4.1. Sifat Soil Conditioner
Bobot isi rata-rata Soil Conditioner yang dipadatkan dalam bentuk briket adalah sebesar 0,64 g/cm3. Kandungan unsur hara makro C, N, P, K, Ca, dan Mg pada Soil Conditioner berbahan sampah pasar lebih tinggi dari Soil Conditioner
berbahan jerami padi. Begitu pula kandungan hara mikro Fe, Cu dan Zn.
Nilai C-Organik pada Soil Conditioner berbahan sampah pasar lebih besar dibanding dengan yang berbahan jerami padi, yaitu 27,16% untuk sampah pasar dan 25,14% untuk jerami padi. Ini menunjukkan bahwa bahan organik yang dimiliki pada Soil Conditioner berbahan sampah pasar lebih tinggi dibanding Soil Conditioner berbahan jerami padi namun nilai di antara keduanya tidak berbeda nyata. Total mikrob untuk sampah pasar memiliki nilai tertinggi yaitu sebesar 5,05 x 1011 CFU/g, dan total fungi jerami padi memiliki nilai tertinggi yaitu sebesar 9,3 x 106 CFU/g. Jumlah mikroorganisme yang tinggi pada tanah yang sudah diinkubasi berasal dari ekstraksi kotoran kambing dan bahan dasar kotoran sapi yang terdapat pada Soil Conditioner (Sari, 2011). Sifat-sifat Soil Conditioner
tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5 Sifat-Sifat Soil Conditioner dan Bahan Dasarnya Menurut Sari (2011)
Parameter satuan Soil Conditioner
Jerami Padi Sampah Pasar Kadar Air Kapasitas Lapang
(kompos) (%) 45,6 39,98
Kadar Air Jenuh (kompos) (%) 248,09 268,38
Bobot Isi g/cm3 0,64 0,64 C-Organik (%) 25,37 31,82 N-Total (%) 1,13 1,33 C/N (%) 22 24 P-Total (%) 0,59 0,66 K (%) 0,73 0,89
Total Mikrob CFU/g 9,3 x 106 1,95 x 106
Kandungan bahan yang juga terdapat pada Soil Conditioner adalah
biochar. Manfaat biochar atau arang serbuk gergaji menurut Gusmailina (2009) di antaranya adalah memperbaiki kondisi tanah (struktur, tekstur dan pH tanah), sehingga memacu pertumbuhan akar tanaman, meningkatkan perkembangan mikroorganisme tanah (arang sebagai rumah mikroba), meningkatkan kemampuan tanah menahan air dan menjaga kelembaban tanah, dan menyerap residu pestisida serta kelebihan pupuk di dalam tanah. Arang mempunyai pori yang efektif untuk mengikat dan menyimpan air dan unsur hara tanah. Keuntungan pemberian arang pada tanah sebagai pembangun kesuburan tanah disebabkan karena arang mempunyai kemampuan dalam memperbaiki sirkulasi air dan udara di dalam tanah, meningkatkan pH tanah sehingga pada akhirnya dapat merangsang dan memudahkan pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman. Jumlah bahan organik, aktivitas mikroorganisme, dan penambahan biochar merupakan faktor penting yang mempengaruhi kerja Soil Conditioner.
4.2. Pengaruh Soil Conditioner terhadap Sifat Fisik Tanah
Podsolik Merah Kuning memiliki nilai bobot isi 1.05 g/cm3, porositas 60,54 %, permeabilitas 0,43 cm/jam, kadar air jenuh 59,9 %, pF 1 sebesar 56,15 %, pF 2 sebesar 48,42 %, pF 2,54 sebesar 35,93%, pori drainase sangat cepat 4,39 %, pori drainase cepat 7,73 %, dan pori drainase lambat 12,48% .
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa Soil Conditioner
memiliki pengaruh dalam upaya memperbaiki sifat fisik Podsolik Merah Kuning. Dalam waktu inkubasi selama 4 minggu, Soil Conditioner dapat memberikan perubahan terhadap sifat-sifat fisik tanah Podsolik Merah Kuning.
4.2.1 Bobot Isi
Pemberian Soil Conditioner pada tanah Podsolik Merah Kuning selama inkubasi 4 minggu dapat menurunkan nilai bobot isi. Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis bahan Soil Conditioner nyata menurunkan (P<0,05) nilai bobot isi tanah Podsolik Merah Kuning, sedangkan jumlah dosis, dan interaksi antara jenis dan dosis tidak berpengaruh nyata. Uji lanjut Tukey pada taraf 5 % menunjukkan bahwa perbedaan jenis bahan Soil Conditioner antara sampah, jerami padi dan kontrol tidak berbeda nyata (P< 0,05) terhadap nilai
bobot isi tanah Podsolik Merah Kuning. Hasil analisis data dari perlakuan pemberian Soil Conditioner dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6 Nilai Bobot Isi (g/cm3) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi
Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar.
Soil Conditioner Dosis Rata-Rata A B C Kontrol 0,90 0,90 0,90 0,90a Jerami Padi 0,77 0,75 0,85 0,79a Sampah Pasar 0,87 0,90 0,94 0,90a Rata-Rata 0,85a 0,85a 0,90a
Keterangan :Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom/baris yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P<0,05), berdasarkan uji lanjut Tukey 5%. Perbandingan nilai kritis : 0.1158
Hasil rata-rata nilai perlakuan jenis Soil Conditioner pada tanah inkubasi menunjukkan nilai yang tidak berbeda nyata. Hal ini disebabkan oleh jumlah bahan organik pada sampah pasar dan juga jerami padi yang tidak berbeda nyata. Nilai rata-rata bobot isi Soil Conditioner berbahan jerami padi lebih rendah dibanding sampah pasar. Ini disebabkan oleh nilai total fungi yang tinggi pada jerami padi, dan juga kandungan biochar pada Soil Conditioner yang dapat menyebabkan pori kasar semakin tinggi, sehingga nilai bobot isi pun menurun. Hal ini menunjukkan bahwa Soil Conditioner yang diinkubasi selama 4 minggu pada tanah Podsolik Merah Kuning mampu menurunkan nilai bobot isi. Kedua jenis bahan Soil Conditioner yaitu jerami padi dan sampah pasar memiliki kemampuan yang sama dalam memperbaiki bobot isi tanah. Untuk melihat perbandingan data dibanding dengan kontrol dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6 Diagram Nilai Bobot Isi Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami Padi dan Sampah Pasar.
4.2.2 Permeabilitas
Parameter selanjutnya yang juga dipengaruhi oleh aplikasi Soil Conditioner adalah permeabilitas. Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa jenis serta interaksi antara jenis dan dosis Soil Conditioner nyata meningkatkan (P<0,05) nilai permeabilitas pada tanah Podsolik Merah Kuning. Uji lanjut Tukey
pada taraf 5% menunjukkan bahwa dosis A (1 : 20) pada perlakuan jerami padi nyata meningkatkan (P<0,05) permeabilitas, sedangkan untuk dosis C (1:40), hanya jenis sampah pasar yang berbeda nyata terhadap kontrol. Hasil analisis data yang diperoleh melalui pemberian Soil Conditioner, dapat dilihat pada Tabel 7.
Tabel 7 Nilai Permeabilitas (cm/jam) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar.
Soil Conditioner Dosis Rata-Rata A B C Kontrol 0,43 0,43 0,43 0,43b Jerami Padi 27,38 8,57 0,41 12,12a Sampah Pasar 10,92 12,41 24,8 16,04a Rata-Rata 12,91a 7,14a 8,55a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang berbeda pada kolom/baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5 %. Perbandingan nilai kritis : 19.418
0.90 0.79 0.90 0.70 0.75 0.80 0.85 0.90 0.95
Kontrol Jerami Sampah
Nila i Bo bo t Isi (g /cm3 )
Nilai rataan nilai permeabilitas tertinggi terdapat pada jenis sampah pasar. Hal ini berkaitan erat dengan aktivitas mikroorganisme tanah dan juga pemberian
biochar yang mampu meningkatkan pori kasar pada tanah, sehingga tanah lebih berongga, dan dapat mempengaruhi nilai permeabilitas. Perbedaan nilai permeabilitas di antara jenis jerami padi dan sampah pasar tidak berbeda nyata, akan tetapi nilai terbesar didapat oleh Soil Conditioner berbahan jerami padi dengan dosis A. Jerami padi merupakan bahan yang kasar, dan juga mengandung banyak fungi, sehingga pori kasar dalam tanah semakin banyak, dan tanah pun semakin berongga. Untuk melihat perbandingan antara masing-masing perlakuan dengan kontrol dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7 Diagram Nilai Permeabilitas Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami Padi dan Sampah Pasar.
4.2.3 Kadar Air Jenuh
Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis bahan Soil Conditioner nyata meningkatkan (P<0,05) nilai kadar air jenuh tanah Podsolik Merah Kuning, sedangkan jumlah dosis, dan interaksi antara jenis dan dosis tidak berpengaruh nyata. Uji lanjut Tukey pada taraf 5% menunjukkan bahwa antara jerami padi dan sampah jika dibandingkan dengan kontrol pada dosis A (1:20), B (1:30), dan C (1:40) menghasilkan nilai kadar air jenuh yang berbeda nyata. Nilai kadar air jenuh pada tanah Podsolik Merah Kuning yang diberi aplikasi Soil Conditioner dapat dilihat pada Tabel 8 di bawah ini.
0.43 12.12 16.05 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00
Kontrol Jerami Sampah
Nilai Permeabilitas
Tabel 8 Nilai Kadar Air Jenuh (%) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi
Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar.
Soil Conditioner Dosis Rata-Rata A B C Kontrol 59,92 59,92 59,92 59,92b Jerami Padi 89,6 88,79 84,08 87,49a Sampah Pasar 91,33 90,01 84,01 88,45a Rata-Rata 80,28a 79,57a 76,00a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang berbeda pada kolom/baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5 %. Perbandingan nilai kritis: 6.8185
Hasil rataan tertinggi didapat pada jenis bahan sampah pasar yaitu 88,45%. Nilai rataan jerami padi dan sampah pasar berbeda nyata dengan kontrol, akan tetapi nilai kadar air jenuh di antara jerami padi dan sampah pasar tidak berbeda nyata, hal ini disebabkan oleh kandungan bahan organik, biochar, dan aktivitas mikroorganisme yang tidak berbeda nyata di antara kedua bahan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kedua jenis soil conditioner memiliki kemampuan yang sama dalam meningkatkan kadar air jenuh tanah Podsolik Merah Kuning.
Soil Conditioner terbukti dapat meningkatkan kadar air jenuh pada tanah Podsolik Merah Kuning. Hal ini disebabkan oleh kandungan bahan organik pada sampah pasar dan jerami padi yang dapat meningkatkan nilai kadar air jenuh, karena bahan organik mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih banyak dibanding partikel mineral tanah, yang berarti luas permukaan penjerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak, sehingga makin tinggi kadar bahan organik tanah
akan makin tinggi kadar dan ketersediaan air tanah (Rachman, 1992). Untuk
melihat perbandingan antara setiap perlakuan dengan kontrol dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8 Diagram Nilai Kadar Air Jenuh Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami Padi dan Sampah Pasar.
4.2.4 Porositas
Nilai porositas dipengaruhi oleh nilai bobot isi dan bobot jenis partikel, pada perhitungan ini digunakan bobot jenis partikel tanah sebesar 2,65 g/cm3. Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis bahan Soil Conditioner memberikan pengaruh yang nyata (P< 0,05) terhadap nilai porositas tanah Podsolik Merah Kuning, sedangkan dosis serta interaksi antara jenis dan dosis tidak berbeda nyata. Uji lanjut Tukey pada taraf 5%, menunjukkan bahwa perbedaan di antara jenis Soil Conditioner tersebut tidak berbeda nyata. Nilai Porositas pada tanah Podsolik Merah Kuning yang diberi aplikasi Soil Conditioner dapat dilihat pada Tabel 9 di bawah ini.
Tabel 9 Nilai Porositas (%) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar.
Soil Conditioner Dosis Rata-Rata A B C Kontrol 65,99 65,99 65,99 65,99a Jerami Padi 70,98 71,61 67,81 70,13a Sampah Pasar 67,23 66,02 64,47 65,90a Rata-Rata 68,07a 67,87a 66,09a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom/baris yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5% . Perbandingan nilai kritis: 4.3841
59.92 87.49 88.45 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00
Kontrol Jerami Sampah
Nilai Kadar Air
Jenuh
(%
Besar rataan porositas dari jerami padi yaitu 70,13 % lebih tinggi dibanding dengan sampah pasar yaitu 65,90 %, akan tetapi menurut uji lanjut
Tukey kedua nilai tersebut tidak berbeda nyata. Hal ini disebabkan oleh perbedaan bahan organik, aktivitas mikroba, dan biochar pada sampah pasar juga jerami padi. Menurut Soepardi (1983), ruang pori yang tinggi dicerminkan oleh kapasitas menahan air yang tinggi.
Tanah yang diinkubasi dengan Soil Conditioner berbahan jerami padi memiliki nilai porositas yang tinggi disebabkan oleh nilai total fungi yang tinggi pada jerami padi, serta kandungan biochar yang dapat menyebabkan pori kasar semakin tinggi, maka porositas pun semakin meningkat. Porositas tanah dipengaruhi oleh kandungan bahan organik, struktur tanah, dan tekstur tanah. Porositas tanah akan tinggi apabila bahan organik tinggi (Sarwono, 1986). Perbedaan jenis bahan antara jerami padi dan sampah pasar tidak menghasilkan nilai porositas yang berbeda nyata disebabkan oleh kandungan bahan organik, aktivitas mikroorganisme, serta kandungan biochar pada kedua bahan tersebut tidak berbeda nyata. Hal ini menunjukkan bahwa kedua jenis soil conditioner
memiliki kemampuan yang sama dalam meningkatkan porositas tanah Podsolik Merah Kuning. Untuk melihat perbandingan data dengan kontrol dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9 Diagram Nilai Porositas Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami padi dan Sampah Pasar 65.99 70.13 65.90 63.00 64.00 65.00 66.00 67.00 68.00 69.00 70.00 71.00
Kontrol Jerami Sampah
Nila i Po ro sita s (% )
4.2.5 Kadar Air PF 1
Pemberian Soil Conditioner dapat meningkatkan nilai kadar air pF 1 tanah Podsolik Merah Kuning. Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa perlakuan jenis bahan Soil Conditioner pada tanah Podsolik Merah Kuning nyata meningkatkan (P<0,05) nilai kadar air pF 1, sedangkan dosis dan interaksi antara jenis dan dosis tidak berbeda nyata. Uji lanjut Tukey pada taraf 5% menunjukkan bahwa nilai kadar air pF1 antara jenis bahan sampah pasar dan jerami padi berbeda nyata dengan kontrol. Data hasil analisis kadar air pF1 disajikan pada Tabel 10.
Tabel 10 Nilai Kadar Air pF 1 (%) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi
Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar
Soil Conditioner Dosis Rata-Rata A B C Kontrol 56,15 56,15 56,15 56,15b Jerami Padi 66,96 64,76 63,75 65,15a Sampah Pasar 61,04 64,95 71,58 65,92a Rata-Rata 61,38a 60,46a 59,95a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang berbeda pada kolom/baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5%. Perbandingan nilai kritis 6.5220
Tanah dengan Soil Conditioner berbahan jerami padi dan sampah pasar memiliki nilai kadar air pF 1 yang berbeda nyata jika dibandingkan dengan kontrol, namun nilai pF 1 di antara sampah pasar dan jerami ini tidak berbeda nyata. Hal ini disebabkan oleh jumlah bahan organik dan aktivitas mikroorganisme yang tidak berbeda nyata serta penggunaan biochar yang sama jumlahnya pada kedua formulasi tersebut. Perbandingan setiap perlakuan dengan kontrol dapat dilihat pada Gambar 10.
Gambar 10 Diagram Nilai pF1 Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami Padi dan Sampah Pasar.
4.2.6 PF 2,54
Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa pemberian Soil Conditioner
nyata meningkatkan (P<0,05) nilai pF 2,54 tanah Podsolik Merah Kuning. Berdasarkan uji lanjut Tukey pada taraf 5%, nilai pF 2,54 pada sampah pasar berbeda nyata dengan kontrol dan jerami padi. Data hasil analisis disajikan pada Tabel 11.
Tabel 11 Nilai pF 2,54 (%) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar.
Soil Conditioner Dosis Rata- Rata A B C Kontrol 35,93 35,93 35,93 35,93b Jerami Padi 38,21 42,12 39,06 39,80b Sampah Pasar 49,87 44,64 42,38 45,63a Rata-Rata 41,34b 39,03b 37,50b
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang berbeda pada kolom/baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5%.Perbandingan nilai kritis : 5.6377
Hasil rataan perlakuan jenis bahan Soil Conditioner menunjukkan bahwa rataan nilai jenis sampah pasar berbeda nyata (P<0,05) dengan nilai kontrol dan
Soil Conditioner jenis jerami padi. Hal ini menunjukkan bahwa jenis bahan sampah pasar baik dalam meningkatkan kadar air kapasitas lapang pada tanah
56.15 65.16 65.92 50.00 52.00 54.00 56.00 58.00 60.00 62.00 64.00 66.00 68.00
Kontrol Jerami Sampah
Nila i Ka da r Air pF1 (% )
Podsolik Merah Kuning. Ini disebabkan oleh mikroorganisme dalam sampah pasar, dan juga bahan organik yang tinggi yang menambah kemampuan tanah mengikat air (Soepardi, 1983). Bahan organik mempunyai pori-pori mikro yang jauh lebih banyak dibanding partikel mineral tanah, yang berarti luas permukaan penjerap (kapasitas simpan) air juga lebih banyak, sehingga makin tinggi kadar bahan organik akan makin tinggi kadar dan ketersediaan air tanah (Rachman,
1992). Untuk melihat perbandingan setiap nilai pF 2,54 dengan kontrol dapat
dilihat pada Gambar 11.
Gambar 11 Diagram Nilai PF 2,54 Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami Padi dan Sampah Pasar.
4.2.7 Pori Drainase Sangat Cepat
Nilai pori drainase sangat cepat merupakan selisih kadar air pada pF 1 dengan nilai porositas tanah. Pemberian Soil Conditioner dapat meningkatkan jumlah pori drainase sangat cepat pada tanah Podsolik Merah Kuning. Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa jenis bahan Soil Conditioner, nyata meningkatkan (P<0,05) nilai pori drainase sangat cepat pada Tanah Podsolik Merah Kuning, sedangkan dosis serta interaksi antara jenis dan dosis tidak berbeda nyata. Uji lanjut Tukey pada taraf 5 % menunjukkan bahwa rataan nilai pori drainase sangat cepat untuk Soil Conditioner berbahan jerami padi dan sampah pasar berbeda nyata (P<0,05) dengan nilai kontrol. Data analisis pori drainase sangat cepat dapat dilihat pada Tabel 12.
35.93 39.80 45.63 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00
Kontrol Jerami Sampah
Nila i Ka da r Air pF 2 ,5 4 (% )
Tabel 12 Nilai Pori Drainase Sangat Cepat (%) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar
Soil Conditioner Dosis
Rata-Rata A B C Kontrol 4,39 4,39 4,39 4,39b Jerami Padi 22,64 21,88 20,32 21,61a Sampah Pasar 30,29 24,88 12,43 22,53a Rata-Rata 19,11a 17,05a 12,38a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang berbeda pada kolom/baris yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5%.Perbandingan nilai kritis : 8.7986
Nilai rata-rata jerami padi dan sampah pasar berbeda nyata dengan kontrol. Sampah pasar memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan jerami padi. Akan tetapi nilai pori drainase sangat cepat pada jenis bahan jerami padi dan sampah pasar tidak berbeda nyata. Hal ini disebabkan oleh kandungan bahan organik dan aktivitas mikroorganisme yang cenderung sama pada kedua bahan tersebut, serta pemberian biochar yang jumlahnya sama. Soil Conditioner dapat meningkatkan nilai pori drainase sangat cepat berkaitan dengan total mikroorganisme yang tinggi pada jenis bahan sampah pasar, dan juga pemberian
biochar yang mempengaruhi pori kasar pada tanah, sehingga tanah lebih berongga, dan pori drainase sangat cepat tanah pun meningkat. Porositas tanah akan tinggi apabila bahan organik tinggi (Sarwono, 1986). Hal ini pun berkaitan dengan nilai permeabilitas, dari pengamatan permeabilitas didapat bahwa Soil Conditioner dapat meningkatkan nilai permeabilitas, apabila nilai permeabilitas meningkat maka nilai pori drainase sangat cepat pun akan meningkat. Untuk melihat perbandingan antara setiap perlakuan dengan kontrol dapat dilihat pada Gambar 12.
Gambar 12 Diagram Nilai Pori Drainase Sangat Cepat Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami Padi dan Sampah Pasar
4.3. Pengaruh Soil Conditioner terhadap Sifat Biologi Tanah
Hasil analisis pendahuluan terhadap sifat biologi tanah Podsolik Merah Kuning menunjukkan nilai total mikrob yaitu 2,07 x106 CFU/g, dan total fungi 0,45 x104 CFU/g.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terbukti bahwa Soil Conditioner
memiliki pengaruh dalam upaya memperbaiki sifat biologi Podsolik Merah Kuning. Dalam waktu inkubasi selama 4 minggu, Soil Conditioner mampu meningkatkan nilai total mikrob dan total fungi (Tabel 13 dan 14)
4.3.1 Total Mikrob
Pemberian Soil Conditioner ke dalam tanah dapat meningkatkan nilai total mikrob pada tanah Podsolik Merah Kuning. Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa jenis bahan Soil Conditioner nyata meningkatkan (P<0,05) total mikrob pada tanah Podsolik Merah Kuning pada dosis A(1:20), B(1:30), dan C (1:40). Sedangkan dosis aplikasi dan interaksi antara dosis dan jenis tidak berpengaruh nyata. Uji lanjut Tukey 5 % menunjukkan bahwa nilai total mikrob jerami padi dan sampah pasar berbeda nyata terhadap kontrol. Hasil analisis data dapat dilihat pada Tabel 13. 4.39 21.61 22.53 0.00 5.00 10.00 15.00 20.00 25.00
Kontrol Jerami Sampah
Pori Drainase Sangat
Cepat (%
Tabel 13 Nilai Total Mikrob (x106 CFU/g) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar.
Soil Conditioner Dosis
Rata-Rata A B C Kontrol 2,07 2,07 2,07 2,07b Jerami Padi 82,67 66,5 70,17 73,11a Sampah Pasar 152 54,5 155,83 120,78a Rata-Rata 78,91a 41,02a 76,02a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5 %. Perbandingan nilai kritis 62.613
Nilai tertinggi dihasilkan oleh jenis sampah pasar dengan dosis C yaitu 155,83 x 106 CFU/g, dan yang terendah adalah sampah pasar dengan dosis B yaitu 54,50 x 104 CFU/g. Hal ini berkaitan dengan penelitian sebelumnya (Sari, 2011) yang menyebutkan bahwa nilai total mikrob pada Soil Conditioner berbahan sampah lebih banyak jumlah koloninya dibanding dengan Soil Conditioner
berbahan jerami. Sampah memiliki kandungan bahan organik yang lebih beragam, dan juga kelembapan yang tinggi sehingga total mikrob akan lebih besar. Menurut Brady dan Weil (2002), kondisi tanah yang mempengaruhi pertumbuhan mikrob tanah adalah bahan organik, ketersediaan oksigen, suhu juga kelembaban, serta pH. Jika dilihat dari parameter sebelumnya, Soil Conditioner berbahan sampah pasar nyata meningkatkan kadar air jenuh (Gambar 8), pF1 (Gambar 10), pF 2,54 (Gambar 11), dan pori drainase sangat cepat (Gambar 12), hal ini menunjukkan aerasi, jumlah pori, dan juga kelembaban yang dihasilkan lebih baik, sehingga mikroorganisme pun dapat tumbuh dengan baik. Untuk melihat perbandingan setiap nilai total mikrob dengan kontrol dapat dilihat pada Gambar 13.
Gambar 13 Diagram Nilai Total Mikrob Tanah Podsolik Merah Kuning yang Diinkubasi dengan Soil Conditioner Berbahan Jerami padi dan Sampah Pasar.
4.3.2 Total Fungi
Pemberian Soil Conditioner ke dalam tanah dapat meningkatkan nilai total fungi pada tanah Podsolik Merah Kuning. Analisis Sidik Ragam menunjukkan bahwa jenis bahan Soil Conditioner nyata meningkatkan (P<0,05) nilai total fungi pada tanah Podsolik, sedangkan besar dosis aplikasi dan interaksi antara dosis dan jenis tidak berbeda nyata. Uji lanjut Tukey 5% menunjukkan bahwa Soil Conditioner berbahan jerami padi berbeda nyata dengan nilai kontrol dan sampah pasar. Hasil analisis data dapat dilihat pada Tabel 14.
Tabel 14 Nilai Total Fungi (x104 CFU/g) Tanah Inkubasi pada Berbagai Dosis Aplikasi Soil Conditioner, yaitu A (1 : 20), B (1:30) dan C (1:40), dengan Bahan Dasar Jerami Padi dan Sampah Pasar.
Soil Conditioner Dosis
Rata-Rata A B C Kontrol 0,45 0,45 0,45 0,45b Jerami Padi 39,17 49,33 16,67 35,06a Sampah Pasar 4,5 9,5 9,5 7,83b Rata-Rata 14,71a 19,76a 8,87a
Keterangan : Angka yang diikuti huruf yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05), menurut uji lanjut Tukey 5%, Perbandingan nilai kritis : 15,291
Jika dilihat dari rataan jenis, maka jenis bahan Soil Conditioner yang menghasilkan nilai total fungi terbesar adalah jenis jerami padi. Hal ini berkaitan
2.07 73.11 120.78 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00
Kontrol Jerami Sampah
Nila i To ta l Mikro b (CFU/g)
dengan penelitian sebelumnya (Sari, 2011) yang menyebutkan bahwa jumlah total fungi pada Soil Conditioner berbahan jerami padi lebih banyak dibanding Soil Conditioner lain yaitu 9.3 x 106 CFU/g. Fungi akan berkembang biak dengan baik pada jerami padi dibanding sampah pasar, dikarenakan bahan dasar jerami padi yang banyak mengandung lignin yang disukai oleh fungi. Jerami padi merupakan bahan berlignin tinggi dan fungi aktif sebagai agen dekomposisi lignin. Faktor