• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian yang berjudul “ Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tingkat II Tentang Persalinan dan Bayi Baru Lahir di Akademi Kebidanan Sehat Medan Tahun 2014”, kuesioner diberikan kepada 56 orang mahasiswa tingkat II. Hasilnya dapat disajikan sebagai berikut :

1. Tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang persalinan dan bayi baru lahirdi Akademi Kebidanan Sehat Medan tahun 2014 berpengetahuan baik sebanyak 26 orang (46,4%), berpengetahuan cukup sebanyak 24 orang (42,8%) dan berpengetahuan kurang sebanyak6 orang (10,8%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.1. di bawah ini:

Tabel 5.1.

Distribusi frekuensi dan presentase responden berdasarkan pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang persalinan dan bayi baru lahir di Akademi

Kebidanan Sehat Medan Tahun 2014 (n=56)

Variabel frekuensi Persentase

Baik Cukup Kurang 26 24 6 46,4 42,8 10,8 Total 56 100

a. Distribusi frekuensi dan presentase responden berdasarkan pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang persalinan di Akademi Kebidanan Sehat Medan tahun 2014 (n=56)

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan mahasiswa berpengetahuan baik sebanyak 22 orang (39,2%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 13 orang (23,2%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.2.di bawah ini:

Tabel 5.2.

Distribusi frekuensi dan presentase responden berdasarkan pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang persalinan di Akademi Kebidanan Sehat Medan

tahun 2014 (n=56)

Variabel frekuensi Persentase

Baik Cukup Kurang 22 21 13 39,2 37,6 23,2 Total 56 100

b. Distribusi frekuensi dan presentase responden berdasarkan pengetahuan mahasiswa tentang bayi baru lahir di Akademi Kebidanan Sehat Medan tahun 2014 (n=56)

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang asuhan kebidanan II pada bayi baru lahir di Akademi Kebidanan Sehat Medan tahun 2014 berpengetahuan baik sebanyak 28 orang (50%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 10orang (17,9%) . Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.3 dibawah ini :

Tabel 5.3.

Distribusi frekuensi dan presentase responden berdasarkan pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang bayi baru lahir di Akademi Kebidanan Sehat

Medan Tahun 2014 n(=56)

Variabel frekuensi Persentase

Baik Cukup Kurang 28 18 10 50,0 32,1 17,9 Total 56 100

B. PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada mahasiswa tingkat II di Akademi Kebidanan Sehat Medan Tahun 2014, diperoleh data yang merupakan keadaan nyata dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 56 orang mahasiswa. Data tersebut dapat dijadikan tolak ukur dalam melakukan pembahasan dan sebagai hasil akhir dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang persalinan dan bayi baru lahir Berdasarkan penelitian ini diperoleh mahasiswa yang berpengetahuan baik sebanyak 46,4%, berpengetahuan cukup sebanyak 42,8% dan berpengetahuan kurang sebanyak 19,6%.

Tingkat pengetahuan mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik lebih banyak hal ini disebabkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran serta memanfaatkan buku perpustakaan sebagai referensi materi tentang persalinan dan bayi baru lahir. Sedangkan tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II dikategorikan dalam kategori cukup dikarenakan sebagian besar responden kurang memperhatikan saat dosen memberikan penjelasan sehingga responden tersebut kurang memahami materi tentang persalinan dan bayi baru lahir,sedangkan tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat II dikategorikan dalam kategori kurang dikarenakansebagian besar responden kurang aktif dan kurang memperhatikan saat dosen memberikan penjelasan.

Hasil penelitian ini mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (2003) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain: pendidikan, pekerjaan, media masa/informasi, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman dan usia.

Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu. Pengalaman belajar dalam bekerja yang dikembangkan memberikan pengetahuan dan keterampilan profesional serta pengalaman belajar selama bekerja akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah dan etik yang bertolak dari masalah nyata dalam bidang kerjanya (Notoatmodjo, 2005).

2. Tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang persalinan

Pada tabel 5.2 dapat diamati bahwa pengetahuan mahasiswatingkat II tentang persalinan sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 39,2%, berpengetahuan cukup sebanyak 37,6% dan berpengetahuan kurang 23,2%.

Menurut Salam (2003) pengetahuan merupakan hasil dari usaha manusia untuk tahu. Pekerjaan tahu adalah hasil dari kenal, insaf, mengerti dan pandai.Dengan hal ini menyatakan bahwa usaha yang dimaksud adalah usaha untuk mengetahui dari materi pembelajaran.

Menurut Notoatmodjo (2007) pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu.Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui pendidikan, pengalaman diri sendiri, media dan lingkungan. Pengetahuan baik dan cukup dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: sumber informasi, faktor pendidikan. Semakin banyak seseorang mendapatkan informasi akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang.

Menurut asumsi penulis hal ini menyatakan bahwa mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik berarti telah mengetahui tentang persalinan, karena pemahaman

dan penguasaan mahasiswa yang diperoleh dari dosen yang memberikan materi maupun dari buku panduan yang tersedia di sarana pendidikan. Mahasiswa mengatakan pemahaman dan tatap muka yang dilakukan di kelas efektif sehingga mampu memperdalam materi yang disampaikan. Selain itu buku-buku penunjang materi yang tersedia disarana pendidikan seperti perpustakaan sudah dimanfaatkan sehingga wawasan yang diterima tidak hanya dari proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas. Selain itu aplikasi dalam bentuk praktek yang membuat mahasiswa mampu memperdalam materi yang disampaikan. Sedangkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan cukup dan kurang disebabkan mahasiswa kurang aktif saat proses belajar mengajar di dalam kelas dan kurang memanfaatkan sarana perpustakaan yang sudah disediakan oleh pendidikan.

3. Tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II tentang bayi baru lahir

Pada tabel 5.3 diperoleh sebagian mahasiswa memiliki pengetahuan baik sebanyak 50,0% berpengetahuan cukup sebanyak 32,1% dan sebagian berpengetahuan kurang sebanyak 10 orang 17,9%. Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.5. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik telah memahami dan menguasai materi tentang bayi baru lahir serta telah mampu melaksanakan asuhan pada bayi baru lahir. Sedangkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan cukup dan kurang dikarenakan kurangnya pengetahuan serta minat mahasiswa untuk mengetahui dan menguasai asuhan pada bayi baru lahir.

Tingkat pengetahuan mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik lebih banyak hal ini disebabkan mahasiswa mengikuti proses pembelajaran serta memanfaatkan buku perpustakaan sebagai referensi materi tentang persalinan dan bayi baru lahir. Sedangkan tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat II dikategorikan

dalam kategori cukup dikarenakan sebagian besar responden kurang memperhatikan saat dosen memberikan penjelasan sehingga responden tersebut kurang memahami materi tentang bayi baru lahir,sedangkan tingkat pengetahuan mahasiswi tingkat II dikategorikan dalam kategori kurang dikarenakan sebagian besar responden kurang aktif dan kurang memperhatikan saat dosen memberikan materi di dalam kelas.

Depkes (2004) mengatakan bahwa dengan pengetahuan baik maka mahasiswa akan dapat memahami dan memberikan dengan baik pula dalam asuhan bayi baru lahir, sehingga pada akhirnya tujuan dari asuhan bayi baru lahir dapat dicapai dengan optimal.

Pengetahuan (knowledge)adalah merupakan hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan “what”misalnya apa air, apa manusia, apa alam, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2010). Adapun faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang, antara lain: pendidikan, media massa/informasi, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman, usia (Notoatmodjo, 2007).

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait