• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III SISTEM PENGUKURAN

3.9 Hasil Pemrosesan Drive Test

Terkait dengan penerimaan Key Performance Indicator (KPI), drive test pada saat idle mode digunakan untuk mengetahui cakupan sebenarnya dari site dibandingkan dengan prediksi plot cakupan. Langkah ini untuk mendapatkan nilai akhir dari hasil uji KPI drive test, sebagai berikut :

1. Ekspor DT log file pada Tab file menggunakan TEMS. 2. Buka Target plot wilayah dengan menggunakan MapInfo.

3. Tambahkan diekspor DT log file (*. Tab) pada lapisan cakupan sasaran plot.

4. Lakukan seleksi pada target plot wilayah.

Pada data hasil drive test dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan statistik dan drive test target KPI yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada Gambar 3.6 ditunjukkan contoh plot RxLevel (Idle Mode) hasil drive test.

Dari warna tersebut memiliki nilai RxLevel yang berbeda-beda. Nilai RxLevel yang paling baik kualitas sinyalnya adalah warna biru tua, sedangkan nilai RxLevel yang terburuk adalah warna merah. Sebenarnya dari setiap provider memiliki ketentuan warna yang tidak sama dalam menentukan nilai RxLevel [6].

BAB IV

HASIL PEMETAAN DAN ANALISA

4.1 Umum

Pada bab ini akan melakukan analisa hasil dari pemetaan yang telah dilakukan melalui pengujian penelitian & pengambilan data menggunakan metode

drive test pada lingkungan Universitas Sumatera Utara. Adapun parameter yang

akan dianalisa meliputi kuat sinyal (RxLevel, RSCP, RSRP), kualitas sinyal (RxQual, Ec/No, RSRQ), kualitas suara (SQI), kualitas pengunduhan data (SINR), & kecepatan pengunduhan data (Throughput DL) pada GSM, WCDMA, & LTE. Hal ini akan memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan kualitas layanan pada setiap operator telekomunikasi di lingkungan Universitas Sumatera Utara. Informasi tersebut berupa persentasi atau perbandingan setiap nilai parameter pada keadaan diam & beraktifitas pada setiap operator telekomunikasi. Informasi lainnya adalah mengetahui lokasi yang mempengaruhi posisi atau letak terbaik untuk menikmati layanan dari setiap operator telekomunikasi yang ada di lingkungan Universitas Sumatera Utara.

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Kemajuan teknologi komputer secara nyata telah mampu memperluas wahana & wawasan kita mengenai peta. Peta yang terkelola dengan mode digital, memiliki keuntungan penyajian & penggunaan secara konvensional peta hasil cetakan (hardcopy) & keluwesan, kemudahan penyimpanan, pengelolaan, pengolahan, analisis, & penyajiannya secara interaktif bahkan real time pada media komputer (softcopy).

4.2 Peta Pemetaan GSM

Peta pemetaan kualitas sinyal GSM dilingkungan Universitas Sumatera Utara berdasarkan parameter RxLevel, RxQual, dan SQI.

4.2.1 Pemetaan RxLevel Pada MS1 Saat Idle

Gambar 4.1 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan RxLevel Idle

Berdasarkan Gambar 4.1 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel yang dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d 50 dBm) persentasi sebesar 22,24% dari total RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 21,97% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) ditandai warna biru muda & cukup baik (-90 s/d -80 dBm) ditandai warna hijau persentasi yang sama yaitu sebesar 19,26% dari total nilai RxLevel

persentasi sebesar 17,26% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna kuning.

Gambar 4.2 Hasil Plot Operator Indosat Berdasarkan RxLevel Idle

Berdasarkan Gambar 4.2 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 22,78% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 21,65% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 19,25% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru muda, kemudian diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 18,19% dari total nilai RxLevel yang diperoleh

persentasi sebesar 18,13% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna kuning.

Gambar 4.3 Hasil Plot Operator XL Berdasarkan RxLevel Idle

Berdasarkan Gambar 4.3 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 24,05% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 21,99% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 19,36% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna hijau, kemudian diikuti kategori baik (80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 17,63% dari total nilai RxLevel yang diperoleh &

dBm) persentasi sebesar 16,97% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna kuning.

Gambar 4.4 Hasil Plot Operator 3 Berdasarkan RxLevel Idle

Berdasarkan Gambar 4.4 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 22,16% dari total RxLevel yang diperoleh ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 21,99% dari total RxLevel yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 19,96% dari total RxLevel yang diperoleh & ditandai warna hijau, kemudian diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 19,55% dari total RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru muda &

yang terakhir diikuti kategori buruk (-100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 16,33% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna kuning.

4.2.2 Pemetaan RxQual Pada MS1 Saat Idle

Gambar 4.5 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan RxQual Idle

Berdasarkan Gambar 4.5 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori sangat baik (0 s/d 2 dB) persentasi sebesar 99,28% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna biru, diikuti kategori buruk (4 s/d 6 dB) persentasi sebesar 0,47% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori baik (2 s/d 4 dB) persentasi sebesar 0,26% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna hijau, & yang terakhir

diikuti kategori sangat buruk (6 s/d 7 dB) persentasi sebesar 0,00% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna merah.

Gambar 4.6 Hasil Plot Operator Indosat Berdasarkan RxQual Idle

Berdasarkan Gambar 4.6 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori baik (2 s/d 4 dB) persentasi sebesar 100% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna hijau, diikuti kategori sangat baik (0 s/d 2 dB) ditandai warna biru, buruk (4 s/d 6 dB) ditandai warna kuning, & sangat buruk (6 s/d 7 dB) ditandai warna merah persentasi sebesar 0,00% dari total nilai RxQual yang diperoleh.

Gambar 4.7 Hasil Plot Operator XL Berdasarkan RxQual Idle

Berdasarkan Gambar 4.7 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori sangat baik (0 s/d 2 dB) persentasi sebesar 97,73% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna biru, diikuti kategori baik (2 s/d 4 dB) persentasi sebesar 1,32% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna hijau, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (6 s/d 7 dB) persentasi sebesar 0,83% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna merah, & yang terakhir diikuti kategori buruk (4 s/d 6 dB) persentasi sebesar 0,12% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna kuning.

Gambar 4.8 Hasil Plot Operator 3 Berdasarkan RxQual Idle

Berdasarkan Gambar 4.8 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori sangat baik (0 s/d 2 dB) persentasi sebesar 99,30% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna biru, diikuti kategori sangat buruk (6 s/d 7 dB) persentasi sebesar 0,35% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori baik (2 s/d 4 dB) ditandai warna hijau, & buruk (4 s/d 6 dB) ditandai warna kuning persentasi sebesar 0,18% dari total nilai RxQual yang diperoleh.

4.2.3 Pemetaan RxLevel Pada MS2 Saat Dedicated

Gambar 4.9 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan RxLevel Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.9 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 22,39% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (-100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 21,94% dari total nilai RxLevel yang diperoleh ditandai warna kuning, selanjutnya kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) sebesar 20,13% dari total RxLevel yang diperoleh ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi 18,86% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru muda, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 16,68% dari total nilai

Gambar 4.10 Hasil Plot Operator Indosat Berdasarkan RxLevel Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.10 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 26,11% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (-100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 22,52% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 20,28% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi yang sama yaitu sebesar 16,83% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna hijau, & yang terakhir diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 14,27% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru muda.

Gambar 4.11 Hasil Plot Operator XL Berdasarkan RxLevel Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.11 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 21,83% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (-100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 20,89% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 20,36% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna hijau, kemudian diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi yang sama yaitu sebesar 20,09% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna merah, & yang terakhir diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 16,82% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai

Gambar 4.12 Hasil Plot Operator 3 Berdasarkan RxLevel Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.12 ditunjukkan bahwa nilai RxLevel dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 25,76% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (-100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 21,63% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 20,32% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi yang sama yaitu sebesar 18,69% dari total nilai RxLevel yang diperoleh & ditandai warna hijau, & yang terakhir diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 13,60% dari total nilai RxLevel yang diperoleh &

4.2.4 Pemetaan RxQual Pada MS2 Saat Dedicated

Gambar 4.13 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan RxQual Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.13 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori sangat baik (0 s/d 2 dB) persentasi sebesar 81,70% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna biru, diikuti kategori sangat buruk (6 s/d 7 dB) persentasi sebesar 15,01% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori buruk (4 s/d 6 dB) persentasi sebesar 1,79% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna kuning, & yang terakhir diikuti kategori baik (2 s/d 4 dB) persentasi sebesar 1,50% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna hijau.

Gambar 4.14 Hasil Plot Operator Indosat Berdasarkan RxQual Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.14 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori sangat baik (0 s/d 2 dB) persentasi sebesar 91,78% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna biru, diikuti kategori sangat buruk (6 s/d 7 dB) persentasi sebesar 6,19% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori baik (2 s/d 4 dB) persentasi sebesar 1,29% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna hijau, & yang terakhir diikuti kategori buruk (4 s/d 6 dB) persentasi sebesar 0,74% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna kuning.

Gambar 4.15 Hasil Plot Operator XL Berdasarkan RxQual Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.15 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori sangat baik (0 s/d 2 dB) persentasi sebesar 90,09% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna biru, diikuti kategori sangat buruk (6 s/d 7 dB) persentasi sebesar 7,46% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori buruk (4 s/d 6 dB) persentasi sebesar 1,37% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna kuning, & yang terakhir diikuti kategori baik (2 s/d 4 dB) persentasi sebesar 1,08% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna hijau.

Gambar 4.16 Hasil Plot Operator 3 Berdasarkan RxQual Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.16 ditunjukkan bahwa nilai RxQual dominan berada dikategori sangat baik (0 s/d 2 dB) persentasi sebesar 91,19% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna biru, diikuti kategori sangat buruk (6 s/d 7 dB) persentasi sebesar 6,47% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori buruk (4 s/d 6 dB) persentasi sebesar 1,20% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna kuning, & yang terakhir diikuti kategori baik (2 s/d 4 dB) persentasi sebesar 1,14% dari total nilai RxQual yang diperoleh & ditandai warna hijau.

4.2.5 Pemetaan SQI Pada MS2 Saat Dedicated

Gambar 4.17 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan SQI Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.17 ditunjukkan bahwa nilai SQI dominan berada dikategori sangat baik (20 s/d 30) persentasi sebesar 38,00% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-20 s/d 0) persentasi sebesar 35,60% dari total SQI yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori baik (4 s/d 20) persentasi sebesar 17,42% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna biru muda, kemudian diikuti kategori cukup baik (3 s/d 4) persentasi yang sama yaitu sebesar 8,93% dari total nilai SQI yang diperoleh ditandai warna hijau & terakhir diikuti kategori buruk (1 s/d 2) persentasi sebesar 0,05% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna kuning.

Gambar 4.18 Hasil Plot Operator Indosat Berdasarkan SQI Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.18 ditunjukkan bahwa nilai SQI dominan berada dikategori sangat buruk (-20 s/d 0) persentasi sebesar 66,18% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna merah, diikuti kategori sangat baik (20 s/d 30) persentasi sebesar 33,50% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna biru tua, selanjutnya diikuti kategori baik (4 s/d 20) ditandai warna biru muda & buruk (1 s/d 2) ditandai warna kuning persentasi sebesar 0,11% dari total nilai SQI yang diperoleh, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (3 s/d 4) persentasi sebesar 0,10% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna hijau.

Gambar 4.19 Hasil Plot Operator XL Berdasarkan SQI Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.19 ditunjukkan bahwa nilai SQI dominan berada dikategori sangat baik (20 s/d 30) persentasi sebesar 35,62% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (1 s/d 2) persentasi sebesar 33,97% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (-20 s/d 0) persentasi sebesar 22,16% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori baik (4 s/d 20) persentasi yang sama yaitu sebesar 6,71% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna biru muda & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (3 s/d 4) persentasi sebesar 1,55% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna hijau.

Gambar 4.20 Hasil Plot Operator 3 Berdasarkan SQI Dedicated

Berdasarkan Gambar 4.20 ditunjukkan bahwa nilai SQI dominan berada dikategori buruk (1 s/d 2) persentasi sebesar 41,37% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna kuning, diikuti kategori sangat baik (20 s/d 30) persentasi sebesar 29,88% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna biru tua, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (-20 s/d 0) persentasi sebesar 20,56% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori baik (4 s/d 20) persentasi yang sama yaitu sebesar 6,76% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna biru muda, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (3 s/d 4) persentasi sebesar 1,44% dari total nilai SQI yang diperoleh & ditandai warna hijau.

4.3 Peta Pemetaan WCDMA

Peta pemetaan kualitas sinyal WCDMA dilingkungan Universitas Sumatera Utara berdasarkan parameter RSCP, Ec/No, SQI dan Throughput.

4.3.1 Pemetaan RSCP Pada MS1 Saat Idle

Gambar 4.21 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan RSCP Idle

Berdasarkan Gambar 4.21 ditunjukkan bahwa nilai RSCP dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 25,52% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 21,85% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori buruk (100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 18,72% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna kuning, kemudian diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 17,16% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna

hijau, & yang terakhir diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 16,75% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru muda.

Gambar 4.22 Hasil Plot Operator Indosat Berdasarkan RSCP Idle

Berdasarkan Gambar 4.22 ditunjukkan bahwa nilai RSCP dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 21,76% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 20,98% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 20,32% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru muda, kemudian diikuti kategori buruk (-100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 19,60% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna kuning, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar

Gambar 4.23 Hasil Plot Operator XL Berdasarkan RSCP Idle

Berdasarkan Gambar 4.23 ditunjukkan bahwa nilai RSCP dominan berada dikategori baik (-80 s/d –70 dBm) persentasi sebesar 27,43% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru muda, diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 24,28% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori sangat baik (-70 s/d -50 dBm) persentasi sebesar 20,70% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru tua, kemudian diikuti kategori buruk (-100 s/d -90 dBm) persentasi sebesar 15,36% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna kuning, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 12,23% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna hijau.

Gambar 4.24 Hasil Plot Operator 3 Berdasarkan RSCP Idle

Berdasarkan Gambar 4.24 ditunjukkan bahwa nilai RSCP dominan berada dikategori sangat baik (-70 s/d –50 dBm) persentasi sebesar 24,91% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (-100 s/d -90dBm) persentasi sebesar 21,71% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (-120 s/d -100 dBm) persentasi sebesar 21,51% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori baik (-80 s/d -70 dBm) persentasi sebesar 19,87% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna biru muda, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (-90 s/d -80 dBm) persentasi sebesar 12,01% dari total nilai RSCP yang diperoleh & ditandai warna hijau.

4.3.2 Pemetaan Ec/No Pada MS1 Saat Idle

Gambar 4.25 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan Ec/No Idle

Berdasarkan Gambar 4.25 ditunjukkan bahwa nilai Ec/No dominan berada dikategori sangat baik (-6 s/d 0 dB) persentasi sebesar 22,68% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-25 s/d -15 dB) persentasi sebesar 20,73% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori buruk (-15 s/d -12 dB) persentasi sebesar 19,82% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna kuning, kemudian diikuti kategori cukup baik (-12 s/d -9 dB) persentasi sebesar 18,49% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna hijau, & yang terakhir diikuti kategori baik (-9 s/d -6 dB) persentasi sebesar 18,28% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru muda.

Gambar 4.26 Hasil Plot Operator Indosat Berdasarkan Ec/No Idle

Berdasarkan Gambar 4.26 ditunjukkan bahwa nilai Ec/No dominan berada dikategori sangat baik (-6 s/d 0 dB) persentasi sebesar 27,24% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori sangat buruk (-25 s/d -15 dB) persentasi sebesar 21,57% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna merah, selanjutnya diikuti kategori cukup baik (-12 s/d -9 dB) persentasi sebesar 19,41% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna hijau, kemudian diikuti kategori buruk (-15 s/d -12 dB) persentasi sebesar 19,01% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna kuning, & yang terakhir diikuti kategori baik (-9 s/d -6 dB) persentasi sebesar 12,77% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru muda.

Gambar 4.27 Hasil Plot Operator XL Berdasarkan Ec/No Idle

Berdasarkan Gambar 4.27 ditunjukkan bahwa nilai Ec/No dominan berada dikategori sangat baik (-6 s/d 0 dB) persentasi sebesar 26,96% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (12 s/d -12 dB) persentasi sebesar 25,73% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (-25 s/d -15 dB) persentasi sebesar 20,32% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori baik (-9 s/d -6 dB) persentasi sebesar 17,97% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru muda, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (-12 s/d -9 dB) persentasi sebesar 9,02% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna hijau.

Gambar 4.28 Hasil Plot Operator 3 Berdasarkan Ec/No Idle

Berdasarkan Gambar 4.28 ditunjukkan bahwa nilai Ec/No dominan berada dikategori sangat baik (-6 s/d 0 dB) persentasi sebesar 35,76% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru tua, diikuti kategori buruk (12 s/d -12 dB) persentasi sebesar 29,83% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna kuning, selanjutnya diikuti kategori sangat buruk (-25 s/d -15 dB) persentasi sebesar 20,32% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna merah, kemudian diikuti kategori baik (-9 s/d -6 dB) persentasi sebesar 7,28% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna biru muda, & yang terakhir diikuti kategori cukup baik (-12 s/d -9 dB) persentasi sebesar 6,82% dari total nilai Ec/No yang diperoleh & ditandai warna hijau.

4.3.3 Pemetaan RSCP Pada MS2 Saat Dedicated

Gambar 4.29 Hasil Plot Operator Telkomsel Berdasarkan RSCP Dedicated

Dokumen terkait