BAB I PENDAHULUAN
BAB 4 HASIL PENELITIAN
4.2 Hasil Pemeriksaan Skor Indeks Plak
Berdasarkan hasil penelitian, data yang diperoleh harus terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Uji normalitas yang digunakan pada penelitian ini adalah Shapiro-wilk, dikarenakan jumlah sampel penelitian kurang dari 50. Berdasarkan asil uji Shapiro-wilk jika diperoleh nilai p>0,05 yang berati berdistribusi normal, maka dilanjutkan dengan pengujian menggunakan uji t dependen , dan t independen, namun
jika data tidak berdistribusi normal, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji nonparametrik Wilcoxon, dan Mann-whitney.
Tabel 5. Uji Normalitas Data Skor Plak pada Pemberian Obat Kumur Ekstrak Kulit Jeruk Nipis 5% dan Obat Kumur Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix)
Berdasarkan uji normalitas data diketahui bahwa data skor plak pada pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis hari ke-0 tidak terdistribusi normal, dengan nilai p=0,022 (p<0,05) dan data skor plak pada pemberian obat kumur
ekstrak kulit jeruk nipis hari ke-7 terdistribusi normal, dengan nilai p=0,298 (p>0,05).
Berdasarkan uji normalitas shapiro-wilk didapatkan bahwa data skor plak pada pemberian obat kumur kulit jeruk purut hari ke-0 dan hari ke-7 terdistribusi normal, dengan masing- masing nilai p=0,739 dan p=0,052 (p>0,05).
Tabel 6. Nilai Rerata Skor Plak pada Pemberian Obat Kumur Ekstrak Kulit Jeruk
*Signifikan p<0,05, Uji Wilcoxon
Berdasarkan pada tabel 6 diperoleh nilai rerata skor plak pada pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis pada hari ke-0 sebesar 0,312 dan nilai rerata skor plak pada pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis pada hari ke-7 sebesar 0,199.
Berdasarkan Uji Wilcoxon diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), artinya terdapat
perbedaan yang signifikan dari nilai rerata skor plak pada pemberian obat kumur
*Signifikan p<0,05, Uji Paired T-Test
Berdasarkan pada tabel 7 diperoleh nilai rerata skor plak pada pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk purut pada hari ke-0 sebesar 0,535 dan nilai rerata skor plak pada pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk purut pada hari ke-7 sebesar 0,113.
Berdasarkan Uji Paired T-Test diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05), artinya terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai rerata skor plak pada pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk purut antara hari ke-0 dan hari ke-7.
Gambar 20. Rata-rata skor indeks plak Mahasiswa FKG USU angkatan 2015 pada kelompok perlakuan obat kumur ekstrak daun jeruk nipis dan kulit jeruk purut pada hari ke-0 dan hari ke-7.
Pada gambar 20 menunjukkan hasil dari perbandingan rata-rata skor indeks plak pada subjek penelitian pada dua kelompok secara grafik. Dilihat berdasarkan
0
grafik tersebut diperoleh ada penurunan rata-rata skor indeks plak pada kelompok perlakuan pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis yaitu 0.113 dari hari ke-0 sampai dengan hari ke-7. Sedangkan pada kelompok perlakuan pemberian obat kumur ekstrak kulit jeruk purut diperoleh hasil adanya penurunan yaitu 0.422 dari hari ke-0 sampai dengan hari ke-7. Ini menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut berpengaruh terhadap penurunan akumulasi plak.
Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan uji statistik Mann- Whitney yang digunakan untuk mengetahui hasil perbandingan nilai rerata skor indeks plak antara kelompok perlakuan obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut. Keterangan : Uji Mann-Whitney, *p(Sig.)<0,05.
Berdasarkan tabel 8, menunjukkan bahwa pada hari ke-0 terdapat perbedaan rerata skor indeks plak yang signifikan secara statistik antara kelompok perlakuan obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut dengan nilai p = 0,000 (p<0,05).
Pada hari ke-7 terdapat perbedaan rerata skor indeks plak yang signifikan secara statistik antara kelompok perlakuan obat ekstrak kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut dengan nilai p = 0,038 (p<0,05).
BAB 5 PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 5% dengan obat kumur ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 5% terhadap penurunan akumulasi plak.
Penelitian ini menggunakan data primer dari lembar kuesioner yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, dan juga pemilihan subjek penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Subjek pada penelitian ini yaitu mahasiswa FKG USU angkatan 2015. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis dan ekstrak kulit jeruk purut berpengaruh dalam menurunkan akumulasi plak. Hal ini dapat dilihat dari data hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa selama tujuh hari dilakukannya penelitian terdapat adanya penurunan akumulasi plak antara hari 0 sebelum perlakukan sampai hari ke-7 setelah perlakuan. Ini menunjukkan bahwa obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis 5%
dan kulit jeruk purut 5% efektif dalam menurunkan akumulasi plak.
Berdasarkan hasil data pada Perbandingan rata-rata skor indeks plak pada kulit jeruk nipis dengan menggunakan uji nonparametrik wilcoxon diperoleh data rata-rata skor indeks plak pada daun jeruk nipis sebelum perlakuan yaitu 0.312 kemudian setelah diberikan diperlakuan menjadi 0.199 yaitu menunjukkan telah terjadi penurunan rata-rata skor indeks plak daun jeruk nipis pada hari ke-0 sebelum perlakuan sampai hari ke-7 setelah perlakuan dengan nilai p<0,05 yaitu berarti terdapat perbedaan yang signifikan menurun pada kelompok perlakuan pada daun jeruk nipis. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk nipis 10% efektif dalam menurunkan akumulasi plak ini berkaitan dengan kandungan yang ada pada daun jeruk nipis. Hal ini dapat terjadi karena kulit jeruk nipis mengandung minyak atsiri yang mempunyai fungsi daya antibakteri. Daya antibakteri minyak atsiri jeruk nipis disebabkan oleh adanya senyawa fenol dan turunannya yang dapat mendenaturasi protein sel bakteri.6
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitarosana (2012) menguji pengaruh larutan ekstak jeruk nipis dengan konsentrasi 65% dan didapatkan hasil dapat
menghambat pembentukan plak gigi. Kadar hambat minimum kulit jeruk nipis terhadap MRSA (Methicillin Resistant Staphylococus aureus) terdapat pada konsentrasi 18% dan kadar minimumnya pada konsentrasi 20%.6 Begitu juga dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ratna Yuliani (2011) didapatkan hasil penelitian dari hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri daun jeruk purut mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) berturut-turut sebesar 1 dan 2%. Minyak atsiri juga mampu menghambat dan membunuh Escherichia coli dengan nilai KHM dan KBM ≤ 0,0625%.7
Berdasarkan hasil data pada perbandingan rata-rata skor indeks plak pada ekstrak kulit jeruk purut dengan menggunakan uji t dependen diperoleh data rata-rata skor indeks plak pada kulit jeruk purut sebelum perlakuan yaitu 0.535, kemudian setelah diberikan diperlakuan menjadi 0.113 yaitu menunjukkan telah terjadi penurunan rata-rata skor indeks plak ekstrak kulit jeruk purut pada hari ke-0 sebelum perlakuan sampai hari ke-7 setelah perlakuan dengan nilai p<0,05 yaitu berarti terdapat perbedaan yang signifikan menurun pada kelompok perlakuan pada ekstrak kulit jeruk purut. Hal ini berkaitan dengan kandungan yang ada pada ekstrak kulit jeruk purut.
Kulit jeruk purut memiliki purut mengandung minyak atsiri dan tanin disebabkan oleh adanya senyawa fenol yang efektif membunuh bakteri, fungi ,dan virus berkapsul.
Mekanisme kerjanya merusak membran plasma, denaturasi protein dan menurunkan tegangan permukaan, sehingga permeabilitas bakteri meningkat.8
Hasil penelitian ini sesuai dengan yang telah dilakukan oleh Setyohadi (2015) didapatkan hasil penelitian dengan menggunakan 6 konsentrasi dengan pengulangan masing-masing konsentrasi 4 kali. Konsentrasi yang digunakan adalah 4%, 2%, 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125%. Hasil penelitian menunjukkan nilai KHM tidak dapat ditentukan karena ekstrak yang cenderung keruh sedangkan nilai KBM didapatkan pada konsentrasi 4%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit buah jeruk purut memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan KBM 4%.8
Berdasarkan hasil data perbandingan rata-rata kelompok ekstrak kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut diketahui rata-rata penurun skor plak pada kulit jeruk
purut, yakni 1,500 lebih tinggi dibandingkan penurunan pada kulit jeruk nipis, yaitu 0,267. Ini menunjukkan bahwa penurunan rata-rata skor indeks plak pada kelompok perlakuan ekstrak kulit jeruk purut lebih besar dibandingkan kelompok perlakuan kulit jeruk nipis. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai p<0,05 artinya terdapat perbedaan rata-rata skor indeks plak yang signifikan antara kelompok perlakuan obat kumur ekstrak kulit jeruk purut dan kulit jeruk nipis.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Berkumur dengan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) 5% dan ekstrak kulit jeruk purut (Citrus hystrix) 5% efektif terhadap penurunan akumulasi plak selama 7 hari.
2. Berkumur dengan ekstrak kulit jeruk purut lebih efektif dalam menurunkan akumulasi plak dibanding dengan berkumur kulit jeruk nipis, karena terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik (p<0,05).
6.2 Saran
Penelitian selanjutnya disarankan untuk meniliti efek jangka panjang dari penggunaan obat kumur ekstrak kulit jeruk nipis dan kulit jeruk purut sehingga dapat lebih dikembangkan sebagai penunjang pemeliharaan kesehatan rongga mulut.
DAFTAR PUSTAKA
1. Oroh ES, Posangi J, Wowor V. Perbandingan Efektivitas Pasta Gigi Herbal Dengan Pasta Gigi Non Herbal Terhadap Penurunan Indeks Plak Gigi. Jurnal e-Gigi; 2015: 3(2): 573-8.
2. Departemen Kesehatan. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Bidang Biomedis. Jakarta: Badan Litbangkes, Depkes RI, 2013.
3. Pannuti CM, Mattos JP, Ranoya PN, Jesus AM, Lotufo RFM, Romito GA. Clinical effect of a herbal dentifrice on the control of plaque and gingivitis. A double-blind study. Pesqui Odontol Bras; 2003: 17(4): 314-8.
4. Ladytama R, Nurhapsari A, Baehaqi M. Efektivitas Larutan Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Sebagai Obat Kumur Terhadap Penurunan Indeks Plak Pada remaja usia 12 – 15 tahun. Odonto Dental Journal; 2014: 1(1): 39-43.
5. Razak A, dkk. Uji Daya Hambat Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro. Journal Kesehatan Andalas; 2013: 2 (1): 5-6.
6. Fitarosana E. Pengaruh Pemberian Larutan Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Pembentukan Plak Gigi[Skripsi]. Surakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang; 2012.
7. Yuliani R, Peni I, Septi S.R. Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut(Citrus hystrix)Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Pharmacom; 2011: 12(2): 50-4.
8. Setyohadi, Sumarno, Budiarti D. Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Jeruk Purut (Citrus hystrix dc.) Sebagai Antibakteri Terhadap Streptococcus mutans Secara in Vitro. 2015: 1-8.
9. Rifki A, Hermina T. Perbedaan Efektifitas Menyikat Gigi Dengan Metode Roll Dan Horizontal Pada Anak Usia 8 Dan 10 Tahun di Medan. Cakradonya Dent Journal; 2016: 8(1): 11-6.
10. Daliemunthe SN. Pengantar Periodonsia. Medan, 2008: USU Press: 108-111.
11. Chetrus V, Ion IR. Dental plaque-classification, Formation, and Identification.
International Journal of Medical Dentistry; 2013: 3(2): 139-43.
12. Rao D, Arvanitidou E, Du-Thumm L, Rickard AH. Efficacy Of An Alkohol-Free Cpc-Containing Mouthwash Against Oral Multispecies Biofilms. J Clin Dent 2011;
22 [Spec Iss]: 187–94.
13. Tatakis DN, Kumar PS. Etiology and Pathogenesis Of Periodontal Disease.
Elsevier; 2005: 491-516.
14. Pintauli S, Hamada T. Menuju Gigi Dan Mulut Sehat Pencegahan Dan Pemeliharaan. Medan : USU Press; 2012: 34, 86-98
15. Carranza FA. Newman MG, Takei HH. Clinical Periodontology. 13th Ed. St. Louis, : Elsevier: 2002: 112-50.
16. Ferguson. Medicinal Use Of Citrus Scienses Department Cooperative Extension Services Institute Of Food Agricultural Science. Gainesville: University of Florida;
2002: 121-25.
17. Sarwono B. Khasiat dan Manfaat Jeruk Nipis. Jakarta: Agromedia Pustaka; 2006:
23-25.
18. Dalimartha S. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia: jilid 4. Jakarta: Puspa Swara, Anggota Ikapi; 2006: 11-15.
19. Adindaputri UZ. Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingle) Konsentrasi 10% Terhadap Aktivitas Enzim GlukosiltransferaseStreptococcus mutans. Majalah Kedokteran Gigi; 2013: 20(2): 126-31.
20. Joko S. Bertani jeruk purut. Yogyakarta:Pustaka baru press; 2010: 1-17.
21. Hayu TR, Murrukmihadi M, Mutmainah. Pengaruh konsentrasi minyak atsiri kulit buah jeruk purut (citrus hystrix dc.) Dalam pasta gigi terhadap karakteristik fisik dan daya antibakteri streptococcus mutans. Majalah Farmaseutik; 2013: 9(1): 243-7.
22. Widyastuti, Santoso Lucia, Riyanto.Pengaruh Ekstrak Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix dc.) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Mencit Jantan (Mus musculus) yang Diinduksi Kalium Bromat dan Sumbangannya Pada Pembelajaran Biologi SMA. Jurnal Pembelajaran Biologi; 2017: 4(1): 15-27.
23. Munawaroh S, Prima AH. Ekstraksi minyak daun jeruk purut (Citrus hystrix d.c.) dengan pelarut etanol dan n-heksana. Jurnal Kompetensi Teknik . 2010; 2(1):73-8.
24. Chismirina S, Poppy A, Nopi YF. Efek ekstrak buah jamblang terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans sebagai penyabab utama karies. DENTIKA; 2011:16(2):144-8.
25. Darsana GO, I Nengah KB, Hapsari M. Potensi daun binahong (Anredera cordifolia(tenore) steenis) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli secarain vitro. IMV. 2012; 1(3):337-351.
26. Wiradona I, Widjanarko B, Syamsulhuda BM. Pengaruh perilaku menggosok gigi terhadap plak gigi pada siswa kelas iv dan v di SDN wilayah kecamatan gajah mungkur Semarang. J Promosi Kesehatan Indonesia 2013; 8(1): 59-68.
Lampiran 1
DEPARTEMEN PERIODONSIA FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
LEMBAR KUESIONER PENELITIAN PERBEDAAN EFEKTIVITAS OBAT KUMUR EKSTRAK KULIT JERUK
NIPIS (Citrus aurantifolia) 5% DAN JERUK PURUT (Citrus hystrix) 5% TERHADAP PENURUNAN AKUMULASI PLAK
PADA MAHASISWA FKG USU ANGKATAN 2015
No. Urut :
Tanggal Pemeriksaan :
I. Data Responden
Kelompok : Perlakuan I / Perlakuan II
Nama :
Umur : tahun
Jenis Kelamin : L / P
Telp. / HP :
II. Status Kesehatan Rongga Mulut
1. Apakah anda menyikat gigi secara teratur setiap hari?
a. Ya b. Tidak
2. Berapa kali dalam satu hari anda menyikat gigi?
a. 1x/hari b. 2x/hari
c. 3x/hari
d. Lainnya, (sebutkan) ...
3. Pada saat kapan saja anda menyikat gigi?
a. Pagi dan sore ketika mandi
b. Pagi sebelum sarapan dan malam sebelum makan c. Pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur d. Lainnya, (sebutkan) ...
4. Apakah anda sedang memakai piranti ortodonti?
a. Ya b. Tidak
5. Apakah anda sedang memakai gigi tiruan?
a. Ya b. Tidak
6. Apakah anda memiliki keluhan gusi berdarah sewaktu menyikat gigi?
a. Ya b. Tidak
7. Apakah anda sedang menggunakan obat kumur antiseptik?
a. Ya b. Tidak
8. Apakah anda seorang perokok?
a. Ya b. Tidak
9. Kapan terakhir kali anda melakukan pembersihan karang gigi?
a. ≥ 6 bulan yang lalu b. 6 bulan yang lalu c. 3 bulan yang lalu
d. Lainnya, (sebutkan)...
*Pertanyaan no.10 dan 12 diisi oleh operator
10. Jumlah gigi minimal 20 ( Ya / Tidak )
11. Crowded berat ( Ya / Tidak )
12. Indeks Plak ……….
Lampiran 2
LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN
Selamat pagi saudara semuanya.
Nama saya Adriana Annisa Thoha, saya mahasiswi yang sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Saya akan melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir saya yang berjudul
“PERBEDAAN EFEKTIVITAS OBAT KUMUR EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) 5% DAN JERUK PURUT (Citrus hystrix) 5%
TERHADAP PENURUNKAN AKUMULASI PLAK PADA MAHASISWA FKG USU ANGKATAN 2015”
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit jeruk nipis pada konsentrasi 5% dengan kulit jeruk purut pada konsentrasi 5%
efektif terhadap penurunan akumulasi plak pada gigi. Manfaat dilakukannya penelitian ini adalah untuk menambah informasi pengembangan ilmu pengetahuan mengenai penggunaan kuilt jeruk nipis dan kulit jeruk purut yang dapat dijadikan obat kumur dan diharapkan dapat menjadi alternatif bahan utama sebagai komposisi obat kumur herbal.
Dalam penelitian ini, saya meminta saudara/i untuk mengisi kuesioner dan meminta kesediaan untuk memeriksa keadaan rongga mulut sebelum dilakukannya penelitian. Setelah itu, saya akan membagikan obat kumur ekstrak buah mengkudu, sikat gigi dan pasta gigi yang dapat digunakan selama tujuh hari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Saya akan melakukan pemeriksaan kembali rongga mulut pada hari ke-7 selama penggunaan obat kumur untuk membandingkan kondisi rongga mulut saudara/i sebelum dan setelah penggunaan obat kumur.
Pada saat pemeriksaan, saudara/i akan diperiksa dengan bantuan alat seperti, kaca mulut dan probe (alat pendeteksi berbentuk seperti pulpen dengan ujung yang kecil dan tumpul). Pemeriksaan ini tidak akan menimbulkan rasa sakit karena pemeriksaan hanya dilakukan pada permukaan gigi.
Partisipasi saudara/i dalam penelitian ini bersifat sukarela. Apabila selama penelitian berlangsung ada keluhan yang saudara/i alami, silahkan hubungi saya (Adriana, 081265999550)
Pada penelitian ini identitas saudara/i akan disamarkan. Hanya peneliti dan anggota komisi etik yang dapat melihat data penelitian ini. Kerahasiaan data saudara/i akan dijamin sepenuhnya.
Demikian penjelasan dari saya. Atas partisipasi dan kesediaan waktu saudara/i, saya ucapkan terima kasih.
Peneliti
( Adriana Annisa Thoha )
Lampiran 3
LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (INFORMED CONSENT)
Saya yang namanya tersebut di bawah ini:
Nama :
Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan
Alamat :
No.HP :
Usia :
Setelah mendapat keterangan dan penjelasan secara lengkap, saya menandatangani dan menyatakan bersedia berpartisipasi pada penelitian yang berjudul:
“Perbedaan Efektivitas Obat Kumur Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) 20% Dengan Kulit Jeruk Purut (Citrus hystrix) 5% Dalam Menurunkan Akumulasi Plak Pada Mahasiswa Fkg Usu Angkatan 2015”
Maka dengan surat ini menyatakan setuju menjadi subjek pada penelitian ini secara sadar dan tanpa paksaan.
Medan, Maret 2019
Mahasiswa Penelitian Subjek Penelitian
(Adriana Annisa Thoha) (……….)
Saksi
(………)
Lampiran 4
HASIL PEMERIKSAAN KLINIS
Nama :
No. Telp / HP : Pemeriksaan Hari Ke : Indeks Plak
o dv mv
v
Gigi 17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27
47 46 45 44 43 42 41 31 32 33 34 35 36 37
v mv
v o
Skor Indeks Plak =
Lampiran 5
ANGGARAN BIAYA PENELITIAN
Jenis Banyak @ Harga
PEMBUATAN PROPOSAL
Perbanyak proposal 10 Rp. 20.000,00 Rp. 200.000,00
Fotocopy Rp. 30.000
ALAT DAN BAHAN PENELITIAN Alat untuk prosedur pengumpulan data
Probe 1 buah Rp. 150.000,00 Rp. 150.000,00
Kaca mulut 1 buah Rp.20.000,00 Rp.20.000,00
Pinset 1 buah Rp.20.000,00 Rp.20.000,00
Sonde 1 buah Rp.20.000,00 Rp.20.000,00
Sarung tangan 1 kotak Rp. 35.000,00 Rp. 35.000,00
Masker 1 kotak Rp.25.000,00 Rp.25.000,00
Tisu 1 bks Rp.10.000,00 Rp.10.000,00
Alat tulis 1 buah Rp.20.000,00 Rp.20.000,00
Sikat gigi 40 buah Rp.5.000,00 Rp. 200.000,00
Pasta gigi 40 buah Rp.3.500,00 Rp. 120.000,00
Pulpen (reward) 40 buah Rp.4.000,00 Rp. 160.000,00
Alat untuk prosedur ekstraksi kulit jeruk nipis dan jeruk purut
Kapas 1 rol Rp. 3.000,00 Rp. 3.000,00
Kertas saring 1 kajang Rp. 7.500,00 Rp. 7.500,00
Infus set 4 buah Rp. 4.000,00 Rp. 16.000,00
Pot plastic 8 buah Rp.1.500,00 Rp 12.000,00
Alat untuk prosedur peracikan obat kumur
Botol obat kumur 40 buah Rp. 4.000,00 Rp. 160.000,00
BAHAN PENELITIAN
Kulit jeruk nipis dan jeruk purut - - -
Akuades 11 liter Rp. 3.800,00 Rp.42.000,00
Sorbitol 1200 ml Rp. 9.100,00 Rp.110.000,00
Peppermint oil 20 ml Rp. 1.000,00 Rp.20.000,00
Carboxymethl cellulose 40 gram Rp.1.000,00 Rp. 40.000,00
Etanol 96 % 16 liter Rp.20.000,00 Rp.320.000,00
Biaya bimbingan Rp. 300.000,00
Biaya pembuatan ekstrak Rp.300.000,00 Rp. 600.000,00
Biaya pembuatan obat kumur Rp.300.000,00 Rp. 600.00,00
TOTAL Rp. 3.220.500,00
Lampiran 7
PERSONALIA
1. Kepala Peneliti
a. Nama lengkap : Krisnamurthy Pasaribu,drg.,Sp.Perio
b. NIP : 19461125 197703 1 001
c. Pangkat : Dosen Pembimbing
d. Fakultas / Jurusan : Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara / Periodonsia
e. Waktu Penelitian : April 2019 – Juni 2019
2. Peneliti
a. Nama lengkap : Adriana Annisa Thoha
b. NIM : 120600071
c. Pangkat : Mahasiswa
d. Fakultas / Jurusan : Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara / Periodonsia
e. Tempat penelitian : Instalasi Periodonsia FKG USU f. Waktu Penelitian : Juli 2019 – Agustus 2019
Lampiran 8
Lampiran 9
Lampiran 10
*. This is a lower bound of the true significance.
3. Uji Wilcoxon
Ekstrak Kulit Jeruk Purut
Test Statisticsa
Hari ke-7 - Hari ke-0
Z -3.887b
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
a. Wilcoxon Signed Ranks Test b. Based on positive ranks.
4. Uji Man – Whitney
Perbedaan Skor plak hari ke-7 - hari ke-0
Group Statistics
Kelompok N Mean Std. Deviation Std. Error Mean
Jeruk Nipis 20 .1130 .11816 .02642
Perbedaan skor plak hari 0 & 7
Jeruk Purut 20 .4219 .15434 .03451
Test Statisticsb
perbedaan skor plak hari 0 & 7
Mann-Whitney U 25.000
Wilcoxon W 235.000
Z -4.736
Asymp. Sig. (2-tailed) .000
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .000a
a. Not corrected for ties.
b. Grouping Variable: kelompok