Hasil Kondisi Umum
Desa Cihideung merupakan desa yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Kabupaten Bandung Barat ini memilki visi “Terwujudnya sistem politik yang demokratis, pemerintahan yang desentralistik, pembangunan daerah yang berkelanjutan, serta keberdayaan masyarakat yang partisipatif dengan didukung sumber daya aparatur yang profesional dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Salah satu kata kunci dari Visi Kementerian Dalam Negeri tersebut adalah Pembangunan Daerah yang merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai yaitu terwujudnya pembangunan daerah yang berkesinambungan melalui peningkatan kemandirian daerah dalam pengelolaan pembangunan yang berbasis wilayah, ekonomi, dan berdaya saing, secara profesional dan berkelanjutan. Untuk mewijudkan visi Pembangunan Daerah tersebut pemerintah Kabupaten Bandung Barat berupaya mewujudkannya melalui misi untuk memperkuat otonomi desa
Tabel 5 Data potensi agrowisata
No Jenis Data Spesifikasi Cara perolehan data Sumber data 1 Program wisata
yang sudah berkembang
Seni budaya lokal, tradisi dan kebiasaan lokal, wisata pendukung Wawancara dan observasi Penduduk 2 Kualitas lanskap
Good view dan bad
view
Survey lapang Lapang 3 Akomodasi Homestay, villa Survey lapang,
wawancara
Lapang 4 Aksesibilitas Jaringan dan moda
angkutan, jarak menuju lokasi Survey lapang, wawancara Lapang 5 Fasilitas kesehatan dan keamanan Rumah sakit/klinik, polisi, penerangan Survey lapang, wawancara Lapang 6 Fasilitas pendidikan TK, SD, SMP, SMA/SMK, Perguruan Tinggi Survey lapang, wawancara Lapang, pemerintah
18
dan meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam aspek ekonomi, sosial, dan budaya.
Untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Bandung Barat mulai dikembangkan desa wisata, salah satunya Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong. Kecamatan Parongpong memilki luas wilayah 433938 km2 dan terletak berbatasan dengan Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta di sebelah utara, Kecamatan Cisarua di sebelah barat, Kecamatan Lembang di sebelah timur, dan Kota Bandung di sebelah selatan. Kecamatan ini memiliki topografi dengan kemiringan lahan dominan 6-13%. Kecamatan Parongpong berada pada ketinggian 1100-1700 mdpl. Kecamatan ini memiliki potensi pertanian dalam berbagai komoditas, diantaranya tanaman sayuran, tanaman hias, dan peternakan sapi. Secara administrasi Desa Cihideung berada di Kecamatan Parongpong. Desa Cihideung ini berada pada ketinggian 1000-1500 mdpl. Luas wilayah Desa Cihideung sebesar 445.410 ha dengan penggunaan lahan dapat dilihat pada Tabel 6.
Desa Cihideung berbatasan dengan Desa Karyawangi di sebelah utara, Desa Isola di sebelah selatan, Desa Sukajaya di sebelah timur, serta Desa Karyawangi dan Desa Cigugur Girang di sebelah barat. Batas wilayah desa sebelah utara dan selatan ditandai dengan gapura desa, sedangkan sebelah barat dan timur dibatasi oleh lahan hijau, pemukiman, dan pembatas pagar beton. Desa Cihideung terdiri dari 17 RT dengan 4 dusun, yaitu dusun Nyingkir, Panyairan, Cihideung, dan Kancah.
Tabel 6 Luas wilayah menurut penggunaan
Penggunaan Luas Pemukiman 201, 000 ha Kuburan 2, 000 ha Pekarangan 40, 249 ha Perkantoran 0, 155 ha Tegal/ladang 175,887 ha Fasilitas umum Tanah kas desa Lapangan olahraga Jalan
Tempat pemakaman desa
Bangunan sekolah/perguruan tinggi
0,513 ha 2,025 ha 5,700 ha 0,006 ha 0,048 ha Prasarana umum lainnya 11, 243 ha
Area kosong 182, 471 ha
Total 445,410 ha
19 Desa Cihideung ini ditetapkan sebagai desa wisata sebagai upaya dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Desa Cihideung ini juga didukung oleh keadaan lingkungan yang nyaman yaitu berada pada suhu rata-rata 17-240C sehingga Desa Cihideung ini berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata. Wilayah Desa Cihideung dapat dilihat pada Gambar 6.
Sumber: Bakosurtanal (2013)
20
Identifikasi Karakter Lanskap
Lanskap yang terbentuk di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat ini terbentuk dari aspek fisik dan biofisik dengan bercirikan lanskap pertanian.
Aspek Fisik Iklim
Berdasarkan data dari Stasiun BMKG Lembang diketahui bahwa rata-rata curah hujan tertinggi di Desa Cihideung terjadi pada bulan Desember dan rata-rata curah hujan terendah terjadi pada bulan Agustus. Jumlah curah hujan Desa Cihideung berdasarkan pengukuran Stasiun Lembang dapat dilihat pada Tabel 7. Grafik rata-rata jumlah curah hujan di Desa Cihideung dapat dilihat pada Gambar 7.
Tabel 7 Jumlah curah hujan (mm)
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
Rata-Rata 2002 386 124 236 167 26.0 29.0 155 25.0 0.00 27.0 192 323 141 2003 100 319 180 72.0 82.0 24.0 19.0 13.0 18.0 267 124 289 126 2004 193 270 194 203 229 36.0 53.0 0.00 14.0 13.0 148 315 139 2005 198 450 315 172 155 106 42.0 35.0 109 159 198 245 182 2006 291 219 42.0 143 131 19.0 5.00 0.00 0.00 20.0 61.0 445 115 2007 82.0 338 137 409 72.0 97.0 2.00 4.00 16.0 139 456 361 176 2008 230 129 310 278 79.0 25.0 0.00 54.0 24.0 173 257 221 148 2009 208 205 418 196 169 55.0 31.0 0.00 11.0 154 301 202 162 2010 307 436 552 90.0 332 103 176 145 299 286 402 292 285 2011 55.0 64.0 81.0 174 183 22.0 37.0 1.00 8.00 143 505 321 133 Rata-Rata 205 255 246 190 146 52.0 52.0 28.0 50.0 138 264 301 161 Sumber: BMKG (2012) Sumber: BMKG (2012)
21 Berdasarkan data jumlah curah hujan di atas, jumlah bulan basah (>60 mm) pada 10 tahun terakhir (2002-2011) adalah 8 bulan dan jumlah bulan kering (<60 mm) adalah 4 bulan. Maka, dapat diperoleh nilai ratio bulan kering terhadap bulan basah (Q) untuk menentukan jenis iklim mikro Desa Cihideung. Rumus yang dapat digunakan adalah
Q = Jumlah Bulan Kering Jumlah Bulan Basah
Nilai yang diperoleh adalah Q = 4/8 X 100% = 50 %. Berdasarkan klasifikasi Schmidth dan Ferguson (1951), iklim di Desa Cihideung termasuk ke dalam tipe iklim C, yaitu daerah agak basah (Koesmaryono dan Handoko 1995)
x 100%
Suhu rata-rata di desa ini adalah 20,040C (BMKG, 2012). Suhu rata-rata Desa Cihideung berdasarkan pengukuran Stasiun Lembang dapat dilihat pada Tabel 8.
Berdasarkan hasil survey lapang diperoleh suhu sesaat di desa ini adalah 180-210C dan kelembaban udara sebesar 71-100 %. Grafik rata-rata suhu udara di Desa Cihideung dapat dilihat pada Gambar 8.
Sumber: BMKG (2013)
Gambar 8 Grafik rata-rata suhu udara Tabel 8 Suhu rata-rata (0C)
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
Rata-Rata 2002 20.1 19.7 20.4 20.4 20.5 19.8 19.7 19.1 20.1 21.8 21.2 20.7 20.3 2003 20.8 20.0 20.1 20.6 20.7 19.9 19.5 19.8 20.4 20.5 20.9 20.0 20.3 2004 20.7 20.0 20.6 20.7 20.4 19.7 19.2 19.1 20.3 21.5 21.1 20.2 20.3 2005 20.3 20.1 20.4 20.5 20.3 20.1 19.5 19.4 20.0 20.4 20.7 20.0 20.1 2006 19.9 20.3 20.3 20.2 18.5 17.4 17.6 16.5 20.1 21.3 21.5 20.5 19.5 2007 19.7 19.7 19.8 20.1 20.4 19.9 19.6 19.5 20.3 20.7 20.4 20.0 20.0 2008 20.4 19.2 19.6 19.8 19.8 19.4 19.3 19.5 20.4 20.7 20.4 20.1 19.9 2009 19.7 19.4 19.6 20.2 20.3 19.8 19.3 19.5 20.3 20.4 20.3 20.4 19.9 2010 19.9 20.2 20.4 21.0 21.1 20.2 19.6 19.9 19.7 20.1 20.2 19.7 20.2 2011 19.8 19.8 19.8 19.9 20.1 19.6 19.1 19.2 20.1 20.8 20.0 20.6 19.9 Rata-Rata 20.1 19.8 20.1 20.3 20.2 19.6 19.2 19,6 20.2 20.8 20.7 20.2 20.0 Sumber: BMKG (2012)
22
Kelembaban udara di Desa Cihideung sebesar 84,63 % (BMKG, 2012). Kelembaban udara Desa Cihideung berdasarkan pengukuran Stasiun Lembang dapat dilihat pada Tabel 9. Grafik rata-rata kelembaban udara di Desa Cihideung dapat dilihat pada Gambar 9.
Tanah
Jenis tanah di Desa Cihideung adalah tanah Andosol Cokelat dan Latosol Cokelat. Tanah Andosol Cokelat berasal dari bahan induk abu vulkan yang telah
mengalami pelapukan sehingga menghasilkan tanah yang subur. Penyebaran tanah
tersebut di daerah beriklim sedang dengan curah hujan di atas 2 500 mm/ tahun tanpa bulan kering. Tanah jenis ini banyak ditemukan di dataran tinggi bersuhu
Tabel 9 Kelembaban rata-rata (0C)
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des
Rata-Rata 2002 90 89 88 87 85 85 86 82 80 71 83 88 85 2003 83 90 90 87 84 81 79 82 81 85 85 88 85 2004 89 88 86 87 88 83 86 80 80 74 83 88 84 2005 87 89 88 85 87 87 84 84 85 83 82 92 86 2006 90 88 86 89 85 81 84 77 74 72 79 89 83 2007 84 91 88 92 86 87 82 74 73 82 91 92 85 2008 86 89 89 88 83 83 79 84 80 84 89 89 85 2009 86 89 86 87 85 85 79 80 76 80 85 86 84 2010 88 90 89 83 86 86 87 86 88 86 88 85 87 2011 84 81 84 86 88 83 83 78 77 80 88 84 83 Rata-Rata 87 88 87 87 86 84 83 81 79 80 85 88 85 Sumber: BMKG (2012) Sumber: BMKG (2012)
23
sedang hingga dingin. Umumnya dijumpai di daerah lereng atas kerucut vulkan
pada ketinggian di atas 800 mdpl. Tanah Andosol Cokelat ini tersebar di pulau-pulau yang memiliki gunung api aktif, seperti di Sumatra bagian Barat, Jawa, Bali, dan sebagian Nusa Tenggara. Tanah ini banyak dikembangkan untuk tanaman perkebunan dan hortikultura. Tanah Latosol Cokelat memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, memiliki pH 6–7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, namun kadar humusnya mudah menurun. Jenis tanah ini pada dasarnya
merupakan bentuk pelapukan dari batuan vulkanis. Tanah Latosol Cokelat
tersebar di daerah beriklim basah, curah hujan lebih dari 300 mm/tahun, dan ketinggian tempat berkisar 300–1.000 meter. Tanah Latosol Cokelat memiliki ketersediaan air yang cukup, kadar nitrogen, pospor, dan kalium yang cukup, dan untuk peningkatan produksi dapat dilakukan dengan pemupukan.
Berdasarkan karakteristik tanah, Desa Cihideung didominansi oleh tanah Andosol Cokelat. Tanah Andosol Cokelat ini sangat penting bagi bidang pertanian. Namun, produktivitas tanah yang rendah akibat sifat kimia yang khas seperti retensi P yang tinggi, pencucian unsur basa dari tanah. Oleh karena itu, untuk mempertahankan kesuburan tanah Andosol Cokelat perlu dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah tersebut agar produktivitas lahan meningkat sehingga produksi hasil pertanian pun meningkat.
Topografi
Kondisi topografi di Desa Cihideung sangat bervariasi. Peta topografi Desa Cihideung dapat dilihat pada Gambar 10. Hal tersebut dikarenakan letak desa ini yang berada di daerah perbukitan sehingga kontur Desa Cihideung bervarisai yang mengakibatkan kemiringan tanah berkisar antara datar hingga sangat curam. Kemiringan lahan Desa Cihideung berada pada 0-8%, 8-15%, 15-25%, 25-40%, dan >40%. Peta kemiringan lahan Desa Cihideung dapat dilihat pada Gambar 11.
24
Sumber: Bakosurtanal (2013)
25
Sumber: Bakosurtanal (2013)
26
Penutupan Lahan
Penutupan lahan di Desa Cihideung, terdiri atas: lahan budidaya, hutan, padang rumput, semak belukar/alang-alang, perkebunan, persawahan, tegalan/ladang, danau/situ, dan perumahan. Peta Penutupan lahan ini dapat dilihat pada Gambar 12.
Sumber: Bakosurtanal (2013)
27
Hidrologi
Bentuk badan air yang ada di Desa Cihideung merupakan badan air alami berupa mata air dan sungai. Mata air tersebut berjumlah 8 unit. Sungai yang terdapat di desa ini merupakan sungai kecil. Kondisi badan air tersebut relatif baik. Hal tersebut dikarenakan area di sekitar badan air masih ditumbuhi pepohonan. Kualitas air tersebut tergolong ke dalam air jernih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama sebagai sumber irigasi budidaya tanaman hias, tanaman sayur, dan buah serta tanaman bunga potong.
Saluran drainase di Desa Cihideung ini terbagi menjadi dua, yaitu saluran drainase alami dan buatan. Saluran drainase alami merupakan saluran air yang mengikuti keadaan topografi pada tapak. Air mengalir dari puncak bukit menuju tegalan-tegalan di daerah bagian bawah. Saluran drainase buatan merupakan saluran drainase yang sengaja dibuat di sepanjang koridor jalan, pemukiman penduduk dan di sekitar lahan budidaya tanaman. Saluran drainase yang berupa sumber irigasi dapat dilihat pada Gambar 13.
Secara umum kondisi saluran drainase tersebut relatif baik. Namun, kondisi saluran drainase buatan terlihat kurang baik. Hal tersebut dikarenakan masyarakat membuang limbah padat rumah tangga ke dalam saluran air sehingga mengakibatkan ketika turun hujan air meluapkan limbah tersebut ke jalan.
Keadaan hidrologi di Desa Cihideung sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber air saluran irigasi untuk lahan budidaya tanaman hortikultura. Kebutuhan air di Desa Cihideung selalu tercukupi walaupun pada musim kemarau. Namun, penataan saluran yang kurang tertata terutama di tepi jalan akan membuat bad view sehingga diperlukan penataan saluran drainase agar dapat terlihat lebih baik. Keadaan saluran air yang kurang tertata dapat dilihat pada Gambar 14.
Gambar 13 Saluran irigasi
28
Aspek Biofisik Vegetasi dan Satwa
Berdasarkan hasil survey lapang dan studi literatur vegetasi yang terdapat di Desa Cihideung, yaitu vegetasi budidaya. vegetasi pelindung, vegetasi konservasi, dan vegetasi perkebunan. Vegetasi budidaya antara lain tanaman hias, tanaman sayuran, dan tanaman buah. Vegetasi pelindung antara lain pinus (Pinus merkusii), cemara, kecrutan (Spathodea campanulata), dan lainnya. Vegetasi konservasi antara lain rerumputan, alang-alang (Imperata cylindrical), bambu (Bamboosa vulgaris), orok-orok, palem merah (Cyrtostachis renda). Vegetasi perkebunan adalah teh. Selain itu, terdapat juga vegetasi estetik, seperti rumput paetan (Axonopus compressus), teh-tehan (Acalypha macrophylla), euphorbia (Euphorbia milii), palem botol (Mascarena lagenicaulis), palem raja (Roystonea regia), bugenvil (Bougainvillea sp.), petai cina (Leucaena leucocephala).
Sebagian besar vegetasi yang terdapat di Desa Cihdeung merupakan vegetasi budidaya. Hal tersebut terlihat dari pemanfatan pekarangan rumah penduduk untuk mendisplay tanaman lanskap yang siap di jual dan pembudidayaan tanaman. Tanaman lanskap yang dijual mulai dari tanaman penutup tanah hingga pohon. Selain itu, terdapat usaha pembudidayaan bunga potong yang dapat digunakan untuk dekorasi. Beberapa jenis tanaman pertanian yang dibudidayakan di Desa Cihideung dapat dilihat pada Tabel 10, Tabel 11, dan Tabel 12.
Tabel 10 Tanaman sayuran ddan palawija No Nama lokal Nama ilmiah
1 Jagung Zea mays
2 Ubi kayu Manihot esculenta
3 Ubi jalar Ipomoea batatas
4 Petsai/sawi/sosin Brassica rapa
5 Kubis Brassica oleracea
6 Buncis Phaseolus vulgaris
7 Cabai merah Capsicum annum
8 Cabai rawit Capsicum frutescens
9 Tomat Solanum lycopersicum
10 Brocoli Brassica oleracea
11 Selada Lactuca sativa
12 Labu siam Sechium edule
Tabel 11 Tanaman buah No Nama lokal Nama Ilmiah
1 Alpukat Persea americana
2 Sawo Manilkara zapota
3 Mangga Mangifera indica
4 Durian Durio zibethinus
5 Jambu biji Psidium guajava
6 Jambu air Eugenia aquea
7 Jeruk siam/keprok Citrus nobilis
8 Pepaya Carica papaya
29 Tabel 12 Tanaman hias
No Nama lokal Nama ilmiah Spesies
1 Anggrek bulan Phalaenopsis amabilis Phalaenopsis amabilis
2 Anthurium bunga Anthurium sp. Anthurium andraeanum
3 Anyelir Dianthus caryophyllus Dianthus caryophyllus
4 Simbang darah Iresine herbstii Iresine herbstii
5 Gladiol Galdiolus sp. Galdiolus communis
6 Pisang-pisangan Heliconia sp. 7 Krisan Chrysanthemum sp.
8 Mawar Rosa sp. Rosa alba
9 Sedap malam Polyanthes tuberosa Polyanthes tuberose
10 Dracaena Dracaena godseffiana Dracaena godseffiana
11 Melati Jasminum sambac Jasminum sambac
12 Palem merah Cyrtostachis renda Cyrtostachis renda
13 Aglaonema Aglaonema sp.
14 Kamboja jepang Adenium obesum. Adenium obesum
15 Euporbia Euphorbia milii Euphorbia milii
16 Pilodendron Philodendron sp. Philodendron
17 Pakis Cycas rumphii Cycas rumphii
18 Monstera Monstera sp. Monstera acuminata
19 Wijaya kusuma Epiphyllum oxypetalum Epiphyllum oxypetalum
20 Hanjuang Cordyline terminalis Cordyline terminalis
21 Daun bahagia Dieffenbachia sp. Dieffenbachia amoena, Dieffenbachia bowmanii, Dieffenbachia maculata,
22 Lidah mertua Sansevieria sp.
23 Keladi hias Caladium bicolor Caladium bicolor
24 Sutra Bombay Portulaca sp. Portulaca grandiflora
25 Kana Canna sp. Canna generalis, Canna indica
26 Dahlia Dahlia variabilis Dahlia variabilis
27 Kaktus Eriosyce imitans Eriosyce imitans
28 Spider lily Hymenocallis speciosa Hymenocallis speciosa
29 Soka Ixora sp.
30 Dusty miller Senecio cineraria Senecio cineraria
31 Zodia Eulovia suaveolens Eulovia suaveolens
32 Hortensia Hydrangea macrophylla Hydrangea macrophylla
33 Nipple fruit Solanum mammosum Solanum mammosum
30
No Nama lokal Nama ilmiah Spesies
35 Bunga matahari Helianthus annuus Helianthus annuus
36 Teratai Nymphaea lotus Nymphaea lotus
37 Alang-alang air Typa angustifolia Typa angustifolia
38 Bugenvil Bougainvillea sp.
39 Amarylis Hippeastrum hybrida Hippeastrum hybrida
40 Futoi/bambu air Equisetum hyemale Equisetum hyemale
Satwa yang terdapat di Desa Cihideung sebagian besar merupakan satwa yang dibudidayakan atau satwa ternak. Jenis-jenis satwa ternak tersebut dapat dilihat pada Tabel 13.
Populasi satwa ternak yang terbesar adalah sapi perah. Hal tersebut dikarenakan produksi yang dihasilkan dari sapi dilakukan secara rutin dan dilakukan pemasaran ke luar Desa Cihideung. Sedangkan, satwa ternak dan satwa peliharaan yang lainnya hanya dikembangkan dalam skala rumah tangga sebagai hewan peliharaan. Daerah pengembangan sapi perah tersebut berada di RT 16 dan 17. Hal tersebut didukung oleh adanya lahan yang relatif luas untuk peternakan sapi, adanya tenaga peternak, tersedianya bahan pakan ternak yang cukup.
Identifikasi Karakter Sosial Budaya Masyarakat
Untuk mengetahui karakter budaya masyarakat dapat diketahui melalui persepsi dan preferensi pengunjung dan penduduk Desa Cihideung, kelembagaan masyarakat yang berkembang di desa, dan penilaian keberlanjutan masyarakat.
Tabel 13 Jenis satwa ternak dan satwa peliharaan No Nama lokal Nama ilmiah
1 Sapi perah Bos primigenius
2 Ayam kampung Gallus domesticus
3 Ayam broiler Gallus gallus
4 Bebek Cairina moschata
5 Kuda Equus caballus
6 Domba Ovis aries
7 Kelinci Oryctolagus cuniculus
8 Anjing Canis Lupus
9 Kucing Felis Domesticus
Sumber: Profil Desa (2010)
31
Aspek Sosial dan Ekonomi Demografi
Jumlah penduduk Desa Cihideung sebesar 12 996 jiwa dengan rincian 6 259 orang laki-laki, 6 667 orang perempuan, 4 041 KK. Tingkat pendidikan penduduk Desa Cihideung sangat beragam. Tingkat pendidikan tersebut dapat dilihat pada Tabel 14.
Berdasarkan tingkat pendidikan penduduk yang beragam mengakibatkan mata pencaharian penduduk pun bervariasi. Mata pencaharian penduduk Desa Cihideung dapat dilihat pada Tabel 15.
Tabel 14 Tingkat pendidikan penduduk Tingkat pendidikan Laki-laki (orang) Persentase (%) Perempuan (orang) Persentase (%) SD/sederajat 683 52.18 535 41.25 SMP/sederajat 218 16.65 325 25.06 SMA/ sederajat 316 24.14 323 24.90 D1/ sederajat 15 1.15 35 2.70 D2/ sederajat 20 1.53 15 1.16 D3/ sederajat 12 0.92 17 1.31 S1/ sederajat 15 1.15 12 0.93 S2/ sederajat 17 1.30 20 1.54 S3/ sederajat 13 0.99 15 1.16
Sumber: Profil Desa (2010)
Tabel 15 Mata pencaharian penduduk Mata Pencaharian Laki-laki
(orang) Persentase (%) Perempuan (orang) Persentase (%) Petani 1 187 32.71 - - Buruh tani 310 8.54 97 16.22 Buruh migrant 154 4.24 57 9.53 Pengrajin industri rumah tangga 18 0.50 15 2.51 Pedagang keliling 1 430 39.40 17 2.84 Peternak 37 1.02 - - Montir 2 0.06 - - Dokter - - 5 0.84 Bidan 1 0.03 1 0.17 Perawat - - 53 8.86 Pembantu rumah tangga 17 0.47 - - TNI 12 0.33 1 0.17 POLRI 105 2.89 30 5.02 Notaris 1 0.03 - - Dukun - - 5 0.84 Jasa pengobatan alternatif 1 0.03 - - Dosen 3 0.03 2 0.33 Pengusaha 5 0.14 1 0.17 Seniman 1 0.03 1 0.17 Karyawan swasta 305 8.40 297 49.67 Karyawan pemerintah 39 1.07 21 3.51
32
Berdasarkan data tersebut 41.25% penduduk laki-laki dan 16.22% penduduk perempuan bermata pencaharian sebagai petani terutama petani tanaman lanskap dan pedagang. Hal tersebut sangat mendukung keberlanjutan pengembangan agrowisata.
Mayoritas penduduk Desa Cihideung beragama Islam yaitu sebesar 12 636 orang dan minoritas beragama Kristen yaitu sebesar 290 orang. Kehidupan beragama penduduk di Desa Cihideung dapat dilihat dari tersedianya sarana peribadatan di setiap RT di Desa Cihideung, serta adanya kegiatan peribadatan (pengajian) rutin ibu-ibu Desa Cihideung.
Penduduk Desa Cihideung juga memilki kebudayaan tradisional berupa kesenian sasapian dan tradisi ritual Irung-Irung. Sasapian merupakan salah satu bentuk syukur penduduk Desa Cihideng atas segala nikmat yang telah diberikan Allah selama ini. Bentuk rasa syukur tersebut disajikan dalam bentuk pertunjukan sasapian yang menggambarkan adanya peperangan melawan penjajah pada masa dahulu yang diibaratkan oleh sapi. Tradisi ritual Irung-Irung merupakan ritual membersihkan mata air irung-irung yang merupakan sumber mata air yang mengairi lahan pertanian penduduk Desa Cihideung. Penduduk selalu berperan aktif dalam kegiatan tersebut yang merupakan salah satu bentuk kegiatan keagaamaan yang rutin dilakukan setiap tahun.
Persepsi Penduduk Desa Cihideung
Pada tahun 1985 petani di Desa Cihideung mengembangkan tanaman dalam polybag. Pada tahun 1988 mulai dibuka akses jalan di Desa Cihideung sehingga mengakibatkan ramainya pengunjung ke Desa Cihideung. Namun, pada tahun 1997 mulai terjadinya konversi lahan menjadi lahan terbangun. Hal tersebut mengakibatkan para petani beralih menjadi petani bunga potong agar dapat memaksimalkan lahan dan memperoleh keuntungan, para peternak juga kehilangan lahan luas untuk mengembangkan peternakan sapi perahnya, hanya beberapa peternak saja yang tetap bertahan. Persepsi penduduk, Desa Cihideung merupakan desa yang sangat cocok untuk pengembangan agrowisata terutama tanaman hias. Hal tersebut dikarenakan lingkungan desa yang sangat mendukung pengembangan tanaman hias tersebut.
33
Persepsi Pengunjung Desa Cihideung
Untuk mengetahui persepsi pengunjung Desa Cihideung dilakukan penyebaran kuisioner kepada 30 responden. Berdasarkan hasil kuisioner yang telah diberikan pengunjung Desa Cihideung secara umum memilki kesan yang baik terhadap Desa Cihideung. Hal tersebut dapat terlihat dari suasana desa yang nyaman, indah, bersih, serta penduduk yang ramah. Namun, fasilitas wisata yang masih kurang membuat pengunjung kurang merasa puas saat berkunjung ke desa. Berdasarkan persepsi pengunjung pemandangan Desa Cihideung sebesar 80% indah dan 20% sangat indah (Gambar 15); kebersihan Desa Cihideung 93% menyatakan bersih dan 7% menyatakan kotor (Gambar 16); dan sikap penduduk Desa Cihideung sebesar 93% menyatakan ramah serta 7% menyatakan terbuka (Gambar 17).
Gambar 15 Persepsi pengunjung tentang keindahan Desa Cihideung
Gambar 16 Persepsi pengunjung tentang kebersihan Desa Cihideung
34
Pengunjung juga merasakan kenyamanan ketika mengunjungi Desa Cihideung, yaitu sebesar 90% merasa nyaman dan 10% merasa sangat nyaman (Gambar 18). Pengunjung juga berpendapat tentang agrowisata yang saat ini sudah ada di Desa Cihideung menyatakan sebesar 70% menarik, 17% kurang menarik, dan 13 % sangat menarik (Gambar 19).
Preferensi Pengunjung Desa Cihideung
Untuk mengetahui preferensi pengunjung Desa Cihideung telah dilakukan penyebaran kuisioner kepada 30 responden. Berdasarkan hasil kuisioner yang telah diberikan pengunjung Desa Cihideung didapatkan sebagian besar pengunjung desa berasal dari Jakarta, Bandung, dan Bogor. Biaya yang dikeluarkan pengunjung untuk berwisata sebesar 47% Rp > 100 000, 33% Rp 50 000 – 100 000, dan 20% Rp 10 000 – 50 000 (Gambar 20). Tujuan pengunjung ke Desa Cihideung sebesar 50% untuk rekreasi; 34% untuk penelitian, melintas saja, dan lainnya; 13% ingin tahu ; dan 3% untuk berbelanja (Gambar 21). Kegiatan yang paling banyak dilakukan pengunjung ketika berada di Desa adalah jalan-jalan dan menikmati pemandangan (Gambar 22).
Gambar 18 Persepsi pengunjung tentang sikap penduduk Desa Cihideung
35
Berdasarkan hasil kuisioner pengunjung lebih tertarik kepada obyek agrowisata dalam bidang pertanian dan perternakan untuk dikembangkan di Desa Cihideung (Gambar 23). Pengunjung lebih menyukai atraksi wisata pertanian menanam, memanen, dan memakan hasil olahan (Gambar 24). Pada wisata perternakan pengunjung lebih menyukai atraksi memerah susu dan memberi makan ternak (Gambar 27).
Gambar 20 Biaya yang dikeluarkan pengunjung untuk berwisata
Gambar 21 Tujuan pengunjung ke Desa Cihideung
36
Gambar 23 Preferensi pengunjung tentang pengembangan agrowisata di Desa Cihideung
Gambar 24 Preferensi pengunjung tentang atraksi wisata pertanian
Gambar 25 Preferensi pengunjung tentang atraksi wisata perkebunan
37
Selain agrowisata dalam bidang perternakan pengunjung juga menginginkan adanya wisata umum lain, yaitu: sebesar 53% outbond, 30% berkemah, dan 17% piknik. Untuk menunjang kegiatan berwisata di Desa Cihideung, pengunjung menginginkan adanya sarana dan prasarana yang lengkap, seperti tempat parkir, tempat makan, kios cindera mata, toilet, tempat ibadah, tempat sampah, papan informasi, dan penginapan. Pengunjung menginginkan sebesar 53% tempat parkir yang terpusat di suatu tempat, 27% menyebar di beberapa titik lokasi, 13% di dalam kawasan Desa Cihideung, dan 7% di luar kawasan Desa Cihideung (Gambar 30). Pengunjung lebih menyukai sebesar 97% tempat makan yang bernuansa alami dibandingkan bernuansa modern (Gambar 31). Pengunjung sebagian besar jika mengunjungi suatu tempat wisata ingin membawa oleh-oleh yang dijual di kios cinderamata, sebesar 87% pengunjung menginginkan kios cinderamata yang terpusat di suatu tempat dan 13% menyebar di titik lokasi tertentu (Gambar 32).
Gambar 27 Preferensi pengunjung tentang atraksi wisata perternakan
Gambar 28 Preferensi pengunjung tentang atraksi wisata kehutanan
38
Pengunjung menginginkan tersedianya toilet sebesar 63% yang bernuansa alami dan 37% bernuansa modern (Gambar 33). Pengunjung lebih menyukai sebesar 80% tempat ibadah yang bernuansa alami dan 20% tempat ibadah