• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 HASIL PENELITIAN .1 Analisis Statistik Deskriptif .1Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendeskriptifkan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Deskriptif suatu data dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum, minimum. Berikut ini ditampilkan data statistik secara umum dari keseluruhan data yang digunakan yang terdapat dalam tabel 4.1

Tabel 4.1

Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std. Deviation ILK 66 0 1 ,76 ,432 AD 66 15 167 77,15 20,682 AT 66 0 1 ,94 ,240 SPI 66 0 1 ,98 ,123 Valid N (listwise) 66

Sumber :Hasil Penelitian, 2016 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat dideskripsikan beberapa hal sebagai berikut: 1. Jumlah seluruh sampel penelitian adalah 22 perusahaan dengan 66

amatan penelitian, yaitu 22 perusahaan dikali dengan tiga tahun penelitian. Dua variabel independen yang menggunakan skala nominal yang terdiri dari audit delay dan audit timeliness, variabel dependen yaitu integritas laporan keuangan dan variabel pemoderasi struktur pengendalian intern.

2. Variabel audit delay memiliki nilai minimum sebesar 15 dan maksimum 167 dengan nilai rata-rata 77,15. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan yang menjadi sampel memiliki rentang waktu penyelesaian audit dibawah 90 hari. Nilai standar deviasi adalah sebesar 20,682 yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan nilai mean artinya nilai mean merupakan representasi yang baik dari keseluruhan sampel.

3. Variabel audit timeliness memiliki nilai minimum 0 dan nilai maksimum 1 dengan nilai rata-rata 0,94 dan standar deviasi adalah sebesar 0,240. Jumlah data yang digunakan sebanyak 66.

4. Variabel integritas laporan keuangan memiliki nilai minimum 0 dan nilai maksimum 1 dengan nilai rata-rata 0,76 dan standar deviasi adalah sebesar 0,432. Jumlah data yang digunakan sebanyak 66. 5. Variabel struktur pengendalian intern memiliki nilai minimum 0 dan

nilai maksimum 1 dengan nilai rata-rata 0,98 dan standar deviasi adalah sebesar 0,123. Jumlah data yang digunakan sebanyak 66.

Tabel 4.2

Statistik Deskriptif Variabel Audit Delay, Audit Timeliness, Integritas Laporan Keuangan Dan Struktur Pengendalian Intern

Statistics

AD ILK AT SPI

N Valid 66 66 66 66

Missing 0 0 0 0

Sumber :Hasil Penelitian, 2016 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dideskripsikan bahwa jumlah data yang valid (sah untuk proses) adalah 66 buah, sedangkan data yang hilang (missing) adalah nol artinya semua data telah diproses.

Tabel 4.3

Statistik Frekuensi Variabel Audit Delay Audit Delay Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 15 1 1,5 1,5 1,5 40 1 1,5 1,5 3,0 45 2 3,0 3,0 6,1 46 1 1,5 1,5 7,6 48 1 1,5 1,5 9,1

49 2 3,0 3,0 12,1 51 1 1,5 1,5 13,6 56 1 1,5 1,5 15,2 59 1 1,5 1,5 16,7 64 2 3,0 3,0 19,7 66 2 3,0 3,0 22,7 69 1 1,5 1,5 24,2 76 1 1,5 1,5 25,8 77 2 3,0 3,0 28,8 78 3 4,5 4,5 33,3 79 8 12,1 12,1 45,5 80 6 9,1 9,1 54,5 81 5 7,6 7,6 62,1 82 1 1,5 1,5 63,6 83 4 6,1 6,1 69,7 84 8 12,1 12,1 81,8 85 1 1,5 1,5 83,3 86 6 9,1 9,1 92,4 87 1 1,5 1,5 93,9 92 1 1,5 1,5 95,5 99 1 1,5 1,5 97,0 147 1 1,5 1,5 98,5 167 1 1,5 1,5 100,0 Total 66 100,0 100,0

Sumber :Hasil Penelitian, 2016 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen

audit delay merupakan rentang waktu penyelesaian pelaksanaan audit laporan

keuangan tahunan diukur berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan auditor independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan dihitung sejak tanggal tutup buku perusahaan yaitu pada 31 desember sampai tanggal yang tertera pada laporan auditor independen.

Tabel 4.4

Statistik Frekuensi Variabel Audit Timeliness Audit Timeliness Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 0 4 6,1 6,1 6,1 1 62 93,9 93,9 100,0 Total 66 100,0 100,0

Sumber :Hasil Penelitian, 2016 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.4 dapat dideskripsikan bahwa variabel independen

audit timeliness merupakan variabel nominal yang menggunakan variabel

dummy, dimana perusahaan menyampaikan laporan keuangan tidak tepat waktu diberi kode 0, sedangkan untuk perusahaan menyampaikan laporan keuangn tepat waktu diberi kode 1 serta memiliki data valid karena seluruhnya telah diproses. Jumlah data yang menyampaikan laporan keuangan tidak tepat waktu sebanyak 4 buah (6,1%), sedangkan jumlah data yang menyampaikan laporan keuangan tepat waktu sebanyak 62 buah (93,9%).

Tabel 4.5

Statistik Frekuensi Variabel Integritas Laporan Keuangan Integritas Laporan Keuangan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 0 16 24,2 24,2 24,2 1 50 75,8 75,8 100,0 Total 66 100,0 100,0

Sumber :Hasil Penelitian, 2016 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dideskripsikan bahwa variabel dependen integritas laporan keuangan merupakan variabel nominal yang menggunakan

nilai akrual positif diberi kode 0, sedangkan perusahaan yang memiliki tingkat konservatisme dengan nilai akrual negatif diberi kode 1, serta memiliki data valid karena seluruhnya telah diproses. Jumlah data yang konservatisme dengan nilai akrual positif sebanyak 16 buah (24,2%), sedangkan jumlah data yang konservatisme dengan nilai akrual negatif sebanyak 50 buah (75,8%).

Tabel 4.6

Statistik Frekuensi Variabel Struktur Pengendalian Intern Struktur Pengendalian Intern

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 0 1 1,5 1,5 1,5 1 65 98,5 98,5 100,0 Total 66 100,0 100,0

Sumber :Hasil Penelitian, 2016 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat dideskripsikan bahwa variabel pemoderasi struktur pengendalian intern merupakan variabel nominal yang menggunakan variabel dummy dimana jika opini yang diberikan oleh auditor independen selain opini wajar tanpa pengecualian diberi kode 0, sedangkan jika opini yang diberikan oleh auditor independen opini wajar tanpa pengecualian diberi kode 1, serta memiliki data valid karena seluruhnya telah diproses. Jumlah data yang berasal dari opini selain wajar tanpa pengecualian sebanyak 1 buah (1,5%), sedangkan jumlah data yang berasal dari opini wajar tanpa pengecualian sebanyak 65 buah (98,5%).

4.2.2 Uji Multikolinieritas

Pengukuran multikolinieritas dalam penelitian ini dilihat dari nilai

dan VIF < 10, maka dapat diartikan bahwa tidak terdapat multikolinieritas. Berikut hasil perhitungan menggunakan SPSS 23 :

Tabel 4.7

Hasil Uji Multikolinieritas

Berdasarkan Tabel 4.7 menunjukkan bahwa nilai tolerance untuk variabel

audi delay adalah 0,627 > 0,10 dan VIF 1,595 < 10, variabel audit timeliness

memiliki nilai tolerance 0,600 > 0,10 dan VIF 1,666 < 10 dan variabel struktur pengendalian intern memiliki nilai tolerance 0,889 > 0,10 dan VIF 1,125 < 10. Berdasarkan hasil pengujian multikolinieritas tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini semua variabel independen telah lolos uji multikolinieritas.

4.2.3 Uji Autokorelasi

Berikut ini ditampilkan tabel output yang menyajikan hasil perhitungan uji autokorelasi tersebut. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constan) ,969 ,490 1,977 ,053

AD -,001 ,003 -,058 -,363 ,718 ,627 1,595

AT ,000 ,293 ,000 ,001 1,000 ,600 1,666

SPI -,132 ,187 -,095 -,708 ,482 ,889 1,125

Tabel 4.8 Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,098a ,010 -,038 ,440 2,260

Sumber :Hasil Penelitian, 2016 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.8, nilai batas bahwa (DL) yang diketahui dari tabel

Durbin Watson untuk n = 66 dan k=3 pada tingkat signifikan 5% adalah 1,503 (4

– DL sebesar 2,497) dan nilai batas atas (DU) adalah 1,696 (4 – DU sebesar 2,304) nilai Durbin Watson sebesar 2,260 berada pada daerah DU ≤ DW ≤ 4 – Du, bearti tidak terdapat gejala autokorelasi dalam model regresi ini.

4.2.4 Analisis Regresi

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi logistik (logistic regression) untuk hubungan variabel independen ke variabel dependen. Adapun analisis tersebut digunakan untuk menguji hipotesis penelitian yang berkaitan dengan pengaruh audit delay dan audit

timeliness terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur.

Pengujian hipotesis meliputi (1) menilai kelayakan model regresi (2) menilai keseluruhan model (3) menguji koefisien regresi.

a. Pengujian Hipotesis Pertama

Pengujian hipotesis pertama menyatakan bahwa terdapat pengaruh dari

audit delay terhadap integritas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur

Dokumen terkait