• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN A. Tinjauan Umum Perusahaan

Dalam dokumen PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK (Halaman 34-45)

1. Sejarah Singkat Perusahaan

Lembaga kredit dengan sistem gadai bermula dari Italia dan kemudian berkembang hampir diseluruh daratan (wilayah) Eropa. Lembaga ini masuk ke Indonesia bersamaan masuknya VOC (Vareenigse Oost Indische Compagnie) Belanda dan dilaksanakan oleh swasta dalam wujud Bank Van Leening sampai kekuasaan VOC dialihkan kepada pemerintah Belanda di Indonesia. Sejak tanggal 1 April 1901 dengan statsblad No. 131 tanggal 12 Maret 1901 dikelola oleh pemerintah dengan ditandai berdirinnya kantor jawatan Pegadaian Negara yang pertama di Sukabumi, Jawa Barat. Tanggal 1 April, kemudian dijadikan hari lahir pegadaian.

Dalam perkembangannya, sebagai bentuk usaha, pegadaian telah mengalami perubahan seiring dengan perubahan peraturan yang berlaku. Pegadaian yang semula berstatus sebagai jawatan, pada tahun 1961 berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pegadaian. Pada tahun 1969 diubah menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN), berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 7 tanggal 11 Maret 1969 sampai dengan tahun 1989.

Sejak tahun 1969, kegiatan perusahaan terus berjalan dan aset atau kekayaan terus bertambah. Namun seiring dengan perubahan zaman, pegadaian dihadapkan dengan tuntunan kebutuhan untuk berubah pula, dalam arti untuk meningkatkan kinerjanya agar tumbuh lebih besar lagi dan lebih profesional dalam membeikan layanan. Oleh karena itu untuk memberikan keleluasaan pengelolaan bagi manajemen dalam mengembangkan usahanya maka pemerintah meningkatkan status pegadaian dari Perusahaan Jawatan (PERJAN) menjadi Perusahaan Umum (PERUM). Yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No.10/1990 tanggal 10 April 1990. Perubahan dari PERJAN ke PERUM ini merupakan suatu hal yang penting dalam pengelolaan pegadaian yang

memungkinkan terciptanya pertumbuhan yang bukan saja makin banyak cabangnya, tetapi juga makin banyak jenis kredit yang disalurkan, makin banyak nasabah yang dilayani sehingga pendapatan dan laba perusahaan pun meningkat.

Tugas pokok pegadaian sejak didirikan sampai dengan kini tidak berubah, yaitu menjembatani kebutuhan dana masyarakat dengan memberian kredit melalui hukum gadai. Sedangkan tujuannya adalah agar masyarakat tidak terjerat dengan praktek-praktek riba, lintah darat, ijon dan pelepasan uang lainnya yang kala itu sangat meraja lela. Dalam waktu relatif singkat pegadaian sangatlah berkembang pesat. Pada Zaman kolonial jumlah pegadaian mencapai 492 buah, tersebar diseluruh indonesia.

Tujuan Perum Pegadaian kembali dipertegas dalam Peraturan Pemerintah RI No.103 Tahun 2000 yakni, meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama golongan menengah kebawah, melalui penyediaan dana atas dasar hukum gadai. Juga menjadi penyedia jasa dibidang keuangan lainnya, berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dengan status Perum, pegadaian diharapkan akan lebih mampu mengelola usahanya dengan lebih profesional, bisnis oriented tanpa meninggalkan ciri khusus dan misinya yaitu penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dengan sasaran masyarakat golongan ekonomi lemah.

Perum Pegadaian Cabang Purwokerto yang berada di Kabupaten Banyumas, didirikan untuk menjawab tantangan sehubungan adanya kondisi perekonomian masyarakat yang cukup memprihatinkan. Pada umumnya masyarakat ekonomi lemah mengalami kekurangan modal untuk kegiatan usaha karena modal kebanyakkan dimiliki oleh para pelepas uang (Money lenders) yang meminjamkan uangnya dengan imbalan bunga yang sangat tinggi.

2. Kegiatan Usaha Perum Pegadaian

Perum Pegadain adalah satu-satunya lembaga Pemerintahan yang bergerak dibidang jasa penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dengan jaminan barang bergerak.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10 tahun 1990 dan terakhir PP No. 103 tanggal 10 November 2000 tentang pengalihan bentuk Perusahaan Jawatan (PERJAN) Pegadaian menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian dan selaku salah satu BUMN dalam lingkungan Departemen Keuangan RI, Perusahaan Umum (PERUM) Pegadaian mempunyai misi utama yaitu:

a. Turut melaksanakan dan menunjang pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai.

b. Mencegah ijon, lintah darat, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya. Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Perum Pegadaian telah melaksanakan kegiatan usaha sebagai barikut:

1. Usaha inti terdiri dari:

a. Kredit Cepat Aman (KCA)

Kredit yang menyalurkan uang pinjaman untuk masyarakat dengan mengunakan sistem gadai.

b. Jasa taksiran

Suatu layanan kepada masyarakat yang peduli akan harga atau nilai harta benda miliknya yang diperiksa dan ditaksir oleh juru taksir terutama untuk emasdan permata.

c. Jasa titipan

Suatu layanan kepada masyarakat dalam hal penitipan barang berharga seperti perhiasan, emas, batu permata, kendaraan bermotor, dan juga surat-surat berharga seperti surat tanah, ijasah.

2. Usaha lain terdiri dari:

a. Unit Toko Emas Galeri ‘’24”

Merupakan toko emas yang khusus merancang desain dan menjual perhiasan emas dengan sertifikat jaminan sesuai kartase perhiasan emas.

b. Koin Emas ONH

Merupakan cara menabung di pegadaian dalam bentuk barang atau emas, terutama untuk persiapan menunaikan ibadah haji. c. Kredit Angsuran Sistem Gadai (Krasida)

Pemberian pinjaman uang kepada para pengusaha mikro dan kecil dengan menggunakan kontruksi pinjaman kredit atas dasar gadai.

d. Kredit Angsuran Sistem Fidusia (Kreasi).

Pemberian pinjaman uang yang ditujukan kepada pengusaha mikro dan kecil dengan menggunakan kontruksi pinjaman kredit atas dasar Fidusia.

e. Usaha Persewaan Gedung

3. Usaha Syariah, yaitu Unit Layanan Gadai Syariah. 3. Operasional

a. Barang Jaminan.

Besarnya uang pinjaman ditetapkan berdasarkan presentase tertentu dari taksiram barang jaminan. Penggolongan barang jaminan menurut besarnya sewa modal (bunga) dibagi kedalam empat golongan yaitu seperti pada tabel berikut:

Tabel 9. Klasifikasi besarnya uang pinjaman yang diberikan. Golongan Pinjaman yang diberikanBesarnya uang Besarnya sewa modalPer 15 hari

Jangka Waktu (Hari) A 20.000 – 150.000 1,25 % 120 B 151.000 – 500.000 1,6 % 120 C 505.000 – 20.000.000 1,6 % 120 D 20.050.000 ke atas 1 % 120

b. Cara Menyimpan Barang Jaminan

Untuk memudahkan pengelolaan penyimpanan barang jaminan, maka penggolongan barang jaminan yang dapat diterima sebagai barang jaminan dibagi kedalam berapa “Rubrik” yaitu:

1. Kain (Kn), terdiri : pakaian, kain sarung, seprei, dan sejenisnya. 2. Kantong (K), terdiri : emas, perak, berlian, jam tangan.

3. Gudang (G), terdiri: sepeda motor, sepeda, alat atau prabot, perlengkapan (elektronik, gerabah).

4. Mobil (M), terdiri : sedan, minibus, mobil niaga, jeep, truk,pick up

c. Tata Usaha Barang Jaminan

1. Untuk tiap-tiap bulan disediakan satu buku gudang yang diisi menurut golongan, rubrik dan ribuan.

2. Pengisian buku gudang dilaksanakan tiap hari oleh petugas gudang dengan cara pengisian:

a. Kolom masuk di isi menurut rekapitulasi kredit b. Kolom keluar di isi dari rekapitulasi pelunasan c. Saldo barang jaminan ditetapkan setiap hari

3. Barang yang sudah dilelang harus dikeluarkan dari buku gudang dengan keterangan “lelang”.

d. Lelang

Lelang adalah upaya pengembalian uang jaminan beserta sewa modal, yang tidak dilunasi sampai batas waktu yang telah ditentukan. Usaha ini dilakukan dengan penjualan barang jaminan tersebut kepada umum pada waktu yang telah ditentukan.

4. Struktrur Organisasi Perusahaan a. Kedudukan Organisasi

Perum Penggadaian Cabang Purwokerto merupakan bagian dari 67 Cabang Perum Pegadaian yang berada dibawah lingkup kerja kantor wilayah Perum Pegadaian Yogyakarata. Cabang-cabang Perum Pegdaian ini dapat dibagi dalam 5 kelas yakni:

1. Cabang Utama 2. Cabang Kelas I 3. Cabang Kelas II 4. Cabang Kelas III 5. Cabang Kelas IV

Berdasarkan penilaian tersebut Perum Pegadaian Cabang Purwokerto diklasifikasikan kedalam cabang kelas II.

b. Susunan Organisasi

Dalam pelaksanaan dan untuk menambah pencapaian tujuan organisasi, maka Perum Pegadaian Cabang Purwokerto mempunyai struktur organisasi sebagai berikut.

Adapun tugas dan fungsi masing-masing bidang adalah sebagai berikut a). Manajer cabang

Manajer cabang mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasi, dan menyelenggarakan serta mengawasi atas kegiatan operasional perusahaan yang langsung berhubungan dengan masyarakat (nasabah) sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kebijakan yang ditetapkan oleh direksi/ Pimpinan Wilayah.

Untuk menyelenggarakan fungsinya, Manajer cabang mempunyai tugas: 1). Menyiapkan rencana penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum

gadai,

2). Mengkoordinasi bawahan untuk pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan,

3). Menyelenggarakan penyaluran kredit, penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran modal kerja kantor cabang,

4). Mengurus penerimaan, menyimpan, dan pengeluaran barang jaminan,

5). Mengurus dan memelihara kekayaan perusahaan yang ada dikantor cabang-cabang,

6). Menyelenggarakan pembukuan, penyusunan anggaran, pembinaan pegawai, tata usaha, dan pelaporan kegiatan kantor cabang,

7). Mewakili kepentingan perusahaan baik kedalam maupun keluar berdasarkan kewenangan yang dilimpahkan oleh direksi atau pimpinan wilayah,

8). Memeliahara dan membina hubungan baik dengan nasabah dan pihak lain dalam rangka pengembangan perusahaan,

9). Menyelenggarakan penerimaan pelunasan, pelaksaan lelang barang jaminan, dan penjualan barang sisa lelang serta pembayaran uang kelebihan,

10). Melaksanakan pengewasan terhadap seluruh kegiatan perusahaan dan aset perusahaan dikantor cabang.

b). Asisten Manajer Operasional

Asisten manajer opersaional mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan pemberian uang pinjaman dan usaha lain. Tugasnya adalah:

1). Membantu dan melakukan perencanaan tugas operasional cabang, 2). Mengkoordinasikan penaksiran barang jaminan, penetapan uang

pinjaman, dan penyelesaian pelunasan uang pinjaman serta mengadministrasikannya,

3). Mengumpulkan bahan untuk penentuan harga pasar setempat sebagai dasar penetapan harga taksiran jaminan,

4). Mengkoordinasikan pengelolaan lelang barang jaminan, barang sisa lelang, dan kredit bermasalah serta pembayaran uang kelebihan. 5). Mengelola usaha lain,

6). Mengevaluasi hasil kegiatan opersional kantor cabang, c). Penaksir

Penaksir mempunyai fungsi melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan untuk menentukan mutu dan nilai barang dalam rangka mewujudkan penerapan uang pinjaman wajar. Tugasnya adalah:

1). Melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan untuk mengetahui mutu dan nilai barang, guna menentukan dan menetapkan uang kredit gadai.

2). Melaksanakan penaksiran terhadap barang jaminan yang akan dilelang, untuk mengetahui mutu dan nilai, guna menentukan harga dasar barang yang akan dilelang,

3). Merencanakan dan menyiapkan barang jaminan yang akan disimpan guna keamanan.

d). Penyimpan

Penyimpan mempunyai fungsi mengelola gudang barang jaminan emas dengan cara menerima, menyimpan, merawat, mengeluarkan dan mengadministrasikan barang jaminan. Tugasnya adalah:

1). Secara berkala melakukan pemeriksaan keadaan gudang penyimpanan barang jaminan emas, guna terciptanya keamanan dan keutuhan barang jaminan untuk serah terima jabatan,

2). Menerima barang jaminan emas dan perhiasan dari asisten manajer operasional,

3). Mengeluarkan barang jaminan emas dan perhiasan untuk keperluan pelunasan, pemeriksaan atasan dan pihak lain,

4). Merawat barang jaminan dan gudang penyimpanan, agar barang jaminan dalam keadaan baik dan aman,

5). Melakukan pencatatan mutasi penerimaan atau pengeluaran barang jaminan yang menjadi tanggung jawabnya,

e). Pemegang gudang

Pemegang gudang mempunyai fungsi melakukan pemeriksaan, penyimpanan dan pengeluaran barang jaminan, selain barang kantong dalam rangka ketertiban dan keamanan serta keutuhan barang jaminan. Tugasnya adalah:

1). Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap keadaan gudang penyimpanan barang jaminan selain barang kantong;

2). Menerima barang jaminan selain barang kantong dari asisten manajer operasional atau manajer cabang;

3). Melakukan pengelompokan barang jaminan sesuai dengan rubrik dan bulan kreditnya, secara menyusun sesuai dengan urutan nomor surat buku kredit, dan mengatur penyimpanannya;

4). Merawat, memelihara, dan membersihkan barang jaminan;

5). Mengeluarkan barang jaminan dari gudang penyimpanan untuk keperluan penebusan, pemeriksaan oleh atasan atau keperluan lain; 6). Melakukan pencatatanan pengadministrasian mutasi (penambah atau

pengeluaran) barang jaminan yang menjadi tanggung jawabanya. f). Kasir

Kasir mempunyai fungsi melakukan penerimaan dan pembayaran terhadap semua transaksi yang berada dikantor cabang.

Tugas:

1). Melakukan penerimaan pelunasan uang pinjaman dari nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2). Melakukan penerimaan uang dari hasil penjualan barang jaminan yang dilelang.

3). Melaksanakan pembayaran untuk pinjaman kredit terhadap nasabah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

4). Melakukan pembayaran terhadap semua pengeluaran yang terjadi dikantor cabang.

g). Layanan konsumen

Layanan konsumen mempunyai fungsi memberikan informasi dan saran kepada nasabah yang tidak puas terhadap semua kegiatan operasional pada kantor cabang. Tugas:

1). Memberikan penjelasan yang sedetail atau sejelas mungkin terhadap nasabah dan memberikan informasi lain yang dibutuhkan; 2). Memberikan pelayanan terhadap nasabah yang mengalami ketidak

puasan baik terhadap pelaksanaan pelayanan maupun permasalahan lain yang terjadi dikantor cabang;

3). Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh pimpinan/atasan h). Keamanan

Keamanan menpunyai fungsi menyelenggarakan dan mengendalikan ketertiban dan keamanan di lingkungan kantor cabang. Tugasnya:

1). Melakukan ketertiban dan keamanan di lingkungan kantor cabang; 2). Memberikan informasi kepada nasabah sesuai dengan kebutuhan; 3). Mengatur dan mengawasi keluar masuknya kendaraan dinas/non

dinas dari dan kedalam lingkungan kantor cabang;

4). Mengatar manajer cabang dan atau pagawai yang ditunjuk bila keluar dinas terutama mengambil atau menyetor uang di dan ke bank.

i). Usaha lain

Usaha lain mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, dan menyelenggarakan kegiatan operasional usaha lain yang berada dikantor cabang.

Tugas.

1). Menyelenggarakan kegiatan pemasaran usaha lain; 2). Menyelenggarakan kegiatan operasional usaha lain;

3). Mengumpulkan dan mengelola data kegiatan operasional usaha lain; 4). Menyusun dan menyajikan data statistik dalam bentuk laporan.

Dalam dokumen PENGGUNAAN ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK (Halaman 34-45)

Dokumen terkait