F. MEDIA DAN ALAT Alat tulis, leaflet
5. HASIL PEMBINAAN BERDASARKAN TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA
susah berjalan hanya merembet ditembok dan dibantu istri, anaknya bila dirumah.
13) Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya :Ya / Tidak, jelaskan sudah diperiksakan di yankes.
5. HASIL PEMBINAAN BERDASARKAN TINGKAT KEMANDIRIAN KELUARGA
Kunjungan Pertama (K-1) :Melakukan pengkajian pada keluarga Tn. S dan keluarga Tn. S sudah masuk
kemandirian 1.
Perawat : Ns. Yessi Elita
Kunjungan Keempat (K-4) : Perawat : Kunjungan Kedua (K-2) : Perawat : Kunjungan Kelima (K-5) : Perawat : Kunjungan Ketiga (K-3) : Perawat : Kunjungan Keenam (K-6) : Perawat :
Keterangan Tambahan terkait Individu
Anak pertama Tn. S yaitu An. R tidak tinggal serumah dengan Tn. S karena bekerja diluar kota, hanya hari libur atau hari minggu saja pulang jika tidak ada
sift bekerja.
Diagnosa Keperawatan Keluarga
1. Defisit perawatan diri : makan b.d ketidakmampuan klien dalam memutuskan asupan makanan yang tepat.
2. Gangguan berjalan b.d ketidakmampuan klien dalam memodifikasi lingkungan.
45
B. Analisa Data
NO DATA ETIOLOGI PROBLEM
1. DS :
-Tn.S mengatakan tidak kontrol dalam konsumsi makanan, Tn. S bebas memakan makanan apa saja meskipun itu dilarang tanpa ukuran.
DO :
-Kadar asam urat Tn. S 9mg/dl.
Defisit perawatan diri : makan
2. DS:
-Tn. S mengatakan akibat dari nyeri pergelangan kaki dan bengkak yang dialaminya menjadi sulit untuk berdiri apabila dari posisi duduk.
-Tn. S mengatakan jika terjadi bengkak saat berjalan harus dengan bantuan, merambat di
dinding atau berpegangan pada kursi. DO:
-Kaki kiri Tn. S terlihat sedikit bengkak.
-Kaki kiri Ny R terlihat dapat berjalan tetapi agak lemah.
46
Diagnosa Keperawatan
1. Defisit perawatan diri : makan b.d ketidakmampuan klien dalam memutuskan asupan makanan yang tepat. 2. Gangguan berjalan b.d ketidakmampuan klien dalam memodifikasi lingkungan.
C. Scoring/Pembobotan dan Penentuan Prioritas Masalah
1. Diagnosa : Defisit perawatan diri : makan b.d ketidakmampuan klien dalam memutuskan asupan makanan yang tepat.
Kriteria Skor Hasil Pembenaran
SIFAT MASALAH (Bobot = 1)
- Tidak sehat
- Ancaman kesehatan - Krisis atau keadaan
sejahtera
3 2 1
2/2 x 1 = 1
Masalah Tn. S dalam menjaga asupan nutrisi yang kurang tepat menjadi salah satu penyebab sering kambuhnya asam urat pada Tn. S.
KEMUNGKINAN MASALAH DAPAT DIUBAH (Bobot = 2) - Dengan mudah - Hanya sebagian - Tidak dapat 2 1 0 2/2 x 2 = 2
Keluarga Tn. S dan Tn. S sendiri merasa apa yang dikonsumsinya selama ini salah dan ingin memperbaiki pola makan itu ada serta keluarga pun selalu memberikan dukungan agar Tn. S menganti pola makan yang lebih sehat.
47
DAPAT DICEGAH (Bobot = 1) - Tinggi - Cukup - Rendah 3 2 1 2/3 x 1 = 2/3
diterapkan agar mengurangi resiko kambuh asam urat yang berulang dan penting juga peran keluarga dalam memberikan dukungan pada Tn. S.
MENONJOLKAN MASALAH (bobot = 1)
- Masalah berat, harus segera ditangani
- Ada masalah, tapi tidak perlu segera ditangani - Masalah tidak dirasakan
2
1
0
2/2 x 1 = 1
Tn. S merasa dengan pola makan yang keliru atau sembarangan mempercepat kambuhnya atau naiknya
kadar purin.
Total 4 1/3
2. Gangguan berjalan b.d ketidakmampuan klien dalam memodifikasi lingkungan.
Kriteria Skor Hasil Pembenaran
SIFAT MASALAH (Bobot = 1) - Tidak sehat - Ancaman kesehatan 3 2 1 3/3 x 1 = 3
Masalah gangguan berjalan yang dialami Tn. S, asam urat menyebabkan Tn. S sulit berjalan dan terasa berat ketika berdiri apabila dari posisi duduk, dan menghambat akivitas Tn. S, sulit berkendara apabila ingin pergi
48
- Krisis atau keadaan sejahtera
bekerja, dan bila tidak segera di tangani akan menimbulkan resiko cedera.
KEMUNGKINAN MASALAH DAPAT DIUBAH (Bobot = 2) - Dengan mudah - Hanya sebagian - Tidak dapat 2 1 0 2/2 x 2 = 2
Keluhan Tn. S yang sulit berjalan menyebabkan sulit untuk bergerak dan beraktivitas. Tn. Smemiliki keinginan besar untuk mencegah masalah dapat segera diatasi.
POTENSIAL MASALAH DAPAT DICEGAH (Bobot = 1) - Tinggi - Cukup - Rendah 3 2 1 3/3 x 1 = 1
Beberapa metode dan pengobatan dapat di terapkan, untuk mengatasi keterbatasan gerak Tn. S namun perlu waktu yang cukup lama untuk memulihkan keadaan Tn. S.
MENONJOLKAN MASALAH (Bobot = 1)
- Masalah berat, harus segera ditangani
- Ada masalah, tapi tidak perlu segera ditangani
2
1
1/2 x 1 = 1/2
Tn. S dan keluarga merasakan keluhan tersebut sangat mengganggu akitivitas dan pekerjaan menjadi terbengkalai, sehingga bagi mereka sangat diperlukan tindakan serius untuk mengatasi masalah gangguan berjalan Tn. S.
49
- Masalah tidak dirasakan 0
Total 32/3
D. Prioritas Diagnosa Keperawatan
1. Defisit perawatan diri : makan b.d ketidakmampuan klien dalam memutuskan asupan makanan yang tepat. 2. Gangguan berjalan b.d ketidakmampuan klien dalam memodifikasi lingkungan.
50
E. Rencana Tindakan Keperawatan
No Diagnosa Tujuan Krieteria Evaluasi Intervensi
Umum Khusus Kriteria Standar
1. Defisit perawatan diri : makan b.d ketidakmampuan klien dalam memutuskan asupan makanan yang tepat. Setelah dilakukan intervensi sebanyak 3 kali kunjungan, Tn. S mengerti dan memahami tentang cara diet yang benar.
1. Setelah dilakukan kunjungan selama 3x60menit diharapkan Tn. S dan keluarga mampu mengatasi masalah ditandai dengan :
1.1 Mengenal masalah untuk mengetahui tanda gejala asam urat memburuk.
Respon Verbal Keluargadan Tn. S mengetahui tanda gejala asam urat jika kambuh.
1.1.1 Bantu keluarga dalam mengenal masalah Tn. S dengan memberikan informasi yang dibutuhkan. 1.1.2 Bantu Tn. S mengidentifikasi
kemungkinan yang dapat terjadi.
1.1.3 Jelaskan tujuan danmanfaat keputusan yang akan dilakukan. 1.2 Mengambil
tindakan yang tepat untuk melakukan diet makanan.
Respon Afektif Keluarga dan Tn. S mau mengambil tindakan untuk memperbaiki
1.2.1 Mampu menyediakan menu diet untuk asam urat.
51
konsumsi makanan dengan diet asam urat :
Makanan yang sebaiknya dihindari.
Makanan yang sebaiknya dibatasi.
mengikuti diet asam urat dalam kehidupan sehari-hari.
1.2.3 Anjurkan pasien untuk menghindari
menghindari makanan yang dilarang dan mengkonsumsi makanan yang dianjurkan untuk penderita asam urat. 2. Gangguan berjalan b.d ketidakmampuan klien dalam memodifikasi lingkungan. Setelah dilakukan intervensi sebanyak 3 kali kunjungan, Tn. S mengerti dan memahami masalah gangguan berjalan. 1. Setelah dilakukan kunjungan selama 3x60menit diharapkan Tn. S dan keluarga mampu mengatasi masalah ditandai dengan : 1.1 Mengenal masalah untuk mengetahui penyebab gangguan berjalan.
Respon Verbal Menyebutkan dari penyebab dan tanda
gangguan berjalan : a. Nyeri b. Kekakuan otot c. Bengkak d. Keterbatasan rentang pergerakan sendi e. Perubahan cara 1.2.1 Diskusikan dengan keluarga penyebab gangguan berjalan. 1.2.2 Tanyakan kembali tentang penyebab gangguan berjalan. 1.2.3 Berikan reinforcement
positif terhadap usaha keluarga dalam menjawab.
52 berjalan f. Ketidakstabilan posisi g. Pergerakan lambat 1.2 Melakukan latihan pergerakan sendi (ROM).
Respon Afektif Keluarga dapat mendemonstrasikan cara melakukan latihan pergerakan sendi
1.2.1 Berikan contoh vidio dan demonstrasikan kepada keluarga khusunya Tn. S cara melakukan ROM. 1.2.2 Berikan kesempatan kepada keluarga khususnya Tn. S untuk mencoba latihan pergerakan sendi (ROM). 1.2.3 Berikan reinforcement
53
positif terhadap usaha keluarga khususnya Tn.S dalam melakukan latihan pergerakan sendi (ROM). 1.2.4 Pastikan Tn. S akan melakukan tindakan yang di ajarkan jika diperlukan. 1.3 Melaksanakan perawatan non farmakologi kepada Tn. S. Respon Psikomotor Keluarga mampu melakukan perawatan kepada Tn. S untuk mengatasi bengkak agar tidak terjadi gangguan berjalan.
1.2.1 Diskusikan kegiatan harian Tn. S
1.2.2 Anjurkan Tn. S beristirahat cukup dan
teratur.
1.2.3 Keluarga khusunya Tn. S melakukan kompres hangat dingin saat bengkak terjadi. 1.4 Memodifikasi lingkungan Respon Psikomotor Menyebutkan cara memodifikasi 1.2.1 Observasi lingkungan rumah pada kunjungan
54
lingkungan untuk gangguan berjalan dan melakukan tindakan modifikasi lingkungan. dengan terencana. 1.2.2 Diskusikan dengan keluarga tentang pemberian pegangan kayu atau kursi kayu yang kuat untuk pegangan Tn. S ketika
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan
Gout arthitis adalah gangguan metabolisme asam urat yang ditandai dengan hiperurisemia dan deposit kristal urat dalam jaringan sendi, menyebabkan serangan akut. (Aru W.Sudoyo. 2009).
Gout terjadi sebagai akibat dari hiperurisemia yang berlangsung lama (asam urat serum meningkat) disebabkan karena penumpukan purin atau eksresi asam urat yang kurang dari ginjal. Purin adalah zat alami yang merupakan salah satu kelompok struktur kimia pembentuk DNA dan RNA. Ada dua sumber utama purin, yaitu purin yang diproduksi sendiri oleh tubuh dan purin yang didapatkan dari asupan makanan. Zat purin yang diproduksi oleh tubuh jumlahnya mencapai 85%. Untuk mencapai 100%, tubuh manusia hanya memerlukan asupan purin dari luar tubuh (makanan) sebesar 15%. Ketika asupan purin masuk kedalam tubuh melebihi 15%, akan terjadi penumpukan zat purin. Akibatnya, asam urat akan ikut menumpuk. Hal ini
menimbulka risiko penyakit asam urat. (Noviyanti, 2015).
Masalah asam uratyang terjadi pada keluarga Tn. S dikarenakan faktorketidakefektifan Tn. S sendiri dalam pengontrolan konsumsi makanan. Keluarga mengatakan Tn. S sering memakan makanan yang dilarang untuk dikonsumsi karena bisa membuat kadar purin meningkat
Mengatasi masalah asam urat Tn. S maka diperlukan asuhan keperawatan yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut. Asuhan keperawatan yang dilakukan untuk mengatasi asam uratini adalah dengan mengenali pentingnya menjaga asupan makanan yang di konsumsi dan mengajarkan latihan gerak sendi (ROM) aktivitas harian dalam mengisi waktu luang Tn. S.
4.2 Saran
Upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan keluarga melalui penyuluhan mengenai peran anggota keluarga dan perkembangan keluarga sesuai jenjang merupakan langkah yang tepat dilakukan guna
dikembangkan dan ditingkatkan, untuk itu perlu dukungan oleh pihak-pihak yang peduli terhadap kesehatan keluarga.