Aterosklerosis Gangguan
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar apo-B pada pasien DM tipe 2 dengan kadar gula darah (KGD) terkontrol dan tidak terkontrol, dilaksanakan mulai Mei 2013 sampai Juli dengan 2013. Subjek penelitian adalah penderita DM tipe 2 yang berobat ke Poliklinik Endokrinologi Departemen Penyakit Dalam RSUP Haji Adam Malik Medan, dengan kriteria diagnosa dari Perkeni tahun 2006. Pada subjek penelitian dilakukan anamnesa dan pemeriksaan laboratorium. Data tersebut dicatat didalam status khusus penelitian.
Subjek penelitian penderita DM tipe 2 dengan KGD terkontrol berjumlah 33 orang yaitu 16 orang laki-laki dan 17 orang perempuan dengan kisaran umur 42-65 tahun. Subjek penderita DM tipe 2 dengan KGD tidak terkontrol berjumlah 33 orang yaitu 18 orang laki-laki dan 15 orang perempuan dengan kisaran umur 47-65 tahun.
Tabel 4. Karakteristik Subjek Penelitian Pada Kedua Kelompok
Variabel DM Terkontrol (n=33) DM Tidak terkontrol (n=33) p Jenis kelamin (n,%) Laki-laki Perempuan 16 (48.5) 17 (51.5) 18 (54.5) 15 (45.5) Umur ( tahun) (x±SD) 54.09 ± 8.11 56.60 ± 5.57 0.147 Kolesterol total(x±SD) 190 ± 37,4 211,6 ± 39,4 0.026* Trigliserida (x±SD) 144.3 ± 57,9 139,4 ± 69,8 0,756 LDL (x±SD) 131 ± 26,4 156 ± 36,4 0.002* HDL (x±SD) 50 ± 12,8 53 ± 13 0,340 HbAIC (x±SD) 6.27 ± 0.54 9.39 ± 1.85 0.000* Apo B (x±SD) 100 ± 20,1 114,1 ± 23,5 0.011* *Uji kemaknaan dengan t-independent, bermakna jika p<0,05
Dari tabel diatas terlihat bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna kadar trigliserida diantara penderita DM tipe 2 KGD terkontrol dan tidak terkontrol dimana keduanya tidak menunjukkan keadaan hipertrigliseridemia, nilai rata-rata trigliserida DM tipe 2 dengan KGD terkontrol lebih tinggi dari DM tipe 2 KGD tidak terkontrol. Walaupun kadar HDL tidak berbeda bermakna tetapi kadarnya dibawah nilai normal (>65mg/dl). Nilai kolesterol dan LDL me- nunjukkan perbedaan bermakna diantara kedua subjek penelitian. Terdapat perbedaan bermakna kadar apo-B diantara penderita DM tipe 2 kadar gula darah terkontrol dan tidak terkontrol (p=0.011).
Gambar 4.1 Hubungan Apo-B dengan LDL DM Tidak Terkontrol
Hubungan antara nilai LDL dan apo-B pada penderita DM tipe 2 KGD tidak terkontrol diuji menggunakan korelasi pearson.
Dijumpai hubungan yang kuat dijumpai antara LDL dan apo-B dengan r: 0.8410, p: <0.0001 serta arah hubungan yang positif.
Gambar 4.2 Hubungan Apo-B dengan HbA1c pada DM Tidak Terkontrol
Hubungan yang bermakna (p:0.0184), juga dijumpai antara apo-B dengan HbA1c pada penderita DM tipe 2 tetapi dengan kekuatan hubungan lemah ( 0.2895 ).
BAB V PEMBAHASAN
Dari hasil beberapa penelitian dikatakan bahwasanya terdapat peningkatan kadar apo-B pada penderita DM tipe 2.54.55 Hammed dkk mendapatkan perbedaan bermakna nilai non kolesterol HDL diantara penderita DM tipe 2 KGD terkontrol dan tidak terkontrol.56 Martin dkk me-`nyatakan nilai apo-B lebih baik dari LDL dalam hubungan dengan terjadinya kalsifikasi arteri koroner pada penderita DM tipe 2.57 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai apo-B diantara penderita DM tipe2 dengan KGD terkontrol dan tidak terkontrol.
Pada tabel 4. terlihat perbedaan bermakna nilai total kolesterol, LDL dan apo-B diantara penderita DM tipe 2 KGD terkontrol dan tidak terkontrol, hal ini sejalan dengan penelitian dari Hammed dkk.56 Nilai total kolesterol meningkat pada DM tipe 2 dengan KGD tidak terkontrol disebabkan karena hiperglikemia merangsang lipogenesis melalui carbohydrate responsive element binding protein yang merupakan jalur tidak tergantung insulin, juga peningkatan aktifasi sterol regulatory element binding protein oleh asam lemak dari lipolisis.42.44 Nilai LDL pada DM tipe 2 dengan KGD tidak terkontrol disebabkan peningkatan pembentukan VLDL1 dan terjadinya glikasi apo-B LDL menyebabkan gangguan pembersihannya dari sirkulasi yang normalnya 3 hari menjadi 14 hari.44.58
Pada penderita DM terjadi hypertrigliseridemic hyper apoB, akan tetapi pada penderita DM tipe 2 KGD tidak terkontrol aktifasi enzim CETP dan hepatic lipase lebih besar dari DM KGD terkontrol, ini mendasari nilai
rata-rata TG DM tipe 2 KGD tidak terkontrol pada penelitian ini lebih rendah dari terkontrol.39,57 Dari 66 penderita DM tipe 2 pada penelitian ini hanya 10 (15%) penderita yang nilai TG nya > 200 mg/dl, hal ini juga didapati oleh Ahmad dkk dimana dari 86 penderita DM tipe 2, 64 (74%) nilai TG-nya 130 ± 40 mg/dl. Tetapi setelah dilakukan pengukuran TG setelah makan 59% mengalami peningkatan (251 ± 58 mg/dl).59 Peningkatan TG setelah makan ini di-sebabkan kompetisi kilomikron dan VLDL1 terhadap lipoprotein lipase.44
Pada penelitian ini nilai HDL mengalami penurunan disebabkan katabolisme yang meningkat oleh aktifasi CETP dan hepatic lipase. Nilai HDL tidak bermakna diantara pria dan wanita (tabel 4.) disebabkan penurunan estrogen pada wanita mempengaruhi sex hormone binding globulin.60
Nilai apo-B meningkat pada DM tipe 2 dengan KGD tidak terkontrol disebabkan peningkatan sintesis apolipoprotein B yaitu VLDL1, IDL, LDL dan small dense LDL. Hal ini terbukti dari hubungan antara LDL dan apo-B pada penelitian ini r: 0.8410, p: <0.0001 serta arah hubungan yang positif (grafik 4.1), Hal ini sesuai yang dijumpai oleh Ayaz K Mallick dkk dimana hubungan apo-B dengan LDL (p=0.001, r = 0.712).22
HbA1c berhubungan dengan hiperglikemia dan glikasi dari apo-B, walaupun terdapat hubungan bermakna antara apo-B dan HbA1c tetapi kekuatannya lemah (grafik 4.2), hal ini juga dijumpai oleh Hammed dkk yang mendapatkan nilai hubungan antara HbA1c dan non HDL kolesterol pada DM tipe 2 tidak terkontrol adalah ( p=0.000, r = 0.228 ).55 Hal ini didasari oleh pembentukan small dense LDL berhubungan dengan keadaan hipertrigliseridemia (VLDL1) sedangkan glikasi apo-B berhubungan dengan
scavenger reseptor pada makrofag.44,61 Peningkatan apo-B tidak terbatas pada penderita DM tetapi juga dapat dijumpai pada penderita metabolik sindrom.45,61
Small dense LDL mempunyai ukuran yang kecil (<250 A) dan densitas yang besar (1.044–1.060 g/ml) menyebabkan partikel ini lebih mudah masuk dan berikatan pada proteoglycan subendotel pembuluh darah.44,,61 Disamping glikasi asam amino lisin dari partikel apo-B, pada sub endotel pembuluh darah kolesterol ester dan phosphatidylcholine dari small dense LDL juga dapat mengalami oksidasi oleh peroksidase yang merupakan target scavenger reseptor makrofag.48
Terjadinya kalsifikasi arteri koroner berhubungan dengan peningkatan apo-B daripada LDL, hal ini telah dibuktikan oleh Martin dkk. Hal ini disebabkan nilai LDL pada penderita DM lebih rendah dari yang sebenarnya disebabkan variasi jumlah kolesterol pada small dense LDL.44,57
BAB VI