sisanya sebelum jam 23:00 WIB. Sebanyak 56% responden merasa pengawasan orang dewasa ketat, 27% responden merasa pengawasan orang dewasa longgar.

Pendugaan Logit tersembunyi

Dari data yang diperoleh proporsi responden yang menjawab ya adalah . Substitusi ke persamaan (15) diperoleh penduga proporsi populasi yang mengakses situs orang dewasa adalah atau 24%.

Tabel 1 merupakan hasil dari pendugaan logit tersembunyi dengan persamaan logit tersembunyi adalah:

Tabel 2 Penduga parameter logit tersembunyi

parameter penduga SE Wald p

bo -24.62 11.79 4.36 0.04*) b1 -4.83 2.27 4.52 0.03 b *) 2.38 2 1.14 4.37 0.04 b *) -0.13 3 0.60 0.05 0.83 b4 5.47 2.61 4.39 0.04 b *) -0.89 5 0.85 1.09 0.30 b6 7.76 3.82 4.13 0.04 b *) 0.17 7 1.42 0.01 0.90 b8 1.24 1.00 1.54 0.22

17

Untuk melihat peranan peubah penjelas di dalam model secara bersama-sama digunakan uji rasio kemungkinan yaitu uji G. Dengan menggunakan statistik uji diperoleh dengan . Jika digunakan

maka ditolak, artinya model layak untuk digunakan.

Untuk melihat masing-masing parameter βi di dalam model digunakan uji Wald. Dari Tabel 2 menunjukkan penduga parameter untuk peubah jenis kelamin adalah -4.83 dengan p = 0.03 maka peubah jenis kelamin berpengaruh signifikan dalam model. Untuk peubah pendidikan ibu diperoleh p = 0.04, maka peubah pendidikan ibu berpengaruh signifikan dalam model. Untuk peubah kepemilikan laptop dan cara koneksi ke internet diperoleh p = 0.04 dan p = 0.04, hal ini menunjukkan kepemilikan laptop dan cara koneksi ke internet berpengaruh signifikan di dalam model. Sedangkan untuk peubah pendidikan ayah, kepemilikan smartphone, jam tidur malam, dan pengawasan orang dewasa diperoleh p yang lebih besar dari 0.05, oleh karena itu pendidikan ayah, kepemilikan smartphone, jam tidur malam, dan pengawasan orang dewasa tidak berpengaruh signifikan di dalam model.

Peduga odds ratio yang diperoleh untuk peubah jenis kelamin (laki-laki) adalah 0.01. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan siswa laki-laki mengakses situs porno 0.01 kali dibandingkan siswa perempuan. Untuk peubah pendidikan ibu (lulusan SMA), penduga odds ratio yang diperoleh adalah 10.8. Hal ini menunjukkan kecenderungan siswa yang pendidikan ibunya lulusan SMA untuk mengakses situs porno adalah 10.8 kali siswa yang pendidikan ibunya lulusan selain SMA. Penduga odds ratio untuk peubah kepemilikan laptop adalah 237. Hal ini menunjukkan siswa yang menggunakan laptop sendiri mempunyai kecenderungan mengakses situs porno 237 kali menggunakan laptop bukan milik sendiri. Untuk peubah cara koneksi ke internet menggunakan modem sendiri memiliki kecederungan mengakses situs porno 2.344 kali dibandingkan dengan koneksi ke wifi sekolah.

18

Dokumen terkait