BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
A. Analisa Data
2. Hasil Penelitian
Berikut akan dipaparkan mengenai hasil penelitian yang meliputi hasil uji asumsi, hasil analisa data, dan deskripsi data penelitian.
a. Hasil Uji Asumsi
1). Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data penelitian masing-masing variabel menyebar secara normal. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode statistik one sample Kolmogorov-Smirnov Test. Persyaratan data disebut terdistribusi secara normal apabila nilai signifikansi atau p > 0.05 pada uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov (Triton, 2006). Hasil uji normalitas pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 9 dibawah ini:
Tabel 9. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test No. Variabel N
Kolmogorov-Smirnov Z Signifikansi (p) Keterangan 1. Perilaku Konsumtif 99 1.032 0.237 Terdistribusi Normal
2. Body image 99 0.586 0.882 Terdistribusi
Normal
Berdasarkan tabel 9 dapat dilihat bahwa uji normalitas pada variabel perilaku konsumtif menunjukkan nilai p = 0.237 atau p > 0.05, maka diketahui bahwa data perilaku konsumtif pada 99 orang responden adalah normal, atau memenuhi persyaratan uji normalitas. Pada variabel body image menunjukkan nilai p = 0.882
atau p > 0.05, maka diketahui bahwa data body image pada 99 orang reponden adalah normal, atau memenuhi persyaratan uji normalitas.
2). Uji Linieritas
Pengujian linieritas dimaksudkan untuk mengetahui linieritas hubungan antara variabel body image dengan variabel perilaku konsumtif. Uji linieritas dilakukan dengan menggunakan uji analisa regresi yang akan menghasilkan nilai F untuk menunjukkan bahwa variabel perilaku konsumtif memiliki hubungan linier dengan variabel body image. Dua variabel dikatakan memiliki hubungan yang linier apabila nilai signifikansi atau p < 0.05. Hasil uji linieritas dapat dilihat pada tabel 10 berikut ini:
Tabel 10. Linieritas Hubungan Variabel Perilaku Konsumtif dan Body image
Variabel df F Sig. (p) Keterangan
body image dengan perilaku konsumtif 1 13.534 0.000 Linier
Berdasarkan tabel 10 dapat dilihat bahwa uji linieritas pada variabel body image dengan perilaku konsumtif menghasilkan nilai p = 0.000 atau p < 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel body image memiliki hubungan yang linier dengan variabel perilaku konsumtif.
b. Hasil Uji Hipotesa
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui apakah hipotesa penelitian diterima atau ditolak. Pengujian hipotesis yang berbunyi “ada hubungan negatif antara perilaku konsumtif dengan body image pada remaja putri” dilakukan dengan teknik korelasi Pearson. Hipotesa dinyatakan diterima apabila nilai signifikansi atau p < 0.05. Hasil uji hipotesa dapat dilihat berdasarkan tabel 11 berikut ini:
Tabel 11. Korelasi antara perilaku konsumtif dan body image
Variabel N Korelasi
Pearson
Sig. (p)
Keterangan
Korelasi antara perilaku konsumtif dengan body image
99 -0.350 0.000 Hipotesa diterima
Berdasarkan tabel 11 dapat dilihat bahwa uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi Pearson menghasilkan nilai p = 0.000 atau p < 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi “ada hubungan negatif antara perilaku konsumtif dengan body image pada remaja putri” dinyatakan diterima.
c. Hasil Analisa Data
Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode analisa regresi sederhana yang akan menjelaskan pengaruh body image terhadap perilaku konsumtif dengan bantuan program SPSSfor windows versi 15.0.
Metode yang akan digunakan adalah metode analisa regresi linier. Hasil analisa regresi linier dapat dilhat pada tabel berikut ini:
Tabel 12. Hasil analisa regresi
R R Square F Sig.
0,350 0.122 13.534 0.000
Berdasarkan tabel 12 dapat dilihat bahwa hasil uji analisa regresi menghasilkan nilai p = 0.000 atau p < 0.05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model persamaan regresi yang diajukan dapat diterima. Berdasarkan tabel 12 juga dapat dilihat besarnya nilai korelasi pearson yang menunjukkan nilai -0.350. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara perilaku konsumtif dengan body image yang berarti semakin positif body image maka semakin rendah perilaku konsumtif, dan sebaliknya semakin negatif body image maka semakin tinggi perilaku konsumtif pada remaja putri.
Berdasarkan hasil Analisa Regresi pada tabel 12, koefisien determinan ( R-square) yang diperoleh dari hubungan perilaku konsumtif dan body image adalah sebesar 0.122. Hal ini menunjukkan bahwa sumbangan efektif variabel body image terhadap perilaku konsumtif adalah sebesar 12 %, sedangkan 88 % sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
d. Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan deskripsi data penelitian dapat dilakukan pengelompokan yang mengacu pada kriteria kategorisasi. Azwar (2005) menyatakan bahwa kategorisasi ini didasarkan pada asumsi bahwa skor subyek penelitian terdistribusi normal.
Kriterianya terbagi atas lima kategori yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah.
Tabel 13. Kriteria Kategorisasi variabel Perilaku Konsumtif dan Body image
Variabel Kriteria Jenjang Kategori
( + 1.5 SD) < X Sangat Tinggi ( + 0.5 SD) < X < ( + 1.5 SD) Tinggi ( – 0.5 SD) < X < ( + 0.5 SD) Sedang ( – 1.5 SD) < X < ( – 0.5 SD) Rendah Perilaku Konsumtif X < ( – 1.5 SD) Sangat Rendah ( + 1.5 SD) < X Sangat Tinggi ( + 0.5 SD) < X < ( + 1.5 SD) Tinggi ( – 0.5 SD) < X < ( + 0.5 SD) Sedang ( – 1.5 SD) < X < ( – 0.5 SD) Rendah Body image X < ( – 1.5 SD) Sangat Rendah
Dalam penelitian ini peneliti mengkategorikan data penelitian berdasarkan mean hipotetik dan mean empirik.
1). Variabel Perilaku Konsumtif
Jumlah aitem yang digunakan untuk mengungkapkan perilaku konsumtif yaitu sebayak 34 aitem dengan format skala respon pada alternatif pilihan jawaban. Nilai setiap pilihan memiliki rentang dari 1 sampai 4, sehingga dihasilkan total skor minimum sebesar 34 dan skor maksimumnya 136. Deskripsi
data penelitian perilaku konsumtif berdasarkan mean empirik dan hipotetik dapat dilihat pada tabel 14 dibawah ini:
Tabel 14. Deskripsi Data Penelitian Perilaku Konsumtif
Skor empirik Skor Hipotetik Variabel Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD Perilaku Konsumtif 46 104 68.28 12.03 34 136 85 17
Berdasarkan tabel 14 maka dapat dilihat bahwa besarnya mean empirik (µe) yang diperoleh dari skala perilaku konsumtif sebesar 68.28 dengan standard deviasi empirik (SDe) sebesar 12.03 dan mean hipotetik (µh) sebesar 85 dengan standar deviasi hipotetik (SDh) sebesar 17. Nilai mean empirik (µe) dan standar deviasi empirik (SDe) digunakan untuk membuat kategorisasi perilaku konsumtif berdasarkan mean empirik dan Nilai mean hipotetik (µh) dan deviasi empirik (SDh) digunakan untuk membuat kategorisasi perilaku konsumtif berdasarkan mean hipotetik.
Gambaran kategorisasi perilaku konsumtif berdasarkan mean empirik dapat dilihat pada tabel 15 dibawah ini:
Tabel 15. Kategorisasi Perilaku Konsumtif Berdasarkan Mean Empirik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
86.33< X Sangat Tinggi 10 10.1% 74.29<X<86.33 Tinggi 20 20.2% 62.26<X<74.29 Sedang 34 34.34% 50.23<X<62.26 Rendah 30 30.3% Perilaku Konsumtif X<50.23 Sangat Rendah 5 5.05%
Berdasarkan tabel 15 diketahui bahwa jumlah responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif sangat tinggi sebanyak 10 orang (10.1%), responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif tinggi sebanyak 20 orang (20,2%), responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif sedang sebanyak 34 orang (34.34%), responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif rendah sebanyak 30 orang (30.3%), dan responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif sangat rendah sebanyak 5 orang (5.05%). Berdasarkan gambaran tersebut maka dapat diketahui bahwa rata-rata skor perilaku konsumtif reponden terletak pada kategori sedang.
Gambaran kategorisasi perilaku konsumtif berdasarkan mean hipotetik dapat dilihat pada tabel 16 dibawah ini:
Tabel 16. Kategorisasi Perilaku Konsumtif Berdasarkan Mean Hipotetik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
110.5< X Sangat Tinggi - - 93.5<X<110.5 Tinggi 3 3.03 79.5<X<93.5 Sedang 22 22.22 59.5<X<76.5 Rendah 50 50.5 Perilaku Konsumtif X<59.5 Sangat Rendah 24 24.24
Dari tabel 16 diketahui bahwa tidak terdapat responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif yang sangat tinggi, responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif tinggi sebanyak 3 orang (3.03%), responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif sedang sebanyak 22 orang (22.22%), responden yang tergolong kedalam kategori perilaku konsumtif rendah sebanyak 50 orang (50.5%), dan responden yang tergolong
kedalam kategori perilaku konsumtif sangat rendah sebanyak 24 orang (24.24%). Berdasarkan gambaran tersebut maka dapat diketahui bahwa rata-rata skor perilaku konsumtif reponden terletak pada kategori rendah.
2). Variabel Body image
Jumlah aitem yang digunakan untuk mengungkapkan body image yaitu sebayak 52 aitem dengan format skala likert pada alternatif pilihan jawaban. Nilai setiap pilihan memiliki rentang dari 1 sampai 4, sehingga dihasilkan total skor minimum sebesar 52 dan skor maksimumnya 208. Deskripsi data penelitian body image berdasarkan mean empirik dan hipotetik dapat dilihat pada tabel 17 dibawah ini:
Tabel 17. Deskripsi Data Penelitian Body image
Skor empirik Skor Hipotetik Variabel Min Maks Mean SD Min Maks Mean SD
Body image 83 177 133.37 19.51 52 208 130 26
Berdasarkan tabel 17 maka dapat dilihat bahwa besarnya mean empirik (µe) yang diperoleh dari skala body image sebesar 133.37 dengan standard deviasi empirik (SDe) sebesar 19.51 dan mean hipotetik (µh) sebesar 130 dengan standar deviasi hipotetik (SDh) sebesar 26. Nilai mean empirik (µe) dan standar deviasi empirik (SDe) digunakan untuk membuat kategorisasi body image berdasarkan mean empirik dan Nilai mean hipotetik (µh) dan deviasi empirik (SDh) digunakan untuk membuat kategorisasi body image berdasarkan mean hipotetik.
Gambaran kategorisasi body image berdasarkan mean empirik dapat dilihat pada tabel 18 dibawah ini:
Tabel 18. Kategorisasi Body image Berdasarkan Mean Empirik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
162.64< X Sangat Tinggi 6 6.06 143.13<X<162.64 Tinggi 24 24.24 123.61<X<143.13 Sedang 37 37.37 104.1<X<123.61 Rendah 24 24.24 Perilaku Konsumtif X<104.1 Sangat Rendah 8 8.08
Dari tabel 18 diketahui bahwa jumlah responden yang tergolong kedalam kategori body image sangat tinggi sebanyak 6 orang (6.06%), responden yang tergolong kedalam kategori body image tinggi sebanyak 24 orang (24.24%), responden yang tergolong kedalam kategori body image sedang sebanyak 37 orang (37.37%), responden yang tergolong kedalam kategori body image rendah sebanyak 24 orang (24.24%), dan remaja putri yang tergolong kedalam kategori body image yang sangat rendah sebanyak 8 orang (8.08%). Berdasarkan gambaran tersebut maka dapat diketahui bahwa rata-rata skor body image reponden terletak pada kategori sedang.
Gambaran kategorisasi body image berdasarkan mean hipotetik dapat dilihat pada tabel 19 dibawah ini:
Tabel 19. Kategorisasi Body image Berdasarkan Mean Hipotetik
Variabel Rentang Nilai Kategori Frekuensi Persentase
169< X Sangat Tinggi 2 2.02 143<X<169 Tinggi 30 30.3 117<X<143 Sedang 51 51.51 91<X<117 Rendah 14 14.14 Perilaku Konsumtif X<91 Sangat Rendah 2 2.02
Dari tabel 19 diketahui bahwa responden yang tergolong kedalam kategori body image sangat tinggi sebanyak 2 orang (2.02%), responden yang tergolong kedalam kategori body image tinggi sebanyak 30 orang (30.3%), responden yang tergolong kedalam kategori body image sedang sebanyak 51 orang (51.51%), responden yang tergolong kedalam kategori body image rendah sebanyak 14 orang (14.14%), dan responden yang tergolong kedalam kategori body image sangat rendah sebanyak 2 orang (2.02%). %). Berdasarkan gambaran tersebut maka dapat diketahui bahwa rata-rata skor body image reponden terletak pada kategori sedang.