• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DATA & PEMBAHASAN

2. Hasil Penelitian

a. Uji Asumsi Penelitian

Sebelum analisa data dilakukan, ada beberapa syarat yang harus dilakukan terlebih dahulu, yaitu uji asumsi normalitas sebaran pada kedua variabel penelitian, baik pada variabel persepsi iklim sekolah maupun student engagement. Selain itu juga dilakukan uji linieritas pada variabel-variabel penelitian tersebut untuk mengetahui linier atau

tidaknya hubungan antara variabel persepsi iklim sekolah dengan

student engagement. Kemudian setelah melakukan pengujian kedua

asumsi tersebut dilanjutkan dengan uji hipotesis. Seluruh pengujian tersebut dianalisis dengan menggunakan bantuan program SPSS 17.0

for windows.

1) Uji Normalitas Sebaran

Uji normalitas sebaran dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi data penelitian terdistribusi secara normal. Uji normalitas sebaran menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov satu sampel. Kaedah yang digunakan yaitu jika p > 0,05 maka sebaran data normal, sedangkan jika p < 0,05 maka sebaran data tidak normal (Field, 2009). Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 11 berikut.

Tabel 11. Uji Normalitas

Variabel D Sig

Persepsi Iklim Sekolah .051 .200*

Student Engagement .062 .059

Berdasarkan tabel 11, diperoleh nilai D pada variabel persepsi iklim sekolah sebesar 0.051 dengan nilai p = 0.200. Kemudian nilai D pada variabel student engagement sebesar 0.062 dengan nilai p = 0.059. Variabel-variabel pada tabel di atas memiliki nilai probabilitas p > 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa syarat normalitas sudah terpenuhi.

56

2) Uji Linearitas Hubungan

Uji linearitas dilakukan untuk menguji apakah dua variabel penelitian yakni persepsi iklim sekolah dengan student engagement mempunyai hubungan yang linear atau tidak secara signifikan. Data yang linear berarti persepsi iklim sekolah memiliki keterikatan terhadap student engagement.

Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan test for

linierity. Variabel bebas (persepsi iklim sekolah) dapat dikatakan

memiliki hubungan linear terhadap variabel tergantung (student

engagement) apabila memiliki nilai p < 0.05 untuk linearity dan p

> 0.05 untuk deviation from linearity. Hasil uji linearitas dapat dilihat pada tabel 12 berikut.

Tabel 12. Uji Linearitas

Statistik Sig. Keterangan

Linearity 0.000

Linear

Deviation from

linearity 0.259

Berdasarkan tabel 12 diatas, uji linearitas hubungan antara persepsi iklim sekolah dengan student engagement dapat dikatakan linear dengan nilai p = 0.000 yang mana nilai p < 0.05.

b. Hasil Uji Hipotesis

Untuk melakukan pengujian statistik, maka dirumuskan hipotesis statistik sebagai berikut ini:

Ho : “Tidak ada pengaruh persepsi iklim sekolah terhadap student

engagement pada siswa SMA Sultan Iskandar Muda Medan”

Ha : “Ada pengaruh persepsi iklim sekolah terhadap student

engagement pada siswa SMA Sultan Iskandar Muda Medan”

Sesuai dengan tujuan dalam penelitian ini, maka dilakukan analisa statistik dengan menggunakan uji Regresi Linear Sederhana. Hasil uji statistik yang didapat digambarkan dalam tabel 13 berikut ini.

Tabel 13. Pengaruh Persepsi Iklim Sekolah Terhadap

Student Engagement

F Sig.

121.193 .000

Berdasarkan tabel 13 dapat dilihat bahwa nilai F = 121.193, p = .000 yang berarti p < 0.05. Hal ini berarti hasil model regresi ini secara siginifikan memprediksi dengan baik akan tingkat student engagement. Singkatnya, secara keseluruhan model regresi memprediksi student

engagement secara signifikan (Field, 2009). Selanjutnya, pengujian

seberapa besar pengaruh persepsi iklim sekolah terhadap student

engagement ditunjukkan melalui tabel 14.

Tabel 14. Koefisien Determinan (R Square)

Model R R Square Adjusted R Square

1 .616a .380 .377

Berdasarkan tabel 14 maka diperoleh nilai koefisien determinan (R Square) dari pengaruh persepsi iklim sekolah terhadap student

58

sebesar 0.380. Artinya, persepsi iklim sekolah memberikan sumbangan efektif sebesar 38% dalam memunculkan student engagement. Kemudian, sisanya sebesar 62% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Kemudian persamaan regresi kedua variabel didapat dapat dilihat pada tabel 15 berikut.

Tabel 15. Model Parameters

Model B t Sig.

1 (Constant)

Persepsi Iklim Sekolah

25.304 4.566 .000 .634 11.009 .000

Dari hasil tabel 15 diperoleh nilai t = 11.009 yang signifikan pada p < 0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi iklim sekolah merupakan prediktor terhadap student engagement atau dengan kata lain iklim sekolah mempengaruhi student engagement secara signifikan. Dengan demikian, maka hipotesis nol (Ho) ditolak sehingga hipotesis penelitian ini menyatakan ada pengaruh persepsi iklim sekolah terhadap

student engagement pada siswa SMA Sultan Iskandar Muda Medan

diterima.

Persamaan garis regresi pada penelitian ini adalah Y = a + bX. Persamaan garis regresi yang dihasilkan adalah Y = 25.304 + 0.634X. Artinya setiap penambahan satu satuan skor variabel persepsi iklim sekolah (X), maka student engagement (Y) akan bertambah sebesar 0.634, dengan kata lain semakin positif persepsi iklim sekolah maka akan semakin tinggi pula tingkat student engagement.

c. Kategorisasi

Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat dilakukan pengelompokkan dengan mengacu pada kriteria kategorisasi. Azwar (2012) menyatakan bahwa kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor subjek penelitian terdistribusi normal.

1) Variabel Persepsi Iklim Sekolah

Variabel persepsi iklim sekolah diungkap dengan skala persepsi iklim sekolah yang terdiri dari 4 aspek. Berdasarkan jumlah aitem yang digunakan untuk mengungkap persepsi iklim sekolah sebanyak 43 aitem dengan format skala likert dengan 4 alternatif pilihan jawaban. Nilai setiap pilihan memiliki rentang dari 0 sampai 3. Sehingga dihasilkan total skor minimum sebesar 0 dan total skor maksimum sebesar 129. Norma kategorisasi persepsi terhadap iklim sekolah yang digunakan adalah sebagai berikut.

Tabel 16. Norma Kategorisasi Persepsi Iklim Sekolah

Rentang Nilai Kategori

X < (µ-1.0 SD) Negatif

(µ-1.0 SD) ≤ X < (µ+1.0 SD) Tidak Tergolongkan

X ≥ (µ+1.0 SD) Positif

Berdasarkan norma diatas dan dengan memperhatikan nilai mean hipotetik persepsi iklim sekolah sebesar 64,5 dengan standar deviasi sebesar 21,5 maka kategorisasi yang diperoleh dapat dilihat dalam tabel 17 berikut.

60

Tabel 17. Kategorisasi Persepsi Iklim Sekolah Rentang Nilai Jumlah % Kategori

X < 43 0 0 Negatif

43 ≤ X < 86 51 25,5 Tidak Tergolongkan

X ≥ 86 149 74,5 Positif

Berdasarkan tabel 17 diatas dapat diketahui bahwa subjek penelitian yang memiliki persepsi positif terhadap iklim sekolah sebesar 74,5% dan subjek penelitian yang memiliki persepsi tidak tergolongkan terhadap iklim sekolah sebesar 25,5% sedangkan 0% sisanya memiliki persepsi yang negatif terhadap iklim sekolahnya. Kemudian kategorisasi diatas dijabarkan kembali berdasarkan jenis kelamin yang dapat dilihat pada tabel 18 berikut.

Tabel 18. Kategorisasi Persepsi Iklim Sekolah Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah % Kategori Total Laki-Laki 0 0 % Negatif 72 30 41,60 % Tidak Tergolongkan 42 58,40 % Positif Perempuan 0 0 % Negatif 128 32 25 % Tidak Tergolongkan 96 75 % Positif

Berdasarkan tabel 18 diatas, subjek laki-laki yang memiliki persepsi iklim sekolah yang positif sebanyak 42 siswa (58,40%), tidak tergolongkan 30 siswa (41,60%) dan negatif 0 siswa (0%) dari total 72 siswa laki-laki. Kemudian untuk subjek perempuan memiliki persepsi iklim sekolah yang positif sebesar 96 siswa (75%), tidak

tergolongkan 32 siswa (25%) dan negatif 0 siswa (0%) dari total keseluruhan 128 siswa perempuan.

2) Variabel Student Engagement

Variabel student engagement diungkap dengan skala student

engagement yang terdiri dari 3 aspek. Berdasarkan jumlah aitem

yang digunakan untuk mengungkap student engagement sebanyak 40 aitem dengan format skala likert dengan 4 alternatif pilihan jawaban. Nilai setiap pilihan memiliki rentang dari 0 sampai 3. Sehingga dihasilkan total skor minimum sebesar 0 dan total skor maksimum sebesar 120. Norma kategorisasi student engagement yang digunakan adalah sebagai berikut.

Tabel 19. Norma Kategorisasi Student Engagement

Rentang Nilai Kategori

X < (µ-1.0 SD) Rendah

(µ-1.0 SD) ≤ X < (µ+1.0 SD) Sedang

X ≥ (µ+1.0 SD) Tinggi

Berdasarkan norma diatas dan dengan memperhatikan nilai mean hipotetik student engagement sebesar 60 dengan standar deviasi sebesar 20 maka kategorisasi yang diperoleh dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 20. Kategorisasi Student Engagement Rentang Nilai Jumlah % Kategori

X < 40 0 0 Rendah

40 ≤ X < 80 78 39 Sedang

62

Berdasarkan tabel 20 diatas dapat diketahui bahwa subjek penelitian yang memiliki student engagement tinggi sebesar 61% dan subjek penelitian yang memiliki student engagement sedang sebesar 39%, sedangkan sisanya 0% memiliki student engagement yang rendah. Kemudian kategorisasi diatas dijabarkan kembali berdasarkan jenis kelamin yang dapat dilihat pada tabel 21 berikut.

Tabel 21. Kategorisasi Student Engagement Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah % Kategori Total

Laki-Laki 0 0 % Rendah 72 27 32,30 % Sedang 45 67,70 % Tinggi Perempuan 0 0 % Rendah 128 52 40 % Sedang 76 60 % Tinggi

Berdasarkan tabel 21 diatas dapat dilihat bahwa subjek laki- laki yang memiliki student engagement yang tinggi sebanyak 45 siswa (67,70%), sedang 27 siswa (32,30%) dan rendah 0 siswa (0%) dari total 72 siswa laki-laki. Sementara perempuan memiliki student

engagement yang tinggi sebesar 76 siswa (60%), sedang 52 siswa

(40%) dan rendah 0 siswa (0%) dari total keseluruhan 128 siswa perempuan.

Dokumen terkait