• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanaman Inang

Selama penelitian jumlah tanaman inang yang diamati sebanyak 37 spesies tanaman hias yang termasuk kedalam 22 famili tanaman (Lampiran 1). Setiap famili tanaman terdiri dari satu spesies tanaman, tetapi famili Euphorbiaceae, Apocynaceae, Rubiaceae, Palmae, Rutaceae, Araceae, Agavaceae dan Acanthaceae terdiri lebih dari satu spesies tanaman. Pada setiap famili tanaman umumnya dijumpai satu famili kutu tanaman, namun ada beberapa famili tanaman seperti Euphorbiaceae, Apocynaceae, Rubiaceae, Palmae, Araceae, Agavaceae dan Acanthaceae yang terserang lebih dari satu famili kutu tanaman, dan pada satu spesies tanaman juga bisa di temukan lebih dari satu famili kutu yang menyerang (Lampiran 2).

Kutu Tanaman yang Ditemukan

Ditemukan 28 spesies kutu tanaman yang termasuk dalam 7 famili kutu tanaman yang menyerang berbagai jenis tanaman hias (Tabel 1). Famili kutu tanaman yang menyerang yaitu Ortheziidae, Margarodidae, Coccidae, Diaspididae, Pseudococcidae, Aleyrodidae dan Aphididae. Famili kutu tanaman yang paling banyak menyerang adalah Pseudococcidae yang terdiri dari 9 spesies yaitu Dysmicoccus brevipes (Cockerell), Dysmicoccus neobrevipes Beardsley, Ferrisia virgata (Cockerell), Maconellicoccus hirsitus (Green), Phenacoccus solenopsis Tinsley, Planococcus minor (Maskell), Pseudococcus jackbeardsleyi Gimpel & Miller, Rastrococcus spinosus (Robinson) dan Rastrococcus sp.; Diaspididae 7 spesies yaitu Acutaspis umbonifera Borchsenius, Aulacaspis rosarum Borchsenius, Aulacaspis yatsumatsui, Hemiberlesia palmae (Cockerell), Lepidosaphes tokionis (Kuwana), Parlatoria sp. dan Pinnaspis sp.; Aphididae 3 spesies yaitu Aphis gossypii Glover, Cinara tujafilina (Del Guercio), dan Toxoptera aurantii (Boyer de Fonscolombe); Aleyrodidae 3 spesies yaitu Aleurodicus dispersus (Russell), Aleurodicus diugesii (Cockerell), dan Orchamoplatus mammaeferus (Quaintance & Baker), Coccidae 3 spesies yaitu Coccus celeatus De Lotto, Parasaissetia nigra (Neitner), Saissetia neglecta

16

Delotto; Margarodidae 2 spesies yaitu Icerya aegyptica (Douglas) dan Icerya seychellarum (Westwood); Ortheziidae 1 spesies yaitu Insignorthezia insignis Browne.

Spesies yang paling banyak ditemukan adalah dari famili Margarodidae spesies Icerya seychellarum; Kutu ini dijumpai pada 9 tanaman inang, yaitu Paku-pakuan (F: Oleandraceae), Philodendron (F: Araceae), Gelombang cinta (F: Araceae), Belanceng (F: Araceae), Kariota rumpun (F: Palmae), Palem kamedoria (F: Palmae), Palem kuning besar (F: Palmae), Iris kuning (F: Iridaceae), dan Lili kucai panjang (F: Liliaceae). Spesies kedua yang paling banyak ditemukan dari Famili Pseudococcidae yaitu Planococcus minor; Kutu ini dijumpai pada 7 tanaman inang. Spesies kutu tanaman lain yang ditemukan pada empat jenis tanaman inang saja, yaitu Ferrisia virgata dan Dysmicoccus neobrevipes (F: Pseudococcidae). Spesies lain hanya ditemukan pada satu jenis tanaman inang antara lain Insignorthezia insignis (F: Ortheziidae); Icerya aegyptica (F: Margarodidae); Coccus celeatus, Parasaissetia nigra, Saissetia neglecta (F: Coccidae); Acutaspis umbonifera, Aulacaspis rosarum, Aulacaspis yatsumatsui, Hemiberlesia palmae, Lepidosaphes tokionis, Parlatoria sp. dan Pinnaspis sp. (F: Diaspididae); Dysmicoccus brevipes, Maconellicoccus hirsitus, Phenacoccus solenopsis, Pseudococcus jackbeardsleyi, Rastrococcus spinosus dan Rastrococcus sp. (F: Pseudococcidae); Aleurodicus dispersus, Aleurodicus diugesii dan Orchamoplatus mammaeferus (F: Aleyrodidae); Aphis gossypii, Cinara tujafilina dan Toxoptera aurantii (F: Aphididae).

Bila dilihat dari famili tanaman inangnya, Famili Araceae dihuni oleh empat famili kutu dan enam spesies, Famili Euphorbiaceae empat famili kutu dan lima spesies, Famili Apocynaceae dua famili kutu dan empat spesies, Famili rubiaceae, palmae, Agavaceae, Acanthaceae masing- masing dua famili kutu dan dua spesies. Untuk Malvaceae dihuni satu famili dan dua spesies dan famili yang dihuni satu famili dan satu spesies adalah: Rutaceae, Araliaceae, Melastomataceae, Pandanaceae, Heliconiaceae, Bromeliaceae, Rosaceae, Bombacaceae, Oleandraceae, Iridaceae, Liliaceae, Cycadaceae, Cupressaceae dan Dracaenaceae .

Tabel 1 Famili dan spesies kutu tanaman yang ditemukan pada berbagai famili tanaman di Bogor dan sekitarnya

No. Famili Kutu Tanaman Spesies Kutu Tanaman Famili Tanaman Spesies Tanaman Nama Umum Tanaman 1 Ortheziidae Insignorthezia insignis Acanthaceae Pachystachys lutea Lilin mas 2 Margarodidae Icerya aegyptica Euphorbiaceae Codiaeum variegatum Puring Icerya seychellarum Oleandraceae Nephrolepis biserrata Paku-pakuan

Araceae Philodendron sp. Philodendron

Araceae Anthurium sp. Gelombang cinta

Araceae Dieffenbachia amoena Belenceng

Palmae Caryota mitis Kariota rumpun

Palmae Chamaedorea seifreizii Palem kamedoria

Palmae Chrysallidocarpus

lucubensis Palem kuning besar

Iridaceae Neomarica longifolia Iris kuning

Liliaceae Ophiopogon

intermedias Lili kucai panjang

3 Coccidae Coccus celeatus Araceae Anthurium

crystallinum Kuping gajah

Parasaissetia nigra Araceae Anthurium sp.

Saissetia neglecta Acanthaceae Graptophyllum pictum Daun Wungu

4 Diaspididae Acutaspis umbonifera Bromeliaceae Neoregelia sp. Neoregelia

Aulacaspis rosarum Rosaceae Rosa sinensis Mawar

Aulacaspis yasumatsui Cycadaceae Cycas revoluta Sikas

No. Famili Kutu Tanaman Spesies Kutu Tanaman Famili Tanaman Spesies Tanaman Nama Umum Tanaman Lepidosaphes tokionis Euphorbiaceae Codiaeum variegatum Puring

Parlatoria sp. Agavaceae Dracaena sp. Drasaena

Pinnaspis sp. Dracaenaceae Sansevieria sp. Lidah mertua

5 Pseudococcidae Dysmicoccus brevipes Heliconiaceae Heliconia psittocorum Pisang-pisangan

Dysmicoccus neobrevipes Araceae Aglaonema sp. Aglaonema putih

Agavaceae Agave sp. Agava

Pandanaceae Pandanus utilis Pandan laut

Melastomataceae Medinilla magnifica Medinilla

Ferrisia virgata Euphorbiaceae Jatropha integerima Batavia

Euphorbiaceae Codiaeum variegatum Puring

Araceae Anthurium crystallinum Kuping gajah

Apocynaceae Plumeria sp. Kamboja

Maconellicoccus hirsitus Malvaceae Hibiscus rosa sinensis Kembang sepatu Phenacoccus solenopsis Malvaceae Hibiscus rosa sinensis Kembang sepatu

Planococcus minor Euphorbiaceae Codiaeum variegatum Puring

Euphorbiaceae Jatropha integerima Batavia

Apocynaceae Adenium sp. Adenium

Rubiaceae Ixora sp. Soka

Rubiaceae Mussaenda philipica Nusa Indah

Rutaceae Euodia ridleyi Jodia

Rutaceae Murraya paniculata Kemuning

Tabel 1 lanjutan

No. Famili Kutu Tanaman Spesies Kutu Tanaman Famili Tanaman Spesies Tanaman Nama Umum Tanaman Pseudococcus jackbeardsleyi Araceae Aglaonema sp. Aglaonema hijau

Rastrococcus spinosus Apocynaceae Plumeria sp. Kamboja

Rastrococcus sp. Araliaceae Schefflera sp. Walisongo

6 Aleyrodidae Aleurodicus dispersus Euphorbiaceae Euphorbia pulcherrima Kastuba

Aleurodicus dugesii Apocynaceae Plumeria sp. Kamboja

Orchamoplatus mammaeferus

Euphorbiaceae Codiaeum variegatum Puring

7 Aphididae Aphis gossypii Rubiaceae Ixora sp. Soka

Cinara tujafilina Cupressaceae Thuja accidentalis Cemara kipas

Toxoptera aurantii Araceae Dieffenbachia amoena Belenceng

Tabel 1 lanjutan

20

Spesies Kutu Tanaman dan Tanaman Inangnya

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa banyak jenis kutu tanaman yang belum pernah ditemukan dan belum disebutkan oleh Kalshoven (1981). Kalshoven dijadikan acuan untuk penambahan data spesies kutu tanaman, serta adanya tanaman hias sebagai inang kutu tersebut.

Famili Ortheziidae

Insignorthezia insignis. Pada penelitian ini O. Insignis ditemukan pada tanaman lilin mas famili Acanthaceae (Tabel 2). Di Indonesia belum banyak yang melaporkan spesies kutu ini. Kalshoven (1981) pada bukunya belum menemukan spesies kutu ini, laporan Sartiami et al. (2011) tidak mencatat hama ini menyerang tanaman hias namun Mardiningsih et al. (2012) mencatat hama ini menyerang tanaman daun wungu famili Acanthaceae di daerah Jawa Barat. Kutu ini termasuk kedalam famili Ortheziidae, menurut Williams dan Watson (1988) spesies ini yang paling umum ditemukan dibandingkan anggota familinya. Kutu ini sering disebut kutu lantana, karena menurut catatan Williams dan Watson (1988) tanaman Lantanan camara dan Viburnum sp. menjadi inang spesies ini. Kutu ini bewarna hijau tua dan memiliki kantung telur berupa lilin yang panjang melebihi ukuran tubuhnya (Gambar 1).

Gambar 1 Orthezia insignis (a) imago, (b) nimfa (tanda panah) Famili Margarodidae

Icerya aegyptica. Dalam penelitian ini I. aegyptica ditemukan pada tanaman puring (Tabel 3). Williams dan Watson (1988) dan Sartiami et al. (2011) menyebutkan juga bahwa tanaman puring sebagai salah satu inang dari kutu kapuk I. aegyptica. Dalam Miller et al. (2009) I. aegyptica dapat menyerang

a b

tanaman puring, akasia, beringin, dan mawar. Kalshoven (1981) tidak menyebut spesies kutu ini dalam temuannya mengenai famili Margarodidae. Imago betina kutu ini berwarna orange kemerahan ditutupi lilin berwarna putih, antena dan kaki bewarna hitam (Gambar 2). Pada penelitian ini ditemukan kutu ini pada bagian batang dan daun tanaman.

Gambar 2 Icerya aegyptica (a) imago, (b) imago pada batang puring, (c) koloni imago betina pada daun puring

Icerya seychellarum. Pada penelitian ini I. seychellarum ditemukan menyerang tanaman paku-pakuan, philodendron, gelombang cinta, belenceng, kariota rumpun, palem kamedoria, palem kuning besar, iris kuning dan lili kucai panjang. Menurut penemuan Kalshoven (1981) di Pulau jawa dan Sumatra, kutu ini menyerang tanaman kembang sepatu, mawar dan cemara. Sartiami et al. (2011) menemukan tanaman inang kutu kapuk ini yakni, palem Veitchia sp. dan palem Areca sp. Menurut Williams dan Watson (1988) hama ini bersifat polifag dan dalam temuannya disebutkan beberapa tanaman hias yang menjadi inang ini diantaranya kembang sepatu, kamboja, akasia, akalipa. Di dalam Miller et al. (2009) juga mencatat daftar tanaman inang yang tidak jauh berbeda dengan

a b

c 1 mm

22

temuan Williams dan Watson (1988). Dari penelitian ini ternyata I. seychellarum merupakan kutu kapuk yang memiliki kisaran inang yang lebar (Tabel 3). Jenis-jenis tanaman inang kutu kapuk yang ditemukan dalam penelitian ini menambah daftar tanaman inang yang telah diketahui sebelumnya. Tubuh Imago betina berwarna orange kemerahan dan ditutupi lilin berbentuk granular bewarna putih atau kekuningan (Gambar 3). Mata, antena dan tungkai kutu ini bewarna hitam.

Gambar 3 Icerya seychellarum (a) imago betina pada tanaman paku-pakuan, (b) koloni kutu kapuk pada tanaman belenceng, (c) imago betina yang berasosiasi dengan semut pada tanaman palem kamedoria (tanda panah), (d) imago betina pada tanaman Philodendron sp., (e) imago betina pada tanaman iris kuning, (f) imago betina pada tanaman lili kucai panjang a b c d h e 1 mm 1 mm

Famili Coccidae

Coccus celeatus. Pada penelitian ini C. celeatus ditemukan menyerang tanaman kuping gajah yang termasuk famili Araceae dan Sartiami et al. (2011) juga mencatat hama ini menyerang tanaman kuping gajah. Williams dan Watson (1988) menemukan spesies ini pada tanaman soka famili Rubiaceae (Tabel 4). Miller et al. (2009) juga mencatat bahwa kutu tempurung ini menyerang tanaman di Indonesia dan menyebutkan beberapa inang dari kutu tempurung ini diantaranya dari famili Rubiaceae, Euphorbiaceae dan Apocynaceae. Kalshoven (1981) dan Peronti et al. (2001) tidak menyebutkan spesies kutu tempurung ini. Pada penelitian ini kutu tempurung ditemukan di atas permukaan daun kuping gajah, imago kutu ini bewarna hijau (Gambar 4).

Gambar 4 Coccus celeatus (a) koloni imago betina (b) imago betina

Parasaissetia nigra. Pada penelitian ini ditemukan P. nigra pada tanaman Anthurium sp famili Araceae. Williams dan Watson (1988) mencatat banyak inang kutu tempurung ini di antaranya Anthurium sp., kana, kamboja, kastuba. Peronti et al. (2001) menemukan spesies ini pada tanaman hias famili Euphorbiaceae dan Anacardiaceae. Kalshoven (1981) tidak menyebut kutu tempurung ini dalam temuannya di Indonesia, sedangkan Miller et al. (2009) mencatat bahwa kutu tempurung ini pernah ditemukan di Indonesia dan mencatat beberapa inang tanaman spesies ini (Tabel 4). Kutu tempurung ini berwarna coklat tua dan keras (Gambar 5). Menurut Hodgson (1994) bentuk dan warna tubuh kutu tempurung bervariasi sesuai dengan jenis dan lokasi tanaman inang.

a b

24

Gambar 5 Parasaissetia nigra (a) koloni imago betina (b) imago betina Saissetia neglecta. Dalam penelitian ini S. neglecta ditemukan pada tanaman daun wungu dari famili Acanthaceae dan Khumaida (2008) juga menemukan hama ini menyerang tanaman daun wungu di daerah Jawa Barat, Ambon dan Jayapura. Williams dan Watson (1988) menemukan spesies kutu ini pada tanaman kastuba dan bugenvil (Tabel 4), sedangkan Miller et al. (2009) mencatat tanaman inang kutu tempurung ini yaitu Belenceng, kastuba dan beringin. Kalshoven (1981) dan Peronti et al. (2001) belum menemukan spesies kutu tempurung ini menyerang tanaman hias, tetapi Pada penelitian ini ditemukan kutu tempurung ini pada bagian daun, tangkai dan batang tanaman daun wungu (Gambar 6).

Gambar 6 Saissetia neglecta (a) koloni imago betina pada batang, tangkai dan daun (b) imago betina

Famili Diaspididae

Acutaspis umbonifera. Pada penelitian ini ditemukan A. umbonifera pada tanaman Neoregelia sp. dari famili Bromeliaceae (Tabel 5). Kalshoven (1981) dan Williams dan Watson (1988) tidak menyebut kutu perisai ini didalam bukunya.

a b

a b

1 mm

Diduga kutu perisai ini merupakan spesies baru yang masuk ke indonesia. Miller et al. (2009) tidak mencatat kutu perisai ini didalam temuannya di Indonesia, tetapi menyebutkan beberapa inang kutu ini diantaranya Anthurium dan pisang-pisangan. Kutu perisai ini memiliki sisik yang berwarna coklat muda (Gambar 7).

Gambar 7 Acutaspis umboniferus (a) koloni imago betina (b) imago betina Aulacaspis rosarum. Tanaman inang A. rosarum yang ditemukan pada penelitian ini tampaknya sama dengan daftar tanaman inang yang disebut oleh Williams & Watson (1988) yakni mawar (Tabel 5). Miller et al. (2009) mencatat inang dari kutu perisai ini diantaranya mawar, beringin dan Euphorbiaceae tetapi belum pernah dilaporkan kutu perisai ini di Indonesia, Kalshoven (1981) juga belum menemukan spesies kutu perisai ini. Menurut Williams dan watson (1988) A. rosarum berasal dari China, kutu perisai ini tumbuh secara baik dan menjadi inang famili rosaceae khususnya mawar. Kutu perisai ini memiliki perisai berwana putih (Gambar 8).

Gambar 8 Aulacaspis rosarum (a) koloni imago betina pada tangkai (b) imago betina

a b

a b

1 mm

26

Aulacaspis yasumatsui. Pada penelitian ini A. yasumatsui ditemukan pada tanaman sikas (Tabel 5). Spesies A. yasumatsui belum pernah ditemukan di Indonesia (Kalshoven 1981; Miller et al. 2011). Diduga hama ini menjadi hama baru di Indonesia dan belum pernah dilaporkan (Rauf 2012 Mei 16, komunikasi pribadi). Miller et al. (2009) mencatat Hongkong, Singapura, Thailand dan Australia pernah melaporkan kutu perisai ini. Williams dan Watson (1988) dan Peronti et al. (2001) tidak mencatat spesies ini dalam temuannya mengenai kutu perisai. Menurut Howard et al. (1999) A. yasumatsui berasal dari Asia Tenggara. Tanaman inang kutu perisai ini selalu sikas. Pada tanaman sikas hama ini bisa menyerang bagian batang dan akar. Dalam penelitian in terlihat gejala berupa perubahan warna daun dan batang di bagian yang terdapat kutu perisai ini, kutu perisai ditemukan di atas dan di bawah permukaan daun (Gambar 9).

Gambar 9 Aulacaspis yasumatsui (a) imago betina, (b) koloni kutu pada permukaan bawah daun, (c) gejala tanaman terkena A. yasumatsui Hemiberlesia palmae. Dalam penelitian ini H. palmae ditemukan pada tanaman Pacira famili Bombaceae, tanaman ini merupakan inang baru yang belum disebutkan oleh penelitian sebelumnya. Williams dan Watson (1988) menemukan kutu perisai ini pada tanaman kamboja, hibiskus dan pisang-pisangan, Miller et al.

a b

c 1 mm

(2009) juga mencatat beberapa tanaman inang kutu perisai ini diantaranya kamboja, colocasia, famili Bromeliaceae dan Acanthaceae (Tabel 5). Miller et al. (2009) mencatat spesies ini terdapat di Indonesia daerah Jawa dan Sumatra, sedangkan Kashoven (1981) tidak menyebut spesies kutu perisai ini. Pada penelitian ini kutu perisai ini ditemukan pada permukaan daun dengan jumlah populasi yang cukup banyak. Kutu perisai ini memiliki perisai berwarna putih (Gambar 10).

Gambar 10 Hemiberlesia palmae (a) koloni kutu betina dibawah permukaan daun, (b) imago betina (tanda panah)

Lepidosaphes tokionis. Dalam penelitian ini L. tokionis ditemukan pada tanaman puring (Tabel 5). Sartiami et al. (2011) dan Williams dan Watson (1988) juga mencatat hama ini menyerang tanaman puring, sedangkan Kalshoven (1981) dan Peronti et al. (2001) belum menemukan spesies kutu perisai ini. Tanaman ini telah tercatat dalam Miller et al. (2009) sebagai salah satu tanaman inang dari kutu perisai ini. Pada penelitian ditemukan L. tokionis dalam populasi yang cukup banyak (Gambar 11). Perisai dari kutu ini berwarna coklat.

Gambar 11 Lepidosaphes tokionis (a) koloni imago betina, (b) imago betina

a b

a b

1 mm

28

Parlatoria sp. Spesies ini dikelompokan dalam kelompok Parlatoria. Pada penelitian ini ditemukan spesies ini pada tanaman inang Drasaena (Tabel 5). Sartiami et al. (2011) mencatat kutu ini menyerang tanaman lidah mertua famili Dracaenaceae. Populasi kutu ini cukup banyak pada daun bagian bawah tanaman. Perisai kutu ini berwarna coklat dan berbentuk oval (Gambar 12).

Gambar 12 Parlatoria sp. (a) bagian tanaman yang terserang (b) imago betina Pinnaspis sp. Pada penelitian ini ditemukan tanaman inang kutu perisai ini yaitu Sansevieria trifasciata (Tabel 5). Setelah diidentifikasi spesies ini dikelompokkan dalam kelompok Pinnaspis sp. Identifikasi hanya dilakukan sampai tahap genus, karena dibutuhkan kunci identifikasi yang lebih rinci untuk menemukan nama spesies kutu ini. Dalam penelitian ini ditemukan kutu ini dalam populasi yang cukup banyak, banyak ditemukan pada bagian bawah tanaman. perisai kutu ini berwarna putih berbentuk bulat (Gambar 13).

a b

a b

1 mm

Gambar 13 Pinnaspis sp. (a) koloni imago betina dan jantan, (b) imago betina, (c) gejala serangan pada tanaman

Famili Pseudococcidae

Dysmicoccus brevipes. Pada penelitian ini hanya diperoleh satu tanaman inang D. brevipes, yaitu tanaman pisang-pisangan yang belum pernah disebut baik oleh Williams (2004) dan Peronti et al. (2001), sedangkan Sartiami et al. (2011) menemukan kutu putih ini pada tanaman famili Agavaceae. Miller et al. (2009) menambahkan inang dari D. brevipes diantaranya tanaman colocasia, ubi hias, kembang sepatu, kalatea, Euphorbiaceae, dan Heliconiaceae (Tabel 6).

Kalshoven (1981) menyatakan bahwa D. brevipes merupakan hama minor, bentuk tubuh kutu putih D. brevipes bulat dan oval (Gambar 14). Tubuhnya ramping, berwarna merah jambu, dengan lilin dipermukaan tubuhnya. Aktivitas makan kutu putih ini dapat menyebabkan layu pada tanaman nanas dan dapat menularkan penyakit Pineapple Mealybug Wilt-associated (PMWaV).

Gambar 14 Dysmicoccus brevipes (a) koloni kutu, (b) imago betina

a b

c

30

Dysmicoccus neobrevipes. Pada penelitian ini ditemukan D. neobrevipes menyerang tanaman Aglaonema, Agava, Medinilla dan Pandan laut (Tabel 6). Saumiati (1996) melaporkan kutu ini menyerang tanaman palem hias di daerah Bogor. Sartiami et al. (2011) menemukan D. neobrevipes menyerang kamboja dan Yucca sp, sedangkan Williams (2004) tidak menyebutkan D. neobrevipes menyerang tanaman di Indonesia, tetapi di Malaysia kutu putih ini ditemukan pada tanaman nanas. Kutu ini memiliki warna tubuh abu-abu dan filamen pendek terletak pada lapisan lilin di sekitar tepi seluruh tubuh (Gambar 15).

Gambar 15 Dysmicoccus neobrevipes (a) koloni kutu pada tanaman pandan laut, (b) imago betina pada pandan laut, (c) imago betina pada aglaonema, (d) imago betina pada Agava sp., (e) imago betina pada tanaman medinilla, (f) tanaman aglaonema yang terserang D. neobrevipes (tanda panah). a b c d f e 1 mm 1 mm 1 mm

Ferrisia virgata. Dalam penelitian ini ditemukan empat tanaman inang yang dihuni kutu putih ini, di antaranya tercatat di dalam Miller et al. (2009) yaitu batavia, puring, kuping gajah dan kamboja (Tabel 6). Menurut Williams (2004) Kutu putih ini terdapat di Indonesia, tanaman yang menjadi inang di antaranya beringin. Peronti et al. (2001) mencatat kutu putih ini menyerang tanaman puring. Sartiami et al. (2011) mencatat kutu putih ini menyerang tanaman hias kuping gajah, kamboja, puring, sirih merah dan anthurium. Kalshoven (1981) menyatakan kutu putih ini bersifat polifag dan dikenal dengan nama kutu lamtoro, karena tanaman lamtoro (Leucaena glauca) merupakan inang utamanya. Pada tanaman puring ditemukan kutu putih ini dengan populasi yang tinggi dan pada tanaman kuping gajah kutu putih ini di temukan tidak dalam populasi tunggal tetapi bercampur dengan Coccus celeatus yang merupakan famili Coccidae (Gambar 16).

Gambar 16 Ferrisia virgata (a) imago betina pada tanaman kamboja, (b) imago

betina pada tanaman kuping gajah yang bercampur dengan Coccus celeatus (tanda panah), (c) imago betina pada tanaman puring, (d) koloni kutu pada tanaman puring

a b

c d

32

Maconellicoccus hirsitus. Dari hasil penelitian ini, M. hirsitus hanya dijumpai pada satu tanaman inang yakni kembang sepatu. Kalshoven (1981) menyebutkan bahwa inang utama dari kutu putih ini ialah kembang sepatu. Williams (2004) mencatat M. hirsitus ini pernah ditemukan menyerang tanaman kembang sepatu di daerah Jawa. Dalam Miller et al. (2009) tercatat beberapa inang kutu putih ini diantaranya kembang sepatu, alamanda, aglaonema, dahlia, puring, kastuba (Tabel 6). Peronti et al. (2001) dan Sartiami et al. (2011) tidak menyebut spesies kutu putih. Permukaan tubuh M. hirsitus dilapisi lilin tipis dan warna tubuh kutu putih ini merah kecoklatan dan telur kutu putih ini berwarna orange (Gambar 17).

Gambar 17 Maconellicoccus hirsitus (a) kumpulan telur, (b) imago betina Phenacoccus solenopsis. Dalam penelitian ini P. solenopsis ditemukan pada satu jenis tanaman hias, satu jenis tanaman hias itu sama dengan yang tercatat dalam Miller et al. (2009) yaitu kembang sepatu (Tabel 6). Hodgson et al. (2008) menyebutkan kembang sepatu sebagai salah satu inang dari kutu putih ini tetapi tidak ditemukan di Indonesia melainkan di India. William (2004) tidak menyebut kutu putih ini dalam temuannya mengenai kutu putih di Asia tenggara. Peronti et al. (2001) dan Sartiami et al. (2011) juga tidak menemukan kutu ini menyerang tanaman hias. Kutu putih ini memiliki warna tubuh kekuningan dan dilapisi lilin berwarna putih (Gambar 18). Pada penelitian ini P. solenopsis ditemukan dalam populasi yang tinggi.

a b

Gambar 18 Phenacoccus solenopsis (a) koloni imago betina, (b) imago betina Planococcus minor. Dalam penelitian ini ditemukan tujuh tanaman inang, satu diantaranya telah dicantumkan di dalam Miller et al. (2009) yaitu puring dan enam inang lainnya belum yaitu batavia, adenium, soka, nusa indah, jodia dan kemuning (Tabel 6). Williams (2004) telah menemukan spesies ini tetapi bukan pada tanaman hias yaitu pada tanaman lada dan beberapa jenis tanaman lain di daerah jawa, sedangkan Sartiami et al. (2011) menyebutkan tanaman puring sebagai inang kutu putih ini begitupun Cox (1989) menyebutkan puring sebagai salah satu tanaman inang kutu putih tersebut. Miller et al. (2009) mencatat cukup banyak inang kutu putih ini. Kutu putih ini ditemukan pada bagian batang dan daun tanaman (Gambar 19).

a b a b 1 mm 1 mm

34

Gambar 19 Planococcus minor: (a) imago betina pada tanaman soka, (b) koloni kutu pada tanaman jodia yang berasosiasi dengan semut (tanda panah), (c) imago betina pada tanaman kemuning, (d) koloni kutu pada tanaman batavia, (e) imago betina pada tanaman puring, (f) koloni kutu pada tanaman puring

Pseudococcus jackbeardsleyi. Dalam penelitian ini ditemukan tanaman inang P. jackbeardsleyi yaitu aglaonema hijau (Tabel 6). Williams (2004) mencatat kutu putih ini menyerang tanaman famili Euphorbiaceae di Indonesia. Peronti et al. (2001) tidak menyebutkan P. jackbeardsleyi menyerang tanaman hias, sedangkan Sartiami et al. (2011) mencatat aglaonema dan puring sebagai inang kutu putih ini. Miller et al. (2009) menyebutkan cukup banyak ianag P. jackbeardsleyi yaitu kamboja, aglaonema, anthurium, puring. Kutu putih ini ditemukan di atas permukaan daun, ditangkai daun dan di antara tangkai tanaman aglaonema (Gambar 20). c f e d 1 mm

Gambar 20 Pseudococcus jackbeardsleyi (a) koloni kutu pada tangkai tanaman, (b) imago betina, (c) koloni kutu diantara tangkai tanaman, (d) embun jelaga pada daun (tanda panah)

Rastrococcus spinosus. Tanaman inang R. spinosus yang ditemukan dalam penelitian ini tampaknya tidak jauh berbeda dengan tanaman inang yang terdapat dalam Miller et al. (2009) yaitu kamboja (Tabel 6). Williams (2004) menyatakan R. spinosus telah ditemukan pada tanaman Ficus ampelas famili Moraceae di Bogor pada tahun 1928. Peronti et al. (2001) dan Sartiami et al. (2011) tidak menyebutkan spesies kutu putih ini menyerang tanaman hias. Imago betina kutu putih ini berbentuk oval dan pipih dan ditutupi lilin yang tebal dan panjang (Gambar 21).

Gambar 21 Imago betina Rastrococcus spinosus

a b

c d

1 mm

36

Rastrococcus sp. Pada penelitian ini ditemukan tanaman inang kutu perisai ini yaitu Schefflera sp. (Tabel 6). Kutu ini dikelompokkan dalam genus Rastrococcus. Kutu putih ini belum dapat diidentifikasi lebih lanjut sehingga belum ada laporan tentang tanaman inangnya. Dalam penelitian ini ditemukan populasi kutu pada permukaan bawah daun. Kutu ini memiliki lilin yang panjang dan menempel pada bagian posterior (Gambar 22)

Gambar 22 Rastrococcus sp. (a) imago betina, (b) koloni kutu pada bagian bawah daun

Famili Aleyrodidae

Aleurodicus dispersus. Pada penelitian ini ditemukan imago dan kantung pupa di bawah permukaaan daun kastuba (Gambar 23). Kantung pupa ini

Dokumen terkait